Saraswati
Not a member yet
696 research outputs found
Sort by
Analisis Musikologis Penyajian Gondang Mula-Mula Pada Upacara Pernikahan Adat Batak Toba Di Yogyakarta
Gondang Mula-Mula adalah sebuah repertoar yang disajikan pada upacara adat Batak Toba, salah satunya adalah upacara pernikahan. Gondang Mula-Mula memiliki peranan yang penting di setiap upacara adat. Kemajuan jaman dan masuknya budaya baru pada masyarakat Batak Toba menimbulkan pergeseran makna sosial dan perubahan dalam bentuk musik. Penyajian Gondang Mula-Mula jaman dahulu berfungsi sebagai perantara manusia dengan Tuhan. Pada masa kini penyajian Gondang Mula-Mula berfungsi sebagai pendahuluan di upacara adat. Penyajian Gondang Mula-Mula tradisional diiringi oleh ansambel gondang sabangunan. Pengaruh perubahan sosial pada masyarakat Batak Toba menyebabkan ansambel gondang sabangunan sudah jarang dipakai di upacara pernikahan, khususnya di Yogyakarta. Penyajian Gondang Mula-Mula pada upacara pernikahan di Yogyakarta diiringi oleh instrumen modern dan beberapa instrumen dari gondang sabangunan. Penyajian Gondang Mula-Mula yang diiringi oleh ansambel gondang sabangunan yang lengkap sudah sangat jarang ditemukan. Kehadiran instrumen modern pada penyajian Gondang Mula-Mula masa kini menyebabkan perubahan bentuk musik. Bentuk musik Gondang Mula-Mula pada masa kini telah menyesuaikan dengan instrumen pengiring yang dipakai. Masyarakat Batak Toba khususnya di Yogyakarta sebagian besar lebih tertarik pada penyajian Gondang Mula-Mula modern dibandingkan dengan versi tradisional yang merupakan wujud kebudayaan Batak Toba. Kata kunci : gondang Mula-Mula, perubahan, pernikaha
Nilai Yang Melekat Pada Pakaian Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis
Setelah semuanya dijelaskan mengenai konsep perwujudan yang telahdibuat, maka dari penulisan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa “Nilai yang Melekat pada Pakaian sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis” adalah representasi atas bentuk dan sifat yang terkandung di dalam pakaian yang penulis amati dan kemudian dijadikan stimulan awal untuk melakukan respon atas fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, hingga kemudian dari proses tersebut landasan dasar sebagai konsep perwujudan untuk menciptakan karya seni lukis dapat terwujud. Melalui tahapan tersebut kemudian dapat diambil kesimpulan kembali, bahwa terciptanya karya seni tidak hanya semata-mata untuk pemenuhan hasrat pribadi penciptanya, namun di dalamnya terkandung unsur moral yang bisa memiliki arti dan kegunaan bagi orang lain. Sebagai contoh nyata adalah selain sebagai penghias, karya seni dapat menambah wawasan yang semakin luas, dan terciptanya karya seni juga dapat menimbulkan kesadaran atas fenomena sosial yang terjadi dan melihat dengan sudut pandang yang bervariasi melalui wacana-wacana yang disampaikan penulis dengan karya seni lukis sehingga tahu sikap seperti apa yang sebaiknya dilakukan menanggapi hal-hal tersebut. Nilai pada pakaian di sini sebagai ungkapan bentuk simbolik perpanjangan dari diri atau gambaran jiwa manusia dengan menyampaikan nilai yang melekat di dalam pakaian tersebut sebagai sifat-sifat yang terkandung di dalamnya. Judul “Nilai yang Melekat pada Pakaian sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis” menjadi penting sebagai penyatuan pemikiran antara penulis maupun penonton agar karya seni lukis yang disajikan bisa menyampaikan dengan sebaik mungkin pesan maupun gagasan di dalamnya, karena penulis sadar selama ini karya seni yang dihadirkan sebagai bagian dari sebuah tema pameran Tugas Akhir khususnya terkesan sangat ‘privat’, dalam artian perupa selalu menghadirkan tema yang menjadi bagian dari dirinya sendiri dimana orang lain terkadang hanya sebagai bagian dari ‘penonton’ yang tak tahu akan apa yang ingin disampaikan melalui karya seni lukis tersebut. Dalam setiap proses perwujudan tentu tidaklah semuanya berjalan lancar, terkadang kendala-kendala terjadi selama proses tersebut. Adanya kendala yang dialami penulis selama proses pembuatan karya adalah dari segi teknik, yaitu teknik