696 research outputs found

    Visual Diary Karimunjawa dalam Fotogafi

    No full text
    Latar belakang penciptaan karya ini berawal dari kebiasaan menulis diary. Diary merupakan arsip sesorang secara personal sehingga merupakan hal yang penting untuk disimpan. Dalam penciptaan karya ini diary yang biasanya berupa bahasa tulis akan diwujudkan dalam bahasa visual dengan medium fotografi, sehingga menjadi visual diary. Foto akan dibuat dalam foto dokumenter dengan lokasi pemotretan di Karimunjawa. Teori yang digunakan untuk mendukung penciptaan karya ini adalah teori foto dokumentasi, estetika, dan etnografi. Pemilihan objek foto dilandasi atas pengalaman estetis, sementara penciptaan karya ini termasuk dalam aktivitas dan memiliki pola etnografi yaitu terjun ke lapangan untuk observasi dan kemudian mencatat hasil observasi tersebut. Hasil observasi belum bisa diketahui sebelum melakukannya, yang dalam hal ini adalah isi dari diary yang akan dibuat. Perwujudan bahasa tulis menjadi bahasa visual ternyata tidak mudah sehingga memerlukan kreativitas dan eksplorasi. Meski demikian, fotografi memiliki kelebihannya sendiri sebagai media penyimpan kenangan karena sang fotografer menyimpan emosi dan ekspresi dirinya dalam momen yang tertangkap pada sebuah foto. Kt Kunci : visual diary, Karimunjawa, fotograf

    Tipe-Tipe Teks Nasionalisme Indonesia Pada T-Shirt “Damn! I Love Indonesia” (Periode April – Desember 2014)

    No full text
    DAMN! I Love Indonesia merupakan brand lokal Indonesia yang salah satu produknya menggunakan media t-shirt untuk mengekspresikan kecintaan anak muda Indonesia terhadap bangsanya. Namun, penggunaan bahasa asing diaplikasikan dalam teks-teks t-shirt yang memodifikasi logo menjadi ke berbagai bahasa negara, salah satunya adalah Jepang. Padahal berdasarkan perspektif historis, nasionalisme Indonesia merupakan paham yang lahir karena peristiwa besar penjajahan Belanda dan Jepang sebelum Indonesia menjadi sebuah negara sampai dibentuknya ideologi negara yakni Pancasila. Tidak hanya Jepang, Belanda pun hadir dalam teks yang memanfaatkan momentum bahkan dalam teks t-shirt yang dalam hal ini sebagai media komunikasi bentuk nasionalisme Indonesia. Oleh karena itu, serangkaian teks tersebut didefinisikan sebagai representasi teks-teks yang tidak familiar dan berperan dalam perkembangan sebuah genre karena mengingat genre senantiasa berubah sepanjang waktu. Dengan demikian, tujuan penelitian kualitatif ini adalah untuk memahami tipe-tipe nasionalisme yang berkembang di kalangan generasi muda Indonesia melalui teks t-shirt DAMN! I Love Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual studi genre melalui konvensi-konvensi pembentuk genre menurut Jane Stokes, yaitu setting, lokasi, ikonografi, peristiwa-peristiwa naratif, karakter-karakter, dan struktur plot. Maka hasil penelitian ini adalah teks t-shirt DAMN! I Love Indonesia merepresentasikan pergeseran konvensi-konvensi pada genre nasionalisme Indonesia yang ternyata lebih cenderung termasuk ke dalam sub-sub dari genre tersebut, di antaranya adalah nasionalisme Timur yang mencakup nasionalisme politik global, dan nasionalisme humanistik. Selain itu, berdasarkan karakteristik-karakteristik konsep desain sebagai tujuan pemasaran, teks tersebut merepresentasikan sub genre nasionalisme momentum. Pada sub genre ini, nasionalisme Indonesia sangat jelas dijadikan komoditas untuk tujuan-tujuan pemasaran pada momentum-momentum tertentu. Begitu pun dengan penggunaan bahasa-bahasa asing yang hampir terdapat di seluruh teks t-shirt DAMN! I Love Indonesia, ambivalensi ini terletak pada genre nasionalisme Indonesia yang memang sudah bertujuan internasional. Hal ini disebabkan genre senantiasa berkembang sepanjang waktu, dan sub-sub genre nasionalisme Indonesia terbentuk karena terdapat corak-corak teks tidak familiar yang direpresentasikan melalui produk-produk media seperti film. Kata kunci : Tipe-Tipe Teks, Nasionalisme, Indonesi

