Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
Penciptaan Iklan Layanan Masyarakat “Matikan Untuk Hidup” Dengan Menggunakan Tanda Ikonik Sebagai Penyampai Pesan
Iklan Layanan Masyarakat “Matikan Untuk Hidup” dengan menggunakan tanda ikonik sebagai penyampai pesan merupakan Hasil Karya Penciptaan Tugas Akhir dalam bentuk animasi 2D. Karya ini mengetengahkan tentang fenomena pemanasan global yang diakibatkan oleh pemakaian listrik, khususnya listrik rumah tangga seperti televisi, radio, lemari es, kipas angin, pendingin ruangan dan semacamnya yang berlebihan yang akan berdampak buruk bagi kehidupan di bumi baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Akibat jangka panjang dari pemakaian listrik yang tidak bijaksana yaitu pemanasan global. Proses pembentukan energi listrik dari bahan bakar fosil akan melepaskan emisi gas yang akan berdampak pada pengikisan lapisan ozon yang melindungi bumi. Apabila lapisan ozon terkikis maka panas bumi akan meningkat dan akan merusak berbagai lapisan bumi. Ikon disini sebagai aspek material (suara, bentuk, gambar, huruf, gerak) digunakan sebagai tanda yang akan menjelaskan sebab- akibat yang terjadi di dalam iklan layanan masyarakat yang akan dibuat ini (aspek mental atau konseptual). Misalnya ikon bumi yaitu tempat kehidupan manusia dan spesies yang lain menandakan tentang kehidupan yang diibaratkan sebagai jantung kehidupan yang harus dijaga dengan baik kelestariannya oleh manusia Iklan Layanan Masyarakat ini diharapkan bisa memberikan informasi tentang berbahayanya dan merugikannya pemakaian listrik secara tidak bijaksana yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat. Dengan begitu diharapkan masyarakat menjadi lebih memperhatikan tentang pemakaian listrik secara tepat dan bermanfaat. Kata kunci : Iklan Layanan Masyarakat, Tanda ikonik, , Pemanasan globa
Eksperimentasi Teknik Slap Bass Pada Lagu Rock This Town Stray Cats Dengan Genre Musik Rockabilly
Aliran musik Rockabilly identik dengan permainan teknik slap pada bass. Bass yang digunakan pada musik Rockabilly adalah contrabass. Umumnya musik Rockabilly dimainkan dengan gaya enerjik. Contrabass yang dimainkan dengan tempo cepat akan mengakibatkan pemain bass cepat lelah dan sering kali cidera pada jari pemain. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mendalam tentang teknik slap pada musik Rockabilly. Setelah melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian eksperimen kualitatif, dapat disimpulkan bahwa teknik slap inovasi merupakan pengembangan dari teknik slap normatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan lagu Rock This Town Stray Cats untuk menerapkan teknik slap inovasi. Eksperimentasi teknik slap bass menghasilkan inovasi teknik slap yang dapat mempermudah dalam memainkan teknik slap sehingga pemain tidak cepat lelah, dan tidak mudah cidera pada jari tangan. Kata kunci : Eksperimentasi, Teknik Slap Bass, Rockabill
Ondeh Marawa
“Ondeh Marawa” merupakan judul karya tari ini. Ondeh berarti aduh, sedangkan Marawa merupakan nama bendera kebesaran Minangkabau yang dipinjam sebagai judul karya. Jadi, “Ondeh Marawa” berarti aduh Marawa. Kata aduh di sini memiliki banyak pengertian di antaranya: ungkapan rasa kagum terhadap sosok Marawa, bentuk kekesalan terhadap diri sendiri atas keterlambatan menyadari keberadaan Marawa, dan penekanan terhadap kata Marawa yang masih menjadi inspirasi karya hingga saat ini. Karya “Ondeh Marawa” menyampaikan beberapa hal yaitu bentuk visual dan gejolak hati yang dialami terhadap sosok bendera Marawa. Visualisasi bendera Marawa dipresentasikan melalui gerak tubuh dan busana penari. “Ondeh Marawa” juga merupakan bentuk ungkapan rasa terima kasih terhadap ibu pertiwi dan kedua orang tua yang telah melahirkan penata di tanah Minangkabau. Gerak dasar dalam karya tari ini banyak terinspirasi oleh visual bendera saat tertiup angin. Kualitas gerak