696 research outputs found

    Perancangan Buku Ilustrasi Ensiklopedia Alutsista Matra Darat Tni Ad

    No full text
    Senjata dan segala sistem teknologi yang berhubungan dengan senjata memang bagaikan pisau bermata dua, selain dapat digunakan untuk hal-hal yang berguna bagi kemanusiaan dan ilmu pengetahuan, teknologi senjata juga bisa digunakan untuk tindakan-tindakan negatif yang sangat kontradiktif dengan manfaat kegunaannya. Namun sistem teknologi senjata atau alutsista (alat utama sistem senjata) dalam istilah militer di Indonesia merupakan salah satu elemen positif dalam pembangunan bangsa.Sejarah telah membuktikan betapa alutsista-alutsista yang pernah digunakan TNI merupakan salah satu elemen penting mengapa bangsa Indonesia mampu untuk menjadi negara yang berdaulat. Dijiwai semangat merah putih, para pejuang, TNI (kala itu masih bernama BKR dan TKR), dan segenap rakyat Indonesia saling bahu membahu melakukan revolusi untuk mengusir agresor sekutu dari bumi Indonesia.Bermodalkan alutsista seadanya, dan sebagian besar adalah alutsista milik Jepang yang tersisa dan juga hasil dari rampasan milik sekutu. Kini setelah usia kemerdekaan Indonesia telah memasuki angka 69 tahun, TNI mulai merubah wajahnya menjadi lebih profesional dan terus berusaha untuk lebih maju, baik itu dari sistem pendidikannya, sistem keorganisasiannya, dan juga sistem operasional alutsistanya. Beberapa tahun belakangan ini TNI terus berbenah dalam usaha peremajaan alutsistanya dengan mengganti atau meng up- grade beberapa alutsistanya dengan system operasional alutsista yang lebih baru. Keprofesionalan dalam bidang pertahanan di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh TNI namun juga oleh BUMN-BUMN yang memproduksi alutsista untuk keperluan TNI dan Polri seperti PT. Pindad (persero), PT DI (Dirgantara Indonesia), PT PAL Indonesia, dan beberapa industri pendukung lainnya. Dengan semakin banyaknya industri alutsista yang dibuka, maka otomatis akan semakin banyak menyerap manusia-manusia angkatan kerja yang profesional dan mengurangi angka pengangguran. Kata kunci : alutsista TNI AD matra darat, buku ilustrasi, ensikloped

    Re-Orientasi Sengkalan Memet Pada Karya Seni Kriya Logam Baru

    No full text
    Penciptaan Karya Tugas Akhir berjudul “Re-orientasi sengkalan memet pada karya seni kriya logam baru” merupakan sebuah wujud ekspresi ide yang diolah menjadi sebuah karya seni dengan melalui beberapa kajian estetis dan imaginasi. Sengkalan memet merupakan bentuk susunan tahun yang digunakan oleh masyarakat Jawa dulu untuk menjadi penanda akan sebuah peristiwa maupun dibangunnya bangunan penting. Di dalam Sengkalan memet terdapat susunan angka yang disimbolisasi dengan bermacam bentuk seperti naga, kala, garuda, dan lainnya yang tertulis dalam Babad Jawi. Simbol-simbol Sengkalan memet mewaliki salah satu angka dan kemudian susunan angka menjadi tahun tersebut dirangkai semua simbolnya membentuk semacam relief yang hanya dipahami oleh orang tertentu. Hal yang menarik dalam Sengkalan memet ini adalah bahwa pemilihan susunan simbol yang menjadi wakil dari angka-angka tersebut dipilih dengan mengacu pada konsep maupun makna, baik makna peristiwa yang ditandai ataupun makna bangunan atau konsep bangunan yang ditandai. Ini merupakan sebuah konsep yang luar biasa yang digunakan oleh masyarakat Jawa dahulu, sehingga dapat dipahami oleh generasi berikutnya. Karya logam ini terbagi menjadi lima karya yang semuanya merupakan sebuah Re-orientasi akan Sengkalan memet yang terdapat pada keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo dan tempat lainnya dan dijadikan sebagai kritik akan permasalahan kekuasaan dan pengaruh globalisasi di lingkungan Keraton Yogyakarta atau Surakarta. Hasil karya seni ini adalah menggunakan beberapa bahan logam seperti tembaga, alumunium, kuningan dan galvanis, penggunaan bahan tersebut mendukung simbol-simbol serta makna yang terdapat pada karya tersebut melalui tekstur dan teknik. Semoga dengan kehadiran karya seni ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas akan Sengkalan memet baik dari segi pengertian, simbol dan bentuknya. Kata kunci : Re-orientasi, Sengkalan memet, Simbol, kebudayaan Jaw

