E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
    333 research outputs found

    HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN FORGIVENESS PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 memaksa seluruh masyarakat untuk menghadapi situasi yang jauh berbeda dari biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara regulasi emosi dengan forgiveness pada mahasiswa khususnya di masa pandemi COVID-19. Menggunakan rancangan kuantitatif dengan teknik analisis korelasi product moment Pearson, 581 mahasiswa terlibat melalui teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Gross dan John tahun 2003 dan skala Transgression-Related Interpersonal Motivations 12 (TRIM-12) oleh McCullough, Rachal, Sandage, Worthington, Brown dan Hight tahun 1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan dimensi forgiveness, yaitu penghindaran (avoidance) dan balas dendam (revenge). Regulasi emosi dengan avoidance memperoleh rxy sebesar -0,034, dengan taraf signifikan sebesar p=0,414 (p>0,05). Artinya, regulasi emosi tidak memiliki hubungan dengan perilaku penghindaran pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rxy sebesar 0,012, dengan taraf signifikan sebesar p=0,764 (p>0,05) antara regulasi emosi dengan dimensi balas dendam (revenge). Artinya, regulasi emosi juga tidak memiliki hubungan dengan perilaku balas dendam pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19.Pandemi COVID-19 memaksa seluruh masyarakat untuk menghadapi situasi yang jauh berbeda dari biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara regulasi emosi dengan forgiveness pada mahasiswa khususnya di masa pandemi COVID-19. Menggunakan rancangan kuantitatif dengan teknik analisis korelasi product moment Pearson, 581 mahasiswa terlibat melalui teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Gross & John (2003) dan skala Transgression-Related Interpersonal Motivations 12 (TRIM-12) oleh McCullough dkk. (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan dimensi forgiveness, yaitu penghindaran (avoidance) dan balas dendam (revenge). Regulasi emosi dengan avoidance memperoleh rxy sebesar -0,034, dengan taraf signifikan sebesar p=0,414 (p>0,05). Artinya, regulasi emosi tidak memiliki hubungan dengan perilaku penghindaran pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rxy sebesar 0,012, dengan taraf signifikan sebesar p=0,764 (p>0,05) antara regulasi emosi dengan dimensi balas dendam (revenge). Artinya, regulasi emosi juga tidak memiliki hubungan dengan perilaku balas dendam pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19

    Pengaruh Budaya Organisasi Dan Iklim Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB)

    Get PDF
    Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam perusahaan harus memiliki kualitas kerja baik serta kinerja tinggi dalam perusahaan. Perusahaan akan berhasil apabila pegawai tidak hanya mengerjakan tugas pokok, namun juga melakukan tugas ekstra seperti bekerja sama. Perilaku prososial atau tindakan ekstra yang melebihi deskripsi peran yang ditentukan dalam perusahaan disebut organizational citizenship behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan iklim organisasi terhadap organizational citizenship behavior dan mengetahui faktor dominan antara budaya organisasi dan iklim organisasi yang mempengaruhi organizational citizenship behavior. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang menggunakan skala likert kepada 93 orang karyawan PT Artha Jaya Mas. Teknik analisis data yag digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian didapatkan budaya organisasi (X1) dan iklim organisasi (X2) berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior (Y), dengan variabel iklim organisasi (X2) merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap variabel organizational citizenship behavior (Y)

    Manajemen dan Tata Kelola Kemitraan Lintas Sektor Dalam Kegiatan Pameran Seni Rupa di Museum Basoeki Abdullah Jakarta Studi Kasus: Pameran Narasi Mitos dan Legenda

