Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
Kreativitas Buset di Industri Musik Populer Minangkabau
Lahirnya sebuah karya seni yang indah tentu saja tidak serta merta terlahir begitu saja, melainkan selalu dibarengi dengan adanya sebuah proses kreatif. Oleh karena itu aspek kreativitas menjadi hal ikhwal yang sangat krusial di balik terciptanya sebuah karya seni apapun, seni musik diantaranya. Terlebih apabila karya-karya seni tersebut harus mampu bersaing dalam ranah industri, di mana masing-masing kompetitor harus mampu terus menerus berinovasi dan berlombalomba memamerkan karakter masing-masing, sehingga mampu bertahan di hati para penikmat karyanya. Begitupun apa yang dilakukan oleh Buset (Budi Setiawan) dalam olah kreasi penciptaan karya-karya musiknya. Tak hanya kreatif dalam berkarya musik, kejelian pelaksana produksi juga turut memberi andil besar di balik kesuksesan publisitas karya musik tersebut. Penelitian dalam topik permasalahan Kreativitas Buset di Industri Musik Populer Minangkabau ini secara keseluruhan dilakukan menggunakan metode kualitatif yang mengutamakan adanya proses kinerja lapangan, baik wawancara, observasi, maupun pendokumentasian. Kemudian dalam segi analisa, tekstual peneliti menggunakan pendekatan estetika parodi guna menjelaskan hadirnya bentuk lawakan sebagai salah satu karakteristik karya-karya musik Buset, serta pendekatan estetika musik populer guna menjelaskan pertanyaan mengenai alasan di balik popularitas Buset. Dilakukan pula analisa tekstual melalui teknis ilmu bentuk analisa musik guna menjelaskan secara lebih detil tentang segi garap musiknya. Studi ini menemukan bahwa karakteristik karya-karya Buset yang penuh lawakan serta sesuai dengan kaidah-kaidah estetika populer membawa ketenaran Buset dalam industri musik populer Minangkabau. Kemudian turut ditemukan pula bahwa sebagai karya musik populer, karya-karya musik Buset tidak begitu saja terlepas dari nilai-nilai kultural/aspek lokalitas masyarakat Minangkabau, melainkan justru masih terkait erat dan saling menyokong antara satu dengan yang lainnya. Kata kunci : Estetika, Minangkabau, Kreativita
Analisis Struktural Dan Analisis Extended Technique Pada Repertoar “The Czech Fairy Tales” Karya Stepan Rak
Stepan Rak adalah salah satu komponis musik gitar klasik di era modern yang fenomenal. Dia terkenal dengan pengembangan teknik-teknik permainan yang unik dan baru. Sayangnya di Indonesia Stepan Rak tidak terkenal, karena tidak banyak pemain yang mengangkat karya-karyanya ke dalam pementasan. Penelitian ini dimaksudkan untuk membahas sebuah karya Stepan Rak yang berjudul The Czech Fairy Tales. Bahasan pada penelitian ini adalah analisis struktural dan analisis extended technique yang diaplikasikan Stepan Rak ke dalam karyanya yang berjudul The Czech Fairy Tales ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pengembangan yang dilakukan Stepan Rak dalam kekaryaaannya baik dari segi struktur maupun teknik dalam karyanya yang berjudul The Czech Fairy Tales. Serta dengan penjelasan tentang perbandingan antara extended technique Stepan Rak dengan extended technique dari komponis lainnya. Kata kunci : Analisis, Struktural, Tekni
Eksistensi Kesenian Tayub Lebdho Rini di Dusun Badongan, Desa Karang Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul
Perkembangan zaman yang semakin meningkat, secara tidak langsung akan mempengaruhi eksitensi kesenian tradisional salah satunya kesenian tayub. Banyaknya hiburan lain yang lebih menarik dapat mempengaruhi masyarakat untuk melupakan adanya kesenian tradisi yang seharusnya dilestarikan, karena merupakan warisan dari nenek moyang. Kesenian Tayub Lebdho Rini merupakan kesenian tradisional yang selalu menjaga nilai leluhur dan fungsi utamanya. Untuk menjaga eksistensinya kesenian Tayub Lebdho Rini membuat suatu perubahan yang menjadikan kesenian ini masih setabil eksistensinya. Sebenarnya tanpa adanya perubahan kesenian Tayub Lebdho Rini masih digemari oleh masyarakat dikarenakan dengan kebutuhan masyarakat badongan sendiri yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagi petani, namun dengan adanya perubahan dapat bersaing dengan kesenian lainya. Kesenian Tayub Lebdho Rini merupakan salah satu kesenian tayub yang ada di Dusun Badongan, Desa Karangsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Tayub