Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
Perancangan Interior Lobby, Restaurant, Dan Guestroom (Presidential Dan Royal Suite) Hotel Surya Yudha Banjarnegara
Banjarnegara merupakan kota kabupaten yang terletak di provinsi jawa tengah. Kota banjarnegara bersama dinas pariwisata pemerintah daerah Banjarnegara sedang mengembangkan sektor pariwisata, salah satu pendukungnya adalah Hotel Surya Yudha. Hotel surya yudha merupakan hotel bintang tiga pertama yang terletak di kota Banjarnegara, Jawa Tengah. Hotel ini didirikan sejak tahun 2009, dan resmi menjadi hotel bintang tiga pada tahun 2013. Seiring dengan berkembangnya pariwisata pada kota Banjarnegara, perancangan pada interior hotel ini mengangkat konsep locatural.Locatural merupakan kepanjangan dari local dan natural. Jadi locatural berarti perpaduan yang dihasilkan dari unsur lokal baik berupa material maupun warisan budaya dengan diterapkan pula unsur natural, yang juga diambil dari alam lokal Banjarnegara. Penerapan ini melibatkan penggunaan beberapa motif batik lokal, yaitu batik gumelem untuk diterapkan ke dalam interior ruang, baik sebagai elemen estetis maupun stilasi dalam bentuk furnitur. Penerapan ini diharapkan dapat memunculkan persepsi visual terhadap citra perusahaan demi mewujudkan visi perusahaan untuk menjadi pengelola hotel bintang tiga. Artikel ini akan membahas tentang konsep seperti apa yang akan diusung pada rancangan ini. Kata kunci : hotel, locatural, banjarnegar
Kerai
Kerai adalah karya tari yang memunculkan dua motif paling khas di Kerajaan Sadurengas Paser, Kalimantan Timur. Kerai memiliki arti yang sangat dalam sebagai pemaknaan untuk mewakili peninggalan dari Kerajaan Sadurengas yaitu Paser. Motif Lampinak dan Motif Pagar merupakan simbol kekuatan masyarakat Paser, kebersamaan dan solidaritas yang tinggi dalam masyarakat Paser. Kedua motif berkaitan erat dengan air yang mengalir. Makna tersebut dituangkan menjadi sebuah koreografi yang disajikan lewat tiga penari perempuan dan dua penari laki-laki dengan motif yang tergambar pada kostum penari, serta vidio pada setting yang khusus menggambarkan ciri khas motif Kerajaan Sadurengas Paser. Penyatuan dalam konsep ini dari ungkapan makna yang erat kaitannya dengan alam menjadi kesatuan yang kuat yaitu “Kerai” (satu). Hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia begitu kuat sejak dahulu hingga Kerajaan Sadurengas berdiri hingga sekarang. Motif Pagar, Motif Lampinak, dan Tari Rembara memiliki makna serta esensi yang kuat dalam bentuk karya tari sebagai persembahan untuk masyarakat Paser. Kata kunci : Motif Lampinak, Motif Pagar, Kerai
Efek Tempo Pada Background Musik Terhadap Kenyamanan Pengunjung Beans Lab Café Yogyakarta.
Penelitian ini mengulas tentang pendekatan interdisiplin ilmu musik dan psikologi, dalam penelitian ini objek material merupakan pengunjung Beans Lab Café Yogyakarta, sedangkan objek formal merupakan ilmu psikologi musik, karena hal tersebut penelitian ini bermaksud mengetahui tentang bagaimana tempo musik yang mampu mempengaruhi pengunjung agar merasa nyaman berada di Beans Lab Café Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode teoritikal serta menggunakan data kuantitatif untuk medukung penelitian. Pada akhir penelitian ini ditemukan hasil bahwa beberapa tempo musik yang diputar oleh Beans Lab Café, pengunjung lebih merasa nyaman dan menghabiskan waktunya lebih lama dengan menikmati musik yang bertempo lambat dan teratur. Kata kunci : efek tempo, musik, kenyamanan pegunjun
Visualisasi lagu lagu populer Iwan Fals dalam seni grafis
Mendengar adalah salah satu fungsi indrawi manusia, yang menyebabkan seseorang memahami arti sebuah kata-kata. Mengerti mengenai irama, sehingga dapat merekam berbagai pengalaman estetik melalui hal tersebut. Seringkali seseorang mendengarkan lagu, serta menghayati peran yang terdapat didalamnya, lalu diekpresikan dengan berbagai macam cara, seperti menangis, kegirangan, berjoget, dan lain sebagainya. Penulis juga merasakan hal yang serupa, serta menerapkannya sebagai inspirasi untuk berkarya. Pada intinya, berawal dari mendengar, seseorang bisa memperoleh pengalaman-pengalaman, yang dapat dimanfaatkan sebagai suatu penciptaan karya seni. Pada kesempatan kali ini, atas kegemaran mendengarkan lagu-lagu Iwan Fals, memberikan inspirasi bagi penulis, sehingga dapat tercipta suatu penciptaan karya seni grafis, menggambarkan tentang kisah yang terdapat dalam lagu-lagu tersebut. Karya-karya yang telah penulis garap diatas, merupakan wujud apresiasi nyata penulis, sebagai seorang penggemar lagu-lagu Iwan Fals, yang diekspresikan melalui berkarya seni grafis. Kata kunci : Visualisasi, lagu populer, Iwan Fal
