696 research outputs found

    Perancangan Film Animasi Pendek 3d Tentang Dampak Buruk Junk Food

    No full text
    Sebagai masyarakat modern kita tentu sering mendengar istilah fast food dan junk food. Pada dasarnya kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Junk food bisa diartikan makanan sampah atau makanan yang kandungan nutrisinya sangat rendah. Sedangkan fast food adalah makanan cepat saji. Permasalahan yang terjadi adalah masyarakat terkadang masih sulit membedakan kedua istilah tersebut. Memang sebagian besar fast food yang kita kenal, khususnya western fast food bisa dikelompokkan kedalam jenis junk food. Dalam hal ini istilah junk food yang seharusnya lebih mendapatkan perhatian lebih karena jika junk food di konsumsi secara berlebihan maka dampaknya akan menganggu kesehatan karena kandungan lemak yang besar, banyak mengandung garam, dan rendah vitamin. Permasalahan tersebut melatar belakangi penulis untuk mengangkatnya kedalam film animasi pendek 3D. Dalam film animasi ini terdapat karakter yang dihidupkan dari makanan-makanan jenis junk food yang dekat dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk menginformasikan bahwa junk food bukan hanya makanan yang kita jumpai di restoran cepat saji. Bahkan makanan yang kita masak sendiri bisa jadi junk food yang apabila salah cara mengolah dan dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti obesitas, radang usus, dan jantung koroner. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan film animasi “Junk food” ini adalah penggunaan film animasi sebagai media dalam rangka menginformasikan bahwa konsumsi junk food secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Selain itu masyarakat diajak mengenal jenis junk food, bukan hanya makanan yang kita makan di restoran cepat saji saja. Film animasi pendek 3D berjudul “Junk food” ini diharapkan menarik perhatian masyarakat, sehingga isi pesan dari film “junk food” bisa diresapi penontonnya bahwa memilih menu makanan bisa menghindarkan kita dari gangguan kesehatan. Kata kunci : Film pendek, Film animasi 3D, Film animasi 3D Junk foo

    Perancangan Interior Clubhouse Merapi Golf Yogyakarta

    No full text
    Clubhouse Merapi Golf merupakan kawasan yang pemanfaatan fasilitas ruangnya didominasi sebagai tempat untuk melakukan aktifitas sosial dan pelayanan umum kepada masyarakat dan bersifat komersial. Clubhouse adalah bangunan utama di lapangan golf yang pertama disinggahi pegolf ketika tiba di tempat golf yang memiliki fasilitas lobby, restoran, ruang ganti dan kantor. Sebagai tempat golf bertaraf internasional yang berlokasi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan namanya sendiri yang mengusung nama gunung yang berada di Yogyakarta, maka penting untuk menunjukkan identitas lokal. Oleh karena itu dipilih gaya postmodern yang menggabungkan unsur-unsur modern dengan unsur-unsur tradisional setempat. Untuk memanfaatkan lokasinya yang berada di pegunungan yang indah dan kaya akan material alami, maka dipilih tema natural yang dapat menyatukan alam sekitar clubhouse ke dalam desain interior. Perancangan ini bertujuan untuk menuangkan keinginan klien ke dalam desain interior lobby, restoran, ruang VIP dan kantor. Kata kunci : perancangan interior, postmodern, natura

    Penyutradaraan Video Musik “Bunga Hatiku”,”Aku Yang Memulai”, Dan “Resolusi Cinta” Dengan Menggunakan Metafora Visual

    No full text
    Video musik merupakan karya audio visual yang salah satu fungsinya adalah menyampaikan pesan dari lirik lagu menggunakan elemen visual. Video musik dengan menggunakan konsep cerita memiliki satu kelebihan tersendiri sebagai program hiburan di televisi. Penonton akan mengikuti gambaran cerita pada lagu dan lirik. Salah satu cara dalam visual storytelling adalah dengan menggunakan konsep metafora visual. Konsep metafora visual akan digunakan dengan memanfaatkan simbol-simbol untuk menyampaikan pesan yang tersirat melalui gambar pada video musik “Bunga Hatiku”, “Aku yang Memulai” dan “Resolusi Cinta”. Kata kunci : Musik, video musik, metafora visua