merupakan salah satu ritual upacara kesuburan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul. Adanya perkembangan zaman yang semakin meningkat di masa kini membuat para masyarakat khususnya kaum pemuda tidak lagi tertarik dengan kesenian tradisional seperti tayub. Penelitian ini bertujuan untk mendeskripsikan eksistensi kesenian Tayub Lebdho Rini di Dusun Badongan, Desa Karang Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi, karena sosiologi ini membahas tentang masyarakat pendukung kesenian Tayub Lebdho Rini ini. Melihat eksistensi kesenian tayub Lebdho Rini pada saat ini, kenyataanya menunjukan bahwa kesenian tayub masih eksis pada masyarakat Gunungkidul khususnya Dusun Badongan, Karang Sari Semin, Gunungkidul. Sesuai dengan tradisi masyarakat, eksistensinya dalam masyarakat mengikuti perkembangan sosial budaya masyarakatnya, karena mempunyai fungsi dan peranan yang penting sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kata kunci : ksistensi, Tayub, Lebdho Rin
Penyutradaraan Film Televisi ‘Potret’ Menggunakan Gaya Realis
Film televisi ‘Potret’ menggunakan gaya penyutradaraan realis. Penuturan cerita melalui gaya realis adalah menyajikan visual cerita dan suara sesuai pada kenyataan. Film ‘Potret’ menggunakan setting pada tahun 1998, maka dari segi mise en scene semua disajikan secara nyata yang terjadi pada era tersebut. Seperti pada penataan kostum, penataan artistik dan juga pada penuturan bahasa atau dialog. Film ‘Potret’ menggunakan latar belakang cerita Indonesia dan sejarah. Indonesia memiliki latar belakang cerita yang menarik untuk di ceritakan kepada banyak orang. Indonsia memiliki banyak kisah sebelum menjadi bangsa dan negara yang merdeka sampai seperti saat ini. Bahkan mempertahankan kemerdekakaan Indonesia pun masih perlu adanya perjuangan. Orang-orang yang berjuang tidak luput dari peran orang yang menemani selama perjalanan hidup hingga menjadi seseorang yang berkarakter dan membaur pada masyarkat. Realisme yang terjadi disekeliling kita lah yang membentuk karakter dalam diri. Perwujutan dalam bentuk visual secara realis bahwa benar-benar terjadi dan dialami di masyarakat bahkan di sekitar kita. Film drama televisi ‘Potret’ dengan mengangkat unsur sejarah namun disajikan secara sederhana melalui konflik didalam sebuah rumah dan cerita keluarga. Rumah dan keluarga adalah tempat terciptanya gagasan sederhana hingga gagasan besar yang dapat memberikan konstribusi bagi masyarakat, negara bahakan dunia. Melalui film ‘Potret’ inilah penonton akan menerima cerita baru yang tidak lepas dari pesan moral dalam film yang ingin disampaikan oleh sutradara. Kata kunci : Realis, Indonesia, Karakte
Satu Cinta Dalam Dua Bahasa (Combo Band)
Masalah yang dirumuskan dalam penelitian adalah adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana cara membuat konser TA (tugas akhir) yang berkualitas dilihat dari proses pemilihan repertoar dan cerita yang disajikan? 2. Mampukah teknik singing, and acting menjadi sarana komunikasi, demi terwujudnya tangga dramatik serta kebutuhan dinamika permainan di atas panggung? 3. Apa saja yang dibutuhkan dalam mempersiapkan TA (tugas akhir)? Tujuan pembuatan TA (tugas akhir) ini adalah sebagai berikut. 1. Dapat belajar menyusun konser TA (tugas akhir). 2. Memperoleh ilmu dalam hal bermusik. 3. Belajar mengemas suatu pertunjukkan yang menarik. Manfaat yang dapat diperoleh dalam TA (tugas akhir) ini adalah masyarakat dapat menikmati musik yang dikemas dalam sebuah drama musikal yang telah dibuat. Di sisi lain, perancang juga memperoleh pengalaman dalam hal menyusun laporan TA (tugas akhir). Hasil karya seni ini juga dapat mengapresiasi masyarakat tentang seni, khususnya di Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kata kunci : Musik, Pop, Jaz
Anti Illuminati Dalam Lukisan
