Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    GAMBARAN PERILAKU IBU TENTANG KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOMPE NTODEA KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    ABSTRAK Agus Feliks. Gambaran Perilaku Ibu tentang Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lompe Ntodea Kabupaten Parigi Moutong (di bawah Bimbingan Sadli Syam) Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Stunting merupakan permasalahan yang ada di dunia karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan, perkembangan otak sehingga perkembangan motorik anak lambat dan akan menghambat pertumbuhan mental anak yang bisa menyebabkan kematian. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukan prevalensi stunting nasional sebesar 24,4% tetapi standar yang ditentukan oleh WHO adalah 20% dan standar Kabupaten Parigi Moutong 14%. Prevalensi balita stunting di Sulawesi Tengah tahun 2021 yaitu 29,7% dan di Kabupaten Parigi Moutong 31,7%, Puskesmas Lompe Ntodea memiliki prevalensi tertinggi stunting di Kecamatan Parigi Barat dengan angka prevalensi 27,1%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dan dukungan keluarga. Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan ibu dan keluarga sebagian besar sudah baik. Sikap yang ditunjukkan informan sebagian besar informan belum menunjukkan sikap yang baik dalam pencegahan stunting. Sarana dan prasarana yang sudah baik, fasilitas yang sudah lengkap dan terdapat adanya program khusus pencegahan stunting dari puskesmas. Dukungan keluarga menunjukkan dukungan keluarga yang belum baik dalam pemberian ASI dan pencegahan stunting. Karena masih ada anggota keluarga yang menyarankan dan memberikan susu formula. Saran untuk ibu dan keluarga untuk meningkatkan sikap yang baik dalam pola asuh anaknya dan petugas kesehatan lebih berperan aktif untuk mencegah dan mengurangi terjadinya stunting. Kata Kunci: Perilaku, Ibu, Stuntin

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKIR KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    ABSTRAK RINI ANGRAINI. Faktor yang Berhubungan dengan kelengkapan Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli. ( di bawah bimbingan Rosmala Nur ) Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) yang tidak lengkap mengakibatkan risiko dan komplikasi kehamilan tidak terdeteksi secara dini dan hal ini dapat berkontribusi terhadap kematian ibu dan bayi. Faktor utama penyebab kematian ibu setiap tahunnya adalah akibat pendarahan. Hal ini dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan secara lengkap dan rutin. Berdasarkan data Puskesmas Bangkir cakupan kunjungan ibu hamil pada pelayanan ANC (K1 dan K4) tahun 2021 186 (K1 62% dan K4 50%) dan cakupan kunjungan ibu hamil belum mencapai target yang ditetapkan yaitu K1 100% dan K4 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan kelengkapan kunjungan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) di Wilayah kerja Puskesmas Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-Toli. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 63 responden dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan (p = 0,002), sikap (p = 0,012) dan dukungan suami (p = 0,005) berhubungan dengan kelengkapan kunjungan pemeriksaan kehamilan. petugas kesehatan terutama bidan di harapkan memberikan pelayanan ANC (10 T) yang baik dan benar sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan kepada ibu hamil. Peran suami perlu dioptimalkan untuk mendukung ibu melalui pemberian motivasi, perhatian dan pendampingan dalam pemeriksaan ANC. Kata Kunci : Puskesmas, Kunjungan, Antenatal Car

    PERILAKU MEROKOK REMAJA LAKI-LAKI DI SMA NEGERI 1 MOUTONG KECAMATAN MOUTONG KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    ABSTRAK Moh. Sadrian Perilaku Merokok Remaja Laki-laki Di SMA Negeri 1 Moutong Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong (Di Bawah Bimbingan Sadly Syam) Peminatan Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu 2023 Merokok merupakan sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan, serta memberikan dampak buruk bagi perokok maupun orang-orang disekitarnya. Survei World Health Organization (WHO), kematian remaja akibat rokok pada tahun 2030 akan mencapai 10 juta orang per tahunnya. Perokok remaja 10-18 tahun di Indonesia terus mengalami peningkatan pada data Riskesdas (2018) perilaku merokok meningkat menjadi 9,1% data tersebut sudah melewati dari target rencana pembangunan jangkah menengah nasional (RPJMN) sebesar 5,4% konsumsi rokok di tahun 2019. Data jumlah perokok di SMA Negeri 1 Moutong setiap tahunnya terus mengalami peningkatan dan pada tahun 2021 sebanyak 80 siswa yang sudah merokok. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Bagaimana Perilaku Merokok Remaja Laki-laki Di SMA Negeri 1 Moutong. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 8 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja laki-laki sudah cukup baik mengenai dampak dari bahaya rokok. Sikap terhadap rokok remaja laki-laki menerima ajakan dari teman tanpa ingin menghindari perilaku merokok tersebut. Sarana dan prasarana merokok dengan cara membeli ecer/per batang dengan menggunakan uang saku dan diberikan oleh teman. Lingkungan terhadap perilaku merokok remaja laki-laki cuman sekedar keasikan merokok dan menghilangkan stress. Dukungan teman sebaya memberikan nasehat kepada remaja laki-laki yang merokok agar terhindar dari perilaku merokok. Dukungan keluarga tidak memberikan fasilitas atau menyediakan mereka untuk merokok. Kata Kunci : Perilaku Remaja, Merokok, Laki-lak

    HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN D DAN YODIUM TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN

    No full text
    HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN D DAN YODIUM TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN Anisah Muthiah Hanifah Abdurrahman1, Sumarni2, Ryka Marina Walanda3, Devi Oktafiani3 1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Defisiensi vitamin D menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Vitamin D memiliki efek pengaturan pada sistem renin angiotensin yang berperan mengatur tekanan darah. Tekanan darah tidak hanya dipengaruhi oleh vitamin D, ada faktor lain termasuk mikronutrien. Yodium adalah mikronutrien penting untuk sintesis hormon tiroid terutama selama kehamilan. Meskipun telah ada kemajuan besar dalam pemberantasan kekurangan yodium, kekurangan yodium tetap menjadi masalah di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan vitamin D dan yodium terhadap tekanan darah wanita hamil di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan total 60 sampel wanita hamil trimester II dan III dari bulan Agustus – September 2023 di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan. Hasil Penelitian: Asupan vitamin D wanita hamil di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan kurang sebanyak 59 sampel (98,3%) dan cukup sebanyak 1 sampel (1,7%), asupan yodium yodium yang kurang sebanyak 42 sampel (70%) dan cukup sebanyak 18 sampel (30%), tekanan darah normal sebanyak 55 sampel (91,7%) dan meningkat sebanyak 5 sampel (8,3%). Berdasarkan uji kolerasi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan vitamin D dan yodium terhadap tekanan darah dengan nilai (p=0,383) dan (p=0,065). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan (berarti) antara asupan vitamin D dan yodium terhadap tekanan darah wanita hamil di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan dengan nilai masing-masing (p=0,383) dan (p=0,065) dan hasil uji hipotesis kekuatan kolerasi yaitu negatif dengan nilai masing-masing (r=-0,039) dan (r=-197). Kata Kunci: Vitamin D, Yodium, Tekanan Dara

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK FIWI KHOFIFAH. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi (dibimbing oleh Devi Nadila, S.KM., M.Kes). Balita pendek (Stunting) merupakan indikator kegagalan pertumbuhan, dimana pertumbuhan tinggi badan balita tidak sesuai dengan usianya. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 melaporkan prevalensi Stunting secara National yaitu 21,6%. Pada Provinsi Sulawesi Tengah memiliki prevalensi Stunting yaitu sebesar (28,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga, pengetahuan Ibu, sanitasi lingkungan dan riwayat pemberiam makanan pendamping ASI (MPASI) dengan kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desian cross sectional. Jumlah populasi yaitu 163 dan sampel sebanyak 116 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dengan taraf signifikan p-value (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan Ibu (p = 0,000) dan riwayat pemberian MP-ASI (p = 0,000) dengan kejadian Stunting. Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian Stunting adalah pendapatan keluarga (p = 0,166) dan sanitasi lingkungan (p = 0,233). Diharapkan orang tua terutama ibu balita untuk dapat menerapkan pola asuh yang baik untuk mencegah Stunting serta senantiasa mencari informasi terkait asupan gizi dan nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang anak. Kata Kunci : Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu, Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Pemberian MP-ASI, Stunting

    Hubungan Nilai Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan Grading Histopatologi Kanker Payudara.

