E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
PERAN MEDIASI MAKNA HIDUP PADA PENGARUH PSYCHOLOGICAL HARDINESS TERHADAP ADAPTABILITAS KARIER SISWA SMK DI INDONESIA
Karier merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan seseorang. Proses transisi dari kehidupan sekolah ke dunia kerja merupakan fase yang menantang. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran makna hidup pada pengaruh psychological hardiness terhadap adaptabilitas karier melalui pendekatan penelitian kuantitatif. Adaptabilitas karier diukur dengan Career Adapt-Abilities Scale-International Form (CAAS) yang telah dikembangkan oleh Savickas dan Porfeli tahun 2012, psychological hardiness diukur dengan Dispositional Resilience Scale 15-Revised yang dikembangkan oleh Bartone tahun 2007, dan makna hidup yang diukur dengan Meaning in Life Questionnaire (MLQ) yang dikembangkan oleh Steger dkk tahun 2006. Responden penelitian ini merupakan 608 orang siswa SMK yang berdomisili di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna hidup memiliki efek mediasi parsial pada pengaruh psychological hardiness terhadap adaptabilitas karier. Sementara itu, psychological hardiness memiliki pengaruh langsung terhadap adaptabilitas karier. Hal ini menunjukkan bahwa adanya makna hidup pada diri seseorang dapat membantu dalam beradaptasi dengan kehidupan karier. Oleh karena itu, orangtua maupun guru di sekolah perlu memberikan kegiatan yang dapat meningkatkan psychological hardiness dan makna hidup pada siswa SMK.Studi ini merupakan penelitian kuantitatif yang membahas peran makna hidup pada pengaruh psychological hardiness terhadap adaptabilitas karier. Adaptabilitas karier diukur dengan Career Adapt-Abilities Scale-International Form (CAAS) yang telah dikembangkan oleh Savickas & Porfeli (2013), psychological hardiness diukur dengan Dispositional Resilience Scale 15-Revised yang dikembangkan oleh Bartone (2007), dan makna hidup yang diukur dengan Meaning in Life Questionnaire (MLQ) yang dikembangkan oleh Steger dkk (2006). Responden penelitian ini merupakan 608 orang siswa SMK yang berdomisili di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna hidup memiliki efek mediasi parsial pada pengaruh psychological hardiness terhadap adaptabilitas karier. Sementara itu, psychological hardiness memiliki pengaruh langsung terhadap adaptabilitas karier
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI TINGKAT PROGRAM STUDI: STUDI DI UNIVERSITAS PARAMADINA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi terhadap implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat program studi pada Universitas Paramadina. Adapun, partisipan dari penelitian ini adalah 8 ketua program studi jenjang Strata 1 (S1) yakni Prodi Psikologi, Prodi Hubungan Internasional, Prodi Manajemen, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Falsafah Dan Agama, Prodi Teknik Informatika, Prodi Desain Produk Industri, serta Prodi Desain Komunikasi Visual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik sampling berupa purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dengan berfokus pada pedoman wawancara semi terstruktur. FGD tersebut dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan platform Google Meet selama 1 kali dengan durasi 2 jam pada bulan Desember 2021. Pelaksanaan FGD juga direkam dengan menggunakan fitur Record Meeting yang terdapat pada Google Meet. Analisis data dilakukan dengan cara menyusun verbatim dan diberi coding pada Microsoft Word. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi MBKM, dibutuhkan adanya 3 hal yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, serta 3) Monitoring dan evaluasi. Namun, terdapat pula 2 faktor yang berpengaruh terhadap implementasi ini yakni faktor pendukung dan faktor penghambat. Pada faktor pendukung, terdiri kebijakan, SDM Pelaksana, dan kanal informasi. Melainkan, dosen, mahasiswa, dan variasi program menjadi faktor penghambat dalam implementasi MBKM ini. Dengan demikian, perlu adanya dukungan dari universitas terhadap implementasi MBKM hingga tersedianya informasi yang lengkap agar pelaksanaan MBKM dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi terhadap implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat program studi pada Universitas Paramadina. Adapun, partisipan dari penelitian ini adalah 8 ketua program studi jenjang Strata 1 (S1) yakni Prodi Psikologi, Prodi Hubungan Internasional, Prodi Manajemen, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Falsafah Dan Agama, Prodi Teknik Informatika, Prodi Desain Produk Industri, serta Prodi Desain Komunikasi Visual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik sampling berupa purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dengan berfokus pada pedoman wawancara semi terstruktur. FGD tersebut dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan platform Google Meet selama 1 kali dengan durasi 2 jam pada bulan Desember 2021. Pelaksanaan FGD juga direkam dengan menggunakan fitur Record Meeting yang terdapat pada Google Meet. Analisis data dilakukan dengan cara menyusun verbatim dan diberi coding pada Microsoft Word. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi MBKM, dibutuhkan adanya 3 hal yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, serta 3) Monitoring dan evaluasi. Namun, terdapat pula 2 faktor yang berpengaruh terhadap implementasi ini yakni faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor yang mendukung pelaksanaan implementasi MBKM adalah kebijakan, sumber daya manusia pelaksana, dan kanal informasi sedangkan faktor-faktor yang menghambat adalah dosen, mahasiswa, dan variasi program menjadi faktor penghambat dalam implementasi MBKM ini. Dengan demikian, perlu adanya dukungan dari universitas terhadap implementasi MBKM berupa kebijakan yang mendukung hingga tersedianya informasi yang lengkap agar pelaksanaan MBKM dapat berjalan dengan baik. 