Lukisan merupakan sebuah bahasa ungkap dalam media seni rupa, mengungkapkan apa yang dirasakan, dicermati dan dipikirkan. Menurut penulis menjadi seorang pelukis haruslah mempunyai pemikiran kritis dalam berkarya sehingga tiap karya yang diciptakan tidak hanya menampilkan keindahan semata melainkan juga mengandung sebuah arti dan pesan yang disampaikan pada penikmatnya. Dalam hal ini simbol-simbol Iliuminati yang memiliki arti tersendiri, yang tidak jarang memiliki arti lebih besar dari hanya sekedar goresan-goresan garis semata sehingga tema yang di angkat adalah anti illuminati sebagai objek dalam seni lukis. Illuminati yang dulunya hanyalah sebuah legenda, mitos, dongeng, bahkan cerita yang terdengar dibuat-buat dengan begitu banyak simbol keberadaan organisasi ini dijadikan sebagai pemicu untuk menciptakan lukisan, setiap simbol kebenaran illuminati divisualkan sebagai objek dikemas dengan gaya realis. Kebanyakan karya yang ditampilkan adalah simbol yang membenarkan keberadaannya dan figur-figur yang memiliki peran dalam organisasi pemuja setan tersebut. Kata kunci : anti illuminati, seni lukis, simbol kebenara
Leto Manyam Kalong
Karya tari berjudul Leto Manyam Kalongdiambil dari bahasa Dayak Kenyah yang berarti motif anyaman yang dibuat oleh para wanita.Karya Leto ManyamKalong menceritakan mengenai motif-motif di anyaman tikar masyarakat Kalimantan Utara, khususnya Suku Dayak Kenyah. Ketekunan, semangat dan kesabaran dalam menganyam tikar menjadi sumber inspirasi penata untuk menciptakan sebuah karya tari yang bertemakan tentang perbedaan sosial masyarakat Dayak Kenyah.Perbedaan sosial yang dimaksudkan dalam karya tari ini adalah perbedaan masyarakat golongan Paren dan Panyinyang dituangkan di dalam motif-motif anyaman tikar rotan. Karya tari Leto Manyam Kalong ditarikan oleh enam penari putri, dimana satu penari menggambarkan golonganParen, sedangkan lima penari lainnya menggambarkan golongan Panyin. Karya tari ini merupakan karya tari studi dramatik dan terinspirasi dari Budaya Seni tari Suku Dayak Kenyah, dengan gerak berdasarkan rangsang pada bentuk gerakan Tarian Kancet Leto. Kata kunci : Perbedaan sosial, Motif Anyaman Tikar, Leto Manyam Kalong
Motif Kain Tais Timor Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Busana Pesta
Kain tenun bagi masyarakat Timor dapat menunjukkan suatu status sosial yang tinggi.Kaum bangsawan Pemilik biasanya mewariskan kain tenun kepada generasi berikutnya.Kain-kain tenun yang paling tinggi nilainya diperlihatkan pada acara-acara perkawinan dan upacara adatl ainnya.Dalam upacara perkawinan juga terjadi pertukaran kainkain tenun adat dari pihak keluarga laki-laki dengan pihak keluarga perempuan.Kain tenun juga mempunyai nilai yang menentukan dalam aturan adat.Apabila ada pelanggaran terhadap aturan adat, akan dikenakan pembayaran denda yang harus dibayar dengan kain-kain adat. Peralatan tenun yang dipergunakan adalah alat tenun tradisional yaitu alat tenun gedongan. Terwujudnya karya seni merupakan visualisasi dari pikiran seorang seniman yang memiliki ekspresi jiwa dan diungkap dari suatu pemahaman yang diserap dalam pikiran maupun perasaan. Lewat pemahaman dari berbagai model yang diserap dalam pikiran maupun perasaan akan menimbulkan ide-ide baru yang tak terbatas, kemudian divisualiasiskan lewat simbol-simbol tertentu ke dalam wujud karya seni . Dalam data-data yang terkumpul, terdapat beberapa bentuk motif yang telah distilir dan dipergunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Untuk tujuan fungsional, motif telah distilir dalam hal hias-menghias pada pakaian dan acesoris, perhiasan dan lainnya. Selain itu, Untuk tujuan seni, motif tradisional Timorbelum pernah distilir dalam hal berkarya seni. Kata kunci : Motif, Tais Timor, kriya Seni, fashio
Benda-Benda Di Sekitar Kehidupan Ini Sebagai Inspirasi Dalam Seni Lukis
Tugas akhir ini merupakan karya ilmiah berupa tulisan laporan penciptaan karya seni rupa yang harus diselesaikan sebagai salah satu syarat guna menuntaskan studinya pada jenjang (s-1) mahasiswa Seni Rupa Institut Seni Indonesia. Karya seni tercipta tidak semata-mata hanya pemenuhan kesenangan dan keindahan, tetapi juga diharapkan memiliki arti dan berguna bagi orang lain. Salah satu contoh dengan memberi wacana maupun tambahan wawasan bagi dunia pendididikan dan apresiasi bagi masyarakat umum sehingga lebih bermanfaat dan tidak hanya menjadi penghias semata. Faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam perwujudan lukisan yaitu faktor latar belakang, lingkungan masyarakat, pendidikan, dan pengalaman pribadi, maupun interaksi di luar diri masing-masing, yang tidak bisa dilepaskan sebagai sumber inspirasi. Dapat disimpulkan bahwa proses pengerjaan tugas akhir yang berjudul “ Benda-benda di sekitar kehidupan ini menjadi sumber inspirasi dalam seni lukis” merupakan pengalaman