    Get PDF
    Manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan mengelola, mengatur, dan melaksana agar sebuah kegiatan dapat bekerja dengan efektif dan efisien, dimana hal yang berkait  pengaturan dapat membantu menyelesaikan sesuatu proses agar yang optimal baik dalam aspek sumber daya manusia, materi, keuangan dan struktur organisasi agar efektif dan efisiensi.  Dalam kegiatan sebuah pameran, kegiatan manajemen digunakan untuk tata kelola  antar kemitraan agar pameran tersebut dapat diwujudkan, diterima dan diapresiasi dengan baik oleh publik. Kemitraan sebagai dasar kerjasama lintas sektoral digunakan untuk merealisasikan dan membangun fondasi dalam sebuah kegiatan, dalam hal ini adalah pameran seni rupa yang diselenggarakan di Museum Basoeki Abdullah dengan tema Narasi Mitos dan Legenda Indonesiaâ€, di Museum Basoeki Abdullah yang diselenggarakan pada periode Juli 2020. Kemitraan yang dibentuk antara 3 elemen- triplehelix, yakni unsur pemerintah diwakili Museum Basoeki Abdullah (Musbadul), NGO, Komunitas 22 Ibu  dan unsur pendidikan yakni Universitas Paramadina diangkat menjadi studi kasus yang membahas dan analisa program kemitraan,  serta pendekatan ilmu manajeman sebagai dasar tata kelola pelaksanaan kegiatan pameran yang akan diselenggarakan. Pelaksanaan pameran yang baik dengan respon audiens yang positif merupakan salah satu indikator dalam keberhasilan pameran tersebut, dan komponen tersebut dapat dilihat dari data kunjungan, liputan media, serta respon positif dari berbagai kegiatan post event yang dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yaitu melalui wawancara mendalam dengan narasumber dan menyebarkan kuisioner kepada pengunjung pameran sehingga dapat diketahui keberhasilan pameran ini. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui keberhasilan manajemen dan tata kelola  pameran yang merupakan hasil dari kerjasama tiga unsur yaitu pemerintah, NGO, dan pendidika

    Pengaruh Hedonic Motivation, Cool Motivation dan Socialization Motivation Terhadap Impulsive Buying (Studi Kasus pada Remaja di Kota Maros)

    No full text
    Seorang konsumen ketika hendak melakukan transaksi pembelian akan suatu produk, mereka akan berusaha mencari beraneka ragam informasi sebelum melakukan pembelian. Beberapa orang melakukan aktivitas belanja bersama orang terdekat demi membeli produk yang sama atau sejenis untuk menjalin hubungan dengan memiliki produk yang sama atau sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Hedonic Motivation, Cool Motivation dan Socialization Motivation Terhadap Impulsive Buying pada remaja di Kota Maros. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan alat analisis SPSS versi 25. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Hedonic Motivation, Cool Motivation dan Socialization Motivation memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying

    KOMUNIKASI PERSUASIF PENGGALANGAN DANA KITABISA

    Get PDF
    Pertumbuhan Internet yang begitu pesat telah melahirkan berbagai platform yang beragam dan tersebar masif. Salah satu bentuknya adalah penggalangan dana. Penggalangan dana secara luring telah ada dalam berbagai acara seperti konser, pemutaran film atau melalui pertunjukan pentas seni. Penggalangan dana adalah suatu proses pengumpulan kontribusi sukarela dalam bentuk uang atau sumber daya lain dengan meminta sumbangan dari individu, perusahaan, yayasan, atau lembaga pemerintah. Kitabisa adalah salah satu platform penggalangan dana daring di Indonesia. Penggalangan dana secara daring sangat marak tetapi beberapa khalayak enggan berpartisipasi karena resiko penipuan dan tindak kejahatan siber lain. Untuk itu diperlukan adanya pendekatan komunikasi persuasif antara komunikator dan calon donatur untuk mendorong partisipasi khalayak.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif penggalangan dana Kitabisa. Teori yang digunakan adalah komunikasi persuasif yang ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan konatif. Metodologi penelitian menggunakan metodologi kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah divisi Campaign Strategist dan Officer Kitabisa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kitabisa menggunakan komunikasi persuasif secara kognitif melalui informasi yang disebarkan di berbagai media sosial. Dilihat dari aspek afektif, hasil penelitian memperlihatkan bahwa Kitabisa memanfaatkan storycollecting serta peran pemengaruh media sosial. Dari aspek konatif, Kitabisa memberi kemudahan bagi para penderma untuk melakukan donasi melalui berbagai sistem pembayaran online. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, penggalangan dana, Kitabis