PENGARUH KETERAMPILAN SOSIAL TERHADAP KONSEP DIRI AKADEMIK MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan sosial terhadap konsep diri akademik mahasiswa pada masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan jumlah 94 orang. Teknik statistik yang digunakan untuk olah data dalam penelitian ini adalah metode regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan serta pengaruh yang signifikan antara keterampilan sosial terhadap konsep diri akademik pada mahasiswa di Jabodetabek di masa Pandemi Covid-19 dengan nilai signifikansi sebesar 0.022 (p <0.05). Keterampilan sosial memiliki kontribusi yang besar terhadap konsep diri akademik sebesar 56% (R Square= 0.56) dan 44% dipengaruhi oleh variabel lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan sosial terhadap konsep diri akademik mahasiswa pada masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan jumlah 94 orang. Teknik statistik yang digunakan untuk olah data dalam penelitian ini adalah metode regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan serta pengaruh yang signifikan antara keterampilan sosial terhadap konsep diri akademik pada mahasiswa di Jabodetabek di masa Pandemi Covid-19 dengan nilai signifikansi sebesar 0.022 (p <0.05). Keterampilan sosial memiliki kontribusi yang besar terhadap konsep diri akademik sebesar 56% (R Square= 0.56) dan 44% dipengaruhi oleh variabel lain
Evaluasi Pelaksanaan Progeam Merdeka Belajar Kampus Merdeka Oleh Pimpinan Universitas Paramadina (UPM)
Penelitian ini membahas tentang evaluasi pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh pimpinan Universitas Paramadina. Program MBKM merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempersiapkan mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Setelah dilakukan sosialisasi dan dilaksanakan selama satu semester, program MBKM perlu dilakukan evaluasi pelaksanaanya oleh pimpinan universitas. Pertama, pemahaman pimpinan universitas terhadap Program MBKM. Kedua, Kebijakan pimpinan universitas mempersiapkan pelaksanaan MBKM. Ketiga, pelaksanaan program MBKM. Keempat, manfaat program MBKM dan Kelima, faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan MBKM. Keberhasilan program MBKM akan sangat tergantung dari respon pimpinan universitas dalam mengetahui, mempersiapkan dan menjalankan kebijakan dengan tata kelola dan dukungan sumber daya yang baik. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan evaluasi program. Metode pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan dengan mencatat informasi penting dan relevan berdasarkan urutan kejadian. Pimpinan universitas Paramadina sudah memahami program MBKM dan mempersiapkan kebijakan dan sumber daya pendukung untuk pelaksanaan program MBKM ditingkat universitas
PELIPUTAN COVID-19 BAGI JURNALIS TELEVISI BERITA: (Studi Fenomenologi dengan Intepretative Phenomenology Analysis (IPA) Terhadap Reporter INews Selama Melakukan Peliputan Pendemi Covid-19)
Penelitian ini fokus pada fenomenologi peliputan pandemi Covid-19 di Indonesia yang didokumentasikan dari pengalaman hidup dua jurnalis televisi nasional (INews). Menggunakan Intepretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam semi-terstruktur untuk mengidentifikasikan pengalaman dan usaha mereka untuk tetap menjalankan pekerjaan sebagai jurnalis namun tidak menapik persoalan dan pergelutan batin ketika mereka harus memikirkan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitar. Ada empat tema yang bisa diambil sebagai bahan penelitian, yakni: pengalaman peliputan, motif melakukan pekerjaan beresiko, makna konsep diri, dan dilema peliputan. Penelitian ini harapannya dapat memberikan kontribusi tentang pengalaman profesional jurnalis selama pandemic covid-19. Publik boleh berharap banyak, dan memang sudah seharusnya, namun, harapan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran bahwa seorang jurnalis juga manusia dan bagian dari masyarakat yang memiliki dilematikanya sendiri.
