E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
    333 research outputs found

    PELAYANAN PRIMA PADA PENERIMAAN MAHASISWA BARU DI UNIVERSITAS PARAMADINA

    Get PDF
    Setiap perusahaan penting untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan, karena itu dapat menghasilkan sikap loyal bagi pelanggan terhadap perusahaan. Universitas Paramadina sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan ikut merasakan pentingnya pelayanan prima untuk pelanggan, dalam hal ini mahasiswa. Berharap mahasiswa akan terkesan, loyal, akhirnya memberikan rekomendasi bagi calon mahasiswa. Hasil riset Direktorat Humas dan Pemasaran, menunjukkan bahwa sebagian besar calon mahasiswa baru memilih studi di Universitas Paramadina, karena rekomendasi mahasiswa maupun alumni Paramadina. Karena hal itu, penting untuk mengetahui sudah sejauhmana pelayanan prima di Universitas Paramadina. Pemilihan direktorat untuk melihat pelayanan prima yang dilakukan disesuaikan dengan peranan empat direktorat sebagai garda terdepan dalam melayani calon mahasiswa baru dan mahasiswa yang telah diterima di Universitas Paramadina. Keempat direktorat tersebut adalah Humas dan Pemasaran, Akademik, Keuangan, dan IT. Penelitian ini menggunakan metodologi kuatitatif dengan menggunakan metode survei deskriptif. Menggunakan 44 responden yaitu mahasiswa Ilmu Komunikasi di dua kelas yang berbeda. Menggunakan 10 kuestioner yang diambil dari kompetensi pelayanan prima dengan mengedepankan : kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, kecepatan, ketepatan, keramahan, kenyamanan. Hasilnya penilaian secara keseluruhan, menunjukkan Direktorat Humas dan Pemasaran menempati posisi pertama, diikuti Direktorat Akademik, kemudian Direktorat IT, terakhir adalah Direktorat Keuangan. Penilaian menunjukkan bahwa pelayanan prima sudah dilakukan dengan baik, tetapi harus ditingkatkan lagi supaya kepuasan maksimal mahasiswa dapat tercapai. Ke depan diperlukan pelatihan kompetensi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikan pelayanan prima untuk setiap direktorat

    STUDI PERBANDINGAN STUDI PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP ANTARA REMAJA TUNANETRA DAN REMAJA AWAS DI KOTA BANDUNG DAN KOTA CIMAHI: STUDI PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP ANTARA REMAJA TUNANETRA DAN REMAJA AWAS DI KOTA BANDUNG DAN KOTA CIMAHI

    No full text
    Kualitas hidup merupakan penilaian seseorang tentang hidupnya serta menikmati segala peristiwa selama hidupnya. Remaja perlu memiliki kualitas hidup yang baik untuk menikmati kehidupan yang dirasakan dan merasakan peluang untuk perubahan atau peningkatan diri, begitupun dengan remaja tunanetra walaupun memiliki keterbatasan fisik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah perbedaan kualitas hidup antara remaja tunanetra dengan remaja awas. Data dikumpulkan dari 155 remaja (n = 155), 50 remaja tunentra dan 105 remaja awas dengan teknik pengambilan purposive sampling. Kualitas hidup dinilai dengan kuesioner Pediatric Quality Of Life pada Inventory (PedsQL) Generic Score versi 4.0. yang mencakup empat domain kualitas hidup yaitu domain fisis yang terkait dengan kesehatan, domain psikologis yang terkait dengan emosional, domain sosial, dan domain fungsi lingkungan sekolah. Hasil dari uji t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rerata skor total kualitas hidup remaja tunanetra dengan remaja awas (t: -2,317; P-value: 0,022, df: 153). Terdapat perbedaan pada domain fisik yang mana remaja awas memiliki skor lebih tinggi dibandingkan dengan remaja tunanetra hal ini dikarenakan adanya keterbatasan fisik yang dimiliki oleh remaja tunanetra menghambat untuk melakukan aktivitas dengan ruang gerak yang luas dibandingkan dengan remaja awas. Sedangkan pada domain sosial juga terdapat perbedaan yang signifikan pada remaja tunanetra melaporkan lebih banyak mengalami kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan sosial terutama saat berinteraksi dengan remaja awas. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk mengidentifikasi bagaimana cara optimal dalam megembangkan aspek-aspek perkembangan remaja khususnya siswa tunanetra sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang baikKualitas hidup merupakan penilaian seseorang tentang hidupnya serta menikmati segala peristiwa selama hidupnya. Remaja perlu memiliki kualitas hidup yang baik untuk menikmati kehidupan yang dirasakan dan merasakan peluang untuk perubahan atau peningkatan diri, begitupun dengan remaja tunanetra walaupun memiliki keterbatasan fisik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah perbedaan kualitaas hidup antara remaja tunanetra dengan remaja awas. Data dikumpulkan dari 155 remaja (n = 155), 50 remaja tunentra dan 105 remaja awas dengan teknik pengambilan purposive sampling. Kualitas hidup dinilai dengan kuesioner Pediatric Quality Of Life Inventory (PedsQL) Generic Score versi 4.0. yang mencakup empat domain kualitas hidup yaitu domain fisis yang terkait dengan kesehatan, domain psikologis yang trkait dengan emosional, domain sosial, dan domain fungsi lingkungan sekolah. Hasil dari uji t test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rerata skor total kualitas hidup remaja tunanetra dengan remaja awas (p = 0,022). Terdapat perbedaan pada domain fisik yang mana remaja awas memiliki skor lebih tinggi dibandingkan dengan remaja tunanetra hal ini dikarenakan adanya keterbatasan fisik yang dimiliki oleh remaja tunaneta menghambat untuk melakukan aktivitas dengan ruang gerak yang luas dibandingkan dengan remaja awas. Serta pada domain sosial juga terdapat perbedaan yang signifikan pada remaja tunanetra melaporkan lebih banyak mengalami kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan sosial terutama saat berinteraksi dengan remaja awas

