E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
YAKINKAH DENGAN ADANYA PERUBAHAN IKLIM?
Abstrak: Studi awal ini mengarahkan pada keyakinan individu terkait dengan permasalahan perubahan iklim yang serta perilaku pro lingkungan sebagai bentuk respon terhadap keyakinan tersebut. Responden dalam penelitian ini melibatkan para mahasiswa dengan total 292 responden.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi dengan memberikan pertanyaan terbuka terhadap para responden berkaitan dengan pertama “apakah meyakini bahwa perubahan iklim sedang terjadi saat ini?; kedua “kondisi seperti apa yang anda rasakan atau lihat sebagai indikator bahwa perubahan iklim sedang terjadi?; ketiga “seperti apa sajakah seharusnya bentuk perilaku pro lingkungan itu?â€; keempat “bentuk pro lingkungan seperti apa yang sudah anda lakukan saat ini?â€. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94% responden menyakini bahwa perubahan iklim sedang terjadi dan 6% meyakini tidak ada namanya perubahan iklim. Keyakinan akan terjadinya perubahan iklim didasarkan pada beberapa indikator yang dirasakan yaitu 44,18% respondenmengarahkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, 26,03% responden mengarahkan pada suhu yang meningkat, 5,28% responden mengarahkan pada kualitas udara yang buruk, 4,45% mengarahkan pada frekuensi hujan yang meningkat, 2,39% mengarahkan pada kondisi fisikyang mudah sakit, 1,37% mengarahkan pada informasi mengenai mencairnya es di kutub, 1,37% mengarahkan pada meningkatnya intensitas bencana saat ini. Berdasarkan pada keyakinan tersebut, sebagai bentuk respon dalam bentuk pengetahuan dan perilaku pro lingkungan yang menjadi fokus responden (mayoritas) masih berada dalam tahap perilaku keseharian individu yang berpusat pada dirinya (membuang sampah pada tempatnya, pengelolaan sampah melalui3R, hemat penggunaan air dan listrik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, konsumsi yang pro lingkungan) dibandingkan terlibat secara aktif dalam gerakan atau komunitas maupun berperan lebih jauh secara kebijakan maupun politis.Â
EFEKTIVITAS JURNAL KEBAHAGIAAN DALAM MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA ANAK JALANAN
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas jurnal kebahagiaan dalam meningkatkan self esteem pada anak jalanan. Peneliti menggunakan alat ukur self liking self competence scale revised (SLCS-R) untuk mengukur self esteem. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one-group prestest-posttest design. Responden pada penelitian ini sebanyak lima orang dan merupakan anak jalanan. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis The Wilcoxon signed-rank t-test dan didapatkan hasil p=0,042 (p< 0,05). Hasil penelitianmenunjukkan jurnal kebahagiaan efektif dalam meningkatkan self esteem pada anak jalanan
PENANGANAN GEJALA TRAUMATIK DENGAN TERAPI EMDR (EYE MOVEMENT DESENSITIZATION AND REPROCESSING) PADA NARAPIDANA WANITA DI LAPAS KELAS IIA BANDUNG, JAWA BARAT
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kondisi para narapidana wanita yangmengalami kejadian penuh stres selama perjalanan kehidupan mereka. Tujuan daripenelitan ini adalah untuk untuk mendapat gambaran tentang perubahan gejala-gejalatraumatik dengan menggunakan terapi EMDR pada narapidana wanita,di Lapas WanitaKelas IIA, Bandung. Target yang diharapkan adalah terjadinya penurunan gejala-gejalatraumatik pada narapidana wanita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode eksperimental dengan desain a simple pretest-posttest design yaitu rancanganpenelitian yang mengukur perilaku sebelum dan sesudah treatment. Assessment dilakukandengan mengukur kondisi traumatik responden menggunakan kuesionair IES (ImpactEvent Scale) dan SRQ (Self Reporting Questionaire), yang bertujuan untuk menentukankategori gejala traumatik responden. Terapi EMDR diberikan kepada 7 narapidana wanitayang menunjukkan tingkat traumatik kategori tinggi. Terapi diberikan sebanyak 4 kali sesi/pertemuan, dimana masing-masing sesi terdiri dari 8 tahapan (Shapiro, 1995). Setelah terapidilakukan assessment kembali menggunakan IES dan SRQ untuk mengetahui penurunangejala traumatik yang dialami narapidanan