E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Iklim Komunikasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) (Survei PT. Mulia Mega Makmur)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan iklim komunikasi terhadap organizational citizenship behavior (ocb) pada karyawan PT Mulia Mega Makmur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh Hersey dan Blanchard, dimensi iklim komunikasi oleh Redding serta pedekatan aspek organizational citizenship behavior oleh Organ. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei dengan menyebarkan kuesioner kepada pegawai setingkat Department Head ke bawah dengan populasi 50 orang dan menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampelnya adalah seluruh orang dalam populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square- Structual Equation Model (PLS-SEM). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan iklim komunikasi berpengaruh positif dan signifikan serta simultan pada organizational citizenship behavior dengan nilai R-Square sebesar 0,613. Selain hasil tersebut, ditemukan bahwa iklim komunikasi menjadi variabel yang lebih dominan mempengaruhi organizational citizenship behavior dibandingkan variabel gaya kepemimpinan dengan nilai SE untuk kedua variabel 32,2% dan 29,1%.
 
Peran Aplikasi Whatsapp Dalam Pemasaran: State of The Art
Masyakarat dewasa ini sudah sangat aktif dalam beratifitas yang berhubungan dengan internet termasuk dalam berbisnis dan pemasaran. Pemasaran melalui media sosial juga disebut sebagai pemasaran digital. Pemanfaatkan teknologi informasi khususnya dalam komunikasi elektronik dapat menjadi kunci keberhasilan dalam berbisnis. Penggunaan aplikasi Whatsapp diharapkan dapat menjawab pertanyaan tersebut, namun perlu diketahui dan dipahami terlebih dahulu State of the Art (SOTA). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mengkaji penelitian terdahulu yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam melakukan pemasaran digital seperti mempromosikan produk, membangun jaringan, dan menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Sedangkan WhatsApp dalam pemasaran digunakan untuk membangun komunikasi yang intens dengan target konsumen
Strategi Diferensiasi untuk Menciptakan Keunggulan Kompetitif pada UMKM Catering Pawon Gusti Desa Surondakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek
Kuatnya persaingan bisnis yang terjadi pada berbagai macam bidang termasuk bidang jasa boga/catering sehingga perlunya suatu usaha untuk menciptakan keunggulan kompetitif dengan menerapkan strategi diferensiasi agar perusahaan memiliki identitas atau ciri khas produk yang dihasilkan. Di Wilayah Kabupaten Trenggalek persaingan bisnis jasa boga/catering begitu ketat sehingga UMKM Catering Pawon Gusti dituntut menerapkan strategi diferensiasi agar memiliki keunggulan dalam bersaing. Berdasarkan uraian tersebut penulis sangat tertarik menelaah lebih luas lagi mengenai strategi diferensiasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif pada UMKM Catering Pawon Gusti Desa Surondakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui suasana persaingan bisnis jasa boga/catering di Desa Surondakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek dalam perspektif bisnis syariah dan untuk mengetahui penerapan strategi diferensiasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif pada UMKM Catering Pawon Gusti. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah suasana persaingan usaha jasa boga atau catering di Desa Surondakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek cukup ketat atau ramai. Persaingan usaha dilakukan sudah sesuai dengan ajaran Islam yakni bersaing secara sehat dan tidak merugikan pihak lain. UMKM Catering Pawon Gusti menerapkan strategi diferensiasi produk, kualitas pelayanan, personalia, saluran distribusi, dan citra untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
Kata Kunci: Strategi Diferensiasi, Keunggulan Kompetitif, Persaingan Usaha, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Kajian Pencahayaan pada Interior Sociolla Paskal23, Bandung
Space is the main element in the interior and lighting is one of the important factors in space design. Lighting is also a role of lighting is no longer just to provide lighting but also to highlight the aesthetics and atmosphere of the room, it can even affect the image of the interior and the experience of the individual who is in it. Many types of lighting can be applied to an interior room and it depends on what kind of atmosphere you want to display. This study aims to determine the comfort of visitors based on their experience in retail interiors at Sociolla Paskal 23 Bandung. This qualitative and quantitative research was carried out by conducting surveys, interviews, and distributing questionnaires, and using a spatial experience theory approach. The contribution of this research is to provide knowledge about the importance of lighting as a form of space and about retail interior artificial lighting that can affect one\u27s experience.Ruang merupakan elemen utama dalam interior dan pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam desain ruang. Pencahayaan juga memiliki peran pencahayaan yang tidak lagi hanya untuk memberikan pencahayaan tetapi juga untuk menonjolkan estetika dan suasana ruangan, bahkan dapat mempengaruhi citra interior dan pengalaman individu yang berada di dalamnya. Banyak jenis pencahayaan yang dapat diterapkan pada interior ruangan dan itu tergantung pada suasana seperti apa yang ingin ditampilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan pengunjung berdasarkan pengalamannya dalam interior retail di Sociolla Paskal 23 Bandung. Penelitian kualitatif dan kuantitatif ini dilakukan dengan melakukan survei, wawancara, dan penyebaran kuesioner, serta menggunakan pendekatan teori pengalaman spasial. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya pencahayaan sebagai bentuk ruang dan tentang pencahayaan buatan interior ritel yang dapat mempengaruhi pengalaman seseorang