    MOTIVASI BELANJA ONLINE SAAT PANDEMI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHAHASISWA KELAS PARALEL UNIVERSITAS PARAMADINA

    Get PDF
    COVID-19 telah memodifikasi perilaku konsumsi dan mengubah strategi pembelian masyarakat. Hal ini terjadi karena adanya penyesuaian perilaku masyarakat terhadap penerapan peraturan lockdown serta social distancing yang dikeluarkan oleh pemerintah. Penggunaan internet selama masa pandemi COVID-19 tidak hanya merubah cara bekerja dan belajar masyarakat, namun membawa dampak khusus bagi perilaku konsumtif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pada motivasi belanja online saat pandemi terhadap perilaku konsumtif mahasiswa kelas karyawan Universitas Paramadina. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 41 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belanja online saat pandemi memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 33,6% terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa kelas karyawan Universitas ParamadinaPenelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh pada motivasi belanja online saat pandemi terhadap perilaku konsumtif mahasiswa kelas paralel Universitas Paramadina. Pada penelitian ini, responden merupakan sampel dari populasi yang berjumlah 41 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi belanja online saat pandemi diadaptasi dari alat ukur Guay, Vallerand, dan Blanchard (2000) yaitu Situational Motivation Scale (SIMS). SIMS terdiri dari 16 aitem yang terdiri dari aspek intrinsic motivation, identified regulation, external regulation dan amotivation. Alat ukur pada variabel perilaku konsumtif didapatkan dari penelitian Siska Yulia (2014) yang berjudul Hubungan Konformitas dengan Perilaku Konsumtif pada Komunitas Hijabers Jakarta. Alat ukur perilaku konsumtif ini terdiri dari 10 aitem. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belanja online saat pandemi memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 33,6% terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa kelas paralel Universitas Paramadina

    New Ancol Logo Design, Brings the Meaning of “Happiness†or “Disappointment†for Indonesian People

    No full text
    Discussing the brand of a company, of course, it will begin with a face called a logo. Ancol as one of the companies that focuses on local Indonesian tourism has taken a stand to change its image to the community.  With one of his efforts to change the visual appearance of the Ancol logo with a new design. Unfortunately, the results of the hard work of Ancol Public Relations failed to win sympathy from the community. Some people expressed their dislike through a response on twitter. It turned out that the impact of the visual change actually received a negative response from most Indonesians who had had experience visiting Ancol before. This is a formulation of a problem that questions how the picture of the negative response of the Indonesian people to the visualization of the new Ancol Logo and the development efforts of Ancol public relations.   Through a qualitative research method approach with the form of case studies that are explored through various mass media reports and progress on existing social media. In the discussion, there was a fact of opinion from a practitioner who stated the discrepancy of the change in the use of the originally colored to monotonous shades of blue.  The next hope is that ancol public relations can listen and further develop the Ancol logo to a better form