Kata Kunci: Covid-19, Intepretative Phenomenological Analysis (IPA), Jurnalis, InewsT
DEMOKRASI ASIMETRIS DAN SEMANGAT MENJAGA ENTITAS KEBERAGAMAN DI MALUKU
Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Maluku. Dahulu kekuasaan dipusatkan kepada segelintir orang melalui mekanisme pemilihan di DPRD, kini sebaliknya kekuasaan semakin terdesentralisasi, sehingga posisi rakyat sebagai pemegang amanat pemilihan kepala daerah sangat dibutuhkan bagi calon kepala daerah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dinamika politik di Maluku dengan menggunakan teori demokrasi asimetris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, untuk menganalisis bagaimana semangat Pela-Gandong menjadi kunci dalam konsolidasi politik di Maluku. Berdasarkan hasil analisis, Di Provinsi Maluku sendiri, mekanisme demokrasi pada level Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota beririsan dengan semangat Pela-Gandong yang merupakan basis politik moral di setiap perhelatan politik di Maluku. Sejak pertama kali diselenggarakan Pilgub langsung tahun 2008 - konfigurasi pasangan calon selalu mempertimbangkan aspek keterwakilan agama (Islam-Kristen) sebagai parameter untuk memutuskan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
 
Program Intervensi Kognitif-Perilaku daam Menurunkan Kecemasan Sosial Di Lingkungan Akademik Pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari intervensi kognitif-perilaku dalam menurunkan kecemasan sosial di lingkungan akademik pada siswa SMA. Intervensi ini disusun berdasarkan tiga level tujuan intervensi kognitif-perilaku yang dikemukakan oleh Stallard (2005). Desain penelitian ini merupakan single subject design dengan ABA design, yaitu dengan mengidentifikasi efektivitas dari treatment yang diberikan terkait permasalahan perilaku pada subyek, dengan membandingkan hasil sebelum dan setelah treatment diberikan.  Subyek penelitian adalah seorang siswa SMA yang memiliki masalah kecemasan sosial di lingkungan akademik. Tingkat kecemasan subyek diukur melalui Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) yang telah diadaptasi oleh Oktarani (2014) ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu juga dilakukan wawancara terhadap subjek, guru dan teman dengan berpedoman pada tiga subskala kecemasan sosial dari La Greca dan Lopez (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi kognitif-perilaku ini efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial subjek di lingkungan akademik. Hasil ini juga diperkuat dari hasil peninjauan kembali yang dilakukan dua minggu setelah treatment, dengan mewawancarai subyek, guru dan teman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari intervensi kognitif-perilaku dalam menurunkan kecemasan sosial pada siswa SMA di lingkungan akademik. Intervensi ini disusun berdasarkan tiga level tujuan intervensi kognitif-perilaku yang dikemukakan oleh Stallard (2005). Penelitian ini menggunakan mixed method design, yaitu dengan menggabungkan data secara kualitatif dan kuantitatif untuk melihat sejauhmana kecemasan sosial subjek penelitian sebelum dan setelah pemberian intervensi kognitif-perilaku. Data kualitatif diperoleh dengan wawancara terhadap subjek, guru dan teman sekolah dengan berpedoman pada tiga subskala kecemasan sosial dari La Greca dan Lopez (1998). Data kuantitatif diperoleh dengan mengukur tingkat kecemasan subjek menggunakan alat ukur Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) yang telah diadaptasi oleh Oktarani (2014) ke dalam bahasa Indonesia. Dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa intervensi kognitif-perilaku ini efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial subjek di lingkungan akademik. The intervention program based on three levels of cognitive-behavioral intervention objectives defined by Stallard (2005). This research study uses mixed method design, by combining data qualitatively and quantitatively to see the extent of social anxiety of the research participant before and after the cognitive-behavioral intervention is given. The qualitative data were obtained by interviewing the participant, participant’s teachers, and participant’s schoolmates. The interviewing guide is based on three social anxiety subscales defined by La Greca and Lopez (1998). Therefore, the quantitative data were obtained by measuring the level of anxiety of the participant using the Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A) that had been adapted by Oktarani (2014) to Bahasa Indonesia. The result showed that cognitive-behavioral intervention is effective in reducing the level of social anxiety of the participant in the academic environmen