sebagai pribadi yang mengamati dan terinspirasi dari benda-benda yang sederhana namun memiliki fungsi dan peran yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Benda-benda keseharian tersebut sebagai ungkapan pengalaman pribadi tentang benda-benda keseharian yang sering digunakan dalam lingkungan tempat tinggal, yang di ungkapkan ke dalam media lukisan. Pada kenyataannya benda-benda keseharian tersebut sangat dibutuhkan sebagai alat bantu dalam segala kegiatan yang dilakukan, terkadang tidak kita sadari bahwa benda yang sering dilihat bahkan sering kita gunakan begitu besar pengaruhnya terhadap keseharian kita. Oleh sebab itu ketertarikan terhadap benda-benda keseharian tersebut sangatlah wajar karena fungsinya sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Seperti karya yang dibuat yang berjudul „Teko dan Gelas‟ pada halaman 68 merupakan pengalaman yang didapat ketika bersinggungan dengan benda-benda tersebut. Dari segi bentuk teko dan gelas sangatlah sederhana akan tetapi memiliki fungsi yang begitu besar, karena kita sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun dengan benda-benda lainya yang berada di tempat tinggal terutama perabotan rumah tangga. Pada 20 lukisan yang bertemakan benda benda keseharian ini menunjukkan betapa benda-benda tersebut sangat bermanfaat dan berpengaruh terhadap kehidupan sehari hari. Ditinjau dari pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan “Benda-Benda di Sekitar Kehidupan ini Menjadi Inspirasi Dalam Seni Lukis” adalah pengalaman-pengalaman yang di dapat terhadap benda-benda tersebut yang sering digunakan di lingkungan tempat tinggal yang menjadi objek dalam lukisan.Mengandung nilai bahwa benda keseharian tersebut bermanfaat dan memberi pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari baik di dalam lingkungan sendiri maupun diluar lingkungan. Pengalaman itu menimbulkan ide dan gagasan yang kemudian dihadirkan ke dalam bentuk karya dua dimensional berupa lukisan, yang ditampilkan melalui pendekatan pointilis dan deformatif. Dengan mempertimbangkan segala aspek estetik meliputi estetik garis, warna, bentuk, bidang, tekstur dan komposisi yang disajikan secara artistik dan menurut kaedah-kaedah estetika penciptaan seni rupa. Tugas akhir ini mempunyai hubungan dalam kreativitas seni lukis yang dapat memberikan inspirasi dan pengembangan dalam sebuah gagasan yang sudah diungkapkan melalui 20 karya lukisan dalam berbagai ukuran dan media. Tugas akhir ini juga merupakan sebuah ungkapan maupun penyampaian satu permasalahan terhadap masyarakat ataupun yang bersifat personal. Dengan segala kekurangan yang ada, diharapkan laporan Tugas Akhir ini mampu memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan studi seni rupa murni dan segala karya yang dihasilkan serta dipamerkan dapat bermanfaat serta menambah kekayaan penciptaan karya seni lukis serta wacana dalam seni rupa Indonesia. Kata kunci : seni lukis, Benda, Kehidupan, visualisasi bend
Penerapan Modus Dorian Dalam Pembelajaran Improvisasi Dasar Jazz Bagi Gitaris Jazz Pemula Di Komunitas “Geisha Gita`”
Improvisasi jazz merupakan hal yang dirasa sulit bagi musisi otodidak seperti para personel komunitas Geisha Gita`. Mereka belum memiliki modal untuk berimprovisasi karena belum mengenal notasi angka maupun notasi balok, tidak dapat membaca tabulasi, belum memahami tangga nada diatonis dan modus. Akan tetapi ketertarikan mereka terhadap salah satu modus yaitu modus dorian sangatlah tinggi, oleh sebab itu penulis ingin memberi pengetahuan dan pembelajaran modus dorian untuk berimprovisasi bagi komunitas mereka. Melalui beberapa metode, yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode imitasi, metode tanya jawab, metode eksperimen dan metode latihan (drill), serta beberapa media seperti media audio visual dari youtube, media cetak dari beberapa modul pembelajaran tangga nada diatonis dan modus dorian, media gambar dan media papan tulis sangat efektif untuk mengajarkan cara berimprovisasi menggunakan modus dorian bagi mereka yang belum bisa membaca notasi dan tabulasi.Dengan metode-metode pembelajaran tersebut maka materi dapat tersampaikan dan mudah dipahami oleh para personel Geisha Gita`, sehingga mereka dapat menggunakan modus dorian yang sederhana dalam berimprovisasi jazz dasar. Kata kunci : Pembelajaran, gitar, doria