    Analisis Unsur Sinematik Film Televisi “Pahlawan Terlupakan” SCTV

    No full text
    Film televisi “Pahlawan Terlupakan” mengutamakan estetika dan pesan moral yang akan disampaikan kepada penontonnya, dengan tujuan menghadirkan film televisi yang lebih berkualitas, tetapi tetap menyuguhkan kualitas dari semua unsur naratif dan unsur sinematiknya. Unsur sinematik sangatlah berpengaruh dalam penceritaan dan pengemasan cerita di dalam film televisi tersebut. Sedangkan unsur sinematik terbagi menjadi empat elemen yaitu, mise-en-scene, sinematografi, editing, dan suara. Penelitian ini akan berfokus pada unsur sinematografi yang mendukung terwujudnya kualitas film televisi “Pahlawan Terlupakan.” Penelitian mengenai Analisis Unsur Sinematik Film Televisi “Pahlawan Terlupakan” Di SCTV bertujuan untuk mengetahui unsur sinematografi beroperasi pada film televisi “Pahlawan Terlupakan”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis isi. Pengambilan data dengan cara mengamati unsur-unsur sinematografi yang muncul di setiap scene. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing unsur sinematografi memiliki fungsi yang saling berkesinambungan membentuk film televisi “Pahlawan Terlupakan”. Unsur sinematografi yang terdiri dari aspek fotografis dan durasi shot membentuk kualitas film televisi yang realistis. Sementara aspek framing membantu penonton memahami narasi yang disampaikan film televisi ini. Kata kunci : Film, Televisi, Unsur Sinematik, Sinematograf

    Perancangan Visual Branding Demakreatif Sebagai Media Promosi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Demak

    No full text
    Letak strategis menjadikan Kabupaten Demak sangat potensial sebagai aset untuk pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah, karena merupakan jalur lalu lintas padat dan jalur utama yaitu jalur pantai utara (Pantura) pulau Jawa. Kabupaten Demak memiliki banyak potensi yang layak dikunjungi oleh masyarakat seperti potensi pariwisata, kebudayaan, potensi industri kreatif dan potensi sumber daya manusia yang kreatif. Dari dasar tersebut maka dilakukan riset dan penelitian yang bertujuan untuk mengangkat positioning dan membangun sebuah image dengan melalui perancangan visual branding Demakreatif sebagai media promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Demak. Dari perancangan tersebut dapat menjadi sebuah gagasan atau ide yang dapat menyajikan keunikan dan kekayaan potensi yang dimiliki Kabupaten Demak. Proses perancangan dilakukan dengan acuan landasan teori yang berkaitan dengan visualbranding. Kemudian diolah dan dianalisis dengan metode perancangan. Semua itu dilakukan untuk memperoleh data yang kuat untuk selanjutnya keproses konsep kreatif. Pada konsep perancangan,diuraikan lebih detail mengenai visualbranding Demakreatif yang meliputi logo yang dirancang bernuansa religi dan kebudayaan , tagline, gaya ilustrasi dan warna yang digunakan, kemudian diintegrasikan melalui media utama dan media pendukung. Pada proses visualisasi, berawal dari proses pencarian data visual untuk perancangan logo, maskot, tagline, master ilustrasi dan didesain dengan nuansa modern kemudian diterapkan pada media utama berupa virtual media seperti: website, desain profil facebook, desain background twitter dan media pendukung seperti: poster, billboard, iklan majalah, iklan surat kabar, brosur, mug, t-shirt, dll. Kesimpulan yang diperoleh bahwa dalam perancangan visualbranding Demakreatif ini digunakan dengan pendekatan potensi pariwisata Kabupaten Demak yang merupakan aset untuk dijadikan suatu positioning dan image untuk pencitraan kota. Sehingga visualbrandingdengan nuansa religi, budaya dan modern dapat menarik masyarakat atau wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Demak. Kata kunci : VisualBranding, Demakreatif, Dema

