Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI, KEBIASAAN JAJAN, POLA MAKAN, DAN UANG SAKU DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 1 TINOMBO SELATAN, KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Cindy Apriani. Hubungan antara Pengetahuan Gizi, Kebiasaan Jajan, Pola Makan dan Uang Saku dengan Status Gizi Remaja di SMA Negeri 1 Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (dibimbing oleh Aulia Rakhman, S.KM., M.Kes). Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi masalah status gizi remaja usia 16-18 tahun di Provinsi Sulawesi Tengah cukup memprihatinkan karena berada di atas angka nasional Indonesia. Di antaranya, status gizi remaja berdasarkan TB/U 22% pendek, berdasarkan IMT/U 2,4% sangat kurus dan 7,5% kurus. Prevalensi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional Indonesia berturut-turut 18,5%, 1,9% dan 6,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Pengetahuan Gizi, Kebiasaan jajan, Pola Makan, dan Uang Saku dengan Status Gizi Remaja di SMA Negeri 1 Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. jumlah populasi 217 didapatkan sampel sebanyak 140 orang. data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian adalah responden yang memiliki status gizi normal sebanyak (94,3%) dan responden yang memiliki status gizi tidak normal sebanyak (5,7%) responden. berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil variabel antara lain tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p > 0,05), tidak ada hubungan antara kebiasaan jajan dengan status gizi (p > 0,05), tidak ada hubungan antara pola makan dengan status gizi (p > 0,05), dan tidak ada hubungan antara uang saku dengan status gizi (p > 0,05). Adapun saran untuk remaja diharapkan dapat memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi melalui pola hidup sehat serta meningalkan segala kebiasaan yang tidak menyehatkan. Kata kunci : Kebiasaan Jajan, Pengetahuan Gizi, Pola Makan, Status Gizi Uang Sak

    FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT REMAJA BERKUNJUNG KE POSYANDU REMAJA DI DESA BOBO KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK Reskiani Adinda Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Remaja Berkunjung ke Posyandu Remaja di Desa Bobo Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Pembimbing Rosmala Nur Departemen Biostatistik, KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Dinas Kesehatan Sigi tahun 2020 presentasi keaktifan remaja mengunjungi Posyandu Remaja berjumlah 46% dari 19 puskesmas yang ada di kabupaten sigi sedangakan pada tahun 2021 menurun sebesar 39% dari jumlah target yang ingin dicapai, Data di desa Bobo Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi persentase yang diperoleh dari hasil observasi hanya sebesar (20%) dari target yang ingin di capai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat remaja berkunjung ke posyandu remaja di Desa Bobo Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang ada di Desa Bobo yang berumur 10 – 20 Tahun yang terdata di posyandu remaja. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 orang diambil secara Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan Pengetahuan (p= 0,000), Dukungan Teman Sebaya (p= 0.020) dan tidak ada hubungan Jarak (p= 0.496), Dukungan Keluarga (p= 0.690) dengan minat remaja berkunjung ke posyandu remaja. Diharapkan Remaja dapat memanfaatkan Posyandu Remaja dan berpartisipasi aktif dalam posyandu untuk mengetahui masalah kesehatan remaja Kata Kunci :Pengetahuan, Jarak, Dukungan Teman Sebaya, Dukungan Keluarg