    Motivasi Pengiklan Iklan Kecik Di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Pada Era Iklan Dengan Media Online Di Yogyakarta

    No full text
    Penelitian “ Motivasi Pengiklan Iklan Kecik di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Pada Era Iklan Dengan Media Online Di Yogyakarta” berawal dari rasa penasaran yang tinggi, dimana pada era modern sekarang telah banyak muncul alat komunikasi yang semakin canggih seperti gadget. Perkembangan gadget tidak terlepas dari perkembangan aplikasi-aplikasi yang semakin memanjakan pengguna gadget. termasuk di dalamnya aplikasi yang sangat berkembang dan bermunculan adalah aplikasi dengan kategori pemasangan iklan, seperti OLX, KASKUS, TOKOPEDIA, dll. Dengan fasilitas yang semakin banyak dan mudah orang sudah bisa memasang iklan pada aplikasi online dengan data yang lebih. Namun di lain sisi hal tersebut tidak menyurutkan semangat orang-orang yang memasang iklan pada media surat kabar harian Kedaulatan Rakyat dalam kategori beriklan pada iklan kecik yang hanya berbentuk baris, tanpa foto, dengan biaya yang lebih mahal, serta jangkauan yang terbatas, untuk berpaling menggunakan media online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif. Moleong mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainya (Moleong,2012:6). Untuk mengetahui motivasi dari informan yang beriklan pada media surat kabar harian Keaulatan Rakyat maka dilakukan pengumpulan data dengan pendekatan teori dari beberapa teori periklanan oleh Jefkins Frank, A.d. Farbey, Arens William yang ketiganya saling berkaitan dalam penelitian ini. Setelah itu didapatlah pendapat dari informan melalui metode kualitatif interpretatif yang dapat disimpulkan bahwa meraka memasang iklan pada surat kabar harian Kedaulatan Rakyat dikarenakan media tersebut mempunyai nilai yang lebih bonafit dan mereka bermaksud ingin meningkatkan nilai kepercayaan yang lebih, dan berimbas pada barang dagangan mereka di media yang lebih bonafit. Kata kunci : Iklan Kecik, Iklan Online, Periklana

    Model Student-Centered Learning dalam Pembelajaran Musik Studi Kasus Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah

    No full text
    Penelitian ini membahas model pembelajaran musik dengan studi kasus komunitas belajar Qaryah Thayyibah yang berlokasi di Salatiga. Model yang diamati adalah Student Centered Learning, atau model pembelajaran yang terpusat pada siswa. Dalam hal ini, guru, atau di komunitas tersebut disebut dengan istilah pendamping, bertindak pasif, sementara siswa berperan aktif. Model pembelajaran di Qaryah Thayyibah pada umumnya menitikberatkan peran serta aktif para siswa, yang menentukan sendiri arah belajarnya. Selama ini para siswa Qariyah Thayyibah telah meraih banyak prestasi kreatif, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Pengamatan yang dilakukan dari model pembelajaran musik di Qaryah Thayyibah ini mulai dari kegiatan di kelas, kegiatan di lapangan, hingga produk-produk kreatif yang dihasilkan oleh para siswa. Kata kunci : Qaryah Thayyibah, Model Pembelajaran, Musi

