AdBispreneur
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
POTRET KINERJA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI HALAL DI INDONESIA
The government has officially merged 3 sharia commercial banks owned by state-owned subsidiaries into one large entity called Bank Syariah Indonesia (BSI). The merger of Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, and BRI Syariah is expected to be able to form the largest national Islamic commercial bank with strong capital that can contribute to the development of the Indonesian halal industry during the COVID-19 pandemic. BSI as a sharia bank with the largest assets in Indonesia is expected to perform better so that it can become a facilitator both in the form of financing and the collection of third-party funds (DPK) in the halal industry which is one of the industries that has a market share in the country with the largest Muslim population. This research is qualitative descriptive research with a case study approach technique which is carried out in four stages, namely data collection, data presentation, data reduction, categorization, and data verification. The results of this study are expected to improve banking performance, especially sharia as part of the national economic recovery (PEN) in the halal industry ecosystem. Maintaining the value of ROE, distribution of financing, TPF, NPF, and BOPO, as well as synergizing with various parties is one of the keys to BSI's success in developing the halal industry in Indonesia. Pemerintah resmi menggabungkan 3 bank umum syariah milik anak perusahaan BUMN menjadi satu entitas besar bernama Bank Syariah Indonesia (BSI). Merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah diharapkan mampu membentuk bank umum syariah nasional terbesar dengan permodalan yang kuat yang mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan industri halal Indonesia di tengah pandemi COVID-19. BSI selaku bank syariah dengan aset terbesar di Indonesia, diharapkan dapat berkinerja lebih baik sehingga dapat menjadi fasilitator baik dalam bentuk pembiayaan maupun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dalam industri halal yang merupakan salah satu industri yang memiliki pangsa pasar di dalam negeri dengan penduduk muslim terbesar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan studi kasus yang dilakukan dalam empat tahap, yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kategorisasi dan verifikasi data. Hasil kajian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perbankan khususnya syariah sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada ekosistem industri halal. Menjaga nilai ROE, penyaluran pembiayaan, DPK, NPF, dan BOPO, serta bersinergi dengan berbagai pihak menjadi salah satu kunci keberhasilan BSI dalam mengembangkan industri halal di Indonesia
PRAKTEK MODEL PERILAKU NIAT BELI KONSUMEN RAMAH LINGKUNGAN DARI PERSPEKTIF TEORI PERILAKU TERENCANA
The phenomenon in this study is consumer behavior in purchasing environmentally friendly packaged food in Depok City. Depok was chosen as the research location because Depok is a buffer city for Jakarta. The purpose of the study is to determine the behavior of environmentally friendly consumers in small culinary-based businesses so that they can develop policies to overcome environmental problems by utilizing the local wisdom of Depok City. The approach used in this study is a quantitative approach using structural equation modeling. The population in this study is the consumer of culinary-based small businesses whose numbers cannot be known. Samples were taken as many as 120 consumers who were determined by the purposive sampling technique. The results of data analysis concluded that subjective norms have a strong and significant influence on the purchase intention of environmentally friendly packaged food. In addition, the variables of attitude, subjective norm, and perceived behavioral control have an effect of 78% on the intention to buy environmentally friendly packaged food in Depok City. The subjective norm variable has the strongest and most significant influence on the intention to buy food in environmentally friendly packaging in Depok City. It is hoped that the written suggestions can provide input to the Depok city government to make Depok a Zero Waste city.Fenomena masalah dalam penelitian ini yaitu perilaku konsumen dalam niat beli makanan berkemasan ramah lingkungan di Kota Depok. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perilaku konsumen ramah lingkungan pada usaha kecil berbasis kuliner sehingga dapat mengembangkan kebijakan untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan structural equation modelling. Populasi pada penelitian ini yaitu konsumen usaha kecil berbasis kuliner yang tidak dapat diketahui jumlahnya. Sampel diambil sebanyak 120 konsumen yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa subjective norm memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap niat beli makanan berkemasan ramah lingkungan. Selain itu variabel attitude, subjective norm dan perceived behavioral control berpengaruh sebesar 78% terhadap niat beli makanan berkemasan ramah lingkungan di Kota Depok. Variabel subjective norm memiliki pengaruh yang paling kuat dan signifikan terhadakanp niat beli makanan dalam kemasan ramah lingkungan di Kota Depok. Diharapkan saran yang ditulis dapat memberikan masukan kepada pemerintah kota Depok untuk menjadikan kota Depok sebagai kota yang Zero Waste
