E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
Pengaruh Promosi Penjualan dan Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan Guardian Health & Beauty Retail
Adanya perkembangan pada industri farmasi mendorong munculnya berbagai usaha – usaha ritel kesehatan seperti toko obat atau drugstore. Persamaan segmentasi di antara ritel kesehatan tersebut mendorong pemasar menggunakan strategi melalui taktik tertentu agar pelanggan tetap melakukan pembelian hingga munculnya loyalitas pelanggan. Salah satu taktik yang dilakukan adalah promosi penjualan. Promosi penjualan yang dilakukan oleh Guardian menarik dikaji karena promosi Tambah 1000 Dapat Dua telah dilakukan sejak tahun 2012 hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh antara promosi penjualan Tambah 1000 Dapat Dua dan kualitas layanan secara bersama - sama terhadap loyalitas pelanggan Guardian. Penelitian ini mengacu kepada konsep bauran komunikasi pemasaran. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dengan teknik non-probability sampling dan jenis purposive sampling, yang digunakan untuk menjangkau sampel dengan kriteria melakukan pembelian pada gerai dua kali dalam satu bulan. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil dalam penelitian ini ditemukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara promosi penjualan dan kualitas layanan yang berkontribusi secara simultan terhadap loyalitas pelanggan Guardian sebesar 28,9%. Promosi penjualan Tambah 1000 Dapat Dua menjadi pengaruh dominan dalam membangun loyalitas pelanggan Guardian. Saran mengacu hasil penelitian yang ada, diharapkan Guardian mempertahankan promosi penjualan karena sudah dianggap tepat serta meningkatkan kualitas layanan dalam membangun loyalitas pelanggan
Populisme Islam dan Politik
Dalam beberapa tahun terakhir istilah ‘populisme Islam’ mulai menjadi wacana akademik di kalangan para ahli. Istilah itu digunakan untuk melihat fenomena politik Islam sejak terjadinya sejumlah aksi massa kalangan Muslim Indonesia pada akhir 2016, awal 2017, dan akhir 2018 yang semula terkait dengan Pilkada DKI Jakarta kemudianbelakangan dihubungkan dengan Pilpres 2019.
Penulis makalah ini sering mendapat pertanyaan tentang ‘populismeIslam’ Indonesia baik dari audiens dalam negeri maupun luarnegeri. Pertanyaan itu sering mengandung nada bahwa ‘populisme Islam’ tidak hanya akan menguasai politik, tapi juga arsitektur Islam Indonesia
Efektivitas Intervensi Psikoterapi ILHAM terhadap Tingkat Stres yang Dialami Mahasiswa di Universitas Paramadina: Dwita Priyanti. Dinar Saputra. Handrix Chrisharyanto. dan Ghozali
Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang memiliki faktor resiko untuk mengalami stres. Tuntutan akademis dan kehidupan menjadi faktor penyebab stres pada mahasiswa. Stres yang dialami mahasiswa akan berdampak negatif jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu aspek penting yang diperhitungkan dalam penangan stres adalah spiritualitas. Salah satu psikoterapi yang mengutamakan aspek spiritual dalam prosesnya adalah Psikoterapi ILHAM. Psikoterapi ILHAM dikembangkan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh tokoh Sufis islam Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas psikoterapi ilham terhadap tingkat stres yang dialami mahasiswa di Universitas Paramadina. Penelitian ini menggunakan metode gabungan, metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah single subject experiment. Metode asesmen tingkat stress menggunakan self report alat ukur DASS-21 dengan membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami penurunan tingkat stres setelah menjalani intervensi Psikoterapi ILHAM. Hasil wawancara juga menemukan responden merasa lebih tenang dan tidak tertekan setelah menjalani psikoterapi.Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang memiliki faktor resiko untuk mengalami stres. Tuntutan akademis dan kehidupan menjadi faktor penyebab stres pada mahasiswa. Stres yang dialami mahasiswa akan berdampak negatif jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu aspek penting yang diperhitungkan dalam penangan stres adalah spiritualitas. Salah satu psikoterapi yang mengutamakan aspek spiritual dalam prosesnya adalah Psikoterapi ILHAM. Psikoterapi ILHAM dikembangkan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh tokoh Sufis islam Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas psikoterapi ilham terhadap tingkat stres yang dialami mahasiswa di Universitas Paramadina. Penelitian ini menggunakan desain penelitian single subject experiment. Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami penurunan tingkat stres setelah menjalani intervensi Psikoterapi ILHAM. Hasil wawancara juga menemukan responden merasa lebih tenang dan tidak tertekan setelah menjalani psikoterapi