    GRASSROOTS CAMPAIGN BEFORE AND AFTER “ANTI-SMOKING IN PUBLIC PLACES†POLICY

    Get PDF
    After reformation in Indonesia, there is a lot of changing in government policy. Maybe is not fast and comprehensive, the changing is slowly but sure. The policy change start from the biggest problem in Indonesia, which is democracy style to the small things such as seat belt policy. The changing is to sustain of nationality life and of course to fix the entire problem from Soeharto legacy. Many grassroots organizations after the reformation started to campaign for any issues that spread in country. They were showing the idea about responsibility as citizen by watching the government (politic, democracy issues and corruption), environment and social-culture life. The campaign and approached from any organization are different, some doing by using media or make events and some doing by strike or demonstration. What they did is tries to push the government or companies to make an action to change or make new policy that related for better future. After couple month arguing about a new policy, which is prohibition smoking in public places, finally the government is releasing and legalize the policy to public, an auxiliary regulation to the 2005 bylaw on air pollution control, is expected to end any arguments about people\u27s right to breathe clean air. The government start makes cooperation with some ministry department, companies, and grass roots organizations. The purpose is to make success the campaign, by communicate the policy to the public. Keyword: grassroost campaign, anti-smoking, government polic

    PERSEPSI TENTANG PERSELINGKUHAN PADA PENONTON FILM SERI LAYANGAN PUTUS

    Get PDF
    Film merupakan bagian dari penerapan komunikasi persuasif yang dapat mempengaruhi opini publik terhadap isu tertentu. Film layangan putus adalah salah satu film yang mengangkat kisah tentang perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangga. Film ini viral ditengah-tengah banyaknya isu orang ketiga dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian terkait persepsi khalayak tentang film tersebut. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Faktor tersebut yakni faktor personal dan faktor struktural. Faktor personal terdiri dari faktor kebutuhan, faktor suasana emosional, faktor mental, faktor latar belakang budaya, dan faktor kerangka rujukan. Faktor struktural terdiri dari faktor persamaan, faktor kedekatan, dan faktor kelengkapan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Metode ini digunakan karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi khalayak terhadap suatu film. Oleh karena itu, metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dipilih untuk menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi khalayak tentang perselingkuhan yang terdapat di dalam film Layangan Putus. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti ini memperoleh hasil sebagai berikut: Kedua informan yang ada di dalam penelitian ini memiliki persepsi atau pandangan yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh faktor personal dan faktor struktural yang mempengaruhi keduanya. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi informan begitu kuat sehingga menghasilkan persepsi atau pandangan yang sangat berbeda, dan adapula faktor yang mempengaruhi informan tidak terlalu kuat sehingga menghasilkan persepsi atau pandangan yang hanya sedikit berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor personal dan faktor struktural memiliki pengaruh terhadap perbedaan persepsi oleh kedua informan. Adapun faktor personal yang sangat mempengaruhi perbedaan persepsi adalah faktor kerangka rujukan atau frame of reference, sedangkan dari faktor struktural yang paling berpengaruh adalah prinsip kesamaan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa faktor personal dan faktor struktural mempengaruhi terbentuknya persepsi pada diri seseorang

    Brand Heritage: Telaah Identitas Merek dan Persepsi Konsumen

    Get PDF
    As a relatively new thing, the concept of brand heritage is starting to attract the attention of marketing researchers. Several concepts that emerged later, both from the perspective of brand identity and perceived brand, criticized the previous concepts. By reviewing the literature, this article views, from a brand identity perspective, the elements of brand heritage proposed by Urde et al. (2007) is the most appropriate concept to describe the phenomenon. From the perceived brand perspective, the omniporal perceived brand heritage scale and the perceived brand heritage scale based on heritage aspects are both relevant, but it is proposed to rename them into brand heritage image and perceived brand heritage, respectively. This theoretical study also offers a matrix of conceptual brand heritage categories that is useful as a roadmap for further research. &nbsp

    Kajian Rupa Ornamen Makam Pesarean Sultan Abdul Kadirun di Bangkalan Madura. : Kajian Rupa Ornamen Makam Pesarean Sultan Abdul Kadirun di Bangkalan Madura.