    No full text
    Hubungan Nilai Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan Grading Histopatologi Kanker Payudara Yumika Kezia Katuuk¹, Puspita Sari², Rosa Dwi Wahyuni³, Vera Diana Towidjojo⁴, Arlin Rinni Tutu⁵, Alfreth Langitan⁶ 1. Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2. Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3. Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4. Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 5. Departemen Patologi Anatomi, Rumah Sakit Undata, Kota Palu 6. Departemen Bedah Umum, Rumah Sakit Undata, Kota Palu e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Kanker merupakan gangguan pada pertumbuhan sel. Kanker terjadi diawali dengan mutasi pada gen yang mengontrol pertumbuhan dan diferensiasi sel. Tercatat penyebab tersering kematian karena kanker pada wanita di seluruh dunia disebabkan oleh kanker payudara. Kanker payudara atau yang biasa dikenal dengan Carcinoma Mammae merupakan tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara. Tumor ini sendiri dapat tumbuh di dalam kelenjar jaringan susu maupun pada jaringan ikat payudara. Nilai RNL sendiri dipercaya dapat digunakan sebagai prediksi yang valid mengenai perkembangan kanker. Rasio neutrofil limfosit (RNL) diperoleh dengan cara membagi jumlah neutrofil dengan jumlah limfosit. Neutrofil merupakan sel leukosit polimorfonuklear yang memiliki kemampuan sebagai pemasok molekul bioaktif yang diperlukan dalam perkembangan neoplastik (pertumbuhan sel baru) sehingga disebut pro-tumor. Limfosit sendiri merupakan komponen dari sel darah putih (leukosit) yang dapat menghambat sel tumor pada pasien kanker payudara sehingga disebut anti-tumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai Rasio Neutrofil dan Limfosit (RNL) dengan Grading Histopatologis Kanker Payudara pada Pasien di Rumah Sakit Undata periode 2019-2022. Tujuan: Untuk mengevaluasi hubungan antara nilai Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan Grading Histopatologi Kanker Payudara Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan desain Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Total Sampling, yaitu total 20 sampel pasien kanker payudara di RSUD Undata Kota Palu Sulawesi Tengah tahun 2019-2022 Hasil Penelitian: Berdasarkan uji korelasi Spearman, diperoleh jumlah signifikansi antara RNL dan Grading Histopatologis Kanker Payudara (r=0.260, p=0.268) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara RNL dan grading Histopatologi pada pasien kanker payudara. Kata Kunci: Rasio Neutrofil Limfosit, Kanker Payudara, Grading Histopatolog

    PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA SEBELUM DAN SETELAH INTERVENSI DENGAN MEDIA LEAFLET âPENTINGNYA KONSUMSI BUAH DAN SAYURâ Di MTS AL-KHAIRAAT TINDAKI KABUPATEN PARIGI MOUTONG

    No full text
    ABSTRAK SRI ALFIA, 2023. Perbedaan Tingkat Pengetahuan Remaja Sebelum Dan Setelah Intervensi Dengan Media Leaflet “Pentingnya Konsumsi Buah Dan Sayur” Di Mts Al-Khairaat Tindaki Kabupaten Parigi Moutong. (dibimbing oleh Nurulfuadi, S.KM.,M.Si) Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Remaja biasanya mengalami perubahan gaya hidup termasuk di dalamnya pola konsumsi karena dipengaruhi oleh lingkungan dan teman sebaya. Kebutuhan gizi remaja relatif besar karena pada masa remaja terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Salah satu masalah pada fase ini adalah kurangnya asupan serat yang ada pada buah dan sayur sehingga remaja dapat beresiko dalam perkembangan penyakit degenerative seperti obesitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja sebelum dan setelah intervensi dengan media leaflet “pentingnya konsumsi buah dan sayur” di Mts Al-Khairaat Tindaki Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini merupakan penelitian pre experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Mts Al-Khairaat Tindaki sebanyak 81 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data diolah menggunakan uji Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pengetahuan minimum pada pretest 15 dan posttest yaitu 20, sedangkan nilai maksimum pretest 85 dan nilai posttest yaitu 100. Sehingga terdapat peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 42,41 menjadi 78,64 setelah dilakukan edukasi gizi menggunakan media leaflet mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur. Uji menggunakan metode uji Wilcoxon Rank Test di dapatkan hasil p= 0,000 (

    HUBUNGAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PASIEN TBC DI KECAMATAN PALU TIMUR

    No full text
    ABSTRAK AYU PRATIWI. Hubungan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Pasien TBC di Kecamatan Palu Timur (di bawah bimbingan Dilla Srikandi Syahadat) Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Skripsi, Juni, 2023 Pasien Tuberkulosis (TBC) mengalami perubahan berat badan dan beberapa tanda defisiensi mikronutrien saat diagnosis. Penurunan berat badan terjadi karena perubahan metabolik yang disebabkan oleh penyakit TBC. Pengobatan TBC adalah faktor penting untuk membantu memperbaiki kondisi infeksi dan menaikkan status gizi. Kecamatan Palu Timur daerah yang paling banyak terdapat kasus TBC berdasarkan dari laporan puskesmas dan rumah sakitterdapat jumlah kasus sebanyak 238 kasus TBC yang berobat pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obat anti tuberculosis (OAT) terhadap indeks massa tubuh (IMT) pada pasien TBC di Kecamatan Palu Timur, Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis studi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 238 orang, dengan menggunakan rumus Lemeshow didapatkan sampel sebanyak 97 orang, Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling, Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-square dengan nilai p =0,05%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama pengobatan, (p=0,00), efek samping (p=0,02) dan kepatuhan minum obat (p=0,00) terhadap IMT pada pasien TBC di Kecamatan Palu Timur. Disarankan kepada pasien TBC untuk patuh dalam mengonsumsi obat hingga selesai pengobatan walaupun responden merasakan efek samping yang ditimbulkan oleh OAT, apabila responden patuh maka dapat menekan bakteri yang ada dalam tubuh sehingga meningkatkan IMT responden. Kata Kunci : TBC, Lama Pengobatan, Efek Samping, Kepatuhan, Berat Bada

