Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
Fungsi Tari Keling dalam Perayaan Idul Fitri di dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo
Kesenian Keling merupakan tari tradisi yang hidup di kalangan masyarakat pedesaan. Kesenian ini tumbuh dan berkembang di dusun Mojo yang merupakan daerah pegunungan dan terletak di pinggir sebelah timur kabupaten Ponorogo. Dalam pertunjukannya kesenian ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pertama kesenian diarak keliling dusun, bagian kedua mengenalkan tokoh-tokoh yang ada di dalam kesenian Keling, bagian ketiga merupakan bagian peperangan atau penggambaran inti cerita. Pada penelitian, penulis akan mengupas fungsi tari Keling dalam Perayaan Idul Fitri di dusun Mojo desa Singgahan kecamatan Pulung kabupaten Ponorogo. Penelitian ini akan menggunakan teori fungsi menurut Raymond Williams. Yang mana menurut Williams ada tiga komponen yaitu lembaga budaya, isi budaya, dan efek budaya atau norma-norma budaya. Ketiga komponen tersebut tidak dapat dipisahkan karena komponen tersebut memilki relasi yang satu sama lain saling berkaitan. Dengan demikian lembaga budayanya adalah dusun Mojo yang di dalamnya adalah masyarakat yang tergabung dalam paguyuban Guno Joyo, isi budayanya adalah kesenian Keling elemen-elemen penyajiannya merupakan penggambaran pola kehidupan masyarakat Mojo, sedangkan norma budayanya sebagai pengikat solidaritas masyarakat Mojo. Kesenian Keling merupakan bagian dari pelaksanaan Idul Fitri, apabila tidak ada pertujukan Keling masyarakat merasa perayaan tersebut kurang lengkap. Pada pertunjukan Keling pada perayaan Idul Fitri dapat digolongkan menjadi dua bagian fungsi yaitu fungsi perayaan dan fungsi Kesenian Keling itu sendiri. Pada dasarnya keduanya memiliki relasi yang sangat berkaitan. Pada fungsi perayaan dapat ditemukan dua fungsi yaitu fungsi sebagai ritus keagamaan dan ritus solidaritas pulang ke kampung halaman, sedangkan fungsi kesenian keling sebagai alat komunikasi dengan makhluk ghaib, sebagai pengikat solidaritas masyarakat Mojo, sebagai representasi kehidupan masyarakat Mojo dan sebagai ekspresi masyarakat Mojo. Kata kunci : Kesenian Keling, Fungsi, dusun Moj
Perancangan Komik Sejarah Perkembangan Desain Grafis Indonesia
Perancangan merupakan upaya pencarian solusi dari suatu masalah. Inilah yang menjadi dasar dari desain grafis. Kreativitas menjadi hal yang penting dalam proses perancangan grafis. Berbagai tujuan yang ingin disampaikan dengan komunikasi menjadikan rancangan harus memenuhi kaidah desain agar dapat tercapai oleh target audience. Desain grafis perkembangannya dari waktu ke waktu banyak memberikan inspirasi, motivasi, dan pengalaman bagi kehidupan masyarakat. Ini merupakan salah satu alasan mengapa seorang yang mempelajari desain grafis harus paham tentang desain grafis terutama dari sudut sejarah perkembangannya, karena dampaknya terlihat dengan jelas dalam karya desain grafis. Desain grafis merupakan hal yang tidak asing lagi dan biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga berperan menentukan kemajuan dari desain grafis. Penggunaan desain grafis pada media-media komunikasi dengan berbagai kepentingan mulai dari komersial hingga sosial menjadikan posisi desain grafis menjadi faktor yang diperhitungkan. Desain grafis di Indonesia sendiri semakin berkembang dengan banyaknya lembaga pendidikan yang telah membuka atau mengajarkan tentang desain grafis sebagai disiplin ilmu atau jurusan, mulai dari Sekolah Menengah Atas hingga Perguruan Tinggi. Perancangan komik dapat menjadi alternatif bacaan tentang sejarah perkembangan desain grafis dengan penyampaian yang berbeda dari buku sejenis. Menjadikannya sesuatu yang baru dan dapat diterima bagi berbagai kalangan dengan tujuan pembelajaran maupun referensi. Merancang komik bertema sejarah perkembangan desain grafis Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendokumentasikan dan mengembangkan desain grafis yang ada di Indonesia. Kata kunci : komik, sejarah perkembangan, desai
Penerapan Kombinasi Modus Mixolydian Dengan Konsep Approach Notes Untuk Improvisasi Blues
