Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENSTRUASI SISWI DI SMAN 7 PALU

    No full text
    ABSTRAK Faradilah Trisagita Faktor yang berhubungan dengan Menstruasi siswi di SMAN 7 PALU(dibawah bimbingan ibu Rosmala) Departemen Biostatistik KB Dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Siklus menstruasi sangat penting dalam reproduksi wanita karena akan mempengaruhi suatu rangkain perubahan dalam sistem reproduksi wanita, tetapi banyak wanita yang mengalami gangguan siklus menstruasi sehingga akan berdampak pada kesehatan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2020, sebagian besar 68% perempuan di Indonesia Masalah haid tidak teratur pada usia 17-29 tahun serta 30-34 tahun cukup banyak yaitu sebesar 16,4%. Adapun alasan yang dikemukakan perempuan 10-59 tahun yang mempunyai siklus menstruasi tidak teratur dikarenakan stres dan banyak pikiran . Studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis di SMA 7 Palu diperoleh data remaja siswi berjumlah 587 orang. Dari 50 siswi yang diwawancarai tentang aktivitas fisik, tingkat stress dan siklus menstruasi. Tujuan penelitian Untuk menganalisis hubungan Tingkat Stres, ststus gizi dan aktivitas fisik dengan Siklus Menstruasi pada siswi di SMAN 7 Palu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Jumlah populasi dan sampel 587. Analisis dilakukan melalui chisquer dengan variable yang berhubungan hubungan tingkat stress dengan siklus menstruasi p=(0,000), hubungan status gizi dengan siklus menstruasi p=(0,005), hubungan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi p=(0,002). Bagi siswi agar dapat dijadikan sebagai informasi untuk pencegahan mengenai ganggan siklus menstruasi dengan melakukan aktivitas fisik berupa olahraga. Bagi Instansi Kesehatan Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan sekaligus informasi untuk memberikan informasi serta dapat memberikan promosi kesehatan bagi remaja putri SMAN 7 Palu. Kata Kunci: Menstruasi, Remaja, Tingkat Stre

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) PILAR 1 DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN JAMBAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GALANG KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    ABSTRAK MOH. RIZIQ. Hubungan tingkat pengetahuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar 1 dengan perilaku pemanfaatan jamban diwilayah kerja Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli (di bawah bimbingan Herman Kurniawan). Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan kepada masyarakat untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui metode pemicuan yang terdiri dari lima pilar, diantaranya pilar pertama yaitu Stop buang air besar sembarangan. Dari 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah, prevalensi STBM di Kabupaten Tolitoli pada tahun 2021 sebanyak 88,99% desa telah dinyatakan 100% dalam pelaksanaan STMB. Prevalensi pelaksanaan STBM di Puskesmas Galang telah mencapai target yaitu 100%, akan tetapi masih ada masyarakat yang tidak memanfaatkan fasilitas jamban. Dari 9.458 KK 19,22% masyarakat masih melakukan BAB dikebun atau pekarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan STBM pilar 1 dengan perilaku pemanfaatan jamban diwilayah kerja Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan 99 KK dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan STBM pilar 1 dengan perilaku pemanfaatan jamban (p=0,000) di wilayah kerja Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli. Saran untuk pihak Puskesmas Galang melakukan lebih spesifik pemicuan di tiap dusun dengan penyuluhan door to door, dengan sasaran KK/ibu rumah tangga secara rutin dan merata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyediakan sarana dan prasarana (jamban). Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan STBM pilar 1, Perilaku Pemanfaatan Jamba

    HUBUNGAN CITRA TUBUH DAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 6 PALU

    No full text
    ABSTRAK DELIA AMANDA, Hubungan Citra Tubuh dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Status Gizi Remaja di SMA Negeri 6 Palu (dibimbing oleh Dr. Drs. I Made Tangkas, M. Kes) Remaja termasuk kelompok yang rentan nengalami permasalahan gizi. Masalah gizi pada remaja dapat diakibatkan oleh kebiasaan makan yang buruk, gaya hidup, penyakit infeksi, citra tubuh serta pengetahuan gizi seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya hubungan citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi remaja Di SMA Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi yaitu 172 dan didapatkan sampel sebanyak 120 responden dengan menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Figure Rating Scale (FRS) dan kuesioner pengetahuan gizi seimbang. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki status gizi tidak normal sebanyak 62 orang (51,7%) dan yang memiliki status gizi normal sebanyak 58 orang (48,3%). Berdasarkan uji Chi-Square didapakan hasil variabel yang memiliki hubungan dengan status gizi adalah citra tubuh (p= 0,001) dan pengetahuan gizi seimbang (p= 0,029). Sehingga disimpulkan Ha diterima H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara citra tubu dan pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi remaja. Diharapkan kepada siswa agar mempunyai kepercayaan diri yang baik dan meningkatkan pengetahuan dalam bidang gizi khususnya dan bias menerapkan dikehidupan sehari- hari. Kata Kunci : Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, Status Giz