Perancangan Kampanye Sosial : Bahaya Televisi Terhadap Anak Tanpa Pengawasan Orang tua
Kesadaran masyarakat Indonesia akan adanya pengaruh buruk tayangan televisi terhadap anak-anak masih sangat rendah. Orang tua cenderung membiarkan anak menonton tayangan televisi dengan bebas tanpa bimbingan dan pengawasan. Menonton televisi dianggap lebih aman daripada main di luar rumah yang mempunyai resiko cedera fisik atau yang lainnya. Anak–anak menonton apa saja yang ada di layar televisi, tidak peduli apakah acara tersebut ditujukan untuk kelompok usia mereka atau untuk orang dewasa. Ini disebabkan karena di satu sisi mereka miliki cukup banyak waktu, sementara acara yang khusus ditujukan untuk mereka sangat terbatas. Perancangan kampanye “Bahaya Televisi Terhadap Anak Tanpa Pengawasan Orangtua” dilakukan untuk menjawab permasalahan bahaya televisi tersebut, diperlukan sebuah tindakan untuk memberikan suatu komunikasi visual yang menginformasikan betapa pentingnya pendampingan terhadap anak ketika menonton televisi. Penulis mengemas sebuah kampanye melalui media iklan layanan masyarakat, yang disusun secara terarah dan menyeluruh (integrated) serta didukung konsep kreatif yang membangkitkan emosi audience tanpa mengabaikan faktor komunikasinya. Perancangan ini menggunakan metode analisis Target Audience yang meliputi Personifikasi Target Audience, Consumer Journey, Consumer Insight serta dipertajam dengan 5W + 1H (What, Who, Why,Where,When, dan How). Kegiatan kampanye ini tidak berhenti pada kontak media kampanye saja, namun memberi dampak dan berlanjut pada keseharian Target Audience. Lewat perancangan ini, dapat membuka wawasan secara detail bagaimana mendekatkan diri dan mempelajari perilaku dari Target Audience, dengan beberapa media yang sudah dipilih berdasarkan insight dari Consumer journey dianataranya berupa poster, majalah, surat kabar, brosur serta media pelengkap seperti pin, sticker, t-shirt, dan mug, yang nantinya media tersebut dapat bersinergi dengan gaya hidup dan keseharian Target Audience. Dalam perancangan ini diharapkan nantinya dapat memberikan pencerahan dan bentuk antisipasi dari para orangtua untuk selalu mengawasi, menjaga serta membimbing anaknya dalam menonton televisi, agar nantinya anak menjadi pribadi yang berkembang dan menjadi generasi anak bangsa yang berprestasi demi kemajuan bangsa Indonesia. Kata kunci : Televisi, Anak, Kampanye sosia
Kajian Komunikasi Pemasaran Terpadu (Imc) “Spakbor Becak Sebagai Unconventional Media Advertising Di Yogyakarta”
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yang menggambarkan situasi dan kondisi periklanan di Yogyakarta. Upaya untuk mendeskripsikan fakta di lapangan tidak hanya pada pengumpulan dan penyusunan data, tetapi meliputi juga analisa dan interpretasi tentang arti data yang dikaitkan dengan teori retorika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perusahaan yang mengiklankan produknya dengan memilih dan memanfaatkan media spakbor becak di Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui wawancara dan dokumentasi dalam bentuk audio dan visual dengan para narasumber, seperti pihak yang dianggap berkompeten dan pelaku langsung meliputi penarik becak, pemilik becak dan pengiklan yang menggunakan spakbor becak sebagai media promosi. Berdasarkan pertimbangan dan aktivitas yang dilakukan, sempel yang dipilih adalah iklan Warung Bakmi Jowo P.Jiko, Param Minyak Gosok Enggal Sehat, Rebranding Jogja Istimewa, Hotel Grand Aston Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perusahaan yang ada di Yogyakarta mulai sadar akan pentingnya kegiatan promosi. Perubahan dalam pemasaran modern menyebabkan perusahaan harus berupaya keras untuk teliti terhadap target konsumen dengan melakukan integrasi komunikasi pemasaran sehingga dapat membangun hubungan jangka panjang dalam memelihara dan memperkuat brand. Kata kunci : Komunikasi, pemasaran terpadu (IMC), beca