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG TUNADAKSA BAWAAN
Resiliensi merupakan kapasitas untuk merespon secara sehat dan produktif ketika seseorang menghadapi suatu tekanan maupun trauma, dan penting dalam mengelola tekanan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada remaja penyandang tunadaksa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan subjek sebanyak 50 dengan karakteristik remaja penyandang tunadaksa bawaan, berusia 18-22 tahun, dan tinggal bersama keluarga. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan snowball sampling. Alat ukur yang digunakan menggunakan skala resiliensi yang diadaptasi dari Reivich dan Shatte tahun 2002 dan skala dukungan sosial yang diadaptasi dari Sarafino tahun 1998. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi product moment menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial khususnya dukungan sosial keluarga dengan resiliensi yang memiliki nilai korelasi (r) sebesar 0,512 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,005). Dukungan sosial teman tidak memiliki hubungan dengan resiliensi. Sehingga tinggi rendahnya resiliensi remaja penyandang tunadaksa tidak ditentukan melalui dukungan sosial khususnya dukungan sosial teman yang diterimanya
STUDI DESKRIPTIF QUARTERLIFE CRISIS PADA FASE EMERGING ADULTHOOD DI KOTA MATARAM SAAT MASA PANDEMI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak masa pandemi terhadap quarterlife crisis pada individu yang berada pada fase emerging adulthood khusus di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pengembangan alat ukur dari Hassler (2009) dengan 7 dimensi quarterlife crisis. Dimensi tersebut kemudian dianalisa untuk dilihat dari segi masa pandemi dan dampaknya terhadap fase emerging adulthood di Kota Mataram. Penelitian ini juga menggunakan data demografi subyek seperti jenis kelamin dan status kerja untuk mengetahui gambaran quarterlife crisis lebih jauh. Subyek penelitian berusia 18-25 tahun dan berdomisili di Kota Mataram. Teknik sampling menggunakan convenience sampling. Analisa data menggunakan analisis deskriptif mean dengan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98% responden mengalami quarterlife crisis. Wanita yang belum bekerja memiliki nilai 76,9 lebih kecil dari nilai Wanita yang sudah bekerja yakni sebesar 77,8. Nilai ini lebih besar jika dibandingkan dengan Pria yang belum bekerja sebesar 73,5 maupun Pria yang sudah bekerja sebesar 53,8. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa dalam situasi pandemi yang tidak menentu membuat responden sulit mendapatkan pekerjaan dan membuat mereka merasa keuangan tidak stabil (82%), merasa memiliki kehidupan yang tidak layak (79%) dan sulit mengambil keputusan (76%) dimana hal tersebut merupakan salah satu faktor dalam fase emerging adulthood yang jika tidak ditangani dengan baik menyebabkan quarterlife crisis. Lebih jauh hasil penelitian menemukan dimensi putus asa dan cemas merupakan dimensi dengan nilai terkecil dibandingkan dimensi lainnya, sedangkan dimensi penilaian diri negatif memiliki nilai tertinggi dan mendominasi quarterlife crisis baik pada Wanita maupun Pria dengan status belum bekerja maupun sudah bekerja di Kota Mataram
Pengaruh Label Halal, Merek, dan Harga Pada Keputusan Pembelian Obat Bebas di Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh variabel label halal, merek dan harga terhadap keputusan pembelian obat bebas oleh konsumen di provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian berjumlah 150 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode survei dengan alat pengumpul data berupa kuisoner melalui google form yang diukur menggunakan skala likert. Kuisoner diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Dari hasil penelitian dengan analisis deskriptif, uji prasyarat analisis regresi, uji regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan program SPSS versi 25, diketahui adanya pengaruh yang signifikan variabel independen label halal, merek, dan harga terhadap variabel dependen keputusan pembelian obat bebas di provinsi Jawa Barat