E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
Motivasi Konsumsi Kolaboratif dalam Era Ekonomi Berbagi
Abstract
This study analyzes the motivational factors in collaborative consumption in the sharing economy era, focusing on economic aspects, social orientation, ecological aspects, and personal values that influence individual participation. The analysis shows the dominant role of economic factors in participation motivation, with differences between service providers and users. Social motives and environmental concerns also have a big influence on consumption behavior. This research was conducted through 60-minute interviews with five informants, highlighting experienced consumers on online platforms such as Airbnb, Go-Jek, Grab, OLX, and Bukalapak. The data provides insight into the motivations behind changing consumption patterns. Analysis includes economic aspects, utility, social orientation, emotional, environmental, and personal values.
Keywords: Collaborative consumption, motivation factors, economic aspect
REDESAIN VISUAL IDENTITY 2R HANDY CRAFT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN BRAND IMAGE DAN PROMOSI: Muhammad Divo Bramasta, Ade Moussadecq
2R Handy Craft is an MSME that operates in the field of fashion and souvenirs typical of Lampung. As a growing MSME. 2R Handy Craft has a logo that contains elements of plagiarism which can be detrimental and hinder the development of 2R Handy Craft itself, as well as inappropriate promotional media in introducing and offering products from 2R Handy Craft. This redesign uses the morphological method as a creative method to formulate the visual concept of a design. The morphological method was used to redesign the brand image of 2R Handy Craft so that it could create a strong logo visualization to represent the brand image of 2R Handy Craft. Logo design begins with collecting visual data, verbal data, analysis, visual concepts, finalizing the design and then supporting it with promotion through main and supporting media. The result of this redesign is a logo and philosophy which is applied to the main media, namely standard manual graphics, then assisted by supporting media, namely Instagram, stationary set, vehicle design and so on.2R Handy Craft merupakan UMKM yang bergerak di bidang fashion dan souvenir khas Lampung. Sebagai UMKM yang sedang berkembang. 2R Handy Craft mempunyai logo yang mengandung unsur plagiarisme yang dapat merugikan dan menghambat perkembangan 2R Handy Craft itu sendiri, serta media promosi yang kurang tepat dalam memperkenalkan dan menawarkan produk dari 2R Handy Craft. Perancangan ulang ini menggunakan metode morfologi sebagai metode kreatif untuk merancang konsep visual suatu desain. Metode morfologi digunakan untuk mendesain ulang brand image 2R Handy Craft sehingga mampu menciptakan visualisasi logo yang kuat untuk mewakili brand image 2R Handy Craft. Perancangan logo diawali dengan pengumpulan data visual, data verbal, analisis, konsep visual, finalisasi desain kemudian didukung dengan promosi melalui media utama dan pendukung. Hasil dari perancangan ulang ini berupa logo dan filosofi yang diterapkan pada media utama yaitu grafis manual standar, kemudian dibantu dengan media pendukung yaitu instagram, set alat tulis, desain kendaraan dan lain sebagainya
Designing An Illustrated Book as An Educational Media Regarding Traditional Lampung Cakes to Increase Children\u27s Interest in Local Products
Lampung Province has a variety of traditional cakes, such as Selimpok, Sekubal, Engkak, Bangkit, Lapis Legit, Bebai Maghing and many others. However, some people prefer modern food such as bread in bakeries which are starting to emerge which are very popular with today\u27s young generation, especially children, because of lifestyle factors. From data from interviews and questionnaires on children aged 6-12 years, they do not clearly understand the origins of regional cakes, the names of some regional cakes, and some have never tasted these regional cakes. Therefore, a media was designed in the form of a book illustrating Typical Lampung Traditional Cakes as a learning medium for children aged 6-12 years based on illustration work for education related to these traditional cakes, because children tend to like lots of pictures that add fun information, are easy to understand, and have interactive designs for children
Pola Berpikir Abstrak pada Mahasiswa dalam Proses Akademik