lembut sebagai penggambaran bendera saat tertiup hembusan angin yang lembut, dan kualitas gerak cepat atau enerjik saat tertiup angin kencang. Motif meliuk, vibrasi serta stakato yang dipadukan dengan beberapa gerak dasar Minangkabau menghasilkan beragam motif gerak baru yang memperkaya garapan ini. Selain itu, gejolak hati atau konflik batin yang dialami penata melengkapi dramatisasi yang dibangun dari awal hingga akhir tarian. Karya tari “Ondeh Marawa” disajikan dalam garap koreografi kelompok besar, 14 penari dan 2 aktor, dengan format live music. Warna busana penari dibuat dalam tiga kelompok yaitu merah, kuning dan hitam sesuai dengan warna asli bendera Marawa. Komposisi tari menjadi semakin menarik karena adanya kompoisisi warna busana para penari. Kata kunci : Marawa, Minangkabau, Koreografi Garap Kelompok
Potret Kehidupan Masyarakat Pinggiran
Masyarakat pinggiran adalah masyarakat yang disebut sebagai masyarakat yang berada pada posisi yang miskin, rendah dan kurang dihargai . Hal itu yang menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam memperoleh akses dari masyarakat yang ada di pusat (dalam hal ini pemerintahan/penguasa wiayah).Oleh karena itu kondisi mereka menjadi rentan untuk dipinggirkan, dideskriminasikan pada sebagian aspek kehidupan. Tema yang diangkat oleh penulis dibuat dalam bentuk karya seni grafis. Penulis mengekspresikan potret kehidupan masyarakat pinggiran dengan mengangkat objek berdasarkan hasil pengamatan terhadap peristiwa-peristiwa yang terkait dengan permasalahan kehidupan masyarakat yang lekat dengan anggapan akan nilai-nilai serba kekurangan, kurang dihargai, miskin, terbelakang dan belum sejahtera. Pemilihan tema potret kehidupan masyarakat pinggiran bertolak dari kesadaran penulis untuk mengangkat kehidupan masyarakat yang akrab dalam kehidupan sehari – hari yang di alami sendiri oleh penulis. Melalui pengamatan timbul pemikiran bahwa kehidupan masyarakat pinggiran dengan segala kekuranganya mengandung momen – momen estetik yang layak untuk diangkat dan divisualisasikan dalam karya seni rupa. Hal itu dimaksudkan untuk menggali kesadaran bersama bahwa masyarakat pinggiran itu masih ada di antara kita dan selalu menjadi permasalahan untuk dipecahkan bersama.Semua karya telah diselesaikan oleh penulis, dan tentunya terdapat berbagai macam kendala dalam proses, hingga terselesaikannya karya tersebut. Pada karya yang berjudul “Kakek Pekerja Keras” di anggap penulis sebagai karya yang maksimal teknik, gestur, mimik wajah sesuai dengan yang di harapkan penulis. Sedangkan karya yang penulis anggap kurang maksimal adalah “Beternak Babi” karena penulis dalam proses pembuatan karya ini mengalami kegagalan dalam proses etsa, di mana pada proses pelapisan dengan isi ulang marker permanent terlalu tipis dan pencampuran HCL terlalu banyak, maka mengakibatkan adanya garis - garis yang tidak di inginkan oleh penulis, padahal penulis merasa dapat berbuat lebih baik dengan visual yang di tampilkan. Dalam proses menjalankan Tugas Akhir ini penulis terlalu fokus pada proses penciptaan karya sehingga menjadikan penulisan tugas akhir ini kurang maksimal. Namun melalui proses revisi dan pembimbingan diharapkan proses ini lebih menyempurnakan dari gagasan yang diharapkan. Penulisan tugas akhir “Potret Kehidupan Masyarakat Pinggiran” ini adalah salah satu sarat kelulusan strata-1 di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Selain itu penulisan ini juga dimaksudkan untuk pemenuhan hasrat penulis dalam berkarya dan membaginya dengan orang lain. Semoga penulisan tugas akhir ini dapat membawa nilai positif untuk kedepannya, sehingga bermanfaat bagi diri penulis, para penikmat karya dan lingkungan sekitar, serta memberikan sumbangan wacana agar masyarakat di negeri ini dapat saling memperhatikan kondisi masyarakat satu dengan yang lainya. Kata kunci : masyarakat miskin, deskriminasi, karya seni, grafi