    Analisa Strategi Kreatif Dengan Pendekatan Teori Visual Branding Marty Neumier (Studi Kasus Waralaba Coffee Shop “Coffee Toffee Surabaya” Tahun 2014)”

    No full text
    Kopi merupakan komoditas yang menjanjikan di negara Indonesia, hasil bumi yang melimpah serta berkualitas menjadikan kopi asal Indonesia sebagai kopi terbaik.Coffee Toffee yang merupakan brand lokal ingin memberdayakan hasil bumi sebagai minuman serta kuliner yang mampu dinikmati masyarakat Indonesia dengan baik. Persaingan yang padat akanbrand lokal serta mancanegara menjadikan kedai kopi sebagai pasar yang jenuh sehingga strategi kreatif yang benar dalam proses branding sangat diperlukan agar brand mampu bersaing. Dalam usia yang ke delapan tahun Coffee Toffee mampu mendirikan kurang lebih 148 gerai yang tersebar di Indonesia dengan strategi kreatif yang mereka terapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi kreatif dari Coffee Toffee dengan sudut pandang atau pendekatan teori milik Marty Neuimier dengan kelima disiplinnya yaitu Diffentiate, Collaboration, Inovation, validate dan Cultivate. Metode penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menganalisa strategi kreatif dari Coffee Toffee. Hasil dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa differentiate dan collaboration merupakan disiplin yang tidak boleh diabaikan dalam proses branding meskipun disiplin inovation, validate dan cultivate diterapkan secara baik, tentunya ketimpangan ini akan memberikan dampak buruk pada brandkedepannya, seperti hilangnya ciri khas dari suatu brand yang menjadikan tersebut tidak memiliki identitas dan cenderung dianggap sebagai brand plagiat. Kata kunci : Strategi Kreatif, Branding, Desain Komunikasi Visua

    Peran Dan Fungsi Musik Ilustrasi Karya Thomas Newman Dalam Film Animasi Wall-E Produksi Walt Disney Tahun 2008

    No full text
    Penelitian ini dilandasi oleh ketertarikan penulis pada musik-musik ilustrasi yang terdapat dalam film animasi. Penulis menggunakan film Wall-E produksi Walt Disney tahun 2008 sebagai objek penelitian. Peneliti akan meneliti peran dan fungsi musik ilustrasi dalam film Wall-E. Hasil penelitian menunjukan bahwa musik ilustrasi merupakan bagian dari sebuah pertunjukan film yang memiliki peran penting di dalamnya. Apabila musik ilustrasi digunakan dengan baik dalam pembuatan film akan sangat berpengaruh besar pada penontonnya. Wall-E salah satu film animasi yang menggunakan musik ilustrasi sebagai pengganti sebuah dialog dalam film. musik ilustrasi yang terdapat dalam film Wall-E sebagian besar dibuat oleh Thomas Newman. dalam pembuatan musik ilustrasi yang digunakan dalam film Wall-E, Newman selalu berusaha menciptakan komposisi untuk musik ilustrasi dengan cara yang unik. Kata kunci : Peran, Musik Ilustrasi, Wall-

    Multimedia Interaktif Aplikasi Android Nongkrong Yuk Sebagai Media Promosi Wisata Kuliner Yogyakarta

    No full text
    Yogyakarta adalah kota budaya yang selalu menarik bagi wisatawan , ratusan , mungkin ribuan turis setiap tahun untuk mengunjungi Yogyakarta karena selain dari adat budaya yang masih kuat , keindahan pegunungan dan laut , di Yogyakarta juga banyak lainnya tempat-tempat menarik yang bisa dinikmati oleh wisatawan yaitu salah satunya adalah wisata kuliner , tetapi kenyataannya adalah wisatawan sering kebingungan mencari tempat makan yang menyajikan makanan khas dan terkenal di Yogyakarta, sering kali wisatawan menyanyakan kepada penduduk sekitar ataupun kepada tukang becak setempat mengenai lokasi wisata kuliner terbaru, yang mungkin saja penduduk lokal juga kurang mengetaui dimana letak persisnya lokasi tersebut. Dengan kemajuan teknologi , dan kemudahan pengguna smartphone mengakses data , sekarang tidak lagi menjadi masalah makan apa dan dimana lokasinya , karena itulah aplikasi nongkrong YUK ! memudahkan untuk mencari dan mengetahui apa saja wisata kuliner di Kota Yogyakarta dengan gambar yang menarik dan informasi yang jelas juga termasuk harga , alamat , yang mempermudah wisatawan untuk memanjakan lidahnya. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu wisatawan yang ingin berkunjung ke kota Jogja dengan mudah dan menyenangkan. Kata kunci : Kuliner, Yogyakarta, Android, wisat