Peneliti ingin mengetahui pola berpikir abstrak pada mahasiswa terkait dengan prosespembelajaran, dimana berpikir abstrak berkaitan erat dengan perencanaan jangka panjang yangmemerlukan komponen rinci serta aspek konsekuensi dan evaluasi jika diperlukan. Kemampuanberpikir abstrak tergambar dari kemampuan seseorang dalam menilai dan bertindak tidak hanyasecara fungsional, misalnya kursi tidak hanya dinilai sebagai tempat duduk, tetapi dalam suatusituasi, kursi juga dapat menjadi pijakan untuk memungut benda-benda tinggi. Prosespembelajaran adalah suatu proses dimana terdapat kegiatan interaksi antara dosen dan mahasiswaserta komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuanpembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif berusia 18-25 tahun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknikpengumpulan data melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 responden. Hasilpenelitian melalui analisis tematik menunjukkan pemikiran abstrak dalam proses belajarditunjukkan mahasiswa dengan idealisme mengenai kualitas mahasiswa, berpikir antisipatifmengenai manfaat belajar untuk masa depan mereka, serta memaknai proses belajar sebagaitahapan yang kompleks, bukan hanya sekedar mendengarkan ceramah, dan memahami sistempendukung eksternal dalam menunjang hasil pembelajaran.Peneliti ingin mengetahui pola berpikir abstrak pada mahasiswa terkait dengan prosespembelajaran, dimana berpikir abstrak berkaitan erat dengan perencanaan jangka panjang yangmemerlukan komponen rinci serta aspek konsekuensi dan evaluasi jika diperlukan. Kemampuanberpikir abstrak tergambar dari kemampuan seseorang dalam menilai dan bertindak tidak hanyasecara fungsional, misalnya kursi tidak hanya dinilai sebagai tempat duduk, tetapi dalam suatusituasi, kursi juga dapat menjadi pijakan untuk memungut benda-benda tinggi. Prosespembelajaran adalah suatu proses dimana terdapat kegiatan interaksi antara dosen dan mahasiswaserta komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuanpembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif berusia 18-25 tahun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknikpengumpulan data melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 responden. Hasilpenelitian melalui analisis tematik menunjukkan pemikiran abstrak dalam proses belajarditunjukkan mahasiswa dengan idealisme mengenai kualitas mahasiswa, berpikir antisipatifmengenai manfaat belajar untuk masa depan mereka, serta memaknai proses belajar sebagaitahapan yang kompleks, bukan hanya sekedar mendengarkan ceramah, dan memahami sistempendukung eksternal dalam menunjang hasil pembelajaran
Strategi City Branding Dalam Gastrodiplomasi: Kolaborasi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Lokal dalam Mempromosikan Arak Bali ke Pasar Internasional
Penelitian ini menganalisis potensi Arak Bali sebagai alat gastrodiplomasi dan city branding Indonesia untuk memperkuat identitas budaya Bali di kancah internasional. Berfokus pada kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemangku kepentingan lokal, penelitian ini mengeksplorasi strategi-strategi yang diterapkan untuk menjadikan Arak Bali sebagaiproduk berkualitas tinggi yang berlisensi. Berdasarkan tinjauan literatur dan wawancara dengan pengusaha, koperasi, serta pemangku kepentingan di Jakarta, hasil penelitian menunjukkan bahwa standar produksi dan kemitraan multi-pihak berperan penting dalam memastikan legalitas dan daya saing Arak Bali, meskipun masih terdapat tantangan dalam pemerataanmanfaat bagi komunitas lokal. Selain itu, modernisasi produksi demi preferensi pasar internasional memunculkan risiko komodifikasi budaya, yang dapat mengaburkan nilai-nilai tradisional Arak Bali. Penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemenuhan standar kualitas internasional, untuk menciptakan dampakgastrodiplomasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali
Pengaruh Job Insecurity dan Beban Kerja terhadap Turnover Intention (Studi Kasus pada Karyawan Milenial dan Gen Z di Bank BJB Cabang Daan Mogot)
Bonus demografi yang nantinya akan dihadapi Indonesia akan menjadikan penduduk yang berusia produktif sebagai pengerak dalam suatu organisasi. Usia produktif banyak ditemui pada generasi milenial dan gen Z yang memiliki kecenderungan gaya hidup yang berubah-ubah dan ingin mencoba hal baru karena memiliki kepribadian yang merasa tidak puas. Karakteristik ini mengakibatkan mereka berkeinginan pindah-pindah kerja dari perusahaan sekarang ke perusahaan baru yang disebut turnover intention. Mudahnya berpindah-pindah bekerja dapat dikarenakan ketidakamanan bekerja (job insecurity) dan beban kerja yang ditanggung selama melakukan pekerjaan. Penelitian ini memiliki tujuan menguji dan menganalisis pengaruh job insecurity dan beban kerja terhadap turnover intention. Sampel penelitian berjumlah 83 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria responden yang ditetapkan adalah karyawan generasi milenial dan gen Z Bank BJB cabang Daan Mogot. Analisis data menggunakan SEM-PLS yang kemudian diolah dengan program SmartPLS 3.0. Hasil pada penelitian yang diuji menunjukkan terdapat pengaruh positif signifikan job insecurity terhadap turnover intention. Beban kerja juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap turnover intention
