E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI YAYASAN GINJAL DIATRANS INDONESIA
AbstrakPenyakit gagal ginjal kronis (GGK) adalah kerusakan fungsi ginjal yang progresif, yang akhirnya dapat berakibat fatal pada uremis (kelebihan urea dan sampah nitrogen di dalam darah). Salah satu metode pengobatan GGK adalah menjalani hemodialisa atau cuci darah. Penyakit GGK maupun pengobatannya menimbulkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan penderitanya, diantaranya adalah kehilangan pekerjaan. Dari 4123 orang yang menjalani hemodialisis di USA, Eropa dan Jepang, hanya terdapat 21% di Amerika, 30% di Eropa dan 55% di Jepang pasienyang masih bekerja dari total keseluruhan. Kualitas hidup adalah konsep multidimensional yang terkait dengan persepsi dan evaluasi subjek mengenai kehidupannya. Banyak hal yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang salah satunya adalah pekerjaan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk melihat perbedaan kualitas hidup pasien GGK yang bekerja dan tidak bekerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi adalah seluruh pasien GGK yang menjalani hemodialisa di Yayasan Ginjal Diatrans Indonesia. Sampel diperoleh dengan cara purposive sampling. Jumlah subyek dalam penelitian adalah 149 orang. Data kualitas hidup diperoleh dengan menggunakan kuesioner KDQOL-SF 36 dan data status pekerjaan diperoleh dari data demografis. Pada hasil penelitian ditemukan bahwa proposi pasien GGK yang bekerja sebanyak 39,4% dan yang tidakbekerja sebanyak 60,4%. Rata-rata skor KDQOL-SF 36 pasien adalah 58.07 (SD=19.52). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan skor kualitas hidup antara pasien yang bekerja dengan pasien tidak bekerja (p<0.05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa terdapat perbedaan antara kualitas hidup pasien GGK yang bekerja dan tidak bekerja. Pasien GGK yang bekerja memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibanding yang tidak bekerja. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pekerjaan dengan persepsi umum pasien mengenaikesehatannya secara fisik dan mental. Pada pasien GGK yang bekerja cenderung tidak terbebani hidupnya seperti pasien yang tidak bekerja.Kata kunci : Gagal Ginjal Kronis, Kualitas Hidu
GAMBARAN KARAKTER DAN ASPIRASI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR (UNM)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakter mahasiswa psikologi dan mengekplorasi aspirasi mahasiswa dalam pengembangan pendidikan karakter di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 118 Mahasiswa Psikologi. Metode pengumpulan data menggunakan angket terbuka dan diperdalam dengan Focus Group Discussion (FGD) pada beberapa mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran karakter mahasiswa psikologi: Secara kuantitatif, mahasiswa mampu menyebutkan karakter positif (76) lebih banyak dibandingkan dengan karakter negative (66). Karakter yang khas pada Mahasiswa fakultas psikologi adalah sikap kekeluargaan yang cukup kuat. Beberapa mahasiswa merasa bahwa proses perkuliahan mahasiswa dapat menumbuh kepercayaan diri, melatih komunikasi dan berpikir analisis dan kritis. Disamping itu, kegiatan kemahasiswaan juga mampu memberikan kontribusi dalam pembelajaran berorganisasi, interaksi sosial dan kepemimpinan. Aspirasi mahasiswa tentang pendidikan karakter kurang berkembang secara optimal karena merasa bahwa pengembangan karakter yang dilakukan di kampus juga sangat minim.Kata Kunci: Aspirasi,Pendidikan karakte
KETERKAITAN ANTARA PELANGGARAN LALU-LINTAS DAN MOTIVASI KESELAMATAN PADA PENGEMUDI
Abstrak: Transportasi umum sudah menjadi transportasi yang vital. Namun fenomenanya transportasi umum yang digunakan oleh masyarakat tidak lagi mengutamakan kedisiplinan dalam berlalu-lintas dengan cara melakukan pelanggaran, maka sudah pasti risiko untuk kecelakaanlebih besar dan hal itu dapat merugikan pengemudi, penumpang ataupun pengguna jalan yang lain.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan motivasi keselamatan internal atau eksternal yang lebih berpengaruh pada pelanggaran lalu lintas. Metode yang digunakan yaitu kuantitatifkomparatif, pengambilan data menggunakan skala motivasi keselamatan dan skala pelanggaran lalul-lintas. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dan didapat responden sebanyak 100 pengemudi bus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikanpada motivasi keselamatan yang diketahui dengan membandingkan hasil uji anova nilai sig (0,000) dengan taraf signifikansi (0,000< 0,05). Dalam penelitian ini motivasi keselamatan eksternal lebih banyak memiliki rata – rata skor pelanggaran lalu-lintas yaitu (16,8) dibanding dengan rata – rataskor pelanggaran motivasi keselamatan internal yang hanya (7,07) secara keseluruhan.Kata kunci: Pelanggaran lalu-lintas, motivasi keselamata
MENGAPA REMAJA BUGIS MAKASSAR BERSYUKUR?: PENDEKATAN INDIGENOUS PSYCHOLOGY