KONTRIBUSI ENJOYMENT (RASA SENANG) DAN PRIDE (RASA BANGGA) SELAMA BELAJAR DI KELAS TERHADAP SELF-ESTEEM PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi enjoyment (rasa senang) dan pride (rasa bangga) saat belajar di kelas terhadap self-esteem siswa Sekolah Menengah Pertama. Partisipan penelitian ini adalah siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri, Kota Depok (n=334). Penelitian ini merupakan model penelitian kuantitatif dan noneksperimental. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah AEQ (Achievement Emotions Questionnaire) untuk mengukur enjoyment dan pride saat belajar di kelas serta RSES (Rosenberg Self-Esteem Scale) untuk mengukur self-esteem. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa enjoyment dan pride secara bersama-sama memiliki kontribusi yang signifikan terhadap self-esteem (p = 0,00). Lebih lanjut lagi enjoyment memiliki kontribusi sebesar 14% terhadap self-esteem dan pride memiliki kontribusi sebesar 2% terhadap self-esteem siswa Sekolah Menengah Pertama. Temuan penelitian ini memberikan dapat menjadi referensi bagi perancangan program intervensi untuk meningkatkan self-esteem melalui penanaman pride siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi enjoyment (rasa senang) dan pride (rasa bangga) selama belajar di kelas terhadap self-esteem peserta didik Sekolah Menengah Pertama. Partisipan penelitian ini adalah peserta didik di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri, Kota Depok (n=334). Penelitian ini merupakan model penelitian kuantitatif dan noneksperimental. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah AEQ (Achievement Emotions Questionnaire) untuk mengukur enjoyment dan pride selama belajar di kelas serta RSES (Rosenberg Self-Esteem Scale) untuk mengukur self-esteem. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa enjoyment dan pride secara bersama-sama memiliki kontribusi yang signifikan terhadap self-esteem (p = 0,00). Lebih lanjut lagi enjoyment memiliki kontribusi sebesar 14% terhadap self-esteem dan pride memiliki kontribusi sebesar 2% terhadap self-esteem peserta didik Sekolah Menengah Pertama. Temuan penelitian ini memberikan dapat menjadi referensi bagi perancangan program intervensi untuk meningkatkan self-esteem melalui penanaman pride peserta didik
PENCAHAYAAN BAIK UNTUK EMOSI YANG POSITIF: ANALISIS EMOSI SAAT MALAM HARI BERDASARKAN PENILAIAN TERHADAP PENCAHAYAAN LOKASI
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi emosi individu yang muncul saat malam hari dengan adanya pencahayan di suatu lokasi dan menganalisis hubungan antara emosi yang muncul dengan penilaian terhadap pencahayaan di lokasi tersebut saat malam hari. Penelitian dilakukan secara cross-sectional kepada 56 responden dengan memberikan open-ended question melalui survei daring. Â Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, kendall-tau b, dan rank biserial melalui program analisis statistik JAMOVI. Hasil menunjukkan bahwa lebih banyak partisipan yang melaporkan emosi positif (n=37) dibandingkan emosi negatif (n=18) dan netral (n=1) dengan adanya pencahayaan di lokasi target saat malam hari. Munculnya emosi positif tersebut berkorelasi dengan adanya penilaian positif terhadap pencahayaan yang ada di lokasi terkait, begitu pula sebaliknya untuk emosi negatif (r=.276, p<.05). Berdasarkan hasil penelitian ini, pencahayaan dengan desain yang dinilai positif oleh masyarakat perlu diaplikasikan khususnya pada lokasi yang memunculkan emosi negatif saat malam hari agar dapat mendukung aktivitas masyarakat saat malam hari di lokasi tersebut
Kontribusi Trait Kepribadian terhadap Kepuasan Hidup Mahasiswa