KEBAHAGIAAN DALAM PANDANGAN IBNU AL-QAYYIM AL-JAUZIYAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP MASYARKAT MODERN
Persoalan kebahagiaan telah menjadi tema utama pembahasan para sastrawan, agamawan, dan filsuf selama berabad-abad. Pemikiran para filsuf Yunani, Barat, dan Islam telah memberi banyak pengaruh terhadap konsep kebahagiaan, termasuk cara menggapainya. Dalam hal ini, Ibnu Al-Qayyim menganggap penting untuk secara khusus membahas tentang kebahagiaan. Fenomena ini mendorong suatu penelitian untuk menggali makna kebahagiaan yang hakiki. Secara naturalistik, peneliti mengkonstruksikan berbagai macam pendapat para tokoh mengenai konsep dan cara menggapai kebahagiaan, baik dari Yunani, Barat, maupun Islam. Melalui metode deskriptif-analitis dan deskriptif-interpretatif, peneliti memaparkan sekaligus menganalisis konsep para tokoh tentang kebahagiaan untuk selanjutnya diinterpretasikan sesuai dengan konteks masyarakat modern. Plato berpendapat bahwa kebahagiaan hakiki tidak mungkin diraih di dunia. Sementara Al-Farabi meyakini bahwa kebahagiaan bisa diraih, baik di dunia maupun di akhirat. Aristoteles mengedepankan kehidupan yang penuh dengan kebaikan sebagai prasyarat meraih kebahagiaan. Sementara itu Al-Ghazali berpendapat bahwa kebahagiaan hanya bisa diraih jika manusia mengenal Tuhannya (Ma’rifatullah) dengan cara mengenal dirinya. Dalam konsepnya mengenai kebahagiaan, Ibnu Al-Qayyim meyakini bahwa kebahagiaan hanya bisa diraih melalui ilmu dan kalbu. Inilah pintu masuk kebahagiaan menurut Ibnu Al-Qayyim. Kemuliaan ilmu dan kebersihan kalbu adalah jalan menuju kebahagiaan
Formation of Self-Identity of Generation Z Through Instagram Social Media Amongst Students
Technological progress is accelerating causing changes in various things. One of the impacts of technological advances is the rapid use of the internet. Talking about the internet, of course, it is very closely related to social media, Instagram for example. Instagram is one of the social media platforms that is currently loved by the public. Many active users on Instagram use this flatform as a medium of personal or business information. This study aims to find out how much influence Instagram has on the formation of self-identity that occurs in Generation Z in Communication Science Students FISIP Gunung Jati University, after knowing and using Instagram as a place to build self- identity. This was triggered by Generation Z who flocked to use Instagram as a place to build their identity. The Instagram application is also one of the applications that are popular with Generation Z because it has many interesting features in it. Generation Z often accesses Instagram features, causing them to experience changes in terms of attitudes, behavior, and even language. The method used is qualitative research, in this study using the type of qualitative research initiated by Sugiyono (2014) in (Kristanto, 2018) that the qualitative research method is a method based on the philosophy of post positivism used to examine the condition of an object that is natural rather than experimental. Data collection techniques are combined, data analysis is inductive/qualitative and qualitative research findings emphasize meaning rather than generalization. The conclusion of the results obtained from this study is that generation Z in using Instagram is meant to be in intense use. The motive shown by generation Z is the formation of self-identity by performing selves. They have certain goals that will ultimately affect the formation of their Self-Identity.Technological progress is accelerating causing changes in various things. One of the impacts of technological advances is the rapid use of the internet. Talking about the internet, of course, it is very closely related to social media, Instagram for example. Instagram is one of the social media platforms that is currently loved by the public. Many active users on Instagram use this flatform as a medium of personal or business information. This study aims to find out how much influence Instagram has on the formation of self-identity that occurs in Generation Z in Communication