transparan yang digunakan cukup menyulitkan penulis karena rentan waktu mengeringnya cat pada medium kertas terbilang cepat, sehingga penulis cukup kesulitan mengatur tone pewarnaan objek yang dilukis. Permasalahan selanjutnya adalah mengenai karya, Tugas Akhir ini penulis menyajikan 20 karya lukisan yang dibuat antara tahun 2014 sampai 2015 di antaranya terdapat sebanyak 5 karya seni lukis lanjut II dan 15 karya baru. Semua karya yang ditampilkan bagi penulis sudah dirasa optimal dan sudah mewakilkan konsep yang diangkat, namun terdapat satu karya yang dirasa penulis paling optimal yaitu karya yang berjudul “Semangat Besar Generasi Kecil” di mana karya ini merepresentasikan nilai pakaian dengan sangat optimal, bercerita tentang semangat yang besar pada generasi kecil untuk bisa menjadi seorang yang bercita-cita besar. Demikian laporan Tugas Akhir ini penulis buat. Kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk membangun diri penulis menjadi lebih baik lagi, kurang lebihnya penulis meminta maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini. Dan dengan segala kekurangan yang ada dalam Tugas Akhir ini, diharapkan laporan ini mampu memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan studi Seni Rupa Murni serta dapat bermafaat sebagai tambahan wacana dalam dunia seni rupa Indonesia. Kata kunci : Pakaian, fashion, busan
Metode Pembelajaran Karawitan Pada Anak Di Grup Karawitan Tirta Kencana Pimpinan Saryanto Di Desa Mangir, Bantul, Yogyakarta
Tirta Kencana adalah sebuah grup karawitan yang berasal dari desa Mangir kabupaten Bantul, Yogyakarta. Grup karawitan ini memiliki keunikan karena anggota pemainnya adalah anak-anak. Grup karawitan ini dilatih oleh seorang pengrawit bernama Saryanto. Metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto untuk melatih anak-anak didiknya cukup menarik karena mampu membuat anak-anak didiknya menggemari karawitan dan gamelan. Ini adalah salah satu upaya menangkal efek negatif globalisasi yang meredupkan eksistensi seni karawitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif agar dapat mengetahui sistematis fakta dan karakteristik dari grup Tirta Kencana dengan tepat dan apa adanya. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto di grup karawitan Tirta Kencana selaras dengan pemaparan Djohan mengenai pendidikan musik dini untuk anak. Metode yang diterapkan Saryanto juga sama dengan metode pembelajaran yang digagas oleh pakar pembelajaran musik Shinichi Suzuki. Metode pembelajaran tersebut mengedepankan proses pengasahan ‘musical ear’ atau ‘telinga musikal’ anakanak sebelum proses belajar membaca notasi. Metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto di Tirta Kencana juga menggabungkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai dengan metode pembelajaran yang dipaparkan oleh David A.Jacobsen, Paul Eggen dan Donald Kauchak. Kata kunci : karawitan, anak, metode pembelajara
Analisis Koreografi Tari Rampak Bedug Harum Sari Kabupaten Pandeglang
Tari Rampak Bedug Harum Sari sangat populer di Provinsi Banten khususnya Kabupaten Pandeglang. Tari ini merupakan sebuah tarian yang gerakannya memanfaatkan sikap-sikap gerak pencak silat dalam memainkan bedug. Tari Rampak Bedug Harum Sari ditarikan oleh sepuluh penari yang terdiri dari lima penari laki-laki dan lima penari perempuan. Tari Rampak Bedug Harum Sari memiliki beberapa motif gerak tari yaitu catrok, selut, gebrak, gojlok, gilas kombinasi, ping-ping cak-cak, haji salam. Motif gerak tersebut dapat dilakukan oleh penari laki-laki maupun perempuan. Bentuk tari Rampak Bedug Harum Sari secara keseluruhan dapat terlihat dari keutuhan atau kesatuan pada tari ini yaitu adanya nilai kekompakan serta kebersamaan. Hal ini terlihat dari beberapa motif gerak yang didominasi dengan gerakan rampak dan pola-pola lantai yang digambarkan dengan garis-garis lurus simetris yang memiliki arti kebersamaan. Teknik dalam tari Rampak Bedug Harum Sari melibatkan teknik bentuk, teknik medium dan teknik instrumen. Dalam hal ini teknik pada tari Rampak Bedug Harum Sari memberikan kontribusi bagaimana cara bergerak, cara memainkan bedug serta bagaimana gerak yang satu dengan gerak yang lainnya dapat saling berkaitan. Isi dari tari Rampak Bedug Harum Sari yakni berawal dari filosofi tentang alat musik bedug, kebiasaan masyarakat setempat, dan tari rampak bedug itu sendiri yang dapat menciptakan nilai-nilai kebersamaan. Kata kunci : Rampak Bedug, Harum Sari, Koreograf