    RISIKO PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN DENGAN KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS PADA MASYARAKAT DIKECAMATAN LORE UTARA LEMBAH NAPU KABUPATEN POSO

    No full text
    ABSTRAK GLADYSTA ANGGIE TUMIMOMOR. Risiko Perilaku Pencegahan Penularan Dengan Kejadian Schistosomiasis Pada Masyarakat di Kecamatan Lore Utara Lembah Napu Kabupaten Poso (di bawah bimbingan Muh. Jusman Rau) Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Secara global, ditemukan sebanyak 200 juta kasus kematian yang dikaitkan dengan schistosomiasis ini mencakup wilayah yang sangat besar yaitu Amerika selatan, Afrika dan Asia Tenggara. Indonesia mejadi satu-satunya negara Asia yang terdapat penyakit ini tepatnya di Sulawesi Tengah. Schistosomiasis telah menginfeksi 200 juta orang yang terdapat di 74 Negara dan 600 juta orang berisiko terinfeksi dimana tiap tahunnya 11 juta orang meninggal dunia akibat penyakit ini. Berdasarkan data 3 tahun terakhir yang diperoleh dari Laboratorium Schistosomiasis di Lembah Napu Kabupaten Poso di dapatkan pada tahun 2019 sebanyak 20 kasus, Tahun 2020 23 kasus,dan tahun 2022 43 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja risiko perilaku pencegahan penularan dengan kejadian schistosomiasis di Kecamatan Lore Utara Lembah Napu Kabupaten Poso. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control, total sampel kasus sebanyak 18 dan control sebanyak 72 orang dengan menggunakan teknik total sampling dengan perbandingan 1:4. analisis menggunakan uji odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (OR= 5,500; 95% CI 1,517-19,939),alat pelindung diri (OR= 4,740;95% CI 1,597-14,126), penggunaan jamban (OR= 5,971;95% CI 1,977-18,033), lokasi/tempat bekerja (OR= 5,500;95% CI 1,834-16,498) merupakan faktor risiko kejadian schistosomiasis di Kecamatan Lore Utara. Disarankan agar masyarakat mempunyai kesadaran diri menggunakan alat pelindung diri ketika berada di titik fokus keong dan lebih memperhatikan kondisi lingkungan lokasi, dan sebaiknya juga petugas kesehatan lebih sering mengadakan penyuluhan untuk meingkatkan pengetahuan masyarakat serta pehamahan untuk tidak buang air sembarangan. Kata Kunci: Schistosomiasis, Pengetahuan, APD, Jamban, Lokas

    HUBUNGAN USIA IBU SAAT HAMIL, PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARAWOLA KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK DEWITA SINE. Hubungan Usia Ibu Saat Hamil, Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Hamil dan Praktik Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi (dibimbing oleh Ariani, SKM.,M.Gz). Stunting merupakan permasalahan gizi kronis pada anak yang ditandai dengan perawakan pendek dibandingkan dengan anak yang seusia. Anak yang menderita stunting lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko terkena penyakit degeneratif di masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara usia ibu saat hamil, pertambahan berat badan ibu selama hamil dan praktik pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 210 anak yang berusia 6-24 bulan dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji statistic chi-square dengan interpretasi p-value 0,05. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting (p 0,083) namun terdapat hubungan antara pertambahan berat badan ibu selama hamil (p 0,000) dan praktik pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p 0,000). Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting, namun terdapat hubungan antara pertambahan berat badan ibu selama hamil dan praktik pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Marawola. Kata kunci : Berat badan, MP-ASI, Stunting dan Usi

    BOLU KUKUS BERBAHAN DASAR TEPUNG IKAN GABUS DAN TEPUNG BERAS MERAH SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ALTERNATIF