    INTERVENSI MASSAGE PUNGGUNG PADA PASIEN HIPERTENSI \YANG MENGALAMI GANGGUAN POLA TIDUR DI WILAYAH PUSKESMAS TALISE KELURAHAN TALISE KOTA PALU SULAWESI TENGAH

    No full text
    Intervensi Massage Punggung Pada Pasien Hipertensi Yang Mengalami Gangguan Pola Tidur Di Wilayah Puskesmas Talise Kelurahan Talise Kota Palu Sulawesi Tengah Aprilia Sri Wulandari (2023) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Windu Unggun CPJ, S. Kep., M. Kep Kata kunci: Terapi Massage Punggung, Gangguan Pola Tidur, Hipertensi ABSTRAK Prevelensi hipertensi di Indonesia meningkat menjadi 34,1% pada tahun 2018, kematian akibat hipertensi baik di dunia maupun di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke-tahun sehingga hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap. Masalah keperawatan yang sering terjadi adalah gangguan pola tidur. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi intervensi massage punggung pada pasien hipertensi yang mengalami gangguan pola tidur di wilayah Puskesmas Talise kelurahan Talise kota Palu Sulawesi Tengah. Desain penelitian ini adalah studi kasus deskriptif sederhana yaitu mendiskripsikan suatu fenomena atau peristiwa secara sistematis dengan apa adanya untuk membandingkan pre dan post intervensi massage punggung pada pasien hipertensi yang mengalami gangguan pola tidur. Fokus intervensi adalah pemberian terapi massage punggung kepada kedua pasien selama 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi massage punggung dapat mengatasi gangguan pola tidur dan menurunkan tekanan darah, pada pasien I Tn.A sebelum intervensi tekanan darah dari 170/109 mmHg dan kualitas tidur buruk dan setelah intervensi menjadi 140/90 mmHg untuk tekanan darah dan kualitas tidur baik, sedangkan pasien II Ny.E sebelum intervensi tekanan darah dari 160/100 mmHg dan kualitas tidur sangat buruk setelah intervensi menjadi 130/90 mmHg untuk tekanan darah dan kualitas tidur baik pada hari ke enam intervensi. Kesimpulan penelitian adalah terapi massage punggung dapat mengatasi gangguan pola tidur dan menurunkan tekanan darah, diharapkan keluarga melanjutkan terapi yang sudah diajarkan, dan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan melalui penelitian kuasi eksperimen

    ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANGGAI

    No full text
    ABSTRAK WAHYUNI S. MANSA. Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Banggai (di bawah bimbingan Dilla Srikandi Syahadat, S.KM., M.Kes) Pemintan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer dengan risiko morbiditas dan mortalitas yang menjadi penyebab utama gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Laut jumlah estimasi penderita hipertensi berusia ≥15 tahun ada sebanyak 15.221 jiwa dan yang mendapatkan pelayanan hipertensi sebanyak 3.542 jiwa (23,3%) dengan jumlah estimasi penderita hipertensi tertinggi Puskesmas Banggai sebanyak 4.188 dan yang mendapatkan pelayanan Kesehatan sebanyak 972 (23.2%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banggai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi berjumlah 712 orang, menggunakan rumus Lameshow untuk menentukan jumlah responden dengan perbandingan 1:1 dan didapatkan sampel berjumlah 35 kasus dan 35 kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Analisis menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebiasaan merokok (OR=1,304 dan CI=0,474-3,590), penggunaan minyak jelantah (OR=4,231 dan CI=1,550-11,546), konsumsi natrium (OR=3,692 dan CI=1,372-9,933), dan kebiasaan konsumsi kopi (OR=3,244 dan CI=1,219-8,629) merupakan faktor risiko terhadap kejadian hipertensi di wilayh kerja UPTD Puskesmas Banggai. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait faktor risiko kejadian hipertensi yang jarang diketahui masyarakat, sehingga dapat melakukan pencegahan dengan memperbaiki dan memperhatikan gaya hidup, seperti menjaga pola makan, berolahraga dan melakukan kebiasaan hidup sehat lainnya. Kata Kunci: Hipertensi, Merokok, Minyak Jelantah, Natrium, Kop

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