    No full text
    The development of the times, gradually has an impact on the erosion of Indonesian culture. This is due to foreign influences and the ignorance of the next generation to recognize the culture of each region. In this regard, with regard to culture as a system, one of which is the religious system, which relates to religious ceremonies, and religious objects or buildings, apart from temples, as well as ancient tombs found throughout the world. the land of the archipelago. The purpose of this study was to determine the results of the visual analysis on the Royal Mausoleum of Madura Barat at Pesarean Sultan Abdul Kadirun in Bangkalan. This study uses qualitative research that uses several research methods that support and help obtain data effectively such as observation and interview methods. With this method the author can find out the results of research analyzing the shape of the ornaments found in the Jinjing Pesarean Sultan Abdul Kadirun, as conveyed by the resource person that the shape of this tote ornament is like a royal crown which symbolizes the existence of a kingdom, and also the form of flora, namely cassava leaves and flower buds. which means simplicity and fertility.ABSTRACT Perkembangan zaman, lambat laun berdampak pada terkikisnya kebudayaan Indonesia. Hal ini disebabkan karena pengaruh asing dan ketidak tahuan generasi penerus untuk mengenali kebudayaanmasing-masing daerahnya. Sehubungan dengan itu pula, maka sehubungan dengan kebudayaan sebagai system, yang salah satunya adalah, sistem religi, yang berhubungan dengan upacara keagamaan, dan benda-benda atau bangunan-bangunan keagamaan, selain candi-candi, juga makam-makam kuno yang terdapat di seluruh tanah negeri Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hasil analisis rupa pada Makam Kerajaan Madura Barat di Pesarean Sultan Abdul Kadirun di Bangkalan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa metode penelitian yang mendukung dan membantu mendapatkan data dengan efektif seperti metode observasi dan wawancara. dengan metode tersebut penulis dapat mengetahui hasil penelitian menganalisis bentuk rupa ornamen yang terdapat pada Jinjing Pesarean Sultan Abdul Kadirun, seperti yang disampaikan oleh narasumber bahwa bentuk ornamen jinjing ini seperti mahkota kerajaan yang melambangkan adanya kerajaan, dan juga bentuk flora yaitu daun ketela pohon dan kuncup bunga yang memiliki arti kesederhanaan dan kesuburan

    KHALAYAK MEDIA SOSIAL: ANALISIS RESEPSI STUART HALL PADA KESEHATAN SEKSUAL ORANG MUDA

    Get PDF
    Media sosial berfungsi untuk beragam bentuk komunikasi sesuai kebutuhan penggunanya. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan seksual bagi orang muda yang terhubung dengan internet. Yayasan Tabu Indonesia Berdaya melalui akun Instagram @tabu.id menyampaikan pesan-pesan yang berfokus pada intervensi kesehatan seksual dan reproduksi untuk kaum muda. Dengan menggunakan teori resepsi Stuart Hall, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi khalayak dari sisi dominant hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position terhadap pesan-pesan edukasi seksual di Instagram @tabu.id. Hasil penelitian menunjukkan khalayak yang mengonsumsi informasi edukasi seksual di akun @tabu.id memiliki resepsi yang berbeda-beda. Terdapat 14 decoding pesan dominant hegemonic, tiga negotiated position, dan satu oppositional position. Mayoritas informan memberikan tanggapan positif terhadap konten yang ada pada akun Instagram @tabu.id karena informan menyesuaikan pesan media dengan budaya, sudut pandang, dan pengalaman mereka. Secara umum, informan sepakat dengan isi pesan yang disampaikan oleh akun Instagram @tabu.id, namun di sisi lain terdapat beberapa bagian pesan yang tidak sejalan dengan pandangan informan. Informan sebagai khalayak akun Instagram @tabu.id menganggap bahwa pernyataan konten yang diunggah tidak sesuai dengan hal-hal yang terjadi di Indonesia, informan dengan tanggapan negatif juga mengatakan bahwa tidak ada dampak yang terjadi kepada dirinya dalam aktivitas sehari-hari setelah melihat konten pada akun Instagram @tabu.id, hanya melihat saja

    Manajemen Dana Abadi Umat untuk Kewirausahaan Berbasis Pesantren: Potensi Manfaat dan Tantangannya

    Get PDF
    Pengelolaan Dana Haji di Indonesia melewati tonggak sejarah (milestone) krusial ketika tanggung jawabnya diserahkan kepada BPKH pada 2018. Ini berarti Dana Haji kini dikelola dengan makin profesional, transparan, dan independen lengkap dengan kerangka hukumnya. Di dalam Dana Haji yang dikelola BPKH, terdapat komponen Dana Abadi Umat (DAU) yang pengelolaannya masih potensi besar untuk dioptimalkan, salah satunya melalui program kewirausahaan berbasis pesantren. Pesantren dan santri merupakan elemen penting dari generasi penerus Umat Islam di Indonesia sehingga peningkatan kapasitas dan kemandiriannya diharapkan akan memberi manfaat besar terhadap sebesar-besarnya kemaslahatan Umat Islam. Sebagai sebuah tawaran opsi usahanya, tulisan ini mengkaji potensi pariwisata spiritual dan edukasi pesantren, mengingat banyak aspek kehidupan dan pembelajaran di pesantren yang belum terobservasi dan tereksplorasi. Selain selaras dengan aspek legal dan syariah yang dipersyaratkan dalam penggunaan DAU, potensi pemanfaatannya ini dapat menjadi kontribusi nyata Umat Islam kepada Indonesia, khususnya terkait agenda Pemulihan Ekonomi Nasional selama dan pasca-pandemi Covid-19. Opsi ini tentunya tidak lepas dari berbagai tantangan dan risiko. Oleh karena itu, strategi mitigasi yang bijak perlu dipersiapkan

    291

    full texts

    333

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Paramadina
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