4897 research outputs found
Sort by
RISIKO HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO KELURAHAN TAIPA
ABSTRAK
MONICA TRI YUDANA PUTRI. Risiko Hygiene dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kelurahan Taipa (di bawah bimbingan Muh Jusman Rau)
Peminatan Epidemiologi
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Skripsi, Juni, 2023
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tujuan untuk menganalisis risiko hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kelurahan Taipa. Kasus tertinggi terjadi di wilayah kerja Puskesmas Mamboro sebanyak 220 kasus (19,8%). Jumlah sampel sebesar 52 responden jadi besar sampel secara keseluruhan adalah 104 sampel dikelurahan Taipa. Teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian case control. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, Hasil penelitian menunjukkan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun berisiko terhadap Stunting, Hasil uji Chi-square diperoleh Odd Ratio (OR) dengan Confidence Interval (CI) 95% yaitu OR = 2,462 (1,093 - 5,544) perilaku cuci tangan yang tidak baik seperti setelah BAB dan melakukan alktivitas lainnya beresiko menimbulkan stunting. Pengetahuan Ibu berisiko terhadap Stunting Hasil uji Chi-square diperoleh (OR) dengan (CI) 95% yaitu OR = 2,272 (1,053-4,903) semakin baik pengetahuan Gizi ibu maka semakin minim balita menderita stunting. Sumber Air bersih yang digunakan berisiko terhadap stunting Hasil uji Chi-square diperoleh (OR) dengan (CI) 95% yaitu OR = 2,541 (1,106-6,081). Ketersediaan Jamban yang tidak bersih berisiko terhadap Stunting Hasil uji Chi-square diperoleh (OR) dengan (CI) 95% yaitu OR =2,306 (1,060-5,017). penggunaan jamban yang tidak bersih maka risiko terhadap stunting semakin besar.
Kata Kunci: Stunting, CTPS, Pengetahuan Gizi Ibu, Sumber Air Bersih, Jamba
PENGARUH LATIHAN TES COOPER TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA OBESITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
PENGARUH LATIHAN TES COOPER TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA OBESITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Muhammad Fudail1, Rahma Badaruddin2, Yuli Fitriana3, Mohammad Zainul Ramadhan4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Obesitas masih menjadi tantangan besar masalah kesehatan masyarakat yang terkait dengan peningkatan risiko berbagai penyakit dan masalah bentuk tubuh. Faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas antara lain kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan cepat saji, genetik, sosial ekonomi dan jenis kelamin. Pencegahan dini baiknya dilakukan untuk mencegah kemungkinan berbagai masalah di kemudian hari. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya obesitas adalah dengan meningkatkan aktifitas fisik. Dalam penelitian ini, metode aktivitas fisik yang digunakan adalah tes Cooper berupa lari di lintasan mendatar selama 12 menit. Metode ini merupakan metode yang umum dan praktis untuk dilakukan dan juga dapat digunakan untuk menilai kebugaran jasmani seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh latihan tes Cooper terhadap indeks massa tubuh pada mahasiswa obesitas.
Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini berupa mahasiswa Fakultas Kedokteran yang berjumlah 16 orang. Pengukuran indeks massa tubuh diukur sebelum latihan dilakukan. Selanjutnya, latihan tes Cooper dilaksanakan dengan waktu 12 menit selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Setelah perlakuan, dilakukan pengukuran indeks massa tubuh kembali.
Hasil: Rata-rata indeks massa tubuh sebelum latihan dan setelah latihan adalah 33,23 kg/m² dan 32,39 kg/m². Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara latihan tes Cooper terhadap indeks massa tubuh dengan nilai p 0,043.
Kesimpulan: Ditemukan adanya pengaruh latihan tes Cooper berupa penurunan indeks massa tubuh pada mahasiswa obesitas.
Kata Kunci: Indeks massa tubuh, tes Cooper, obesita
PENGARUH STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
PENGARUH STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
Wa Ode Sitti Roziqin*, Ketut Suarayasa**
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang :. Stunting menurut World Health Organization (WHO) dengan menggunakan z-score pada persentil, stunting jika seorang anak dengan perawakan yang pendek dan mempunyai tinggi badan menurut umur kurang dari -2 standar deviasi. Status gizi ibu saat hamil dan sebelum hamil yang buruk menjadi faktor risiko terjadinya stunting, karena menyebabkan perkembangan intrauterine yang terbatas Salah satu indikator pengukuran status gizi ibu hamil adalah LiLA. Dikatakan ibu mengalami Kurang Energi Kornik (KEK) jika hasil LiLA < 23,5 cm. Secara nasional berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, bahwa prevalensi stunting adalah 27,7%.