Perancangan Buku Cerita Bergambar Sejarah Dan Perkembangan Perkeretaapian Di Indonesia
Kereta api merupakan sarana transportasi umum yang merupakan urat nadi perekonomian banyak bangsa, kereta api juga memainkan peranan penting dalam sejarah suatu bangsa, tak terkecuali bangsa Indonesia. Namun apresiasi masyarakat terhadap perkeretaapian sangatlah kurang sehingga rasa memiliki terhadap moda transportasi ini sangatlah kurang. Buku cerita bergambar ini ditujukan untuk mengembangkan pengetahuan tentang sejarah perkeretapian di Indonesia, merangsang rasa keingintahuan audiens untuk mempelajari lebih lanjut tentang topik tersebut, dan di kemudian hari diharapkan dapat memotivasi audiens untuk mengembangkan moda transportasi kereta api. Target audience buku cerita bergambar ini adalah anak-anak berusia 7-12 tahun. Melalui karya desain ini diungkapkan mengenai sejarah dan perkembangan perkeretaapian di Indonesia yang digambarkan secara singkat ke dalam buku Ilustrasi ini. Dengan adanya buku ilustrasi in diharapkan dapat memberikan bahan bacaan alternatif yang baik dan menghibur anak-anak sembari menyajikan sejarah perkeretaapian kepada mereka dan ini diharapkan akan merangsang rasa keingintahuan audiens untuk mempelajari lebih lanjut tentang topik tersebut, dan di kemudian hari diharapkan dapat memotivasi audiens untuk mengembangkan moda transportasi kereta api. Kata kunci : buku Cerita, Bergambar, Ilustras
Studi Eksploratif Bahan Ajar Cello Berbasis Metode Suzuki
Metode Suzuki merupakan metode pembelajaran musik yang menekankan pentingnya pendidikan bakat musik sedini mungkin untuk anak-anak dengan menggunakan bahasa ibu (mother tongue). Metode ini banyak disalahartikan oleh masyarakat hanya dengan menggunakan kurikulum buku saja, tanpa menerapkan filosofi dari penciptanya, Shinici Suzuki yaitu dididik dengan kasih sayang Nurtured by Love (dididik dengan kasih sayang) dan teorinya yaitu Talent Education (pendidikan bakat). Tujuan eksplorasi Metode Suzuki ini yaitu: (1) untuk memperkaya bahan ajar cello berbasis Metode Suzuki Cello menggunakan metode eksploratif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sesuatu yang belum diketahui, belum dipahami, dan belum dikenali dengan baik, (2)untuk mensosialisasikan Metode Suzuki dalam pembelajaran cello. Kesimpulan yang dapat diambil adalah: (1) pengayaan bahan ajar cello dalam Metode Suzuki menggunakan metode eksploratif, (2) metode eksploratif yang diterapkan pada pengayaan bahan ajar cello sebagai upaya mensosialisasikan Metode Suzuki. Kata kunci : metode, eksplorasi, pembelajara
Sistem Pembelajaran Kriya Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Adiwerna Tegal
Seni kriya adalah salah satu warisan budaya yang masih berkembang di Indonesia. Keberadaannya dalam kesadaran buda ya Indonesia telah memiliki sejarnh yang panjang . Awalnya kriya diajarkan secara ttu1m te1mu·un melalui pembelajaran nonformal atau sering disebut dengan percantn1rnn . Seiring perkembangan zaman, kriya pun ditarik clan diajarkan melalui pendidikan formal. Salah satunya SMK Negeri 2 Adiwema Tega! adalah salah satu Sekolah Tingkat Menengah yang membuka jum san kriya clan membuka tiga jum san yaitu K1·iya Logam, Kriya Kayu clan Kriya tekstil. Kenyataannya . pe Negeri 2 Adiwer a masih mempert m diarahkan sebata ide barn dalam m i tidak hanya bert..Y"<o merambah ke tatami Hal ini mepengamhi stswa alam t ngartikan kriya . Selama belajar, mereka selalu dituntut untuk membua t produ mgsional. keteknikan lebih diunggulkan dari pada ekspresi seni, sehingga tidak salah apabila kemudian para siswa menggaris bawahi kriya adalah keraj inan. Meskipun demikian para siswa dapat memahami ilmu kekriyaan yang di ajarkan di SMK Negeri 2 Adiwema. meskipun sebatas tentang keteknikan saja . Hal ini dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam menyele saikan setiap tugas yang diberikan . Ujian teori kejm·uan clan ujian prak tek pun bisa mereka selesaikan dengan baik. Kata kunci : kriya, SMK N 2 Adiwerna, sistem pembelajara