Abstrak: Remaja memiliki masalah psikologis tersendiri yang begitu berbeda dengan tahapan perkembangan lainnya. Masa remaja cenderung berada dalam ketidakstabilan serta dipenuhi berbagai masalah, namun kemampuan bersyukur dapat menjadi hal pendukung bagi remaja untuk mengatasi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui frekuensi syukur remaja Bugis Makassar, 2) untuk mengetahui hal yang membuat remaja Bugis Makassar bersyukur, 3) untuk mengetahui ekspresi syukur remaja Bugis-Makassar. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumlah 312 siswa (laki-laki=100, perempuan= 212), seluruhnya adalah siswa Sekolah Menengah Atas di Sulawesi Selatan dengan melengkapi sebuah kuisioner pertanyaan terbuka. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan pendekatan psikologi indigenous, menganalisis open-ended response, melalui kategorisasi open-coded, axial-coded, dan selanjutnya cross-tabulated. Hasil penelitian pun menunjukkan beberapa hal. Pertama, pada frekuensi bersyukur yang dialami remaja terdapat 46% yang sering bersyukur, 28% selalu bersyukur, kadang-kadang bersyukur 23% dan pernah bersyukur sebanyak 3%. Kedua, Para remaja bersyukur pada hal-hal yang berhubungan dengan pencapaian individu dibandingkan kelompok. Remaja akan sangat bersyukur dalam hal memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia. Ketiga, Bentuk ekspresi bersyukur pada remaja cenderung hanya dalam bentuk mengucapkan secara lisan kalimat syukur kepada Tuhan.Kata kunci: syukur, remaja, psikologi indigenous, Bugis, Makassa
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI UPT REHABILITASI SOSIAL GELANDANGAN DAN PENGEMIS
Abstrak: Gepeng (gelandangan dan pengemis) merupakan suatu fenomena sosial yang harus ditanggapi dengan serius. Fenomena ini semakin lama semakin memprihatinkan. Meskipun pemerintah selalu berusaha untuk mengurangi populasi gepeng melalui operasi penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja maupun Polisi, namun tetap saja jumlah gepeng seperti tidak pernah berkurang bahkan cenderung bertambah. Mudahnya mencari uang di kota besarseperti Jakarta dan kota besar lainnya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang dari luar daerah tanpa membawa bekal keterampilan dan pendidikan yang memadai untuk mengadu nasib. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan permasalahan yang terjadi pada Gelandangan dan Pengemis. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang ada terkait dengan permasalahan pada Gelandangan dan Pengemis di kota Madiun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi,observasi dan wawancara mendalam dari informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif. Penelitian ini dilakukan selama satu tahun di UPT Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis Kota Madiun. Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasilpenelitian yang telah dilakukan adalah terdapat beberapa pokok permasalahan yang dialami oleh para gelandangan dan pengemis yang ada di Madiun serta sumber masalah yang dialami oleh warga binaan berkaitan dengan mental yang tidak sehat, yaitu adanya sikap malas dan tidak mau berusaha untuk mengubah hidup menjadi lebih baik, menginginkan sesuatu yang instan dan kemampuan resiliensi yang rendah.Kata Kunci : Gelandangan dan Pengemis (Gepeng
KAJIAN RESISTANCE TO CHANGE DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT (Studi Empiris Pada Karyawan Perusahaan Swasta di Bandung)
Abstrak: Topik penelitian ini adalah resitance to change yang telah diketahui sebagai salah satu konsekuensi adanya perubahan yang terjadi di organisasi dalam bentuk yang negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh perceived organizaational support terhadap resistance to change yang dialami karyawan. Kerangka berpikir peneliti adalah karyawan yang mendapatkan dukungan perusahaan dengan cukup maka memiliki resistance to change yang rendah. Penelitian ini dilakukan pada 70 karyawan perusahaan swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang merasakan perceived organizaational support lebih akan memiliki resistance to change yang lebih rendah. Hal ini berarti perceived organizational support sebagai aspek eksternal juga berperan pada resistance to change yang dimiliki karyawan.Kata kunci: Resistance to change, Perceived organizational support, private compan
Pengaruh Terpaan Iklan Susu Formula di TV, Kelompok Acuan, Tingkat Sosial Ekonomi, dan Pengetahuan Ibu Terhadap Perilaku Ibu Untuk Memberikan ASI Ekslusif di Kabupaten Semarang
