E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
Illustrative Book Design to Introduce the Indonesian Sign Language System as an Inclusive Educational Material
Education is the right of every human being, including children with special needs, such as deaf or hard-of-hearing children. Inclusive schools are educational institutions where children with special needs can learn alongside normal children. The Indonesia Natural School (INS) is one of the formal educational institutions in Depok City. It is an inclusive school where deaf children are also students. According to INS, it is common for deaf students to experience communication difficulties, which impedes interaction in the school environment. Difficulties are not only experienced by deaf students but also by normal students who have obstacles when they want to interact with deaf children. The objective of this research is to create educational material that introduces INS students to the Indonesian Sign Language System (SIBI). The media chosen for this study is the SIBI System illustration book, which describes various SIBI signs. The research method chosen is descriptive qualitative. The process of collecting data includes interviews, observations, and document reviews. After analyzing the data collected, it will be used as a reference to design an illustrated book about SIBI. The results of this research are illustrated books that will be used as literacy media as a reference for INS students to learn SIBI. Students can find them in school facilities like classrooms and libraries. It is hoped that through this research, normal students at INS schools will have access to media that makes it easier for them to understand and practice communicating with deaf children. The results of this study are expected to be accessible to students and teachers at INS and measured for their success in enhancing understanding and communication between normal students and students with hearing impairments
PENGARUH BERBAGI PENGETAHUAN DAN KERJA TIM TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI MODERASI OLEH DUKUNGAN SUPERVISOR PADA PT ASURANSI JASA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagi pengetahuan dan kerja sama tim terhadap kinerja karyawan di moderasi oleh dukungan supervisor pada PT Asuransi Jasa Indonesia. Berbagi pengetahuan dan kerja tim merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja dengan dukungan supervisor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan tekknik survei yang melibatkan karyawan PT Asuransi Jasa Indonesia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 300 karyawan dan sampel 157 orang karyawan PT Asuransi Jasa Indonesia dengan menggunakan teknik purposive sampling menggunakan skala likert. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur variabel berbagi pengetahuan, kerja tim, dukungan supervisor dan kinerja karyawan. Teknik analisis data menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kerja tim berpengaruh terhadap terhadap kinerja karyawan. Dukungan supervisor terhadap kinerja karyawan. Dukungan supervisor tidak memoderasi hubungan berbagi pengetahuan dan kerja tim kerhadap kinerja karyawan
State of the Art: Tantangan dan Pentingnya Standarisasi Keamanan IoT dalam Berbagai Implementasi
Standarisasi keamanan data di lingkungan IoT telah menjadi isu utama dengan adopsi teknologi IoT yang cepat. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya standarisasi keamanan informasi untuk melindungi perangkat dan data IoT. Dengan standar keamanan yang jelas dan teruji, pengembang dapat merancang perangkat IoT dengan langkah keamanan yang konsisten. Perusahaan mendapatkan benefit dari investasi keamanan. Selain itu, standardisasi juga memungkinkan interoperabilitas perangkat IoT dari vendor yang berbeda, mengurangi risiko serangan, melindungi privasi pengguna, dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap teknologi IoT. Penelitian ini juga menyatakan bahwa meskipun standar keamanan IoT sudah ada, penelitian dan pengembangan masih diperlukan untuk mengatasi ancaman keamanan baru yang hadir seiring dengan kemajuan teknologi IoT.Standarisasi keamanan data di lingkungan IoT telah menjadi isu utama dengan adopsi teknologi IoT yang cepat. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya standarisasi keamanan informasi untuk melindungi perangkat dan data IoT. Dengan standar keamanan yang jelas dan teruji, pengembang dapat merancang perangkat IoT dengan langkah keamanan yang konsisten. Perusahaan mendapatkan benefit dari investasi keamanan. Selain itu, standardisasi juga memungkinkan interoperabilitas perangkat IoT dari vendor yang berbeda, mengurangi risiko serangan, melindungi privasi pengguna, dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap teknologi IoT. Penelitian ini juga menyatakan bahwa meskipun standar keamanan IoT sudah ada, penelitian dan pengembangan masih diperlukan untuk mengatasi ancaman keamanan baru yang hadir seiring dengan kemajuan teknologi IoT
STRATEGI KOMUNIKASI GENRE DI KEMBANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA TENTANG BAHAYA SEKS PRA-NIKAH MELALUI MODEL AISAS