wanita. Hasil menunjukkan terjadi penurunangejala traumatik pada ke-6 responden, dan hanya ada 1 orang responden yang mengalamipeningkatan skor gejala traumatik. Uji statistik Wilcoxon dilakukan untuk mengetahuisignifikansi perbedaan skor gejala traumatik sebelum dan sesudah terapi. Berdasarkanhasil uji statistik Wilcoxon dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05 di peroleh nilaiasymp. Sig (0,028) < 0,05, maka tolak H . Dari hasil tersebut dapat dinyatakan terdapatperbedaan yang signifikan antara skor gejala traumatik sebelum dan sesudah terapi EMDR.Artinya terapi EMDR dapat menurunkan gejala traumatik pada responden narapidanawanita Lapas kelas IIA, Bandung
STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI BALI
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stigma yang disandang oleh ODGJ dan anggota keluarganya, serta dampaknya bagi kesejahteraan hidupnya. Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kualitatif-grounded theory dengan menggunakan teknik pengumpulan data in-depth interview semi terstruktur, observasi non-partisipan dan dokumen pendukung terhadap anggota keluarga (n= 20) dan ODGJ (n=12) serta masyarakat (n=35) yang memiliki variasi jeniskelamin, pendidikan, pekerjaan, dan domisili digunakan untuk mendapatkan data penelitian ini. Data tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan teknik theoretical coding dan disajikan menjadi tema-tema kunci yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan penelitian. Hasilpenelitian ini menggambarkan bahwa stigma yang diterima oleh ODGJ dan anggota keluarganya memengaruhi pengobatan medis yang dilakukan untuk memulihkan kondisi ODGJ. Semakin sedikit stigma yang diterima, semakin cepat dan berkelanjutan pengobatan medis yang dilakukan
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS DAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN KEPUASAN HIDUP PADA REMAJA AKHIR
Abstrak: Kepuasan hidup adalah hasil pencapaian seseorang dalam memenuhikebutuhan hidupnya. Setiap orang mempunyai dorongan hakiki untuk dapat memenuhikebutuhan hidupnya dengan sebaik-baiknya. Kepuasan hidup erat kaitannya denganpenerapan orangtua dalam mengasuh anak-anak di rumah. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis, kewirausahaan dan kepuasanhidup pada remaja akhir. Pengambilan data dengan menggunakan alat ukur berupaangket pola asuh demokratis, kewirausahaan dan kepuasan hidup. Data terkumpulsebanyak 45 orang remaja akhir dan dianalisis dengan uji korelasi ganda. Ditemukanbahwa ada hubungan antara pola asuh demokratis dengan kewirausahaan, adahubungan antara pola asuh demokratis dengan kepuasan hidup signifikan. Namuntidak ada hubungan antara kewirausahaan dengan kepuasan hidup pada remaja akhir.Kata kunci: pola asuh demokratis, kewirausahaan, kepuasan hidup, dan remaja akhir
HUBUNGAN PERILAKU PROAKTIF TERHADAP INTENSI TURNOVER PADA MANAGEMENT TRAINEE PT “Xâ€
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan dari peningkatan perilaku proaktif dengan intensi turnover pada Management Trainee (MT) di PT “Xâ€. Pengukuran awal dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perilaku proaktif dengan intensi turnover pada MT, dari 15 orang MT ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku proaktif dengan intensi turnover pada MT di PT “X†dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0.51* dan nilai signifikansi 0.01 (p<0.05). Dari hasil data tersebut dilihat MT menunjukan perilaku proaktif yang rendah dan intensi turnover yang tinggi. Oleh karena itu peneliti mengusulkan program coaching untuk meningkatkan perilaku proaktif yang diharapkan dapat menurunkan intensi turnover pada MT di PT “Xâ
PENGARUH TERAPI ZIKIR TERHADAP PENURUNAN STRES PADA MAHASISWA MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI
Abstrak: Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek atau manfaat dari terapizikir dalam menangani stres yang terjadi pada mahasiswa di level magister profesi, hal inidilandasi karena mahasiswa dengan berbagai pera
MENGAPA KEHADIRAN ORANG LAIN DAN ADANYA ALAT KOMUNIKASI MENJADI HAL YANG PALING BERMAKNA PADA ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI BALI?