Tujuan : Mengetahui pengaruh status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian case control dengan jumlah populasi sebanyak 956 balita dan sampel berjumlah 88 balita, dengan kasus stunting (44 balita) dan kasus kontrol tidak stunting (44 balita). Data yang diperoleh dari data primer (wawancara dan kuisioner bersama ibu sampel) dan data sekunder (Buku KIA).
Hasil : Hasil uji statistik Chi square pengaruh lingkar lengan atas ibu pada kehamilan trimester III dengan kejadian stunting pada balita P value = 0,170, OR = 1,89. pengaruh antara status gizi ibu yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil dengan kejadian stunting pada balita P value = 0,400, OR = 1,7. Pengaruh antara status gizi ibu hamil yaitu pertambahan berat badan selama hamil dengan kejadian stunting pada balita P value = 0,437, OR = 1,5.
Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh status gizi ibu hamil berdasarkan Lingkar Lengan Atas Trimester III dengan kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu, Tidak terdapat pengaruh status gizi ibu berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil dengan kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu, dan Tidak terdapat pengaruh status gizi ibu hamil berdasarkan pertambahan berat badan selama hamil dengan kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
Kata Kunci : Stunting, Status Gizi, LiLA, IMT, Pertambahan berat badan, KE
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MANEKIN RENAL BERBAHAN DASAR SEDERHANA TERHADAP PEMBELAJARAN ANATOMI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MANEKIN RENAL BERBAHAN DASAR SEDERHANA TERHADAP PEMBELAJARAN ANATOMI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Jushelyn Marin Paredanun*, Sarifuddin**
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Anatomi merupakan ilmu yang mempelajari struktur tubuh normal dan hubungan dengan struktur yang berada di sekitarnya. Salah satu media pembelajaran anatomi yaitu manekin. Kurangnya jumlah manekin menjadi suatu masalah bagi pengajar dan mahasiswa untuk memahami materi yang diberikan. Penggunaan manekin anatomi berbahan dasar sederhana dapat membantu masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan manekin Renal berbahan dasar sederhana terhadap pembelajaran anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Jumlah sampel 159 mahasiswa, dibagi menjadi 2 kelompok, 79 mahasiswa pada kelompok kontrol dan 80 mahasiswa pada kelompok eksperimen
Hasil : Berdasarkan uji Mann Whitney didapatkan nilai P < 0.050 yang berarti mengalami peningkatan yang signifikan pada kedua kelompok. Perbandingan rata-rata perubahan nilai anatomi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yaitu 23.80 dan 32.125
Kesimpulan : Rata-rata peningkatan nilai pada kelompok yang menggunakan manekin berbahan dasar sederhana adalah 32.12 yang secara statistik dikatakan bermakna. Rata-rata peningkatan nilai pada kelompok yang menggunakan manekin standar laboratorium adalah 23.80 yang secara statistik dikatakan bermakna. Rata-rata perubahan nilai anatomi (∆) pada kelompok perlakuan dengan metode pembelajaran menggunakan manekin berbahan dasar sederhana lebih besar dibandingkan dengan rata rata perubahan nilai anatomi (∆) pada kelompok kontrol dengan metode pembelajaran menggunakan manekin standar laboratorium.
Kata Kunci : Manekin Berbahan Dasar Sederhana, Anatomi, Media Pembelajara
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN UNMET NEED KB PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN VALANGGUNI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE PALU
ABSTRAK
TITIN SOFIA RIZKY TRIANTI. Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Unmeet need KB Pada Wanita Usia Subur di Kelurahan Valangguni Wilayah Kerja Puskesmas Talise Palu (dibawah bimbingan Nurhaya S.Patui).
Peminatan Biostatistik KB & Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Skripsi, Juni, 2023
Data Unmeet need mengalami peningkatan tiap tahunnya, dimana tahun 2015 (14,4% ), 2016 (15,6), 2017 (16,6%), 2021 (23%). Angka kebutuhan KB yang tidak terpenuhi masih tinggi yaitu sebesar (13,1%) lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu (10,6%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian unmet need KB Pada Wanita Usia Subur di Kelurahan Valangguni Puskesmas Talise Kota Palu, Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis studi pendekatan Survei Analitik. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 360 orang, dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 78 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-square dengan nilai p -0,05%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel umur (p value 0,001), pendidikan (p value = 0,033), pengetahuan (p value 0,009), dukungan suami (p value 0,002) Akses pelayanan (p value=0,014) terhadap unmet need KB pada Wanita Usia Subur di Kelurahan Valangguni Puskesmas Talise. Saran penelitian bagi petugas kesehatan memberikan informasi tentang metode kontrasepsi mengenai cara pakai, kegunaan, kelebihan dan kekurangan ataupun efek samping dari setiap alat kontrasepsi, serta memberi pengetahuan pentingnya menggunakan KB bagi WUS.