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas strategi komunikasi persuasif Forum GenRe di wilayah Kembangan dengan menggunakan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) sebagai kerangka teori. Model ini dipilih karena menekankan tahapan penting dalam komunikasi, mulai dari menarik perhatian hingga mendorong partisipasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Forum GenRe telah melakukan berbagai upaya komunikasi persuasif, sebagian besar remaja di Kembangan masih belum mengetahui keberadaan forum ini sebagai agen kampanye edukasi seks pra-nikah. Selain itu, kesadaran remaja terhadap bahaya seks pra-nikah tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi yang digunakan belum optimal, sehingga diperlukan evaluasi dan pengembangan strategi yang lebih inovatif, interaktif, serta sesuai dengan karakteristik remaja agar pesan mampu menarik perhatian, menumbuhkan minat, mendorong pencarian informasi, serta meningkatkan aksi dan partisipasi aktif dalam menyebarkan informasi
The Influence of Gender Inclusivity on the Stock Prices of IPO Companies on the Main Acceleration Board 2024
This study examines the impact of gender inclusivity in the board of directors and commissioners on daily stock prices, considering moderating variables such as company size and age. Regression analysis was conducted using data from listed companies, evaluating the variables of the percentage of female board directors (X1), percentage of female board commissioners (X2), company size (Z1), and company age (Z2). The results indicate that interactions between the percentage of female board members and company size (X1Z1, X2Z1) have a significant impact on stock prices, with p-values below 0.05. However, interactions with company age do not show significance. These findings highlight that while gender inclusivity affects stock price movements, its influence is stronger when combined with company size variables. This emphasizes the importance of considering gender diversity in corporate strategies to enhance market performance
Dialog Agama Dari Hati ke Hati: Mewujudkan Eksistensi Dialog Agama di Ruang Sosial
Dialog antaragama antara Islam dan Kristen telah menjadi topik yang penting dalam kajian keagamaan kontemporer. Walaupun sejarah dialog ini begitu panjang, namun tetap menjadi relevan bagi studi di bidang kajian filsafat ilmu-ilmu keislaman saat ini. Perspektif ahli praksis agama dapat melacak dan mengeksplorasi tentang pemahaman konsep-konsep ketuhanan dengan framing tentang keesaan Allah (Tauhid). Analisis komparatif, diharapkan dapat menemukan titik-titik persamaan dan perbedaan yang memperkaya pemahaman kita tentang dialog teologis antara Islam dan Kristen yang mencerahkan. Kebaruan (Novelty), dalam tulisan ini adalah metode dan pendekatan (methods and approaches) cara berpikir dari para ahli membawa pencerahan dalam dialog teologis sehingga menjadi oase kesejukan dan keteduhan dalam pemahaman agama dan keagamaan masing-masing di bagian akhir dari makalah ini. Pendekatan normatif religius didukung oleh literatur serta hasil temuan dari pandangan para tokoh agama semakin mencerahkan dalam pengembangan tulisan ini, sehingga memberikan kontribusi (contribution to knowledge) bagi pengembangan dialog yang harmonis di tengah masyarakat multikultural dan kontemporer di abad 21 ini. Tulisan ini didukung oleh ungkapan keprihatinan Charles J. Adams yang berhubungan dengan metodologi dan pendekatan yang digunakan dalam studi Islam, khususnya mencatat kegagalan sejarawan agama untuk memperluas pemahaman tentang Islam sebagai sebuah agama dan secara tepat menjelaskan fenomena religiusitas Islam serta konsep teori dialog teologis dari Ibrahim Kalin dan Daniel A.Madigan, membawa pencerahan ketika perbedaan teologis menjadi kekayaan dalam hidup beragama
Design of a Wayfinding Sign System and Creative Map for Jati Agro Tourism in South Lampung
A sign system is a collection of visual elements designed according to specific rules to assist navigation and convey information within a certain area. Its functions include identifying facilities, providing directions, issuing warnings, and regulating behavior. In a tourism context, an effective sign system plays a crucial role in directing visitor movement and offering comprehensive information about the site. At Jati Agro Tourism in South Lampung, the current visual information system lacks clarity and consistency, making it less effective in delivering messages to visitors. Therefore, a redesigned sign system integrated with a creative map was developed as a primary navigation tool. This design project applies a visual communication approach that prioritizes clarity, visual attractiveness, and consistency. The aim is to produce an informative and engaging system that enhances visitor comfort and overall experience. A structured and aesthetically designed sign system is expected to improve the quality of informational services at Jati Agro as both an educational and recreational tourism destination
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TEH TONG TJI MELALUI INSTAGRAM DALAM MEMBANGUN BRAND RECOGNITION
