4897 research outputs found
Sort by
PERSEPSI PASIEN RAWAT INAP KELAS I, II, DAN III TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI UPT. RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
ABSTRAK
ADHEANY MULIA SHALSABILA. Persepsi Pasien Rawat Inap Kelas I, II, dan III di UPT. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Provinsi Sulawesi Tengah (di bawah bimbingan Muh. Rizki Ashari)
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Terdapat kesenjangan antara apa yang diharapkan dan yang diterima oleh pasien rawat inap di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah yang mengakibatkan penurunan kunjungan rawat inap. Tercatat sebanyak 14125 pasien masuk pada tahun 2019, lalu turun menjadi 7971 pasien pada tahun 2020, dan kembali turun pada tahun 2021 menjadi 6380 pasien masuk. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien rawat inap kelas I, II, dan III terhadap mutu pelayanan kesehatan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Penentuan besar sampel menggunakan rumus slovin dan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner sebagai instrument dengan sampel sebanyak 98 responden. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk mendapatkan gambaran umum dengan mendeskripsikan setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan persepsi pasien dari faktor internal dikategorikan baik dengan presentase 95,9%, hal ini dikarenakan performa tenaga medis dalam melakukan pelayanan kesehatan telah baik dan juga sarana prasarana yang memadai. Persepsi pasien dari faktor eksternal dapat dikategorikan baik dengan presentase 95,9%, hal ini dikarenakan pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis baik sehingga menimbulkan rasa aman dan nyaman, juga tenaga medis mampu memberikan dukungan moril agar pasien berkeinginan untuk sembuh. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu menurut persepsi pasien, baik dari faktor internal maupun eksternal keduanya sudah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan harapan dari pasien atas pelayanan yang akan mereka dapatkan.
Kata Kunci: Persepsi, Rawat Inap, Mutu Pelayanan Kesehatan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALINGGI
ABSTRAK
Niluh Novia Sari.FaktorYang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pelayanan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi (di bawah Bimbingan Vidyanto)
Administrasi dan KebijakanKesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktoryang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelayanan antenatal care di wilayah kerja pusekesmas balinggi. Pelayanan antenatal care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada ibu hamil semasa kehamilannya, dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan kebidanan. Kinerja bidan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, masa kerja dan motivasi.Berdasarkan Cakupan standar Pelaksanaan pelayanan antenatal 10T yang ada di Puskesmas Balinggi dari 10 standar masih terdapat beberapa standar yang dilakukan dengan tepat berada dibawah persentasi 50%, yaitu : ukur TD (43,3%), ukur LILA (45,8%), ukur tinggi fundus (41,7%) tatalaksana kasus (45,6%), Temu Wicara (45,6%). Penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sempel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang yang tersebar di 9 wilayah kerja puskesmas balinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwauji Chi-Square p value = 0,009
EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) PESERTA BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU
ABSTRAK
Nur Hijrani Kartika Wati, Evaluasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Sangurara Kota Palu (dibawah bimbingan Muhammad Rizki Ashari).
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Januari 2023
Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan tingkat pertama dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis Hipertensi dan DM-tipe 2. Pada tahun 2021 di Kota Palu penyakit hipertensi merupakan PTM tertinggi pertama sebanyak 17.718 kasus dan DM tertinggi keempat sebanyak 5.535 kasus. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada program Prolanis masih belum maksimal untuk variabel input, process, dan output. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana evaluasi program Prolanis peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Sangurara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 6 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketersediaan SDMK di Puskesmas Sangurara masih kurang karena terdapat petugas kesehatan khususnya penanggung jawab Prolanis memiliki tugas ganda, belum tersedianya ruangan khusus untuk pelaksanaan kegiatan Prolanis, dan tidak ada Standard Operational Prosedur (SOP) khusus Prolanis. Dari segi perencanaan kegiatan Prolanis di Puskesmas Sangurara hanya dilakukan satu kali dalam sebulan sedangkan BPJS Kesehatan menganjurkan empat kali sehingga pada pelaksanaan Prolanis masih belum maksimal serta dari komponen output untuk capaian Prolanis terkendali belum mencapai target. Diharapkan di Puskesmas Sangurara agar menambah tenaga kesehatan, melakukan pelatihan pada tenaga kesehatan, melaksanakan semua kegiatan Prolanis agar bisa mencapai tujuan, dan melakukan sosialisasi terkait Prolanis pada pasien agar dapat meningkatkan capaian Prolanis terkendali.
