696 research outputs found

    Gender Of Gender

    No full text
    Konsep laki-laki dan perempuan adalah dualitas dimensi keseimbangan hidup. Konsep tersebut tidak akan seimbang jika melupakan gender ketiga yaitu bancih. Segala hal selalu melewati di-antara-nya. Antara laki-laki dan perempuan, setengah laki-laki dan setengah perempuan itu adalah perilaku gender yang tidak bisa ditebak keberadaannya dalam diri manusia. Apa pun bentuk yang ditampilkan oleh seorang laki-laki, perempuan, dan bancih, faktanya mereka masih disebut golongan makhluk hidup (tentunya), dan manusia (khususnya). Penyebaran orang jenis ketiga (bancih) ini memang sangat pesat perkembangannya, terutama di Yogyakarta. Sosial masyarakat bancih kini memang sangat manja, kebiasaan mencari perhatian masyarakat umum, membuat masyarakat umum tersebut tidak nyaman. Demikian sebaliknya, jika masyarakat umum paham dengan kondisi kaum bancih tersebut, maka tidak akan adanya selisih diantara keduanya. Aktualisasi yang diupayakan yakni pembuatan instrumen gender dengan mencampur dualitas laras yaitu, pelog dan slendro. Gender of Gender dalam judul karya Tugas Akhir ini memiliki multi-interpretasi. Gender adalah perwakilan perilaku feminitas dan maskulinitas, kemudian gender adalah nama instrumen dari salah satu perangkat gamelan Jawa yang sering digunakan dalam setiap konser karawitan di Jawa (khususnya). Kedua kata yang sengaja digabungkan melalui segala ‘gabungan’ yang penulis maksud adalah keserbajadian atau kebolehjadian yang menarik segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Boleh juga dipahami bahwa judul Gender of Gender ini sebagai sinergi atau peleburan segenap rasa kegelisahan dalam sosial budaya manusia dan sosial budaya musik Jawa (khususnya Gamelan Jawa). Sebagaimana telah penulis paparkan, konsep dualitas yang digabung kemudian menjadi konsep tiga gender ini telah mengispirasi pembuatan gender yang diberi nama ardhacandra. Ardha yang artinya tengahan/sebagian/diantara, candra adalah bulan sabit. Gender yang berlaras diantara laras pelog dan slendro tersebut dikemas dengan design setengah lingkaran yang menyerupai bulan sabit. Kata kunci : Gender, ardhacandra, banci

    Tradisi Mantu Poci Di Tegal Sebagai Inspirasi Ekspresi Estetis Karya Seni Kriya Logam

    No full text
    Tradisi Mantu Poci merupakan tradisi yang sangat unik, karena tradisi ini adalah tradisi menggelar pesta pernikahan antara sepasang poci. Tradisi ini digelar oleh pasangan suami - istri yang tidak mempunyai keturunan. Tradisi Mantu Poci mempunyai makna tentang sebuah do’a pengharapan keturunan. Do’a tersebut diwujudkan dengan cara mengadakan sebuah prosesi pernikahan dan mengundang masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi tradisi ini mengalami sebuah kemunduran.Dalam penciptaan karya seni ini, tradisi Mantu Poci ini diangkat sebagai ide penciptaan. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan menjaga tradisi yang terancam hilang. Penciptaan karya seni merupakan sebuah respon seniman atas kondisi lingkungan sekitar. Proses penciptaan karya seni sebagai media ekspresi dan penyampaian pesan atas respon terhadap lingkungan diwujudkan melalui beberapa tahapan. Sp. Gustami menyatakan bahwa penciptaan karya seni kriya melalui tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses penciptaan seni kriya sebagai respon atas kondisi lingkungan, diperlukan sebuah penghayatan secara mendalam. Pada proses penghayatan digunakan sebuah sudut pandang yaitu sudut pandang strukturalisme milik Levi Strauss. Penciptaan karya seni kriya logam ini menggunakan teknik pengelasan, kenteng, ukir logam, dan pengecoran. Karya seni kriya logam tugas akhir ini merupakan penyampaian sebuah makna tentang makna tradisi mantu poci dan juga kondisinya di zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi. Karya seni kriya logam ini berbentuk sepasang poci yang diwujudkan seperti manusia. Makna yang disampaikan dalam karya seni kriya logam ini memiliki keterkaitan dengan makn tradisi mantu poci. Kata kunci : Tradisi,Mantu Poci,Karya seni, Kriya loga