    No full text
    ABSTRAK FAJRA ALIFIA. Bolu Kukus Berbahan Dasar Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Beras Merah Sebagai Makanan Selingan Alternatif (dibimbing oleh Ariani S.KM., M.Gz.) Stunting merupakan penyakit tidak menular yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi yang tepat dalam siklus kehidupan sehingga terjadinya gagal tumbuh. Salah satu pencegahan stunting dengan modifikasi bahan pangan yang dapat mendukung untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi berupa bolu kukus. Bolu kukus berbahan dasar tepung ikan gabus dan tepung beras merah diharapkan memiliki kandungan nilai gizi yang dapat menopang pertumbuhan sehingga dapat dijadikan alternatif makanan selingan untuk mencegah stunting. Karena ikan gabus memiliki kandunngan gizitinggi sehingga sangat baik untuk mencegah stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi dan serving size bolu kukus berbahan dasar tepung ikan gabus dan tepung beras merah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif berbasis uji laboratorium. Analisis zat gizi menggunakan metode analisis spektrofotometri, melipiti energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium dan zat besi. Penentuan serving size mengunakan metode analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Bolu kukus berbahan dasar tepung ikan gabus dan tepung beras merah memiliki kandungan energi sebesar 321,3 kkal/100g, kandungan karbohidrat sebesar 59,627 g/100g, protein sebesar 15,136 g/100g, kandungan lemak sebesar 8,229 g/100 g, kandungan besi sebesar 1,583 g/100 g, dan kandungan kalsium sebesar 33,969 g/100 g. Penentuan serving size bolu kukus berbaahan dasar tepung ikan gabus dan tepung beras merah yaitu 50 g per sajian. Produk ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dan apabila bisa lebih diperkenalkan di masyarakat sekiranya akan lebih baik seperti tujuan dalam penelitian ini semoga bisa mengurangi dan mengatasi stunting. Kata kunci: Bolu Kukus, Tepung Ikan Gabus; Beras Merah, Makanan Selingan, Zat Besi, Energi, Kalsium, Karbohidrat, Lemak, Protei

    KADAR ANTOSIANIN, KAROTENOID, FENOLAT, DAYA ANTIOKSIDAN SERTA DAYA TERIMA PADA âBAROMNISâ BERBASIS UBI BANGGAI UNGU SEBAGAI PANGAN SELINGAN ALTERNATIF

    No full text
    ABSTRAK IKA WIDYASTUTI HANAFI, Kadar Antosianin, Karotenoid, Fenolat, Daya Antioksidan, Pangan Selingan Alternatif, Baromnis Ubi Banggai Ungu Serta Daya terima (dibimbing oleh Nurulfuadi, S.KM., M.Si) Zaman sekarang banyak mengalami perubahan gaya hidup, termasuk perubahan pola makan, sebagai akibat dari kemajuan modern. Masyarakat sering memilih pilihan makanan yang cepat dan mudah tanpa mempertimbangkan efek negatif dari kebiasaan makan yang buruk. Karena adanya radikal bebas dalam sel manusia, pola makan yang tidak tepat dapat mengakibatkan sejumlah penyakit degeneratif, antara lain kanker, tekanan darah tinggi, sirosis hati, katarak, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Baromnis atau barongko manis memiliki manfaat yang menyehatkan bagi tubuh, dengan mengkonsumsi kue baromnis dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan, menurunkan tekanan darah, memberikan tambahan energi bagi tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar antioksidan, antosianin, karotenoid dan kadar fenolat pada kue baromnis sebagai pangan selingan alternatif. Analisis kadar antioksidan dengan mengunakan metode DPPH , Pengujian kadar antosianin dan kadar karatonoid mengunakan spektrofotometer UV-Vis, Analisis kadar zat fenolat dengan mengunakan metode Folin –Ciocalteu. Hasil penelitian menunjukan kadar yang tertinggi terdapat pada F1 yaitu pada kadar antosianin sebesar 0,0535 (mg/100g), kadar karotenoid sebesar 0, 139 (mg/100g), kadar fenolat sebesar 10,0 (mg/100g), serta daya antioksidan sebesar 109,92 ppm. Uji daya terima dilakukan pada 50 panelis didapatkan hasil rata-rata bahwa formula F2 merupakan formulasi terpilih, dimana dengan nilai rata-rata parameter warna yaitu sebesar 4,4 dengan kriteria (suka), pada parameter aroma nilai rata-rata yaitu sebesar 3,8 dengan kriteria (agak suka), pada parameter rasa nilai rata-rata yaitu sebesar 4,0 dengan kriteria (suka) dan pada parameter tekstur nilai rata-rata yaitu sebesar 4,0 dengan kriteria (suka) dan pada parameter overall nilai rata-rata yaitu sebesar 3,6 dengan kriteria (agak suka). Saran untuk penelitian selanjutnya melanjutkan terkait analisis flavonoid dan kadar amilosa. Kata Kunci : Antosianin, Karotenoid, Fenolat, Antioksidan, Pangan Selingan Alternatif, Ubi Banggai Ungu

    EVALUASI PROGRAM GEMPITA (GERAKAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN) PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WOSU KECAMATAN BUNGKU BARAT KABUPATEN MOROWALI

