Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN SAFETY LEADERSHIP TERHADAP SAFETY BEHAVIOR PEKERJA PT. WANXIANG NICKEL INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK MUHAMMAD NUR. Hubungan Safety Leadership Terhadap Safety Behavior Pekerja PT Wanxiang Nickel Indonesia. (Di bawah Bimbingan Lusia Salmawati) Departemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Safety Behavior merupakan perilaku individu dalam bersedia mematuhi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja dan turut memelihara tempat kerja yang aman, salah satu faktor yang mempengaruhi safety behavior adalah Safety leadership, dikarenakan penyebab langsung kecelakaan sering melibatkan kesalahan manusia itu sendiri, safety leadership meliputi faktor organisasi, pemimpin dan sistem manajemen secara langsung terlibat dalam meningkatan perilaku aman pekerja. Paradigma dari teori domino yang menekankan, bahwa kecelakaan selalu berakar dari kesalahan manusia. Faktor-faktor manusia seperti perilaku, motivasi, perhatian, dan kebijakan mulai diperhatikan, salah satu pendekatan perilaku untuk menerapkan budaya keselamatan dengan safety leadership. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Safety Leadership terhadap safety behavior pekerja PT. Wanxiang Nickel Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 70 orang pekerja PT. Wanxiang Nickel Indonesia, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling yaitu 70 orang responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai

    HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET, POLA MAKAN, KEBIASAAN MENONTON MOKBANG DAN PERUBAHAN PERILAKU MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMA NEGERI 4 PALU

    No full text
    ABSTRAK MAGFIRAH BULUDAWA Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget, Pola Makan, Kebiasaan Menonton Mokbang dan Perubahan Perilaku Makan dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMA Negeri 4 Palu (dibimbing oleh Aulia Rakhman). Maraknya kasus overweight dan obesitas dikarenakan ketidakseimbangan zat-zat gizi. Faktor lain seperti penggunaan screen time selama 2 jam atau lebih setiap hari telah diteliti dapat meningkatkan resiko obesitas sebesar 23%. Disamping itu, fenomena mokbang juga telah diteliti dapat merubah perilaku makan kearah yang negatif sehingga beresiko menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget, pola makan, kebiasaan menonton mokbang dan perubahan perilaku makan dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 4 Palu. Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Jumlah populasi yaitu 392 dan sampel sebanyak 195 responden dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner intensitas penggunaan gadget, FFQ dan kuesioner kebiasaan menonton mokbang. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki status gizi lebih sebanyak 74 orang (37,9%) dan yang memiliki status gizi normal sebanyak 121 orang (62,1%). Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hasil variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian gizi lebih adalah pola makan (p = 0,006) dan kebiasaan menonton mokbang (p = 0,007). Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian gizi lebih adalah intensitas penggunaan gadget (p = 0,324) dan perubahan perilaku makan (p = 0,346). Diharapkan remaja dapat menghindari kebiasaan sedentary life style dan menerapkan pola makan beraneka ragam sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Kata Kunci: Gadget, Gizi Lebih, Mokbang, Perilaku Makan, Pola Makan

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAMBALAMOTU KABUPATEN PASANGKAYU

    No full text
    ABSTRAK Erma Susanti. Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu terhadap Pemberian Imunisasi Darar Lengkap Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Bambalamotu Kabupaten Pasangkayu. (dibawah bimbingan Muh.Rizki Ashari) Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Imunisasi merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian Bayi dan Balita. Puskesmas Bambalamotu mempunyai cakupan imunisasi yang rendah yaitu 51,8% dari target yaitu 95% yang telah ditentukan oleh dinas kesehatan Pasangkayu. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, kepercayaan/keyakinan, akses, peran petugas imunisasi, dan peran kader terhadap kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada Bayi. Jenis penelitian ini kuantitatif bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki Bayi berumur 12-18 Bulan berjumlah 287 yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bambalamotu. Sampel penelitian yaitu 167 responden. Cara pemilihan sampel dengan teknik stratified random sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesoner. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel pengetahuan (p = 0,002), kepercayaan/keyakinan (p = 0,047), peran petugas imunisasi (p = 0,001), peran kader ( p= 0,040), merupakan variabel yang berhubungan dengan kepatuhan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada Bayi dan variabel akses (p = 0,474), merupakan variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada Bayi. Oleh karena itu petugas kesehatan, memberikan penyuluhan kepada ibu dan keluarganya tentang pentingnya imunisasi dasar dan melakukan pemantauan kelengkapan imunisasinya. Kata Kunci: imunisasi Dasar, Kepatuhan Ibu, Pengetahua

    HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI

    No full text
    ABSTRAK DWI ADINDA PUTRI JAMONG. Hubungan Berat Badan Lahir, Riwayat ASI Eksklusif dan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6 - 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji. (Dibimbing Oleh Devi Nadila, S.KM., M.Kes). Balita Pendek (Stunting) merupakan suatu kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan balita akibat malnutrisi kronis sehingga anak tersebut akan tampak lebih pendek dari anak seusianya. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 melaporkan prevalensi stunting secara Nasional 27,7%. Sedangkan prevalensi stunting di Sulawesi Tengah sebesar 31,3% termasuk dalam 10 besar data stunting tertinggi di Indonesia. Kota Palu memiliki prevalensi status gizi stunting sebesar 7,9%. Stunting diartikan tinggi badan kurang dari -2 (dua) standar deviasi dari median standar pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir, riwayat ASI eksklusif dan pola pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dengan kejadian stunting usia 6 - 59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji. Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan responden adalah balita berusia 6-59 bulan sejumlah 158 responden. Analisis data menggunkan uji chi-square dengan taraf signifikan p-value (0,05). Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan antara berat badan lahir (p = 0,000), riwayat ASI eksklusif (p = 0,000) dan pola pemberian MPASI (p = 0,000) dengan kejadian stunting. Kata Kunci : Berat Badan Lahir, Riwayat ASI Eksklusif dan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), Stunting

    KADAR PROKSIMAT, NILAI ENERGI, BETA KAROTEN, ANTOSIANIN DAN DAYA ANTIOKSIDAN BOLU KUKUS BERBASIS TEPUNG LABU KUNING DAN BERAS MERAH SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ALTERNATIF

    No full text
    ABSTRAK Khairunissa Diyah Ramadhani. Kadar Proksimat, Nilai Energi, Beta Karoten, Antosianin dan Daya Antioksidan Bolu Kukus Berbasis Tepung Labu Kuning dan Beras Merah Sebagai Makanan Selingan Alternatif (dibimbing oleh Dr.Drs. I Made Tangkas, M.Kes.). Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan peningkatan glukosa darah (hiperglikemia) yang disebabkan karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan insulin. Salah satu hal yang dilakukan untuk menangani dan menanggulangi penyakit DM tipe 2 yaitu diet tinggi serat dan antioksidan. Bahan pangan yang tinggi serat dan antioksidan yaitu pada labu kuning dan beras merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar beta karoten, kadar antosianin, daya antioksidan dan kandungan proksimat bolu kukus berbasis tepung labu kuning dan beras merah sebagai makanan selingan alternatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berbasis uji laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktor tunggal. Konsentrasi perbandingan F0 tanpa penambahan tepung labu kuning dan beras merah, F1 penambahan tepung labu kuning 30 g dan tepung beras merah 20 g, F2 penambahan tepung labu kuning 25 g dan tepung beras merah 25 g dan F3 penambahan tepung labu kuning 20 g dan tepung beras merah 30 g. Hasil yang diperoleh untuk kandungan beta karoten, antosianin dan daya antioksidan menunjukan bahwa formula dengan kandungan tertinggi terdapat pada F2 yaitu dengan kandungan beta karoten 12,569 mg/100g, antosianin 6,730 mg/100g dan IC50 sebesar 74,549 ppm. Hasil yang diperoleh dari kandungan proksimat formula terpilih yaitu F2 adalah karbohidrat 38,43 g, protein 5,12 g, lemak 5,31 g, kadar air 49,77%, kadar abu 1,34%, energy 222,1 kkal dan serat 1,759. Serving size menggunakan formula terpilih yaitu F2. Penentuan serving size pada produk yaitu dengan hasil per sajian sebesar 50 gram. Dengan menggunakan wadah dus cake sebagai wadah penyimpanan produk. Kata kunci : Antioksidan, Beras Merah, Bolu Kukus, Labu Kuning

