Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA KADAR HbA1c DENGAN KADAR TROPONIN I PADA PASIEN NON-ST SEGMENT ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2023-2024

    No full text
    HUBUNGAN ANTARA KADAR HbA1c DENGAN KADAR TROPONIN I PADA PASIEN NON ST-SEGMENT ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION (NSTEMI) DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2023-2024 Raditya Reihan Ramadhani1, Tri Setyawati2, Rosa Dwi Wahyuni3, Junjun Fitriani4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Iskemia (kekurangan oksigen dan nutrisi) yang terjadi pada pasien NSTEMI menyebabkan kerusakan miokard sehingga Troponin I sebagai protein jantung yang berinteraksi dengan tropomiosin untuk membentuk struktur utama otot jantung, akan dilepaskan ke dalam peredaran darah oleh adanya kerusakan atau gangguan pada jantung. Adanya riwayat komplikasi Diabetes Melitus Tipe II, kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia) menyebabkan glukosa lebih banyak mengikat hemoglobin sehingga kadar HbA1c dalam tubuh meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar Troponin I pada pasien NSTEMI dengan komplikasi DM Tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability purposive sampling. Program yang digunakan untuk analisis data penelitian menggunakan program SPSS. Hasil: Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai

    Efektivitas Laporan Praktikum Anatomi Berbasis Digital Terhadap Nilai Anatomi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

    No full text
    EFEKTIVITAS LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI BERBASIS DIGITAL TERHADAP NILAI ANATOMI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Nur Azizah Ramadhani1, Amirah Basry2, Muhammad Ardi Munir2, Mayabi Pratika3 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Email: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Generasi saat ini sering disebut gen Z lebih sering menggunakan media digital dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk mendapatkan informasi. Laporan praktikum berbasis digital baru diterapkan di Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Melalui laporan yang dikemas dalam bentuk video, mahasiswa dapat menampilkan hasil praktikum dengan cara yang lebih menarik, interaktif, dan visual. Melibatkan mahasiswa dalam proses pembuatan video dapat mendorong mereka untuk ikut serta selama proses belajar. Selain itu, studi menunjukkan bahwa penjelasan yang jelas dalam video mampu meningkatkan hasil belajar. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas laporan praktikum anatomi berbasis digital terhadap nilai anatomi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain static group comparison yang melibatkan seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2023 dan 2024. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang membuat laporan praktikum berbasis digital dan kelompok kontrol yang membuat laporan praktikum metode konvensional kemudian dibandingkan nilai anatomi dari kedua kelompok tersebut. Data dianalisis menggunakan uji Independent T-Test untuk membandingkan rata-rata nilai anatomi antara kedua kelompok. Dikatakan signifikan jika nilai p < 0,05. Hasil: Rata-rata nilai anatomi kelompok kontrol adalah 32,237. Pada kelompok eksperimen memiliki nilai rata-rata yaitu 31,094. Hasil uji Independent T-Test antara kedua kelompok menunjukkan nilai p = 0,56 artinya tidak ada perbedaan nilai yang signifikan di antara kedua kelompok. Kesimpulan: Laporan praktikum berbasis digital tidak efektif terhadap nilai anatomi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako karena tidak terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

    UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pneumoniae

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pneumoniae Andi Paliwangi*, Junjun Fitriani**, Nur Syamsi** Andi Nur Asrinawaty*** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako. **Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan kurkuminoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai pengobatan alternatif yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan: Mengetahui efektivitas antibakteri, varian ekstrak kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) terhadap bakteri Streptococcus pneumoniae. Metode: Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode Well Diffusion untuk mengetahui kemampuan ekstrak dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pneumoniae. Penelitian ini menggunakan kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) 5%, 15%, dan 25%, serta kelompok kontrol positif yang terdiri dari cefadroxil dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil: Diperoleh bahwa ekstrak kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus pneumoniae. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk pada ekstrak kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25% berturut-turut sebesar 0,84 mm, 2,62 mm, dan 5,02 mm. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pneumoniae. Namun, efek penghambatan yang dihasilkan belum optimal dan masih berada pada kategori resisten. Kata Kunci: Ekstrak kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb), daya hambat, antibakteri, Streptococcus Pneumonia