PENGEMBANGAN BISNIS PADA STARTUP TEMANRINDU DENGAN METODE STARTUP EVOLUTION CURVE
Technological developments have made it easier for people to use social networks. Almost all people of productive age use the internet in their social interactions. The purpose of this research is primarily to provide a platform for TemanRindu to make its product prototype appropriately with the Lean Canvas business model and so Startup Evolution Curve as its method. The main principles of Startup Evolution Curve are providing step-by-step guidance in company discussions, business development of TemanRindu by Feasibility Study especially on market aspect so that shown the segment and position TemanRindu itself. Product prototyping or Minimum Viable Product (MVP) start from doing hypothesis verification that will be used on MVP adjustment. Slogan making and pipe and sales funnel are also be done that lately will be used to planning the marketing strategy. This method has succeeded on generating of TemanRindu’s market segmentation and positioning as well as the making of product prototype in the form of Instagram design based on Lean Canvas design. Its affect on increasing of business growth in followers, likes, comments and saves because the product has been more adapted to customer needs without reducing the added value that offered.Perkembangan teknologi menyebabkan semakin mudahnya masyarakat dalam menggunakan jejaring sosial. Hampir keseluruhan masyarakat usia produktif memakai internet dalam interaksi sosialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan sarana untuk startup TemanRindu dalam membuat prototipe produk bisnisnya dengan model bisnis Lean Canvas secara tepat dan dengan metode Startup Evolution Curve. Prinsip utama dari Startup Evolution Curve adalah memberikan arahan per tahap dalam diskusi perusahaan, dan pengembangan bisnis startup TemanRindu melalui Feasibility Study pada aspek pasar sehingga memberikan gambaran terhadap segmen dan posisi daripada TemanRindu. Pembuatan prototipe produk atau Minimum Viable Product (MVP) dilakukan dari verifikasi hipotesis yang akan digunakan pada penyesuaian MVP. Pembuatan slogan hingga uji komunikasi dan saluran distribusi juga dilakukan yang kemudian dapat digunakan untuk menentukan strategi pemasaran. Pengaplikasian metode tersebut berhasil menghasilkan pemetaan daripada segmentasi dan posisi TemanRindu di pasar dan juga terciptanya prototipe produk TemanRindu berupa desain kiriman Instagram yang berdasarkan atas rancangan Lean Canvas. Dampaknya pertumbuhan bisnis naik, baik pada followers, likes, comment maupun save karena produk telah lebih disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan tanpa mengurangi nilai lebih yang ditawarkan TemanRindu.
PENGARUH KUALITAS WEBSITE TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERKUNJUNG PADA DAGO DREAMPARK BANDUNG
This research aims to study and identification about the condition of website quality (WebQual 4.0) and visit decision making process, and the impact of website quality (WebQual 4.0) on visit decision making process of Dago Dreampark. The reserch method that used is kuantitative with analysis descriptive verificatif, data collected from questionnaires. The sampling technique that used is non-probability sampling and done by using perposive sampling. The data analysis technique that used is simple linear regression analysis, the coefficient of determination, and hypothesis testing. The result showed that the website quality (WebQual 4.0) had a significant effect on visit decision making process of Dago Dreampark. The author suggest that Dago Dreampark have to improve, develop and innovate in improving the quality of websites such as providing communication services and providing up to date information. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui tentang pengaruh kualitas website (WebQual 4.0) terhadap proses pengambilan keputusan berkunjung wisatawan pada Dago Dreampark. Kualitas website (WebQual 4.0) merupakan variabel yang penting dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan berkunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif verifikatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan non-probability sampling menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner dan wawancara manager serta beberapa responden pengunjung Dago Dreampark. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas website (WebQual 4.0) berpengaruh signifikan terhadap proses pengambilan keputusan berkunjung pada Dago Dreampark. Saran yang penulis ajukan adalah melakukan peningkatan, pengembangan serta inovasi dalam meningkatkan kualitas website seperti memberikan ruang layanan komunikasi dan memberi informasi yang terbaru.