Perancangan Buku Fotografi Tentang Konservasi Alam Dan Sosial Budaya Di Taman Nasional Gunung Merapi Dalam Perspektif Ekowisata
Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi mempunyai pesona daya tarik wisata yang sangat indah dan menakjubkan, tidak hanya alamnya saja, tetapi juga sosial budaya masyarakat setempat yang menjadi potensi dan nilai jual tinggi sebagai daya tarik ekowisata. Prinsip dan pengembangan ekowisata lebih menekankan terhadap; 1) nilai pelestarian lingkungan serta budaya kehidupan masyarakat lokal, 2) nilai pendidikan yang dapat memberikan pengetahuan bagi wisatawan dan masyarakat, 3) nilai pariwisata yang dapat memberikan kesenangan dan hiburan serta peningkatan ekonomi masyarakat lokal dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Perancangan buku fotografi ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian serta dukungan terhadap perlindungan bentang lahan yang memiliki nilai biologis, ekologis dan nilai sejarah yang tinggi di Taman Nasional Gunung Merapi. Metode perancangan dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data verbal serta data visual. Berdasarkan data yang diperoleh, pengembangan ekowisata di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi tetap memiliki prospek yang baik mengingat adanya 3 hal pokok, yaitu: besarnya potensi wisata yang dimiliki, adanya pasar wisata yang cukup luas dan adanya ruang/peluang bagi pengembangan ekowisata yang disediakan. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis terdorong untuk menyusun buku fotografi tentang ekowisata di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang menampilkan unsur visual kekayaan alam, momentum tradisi, budaya dan eksotisme lingkungan lokal masyarakat setempat yang unik serta bernilai sejarah tinggi. Sehingga dengan dibuatnya buku ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang edukatif dalam pengembangan ekowisata dan mendorong masyarakat ikut berperan dalam mengelola kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dengan tujuan menyejahterakan seluruh masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kata kunci : Ekowisata, Taman Nasional, Gunung Merap
Perancangan Coffee Table Book Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta
Makanan menjadi salah satu unsur penting dalam mengambarkan sejarah dan budaya suatu daerah. Berbagai jenis makanan yang dihasilkan suatu daerah dapat dimaknai sebagai tolak ukur tingginya kebudayaan daerah tersebut. Salah satu contohnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memiliki aneka ragam jenis makanan tradisional. Hal ini dikarenakan DIY memiliki kondisi topografi yang beragam mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi sehingga berdampak pada citarasa makanannya. Salah satu jenis makanan DIY yang terkenal hingga mancanegara adalah jajanan tradisional. Jajanan tradisional dapat diartikan sebagai jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh golongan/etnik yang berada di suatu daerah, diolah berdasarkan resep secara turun – temurun dan menggunakan bahan baku setempat. Jajanan tradisional bukan semata-mata sebuah camilan saja, tetapi juga merupakan suatu karya seni boga. Saat ini keberadaan jajanan tradisional perlu dijaga kelestariannya agar tidak tergeser oleh makanan modern. Jajanan tradisional sebagai aset budaya tentunya menjadi hidangan favorit di negeri sendiri bahkan mendapat apresiasi dari wisatawan mancanegara. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat berakibat pada keberadaan jajanan tradisional yang mulai tersisih oleh makanan modern. Gencarnya iklan dan promosi makanan modern yang semakin menarik membuat masyarakat meninggalkan jajanan tradisional. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan sebuah pendokumentasian tentang jajanan tradisional yang merupakan hasil kebudayaan DIY. Peran Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam perancangan ini sangatlah penting, dimana DKV merancang visual agar terlihat menarik, efektif dan komunikatif. Pendokumentasian jajanan tradisional dilakukan dengan media coffee table book, yang didominasi oleh unsur visual dengan mengunakan teknik fotografi dalam buku. Hal ini bertujuan agar target audiens dapat dengan mudah mengenal dan memahami jajanan tradisonal. Coffee table book ini dibuat menarik dan mudah untuk dipahami agar dapat dijadikan referensi dalam menambah wawasan mengenai kuliner sekaligus membantu melestarikan warisan budaya. Kata kunci : DIY, Jajanan tradisional, Coffee table book