Abstrak: Sesuai undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2012 yang mengatur tentang sistem peradilan pada anak, bahwa pelaku tindakan-tindakan kenakalan remaja yang berusia 12 tahun atau kurang dari 18 tahun yang terbukti bersalah, akan diberikan pembinaan dan dididik di dalam lembaga pemasyarakatan khusus anak, seperti Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIB yang terletak di daerah Karangasem, Bali dengan sebutan anak yang berkonflik dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hal apa yang dianggap paling bermakna bagi anak yang berkonflik dengan hukum. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan kebermaknaan hidup itu sendiri menjadi pusat dari fenomena tersebut. Temuan utama dalampenelitian ini adalah: (1) kehadiran orang lain (2) keberadaan alat komunikasi, merupakan hal yang paling bermakna bagi anak yang berkonflik dengan hukum di Bali.Kata Kunci: kehadiran orang Lain, kebermaknaan hidup, anak pidana di Bal
KESELAMATAN DALAM BERKENDARA: KAJIAN TERKAIT DENGAN USIA DAN JENIS KELAMIN PADA PENGENDARA
Abstrak: Jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah kendaraan ini ternyata juga didapati jumlah kecelakaan yang cukup tinggi di jalan raya. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kecelakaan di jalan diantaranya adalah perilaku berkendara yang tidak memperhatikan keselamatan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menelaah bagaimana factor usia dan jenis kelamin dapat mempengaruhi perilaku keselamatan dalam berkendara. Pembahasan dalam artikel ini akan diawali dengan gambaran keselamatan berkendara yang erat kaitannya dengan munculnya kecelakaan di jalanan serta gambaran bagaimana faktor usia dan jenis kelamin terkait dengan keselamatan dalam berkendara.Kata kunci: Keselamatan berkendara, kecelakaan dalam berkendara, usia, jenis kelami
DINAMIKA RASA MALU PADA REMAJA PUBERTAS
Abstrak: Perubahan fisik, kognitif dan psikososial remaja merupakan tanda masa pubertas. Secara psikologi, perubahan terjadi untuk membentuk identitas dengan menyelesaikan persoalan seperti pemilihan nilai moral dalam hidup. Rasa malu merupakan salah satu nilai moral yang dapat berperan dalam pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika rasa malu remaja pubertas terkait kapan merasa malu dan tidak. Responden penelitian ini berjumlah 7 orang, terdiri dari 2 remaja laki-laki yang sudah mengalami mimpi basah dan 5 remaja perempuan yang sudah mengalami menstruasi berasal dari Mengwi dan Denpasar yang bersedia berpartisipasi dalam wawancara kelompok dan mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan remaja malu ketika ditertawakan, darah menstruasinya merembes hingga terlihat pada rok sekolahnya saat menstruasi, melakukan kesalahan, menyebutkan nama idola dan dihukum serta kurang percaya diri ketika bertemu dengan orang baru. Semua kondisi tersebut membuat remaja merasa malu apabila melibatkan kehadiran orang lain. Tanpa kehadiran orang lain, kondisi seperti kegagalan yang dialami tidak memunculkan rasa malu. Kehadiran orang lain merupakan penyebab perbedaan maupun perasaan berbeda dari orang lain sehingga individu merasa malu. Selain itu, responden tidak merasa malu ketika bersama dengan teman-teman dekat, mampu beradaptasi dengan orang baru, berprestasi dan dipuji serta memiliki kegiatan positif seperti ekstrakulikuler. Individu memunculkan beberapa respon ketika merasa malu yaitu cuek, menghindari situasi yang menyebabkan malu dan bangkit, serta melawan orang yang menyebabkan malu. Ada yang diam sementara sebelum kembali berinteraksi dengan teman, mencari dukungan, tetap percaya diri, dan tertawa. Namun, ada juga yang gugup, grogi, muka merah, salah tingkah, ngambek, menunjukkan kekecewaan dan terpaksa jujur kepada teman, serta sedikit menangis.Kata Kunci: malu, pubertas, situas