Kata Kunci: Unmed Need, Umur, Pendidikan, Pengetahuan, Dukungan Suami, Akses Pelayanan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TADULAKO
ABSTRAK
SITTI MAHIRA. Faktor-faktor yang mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (dibawah bimbingan Dr. Arwan)
Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Kesehatan reproduksi adalah salah satu aspek penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang berkaitan dengan kesehatan remaja. Menurut data World Health Organization (WHO) 2018 mengungkapkan bahwa 80% perempuan di dunia mengalami gangguan menstruasi dan di Sulawesi Tengah pada tahun 2020 terdapat 289 kasus dan meningkat ditahun 2021 sebanyak 338 kasus. Sedangkan gangguan haid di kota Palu pada tahun 2020 sebanyak 107 kasus dan mengalami peningkatan ditahun 2021 sebanyak 186 kasus. Faktor risiko gangguan siklus menstruasi adalah hormonal, status gizi, indeks massa tubuh (IMT), stres dan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel adalah 299 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh positif signifikan antara stres (p=0,813) dan (sig=0,789) dan kualitas tidur (p=0,184) dan (sig=0,168) terhadap siklus menstruasi, serta ada pengaruh positif signifikan antara IMT (p=0,028) dan (sig=0,012) terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Tadulako. Dari ketiga variabel yang diteliti terdapat satu variabel yang berpengaruh positif signifikan yaitu IMT. Mahasiswi FKM diharapkan dapat agar lebih terbuka dan mau mengkonsultasikan masalah yang dihadapi kepada dosen PA (Penasehat Akademik) maupun biro konseling mahasiswi serta meningkat pengetahuannya mengenai bagaimana cara untuk mencegah terjadinya permasalahan siklus menstruasi yang tidak teratur.
Kata Kunci: IMT, Kualitas Tidur, Stres, Siklus Menstruas
Gambaran Derajat Pendengaran Pada Penderita Hipertensive Heart Disease Dan Congestive Heart Faiulure Yang Menggunakakan Obat Furosemide Di Poli Jantung Rsud Madani Kota Palu.
GAMBARAN DERAJAT PENDENGARAN PADA PENDERITA HIPERTENSIVE HEART DISEASE DAN CONGESTIVE HEART FAIULURE YANG MENGGUNAKAKAN OBAT FUROSEMIDE DI POLI JANTUNG RSUD MADANI KOTA PALU
Dewa Gede Agus Pratama1, Christin Rony Nayoan2, Miranti3, I Putu Fery Immanuel White4
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako
2Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Bagian Telnga Hidung Tenggorokan RSUD Madani kota Palu
4Bagian Jantung RSUD Madani Kota Palu
ABSTRACT
Latar Belakang :Gangguan Pendengaran dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Faktor resiko yang dapat menyebabkan penurunan fungsi pendengaran ada bermacam macam dan salah satunya yaitu ototoksik. Ototoksisitas adalah degenerasi sel sel koklea dan/atau jaringan vestibular yang dapat menyebabkan gangguan fungsional karena penggunaan obat tertentu. Furosemide golongan obat loop diuretik yang bekerja pada ansa henle pars ascendent dan bersifat ototoksik.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran Penggunaan obat Furosemide Pada kejadian Sensorineural Hearing Loss (SNHL).
Metode : desain penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan metode cross sectional. Peneliti mengambil data rekam medis pasien HHD dan CHF lalu melakukan uji audiometri pada pasien.
Hasil : Total responden yang mengikuti pemeriksaan Audiometri berjumlah total 16 orang, pada data telinga kanan hasil pemeriksaan telinga yang normal berjumlah 13(81,3%), tuli ringan berjumlah 2(12,5%), dan tuli sedang berjumlah1(6,3%). Pada data telinga kiri hasil pemeriksaan telinga yang normal berjumlah 14(87,5%), tuli ringan berjumlah 2(12,5%).
Kesimpulan : Gambaran fungsi pendengaran pada 16 responden yaitu sebanyak 3 (18,8%) responden terjadi penurunan fungsi pendengaran pada telinga kanan dan sebanyak 2 (12,5%) responden terjadi penurunan fungsi pendengaran pada telinga kiri akibat konsumsi furosemide.
Keywords : Gangguan Pendengaran; Ototoksik; Furosemid
Rasio Monosit Limfosit Pada Pasien Covid-19.