Kata Kunci : Evaluasi, Prolanis, BPJS Kesehata
PEMBERIAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL PADA PASIEN APENDISITIS POST OPERASI YANG MENGALAMI KECEMASAN DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
Pemberian Terapi Musik Instrumental pada Pasien Apendisitis
Post Operasi yang mengalami Kecemasan Di RSUD Undata
Provinsi Sulawesi Tengah
JULIA SAFIRA(2023)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns, Parmin, S.Kep. M.Kep
Kata kunci : Apendisitis, Terapi musik, Kecemasan post operasi
ABSTRAK
Apendisitis adalah kondisi abnormal pada usus buntu. Di Indonesia, tindakan operasi pada apendisitis menempati urutan ke 2 dari 193 negara yang meliputi kasus kegawatan abdomen lainnya. Kecemasan sering terjadi pada seseorang sebelum operasi, tetapi dapat terjadi setelah melewati operasi. Menurut Standar Intervensi Keperawatan Indonesia 2018, kecemasan dapat di atasi dengan pemberian terapi musik. Tujuan studi kasus untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien post operasi di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu studi kasus. Subyek yang di gunakan dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan masalah kecemasan pada pasien post operasi. Hasil studi kasus pada kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan di hari pertama, kedua, dan ketiga. Kesimpulannya terapi musik yang di berikan ke pada kedua pasien menggunakan musik instrumental, dan terapi berhasil pada hari pertama, kedua, dan ketiga di tandai dengan menurunnya tingkat kecemasan pada kedua pasien post operasi. Disarankan dalam memberikan terapi musik pada pasien post operasi di butuhkan ketetapan dalam berkomunikasi, pengetahuan dan keterampilan serta menjalin hubungan saling percaya
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SADARI PADA SISWI SMA NEGERI 5 KOTA PALU
ABSTRAK
DESTIFANNY RACHMASARI PEOHOA. Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku SADARI pada Siswi SMA Negeri 5 Kota Palu Tahun
2023. (di bawah bimbingan Nurhaya S. Patui, S.KM., M.PH).
Determinan Biostatistik, KB, dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
Kasus kanker payudara di Indonesia masih menduduki posisi tertinggi penyebab kematian pada perempuan. Kanker dapat dicegah dengan mengurangi, menghindari faktor resiko kanker, salah satunya yaitu dengan melakukan deteksi dini (SADARI). Jumlah kasus di kota Palu pada tahun 2022 terdapat kasus kanker payudara sebesar 74 kasus. Berdasarkan studi pendahuluan di SMA 5 Negeri Kota Palu tidak terdapat kasus kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan dan peran keluarga dengan perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Slovin dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Jumlah populasi sebesar 340 siswi dengan jumlah sampel sebanyak 80 siswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan perilaku SADARI (p=0,128), sedangkan pengetahuan (p=0,022), sikap (p=0,001) dan Peran keluarga (p=0,003) menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku SADARI. Saran dari penelitian adalah Perlu diadakan pemberian informasi yang edukatif yaitu salah satunya dengan penyuluhan tentang deteksi dini kanker payudara terutama terhadap SADARI, sehingga dengan pemeriksaan tersebut maka kemungkinan adanya kanker payudara diharapkan bisa di deteksi dini dan juga bagi pihak sekolah agar bekerjasama dengan pihak kesehatan dengan memberikan materi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit tidak menular serta para siswi juga bisa bersikap lebih proaktif untuk mencari informasi terkait dengan SADARI.
Kata Kunci: Perilaku SADARI, Pengetahuan, Sikap, Peran
Keluarga, Peran Petugas Kesehata
FAKTOR PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN VAKSINASI RABIES PADA HEWAN PELIHARAAN (ANJING) DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LAWOWOI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
ABSTRAK
AULIA FADILAH NUR. Faktor perilaku yang Berhubungan dengan Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang (Bimbingan Dilla Srikandi).
Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
GHPR Kabupaten Sidenreng Rappang di temukan tahun 2022 terdapat 191 kasus dan wilayah UPT Puskesmas lawawoi merupakan salah satu kasus rabiesnya tertinggi dengan kasus penyakit GHPR 53 kasus. Hal tersebut menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang paling penting di dunia. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vaksinasi rabies pada hewan peliharaan. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif studi epidemiologi analitik observasion dengan jenis studi cross sectional dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Berdasarkan data Kesimpulan penelitian bahwa hasil analisis uji statistic < 0,05 perilaku vaksinasi rabies pada hewan peliharaan memiliki hubungan dengan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga dengan p = 0,00. Diharapkan kepada pemilik anjing agar melakukan vaksinasi anjing peliharaan secara berkala serta pentingnya kerja sama antara multi sektor dalam melakukan koordinasi dan pemberian informasi tentang pencegahan dan penanganan rabies.
Kata Kunci: Rabies, Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan keluarg
HUBUNGAN STATUS AKREDITASI PUSKESMAS DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MAMBORO DAN PUSKESMAS SINGGANI KOTA PALU
ABSTRAK
SALMA Hubungan Status Akreditasi Puskesmas Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Mamboro Dan Puskesmas Singgani Kota Palu (dibawah bimbingan ibu Bertin Ayu Wandira).
Departemen Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Akreditasi puskesmas merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu cara mengetahui peningkatan mutu pelayanan dapat diukur melalui kepuasaan pasien. Pada tahun 2021 di Kota Palu didapatkan indeks kepuasaan masyarakat pada puskesmas akreditasi dasar (Puskesmas Singgani) lebih tinggi dibandingkan dengan indeks kepuasaan masyarakat pada puskesmas terakreditasi madya (Puskesmas mamboro). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan akreditasi puskesmas dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Singgani dan Puskesmas Mamboro Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitic dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu pasien yang berkunjung di Puskesmas Mamboro sebanyak 72 responden dan Puskesmas Singgani sebanyak 28 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara status akreditasi (p = 0.034, sehingga p < 0.05) dengan kepuasan pasien di puskesmas mamboro (terakreditasi madya) dan puskesmas singgani (terakreditasi dasar). Sedangkan untuk variabel kepuasan berdasarkan 5 dimensi mutu pada dimensi tangible, reliability, dan assurance tidak ditemukan hubungan antara akreditasi puskesmas dengan kepuasan pasien. Perlu adanya peningkatan pelayanan bagi kedua puskesmas yaitu Puskesmas Mamboro dan Puskesmas Singgani yang tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan saja tetapi secara menyeluruh seperti ketepatan waktu dan kecepatan dalam melayani pasien di loket pendaftaran dan setiap poli sehingga tidak mengakibatkan pasien menunggu terlalu lama dan pasien dapat merasa lebih puas dengan pelayanan yang diperoleh.
Kata Kunci: Akreditasi, Kepuasan, Mutu, Puskesmas
PENGARUH KARAKTERISTIK DOKTER TERHADAP KINERJA DALAM KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RSUD ANUTAPURA KOTA PALU
Annisa Retnowati.S
ABSTRAK
ANNISA RETNOWATI.S Pengaruh Karakteristik Dokter Terhadap Kinerja Dalam Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Jalan Di RSUD Anutapura Kota Palu (dibawah bimbingan Ibu Bertin Ayu Wandira)
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Kelengkapan pengisian rekam memiliki standar yaitu 100%. Persentase kelengkapan pengisian rekam medis di RSUD Anutapura belum mencapai standar yang ditentukan. Data yang didapatkan dari unit rekam medis yaitu pada triwulan 1 realisasinya sebesar 70%, triwulan 2 sebesar 60%, triwulan 3 sebesar 68%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karakteristik (usia, jenis kelamin dan masa kerja) dokter terhadap kinerja dalam kelengkapan pengisian rekam medis jalan di RSUD Anutapura Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar checklist dan data sekunder. Responden penelitian sebanyak 40 responden. Analisis data yang diperoleh menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh karekteristik usia dokter (p = 1,000), jenis kelamin (p = 0,730), masa kerja (p = 1,000) terhadap kinerja dalam kelengkapan pengisian rekam medis rawat jalan di RSUD Anutapura Kota palu. Adapun saran dalam penelitian ini adalah diharapkan rumah sakit untuk meningkatkan pemahaman dokter tentang rekam medis dan aspek hukum rekam medis melalui pembimbingan, pelatihan, seminar dan lokakarya. Selain itu meningkatkan peran dan fungsi Komite Medik dalam rangka meningkatkan pengetahuan dokter tentang rekam medis.