    No full text
    ABSTRAK SOLEHATUN. Evaluasi Program GEMPITA (Gerakan Pemberian Makanan Tambahan) pada Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Wosu Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali (di bawah bimbingan Bertin Ayu Wandira) Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Maret 2023 Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Jumlah balita stunting di Puskesmas Wosu mengalami kenaikan, pada tahun 2021 sebanyak 70 dan pada tahun 2022 menjadi 85 balita stunting. Program GEMPITA merupakan intervensi untuk meningkatkan gizi anak penderita stunting berupa PMT diluar makanan yang dimakan anak di lingkungan keluarganya dilakukan selama 90 hari. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program GEMPITA pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Wosu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini sebanyak 7 orang ditentukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek input dari segi SDM sudah memadai, sudah tersedianya dana yang mencukupi untuk program GEMPITA, namun sarana pendukung pada antropometri panjang badan bayi kurang memadai. Sedangkan untuk aspek process dari segi perencanaan sudah berjalan dengan baik. Namun, dari segi pelaksanaan, pemantauan, pencacatatan dan pelaporan dalam program GEMPITA belum berjalan dengan baik. Dari penelitian ini disarankan untuk meninjau aspek sarana dalam program GEMPITA, serta pelaksanaan, pemantauan dan pencatatan program harus lebih ditingkatkan. Kata Kunci: Evaluasi, Program GEMPITA, Balita Stuntin

    HUBUNGAN STATUS GIZI, TINGKAT KECUKUPAN GIZI DAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK WINDI NABILA SAFITRI, 2023. Hubungan Status Gizi, Tingkat Kecukupan Gizi dan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Pembimbing Ummu Aiman, S.KM., M.Kes Anemia adalah kondisi dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 11 gr/dl. Sebagian besar anemia disebabkan oleh kekurangan satu atau lebih zat gizi esensial (zat besi, asam folat, B12) yang digunakan dalam pembentukan sel-sel darah merah. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Kota Palu mengalami peningkatan yaitu 16.74%. Anemia pada ibu hamil memiliki dampak yang tidak baik untuk janin yakni persalinan prematur, gangguan pada janin, bahkan keguguran. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi, tingkat kecukupan gizi dan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 orang dan menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa variabel yang tidak memiliki hubungan dengan anemia pada ibu hamil adalah status gizi LiLA dengan nilai (p= 0,343), tingkat kecukupan protein (p=0,644), tingkat kecukupan karbohidrat (p=0,112) dan penambahan BB saat hamil (p=0,299) sedangkan variabel yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil yaitu Hubungan IMT ibu Pra Hamil dengan nilai (p=0,033), tingkat kecukupan energi nilai (p= 0,029), tingkat kecukupan zat besi dengan nilai (p=0,057), dan tingkat pengetahuan anemia (p=0,003). Kesimpulan dari hasil yang didapatkan ada 4 variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, yaitu IMT ibu pra hamil, kecukupan gizi energy, kecukupan zat besi, dan tingkat pengetahuan anemia pada ibu hamil. Kata Kunci : Anemia, Tingkat Kecukupan Gizi Makro, Tingkat Kecukupan Gizi Mikr

    HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD, SEDENTARY LIFESTYLE, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) SISWA KELAS X DAN XI MADRASAH ALIYAH ALKHAIRAAT PUSAT PALU PASCA PANDEMI COVID-19

    No full text
    ABSTRAK Megawati. A. HI ABD. Hamid Hubungan Konsumsi Fast Food. Sedentary Lifestyle, Aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Siswa Kelas X dan XI Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu Pasca Pandemi Covid-19 (dibimbing oleh Aulia Rakhman, S.KM., M.Kes) Prevalensi obesitas di Indonesia sebesar 31,0%, yang artinya banyak masyarakat Indonesia mengalami masalah berat badan lebih diantaranya remaja. Kota Palu menempati angka tertinggi ke-sepuluh dari 33 provinsi, dengan presentasenya 32,9%. Konsumsi fast food, sedentary lifestyle dan aktifivitas fisik merupakan hal yang berpengaruh terhdap Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Konsumsi fast food, sedentary lifestyle, dan aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) siswa kelas X dan XI MA Alkhairaat Pusat Palu. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Jumlah populasi yaitu 246 dengan sampel sebanyak 159 responden dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner FFQ, ASAQ, dan kuesioner aktivitas fisik. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian analisis univariat responden yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak normal 64 orang (40,3%), dan yang memiliki Indeks Massa Tubih (IMT) normal sebanyak 95 orang (59,7%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil veriabel yang yang memiliki hubungan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah konsumsi fast food (p = 0,000), sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan Indeks Massa Tubuh adalah Sedentary lifestyle (p = 0,917), dan Aktivitas fisik (p = 0,256). Diharapkan remaja dapat mengatur pola hidup yang sehat sesuai dengan prinsip gizi seimbang Kata kunci : Aktivitas fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT), Makanan Cepat Saji, Sedentary Lifestyl

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