Analisis Sistem Serial Komposisi ”Impromptus” Untuk Gitar Klasik Karya Richard Rodney Bennett
Impromptus adalah karya untuk solo gitar klasik yang diciptakan oleh seorang komposer Inggris Richard Rodney Bennett. karya Impromptus tumbuh dari permintaan Julian Bream,gitaris asal Inggris. Karya Impromptus merupakan salah satu karya untuk gitar klasik yang menggunakan penerapan sistem serial. Dalam penelitian ini dibahas mengenai penerapan sistem serial dapa karya Impromptus untuk gitar klasik, sejarah musik serial, teori serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Impromptus merupakan karya yang menggunakan penerapan sistem serial. Kata kunci : Impromptus, Gitar klasik, Penerapan sistem seria
Perancangan Kemasan Produk Perangkat Tanam Komunitas Ketjilbergerak Dengan Pendekatan 3r (Reduce, Reuse, Dan Recycle)
Media yang dihasilkan dari perancangan kali ini berupa kemasan dari produk perangkat tanam. Di Indonesia, produk perangkat tanam masih sangat sedikit dan hanya ditemui di pasar-pasar modern. Produk perangkat tanam diciptakan sebagai solusi berkebun bagi para pemula. Namun yang menjadi kendala adalah harganya yang terlampau mahal untuk ukuran masyarakat menengah kebawah. Karena asal-usul dari produk perangkat tanam adalah kegiatan urban farming, akan menjadi lebih baik jika menempatkan posisi komersialisasi produk berwawasan lingkungan tetap dalam komunitas yang memiliki aktivitas sosial seperti Ketjilbergerak. Menyikapi hal itu, produk perangkat tanam ini dirancang dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Sehingga produk ini tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga terjangkau. Dengan diposisikan sebagai merchandise komunitas Ketjilbergerak, hasil penjualan dari produk perangkat tanam ini selanjutnya akan digunakan untuk aksi-aksi sosial Ketjilbergerak. Agar perancangan kemasan ini dapat terkorelasikan antara Konsep 3R, Ketjilbergerak, dan target market-nya, maka perlu metode pengumpulan data dan wawancara untuk menentukan topik dan media. Meskipun berasal dari sampah, produk akan diolah lagi sehingga tidak terlihat apa adanya. Melalui produk perangkat tanam ini, manfaat yang didapat penanam tak hanya berasal dari hasil yang ditanam, tetapi juga keseimbangan emosional saat merawat tanaman mereka. Dan untuk lingkungan, penanam dapat ikut serta dalam program penghijauan kota untuk mencapai RTH 30% guna mereduksi efek pemanasan global. Kata kunci : 3R, grow kits, kemasa
Penciptaan Program Dokumenter “ Berkarya Dengan Sampah ” Dengan Gaya Ekspositori
Pembuatan karya dokumenter “BERKARYA DENGAN SAMPAH” ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada masyarakat mengenai usaha dan kegiatan para pembuat kerajinan dari sampah khususnya di daerah Magelang. Karya dokumenter ini menggunakan salah satu gaya dalam dokumenter yaitu gaya ekspositori, dimana dalam gaya ini menggunakan narasi yang dibawakan narator sebagai penutur tunggal dan membantu dalam penyampaian informasi. Obyek yang diangkat dalam karya dokumenter ini adalah pembuat kerajinan dari sampah plastik terutama sampah bungkus makanan dan minuman sachet. Pemilihan pengrajin sebagai obek dokumenter dikarenakan kegiatan yang mereka lakukan menarik minat masyarakat, setelah melihat kegiatan pengrajin masarakat menjadi tertarik dan bahkan ada ang ikut membuat, selain itu dari segi ekonomi bisa membantu mereka sehari-hari. Dokumenter ini akan dibagi menjadi 4 segmen dimana setiap segmen akan menampaikan informasi yang bersangkutan dengan pengrajin. Inti dari dokumenter ini membahas mengenai kegiatan yang dilakukan oleh para pengrajin dalam membuat kerajinan dari sampah dan juga kegiatan lain yang berhubungan dengan pemanfaatan sampah menjadi kerajinan. Kata kunci : dokumenter, ekspositori, sampa