    KOMUNIKASI POLITIK PATRONASE NU DALAM PILKADA KABUPATEN PURBALINGGA 2020

    Get PDF
    Kebebasan dalam berkomunikasi yang mewarnai kehidupan politik, berdampak terhadap tuntutan demokratisasi bernegara yang faktual melalui pemilihan umum yang berkeadilan dan menghasilkan pemimpin daerah yang berpihak kepada rakyat. Pemilihan umum bertujuan untuk memberi gambaran tentang dinamika komunikasi politik dalam rangka menghadapi Pilkada. Penelitian ini menganalisis pengaruhnya terhadap kecenderungan memilih masyarakat pada Pilkada Purbalingga 2020, dan kriteria seperti apa yang tepat untuk Patron NU agar dapat mempengaruhi kecenderungan memilih masyarakat terhadap kandidat tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei dan sampel 440 pemilih di Kabupaten Purbalingga. Penentuan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dan data dianalisis mengunakan analisis CART. Terdapat 7 dari 17 peubah independen yang menjadi penciri utama terpilihnya kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Purbalingga. Temuan penelitian mencakup, tokoh NU yang berasal dari golongan pemuda, santri, guru non formal, perangkat desa, perangkat daerah kabupaten, karyawan, buruh, organisasi masyarakat dan partai politik. Golongan tokoh NU tersebut efektif untuk menyampaikan pesan-pesan politik dalam kurun waktu setiap hari atau beberapa kali dalam sebulan terhadap masyarakat. Pendekatan dilakukan melalui kesamaan organisasi atau kesamaan partai politik dalam kelompoknya. Berdasarkan hasil analisis CART masyarakat Purbalingga menganggap tindakan tidak wajar ketika tokoh NU yang berpolitik mendukung secara langsung kandidat yang diusung partai PKB

    Gambaran Psychological Well-Being pada Remaja di Dusun Krasak yang Tidak Melanjutkan Pendidikan Formal

    Get PDF
    Tingkat pendidikan adalah salah satu faktor yang memengaruhi psychological well-being, namun masih banyak remaja di Dusun Krasak yang tidak melanjutkan pendidikannya secara formal. Mereka memilih mengikuti kejar paket C. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well-being remaja di Dusun Krasak yang tidak melanjutkan pendidikan formal dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Partisipan penelitian ini terdiri dari 2 orang remaja berusia 16 dan 18 tahun yang tidak melanjutkan pendidikan formal. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan partisipan tidak melanjutkan pendidikan formal karena dipengaruhi oleh faktor reaksi emosional. Hal tersebut membuat kedua partisipan memilih bekerja dan mengikuti kejar paket C. Terdapat rasa penyesalan dari kedua partisipan karena tidak melanjutkan pendidikan formal. Selain itu, kedua partisipan mengungkapkan hal positif dan negatif yang dirasakan saat bekerja maupun mengikuti kejar paket. Keduanya sempat memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang lain, yaitu P1 dengan orang tua dan P2 dengan teman. Kemudian, dalam hal otonomi kedua partisipan cenderung mengikuti orang lain dalam menentukan keputusannya, seperti teman dan orang tua. Dalam hal penguasaan lingkungan, kedua partisipan mengungkapkan kesulitan selama bekerja. Pengembangan diri partisipan terlihat dari adanya potensi yang dikembangkan dari keduanya, tetapi P2 sempat terlibat dalam perilaku negatif dengan meminum minuman beralkohol.Tingkat pendidikan adalah salah satu faktor yang memengaruhi psychological well-being, namun masih banyak remaja di Dusun Krasak yang tidak melanjutkan pendidikannya secara formal. Mereka memilih mengikuti kejar paket C. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well-being remaja di Dusun Krasak yang tidak melanjutkan pendidikan formal dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Partisipan penelitian ini terdiri dari 2 orang remaja berusia 16 dan 18 tahun yang tidak melanjutkan pendidikan formal. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan partisipan tidak melanjutkan pendidikan formal karena dipengaruhi oleh faktor reaksi emosional. Hal tersebut membuat kedua partisipan memilih bekerja dan mengikuti kejar paket C. Terdapat rasa penyesalan dari kedua partisipan karena tidak melanjutkan pendidikan formal. Selain itu, kedua partisipan mengungkapkan hal positif dan negatif yang dirasakan saat bekerja maupun mengikuti kejar paket. Keduanya sempat memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang lain, yaitu P1 dengan orang tua dan P2 dengan teman. Kemudian, dalam hal otonomi kedua partisipan cenderung mengikuti orang lain dalam menentukan keputusannya, seperti teman dan orang tua. Dalam hal penguasaan lingkungan, kedua partisipan mengungkapkan kesulitan selama bekerja. Pengembangan diri partisipan terlihat dari adanya potensi yang dikembangkan dari keduanya, tetapi P2 sempat terlibat dalam perilaku negatif dengan meminum minuman beralkohol