    IDENTIFIKASI BAKTERI Proteus mirabilis DENGAN PEMERIKSAAN KULTUR DAN MORFOLOGI DI TAMAN WISATA PEMANDIAN AIR PANAS BORA SIGI

    No full text
    IDENTIFIKASI BAKTERI Proteus mirabilis DENGAN PEMERIKSAAN KULTUR DAN MORFOLOGI DI PEMANDIAN AIR PANAS BORA SIGI Abdillah Rizqie Muhdie*, M. Sabir**, Ressy Dwiyanti***, Junjun Fitriani**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pemandian air panas alami banyak diminati masyarakat karena dipercaya bermanfaat untuk relaksasi dan terapi kulit. Namun, lingkungan air panas juga dapat menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri patogen yang mampu beradaptasi pada suhu tinggi. Salah satunya adalah Proteus mirabilis, bakteri Gram negatif penyebab infeksi saluran kemih dan infeksi luka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keberadaan Proteus mirabilis pada air di Taman Wisata Pemandian Air Panas Bora, Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sebanyak 9 sampel air diambil dari tiga titik kolam selama tiga hari pengambilan. Sampel dikultur pada media Nutrient Agar, diamati karakteristik koloninya, dan dilakukan pewarnaan Gram untuk menentukan morfologi bakteri. Hasil dari penelitian ini dari 9 sampel yang dikumpulkan, diperoleh 30 isolat bakteri, di mana 5 isolat teridentifikasi sebagai Proteus mirabilis. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bentuk sel basil berwarna merah muda yang menandakan sifat Gram negatif. Keberadaan Proteus mirabilis pada air Pemandian Air Panas Bora menunjukkan kemampuannya beradaptasi di lingkungan panas alami. Temuan ini menandakan adanya potensi risiko kesehatan bagi pengunjung. Kata Kunci: Proteus mirabilis, kultur bakteri, morfologi, pemandian air panas, Bora Sigi

    PENGARUH LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP TUMOR NECROSIS FACTOR-ALPHA (TNF-α) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) MODEL OBESITAS

    No full text
    PENGARUH LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP TUMOR NECROSIS FACTOR-ALPHA (TNF-α) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) MODEL OBESITAS Marella Anindya Bilqis Rahmi*, Nur Asmar Salikunna**, Rahma Badaruddin**, Ria Sulistiana**, Nur Syamsi*** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *** Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas menyebabkan hipoksia jaringan adiposa dan inflamasi kronik sehingga terjadi peningkatan sitokin proinflamasi Tumor Necrosis Factor-Alpha (TNF-α), sedangkan latihan fisik berperan menurunkan ekspresi TNF-α melalui efek antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latihan fisik memengaruhi TNF-α pada tikus obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain True Experimental menggunakan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Subjek penelitian adalah tikus Wistar jantan sebanyak 9 ekor dan dibagi secara acak ke dalam 3 kelompok: kelompok kontrol (n=3), kelompok obesitas tanpa latihan fisik (n=3), dan kelompok obesitas dengan latihan fisik (n=3). Status obesitas dicapai dengan memberi makan diet protein kalori tinggi CP551 (20 g/ekor) dan bubuk susu chow+5 (7 g/ekor) sementara kelompok kontrol diberi diet protein kalori standar AD II. Kelompok perlakuan menjalani latihan fisik berupa lari treadmill selama 6 minggu dengan frekuensi 3×/minggu dan durasi tiap latihan selama 40 menit menggunakan intensitas sedang (60% VO₂max). Konsentrasi kadar TNF-α diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil: Hasil uji Independent Samples T-Test menunjukkan p = 0,500 (p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok tikus Wistar model obesitas bahkan kadar TNF-α pada tikus dengan latihan fisik cenderung meningkat. Kesimpulan: Latihan fisik intensitas sedang tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar TNF-α pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) model obesitas. Kata Kunci: Obesitas, Latihan Fisik, TNF-α, Tikus Wista

    GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI MANTAP VASEKTOMI DI DESA LABUAN PANIMBA KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    ABSTRAK Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Pasangan Usia Subur Tentang Kontrasepsi Mantap Vasektomi Di Desa Labuan Panimba Kab Donggala Latar Belakang:Program Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Program KB merupakan bagian terpadu dalam program pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang agar kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya penduduk Indonesia dapat tercapai Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengidentifikasi Bagaimana Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur Tentang Kontrasepsi Mantap vasektomi di Labuan Panimba Kabupaten Donggala.Metode : Jenis Penelitian deskriptif Desain penelitian yang di gunakan adalah desain survei, yaitu desain penelitiian yang menyediakan informasi terkait dengan prefelensi, distribusi antara variabel dalam suatu populasi. Populasi penelitian ini sebanyak 514 dengan sampel berjumlah 37 responden dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini menggunakan rumus slovin 0,05. Hasil : Didapatkan bahwa distribusi responden menurut Pengetahuan dari 37 orang, 21 orang (56,8%) memiliki pengetahuan kurang baik dan 16 orang (43,2%) memiliki pengetahuan cukup, dan sikap pasangan usia subur dari 37 responden, sebagian besar responden memiliki sikap positif sebanyak 21 responden (56,8 %) dan sebagian kecil responden memiliki sikap kurang sebanyak 16 responden (43,2 %). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa hasil penelitian pengetahuan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur Tentang Kontrasepsi Mantap Vasektomi di Labuan Panimba Kabupaten Donggala. Menunjukkan bahwa dari 37 Responden memiliki pengetahuan , 21 orang (56,8%) memiliki pengetahuan kurang baik dan 16 orang (43,2%) memiliki pengetahuan cukup. Sebagian besar sikap responden memiliki sikap positif sebanyak 21 responden (56,8 %) dan sebagian kecil responden memiliki sikap kurang sebanyak 16 responden (43,2 %). Kata Kunci : pasangan usia subur, kontrasepsi mantap ,vasektomi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN SENAM DIABETIK DENGAN KEPATUHAN SENAM DIABETIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE

    No full text
    ABSTRAK Hubungan Pengetahuan Senam Diabetik dengan Kepatuhan Senam Diabetik di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Marsanda Rasinu (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Windu Unggun Cahya Jalu Putra, M.Kep Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kr onis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui terapi non-farmakologis seperti senam diabetik. Pengetahuan pasien tentang senam diabetik berperan penting dalam menentukan tingkat kepatuhan terhadap pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan senam diabetik dengan kepatuhan senam diabetik di wilayah kerja Puskesmas Talise. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 69 responden yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi- Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (40,6%) dan tingkat kepatuhan tinggi (39,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan senam diabetik dengan kepatuhan dalam pelaksanaannya dengan nilai p = 0,001. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan pasien tentang senam diabetik, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhannya. Oleh karena itu, edukasi kesehatan kepada pasien diabetes perlu ditingkatkan untuk mendorong kepatuhan terhadap senam diabetik secara rutin. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Senam Diabetik, Diabetes Melli

    PENGARUH EDUKASI DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SD KELAS V DAN VI DI SDN 3 WANI II KECAMATAN TANANTOVEA KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    ABSTRAK Pengaruh Edukasi Dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa SD Kelas V Dan VI Di SDN 3 Wani II Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Syahrul Faturahman Ramadhan Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Asmiwarti Abdullah,S.ST., M,Tr.Kep Latar Belakang: Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) saat ini masih sangat kurang diketahui karena hampir semua orang belum memahami dan belum mampu melakukannya serta masyarakat cenderung tidak memperhatikan hal tersebut dalam beraktivitas. Oleh karena itu PHBS sangat penting di edukasi ke masyarakat umum terutama anak-anak untuk meningkatkan kesehatan di suatu wilayah. Pendekatan sekolah sehat merupakan suatu upaya yang bersifat integratif dan sinergi dengan berbagai upaya lainnya yang mampu menjamin kondisi sekolah yang bersih, aman, nyaman Tujuan: Diketahuinya efektivitas pengaruh edukasi dan leaflet terhadap pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa SD kelas V dan VI SDN 3 Wani II Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode quasi-eksperimental dengan dua pendekatan group pre-test post-test design. Menggunakan teknik total sampling sebanyak 50 responden. Pengambilan data dengan kuesioner dan dianalis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh siswa yang pengetahuan kurang tentang PHBS secara keseluruhan sebelum diberi edukasi dan leaflet yaitu sebanyak 14 (28%) siswa. Dan sesudah diberi edukasi dan leaflet diperoleh siswa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 48 (96%) siswa. Kesimpulan: Hasil yang didapatkan nilai menunjukkan keseluruhan hasil p-valu