    ANALISIS ZAT GIZI MAKRO, ENERGI, UJI ORGANOLEPTIK DAN NUTRITION FACT FORMULASI PANGAN DARURAT BENCANA BERBENTUK FOODBAR BERBASIS TEPUNG QUINOA (Chenopodium qunioa wild) DAN TEPUNG LABU KUNING (Curcubita moschata)

    No full text
    ABSTRAK MEI INDAH CAHYANI. Analisis zat Gizi Makro, Energi, Uji Organoleptik dan Nutrition Fact Formulasi Pangan Darurat Bencana Berbentuk Foodbar Berbasis Tepung Quinoa (Chenopodium qunioa wild) Dan Tepung Labu Kuning (Curcubita moschata) (dibimbing oleh Linda Ayu Rizka Putri, S.KM., M.Sc). Foodbar merupakan jenis makanan semi basah, sehingga dapat dijadikan alternatif pangan darurat karena lebih tahan lama terhadap tekanan dari pada produk lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat gizi makro, uji organoleptik dan nutrition fact pada produk foodbar berbasis tepung quinoa dan tepung labu kuning. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik dengan desain pre-eksperimental. Analisis statistik kadar zat gizi makro dengan uji One Way Anova dan analisis statistik uji organoleptik digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan kadar karbohidrat F1 (50,9%), F2 (47,82%) dan F3 (41,14%) memenuhi syarat pangan darurat, sedangkan pada parameter protein hanya formulasi F3 (10,87%) dan F4 (12%) yang memenuhi syarat pangan darurat. Sementara itu, formulasi F1 (37,10%), F2 (43,5%) dan F3 (47,95%) memenuhi acuan standar lemak untuk pangan darurat. Sedangkan untuk parameter kadar air semua formulasi memenuhi standar. Sebaliknya, pada parameter energi semua formulasi tidak ada yang memenuhi standar. Terdapat perbedaan signifikan kadar karbohidrat, protein, lemak dan energi setiap formulasi (nilai p 0,05). Formulasi paling disukai pada uji organoleptik yaitu F4 dengan perbandingan 50%:50%. Kata Kunci : Karbohidrat, lemak, protein, energi, kadar air, foodba

    HUBUNGAN UNSAFE CONDITION DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA DI PT. TOSCANO INDAH PRATAMA KABUPATEN PASANGKAYU

    No full text
    ABSTRAK Saipul. Hubungan Unsafe Condition Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Di PT. Toscano Indah Pratama Kabupaten Pasangkayu (di bawah bimbingan Lusia Salmawati) Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Skripsi 11 Agustus 2023 Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang dipengeruhi oleh kondisi yang tidak aman, kondisi kerja yang tidak nyaman, kebijakan yang buruk, dan pengawasan yang tidak efektif. Data kecelakaan kerja dinas kesehatan kabupaten pasangkayu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, pada tahun 2022 berjumlah 413 kasus. Dari studi pendahuluan yang dilakukan di puskesmas kecematan bambalamotu diperoleh data kecelakaan kerja PT. Toscano Indah Pratama berjumlah 5 kasus pada tahun 2023, 2 kasus kecelakaan kerja diantaranya diakibatkan jari terjepit drum dan luka bakar terkena minyak panas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peraturan k3, pengawasan k3, pengetahuan k3 dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Toscano Indah Pratama. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja di PT. Toscano Indah Pratama sebanyak 80 pekerja. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara peraturan k3 (ρ =000), pengawasan k3 (ρ =000), pengetahuan k3 (ρ =000) dengan kejadia kecelakaan kerja di PT. Toscano Indah Pratama Kabupaten Pasangkayu. Kesimpulnnya, ada hubungan antara variabel peraturan k3, pengawasan k3 dan pengetahuan k3 dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Toscano Indah Pratama Kabupaten Pasangkayu. Perlu dilakukan perubahan manajemen k3 yang maksimal, perencanaan pelatihan k3, dan pengawasan yang maksimal pada lingkungan kerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan ditempat kerja. Kata kunci : Unsafe Condition dan Kecelakaan kerja Kabupaten Pasangkay