    Rumput Laut Dalam Busana Ready To Wear

    No full text
    Ide penciptaan karya Tugas Akhir ini berawal dari pertemuan penulis dengan rumput laut yang selanjutnya membawa rasa keingintahuan untuk mengenalnya lebih jauh. Setelah mengetahui lebih jauh penulis menjadi tertarik manakala menyadari banyak jenis-jenis rumput laut yang ada di Indonesia tidak terekspos. Hal tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk mengangkat beberapa bentuk dari rumput laut yang dijadikan motif ke dalam busana. Dipilihnya busana ready to wear dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini karena memiliki kebebasan dalam mendesain busana. Proses pembuatan karya menggunakan teknik batik, tapis, tie dye dan bordir. Bentuk dari rumput laut itu sendiri diambil untuk dijadikan motif yang kemudian dikembangkan kembali, sedangkan dalam pemilihan warna yang digunakan tidak mengikuti warna asli dari rumput laut, dikarenakan keterbatasannya warna yang ada. Penciptaan busana menggunakan warna-warna yang dianggap menarik, sedangkan bahan kain yang UPT PERPUSTAKAAN ISI YOGYAKARTA 125 digunakan merupakan kain yang sudah siap pakai. Beberapa kain yang digunakan dengan melakukan pewarnaan sendiri maupun kain yang telah siap pakai. Kata kunci : Rumput laut, busana, siap paka

    Perancangan Karya Komposisi Musik Kayu Gadang Di Tangah Koto Untuk Orkestra, Saluang, Bansi Dan Dendang

    No full text
    Kayu Gadang di Tangah Koto memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu Kayu Besar Di Tangah Kota yang mempunyai makna sesosok pemimpin dalam suatu suku, untuk itu penulis menjadikan kalimat tersebut menjadi judul pada karya tugas akhir komposisi musik. Datuk yang dalam dialek Minang dilafalkan "Datuak" adalah gelar adat yang diberikan kepada seseorang melalui kesepakatan suatu kaum atau suku yang ada di wilayah Minangkabau. Datuk adalah seorang pemimpin suatu suku di Minang berdasarkan garis keturunan ibu, berbeda dengan suku-suku pada daerah lain di Indonesia maupun dunia yang mengikuti garis keturunan ayah. Karya tugas akhir ini terinspirasi dari salah seorang Datuk di Minang. Karya ini mengisahkan perjalanan Datuk dari mulai pengangkatan sebagai Datuk hingga kematiannya. Kayu Gadang Di Tangah Koto ini memiliki empat bagian yang mempunyai masing-masing judul Pambuko, Angkek Datuk, Waktu Bancano dan Kematian. Kayu Gadang Di Tangah Koto ini dibuat untuk orkestra, alat musik etnis minang seta dendang yang dipadukan dengan sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan dalam sebuah karya musik. Kata kunci : Kayu Gadang Di Tangah Koto, Datuk, komposisi musi

    Perancangan Motion Comic Cerita Rakyat “Jaka Kendil” Sebagai Pembentukan Karakter Anak