Science Students FISIP Gunung Jati University, after knowing and using Instagram as a place to build self- identity. This was triggered by Generation Z who flocked to use Instagram as a place to build their identity. The Instagram application is also one of the applications that are popular with Generation Z because it has many interesting features in it. Generation Z often accesses Instagram features, causing them to experience changes in terms of attitudes, behavior, and even language. The method used is qualitative research, in this study using the type of qualitative research initiated by Sugiyono (2014) in (Kristanto, 2018) that the qualitative research method is a method based on the philosophy of post positivism used to examine the condition of an object that is natural rather than experimental. Data collection techniques are combined, data analysis is inductive/qualitative and qualitative research findings emphasize meaning rather than generalization. The conclusion of the results obtained from this study is that generation Z in using Instagram is meant to be in intense use. The motive shown by generation Z is the formation of self-identity by performing selves. They have certain goals that will ultimately affect the formation of their Self-Identity
STRATEGI PUBLIC RELATIONS PARTAI GERINDRA DALAM MEMBANGUN REPUTASI POSITIF DI MEDIA ONLINE
Dalam konteks demokrasi di Indonesia yang tidak terlepas dari kontestasi pemilihan umum, hubungan erat antara media dan partai politik tentu tidak bisa terelakkan. Media massa adalah sarana publikasi, juga sebagai sarana untuk membangun reputasi. Jika media menggiring publik ke arah yang negatif maka hal ini akan membawa dampak yang kurang menguntungkan karena dapat mempengaruhi reputasi sebuah partai politik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil interview yang dilakukan terhadap juru bicara Partai Gerindra, ditemukan bahwa tidak ada satu media online arus utama tertentu yang dijadikan kendaraan sebagai saluran aktivitas penyampaian informasi terkait kepartaian baik itu informasi, gagasan, ide, maupun persuasi politik. Partai Gerindra lebih cenderung mengeluarkan berita atau rilis berita melalui akun media sosialnya, dibandingkan merilis berita ke media online.
Kata Kunci: Public Relations Politik, Media, Partai Gerindr
Persepsi Ketidakamanan dan Prosocial Risk Taking pada Pengguna KRL di Jabodetabek
Salah satu faktor yang membuat orang kota lebih ragu dalam menolong orang asing adalah karena adanya kerentanan fisik dan emosional yang lebih besar, yang dipicu oleh tingginya kriminalitas di perkotaan. Kerentanan ini berkaitan juga dengan bagaimana seseorang mempersepsikan risiko atas keamanannya dalam menolong orang lain, khususnya jika perilaku menolong tersebut melibatkan hal-hal yang berisiko. Penelitian menggunakan kuesioner daring dilakukan pada pengguna KRL di Jabodetabek (N=128) untuk mengetahui apakah ketidakamanan yang dipersepsikan penduduk perkotaan dapat memprediksi kecenderungan seseorang berperilaku prososial. Analisis dilakukan dengan regresi logistik multinomial. Dari empat variabel persepsi ketidakamanan, hasil penelitian menemukan persepsi kontrol seperti kemampuan melindungi diri sendiri sebagai variabel prediktor yang signifikan terhadap perilaku prosocial risk takers dan indifferent bystanders. Perbedaan signifikan tidak ditemukan pada tiga variabel lainnya. Adanya perbedaan gender juga ditemukan dengan perempuan melaporkan persepsi kontrol yang lebih rendah daripada laki-laki.Salah satu faktor yang membuat orang kota lebih ragu dalam menolong orang asing adalah karena adanya kerentanan fisik dan emosional yang lebih besar, yang dipicu oleh tingginya kriminalitas di perkotaan. Kerentanan ini berkaitan juga dengan bagaimana seseorang mempersepsikan risiko atas keamanannya dalam menolong orang lain, khususnya jika perilaku menolong tersebut melibatkan hal-hal yang berisiko. Penelitian menggunakan kuesioner daring dilakukan pada pengguna KRL di Jabodetabek (N=128) untuk mengetahui apakah ketidakamanan yang dipersepsikan penduduk perkotaan berhubungan dengan kecenderungan seseorang berperilaku prososial. Analisis dilakukan dengan regresi logistik multinomial. Dari empat variabel persepsi ketidakamanan, hasil penelitian menemukan persepsi kontrol seperti kemampuan melindungi diri sendiri sebagai variabel prediktor yang signifikan terhadap perilaku prosocial risk takers dan indifferent bystanders. Perbedaan signifikan tidak ditemukan pada tiga variabel lainnya. Adanya perbedaan gender juga ditemukan dengan perempuan melaporkan persepsi kontrol yang lebih rendah daripada laki-laki