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN SISWI SD DALAM MENGHADAPI MENARCHE (HAID PERTAMA) PADA TAHAP REMAJA PUTRI AWAL DI SDN 1 LABUAN KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    PROGRAM STUDI DIII-KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, Mei 2025 FITRI FADILLAH HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN SISWI SD MENGHADAPI MENARCHE (HAID PERTAMA) PADA TAHAP REMAJA PUTRI AWAL DI SDN 1 LABUAN KAB. DONGGALA ABSTRAK Latar belakang: Menarche (haid pertama) adalah puncak dari serangkaian perubahan fisik primer dan sekunder yang menunjukkan kematangan organ reproduksi, dan terjadi pada remaja putri sebagai bagian dari proses menuju kedewasaan (Dwi Wahyuni Ambali et al., 2022). Peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja pasti akan mengalami yang namanya pubertas yang di tandai dengan terjadinya kematangan seksual, perubahan fisik dan juga menarche (haid pertama). Tujuan: Tujuan penelitian Untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan kesiapan menarche (haid pertama) pada siswi di SDN 1 Labuan kabupaten donggala. Penelitian ini menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi dengan metode kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik chi square, dimana derajat kemaknaan α=0,05. Total sampel berjumlah 35 Anak. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa menurut pengetahuan di SDN 1 Labuan Kabupaten Donggala dari 35 anak berpengatahuan kurang sebanyak 30 (85.7%) anak, sedangkan responden berpengatahuan baik sebanyak 5 (14.3%) anak Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih banyak siswi SD di SDN 1 Labuan Kabupaten Donggala yang berpengathuan kurang mengenai menarche (haid pertama) sehingga perlu pendidikan kesehatan bagi siswi SD tahap remaja putri awal. Kata Kunci : Pengetahuan, Kesiapan, Menarch

    HUBUNGAN DETERMINAN MATERNAL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMAIPURA TAHUN 2024

    No full text
    HUBUNGAN DETERMINAN MATERNAL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMAIPURA TAHUN 2024 Mutmaina Nento*, I Putu Fery Immanuel White**, Ketut Suarayasa***, Rahma**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Stunting dapat disebabkan oleh sumber daya manusia yang rendah, baik dari segi pengetahuan, ekonomi, maupun akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai. Stunting berdampak pada pertumbuhan dan dipengaruhi oleh faktor maternal, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang efektif. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara determinan maternal dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kamaipura tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian terdiri dari 73 ibu dengan anak yang mengalami stunting dan 73 ibu dengan anak yang tidak mengalami stunting, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dan data kohort ibu di Puskesmas. Uji statistik yang digunakan mencakup analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square untuk menentukan hubungan antarvariabel. Hasil: Hasil uji statistic menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara determinan maternal dengan kejadian stunting dengan hasil tingkat pengetahuan (p =914), tingkat pencegahan (p =0,087), kehamilan remaja (p =0,649), pemberian ASI ekslusif (p =0,182), penggunaan alat kontrasepsi (p =0,300), dan kunjungan antental care (p =0,058). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu, tingkat pencegahan stunting, kehamilan remaja, pemberian ASI ekslusif, penggunaan alat kontrasepsi, dan kunjungan antenatal care (ANC) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Meskipun tidak memiliki hubungan, faktor tingkat pengetahuan, kunjungan ANC dan ASI Eksklusif merupakan faktor risiko kejadian stunting (berdasarkan nilai Odds Ratio). Faktor maternal berperan penting dalam menentukan status gizi anak, sehingga intervensi berbasis edukasi dan peningkatan layanan kesehatan ibu hamil diperlukan untuk menekan angka stunting. Keterbatasan penelitian ini adalah cakupan wilayah yang terbatas serta pengambilan responden kasus dan kontrol yang belum matching. Kata Kunci: Stunting, Determinan Maternal, Kehamilan Remaja, ASI Eksklusi

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