Kepuasan hidup atau life satisfaction adalah salah satu komponen penting dari kesejahteraan hidup (Subjective Well-being). Mahasiswa Fakultas Psikologi yang mempelajari ilmu Psikologi, perlu memiliki kepuasan hidup dalam batas-batas tertentu (Brammer & Mc Donalds, 2003), agar dapat mengutamakan kesejahteraan orang yang ditolongnya, jika kelak mereka lulus menjadi ilmuwan psikologi. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan hidup adalah trait kepribadian (Diener, 2009; Larsen & Buss, 2005 dalam Masthoff, Trompenaar, Van Heck, Hodiamont & Vries, 2006; Erdogan et al, 2012 dalam Lachmann, et al, 2017). Tujuan penelitian ini adalah mengukur kontribusi trait kepribadian terhadap kepuasan hidup mahasiswa Fakultas Psikologi. Trait kepribadian yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah trait menurut Mc Crae&Costa (2003), yaitu neuroticism, extraversion, openness, agreeableness dan conscientiousness. Responden penelitian ini adalah 478 mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas X, yang dijaring dengan teknik Simple Random Sampling. Dengan teknik analisis statistik Multiple Regression, diperoleh hasil, bahwa secara simultan trait kepribadian berkontribusi terhadap kepuasan hidup. Hasil analisis per trait menunjukkan, bahwa trait Neuroticism, Extraversion, Agreeableness dan Conscientiousness merupakan prediktor signifikan terhadap kepuasan hidup, dengan trait Agreeableness yang merupakan prediktor terkuat. Trait Openness merupakan satu-satunya trait yang bukan merupakan prediktor signifikan kepuasan hidup.Abstrak. Kepuasan hidup atau life satisfaction adalah salah satu komponen penting dari kesejahteraan hidup (Subjective Well-being). Mahasiswa Fakultas Psikologi yang mempelajari ilmu Psikologi, perlu memiliki kepuasan hidup dalam batas-batas tertentu (Brammer & Mc Donalds, 2003), agar dapat mengutamakan kesejahteraan orang yang ditolongnya, jika kelak mereka lulus menjadi ilmuwan psikologi. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan hidup adalah trait kepribadian (Diener, 2009). Tujuan penelitian ini adalah mengukur kontribusi trait kepribadian terhadap kepuasan hidup mahasiswa Fakultas Psikologi. Responden penelitian ini adalah 478 mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas X, yang dijaring dengan teknik Simple Random Sampling. Dengan teknik analisis statistik Multiple Regression, diperoleh hasil, bahwa secara simultan trait kepribadian berkontribusi terhadap kepuasan hidup. Hasil analisis per trait menunjukkan, bahwa hanya trait Openness yang bukan prediktor signifikan kepuasan hidup, sedangkan keempat trait lainnya merupakan prediktor signifikan, dengan trait Agreeableness yang merupakan prediktor terkuat.Kata kunci: Kepuasan Hidup, Big-five, Trait kepribadian Abstract. Life Satisfaction is an important component of subjective well-being. Students of the Faculty of Psychology that learn psychology, need to have life satisfaction in a certain limit (Brammer & Mc Donalds, 2003), to prioritize the well-being of the people their helps if they later become the psychologists. One factor that influences life satisfaction is the personality trait. The purpose of this study is to measure the contribution of personality traits to student life satisfaction. The respondents of this study are 478 students of the Faculty of Psychology from X University, which selected by a simple random sampling technique. Collected data was analyzed with Multiple Regression. Result show that all personality trait are good predictor to life satisfaction, and Agreeableness is the strongest predictor. Openness is the only trait that not contribute to life satisfaction. Keywords: Life satisfaction, Big-five, the personality trai
Pengaruh Ibn Arabi dalam Kosmologi Hamzah Faansuri
Salah satu perkara penting yang banyak disebut dalam al-Qur’an adalah persoalan alam semesta. Ayat al-Qur’an mengajak manusia agar memperhatikan dan memikirkan tentang penciptaan alam semesta, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda keberadaan dan kekuasaan Allah. prinsip kosmologi Islam ialah menetapkan keesaan Tuhan dan martabatwujud, yang secara metafisik menegaskan bahwa realitas pada dasarnya hanya satu, namun secara kosmologis, alam yang dapat dirasa dan difikirkan ini merupakan salah satu dari beragam wujud yang ada. Pemikiran Ibn Arabi tentang penciptaan alam menempatkannya dalam mainstream pemikiran Islam. Dalam pemahaman Ibn Arabi makna alam adalah segala sesuatu selain Allah (ma siwa Allah) atau segala sesuatu selain al-Haqq. Ia menggunakan istilah tajalli dalam penciptaan. Tajalli bermaknapenampakan wujud Tuhan pada berbagai bentuk, oleh karena itu Tuhan selalu hadir dalam segala sesuatu. Ajaran tentang penciptaan alam Hamzah Fansuri dapat dihubungkan dengan ajaran tentang penciptaan alam IbnArabi. Kedua ajaran ini sama-sama berpendapat bahwa alam diciptakan dari yang ada menjadi ada, bukan diciptakan dari yang tidak ada menjadi ada (creatio ex nihilo). Hamzah Fansuri menggambarkan tentang proses penciptaan alam semesta yang terus berlaku di mana alam muncul sebagai manifestasi dari zat-zat Allah yang spiritual pada awalnya kemudiandilanjutkan ke fisik. Hamzah Fansuri menyebut derajat itu dengan ta\u27ayyun. Pada dasarnya, Hamzah Fansuri juga membedakan antara Tuhan dan alam, meskipun Tuhan dan alam adalah sama, tetapi ia memiliki sifat yang berbeda, di mana Tuhan sendiri memiliki esensi yang berbeda dengan ala