Digital transformation has reshaped marketing practices, with Instagram emerging as a key platform for building brand recognition. This study examines the marketing communication strategy of Teh Tong Tji on Instagram, emphasizing the use of Reels, Stories, and visual elements to enhance audience engagement. A qualitative approach, guided by Social Media Engagement Theory (SME), was employed through in-depth interviews, content observation, and document analysis. Findings reveal that audience engagement remains limited due to inconsistencies in delivering relevant and appealing content. Among the available features, Reels and Stories proved most effective in generating higher interaction rates, including likes, comments, and shares. Visual storytelling, particularly product introduction videos, was found to play a significant role in strengthening brand recognition. Thematic analysis further highlights the necessity of aligning content strategies with audience preferences, as well as the importance of ongoing evaluation to optimize algorithm performance. This study contributes to the digital marketing literature by offering insights into how traditional brands can adapt their communication strategies to remain competitive in the social media era. Practical recommendations include enhancing content consistency, leveraging interactive features, and refining visual elements to better meet audience needs and foster stronger brand recognition
M.Psi Efektivitas Program Pelatihan Efikasi Diri Berbasis Rencana Tindakan Terhadap Peningkatan Grit Tenaga Penjualan dalam Bisnis Penjualan Berjenjang
This study aims to examine the effectiveness of an action plan-based self-efficacy training program in enhancing grit among salesperson in multilevel marketing business. Grit which encompasses perseverance of effort, consistency of interest, and adaptability to situations is viewed as a critical trait for confronting challenges in direct sales. The research design is a quasi-experiment employing a mixed-methods approach. The study involved 14 salespeople divided into experimental and control groups. The relatively small number of participants (n=14) is a limitation of this study, thereby restricting the generalizability of its findings. The training was conducted based on the sources of self-efficacy theory and implemented through experiential learning methods. It was followed by a two-week action planning session. Pretest and posttest assessments utilized the Employee Grit Scale (E-Grit) and the General Self-Efficacy Scale (GSES). Statistical analysis using the Wilcoxon SignedRank Test yielded a Z-score of -0.430 with an Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.667 (p > 0.05). Although descriptive data suggested that most participants in the experimental group showed an increase in grit scores, the statistical test revealed no significant difference. This indicates that the training program did not conclusively improve grit from a statistical standpoint. However, behavioral change evaluations conducted six months post-intervention demonstrated enhanced work performance among participants, marked by increased self-confidence, resilience in facing rejection, and improved time management skills. These findings suggest the potential long-term effectiveness of the intervention. Grit, yang terdiri dari perseverance of effort, consistency of interest, dan adaptability to situations, dipandang sebagai karakter penting untuk menghadapi tantangan dalam penjualan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program pelatihan self-efficacy berbasis action plan terhadap peningkatan grit pada tenaga penjualan di dalam bisnis penjualan berjenjang. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan mixed-method. Subjek penelitian berjumlah 14 orang tenaga penjualan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Pelatihan dilakukan berdasarkan teori sumber self-efficacy dengan metode experiential learning. Pelatihan dilanjutkan dengan sesi action plan yang berlangsung selama 2 minggu. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann- Whitney U Test menunjukkan bahwa meskipun secara deskriptif mayoritas peserta kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor grit, hasil pengujian statistik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa program pelatihan belum secara meyakinkan meningkatkan grit secara statistik. Meskipun begitu, hasil evaluasi level perubahan perilaku enam bulan pasca-intervensi menunjukkan peningkatan performa kerja peserta, yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, ketangguhan dalam menghadapi penolakan, serta kemampuan pengelolaan waktu. Temuan ini mengindikasikan potensi jangka panjang dari efektivitas intervensi
Sengketa Perbatasan Wilayah Kashmir Dalam Perspektif Politik Identitas: Konflik Agama dan Nasionalisme di Asia Selatan
India memiliki beberapa wilayah negara bagian salah satu nya ialah wilayah Kashmir yang saat ini masih di persengketakan oleh beberapa negara seperti India, Pakistan dan Tiongkok. Sengketa perbatasan wilayah Kashmir sampai saat ini masih sangat rumit dan belum mendapatkan keputusan yang cukup memuaskan bagi negara-negara yang memperebutkan nya. Bermula di tahun 1947 dimana Inggris meninggalkan wilayah Kashmir kepada India dengan status yang tidak jelas, dipimpin oleh Maharaja Hindu dengan mayoritas penganut Mus-lim Terbanyak. Konflik ini sudah menjadi sengketa yang berkepan-jangan di Asia Selatan yang didasari oleh agama, nasionalisme, dan kepentingan geopolitik. Faktor-faktor tersebut yang menjadi landasan terjadinya Konflik India dan Pakistan hingga menyebabkan pepe-rangan di tahun 1947-1949 ketika Maharaja Kashmir memilih untuk bergabung dengan India, namun keputusan ini tidak diterima oleh Pa-kistan yang menganggap bahwa Kashmir seharusnya masuk sebagai wilayah Pakistan karena masyarakat Kashmir mayoritas beragama Is-lam, sedangkan India menegaskan bahwa Kashmir sebagai bagian dari wilayah negara bagiannya yang sah secara hukum