    BAGAIMANA GENERASI Z DI JAKARTA MEMAKNAI PEKERJAANNYA? (How Z Gen in Jakarta have their Meaning of their Work?)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran makna kerja pada generasi Z berdasarkan dimensi job, career dan calling dilihat dari beberapa aspek demografis seperti jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pendapatan perbulan, masa kerja, jam kerja perhari, jenis pekerjaan, jabatan dan lokasi kerja. Responden dalam penelitian ini ialah generasi Z yang berusia 18-24 tahun dan bekerja di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik covenience sampling. Dalam penelitian ini peneliti mengadaptasi alat ukur yang dikembangkan oleh Wrzesniewski, McCauley, Rozin dan Schwartz (1997) yang disebut dengan the university of Pennsylvania work-life questionnaire. Penelitin ini juga menggunakan pertanyaan terbuka untuk mengetahui alasan utama generasi Z bekerja, alasan generasi Z bertahan di suatu pekerjaan, dan pekerjaan yang diharapkan oleh generasi Z. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki makna kerja dalam kategori tinggi, baik dilihat dari dimensi job, career dan calling. Dimensi makna kerja yang memiliki mean tertinggi ialah dimensi career (3.68), diikuti oleh dimensi job (3.42) dan dimensi calling (3.40).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran makna kerja pada generasi Z berdasarkan dimensi job, career dan calling dilihat dari beberapa aspek demografis seperti jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pendapatan perbulan, masa kerja, jam kerja perhari, jenis pekerjaan, jabatan dan lokasi kerja. Responden dalam penelitian ini ialah generasi Z yang berusia 18-24 tahun dan bekerja di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik covenience sampling. Dalam penelitian ini peneliti mengadaptasi alat ukur yang dikembangkan oleh Wrzesniewski, McCauley, Rozin dan Schwartz (1997) yang disebut dengan the university of Pennsylvania work-life questionnaire. Penelitin ini juga menggunakan pertanyaan terbuka untuk mengetahui alasan utama generasi Z bekerja, alasan generasi Z bertahan di suatu pekerjaan, dan pekerjaan yang diharapkan oleh generasi Z. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki makna kerja dalam kategori tinggi, baik dilihat dari dimensi job, career dan calling. Dimensi makna kerja yang memiliki mean tertinggi ialah dimensi career (3.68), diikuti oleh dimensi job (3.42) dan dimensi calling (3.40). Kata Kunci: Makna Kerja, Job, Career, Calling, Generasi Z, Jakart

    The Influence of Social Media Instagram Toward Purchase Decision Making Process in OrganisSupplyCO

    Get PDF
    This research was motivated by the increasing of internet and digital era in communication, especially in online shopping. Changes in the way of communicating are through social media. Not only used as virtual relationship communication, social media is also used as an online shopping platform, especially Instagram social media. The shift of communication through social media led to a shift in the way consumers shop, by utilizing features and content that is on Instagram social media. The shift in shopping is influenced by consumer’s purchase decision making processes, both internally and externally. The purpose of this research is to show that internal and external factors cannot be separated from purchasing decision making process because it is integral so that it is reflective of OrganicsSupplyCo, sellers can understand what internal and external factors that have a big influence for consumers in online shopping through Instagram. By mirroring OrganicSupplyCo, an online shop can create online campaigns and activities that are in accordance with the needs and desires of consumers. The research was conducted in May to August 2018. This research using quantitative in questionnaire. The result of this research showed that Instagram internal and external factors influence OrganicSupplyCo’s consumer in purchasing decision making process. The internal factor are content quantity and content quality. The external factors are instastories and photoshare. &nbsp

    Hubungan Retensi Karyawan, Komitmen Organisasi dan Turnover Intention dengan Kinerja Karyawan di PT Cigna Insurance

    Get PDF
    Setiap perusahaan selalu berusaha untuk menjaga produktivitas karyawannya agar selalu dalam keadaan optimal. Pimpinan perusahaan harus dapat menemukan cara dan solusi untuk menjaga kinerja individu dari setiap karyawan. Menjaga kinerja karyawan perusahaan sangat penting untuk dilakukan demi mendapatkan hasil pekerjaan yang maksimal dilihat dari mutu dan jumlah serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan target yang diibebankan oleh perusahaan. PT Cigna Insurance adalah anak dari perusahaan penyedia layanan kesehatan global yang mendedikasikan diri untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan, perasaan aman dan nyaman serta harapan hidup yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan retensi karyawan, komitmen organisasi dan turnover intention dengan kinerja karyawan di PT Cigna Insurance. Teknik analisis yang dipakai merupakan riset kuantitatif dengan metode menghimpun data primer yakni kuisioner sejumlah 100 responden karyawan PT Cigna Insurance. Hasil penelitian menunjukan retensi karyawan berpengaruh negatif dan signifikan pada kinerja karyawan sedangkan komitmen organisasi dan turnover intention tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT Cigna Insurance

    291

    full texts

    333

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Paramadina
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