    PENGARUH KARAKTERISTIK IBU TERHADAP KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) ANUTAPURA PALU

    No full text
    ABSTRAK NURAHMAWATI. Pengaruh Karakteristik Ibu Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu. (di bawah bimbingan Nurhaya S. Patui) Peminatan Biostatistik/KB Dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako World Health Organization (WHO) tahun 2018, menyatakan bahwa prevalensi bayi dengan BBLR di dunia yaitu 15,5% atau sekitar 20 juta bayi yang lahir setiap tahun. Angka kematian akibat BBLR di Indonesia mencapai 22.362 atau 1,32 persen dari total kematian di Indonesia. Dampak BBLR yaitu berisiko tinggi mengalami kecacatan jangka panjang dan gangguan perkembangan seperti keterlambatan perkembangan motorik dan sosial. Dari hasil survei di RSU Anutapura Palu angka kejadian BBLR cenderung mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2019 berjumlah 198 kasus, tahun 2020 berjumlah 119 kasus dan tahun 2021 meningkat menjadi 140 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Karakteristik Ibu Terhadap Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah di RSU Anutapura Palu. Jenis penelitian ini dengan metode kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 661 orang, sampel sebanyak 87 responden. Penarikan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data diperoleh dari analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara usia ibu (ρ = 0,003), paritas ibu (ρ = 0,002), jarak kehamilan (ρ = 0,000), KEK (ρ = 0,000), dan anemia ibu (ρ = 0,001) terhadap kejadian BBLR di RSU Anutapura Palu. Rumah Sakit perlu bekerjasama dengan fasilitas kesehatan lainnya untuk meningkatkan pelayanan dan informasi kesehatan dalam bentuk KIE kepada ibu hamil yang berkunjung dan terdeteksi risiko tinggi tentang perlunya meningkatkan ANC. Kata Kunci : BBLR, KEK, Anemia, Parita

    PERBANDINGAN KANDUNGAN FLAVONOID, TANIN, DAN DAYA ANTIOKSIDAN ANTARA REBUSAN DAN EKSTRAK DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot L.)

    No full text
    ABSTRAK DWI RIZKY INDRIANI. Perbandingan Kandungan Flavonoid, Tanin, dan Daya Antioksidan antara Rebusan dan Ekstrak Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) (dibimbing oleh Ibu Linda Ayu Rizka Putri, S.KM., M.Sc) Tumbuhan gedi hijau adalah salah satu dari jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional dan dijadikan sebagai sayuran pokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan flavonoid, tanin dan daya antioksidan antara rebusan dan ekstrak daun gedi hijau. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitis berbasis pendekatan uji laboratorium. Analisis kadar flavonoid menggunaka metode kolorimeter. Analisis kadar tanin dan daya antioksidan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Uji statistik pada sampel yang digunakan untuk analisis kadar flavonoid, tanin dan daya antioksidan yaitu uji One Way Anova. Hasil penelitian yang diperoleh dari sampel yaitu ada perbedaan kadar flavonoid dan tanin antara rebusan dan ekstrak daun gedi hijau yang ditandai dengan (p < 0,05) dengan kadar flavonoid tertinggi terdapat pada sampel ekstrak sebesar 134,03400 mg/100 g dan kadar tanin tertinggi terdapat pada sampel ekstrak sebesar 787,88200 mg/100 g. Ada perbedaan daya antioksidan antara rebusan dan ekstrak daun gedi hijau yang ditandai dengan (p < 0,05) dengan daya antioksidan tertinggi terdapat pada ekstrak dengan nilai IC50 sebesar 64,78600 ppm tergolong kategori kuat dan daya antioksidan terendah terdapat pada R5 (Rebusan 5 menit) dengan nilai IC50 sebesar 105,47250 ppm tergolong kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan kadar flavonoid dan tanin antara rebusan dan ekstrak daun gedi hijau dan terdapat perbedaan daya antioksidan antara rebusan dan ekstrak daun gedi hijau. Kata kunci : Daya Antioksidan, Pangan Fungsional, Spektofotometri.