    Materi Sekolah Dasar Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    No full text
    Materi gambar maupun ilustrasi yang terdapat pada buku pelajaran Sekolah Dasar membuka kemungkinan-kemungkinan untuk diolah dengan pendekatan kreatif sebagai penciptaan karya seni lukis. Bahan visual yang bersumber dari materi buku pelajaran mendorong penulis untuk mengolah kembali dalam bentuk–bentuk rupa yang unik dengan tidak mengubah substansi konsep mata pelajaran yang disampaikan. Penulis mengangkat materi dari buku pelajaran Sekolah Dasar, untuk kemudian dijadikan sumber dan acuan. Mengolah persepsi dan cara melihat gambar–gambar dari buku pelajaran sebagai strategi berkarya dengan mentransformasikan materi gambar dari buku pelajaran untuk diwujudkan dalam berbagai macam bentuk pendekatan gaya dan medium seni lukis. Konsep pewujudan penulis berawal dari sebuah buku tentang pedoman pembuatan alat-alat peraga pendidikan untuk Sekolah Dasar. Pada pengerjaan karya Tugas Akhir ini, proses penciptaan karya seni melalui beberapa tahapan yaitu observasi buku-buku materi pelajaran sekolah dasar dengan membaca dan mengamati bentuk-bentuk visual pada buku pelajaran, sampai dengan proses merancang untuk selanjutnya diterapkan pada karya seni lukis. Karya-karya penulis menitik beratkan pada ungkapan ekspresi berupa penafsiran materi pelajaran dalam pendekatan berbagai gaya, sampai pada tahap pengolahan materi buku sekolah dasar dengan medium yang berbeda-beda menyesuaikan karakteristik objek yang akan dibuat. Aspek positif dan negatif selama pengerjaan serta menyelesaikan tulisan maupun karya Tugas Akhir menjadi pengalaman berharga. Pengalaman positif berupa pengetahuan teori dan praktek dalam seni rupa selama menempuh pendidikan akademik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Aspek positif, penulis mendapatkan bimbingan dari dosen berupa penalaran melihat konsep kreatif penciptaan dari perspektif mahasiswa seni lukis. Membimbing penulis dalam melihat suatu konsep penciptaan karya seni agar masuk pada tema persoalan yang akan dibuat, serta bimbingan untuk penggunaan sistematika penulisan laporan baik dari segi etika penulisan maupun kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai untuk penulisan karya ilmiah. Aspek negatif atau hambatan selama pengerjaan baik tulisan maupun karya adalah kurangnya kesadaran penulis untuk aktif melakukan proses bimbingan, dan pewujudan karya tidak dilakukan secara maksimal mengingat masa studi penulis mengikuti kuliah sudah masuk pada batas akhir masa perkuliahan. Kata kunci : Seni Lukis, pembelajaran, pendidikan, sisw

    DEWI SONGGOLANGIT Sebuah Karya Penyutradaraan Teater Bersumber dari Cerita Reyog Ponorogo dan Naskah Lysistrata

    No full text
    Dari proses yang telah dilakukan sutradara dan para pendukung pementasan Dewi Songgolangit dengan berbagai metode mengeksplorasi kemampuan khususnya para aktor untuk mengapresiasi sejarah dan legenda pada saat proses latihan hingga pertunjukkan digelar. Aktor – aktor dan pendukung lain yang bukan berasal dari wilayah Ponorogo akhirnya dapat lebih mengenal tradisi Reyog Ponorogo dengan baik pada proses ini. Tidak menutup kemungkinan, bagi penduduk asli Ponorogo pun juga mendapat banyak pelajaran dan kesimpulan tentang Reyog Ponorogo yang lebih dalam dapat diperoleh dari proses pertunjukan ini. Kata kunci : Dewi Songgolangit, pertunjukan teater, Reyog Ponorog