Marketing and promotion of breastfeeding (ASI) which are not profitable materially must compete with the marketing of formula milk products that gain millions of dollars for multinational companies. The conditions in the field indicate that the success of the Scope of Exclusive Breastfeeding in Semarang District, compared to the Minimum Service Standards (SPM) in 2013 which targeted the infants exclusively breastfed of 80%, is still far enough at 36.29%. This means that the coverage of infants receiving exclusive breastfeeding in Semarang District is still far below expectations. The aims of the research were to determine the effects of Exposure of Formula Milk Advertisements on TV, Reference Group, Socioeconomic Level and Mother’s Knowledge on Mother’s Behavior to Provide Exclusive Breastfeeding in Semarang District The theory used was the Elaboration Likelihood Model (ELM) which explains that the decision made depends on the path taken in processing a message. Social Cognitive Theory explains that mother’s behavior to give exclusive breastfeeding (behavioral determinants) can be influenced by environmental determinants (the exposure of formula milk advertisements on TV, reference group, socioeconomic level) and personal determinants (mother\u27s knowledge). This research was explanatory by observing the effects among the variables of research and testing the hypotheses that had been formulated. The population in this research was the mothers of the infants aged 7-12 months living in Semarang District. The research samples were spread over 5 (five) different locations in 5 (five) villages in Semarang District so that the sampling technique used was multi-stage random sampling. The data collection instrument was the questionnaires read to the respondents through the method of interview. The research results to 97 respondents indicate that there are 3 (three) independent variables that affect mother\u27s behavior in breastfeeding exclusively. The three independent variables are the Exposure of Formula Milk Advertisement on TV (X1) having negative effect of -0196 or 19.6 percent, Respondents’ Socioeconomic Level (X3) of 0.227, or 22.7 percent, and Mother’s Knowledge (X4) having positive effect of 0.496 or 49.6 percent. In other hand, the variable of reference group (X2) does not significantly affect the variable of mother\u27s behavior in exclusive breastfeeding. The contribution of the four independent variables on the dependent variables is 53 percent, so 47 percent of the determinant factors out of the examined variables that influence mother’s behavior in breastfeeding exclusively are still left. Keywords: Advertisement Exposure, SES, Mother’s Knowledge, Exclusive Breastfeedin
KAJIAN PROGRAM BERITA DI MEDIA TELEVISI
In general, television programs can be categorized into two terms, news and non-news programs (entertainment). In the era of the TV industry competition, the television media seek to meet the audience needs by providing news that shows in attractively and informatively. This article will explain the general news programs on television, such as elements in the news program, the stages of work of journalists, and a brief guide to perform a content analysis of media. In the news program elements, this article will explain the important parts that must be considered by newsmakers. In the next section, this article will explain the process of working journalists to make news, from the planning to the delivering stage of news in the media. In the final section, the article will explain about any measuring instrument in the analysis of media content.Key words: news, program, broadcasting, news elements, process of working, journalist, content analysi
FEMINISME DALAM FILM MONALISA SMILE
Feminist studies in a film titled Mona Lisa Smile. Using semiotic analysis in its formulation. Feminist struggle seemed to have no end, although the portrait of women today have far different from the past. In the past, women are regarded as second-class citizens, stereotype that women are home space are largely determined on how female expression. Feminist grappling on the ideas of equality, classic feminist opinion of the 19th century to equate women with men should be through access to educational institutions, and the public sphere. In the film Mona Lisa Smile women found a lot of resistance, but the study also found a gag subtly of the types of resistance were carried out. Key Word : Feminism, Film, Resistance, Muted Group
STRATEGI KREATIF DAN PROSES PEMBUATAN PROGRAM TELEVISI
One of factors in determining success of a television program is the creativity that made by the programmer. Non-news or entertainment programs require creativity from pre-production to post-production stage . This article will explain the strategy that should be done by the programmer in making creative and entertainment tv program. The strategy of making a television program is divided into four strategies: making ideas, positioning, implementing and evaluating. This paper will also provide examples of successful tv program which has been televised in Indonesia . Key words: program, tv, creative strategy, entertainment, idea, positioning, implementation, evaluation