    Perancangan Motion Graphic Promosi Kuliner Khas Kota Bogor Sebagai Sarana City Branding

    No full text
    Perancangan motion graphic ini digunakan untuk membangun suatu identitas untuk kota Bogor dan mempromosikan kota Bogor, sehingga memberikan suatu gambaran pikiran, perasaan, asosiasi dan ekspetasi yang datang dari benak seorang ketika seseorang tersebut melihat atau mendengarkan nama atau kata Bogor. Kota yang dipilih adalah Bogor karena kota Bogor kaya akan potensi alam dan kuliner khas. Dengan perancangan motion graphic promosi kuliner khas kota Bogor sebagai sarana city branding ini diharapkan terciptanya identitas yang sangat lekat dengan kota Bogor sehingga memberikan perasaan bangga terhadap masyarakat yang tinggal di kota Bogor. Perancangan ini menggunakan metode pengumpulan data berupa data visual dan data verbal dengan metode 5W+1H yang diharapkan mampu memberikan perancangan motion graphic sebagai media baru yang efektif, komunikatif, dan mempunyai cara pendekatan baru kepada target audience. Kata kunci : Motion, graphic, kuline

    Fotografi Esai: Odha Dengan Lingkungannya

    No full text
    Penciptaan karya Tugas Akhir fotografi Esai: ODHA dan Lingkungannya memiliki beberapa tujuan. Tujuan pertama untuk memvisualkan kehidupan sehari-hari ODHA dengan keluarganya dan memvisualkan hubungan sosial ODHA dengan masyarakat sekitar. Objek penciptaan pada penciptaan Tugas Akhir ini merupakan salah satu ODHA yang berada di DI Yogyakarta.Foto yang diciptakan memuat mengenai beberapa aspek seperti, daily activities, potret dan keluarga, pekerjaan, dan barang pribadi objek. Informasi yang ingin disampaikan dalam Tugas Akhir ini berupa pentingnya dukungan lingkungan terhadap ODHA.Sehingga ODHA bisa melanjutkan hidup secara normal. Untuk mencapai tujuan ini dibutuhkan metodologi, yaitu metode observasi, eksplorasi, dan eksperimentasi. Metode Observasi terdiri dari pemilihan topik, review literatur, dan pemilihan spesifikasi lokasi untuk objek penciptaan. Selanjutnya metode eksplorasi, yaitu proses dimana harus membangun kedekatan terhadap subjek penciptaan. Hal ini akan mempermudah proses selanjutnya yakni pengumpulan data. Proses pengumpulan data hubungan sosial ODHA dengan lingkungannya dilakukan dengan melakukan wawancara dengan ODHA, keluarga ODHA, dokter, dan orang-orang yang berada di lingkungan ODHA. Metode selanjutnya adalah ekperimentasi. Pada metode ini merumuskan teknis saat eksekusi foto hingga pembentukan karya. Karya foto tugas akhir ini dibuat dalam bentuk fotografi esai. Pada proses pengeditanya diubah kedalam bentuk hitam-putih. Setelah foto di cetak kemudian di frame menggunakan frame kayu warna hitam. Kata kunci : ODHA, fotografi, esa

    Analisis Penerapan Rhythmic Editing Berdasarkan Pergerakan Kamera Dalam Membangun Suspense Program “Masterchef Indonesia” Season 3 RCTI