Penggunaan tangga nada blues yang terlalu dominan saat berimprovisasi pada progresi akord blues, menyebabkan audiens merasa jenuh dengan permainan improvisasi yang terdengar monoton dan mudah ditebak. Karena itu dengan menerapkan kombinasi modus mixolydian dengan konsep approach notes saat berimprovisasi dapat menghasilkan alur nada improvisasi terdengar lebih menarik. Setiap kemungkinan pergerakan dan cara penerapan approach notes pada nada target di analisis menggunakan metode deskriptif analitis dari cabang keilmuan musikologi, dalam hal ini menyangkut ilmu teori musik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kombinasi modus mixolydian dengan konsep approach notes pada improvisasi blues dilakukan dengan menyisipkan nada-nada penghubung di antara nada target (modus mixolydian). Umumnya nada target lebih ditekankan pada nada-nada dalam struktur akord. Approach notes memberikan efek penegangan dan pelepasan pada alur melodi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep approach notes dapat menjadi salah satu pendekatan yang menarik untuk diterapkan pada improvisasi khususnya dalam progresi akord blues. Kata kunci : Approach Notes, Blues, Improvisas
Karakteristik Visual Komik Fantasi Penerbit Koloni
Komik merupakan salah satu media baca populer yang tidak saja dibaca oleh anak-anak bahkan remaja dan dewasa. Salah satu hal yang menarik dari komik adalah elemen visual yang digunakan untuk bercerita dan dipadupadankan dengan narasi. Visual dalam komik beragam dan salah satu yang mempengaruhi gaya visual dalam komik adalah genre dan penerbit. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu karakteristik komik fantasi yang diterbitkan oleh penerbit Koloni. Tiga sample yang terpilih berdasarkan purposive sampling berjudul The Creator Jade, Shangrila dan Sang Raksasa. Penelitian ini menggunakan analisis naratif yang dimulai dari identifikasi plot dan cerita, struktur narasi, karakter dalam narasi dengan menggunakan model Greimas dan narator. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa karakteristik komik fantasi yang diterbitkan oleh penerbit Koloni berupa penggunaan garis varied outline dengan teknik pewarnaan perpaduan dari Solid Block, cel shading dan Screentone. Karakter berbentuk ideal dan semi-realistis, dengan diferensiasi berupa mata dan kostum. Elemen fantasi terdapat pada setting khayal, penggunaal portal, makluk-makhluk mitologi dan khayal serta kekuatan super. Panel dibentuk secara rata dengan Gutter yang konsisten. Terdapat White Space pada balon kata dan ukuran teks tidak konsisten. Typeface untuk teks sama dan terdapat satu Typeface yang serupa dalam onomatope. Kata kunci : Komik Fantasi, Model Greimas, Karakteristik Visua
Penerapan Teknik Pizzicato Pada Fantasia No. 2 Untuk Solo Biola Karya Budhi Ngurah
Fantasia No. 2 untuk solo biola karya Budhi Ngurah adalah lagu modern yang bertema etnik. Tangga nada pentatonis pelog menjadi dasar penyusunan melodi pada karya ini. Karya Fantasia No.2 merangkum berbagai macam teknik tingkat lanjut dengan salah satu teknik yang paling menonjol pada karya ini adalah teknik pizzicato, yaitu permainan biola dengan cara memetik senar biola baik menggunakan tangan kanan maupun tangan kiri. Pengembangan teknik pizzicatonya, mulai dari teknik pizzicato double stop, pizzicato left hand, hingga perpaduan teknik arco dan teknik pizzicato left hand, perpaduan teknik yang disebut diatas memiliki tingkat kesulitan paling tinggi karena teknik arco dimainkan sebagai suara satu dan teknik pizzicato left hand dimainkan sebagai suara dua. Kata kunci : Fantasia No.2, pizzicato, double sto
Pembaruan Tari Rampak Buta oleh Kelompok Krincing Manis
Kabupaten Sleman memiliki 251 paguyuban kesenian jatilan yang di dalamnya terdapat ruang yang bebas untuk berekspresi dengan menampilkan kreativitas masyarakat. Salah satu bentuk kreatifitas yang saat ini sedang berkembang adalah tari ‘Rampak Buta’ yang memiliki ciri khas berbeda dengan kesenian jatilan. Pada tahun 1990-an hingga saat penelitian ini dilakukan, diketahui bahwa penari ‘Rampak Buta’ mayoritas adalah laki-laki berkenaan dengan tenaga yang sangat kuat. Pada tahun 2012 muncul kelompok Rampak Buta Krincing Manis yang memberikan suguhan tari Rampak Buta dengan mayoritas penari perempuan. Kehadirannya tidak serta merta diterima masyarakat, banyak kritik dan diskriminasi