The Impact of Covid-19 Pandemic on Indonesian Consumer and Business Confidence Indicator
Our study has two main aims, which are to utilize the pandemic of coronavirus as a subject of interest. First, this paper purposes of explaining the impact of the coronavirus rate, including the new cases and mortality rate, on consumer sentiment using a proxy of consumer confidence indicators. By the first aim, this paper captures the impact of the pandemic on the consumer side. Second, this paper also aims to explain the impact of coronavirus figures, including the new cases and mortality rate, on the business sentiment using a proxy of business confidence indicators. By the second aim, this paper seizes the impact of the pandemic on the producer side. There is an abundance of international studies that have similar research aims to our study, i.e., Teresine et al. (2021), Chong et al. (2021), Barro et al. (2020), and Baker et al. (2020). Most of these studies emphasize their attention to COVID-19 cases from international cases, i.e., the United States, the Eurozone, and the People\u27s Republic of China. However, a study by Chong and colleagues assessed the impact of the coronavirus on ASEAN countries descriptively. Their studies separately analyzed several Southeast Asian country\u27s economic figures for the first two quarters in 2020. Our result indicates that the impact of COVID-19 on both indicators, consumer and business, is different. This study only finds statistically total death confirmed cases affect business confidence. Our study corroborates with findings from Teresina et al., whose results argue that the spread of pandemics did not affect the consumer confidence index in the Eurozone. Although using different business sentiments, our study finds a similar pattern: business sentiment reacts to increasing total cases confirmed. We suggest our readers have to take our findings with a grain of salt because of the limitation of observations
EFEKTIVITAS JALAN KAKI DALAM MENINGKATKAN PERILAKU DUDUK PADA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jalan kaki pada peningkatan perilaku duduk pada siswa dengan Autism Spectrum Disorder. Subyek penelitian ini adalah seorang anak usia 9 tahun 11 bulan dengan kondisi Autism Spectrum Disorder, yang memiliki gangguan pada perilaku duduk yaitu tidak dapat duduk tenang saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Case Study Pretest and Posttest Design. Alat ukur perilaku duduk yang digunakan adalah alat ukur yang dirancang oleh peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui pretest-posttest control one case study design. Penilaian dalam pretest maupun posttest dilakukan pada satu subyek yang sama. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan perilaku duduk pada subyek, setelah diberikan intervensi jalan kaki selama kurang lebih 40 menit setiap hari (selama dua bulan). dengan diberikan pemberian beban sebesar 10% dari berat badan Subyek, yang memberikan sensasi deep pressure dan joint compression yang diterima oleh sistem indera propioseptif dari Subyek
MENGAPA MEMILIH SEKOLAH INTERNASIONAL? (STUDI KASUS PENGAMBILAN KEPUTUSAN ORANGTUA DALAM PEMILIHAN SEKOLAH UNTUK ANAK)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan pada orangtua yang memilih sekolah internasional sebagai tempat belajar formal anak, dengan menggunakan perspektif teoritik proses pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Brunson (2013). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipan terdiri dari orangtua siswa Sekolah Dasar (SD) Internasional di Surabaya. Penggalian data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1992) yang mencakup tiga tahapan pokok, yaitu: (1) Reduksi data; (2) Penyajian data; serta (3) Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan berlangsung dalam tiga tahap yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat personal maupun terkait dengan lingkungan. Tiga faktor awal – prinsip personal, pengalaman, dan idealisme pendidikan formal – membangkitkan kesadaran orangtua tentang kriteria sekolah yang tepat untuk anak dan bergerak untuk mencari alternatif sekolah sesuai karakteristik tersebut. Tahap ini diikuti oleh serangkaian upaya orangtua untuk lebih mendalami dan melakukan penilaian terhadap berbagai pilihan sekolah yang tersedia untuk anak, sebelum akhirnya mereka sampai pada keputusan sekolah mana yang akan dipilih. Hasil penelitian ini memberi catatan penting bagi sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum nasional untuk terus melakukan evaluasi, berbenah meningkatkan citra dan kualitas pendidikan yang dilaksanakan