    No full text
    Program MasterChef Indonesia season 3 merupakan program kuliner yang dikemas melalui format reality competition show. Program ini sangat kental dengan suasana kompetisi yang menegangkan, khususnya pada sesi 1 menit terakhir saat memasak. Pada saat momen tegang tersebut dominan ditampilkan dengan pergerakan kamera dan shot yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan rhythmic editing berdasarkan pergerakan kamera dalam membangun suspense program MasterChef Indonesia (MCI) season 3 RCTI. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui mengapa penerapan rhythmic editing berdasarkan pergerakan kamera pada program MCI season 3 tersebut dapat membangun suspense. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan paparan analisis deskriptif sebagai upaya mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk kata-kata dan bahasa untuk memberikan gambaran tentang suatu fenomena secara detail dan melalui porses analisa yang pada akhirnya akan membentuk sebuah kesimpulan. Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 4 episode dan hanya fokus pada masing-masing 3 sesi 1 menit terakhir pada setiap episodenya, sehingga yang diteliti jumlahnya menjadi 12 sesi. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa rhythmic editing berdasarkan pergerakan kamera dalam program MCI season 3 ini menerapkan pace yang cepat dalam membangun suspense. Durasi bukan menjadi faktor utama dalam menentukan pace yang cepat atau lambat, melainkan lebih didasarkan kepada pergerakan kamera yang ada didalam shot. Penggunaan pace yang cepat ini dibentuk melalui sebuah rentetan shot dengan pergerakan kamera yang banyak serta bergerak dengan cepat dan ditunjukkan dengan ukuran shot yang dekat. Dengan penerapan tersebut, emosi yang terdapat dalam shot menjadi lebih jelas dan terkesan mendalam serta merepresentasikan suasana yang berada dalam kondisi yang menegangkan. Kata kunci : Rhythmic Editing, Pergerakan kamera, Suspens

    Analisis Konstruksi Maskulinitas Dalam Advertorial Event Vaseline Men “Band Of Bikers” Dalam Situs Motorexpertz.Com, Motor-Modif.Com, Dan Swa.Co.Id Pada Tahun 2013

    No full text
    Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada tiga situs yaitu motorexpertz.com, motor-modif.com, dan Swa.co.id, didapat beberapa kesimpulan diantaranya: Konsep maskulinitas yang diusung oleh Vaseline Men melalui event “Band of Bikers” ini adalah maskulinitas yang identik dengan aktivitas luar ruang (outdoor) dengan menjadikan bikers (pengendara motor) sebagai citra ideal maskulin yang ingin ditanamkan kepada konsumen pengguna produk Vaseline Men tersebut. Adanya penggunaan worry marketing. Teknik pemasaran worry marketing menggunakan elemen ketakutan dalam diri konsumen. Elemen ketakutan ini ditampilkan dengan adanya pesan bahwa jika membiarkan kulit wajah terpapar polusi dan tidak langsung dibersihkan maka akan menimbulkan penyakit kulit yang amat mengganggu. Selain itu, elemen ketakutan juga ditampilkan dengan memberikan cap kurang pengetahuan kepada bikers yang tidak merawat kulit wajah mereka. Pemberian cap ini dapat dilihat sebagai bentuk pengucilan terhadap mereka yang tidak paham akan perawatan kulit wajah, terutama sekali produk Vaseline Men. Pada advertorial ini terdapat juga penggunaan mitos untuk menarik perhatian pembaca yaitu dengan mengaitkan antara penampilan yang menarik dengan kesuksesan yang akan diraih nantinya melalui komentar yang disampaikan oleh Ariel. Penggunaan mitos ini bertujuan untuk mempengaruhi konsumen bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang mutlak dan pasti apalagi jika hal tersebut didukung oleh testimoni artis yang menggunakan produk tersebut. Melalui advertorial ini, opini publik, terutama bikers digiring untuk menyetujui konsep maskulinitas yang diusung oleh Vaseline Men yaitu bahwa maskulinitas masa kini adalah bikers yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap penampilan dirinya dengan mengkonsumsi produk perawatan tubuh khusus pria seperti yang ditampilkan melalui band NOAH. Maskulin atau tidaknya seorang bikers tidak dilihat dari pengetahuannya akan seluk beluk motor atau kemampuannya mengendarai tunggangannya, melainkan seberapa peduli ia akan penampilan dirinya. Bikers masa kini tidak perlu membuktikan eksistensi dirinya dengan hanya melakukan aktivitas luar ruang (mengendarai sepeda motor), tetapi ia kini bisa membuktikan eksistensinya di ruang maya dengan berkomentar di laman “brotips” yang disediakan oleh Vaseline Men. Dalam advertorial ini tampak adanya visualisasi di mana NOAH selaku brand ambassador diapit oleh dua figur wanita yang memiliki kedudukan penting dalam event Vaseline Men “Band of Bikers” . melalui fakta ini dapat diasumsikan bahwa konsumen wanita juga menjadi target audience dari produk Vaseline Men. Foto Ariel yang dominan di tiap tautan foto yang ada dalam advertorial benar-benar dimanfaatkan oleh Vaseline untuk menarik audience dari kalangan perempuan karena Ariel merupakan sosok yang lebih populer bagi para penggemarnya, terutama perempuan. Kata kunci : Desain, komunikasi, visual, ikla