    No full text
    Perancangan motion comic ini dibuat karena banyak orangtua yang mengalami masalah dalam menanamkan pembelajaran pembentukan karakter kepada anak.Motion komik yang dihasilkan dari proses perancangan ini berupa CD, digunakan sebagai alat bantu pembelajaran untuk memperkenalkan lebih dalam bagaimana pembentukan karakter seorang anak bisa diajarkan saat anak pada umur ini. Tujuannya supaya anak dapat lebih memahami, dapat memilah dan memilih mana perbuatan yang bisa mengembangkan karakternya dengan baik.Topik yang diambil adalah budaya menceritakan cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalakan, padahal cerita rakyat sarat dengan nilai budi pekerti.Nilai-nilai tersebut merupakan faktor yang bisa menumbuh kembangkan pemahaman seorang anak sehingga anak bisa membiasakan perilaku yang baik dan menjauhi yang tidak. Pengetahuan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat dapat diberikan kepada anak sehingga anak tumbuh seseuai dengan apa yang orang tua nginkan dan karakter anak pun bisa semakin terarah. Agar perancangan motion comic ini dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami oleh anak maka dibutuhkan analisis data mengenai permasalahan sifat anak pada jaman sekarang dan metode pengumpulan data untuk menentukan tema dan media.Motion comic dinilai merupakan media yang tepat untuk digunakan sebagai alat bantu pembelajaran pembentukan karakter pada anak. Motion comic ini mencakup deskripsi, gambar, animasi, suara, musik, dan interaksi tokoh utama terhadap penikmat motion comic. Dengan menggunakan media yang baru, diharapkan anak akan lebih menyukai tentang media pembelajaran yang tidak bersifat monoton seperti yang dilakukan pada setiap sistem belajar mengajar pada biasanya. Media ini dirancang agar sistem belajar mengajar anak lebih kreatif dan menuntut anak agar lebih aktif berinteraksi dalam kegiatan bersosial baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Perancangan ini juga bermanfaat bagi masyarakat untuk memperkenalkan media pembelajaranyang baru, yang lebih inovatif,dan menarik. Kata kunci : Motion comic, komik, pembelajara

    Analisis Spotting Musik Pada Film Soegija

    No full text
    enelitian ini bertujuan untuk menganalisis musik pada film “Soegija” secara musikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi pustaka, observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah spotting musik merupakan proses penting dalam sebuah scoring musik pada film. Spotting musik pada sebuah film lazimnya memiliki pengaruh besar terhadap gambar di layar dengan para penonton. Musik yang digunakan di dalam setiap adegan tampak disesuaikan dengan gambar, sehingga memunculkan pandangan kepada penonton bahwa musik memiliki peran yang khusus terhadap sebuah adegan. Seorang penata musik dan sutradara seharusnya dapat benar-benar berfikir ekstra dalam proses spotting musik, karena proses tersebut adalah proses yang paling menentukan kesuksesan sebuah film jika ditinjau dari fungsi musik dalam sebuah film. Penempatan musik pada emosi atau suasana yang kurang tepat dapat membuat kualitas film menjadi buruk, sebaliknya jika musik ditempatkan pada situasi yang tepat maka, adegan yang membutuhkan perlakuan khusus tersebut dapat menjadi lebih kuat maknanya dan maksudnya. Kata kunci : Musik Film, spotting musik, fungsi musi

    Perancangan Visual Corporate Identity Musick Bus Record Store

    No full text
    Corporate identity adalah identitas atau “brand” sebuah perusahaan, yang terdiri dari identitas visual (nama, logo, merek dagang, tipografi, ilustrasi, warna, dsb). Corporate identity adalah upaya aktif untuk membangun sebuah citra dalam perusahaan. Salah satu contoh perusahaan yang memerlukan corporate identity sebagai pembangun image perusahaan adalah Musick Bus Record Store. Hal ini akan menciptakan kesan atau nuansa yang menjadi pembeda Musick Bus Record Store berbeda dengan konsep mobile store yang sudah ada. Eksistensi corporate identity dari perusahaan dianggap belum mampu mempresentasikan visi dan misi perusahaan. Bentuk visual identitas perusahaan kurang mencerminkan image yang hendak disampaikan. Oleh karena itu untuk menghadapi permasalahan tersebut dan membentuk visual masyarakat luas terhadap keberadaan Musick Bus Segara diperlukan sebuah sistem grafis yang menggambarkan identitas perusahaan melalui pembentukan corporate identity. Melalui metode penelitian, dan data-data yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi Musick Bus. Teori yang digunakan dalam kasus ini adalah teori Semiotik. Kemudian diolah melalui analisis SWOT yaitu Strenght (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threat (Ancaman). Konsep dasar yang digunakan untuk membangun corporate identity Musick Bus adalah “Toko Musik Bergerak”. Media yang tepat dan sesuai yaitu Logo, Stationery, Folder, Cutting Stiker, Shoping Bag, Price Tag, Iklan Majalah, Seragam Kerja, Billboard dan Katalog. Kata kunci : Corporate Identity, Musick Bus, Media Komunikasi Visua