Kata Kunci : Karakteristik, Dokter, Kinerja, Kelengkapan Rekam Medi
Hubungan Kadar Kreatinin Dengan Hemoglobin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) Di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah Pada Tahun 2022.
HUBUNGAN KADAR KREATININ DENGAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022
Muhammad Hilmi Falah⁎, Tri Setyawati⁎⁎, Ryka Marina Walanda⁎⁎, Intania Riska Putrie⁎⁎
⁎Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
⁎⁎Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah keadaan kerusakan pada ginjal secara struktural ataupun fungsional yang telah terjadi selama tiga bulan atau lebih. Gagal ginjal kronik (GGK) ditandai dengan salah satu gejala seperti penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) mencapai kurang dari 60 ml/menit /1,73m2, albuminuria kadar albumin-creatinine ratio (ACR) lebih dari 30 mg/ 24 jam, kerusakan ginjal (hematuria, maupun abnormalitas struktur ginjal, seperti polisiklik/ displastik ginjal), maupun adanya riwayat transplantasi ginjal. Pada pasien GGK umumnya akan ditandai dengan hemoglobin yang rendah dan kadar kreatinin yang tinggi.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin dengan hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional, data penelitian menggunakan rekam medis yang berisi hasil laboratorium dari kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien GGK. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien rawat inap GGK di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022. Sampel didapatkan menggunakan teknik Randoming sampling yang diambil secara acak dari total populasi 586 pasien. Sejumlah 100 pasien GGK stadium 5 didapatkan dari total populasi menggunakan rumus slovin yang disertai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan kreatinin dengan hemoglobin pada pasien GGK pada penelitian ini menggunakan uji Spearman.
Hasil: Berdasarkan uji analisis yang telah dilakukan, uji analisis menggunakan uji Spearman diperoleh p=0,023 dengan nilai (
Hubungan Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) Terhadap Ukuran Massa Tumor dan Anemia Pada Kejadian Mioma Uteri di RSUD Undata Sulawesi Tengah Tahun 2019-2022.
HUBUNGAN NEUTROPHIL-LYMPHOCYTE RATIO (NLR) TERHADAP UKURAN MASSA TUMOR DAN ANEMIA PADA KEJADIAN MIOMA UTERI DI RSUD UNDATA PALU SULAWESI TENGAH TAHUN 2019-2022
Yemima Agnes Christy Djuda1, Puspita Sari2, Rosa Dwi Wahyuni3, I Putu Fery Immanuel White4, Arlin Rinni Tutu5
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
5Departemen Patologi Anatomi, RSUD Undata Sulawesi Tengah
ABSTRAK
Latar Belakang : Mioma uteri atau sering disebut leiomyoma merupakan salah satu jenis tumor monoklonal jinak sel otot polos uterus yang paling sering dijumpai pada kelompok usia reproduksi yaitu sekitar 20-50% perempuan, serta lebih dari 70% perempuan di awal masa menopause karena sifat perkembangan tumor yang sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal. NLR (Neutrophil-Lymphocyte Ratio) merupakan indikator prognostik kelangsungan hidup keseluruhan dari penderita mioma uteri.
Tujuan : Untuk mendeskripsikan karakteristik pasien serta mengklasifikasikan Neutrofil-Lymphocyte Ratio (NLR) serta hubungannya dengan ukuran massa tumor dan anemia pada kejadian mioma uteri di RSUD Undata Palu Periode 2019-2022.
Metode : Menggunakan desain observasional analitik “Cross Sectional”. Sampel penelitian sebanyak 113 pasien yang didiagnosis mioma uteri dari data rekam medik dengan cara total sampling.
Hasil : Dari karakteristik pasien didapatkan pasien mioma uteri terbanyak pada usia 36-55 tahun, dan pasien terbanyak dengan status paritas multipara (jumlah paritas 2-5). Dari hasil uji bivariat didapatkan tidak terdapat hubungan signifikan antara NLR dan ukuran massa tumor dengan nilai p=0,575 dan terdapat hubungan signifikan antara NLR dan anemia dengan nilai p=0,024.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara NLR dan ukuran massa tumor dan terdapat hubungan signifikan antara NLR dan anemia pada kejadian mioma uteri. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan sampel yang lebih besar.
Kata Kunci : Mioma uteri, Pemeriksaan darah lengkap, NLR, Anemia, Prognostik, Ukuran massa tumor