    Kesenian Janengan Identitas Masyarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu,Lampung

    No full text
    Perpindahan penduduk dari Jawa ke Lampung yang terjadi sejak puluhan tahun silam tepatnya tahun 1905, memicu terjadi proses sosial budaya yang mencakup adaptasi dan pembentukan identitas. Identitas yang dimaksud adalah suatu hal yang melekat dalam kehidupan setiap orang baik secara pribadi maupun kelompok yang dengan itu dapat menjadi pembeda atau penyama dengan manusia atau kelompok lainnya. Salah satu material yang dapat digunakan dalam proses pengidentifikasian tersebut adalah kesenian. Seperti yang terjadi pada masyarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu, Lampung yang menghadirkan kesenian Janengan untuk menegaskan identitasnya sebagai orang Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian dan pola permainan kesenian Janengan, serta bagaimana kesenian Janengan menjadi identitas masyarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu, Lampung. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif analitik dan dengan pendekatan Etnomusikologis. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan, bahwa kesenian Janengan merupakan identitas mayarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu, Lampung melalui unsur-unsur budaya Jawa yang terdapat di dalamnya. Kata kunci : Janengan, Identitas, Masyarakat Jaw

    Perancangan Branding “Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muara Gembong Bekasi” Sebagai Potensi Tempat Wisata Taman Hutan Mangrove

    No full text
    Pembangunan branding atau merek masih memenuhi fungsi dasar diferensi pada masa kini, pembangunan merek merupakan suatu proses rumit yang menyatukan dan mempertahankan campuran kompleks sifat-sifat dan nilai-nilai, yang banyak diantaranya tidak kasat mata. Artinya, sesuatu boleh disebut brand jika dapat mengidentifikasikan sesuatu, dan saat brand tersebut berinteraksi serta menyapa audience-nya, maka brand tersebut sedang melakukan proses branding. Keberadaan setiap brand adalah unik dan mempunyai perbedaan satu dengan yang lainnya. Taman Wisata Alam adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Wisata alam adalah bentuk kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam, baik dalam keadaan alami maupun setelah ada usaha budidaya. Kawasan Mangrove merupakan ekosistem dengan fungsi yang unik dalam lingkungan hidup. Oleh adanya pengaruh laut dan daratan, di kawasan mangrove terjadi interaksi kompleks antara sifat fisika dan biologi. Karena sifat fisiknya, mangrove mampu berperan sebagai penahan ombak serta penahan intrusi dan abrasi air laut. Pada kawasan desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muara Gembong, kabupaten Bekasi berpotensi memiliki taman wisata alam di daerah konservasi mangrove, di kawasan kampung Muara Belacan Desa Pantai Harapan Jaya, kabupaten Bekasi Utara ini akan menjadi paru-paru kota bagi warga selatan kabupaten Bekasi maupun Bekasi Kota. Pantai Muara Gembong mempunyai keindahan pesona pantai. Kata kunci : Branding, Wisata Alam, Mangrov

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