‘Abd Al-Ra’uf Al-Fansuri’s Answer to Early Disputation of Wahdat Al-Wujud of 17TH Century Acheh
Abstrak: Waẖdat al-wujÅ«d adalah salah satu doktrin kontroversi dalam tasawuf. Ia tidak saja menjadi perdebatan di Timur Tengah, tapi juga pernah memicu konflik dan tragedi di Nusantara, khususnya Aceh pada abad ke-17. Para penganut paham ini pernah dihukum kafir dan dihukum mati. ‘Abd al-Ra’uf yang datang kemudian merasa bertanggung jawab menciptakan kembali kedamaian di Aceh, berupaya melakukan rekonsiliasi dengan menafsirkan ulang doktrin waẖdat al-wujÅ«d sesuai akidah Islam (syarī’ah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian kepustakaan dengan meneliti sumber-sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan tema kajian. Hasil studi ini menemukan ‘Abd al-Ra’uf berupaya membuktikan bahwa doktrin waẖdat al-wujÅ«d tidak bertentangan dengan akidah Islam sebagaimana banyak disalah-pahami. Waẖdat al-wujÅ«d bukan bermaksud Allah SWT identik dengan alam, tetapi hanya Allah yang memiliki wujud pada taraf substansi (hakikat) sedangkan alam, walaupun berwujud dalam dunia kasat mata, hakikatnya tiada memiliki wujud. Wujud alam disebut wujud majazÄ«. Walaupun mempertahankan waẖdat al-wujÅ«d, ‘Abd al-Ra’uf mengkritik pemahaman menyimpang tentang waẖdat al-wujÅ«d yaitu keyakinan yang mengatakan semua yang ada (alam semesta) adalah dzÄt Allah. Upaya ‘Abd al-Ra’uf dalam melakukan reinterpretasi doktrin ini sangat penting dan bernilai dalam upaya mengembalikan kedamaian dalam masyarakat Aceh.  
News Site Commenting Policy and Its Ethical Implications
Abstract: Internet and social media platforms have provided a voice to the readers where they can express their opinions on news articles. However, such freedom to express one’s opinion has often lead to uninhibited flow of words that can prove harmful and hurtful to a segment of people, especially when discussions revolve around race, religion, politics, and minorities. News sites have responded differently in dealing with the onslaught of negativity. Some news sites have completely closed the commenting features while a few others have moderated comment sections. Such developments have generated an ethical dilemma in the journalistic realm—trying to balance the need of free expression, and avoidance of harm. Through this study, I synthesized research that deals with commenting in the online context. I found that current policies of news outlets concerning commenting forums have not provided a conducive environment for deliberated discussion. I therefore argue that news sites should open the comment feature along while applying a policy in which commentators’ identities are non-anonymous. Furthermore, I suggest the design and implementation of a reputation strategy whereby readers can comment and engage in a dialogue on issues while exercise social rewards and punishment
Akuisisi dan Polemik Filsafat dalam Islam
Melalui artikel ini penulis menjelaskan bagaimana filsafat Yunani masuk ke dalam dunia muslim, bagaimana ia diserap, dikembangkan dan didiskusikan. Dari cara sarjana muslim merespon peradaban luar atau asing saat itu kita bisa melihat sebuah watak agama yang sangat terbuka dan sekaligus juga kritis. Meski dalam topik-topik tertentu mereka tidak satu pendapat, tetapi secara umum tradisi yang dikembangkan adalah sebuah sikap kritis yang cukup ilmiah. Suasana ini membentuk lingkungan keilmuan yang positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan secara umum dalam dunia muslim. Polemik antar-para teolog dan filsuf soal filsafat pada masa itu bisa kita pahami sebagai ekspresi keragaman pendapat yang membuat Islam semakin kaya dalam pemikiran. Keragaman ini menjadi penting ketika kita bicara tentang sikap Islam terhadap filsafat dan filsuf. Ketidaksetujuan terhadap filsafat hanya salah satu bagian pandangan cendekiawan muslim, sebagaimana dilakukan oleh al-GhazÄlÄ«, karena cendikiawan muslim yang lain justru menganggap itu sebagai sesuatu yang mandÅ«b (dianjurkan) sebagaimana dinyatakan oleh Ibn Rusyd