Perancangan Interior Restoran Mayang Tirta Gembira Loka Zoo Di Yogyakarta
Mayang Tirta merupakan restoran yang terletak di danau buatan kompleks Gembira Loka Zoo di Yogyakarta. Bangunan restoran yang berbentuk arsitektural menyerupai kapal ini dapat memfasilitasi beragam fungsi, di antaranya sebagai restoran, ruang rapat, wahana wisata air, panggung, serta hall. Restoran dengan target pengunjung keluarga dinilai dalam hampir keseluruhan aspek, mulai dari rasa makanan, harga, pelayanan, hingga bagian terpenting yaitu suasana restoran. Mayang Tirta yang terletak di area wisata memiliki potensi untuk mendukung sarana rekreasi keluarga di Gembira Loka Zoo sebagai objek wisata keluarga. Perancangan interior restoran Mayang Tirta bertujuan mendesain restoran bertema nautikal yang dikemas dalam gaya Post-modern yang diterapkan pada elemen pembentuk dan pengisi ruang. Area yang termasuk dalam lingkup perancangan di antaranya area makan, dapur, tangga, beranda, ruang rapat, jembatan penghubung, stage, dermaga dan area tiket. Perancangan ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan pengguna akan keamanan serta kenyamanan, memudahkan serta mendukung kinerja pengelola dalam melayani konsumen, serta meningkatkan citra restoran Mayang Tirta sehingga turut menjadi daya tarik signifikan bagi Gembira Loka. Kata kunci : interior, restoran, Post-moder
Teknik Fill In Flash Photography Dalam Produk Fashion Dirty Dumb
Fotografi merupakan sebuah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sejak ditemukannya prinsip awal fotografi seperti halnya fashion yang telah berkembang sedemikian rupa sampai sekarang. Dirty Dumb adalah salah satu merek dagang produsen fashion yang menggunakan media fotografi sebagai media promosi yang efektif. Visualisasi fotografi sebagai media promosi produk fashion Dirty Dumb sangatlah penting agar penyampaian pesan dapat membuahkan hasil secara maksimal dan diterima oleh khalayak. Bidang khusus yang dapat mewujudkan hal tersebut adalah fotografi komersial, yaitu dengan teknik fill in flash disertai dengan tata artistik yang baik. Dalam upaya mewujudkan foto yang bernuansa estetis namun tetap sarat akan nilai jual, teknik fill in flash merupakan salah satu solusi melalui tata letak dan intensitas cahaya demi memunculkan detail, dimensi yang baik, dan sifatnya yang efektif untuk memberikan product knowledge tentang karakter brand image Dirty Dumb kepada calon konsumen. Kata kunci : Fill in flash, Produk, Dirty dum
Perancangan Karakter Game dengan Tema Hewan Khas Indonesia Untuk Anak-Anak
Indonesia merupakan Negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, selain itu terdapat hewan dan tumbuhan langka serta spesies endemik. Hewan langka di indonesia kian lama kian berkurang, ini di sebabkan oleh beberapa faktor mulai dari faktor lingkungan dan kurangnya kepedulian dari manusia. Pelestarian hewan langka adalah tanggung jawab semua pihak. Hal ini terkait dengan kondisi bahwa manusia adalah salah satu pihak yang memiliki peran terbesar dalam proses musnahnya beberapa jenis spesies hewan. Namun Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan pelestarian hewan menjadi penyebab utama terjadinya kepunahan pada hewan-hewan endemik di Indonesia. Anak-anak sebagai generasi penerus perlu adanya pengenalan tentang satwa-satwa khas Indonesia sebagai upaya pelestarian di masa yang akan datang. Game adalah salah satu hiburan yang sangat menyenangkan untuk anak-anak, bagi anak-anak game merupakan aktivitas yang mengasyikan dan membuat hati menjadi senang. Game bukan hanya sebagai sarana hiburan namun juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi. Perancangan karakter game untuk anak-anak dirasa sangat tepat untuk dapat memberikan edukasi tentang pentingnya kelestarian binatang langka untuk tetap hidup di habitatnya. Game akan dibuat dengan genre Action-adventure menggunakan format 2 Dimensi, selain itu grafik sederhana yang terdapat pada game 2 dimensi akan sangat mudah diterima anak – anak sebagai target audience. Kata kunci : Hewan Khas Indonesia, Hewan Endemik, Karakte