Perancangan Aplikasi Informasi Penyakit Stroke Pada Smartphone Berbasis Android
Stroke adalah penyakit yang menakutkan, dikenal sebagai penyebab kecacatan nomer 1 dan penyakit mematikan nomer 3 di dunia. Stroke merupakan jenis penyakit yang sering dijumpai di masyarakat modern, masyarakat yang memiliki gaya hidup tidak sehat, individu yang gila kerja, malas berolah raga, dan malas melakukan banyak hal secara manual karena sudah terlena dengan kecanggihan teknologi tanpa memikirkan resiko. Kondisi stroke di Indonesia semakin meningkat, tercatat prevalensi stroke tidak hanya menyerang usia lanjut namun juga menyerang usia produktif. Hingga saat ini pihak medis berupaya menyadarkan masyarakat melalui seminar, menerbitkan buku, jurnal dan artikel tentang stroke. Melihat kondisi masyarakat saat ini, masyarakat menginginkan informasi yang lebih praktis, dimana seseorang tidak harus mengunjungi seminar untuk mendapatkan informasi ataupun mengunjungi rumah sakit untuk melakukan tanya jawab terhadap dokter. Mengingat teknologi semakin canggih, kebutuhan teknologi semakin meningkat, membuat media informasi berbasis teknologi semakin diminati masyarakat. Salah satu media informasi yang sedang populer adalah aplikasi Android pada smartphone. Keunggulan aplikasi Android dari media lain, produk lebih praktis, penggunaan efektif dan lebih interaktif serta aplikasi dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia. Proses perancangan aplikasi dilakukan secara bertahap dengan konsep perancangan yang sudah tersusun serta memadukan unsur estetis dengan unsur visual, supaya media informasi mampu menjadi media alternatif yang mudah dipahami oleh pengguna. Kata kunci : Aplikasi, Android, Penyaki
Fungsi Tari Wura Bongi Monca Dalam Masyarakat Bima
Tari Wura Bongi Monca adalah tarian yang berasal dari daerah Bima. Tari Wura Bongi Monca merupakan tarian yang diciptakan oleh Siti Maryam Salahuddin pada tahun 1968. Tari Wura Bongi Monca dikategorikan sebagai tarian tradisi Bima yang ditarikan oleh remaja putri. Tari Wura Bongi Monca masuk dalam jenis tarian mpa’a na’e atau tarian untuk remaja putri yang berumur 14 tahun sampai mereka belum nikah. Tari Wura Bongi Monca memiliki tiga kata yang mempunyai tiga arti, Wura yang berarti menabur, Bongi yang berarti Beras sedangkan Monca memiliki arti Kuning. Jadi tari Wura Bongi Monca adalah tari menabur beras kuning yang ditarikan oleh remaja putri pada saat upacara penyambutan tamu Sebelum diciptakan tari ini, Wura Bongi Monca merupakan kebiasaan bagi masyarakat Bima pada saat menyambut tamu, kiri loko dan peta kapanca, pada masa kesultanan tradisi menyambut tamu dilakukan dengan cara Wura Bongi Monca oleh para gadis remaja yang merupakan keluarga dari Sultan, proses tersebut dilakukan dengan cara berdiri secara berjejer di depan pintu masuk Istana sambil Wura Bongi Monca kepada para tamu. Dengan melihat kebiasaan atau adat istiadat masyarakat Bima, Siti Maryam yang merupakan puteri dari Sultan R. Salahuddin mempunyai ide menciptakan suatu tarian untuk upacara penyambutan tamu, supaya tamu yang datang dapat mengenal kebudayaan Bima. Bagi masyarakat tarian ini juga dipertunjukkan di upacara pernikahan dan acara-acara besar yang di adakan oleh pemerintah kota Bima. Fungsi tari Wura Bongi Monca adalah sebagai tarian untuk upacara penyambutan tamu. Baik itu tamu dari luar daerah ataupun tamu penting yang ada di daerah Bima sendiri. Karena bagi masyarakat Bima tamu merupakan orang yang penting dan terhormat, masyarakat Bima mayoritas agama Islam, oleh sebab itu menurut ajaran Islam masyarakat tidak boleh memustukan tali silaturahmi dengan masyarakat yang lainnya. Kata kunci : Wura Bongi Monca, Bima, Penyambuta