    Metafora Mainan Tikus Sebagai Representasi Kritik Sosial Dalam Karya Still Life Photohgraphy

    No full text
    Tikus yang dinterpresentasikan sebagai metafora seorang koruptor dan dalang dibalik peristiwa yang terjadi oleh masyarakat, mengilhami penulis untuk mengemasnya dalam sebuah karya fotografi kritik sosial. Dari serangkaian kejadian kejadian politik yang terjadi, selalu ada individu atau kelompok individu yang mencari keuntungan atas efek dominan dari kejadian kejadian politik tersebut. Masyarakat yang belakangan semakin perduli tentang kejadian-kejadian politik yang terjadi dalam kurun waktu terakhir, membuat bentuk bentuk kritik sosial semakin beragam. Kritik sosial melalui mainan tikus dengan pendekatan still life photography. Fotografi still life dalam karya tugas akhir ini, merupakan media untuk mengungkapkan ide ide visual dari rekontruksi kejadian kejadian politik yang terjadi di Indonesia. Menggunakan mainan tikus sebagai bentuk metafora untuk merepresentasikan karakter individu dan kelompok individu dibalik peristiwa tersebut. Kata kunci : metafora tikus, kritik sosial, fotografi still lif

    Gamelan Jawa sebagai musik liturgi di gereja Kristen Jawa Bantul

    No full text
    Gereja Kristen Jawa (GKJ) Bantul adalah salah satu gereja yang menggunakan gamelan Jawa sebagai pengiring ibadahnya. Gamelan tersebut digunakan untuk menyajikan musik-musik liturgi bertannganada diatonis, yaitu bacaan kitabkitab yang dilantukan dalam tangga nada diatonis. Aransemen atau garap lagulagu tersebut menggunakan tidak hanya menggunakan tempo lambat dan ritme on beat yang membentuk kesan tenang/agung dan sejenisnya, akan tetapi juga menggunakan tempo agak cepat dan ritme off beat sehingga menghasilkan musiknya yang dinamis. Permasalahan inilah yang menjadi fokus dari penelitian ini dengan rumusan permasalahan mengapa digarap demikian dan bagaimana tanggapan pendeta, majelis dan jemaatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnomusikologis, yaitu pendekatan musik dalam konteks sosial budayanya. Implikasi pendekatan tersebut dalam penelitian ini adalah gending-gending tersebut dianalisis dalam konteks GKJ Bantul. Data yang digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut dihasilkan dari analisis teks dan analisis konteks, analisis teks digunakan untuk mengetahui karakter lagunya dengan mengidentifikasi variasi unsur-unsur musiknya tersebut, sedangkan analisis konteks adalah usaha mencari tahu hal-hal apa saja yang mempengaruhi garapan gending-gending tersebut. Hasilnya GKJ Bantul menganut faham reformis sehingga mempengaruhi seluruh kegiatan yang ada di gereja tersebut, termasuk di dalamnya musik kebaktiannya. GKJ Bantul menafsirkan faham tersebut dengan membentuk grup gamelan Jawa untuk mengiringi kebaktiannya. Gereja memberi kebebasan kepada penggarapnya untuk mengaransemen lagunya asalkan aransemen tersebuttidakmelencengdariajaranAlkitab. Pesan tersebut ditangkap oleh pimpinan grup karawitan tersebut dengan membuat garap karawitan yang dinamis dengan tujuan agar jemaat bersemangat dalam beribadat dan tidak menjemukan. Kata kunci : Gamelan Jawa,Faham Reformis, Musi