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUASA, KECAMATAN LORE UTARA,KABUPATEN POSO PADA TAHUN 2019-2021

    No full text
    ABSTRAK Tri Ramadhani. Faktor Risiko Kejadian Schistosomiasis di Wilayah Kerja Puskesmas Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso pada Tahun 2019- 2021 (dibawah bimbingan Dilla Srikandi Syahadat). Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah merupakan satu-satunya Provinsi dari 34 Provinsi di Indonesia yang endemis schistosomiasis. Wilayah Napu terdapat 3 Kecamatan dan jumlah kasus 3 tahun berturut-turut yaitu Kecamatan Lore Timur sebanyak 36 kasus, Lore Utara sebanyak 30 kasus, dan Lore Peore sebanyak 13 kasus. Wilayah kerja Puskesmas Wuasa terdapat 7 Desa dengan total jumlah kasus 3 tahun terakhir sebanyak 30 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian schistosomiasis di wilayah kerja Puskesmas Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso pada Tahun 2019-2021. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan case control. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 75 orang, sampel kasus sebanyak 25 orang dan sampel kontrol sebanyak 50 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan membandingkan faktor risiko terjadinya schistosomiasis antara kasus dan kontrol menggunakan rumus Odd Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan (OR=3,431;95% CI 1,174-10,026), Lokasi bekerja (OR=3,551;95% CI 1,258-10,027), air bersih (OR=3,188;95% CI 1,177-8,363, Jamban (OR=3,451;95% CI 1,264-9,242), dan APD (OR=4,571;95% CI 1,605- 13,021) merupakan faktor risiko kejadian schitosomiasis. Adapun saran dalam penelitian ini yaitu petugas kesehatan Kecamatan Lore Utara agar melakukan survei lokasi secara berkelanjutan untuk mengontrol fokus keong yang baru dan memberikan penyuluhan terkait penggunaan air bersih dan jamban agar masyarakat tidak lagi memanfaatkan sungai untuk keperluan mencuci dan buang air besar, serta masyarakat lebih meningkatkan kesadaran diri untuk memakai APD ketika akan pergi bekerja dan melewati daerah fokus keong. Kata Kunci: Lokasi, Air Bersih, Jamban, APD, Schistosomiasi

    HUBUNGAN PENGARUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU MEROKOK SISWA SMA NEGERI 3 PALU

    No full text
    ABSTRAK Roselyna Lusyanti Theresia S. Hubungan Sosial Pengaruh Orang Tua dengan Perilaku Merokok Siswa SMA Negeri 3 Palu (dibawah bimbingan Herman) Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako 24 Maret 2023 Perilaku merokok di kalangan pelajar masih menjadi salah satu permasalahan dalam bidang kesehatan namun tidak disertai dengan upaya pencegahan yang signifikan. Salah satu upaya yang penting dengan menekankan pada peran orang tua sebagai lingkungan pertama yang dapat memberikan pengaruh bagi pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengaruh orang tua dengan perilaku merokok pada siswa SMA N 3 Palu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengaruh orang tua terhadap perilaku merokok siswa di SMA Negeri 3 Palu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh siswa laki-laki yang ada di 5 ruangan kelas XI IPA SMA N 3 Palu yang berjumlah 90 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling yaitu 47 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengaruh orang tua dengan perilaku merokok siswa (ρ value = 0,001). Tidak ada hubungan antara kebiasaan keluarga dengan perilaku merokok siswa (ρ value = 0,114). Diharapkan orang tua dapat memberikan contoh berperilaku yang baik dan memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Kata kunci : perilaku merokok, peran orang tua

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH DI SMK NEGERI X PALU

    No full text
    ABSTRAK MELINA TRIANA SALAM. Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pra Nikah di SMK Negeri X Palu (di bawah bimbingan Sitti Radhiah) Peminatan Biostatistik/KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Banyaknya remaja yang terseret dalam perilaku seks pranikah dikarenakan rusaknya pergaulan dan lingkungan disekitarnya. Seks pranikah merupakan salah satu dampak dari adanya kebudayaan asing yang masuk dengan mudah di Indonesia, sebagai contoh kebudayaan asing yaitu perilaku "free sex". Pergaulan yang tidak baik menjadikan asal mula terjadinya seks bebas. Pada tahun 2020 Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa remaja usia 10-19 tahun yang pernah melakukan hubungan seks pranikah 4 orang, KTD 24 orang, remaja bersalin 9 orang, infeksi menular seksual (IMS) 11 orang, infeksi saluran reproduksi 8 orang. Cakupan tertinggi pelayanan PKPR tahun 2020 berada di puskesmas Sangurara sebanyak 2200 atau 23,10 % kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pra nikah di SMK Negeri X Palu. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 541 orang siswa-siswi kelas 2, sampel diperoleh dengan pengambilan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 84 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,691) dan peran orangtua (p = 0,647), serta ada hubungan antara media sosial (p = 0,000) dan peran teman sebaya (p = 0,002) dengan perilaku seksual pranikah. Saran bagi sekolah harus memberikan bimbingan dan informasi mengenai pergaulan misalnya, yang berkaitan dengan pacaran dan perilaku-perilaku yang membuat remaja terjerumus kedalam pergaulan bebas. Kata kunci : Teman Sebaya, Media Sosial, Seksual Pranika