    ANALISIS KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO DAN SERVING SIZE BOLU KUKUS BERBASIS SARI DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN IBU MENYUSUI

    No full text
    ABSTRAK Dhea Putri Maharani. Analisis Kandungan Zat Gizi Makro Dan Serving Size Bolu Kukus Berbasis Sari Daun Katuk (Sauropus Androgynus (L.) Merr.) Sebagai Makanan Selingan Ibu Menyusui (dibimbing oleh Ariani, S.KM., M. Gz.). Air susu ibu (ASI) memiliki manfaat yang baik bagi bayi maupun bagi ibu yang menyusui. Gizi yang terkandung di dalam ASI selain digunakan untuk perkembangan daya tahan tubuh, juga digunakan untuk tumbuh kembang otak bayi. daun katuk juga mengandung sterol dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolactin dalam merangsang hormon pelancar ASI. Kadar prolaktin yang ini akan meningkatkan, mempercepat, dan memperlancar produksi ASI. Dalam penelitian ini daun katuk di olah menjadi sari daun katuk sebagai bahan tambahan untuk pembuatan bolu kukus sari daun katuk sebagai salah satu makanan selingan untuk ibu menyusui yang memiliki kandungan polifenol yang dapat mempelancar ASI bagi ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar polifenol, kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat, energi total, daya terima dan serving size daya terima bolu kukus sari daun katuk sebagai makanan selingan ibu menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental berbasis uji laboratorium. Kosentarsi perbandingan F0 tanpa penambahan sari daun katuk, F1 penambahan sari daun katuk 20 ml dan F2 penambahan sari daun katuk 40 ml. Hasil yang diperoleh untuk kandungan polifenol menunjukan bahwa formulas dengan kandungan tinggi polifenol terdapat pada F2 yaitu 1,0 (gGAE/g ekstrak). Hasil yang diperoleh dari kandungan karbohidrat, protein, lemak serat dan energi menunjukan formula terbaik yang terpilih pada F2 per 100 gram yaitu karbohidrat 54,3 gram, protein 5,0 gram, lemak 8,3 gram, serat 1,1 dan energi 311,9 Kkal. Serving size menggunakan formula terpilih dari uji kadar polifenol dan uji daya terima. Hasil uji daya terima F2 merupakan formula terbaik dari segi warna dan tekstur, F0 merupakan formula terbaik dari segi aroma dan rasa. Penentuan serving size pada produk yaitu dengan hasil per sajian sebesar 50 gram. Dengan menggunakan wadah dus cake sebagai wadah penyimpanan produk. Kata kunci : Daya terima, Energi, Kadar polifenol, Sari Daun Katuk, Serat, Serving Size, Zat Gizi Makro

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KELURAHAN TAVANJUKA

    No full text
    ABSTRAK NUF FADILLAH, Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD pada Pasangan Usia Subur di Kelurahan Tavanjuka (di bawah bimbingan Prof. Dr. Rosmala Nur, S.KM., M.Si) Peminatan Biostatistik KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Program keluarga berencana merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kelahiran, salah satu usaha pelaksaana program KB yang tercantum dalam RPJM yaitu meningkatkan penggunaan MKJP salah satunya IUD. Sulawesi Tengah berada pada urutan ke 16 dengan cakupan KB aktif sebanyak 68,9%. Puskesmas Nosarara merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang memiliki cakupan KB aktif sebesar 35,7%. Pada tahun 2021 jumlah PUS yang menggunakan alat kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Nosarara yang terendah berada di Kelurahan Tavanjuka yaitu sebanyak 96 PUS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD pada Pasangan Usia Subur di Kelurahan Tavanjuka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectiona. Populasi pada penelitian ini yaitu akseptor KB aktif yang berjumlah 315 orang dengan sampel sebanyak 76 responden yang diambil mengguanakan Stratified Ramdom Sampling. Analisis yang digunakan yaitu uji statistik Chi-square (

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