yang diterima namun pada akhirnya kelompok Krincing Manis dapat bertahan dan menjadi pelopor kelompok Rampak buta putri pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok Krincing Manis menampilkan inovasi serta pembaruan dari segi garap koreografi yang berbeda dengan Rampak Buta putra pada umumnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan Analisis Koreografi dengan meliputi aspek penari, aspek gerak, aspek waktu, aspek ruang, struktur penyajian, tata rias busana, dan musik pengiring. Kelompok ini menjadi wujud emansipasi wanita yang saat ini mulai dilupakan masyarakat. Kata kunci : pembaruan, tari Rampak Buta, kelompok Krincing Mani
Pembawaan Lagu Nyidam Sari Dalam Musik Keroncong
Langgam Jawa merupakan salah satu jenis musik di Indonesia. Langgam Jawa mempunyai ciri-ciri bentuk yang hampir sama dengan langgam keroncong, diantaranya memiliki 32 birama, sukat 4/4, dan mempunyai kalimat lagu A-A1-B-A2. Namun dalam perbedaanya adalah pada tangga nada serta bahasa, langgam Jawa memakai tangga nada pentatonis dan memakai bahasa daerah (Jawa), sedangkan langgam keroncong memakai tangga nada diatonis dan memakai bahasa Indonesia. Langgam Jawa adalah lagu-lagu dalam keroncong yang memakai tangga nada pentatonis dan bahasa jawa (daerah), yang mengimitasikan bunyi gamelan kedalam instrumentasi keroncong. Lagu Nyidam Sari merupakan langgam jawa adalah salah satu karya terbaik Andjar Any yang sangat populer di kalangan masyarakat, khususnya Jawa. Pembawaan lagu Nyidam Sari ini ada yang diawali dengan istilah bawa, yaitu nyanyian dalam bentuk vokal tanpa iringan musik pada pembukaan sebuah lagu atau gendhing Jawa. Biasanya bentuk bawa mengambil bentuk macapat yang memiliki struktur guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Lagu Nyidam Sari ketika dibawakan dengan langgam jawa, dari segi intrumentasinya terdapat tambahan berupa kendang (bisa juga cello dengan motif permainan kendang) dan siter. Dalam pembawaan vokal nuansa nggandhul tidak terlalu dominan, serta dinamika pembawaan vokal yang lebih tegas daripada dalam langgam keroncong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembawaan lagu Nyidam Sari dalam musik keroncong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah lagu Nyidam Sari yang dibawakan oleh Waldjinah dalam albumnya “Kethek Ogleng”. Penelitian ini difokuskan pada pembawaan vokal dalam iringan langgam keroncong. Data dalam penelitian diperoleh dengan cara (1) pengumpulan data melalui studi pustaka, (2) wawancara, (3) pengelompokan data, (4) tahap penulisan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ketika dalam pembawaan vokal lagu Nyidam Sari yang dibawakan Waldjinah dalam albumnya “Kethek Ogleng”, teknik nggandhul sering dipakai, maupun hiasan cengkok, gregel dan luk terlihat jelas dan penempatannya yang pas, sehingga terasa indah dan enak untuk didengar. Penulis tertarik dengan pembahasan ini karena selain untuk media pembelajaran juga agar dapat mengenal lebih tentang musik keroncong dan langgam jawa. Kata kunci : Nyidam Sari, Langgam Jawa, Langgam Keroncon
Perancangan Concept Art Video Game “The Art Of Rwa Bhineda”
Rwa Bhineda memiliki kekayaan akan makna, filosofi, serta ajaran tentang kehidupan yang disimbolkan dalam Mitologi Barong vs Rangda. Kebudayaan ini sudah sepatutnya untuk terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Seiring dengan perkembangan teknologi, pelestarian budaya ini akan lebih menarik jika diperkenalkan kembali menggunakan media baru yang lebih modern agar tidak hilang begitu saja ditelan waktu. Mengingat generasi muda saat ini yang banyak terpengaruh oleh budaya-budaya asing dari berbagai media hiburan. Salah satunya video game. Permasalahan diatas merupakan alasan yang melatarbelakangi perancangan Concept Art Video Game “The Art of Rwa Bhineda”. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan konsep sebuah video game yang dari segi konsep cerita maupun visualnya bisa bersaing dengan produk-produk asing. Kesimpulan yang didapat dari perancangan concept art video game ini adalah dengan menggunakan media baru yang lebih dekat dengan generasi muda bisa menyadarkan betapa menariknya budaya-budaya Indonesia jika dikembangkan lebih luas lagi tanpa meninggalkan makna dan filosofi yang terdapat didalamnya. Dengan menggunakan concept art ini diharapkan mampu menggugah hati masyarakat khususnya generasi muda untuk tetap senantiasa melestarikan kearifan lokal sebagai tanggungjawab bersama, bahwasanya kebudayaan itu bukan hanya untuk dinikmati saja namun dibutuhkan perhatian khusus agar apa yang kita miliki tetap terjaga sebagai manifestasi para leluhur. Kata kunci : Rwa Bhineda, Barong, Rangd