RASIO MONOSIT LIMFOSIT PADA PASIEN COVID-19
Aji Saptawinata*, Haerani Harun**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK:
Latar belakang: SARS-Cov2 merupakan virus yang memiliki gejala sama seperti SARS dan MERS yang dapat menyerang manusia melibatkan sistem kekebalan tubuh (Limfosit T, Limfosit B dan Monosit), sehingga perlu dilakukan analisis Rasio Monosit Limfosit pada pasien Covid-19 yang terkonfimasi positif.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan Rasio Monosit Limfosit pada pasien COVID-19 PCR Positif dan PCR Negatif.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian Observasional analitik yang mengambil data sekunder. subjek pada penelitian ialah pasien suspek COVID-19 yang selanjutnya dibagi dalam 2 kelompok (PCR Positif dan PCR Negatif) dengan jumlah responden 30 orang dalam 1 kelompok. Nilai RML kemudian dibandingkan dengan antar 2 kelompok dengan uji Mann-Whintney.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan bermakna Monosit (
ANALISIS RISIKO PAJANAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) PADA PEDAGANG DI SEKITAR PASAR LASOANI KOTA PALU TAHUN 2022
ABSTRAK
THESSA GHEORIA PANGGALO. Analisis Risiko Pajanan Nitrogen Dioksida (NO2) Pada Pedagang Di Sekitar Pasar Lasoani Kota Palu Tahun 2022 (di bawah bimbingan Pitriani)
Peminatan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Nitrogen Dioksida (NO2) merupakan salah satu zat pencemar yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan apabila keberadaannya telah melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan dapat menurunkan kualitas lingkungan sehingga berisiko meningkatkan gangguan kesehatan pada manusia. Pedagang yang berjualan di kedua sisi jalan raya sekitar Pasar Lasoani memiliki kerentanan tinggi terhadap pajanan gas NO2 akibat kemacetan dari kendaraan bermotor yang berlalu-lalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat besaran risiko kesehatan pada pedagang akibat pajanan nitrogen dioksida (NO2) di sekitar Pasar Lasoani Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 416 orang, dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 81 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Penentuan kadar NO2 menggunakan alat Bosean BH-90A dengan memperhatikan arah mata angin berdasarkan data BMKG, sedangkan kelembapan dan suhu udara diukur menggunakan alat Elitech DT-3. Pengukuran dilakukan pada jam padat aktivitas yaitu pukul 06.00-08.00 dan 11.00-14.00. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi NO2 pada 6 titik di sekitar Pasar Lasoani, yang tertinggi pada titik 1 sebesar 0,2 mg/m3 dan terendah pada titik 5 sebesar 0,05 mg/m3 dengan rata-rata selama 8 hari pengukuran sebesar 0,142 mg/m3 (di bawah standar baku mutu yaitu 0,2 mg/m3 untuk pengukuran 1 jam). Tingkat risiko dihitung setelah diperoleh nilai Intake (I) NO2. Hasil perhitungan pada seluruh responden menunjukkan nilai RQ < 1, artinya pedagang di sekitar Pasar Lasoani belum berisiko gangguan kesehatan akibat pajanan NO2. Untuk itu, diharapkan DLH Kota Palu dapat melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala dan menginformasikannya kepada masyarakat.
Kata Kunci: ARKL, NO2, Tingkat Risiko, Pajanan, Pedagan
ANALISIS KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR PADA DAERAH TERDAMPAK BENCANA DI DESA ROGO KECAMATAN DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
Venosha Gelory Valentina. Analisis Kualitas Mikrobiologi Air Pada Daerah Terdampak Bencana Di Desa Rogo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi (dibawah bimbingan Hasanah)
Peminatan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Banjir bandang menimbulkan masalahan lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap kualitas air bersih dan dapat memicu munculnya wabah penyakit menular salah satunya diare yang terjadi pasca banjir. Salah satu parameter yang digunakan dalam penentuan kualitas air bersih dan air minum menggunakan uji mikrobiologi dikatakan aman jika E.coli dalam air 0 MPN/100ml. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kualitas mikrobiologi air pada air bersih dan air minum di Desa Rogo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022. Penelitian ini bersifat observasional melalui pendekatan deskriptif dengan uji laboratorium untuk mengetahui keberadaan bakteri Total Coliform dan E.coli pada sampel air bersih dan air minum. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil analisis menunjukkan pada pemeriksaan sampel air bersih kategori air sungai, ditemukan keberadaan Total Coliform dengan nilai tertinggi 1100MPN/100ml dan Fecal coliform tertinggi sejumlah 210MPN/100ml namun masih dibawah baku mutu, sedangkan air bersih kategori air sumur ditemukan E.coli yang melewati baku mutu yaitu sebanya