Monitoring Dan Evaluasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Sebagai Peningkatan Kualitas Pendidikan di Tingkat Fakultas: Studi Pada Universitas Paramadina
Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada Universitas, Fakultas, dan dosen untuk menguatkan program belajar yang berbasis mahasiswa. Program ini juga menguatkan sisi soft-skill mahasiswa dalam proses belajarnya. Tujuan penulisan ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program ini pada kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas dan termasuk Fakultas. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan pendekatan kuantitatif. Koleksi data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang diberikan melalui survey online. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak pada proses pembelajaran meskipun belum optimal
HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MELALUI METODE BLENDED LEARNING DENGAN SIKAP SISWA (Survei pada Siswa SMK Yadika 6 Bekasi)
Wabah virus Covid-19 menjadi alasan diterapkannya metode pembelajaran jarak jauh. Kebijakan pembelajaran jarak jauh dimulai setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Diterapkannya pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, dunia pendidikan berusaha untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang paling efektif digunakan di masa tersebut. Metode blended learning menjadi salah satu metode yang dapat diterapkan selama masa pandemi. Blended learning dapat dikatakan sebagai sebuah kombinasi dan berbagai strategi di dalam suatu pembelajaran. Metode pembelajaran ini menggabungkan dua atau lebih metode dan strategi dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan dari proses komunikasi pembelajaran. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi pembelajaran melalui metode blended learning terhadap sikap siswa SMK Yadika 6. Metodologi Penelitian: Pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang bersifat deskriptif kuantitatif. Peneliti memilih menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel “Non Probability Sampling†yang disebarkan kepada 88 responden. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil pengembangan indikator variabel X dan variabel Y menunjukkan korelasi dimensi X1 dengan variabel Y adalah 0,491 (sedang), korelasi dimensi X2 dengan variabel Y adalah 0,471 (sedang), korelasi dimensi X3 dengan variabel Y adalah 0,549 (sedang), korelasi dimensi X4 dengan variabel Y adalah 0,670 (kuat), korelasi dimensi X5 dengan variabel Y 0,6 (kuat), korelasi dimensi X6 dengan variabel Y 0,646 (kuat). Hasil analisa korelasi antara metode blended learning dengan sikap siswa, menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan antara variabel X (blended learning) dengan variabel Y (sikap siswa) berada dalam level 0,771, terletak pada wilayah antara 0,60 – 0,799 yang berarti ada hubungan yang kuat dan arah hubungannya positif. Kesimpulan: Hal ini dapat diartikan bahwa dengan diterapkannya komunikasi pembelajaran melalui metode blended learning, maka akan mampu menciptakan sikap siswa yang baik. Selain itu, hasil analisa menunjukkan bahwa hubungan metode blended learning mempunyai kontribusi sebesar 59,4% dalam upaya pembentukan sikap siswa. Selebihnya, sebesar 40,6% dipengaruhi oleh fakor-faktor lainnya diluar dari konsep-konsep operasional penelitian ini. Jadi, dapat disimpulkan berdasarkan hasil olah data, bahwa terdapat hubungan positif signifikan yang kuat antara metode blended learning dengan sikap siswa.
 
GERAKAN RASA WASTRA INDONESIA
Wastra berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna kain tradisional. Sebagai negara yang memiliki 37 provinsi, Indonesia memiliki beragam kekayaan Wastra. Setiap Wastra memiliki nilai filosofis dan mencerminkan karakter-karakter budaya bangsa. Ada Songket dari Padang, Tenun Sutra dari Sengkang, Ulos dari Batak, Tapis dari Lampung, Blongket dari Palembang, Grising dari Desa Tenganan Bali, Batik Jumputan dari Jawa, Tenun Tolaki dari Kendari, Batik dari Jawa, dan masih banyak lagi. Hanya tak semua masyarakat Indonesia menyadari kekayaan Indonesia akan Wastra. Keprihatinan dan kecintaan Monique pada Wastra Indonesia, membuatnya fokus pada gerakan cinta Wastra Indonesia. Banyak kegiatan yang dilakukan Monique untuk mengenalkan dan mengangkat kedudukan Wastra, bukan hanya sebagai Wastra yang digunakan pada upacara adat. Tetapi dapat digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Kegiatan seperti membuat Ruang Rasa Kumpul, Ruang Rasa Belajar, Ruang Rasa Pamer Kreasi, dan Ruang Rasa Kasih melibatkan berbagai kalangan, mulai dari penggiat Wastra, penikmat Wastra, bahkan sebagai pemerhati Wastra, berkumpul semua untuk memahami dan mencintai Wastra Indonesia. Monique berharap melalui gerakan cinta Wastra yang dibaginya pada media Instagram @rasaWastraindonesia, masyarakat mulai mengenal bahkan berubah cinta pada Wastra Indonesia. Monique juga menyasar generasi muda, gen Z dan Milenial sebagai pewaris kekayaan Wastra Indonesia. Sehingga kelak Wastra Indonesia menjadi ciri khas bangsa Indonesia dan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda menjadi bangga memiliki dan menggunakannya. “Karena siapa lagi yang mampu menghargai Wastra Indonesia kalau bukan bangsa itu sendiri,†imbuh Monique di setiap kesempatan berbicara mengenai Wastra Indonesia