Simbolisasi Pengalaman Sosial Manusia Melalui Karakteristik Anemon Dalam Bentuk Keramik Biomimicry Penciptaan
Karya keramik ini diciptakan sebagai bentuk ekspresi pengalaman sosial manusia yang kemudian digambarkan melalui tekstur anemon dan bentuk biomimicry pada karya keramik. Karya anemon dengan bentuk artistik dapat menempati elemen rupa dan digunakan sebagai aksen interior dengan tatanan display yg inovatif. Diawali dengan mencari sumber penciptaan, membuat sketsa, pemilihan bahan, sampai pada tahapan pengerjaan karya itu sendiri. Dalam proses berkarya ini menggunakan berbagai macam tehnik, yaitu pilin, pijat dan cetak untuk membuat gestur dan gerakan yang menjadi identitas anemon pada karya keramik. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pengeringan, pembakaran, penggelasiran, dan terakhir pemajangan karya. Semua proses tersebut harus dijalankan dengan teliti dan satu-persatu. Dikarenakan keramik mejadi material yang memang membutuhkan kehati-hatian, sama halnya dengan perjalanan kehidupan manusia. Semua pengerjaan karya keramik anemon yang membutuhkan keterampilan dan perlakuan khusus tentu saja akan lebih diperkuat dengan teori-teori yang mendukung ide dan konsep karya tersebut, teori pendukungnya antara lain: anatomi tubuh anemon, teori semiotika, keramik dalam dunia desain kontemporer, wujud dalam bentuk biomimicry, sehingga karya memiliki kekuatan dan bisa dipertanggung jawabkan. Hasil karya yang penulis ciptakan merupakan visualisasi pengalaman yang diperoleh dari pengamatan lingkungan, baik secara sosial maupun personal. Kita bisa belajar dari kehidupan anemon ini, salah yang ternyata memiliki keanekaragaman dalam warna dan bentuk tak ada habisnya jika dipelajari, dengan penggunaan karakter anemon penulis mendapatkan ide dalam mewujudkan karya-karya keramik biomimicry. Kata kunci : Anemon, Biomimicry, Kerami
Penyutradaraan Program Dokumenter Api Penolak Bala Melalui Gaya Expository Dengan Struktur Penuturan Kronologis
Penyutradaraan dokumentar adalah sebuah proses keatif dalam menyajikan realita kejadian sebuah peristiwa. Proses kreatif sebuah dokumenter tercermin pada konsep yang diterapkan dalam proses produksinya. Karya tugas akhir Api Penolak Bala menerapkan konsep penyutradaraan dokumenter melelui gaya expository dengan struktur penuturan kronologis. Gaya expository adalah sebuah cara penyampaian informasi dokumenter dengan menampilkan penjelasan secara langsung kepada penonton mengenai isi dari dokumenter yang dibuat. Penjelasan tersebut umumnya disampaikan melalui teks, narasi yang berupa pernyatan-pernyataan dari narasumber atau melalui voice ofer. Struktur penuturan dokumenter, yang dimaksut dengan struktur penuturan disini adalah sebuah metode mengenai bagaimana runtutan kejadian sebuah peristiwa akan ditunjukan kepada penonton. Struktur penuturan kronologis akan menyajikan secara runtut bagaimana sebuah peristiwa tersebut bisa terjadi. Peristiwa tersebut akan ditunjukan mulai dari awal hingga akhir sesuai dengan runtutan waktu kejadian. Dokumenter Api Penolak Bala mengangkat sebuah budaya masyarakat bernama perang obor. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari kegiatan sedekah bumi dengan tujuan sebagai sarana pengusir mara bahaya atau lebih dikenal sebagai Bala oleh masyarakat Jawa. Dari media yang dipergunakan dalam kegiatan sedekah bumi ini memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dikarenakan median yang dipergunakan adalah api, dimana menurut beberapa pendapat masyarakat Jawa api merupakan penggambaran dari Bala itu sendiri. Pada era global saperti saat ini sudah selayaknya budaya-budaya masyarakat seperti perang obor lebih digali, ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya kepada dunia luar. Kata kunci : Penyutradaraan dokumenter, Expository, Kronologi