    Rangkaian Elektronik Dan Motif Kawung Sebagai Sumber Penciptaan Kain Panjang

    No full text
    Rangkaian Elektronik dan motif kawung merupakan perpaduan antara tradisi modern dan tradisional. Kini Rangkaian Elektronik dan motif kawung seakan dipadukan menjadi satu. Semakin banyak desain yang berkembang berani menciptakan inovasi atau pembaharuan dalam memberikan sentuhan pada motif batik. Rangkaian Elektronik dan motif kawung sebagai sumber ide pembuatan karya tugas akhir ini. Memadukan kedua bentuk dan pengembangannya, tentunya menyuguhkan pandangan yang lebih berkembang dalam dunia batik. Melalui eksplorasi, perancangan dan perwujudan, sebagai langkah utama dalam penciptaan karya seni Rangkaian Elektronik dan motif kawung di kemas dalam satu bentuk karya yang menekankan nilai tradisional. Walaupun sudah dimasukan dalam motif modern. Penciptaan ini juga menggunakan pendekatan tanda atau simbul sebagai ciri manusia yang selalu di gunakan manusia sebagai perwakilan kata. Penciptaan tugas akhir ini menghasilkan delapan karya yang diwujudkan melalui karya-karya ini sebenarnya merupakan sebuah luapan dalam berkreasi, memadukan Rangkaian Elektronik dan motif kawung dalam kain panjang. Secara kekaryaan ini merupakan sebuah kontribusi nyata penulis dalam memberikan nuansa baru baik secara ide maupun visual karya kriya tekstil di dalam lingkungan akademis penulis. Tentunya karya-karya ini menjadi batu tapal khususnya penulis dan pembaca dalam berkarya kedepannya. Kata kunci : Rangkaian Elektronik, Motif Kawung, kain Panjan

    Busana Tari Bali Dalam Fashion Photography

    No full text
    Dunia fotografi merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia, karena fotografi dapat menyimpan kenangan manusia seperti saat mereka lahir, merayakan acara ulang tahun, dan saat upacara pernikahan. Busana banyak diwarnai dengan latar belakang dan pengaruh unsur budaya, agama dan sosial. Busana tari Bali merupakan busana yang unik dan menarik, di mana busana dan tari Bali saling melengkapi untuk proses upacara maupun acara. Busana yang menggambarkan gerakan tarian saat dipentaskan, dan tarian yang didukung dengan busana yang sesuai. Dengan perkembangan yang semakin maju dan modern busana tersebut dikembangkan melalui seni visual fotografi yang dikemas dalam fashion photography dengan teknik studio out door dan in door, sehingga bentuk visual busana dapat disajikan dengan kesan elegan, klasik, dan menarik. Metode penciptaan ini diawali dengan eksplorasi ide dalam mengamati perkembangan busana tari Bali, sehingga perwujudan karya akan menampilkan beberapa busana tari Bali yang cukup dikenal oleh masyarakat umum.Dalam pelaksanaannya tidak sekedar menciptakan karya yang hanya menampilkan busana secara visual tetapi terdapat muatan informasi tentang busana dan tari Bali tentang lokasi, tempat, dan kapan tarian tersebut boleh untuk dipentaskanKata kunci : Busana, Tari Bali, Fashio

    Rerahsa

    No full text
    Rerahsa merupakan sebuah karya tari kelompok yang ditarikan tujuh orang penari putra. Tari ini merupakan penuangan ide serta kreativitas dari rangsang kinestetik dan rangsang gagasan yaitu pengalaman empiris penata tari yang pernah berproses dengan tuna daksa sehingga menginspirasi penata tari untuk mengangkat tokoh pewayangan yaitu Gareng dengan dasar gerak yaitu gerak tidak wajar (cacat) dalam dasar tari tradisi Jawa gaya Yogyakarta. Fokus karya ini lebih kepada esensi gerak cacat dan lebih memainkan ekspresi. Alasan penata tari mengambil tokoh Gareng karena Gareng ini merupakan salah satu simbol contoh kepemimpinan yang dapat memberikan contoh baik kepada generasi penerus saat ini, karena cacat fisik bukanlah hal yang memalukan, justru dapat memotivasi hidup untuk menjadi lebih baik. Menurut penata tari, dari masa ke masa seorang pemimpin sudah tidak lagi memiliki watak/sifat seperti tokoh Gareng, sehingga menjadi salah satu motivasi penata untuk menggarap karya Rerahsa ini. Pada karya ini terdiri dari 3 adegan. Pada introduksi penata tari membicarakan Gareng sebagai abdi/pamong. Pada adegan 1 lebih fokus kepada studi gerak gareng dengan berbagai karakter, sedangkan adegan 2 membicarakan 3 poin, yaitu Gareng yang lupa akan titahnya sebagai pamong, membicarakan ketika Gareng menjadi Raja, dan imajinasi Gareng terhadap wanita pujaannya yaitu Dewi Saradewati. Pada adegan 3, penata membicarakan sosok Gareng yang kembali ke perenungan dan berintrospeksi diri. Diharapkan dengan adanya karya cipta tari ini, masyarakat dan penonton dapat mengerti dan memahami bahwa janganlah memandang orang sebelah mata, jangan melihat dari segi fisik, namun lihatlah orang dari hatinya, sebagaimana yang digambarkan oleh sosok Gareng ini. Kata kunci : Gareng, karakter, perenungan

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