ANALISIS BISNIS CENDERAMATA DAN JASA PERJALANAN WISATA MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) DAN METODE PIECES
The use of information technology in the marketing of souvenirs and travel services based on the e-commerce concept can reach a wider market share via the internet. In the context of Micro, Small, and Medium Enterprises, the dynamics of entrepreneurship are holistic, so they need to be studied contextually. This article aims to analyze the business processes of Souvenirs and Travel Services that are carried out conventionally using the Business Model Canvas to determine the strengths, weaknesses, threats, and opportunities. Then analyze the aspects of Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, and Services in Souvenirs and Travel Services businesses. This research uses descriptive qualitative methods. The data collection techniques used were in-depth interviews, observation, and document study. Meanwhile, data processing uses triangulation techniques. This study indicates that the adoption of information technology can support the operations of MSMEs in reducing marketing costs and providing convenience in terms of transactions and communication via digital platforms. Adopt the e-Commerce concept through the WordPress application, especially using the WooCommerce plugin and 3CX Live Chat on the website has made the transaction process and communication easier between sellers and consumers. The convergence between traditional and digital businesses can improve the performance of MSMEs.Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran bisnis cenderamata dan jasa perjalanan wisata berdasarkan konsep e-commerce dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas melalui internet. Dalam konteks Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dinamika berwirausaha bersifat holistik sehingga perlu dikaji secara konstekstual. Artikel ini bertujuan menganalisis proses bisnis cenderamata dan jasa perjalanan wisata yang dilakukan secara konvensional menggunakan Business Model Canvas (BMC) untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, ancaman dan peluang. Kemudian mengidentifikasi dan menganalisis aspek Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, and Services (PIECES) pada usaha cenderamata dan jasa perjalanan wisata yang telah mengadopsi konsep e-commerce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi informasi dapat mendukung operasional UMKM dalam mereduksi biaya pemasaran serta memberikan kemudahan dalam hal transaksi maupun komunikasi melalui platform digital. Adopsi konsep e-commerce melalui aplikasi WordPress, khususnya penggunaan plugin WooCommerce dan 3CX Live Chat dalam website CV. Xindotour telah memudahkan proses transaksi dan komunikasi antara penjual dan konsumen.
STRATEGI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH DASAR ALAM MUHAMMADIYAH BANJARBARU
The purpose of this research is to examine methods of entrepreneurship education at Elementary School of Alam Muhammadiyah Banjarbaru, and to analyze the supporting and inhibiting factors. This is a qualitative field research using the interpretive approach to achieve the first goal, and the SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, and Thread) to achieve the second goal. The data in this research collected by the research team through interviews with the teachers, observations on entrepreneurial education activities that schools do, and questionnaire for the analysis of supporting and inhibiting factors. The results showed that Elementary School of Alam Muhammadiyah Banjarbaru held a "Market Day" to foster students' entrepreneurial spirit. The teachers asked students to bring any item that they wanted to sell themselves at school, which other friends or teachers who are interested in buying the merchandise will then buy. The results of the SWOT analysis show that the objects tested are in the SO region, because the Y and X values are more than 0. This means that Elementary School of Alam Muhammadiyah Banjarbaru in implementing this entrepreneurial education program must be aggressive by taking advantage of the opportunities and strengths that the school had.Tujuan riset ini adalah untuk meneliti metode pendidikan kewirausahaan di Sekolah Dasar (SD) Alam Muhammadiyah Banjarbaru serta menganalisa faktor pendukung dan penghambatnya. Riset ini merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan menggunakan pendekatan interpretatif untuk mencapai tujuan pertama, dan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Thread) untuk mencapai tujuan kedua. Data dalam riset ini tim peneliti kumpulkan melalui wawancara kepada pihak guru, observasi pada kegiatan pendidikan kewirausahaan yang sekolah lakukan, dan kuisioner untuk keperluan analisa faktor pendukung dan penghambat. Hasil riset menunjukkan bahwa SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru mengadakan kegiatan “Market Day” atau hari pasar untuk menumbuhkan jiwa wirausaha siswa. Siswa diminta untuk membawa item apapun untuk mereka jual sendiri di sekolah, yang kemudian akan dibeli oleh teman lainnya ataupun guru-gurunya yang tertarik membeli dagangan tersebut. Adapun hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa objek yang diuji berada di wilayah SO, karena nilai Y dan X lebih dari 0. Artinya, SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru dalam melaksanakan program pendidikan kewirausahaan ini harus bersikap agresif dengan memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada
SECURITIES CROWDFUNDING : TRANSFORMASI PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI INDONESIA
ABSTRACTThis study aims to analyze the transformation of small and medium enterprise (SMEs) financing in Indonesia. This research is motivated by the phenomenon of SMEs, which often face problems in financing. However, on the other hand, financial institutions find it difficult to find a database of SMEs to channel their loans. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Sources of data were obtained from various sources, both primary and secondary. Primary data is obtained from statements made by informants from the Financial Services Authority, the Association of Indonesian Crowdfunding Services, crowdfunding players, and SMEs that have taken advantage of crowdfunding. Meanwhile, secondary data were obtained from several published articles. The results show that the government has helped provide a source of financing for SMEs, both through banking and non-banking. However, there were several obstacles that occurred in the field, both from SMEs and financial institutions. Securities crowdfunding instruments raises new hopes for SMEs in fulfilling financing. In addition to an easy submission procedure, access can also be done via a digital platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena UKM yang sering menghadapi permasalahan dalam pembiayaan. Namun, disisi lain lembaga pembiayaan kesulitan mencari database UKM untuk menyalurkan kreditnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai sumber baik primer maupun sekunder. Data primer diperoleh dari pernyataan yang diungkapkan oleh informan dari Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia, pelaku crowdfunding, dan UKM yang telah memanfaatkan crowdfunding. Sedangkan data sekunder diperoleh dari beberapa artikel yang telah diterbitkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah membantu menyediakan sumber pembiayaan UKM baik melalui perbankan maupun non perbankan. Namun ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan baik dari pelaku UKM maupun lembaga pembiayaan. Instrumen securities crowdfunding memunculkan harapan baru bagi pelaku UKM dalam memenuhi pembiayaan. Selain prosedur pengajuan yang mudah, aksesnya pun dapat dilakukan melalui platform digital
PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA BERBASIS PANTAI DI KECAMATAN KELUMBAYAN, KABUPATEN TANGGAMUS
The purposes of this research are to identify the potentials of beach tourism, to identify institutional barriers, and to create a model for the development of a beach-based ecotourism area in the Sub-District of Kelumbayan, Tanggamus Regency. The type of this research is exploratory descriptive. This study uses an inductive approach with qualitative analysis methods. The main data sources are the interview results, observations, and other relevant documents. Data validity testing was done by triangulation of the sources. The results of research show that there are at least 7 beach tourism objects in the Sub-District of Kelumbayan that are potential to be developed. The management of tourist attractions are carried out by each goverment at the village level through the tourism awareness group. The tourism areas development has not involved any external stakeholders outside the village yet, such as universities and private sectors. The absence of regulations on the management of ecotourism areas, the lack of budget allocation, the absence of a uniform fee system related to entrance tickets and profit sharing between the village and the manager, and the opportunistic behavior of a small part of the community are institutional obstacles in the development of the Kelumbayan ecotourism area. Based on the study, the researchers propose that the development of its coastal ecotourism area is sustainable tourism with the penta helix model, which involves local governments, private sectors, academias, local communities, and mass media. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi wisata pantai, mengidentifikasi hambatan kelembagaan, dan membuat sebuah model pengembangan kawasan ekowisata berbasis pantai di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Tipe penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan metode analisis kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan observasi serta dokumen-dokumen lainnya yang relevan. Pengujian validitas data dilakukan dengan cara triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat setidaknya 7 objek wisata pantai di Kecamatan Kelumbayan yang potensial untuk dikembangkan. Pengelolaan kawasan wisata dilakukan oleh masing-masing pemerintah desa melalui Kelompok Sadar Wisata. Pengembangan kawasan wisata belum melibatkan stakeholder di luar desa, seperti perguruan tinggi dan pihak swasta. Belum adanya regulasi tentang pengelolaan kawasan ekowisata, minimnya alokasi anggaran, tidak adanya sistem biaya yang seragam terkait dengan tiket masuk dan bagi hasil antara desa dengan pengelola, perilaku oportunis sebagian kecil masyarakat merupakan hambatan kelembagaan dalam pengembagan kawasan ekowisata Kelumbayan. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini maka pengembangan kawasan ekowisata pantai yang diusulkan adalah pariwisata berkelanjutan dengan model penta helix, yang melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, masyarakat setempat, dan media massa.
PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN INOVASI SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KAPABILITAS INOVASI RADIKAL DAN LOKAL (STUDI PENDAHULUAN PADA PERUSAHAAN TERBUKA DI INDONESIA)
Organizational knowledge as social capital emphasizes that knowledge is utilized through various approaches within the company. Intellectual capital is a collection of knowledge that a company uses to gain a competitive advantage. The purpose of this study was to test the hypothesis on the influence of the human capital and organizational variables on radical and local innovation capabilities. Data collection in this longitudinal study was carried out at two different times with a questionnaire return rate of 43% in the first stage and 51% in the second stage. The research sample is a group of top managers and groups of middle and lower managers of public companies in Indonesia. This research is a quantitative study using confirmatory factor analysis (CFA) method with Lisrel 8.8 software. The brief results of this study provide a fundamental foundation as well as explain the relationship between various aspects of intellectual capital both humans and organizations and their relationship with various types of ability to innovate. Pengetahuan organisasi sebagai modal sosial menekankan bahwa pengetahuan dimanfaatkan lewat beragam pendekatan dalam perusahaan. Modal intelektual juga sebagai kumpulan pengetahuan yang dimanfaatkan perusahaan guna memperoleh keunggulan bersaing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis atas pengaruh pada variabel modal manusia dan organisasi tehadap kapabilitas inovasi radikal dan lokal. Pengumpulan data pada penelitian longitudinal ini dilakukan pada dua waktu yang berbeda dengan tingkat pengembalian kuisioner 43% pada tahap pertama dan 51 % pada tahap kedua. Sampel penelitian adalah kelompok manajer puncak dan kelompok manajer menengah dan manajer bawah perusahaan terbuka di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan perangkat lunak Lisrel 8.8. Hasil singkat dari penelitian ini memberikan pondasi mendasar sekaligus menjelaskan hubungan berbagai aspek modal intelektual baik manusia dan organisasi serta hubungannya dengan berbagai jenis kemampuan untuk melakukan inovasi
UPGRADING KINERJA BISNIS MELALUI DIGITAL LITERACY : UPAYA UNTUK MEMPEROLEH KEUNGGULAN BERSAING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
The fesyen creative industry is a very strategic creative industry in Bandung because it provides a high contribution to economic and employment. In the era of the Industrial Revolution 4.0, the strategy was improved digital literacy. The current problem is that the level of digital literacy is very low. The objective is to obtain a picture of the digital literacy level, identify the driving and inhibiting factors,and measure the effect of the digital literacy level on business performance. The unit of analysis is the fesyen creative industry in Bandung. This study uses a mixed method through observation, questionnaire, and in depth interviews, then the data were analyzed descriptively and conducted a verification test with regression analysis. The results showed that digital literacy still needed to be improved and there was a significant influence on the level of digital literacy on business performance. Research is very important because is still rarely conducted so that research results are expected to be novelty. The results are expected to improve digital literacy, develop strategies to increase digital literacy of businesses, and design joint activities to improve business management capabilities. Industri kreatif fesyen merupakan industri kreatif yang sangat strategis di kota Bandung karena memberikan kontribusi tinggi terhadap PDRB kota Bandung dan penyerapan tenaga kerja. Di era Revolusi industri 4.0, strategi pengembangan industri ini ditujukan untuk meningkatkan literasi digital. Permasalahan yang ada saat ini adalah tingkat literasi digital masih sangat rendah. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran tingkat literasi digital industri kreatif fesyen di kota Bandung, mengidentifikasikan faktor pendorong dan penghambat, dan mengukur pengaruh tingkat literasi digital terhadap kinerja bisnis. Unit analisis pada penelitian ini adalah industri kreatif fesyen di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan mixed method melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan in depth interview, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji verifikatif dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital masih harus ditingkatkan dan terdapat pengaruh signifikan tingat literasi digital terhadap kinerja bisnis. Penelitian menjadi sangat penting karena masih jarang dilakukan sehingga hasil penelitian diharapkan dapat menjadi novelty. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, mengembangkan strategi peningkatan literasi digital pelaku usaha, dan merancang aktifitas bersama untuk meningkatkan kemampuan manajemen bisnis