    Perancangan Komik Perjalanan Band Metal “Purgatory” Dalam Menyiarkan Islam Lewat Media Musik

    No full text
    Purgatory adalah sebuah grup musik beraliran Nu Metal asal Jakarta, grup musik ini dibentuk pada tahun 1994. Lirik lagu yang dibawakan oleh Purgatory adalah berkisar tentang ajaran-ajaran agama Islam, seperti perang Uhud, kematian, neraka, akhlak, dan lain-lain. Band ini tetap eksis sampai saat ini dan tetap fokus dengan syiar Islam yang dibawakan melalui lirik-lirik lagunya yang bernuansa metal. ADAS (Approach Deen Avoid Sins), adalah sebuah komik yang menceritakan tentang sekilas perjalanan band metal Purgatory, band metal asal Jakarta yang menggebrak stereotype musik metal sebagai musik beraliran keras, liar, brutal, bahkan konotasi negatif musik metal sebagai musik pemuja setan. Didalam komik ini terdapat pembedahan konten syiar Islam pada lirik lagu Purgatory dengan pendekatan berupa visualisasi lirik lagu yang di visualisasikan dalam bentuk komik dengan tinjauan ayat-ayat Al-Quran sebagai referensinya. Perancangan komik dapat menjadi alternatif bacaan tentang Islam dengan penyampaian yang berbeda dari buku-buku sejenis. Komik sebagai sarana penyampaian syiar sebuah agama dapat dikatakan cukup efektif untuk merambah segmentasi anak muda. Kata kunci : Komik, Adas, Visualisasi lag

    Perancangan Infografis Tentang Kesadaran Lalu Lintas

    No full text
    Infografis adalah sebuah informasi yang disajikan dalam bentuk gambar. Gambar pada suatu infografis sangat berperan penting karena infografis adalah media informasi yang menjelaskan isi dari informasi dengan menggunakan gambar. Gambar merupakan bahasa universal, semua orang dengan suku, bahasa maupun tulisan yang berbeda tetap akan mengerti maksud dari gambar tersebut. Oleh karena itu informasi dari infografis lebih mudah dipahami daripada informasi yang sebatas tulisan. Keselamatan dalam berkendara sangat diperlukan oleh pengendara kendaraan bermotor. Kesadaran lalu lintas diperlukan masyarakat dalam berkendara karena sampai sekarang masih banyak terjadi kecelakaan lalu lintas karena kelalaian masyarakat dalam berkendara. Perancangan infografis ini bertujuan untuk mensosialisasikan kesadaran lalu lintas kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengerti akan pentingnya safety riding. Karena masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak peduli akan pentingnya kesadaran lalu lintas yang berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Maksud dari perancangan ini adalah mensosialisasikan tentang kesadaran lalu lintas kepada masyarakat dengan menggunakan media Infografis. Kata kunci : Infografis, Kesadaran Berlalu Lintas, Safety Ridin

    Penyutradaraan Dokumenter Interaktif Boso Walikan Malang “Nendes Kombet”

    No full text
    Pertanggungjawaban Karya Seni Penciptaan Penyutradaraan Dokumenter “Nendes Kombet” ini bertujuan sebagai karya yang mampu memperkenalkan keunikan Boso Walikan Malang pada masyarakat luas, menginformasikan bahwa Boso Walikan Malang memiliki nilai historis, menceritakan perkembangan Boso Walikan Malang dari masa ke masa, menghadirkan tayangan yang informatif dan menghibur, serta mengajak untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal. Objek Penciptaan Karya Seni ini adalah Boso Walikan dan Boso Malangan yang biasa disebut masyarakat Malang Raya dengan Osob Kiwalan Ngalam atau Boso Walikan Malang. Karya Seni ini berbentuk Dokumenter, dengan Konsep Estetik Penciptaan yang berkonsentrasi pada gaya bertutur secara interaktif, dan struktur penuturan secara tematis. Kata kunci : Dokumenter, Boso Walikan Malang, Interakti

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