Persoalan Dalam Keluarga Sebagai Tema Penciptaan Seni Lukis
Persoalan kehidupan dalam keluarga dijadikan sebagai stimulan awal untuk menciptakan lukisan, setiap persoalan yang ada dalam kehidupan berkeluarga, penulis visualisasikan ke dalam lukisan dengan objek utama figur peran dalam keluarga (pentokohan) yang dikemas dengan gaya realistik. Kebanyakan dari objek lukisan penulis menampilkan peran dalam keluarga karena menurut penulis merupakan pelaku dan sebagai penanda bagi konteks keluarga tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan akan berkembang dengan objek-objek tertentu yang mewakili suatu peran dalam keluarga yang divisualisasikan melalui proses simbolisasi. Kata kunci : persoalan, keluarga, tema lukisa
Perancangan Buku Ilustrasi "Jarene : Ajaran Budi Pekerti Bagi Anak"
Suku Jawa merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia. Suku Jawa juga terkenal dengan kekayaan budayanya. Selain batik dan wayang, salah satu budaya yang menarik adalah gugon tuhon. Gugon tuhon yang dalam bahasa Indonesia adalah Pamali Jawa ini merupakan budaya lisan yang tersebar dari mulut ke mulut. Gugon tuhon adalah sebuah teguran orang tua kepada anaknya atau orang lain yang disamarkan menggunakan sanepa atau kiasan. Saat ini Gugon tuhon merupakan salah satu budaya lisan Jawa yang mulai dilupakan. Salah satu penyebab dilupakanya gugon tuhon adalah Kemajuan teknologi yang begitu pesat, sehingga membuat pemikiran masyarakat menjadi lebih realistis dan rasional. Hal-hal tersebut membuat masyarakat menjadi tidak percaya lagi dengan gugon tuhon dan menganggapnya sebagai hal yang tabu. Kemajuan teknologi juga berpengaruh pada mudahnya budaya dari luar Indonesia untuk masuk dan sedikit demi sedikit menggeser budaya asli Indonesia. Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka yang ditakutkan adalah budaya gugon tuhon akan benar-benar menghilang. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka dibuatlah sebuah buku ilustrasi yang memiliki tujuan sebagai media dokumentasi dan melestarikan budaya lisan gugon tuhon yang saat ini mulai dilupakan keberadaanya. Melalui perancangan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat atau target audience akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lisan gugon tuhon. Perancangan ini juga diharapkan dapat mengenalkan dan menambah wawasan bagi masyarakat terhadap gugon tuhon. Kata kunci : Buku Ilustrasi, Budaya lisan Jawa, Gugon Tuho
Kreasi Motif Batik Gaya Pekalongan Pada Penciptaan Tas Wanita
Pekalongan adalah salah satu daerah di propinsi Jawa Tengah yang merupakan penghasil batik yang memiliki perkembangan cukup pesat. Sejak era tahun 1800-an, masyarakat di Pekalongan memang sudah memiliki tradisi untuk memproduksi kain dengan motif batik yang digunakan sebagai bahan sandang. Dilihat dari jenis motifnya, batik di Pekalongan terpengaruh oleh akulturasi budaya luar, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa motif, seperti hokokai yang terpengaruh oleh kebudayaan Jepang, jlamprang yang terpengaruh oleh budaya Indiadan Arab, serta buketan yang dipengaruhi oleh kebudayaan Belanda. Dari keberagaman motif yang ada di dalam batik Pekalongan, penulis menggagas sebuah ide untuk mengkreasikannya dalam penciptaan tas wanita jenis tas hand bag. Dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini, penulis akan melakukan studi pustaka dan observasisebagai metode pengumpulan data. Observasidilakukan untuk mengetahui lebih luas mengenai motif batik Pekalongan, serta metode penciptaan dan metode pendekatan estetis, ergonomis dalam proses perwujudan karya. Bahan utama yang digunakan adalah kain batik hasil kreasi penulis, lalu dikombinasikan dengan bahan kulit sapi dengan menggunakan teknik jahit. Kata kunci : Batik Pekalongan, Tas Wanita, moti