    ADAPTASI KEBIASAAN BARU MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TADULAKO DI ERA PANDEMI COVID-19

    No full text
    ABSTRAK NOVY RAHMADANIL PUTRI. Adaptasi Kebiasaan Baru Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Di Era Pandemi Covid-19 (di bawah Bimbingan Arwan) Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako New normal adalah istilah yang biasa digunakan ketika memasuki kondisi baru, kebiasaan baru setelah lepas dari suatu wabah dalam hal ini Covid-19. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat terkait adaptasi kebiasaan baru ditemukan masih kurangnya mahasiswa yang menerapkan protokol kesehatan. Indonesia menempati negara ke-20 dengan kasus tertinggi sebanyak 581.550 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana adaptasi kebiasaan baru mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako di era pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 10 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal adaptasi kebiasaan baru informan sangat penting untuk diterapkan dengan taat protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan cuci tangan pada air mengalir. Mengenai perilaku pada adaptasi kebiasaan baru informan memberikan tanggapan bahwa kebiasaan tersebut merupakan era kebebasan dari keterbatasan saat pandemi, akan tetapi tetap menerapkan dan percaya kebiasaan baru tersebut bisa menurunkan kasus penularan Covid-19. Adapun peristiwa lingkungan informan merasakan adanya interaksi yang kuat dalam mempengaruhi seseorang atau teman untuk mengikuti seluruh arahan dari pemerintah terkait pencegahan Covid-19. Saran dalam penelitian ini yaitu, peran satuan petugas Covid-19 harus lebih dioptimalkan dan tegas jika lalai dalam tugas yang diamanhkan. Hal ini dilakukan karena sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Kata Kunci : Adaptasi kebiasaan baru, protokol kesahatan, dan Covid

    HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK ILHAMUDIN AKBAR. Hubungan Self Care dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu (dibawah bimbingan Dilla Srikandi Syahadat). Departemen Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Self care Diabetes Melitus (DM) merupakan tindakan perawatan mandiri yang dilakukan penderita DM yang bertujuan mengoptimalkan kontrol metabolik, mencegah komplikasi akut dan kronis akibat DM sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care terhadap kualitas hidup penderita DM di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 854 orang, setelah menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 90 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu spearman rank dengan nilai α 5%. Hasil penelitian yaitu ada hubungan signifikan antara pengaturan pola makan (p-value=0,008) , pemantauan gula darah (p-value =0,006, terapi obat insulin (p-value=0,000) dan aktivitas fisik (p-value=0,040) dengan kualitas hidup penderita DM. Pengaturan pola makan, pemantauan gula darah dan terapi obat memiliki tingkat hubungan cukup dengan nilai koefisien korelasi secara berurutan 0,279, 0,287 dan 0,391 sedangkan aktivitas fisik memiliki tingkat hubungan sangat lemah (0,217). Keempat variabel penelitian memiliki hubungan yang signifikan dan positif (searah) dengan kualitas hidup penderita DM. Disarankan kepada penderita DM dapat meningkatkan perilaku self care lebih baik serta tenaga kesehatan dapat memberikan bimbingan psikologis kepada penderita DM agar dapat meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Self care, Kualitas Hidup, Diabetes Melitu

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