    Janmastami

    No full text
    Karya tari Janmastami adalah karya tari yang terinspirasi dari ketertarikan penata terhadap upacara otonon di Bali. Manusia yang lahir di hari tertentu, wuku tertentu, atau wewaran tertentu, diyakini memiliki dua karakter yang lebih dominan yaitu karakter keras dan karakter lembut. Masing-masing dari kelahiran tersebut diyakini juga mendapat pengaruh karakter Dewa tertentu dalam mitologi Hindu. Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada hari Rabu (budha), wewaran paing, wuku landep, mendapat pengaruh Dewa Mahadewa. Diyakini juga bahwa setiap Dewa memiliki keunikan masing-masing, namun kembali kepada konsep rwa bhineda bahwa setiap manusia memiliki dua karakter yang berbeda namun saling berkaitan. Untuk mengantisipasi unsur negatif yang mempengaruhi dapat dinetralisir dengan upacara otonan. Upacara otonan divisualisasikan melalui simbolisasi benang tebus dan beras tepung tawar. Elemen-elemen dasar dari upacara otonan di atas, dicoba diekspresikan pada karya Janmastami dalam bentuk karya tari kelompok dengan tujuh penari putri sebagai penari inti dan satu penari putra sebagai figur Dewa. Untuk memvisualisasikan seluruh konsep ini digunakan beberapa gerakan motif tari Bali antara lain melincer, ngilo, gelatik nuutpapah. Motif-motif tersebut dikembangkan dan dikreasikan menjadi motif-motif baru sesuai kebutuhan karya. Berkaitan dengan gerak yang digunakan maka, alat musik yang digunakan adalah instrumen gamelan Bali yakni gong, kempul, suling, ceng-ceng,kendang, jublag, gangsa, reong, dan genta, untuk memainkan pola-pola gending kakebyaran Bali. Melalui karya tari ini diharapkan bagi seluruh penikmat seni dapat lebih mengenal satu adat yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali, khususnya ritual upacara otonan, yang diselenggarakan setiap enam bulan kalender Bali atau setiap dua ratus sepuluh hari. Kata Kunci: Janmastami, Wuku.Kata kunci : Janmastami, Wuku Landep, tradisi

    Perancangan Animasi Sebagai Media Komunikasi Ombudsman Republik Indonesia (Ori) Studi Kasus Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

    No full text
    Sudah sepatutnya sebuah lembaga baik swasta, perseorangan, ataupun pemerintah memberikan sebuah pelayanan publik yang baik untuk masyarakat. Hal itu dikarenakan untuk memajukan mutu pelayanan dan memberikan kepuasan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, budaya birokrasi di Indonesia yang telah berubah mengakibatkan beberapa masyarakat lebih memilih jalan pintas untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum. Hal tersebut akan menghalangi terciptanya pemerintahan di Indonesia yang efektif, efisien, jujur, terbuka, bersih, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tindakan-tindakan melanggar hukum tersebut dikenal masyarakat dengan nama maladministrasi. Tugas Ombudsman Republik Indonesia adalah mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, menerima laporan, melakukan investigasi dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan maladministrasi, sebagaimana ditulis dalam Undang- Undang No. 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Siapapun yang merasa dirugikan atas pemberian pelayanan publik oleh penyelenggara negara dapat melaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia yang ada di setiap daerahnya. Namun, tidak setiap orang mengenal dan memahami tentang Ombudsman Republik Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perancangan media komunikasi untuk mengenalkan Ombudsman Republik Indonesia kepada masyarakat, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga fungsi Ombudsman Republik Indonesia dapat terlaksana dengan baik. Kata kunci : perancangan, animasi, maladministras

    Penerapan Ritme Cepat Untuk Meningkatkan Ketegangan Aksi Dalam Penyutradaraan Film “Try This”

    No full text
    Film televisi “Try This” mengangkat tentang rasa bosan, menginginkan hal baru dan tantangan, sesuatu rasa yang sering kita jumapai di masyarakat dan bahkan setiap orang pernah mengalaminya. Hal yang sederhana ini yang menjadi dasar dari cerita film “Try This”, tetapi sesuatu yang terlihat sederhana bisa menjadi besar itulah salah satu sebuah pesan yang akan disampaikan pada film “Try This” ini, selain untuk berani melakuan sesuatu hal yang baru. Film “Try This” bergenre action. Penguanaan adegan-adegan aksi menjadi sebagai rintangan pada cerita film ini, yang menggambarkan sesuatu hal baru tidak selau berjalan dengan sesuai yang di harapkan, selalu ada rintangan. Film “Try This” adalah film yang berbentuk action dengan menerakan ritme cepat yang di kususkan pada adegan aksi. Film beritme cepat bisa di bentuk saat proses pengambilan gambar, mengunakan ritme internal, dan pada saat proses editing, mengunakan ritme ekternal. Penyutradaraan film “Try This” dengan penerapan ritme cepat pada degan aksi di tujukan untuk menambah nilai darmatik adegan, membangun suasana adegan serta penggambaran perasaan pemain agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima penonton. Kata kunci : Film, action, Penyutradaraa

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