4897 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Usia dan Jenis Kelamin dengan TSH dan FT4 pada Pasien Nodul Tiroid di RSUD Undata Tahun 2019-2022.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN TSH DAN FT4 PADA PASIEN NODUL TIROID DI RSUD UNDATA TAHUN 2019-2022
Muhammad Ikmaluddin Furqon1, Puspita Sari2, Vera Diana Towidjojo3, Amirah Basry4, Arlin Rinni Tutu5, Budi Dharmono Tulaka6, Rosa Dwi Wahyuni7
1Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen Patologi Anatomi , Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Departemen Parasitologi , Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4 Departemen Anatomi , Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
5Departemen Patologi Anatomi, RSUD Undata
6Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
7Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
Abstrak
Latar Belakang : Kelainan nodul tiroid sering terjadi di kalangan masyarakat, jumlah kasusnya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Perempuan cenderung mengalami nodul tiroid daripada laki-laki. Pemeriksaan TSH dan FT4 adalah tes laboratorium yang umum dilakukan pada pasien dengan nodul tiroid untuk mengetahui fungsi tiroid.
Tujuan : Mengetahui dan mendeskripsikan distribusi pasien nodul tiroid serta melihat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan TSH dan FT4 pada pasien nodul tiroid di RSUD Undata Palu Tahun 2019-2022.
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi menggunakan hasil pemeriksaan TSH dan FT4 sebelum dilakukan tindakan medis dan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Kriteria eksklusi pasien memiliki penyakit diabetes melitus dan hipertensi, pasien nodul tiroid usia bayi sampai anak-anak.
Hasil : Penderita nodul tiroid sebanyak 41 orang. Terdapat 35 pasien perempuan (85,4%), 6 pasien laki-laki (14,6%). Rentang usia terbanyak terjadi pada usia 36-45 tahun sebanyak 18 pasien. Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan TSH dan FT4. Usia dengan TSH (p=0,330), usia dengan FT4 (p=0,575), jenis kelamin dengan TSH (p=0,323), jenis kelamin dengan FT4 (p=0,752).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan TSH dan FT4. Hasil ini dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah sampel, penelitian lebih lanjut disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak
Kata Kunci : Nodul tiroid ; TSH ; FT4 ; Usia ; Jenis Kelami
Kontaminasi Bakteri Patogen Escherichia sp terhadap jajanan makanan jenis bakso di wikayah tondo.
KONTAMINASI BAKTERI PATOGEN Escherichia coli dan Salmonella typhi TERHADAP JAJANAN MAKANAN JENIS BAKSO DI WILAYAH TONDO
Mufdiah Nurriza1, Muhammad Sabir2, Vera Diana Towidjojo3, Andi Nur Asrinawaty4
1Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
2Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
4Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
ABSTRACT
Pendahuluan: Masalah di bidang kesehatan makanan adalah masih tingginya tingkat kontaminasi mikroorganisme pada makanan yang disajikan oleh berbagai penyaji makanan, antara lain pedagang kaki lima, restoran, jasa boga, rumah sakit, dan industri makanan. Kontaminasi dapat berasal dari hewan produksi (peternakan) atau penjamah makanan. Kontaminasi juga terjadi melalui makanan yang diproduksi berhubungan langsung dengan permukaan meja atau alat pengolah makanan selama proses persiapan yang sebelumnya telah terkontaminasi mikroorganisme patogen. Pada manusia, salah satu jenis bakteri yang seringkali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella spp. yang menyebabkan penyakit tifus, dan Escherichia coli yang menyebabkan penyakit infeksi saluran pencernaan, diare, dan meningitis.
Tujuan: Untuk mengetahui adanya bakteri patogen (Salmonella thypi dan Escherichia coli) yang terdapat dalam jajanan makanan jenis bakso di wilayah tondo
Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan menggunakan teknik pengambilan total sampling dengan sampel sebanyak 8 sampel bakso yang dijajakan diwilayah tondo
Hasil: ditemukan 7 sampel tidak terkontaminasi oleh bakteri dan 1 sampel terkontaminasi oleh bakteri dari genus Escherichia spp
Kesimpulan: tidak ditemukan bakteri Escherichia coli dan salmonella typhi pada 8 jenis sampel bakso yang dijajakan diwilayah tondo namun ditemukan kontaminasi bakteri Escherichia spp dari bakso sampel E
Kata Kunci: Escherichia coli, Salmonella typhi, Jajanan baks
Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Demam Tifoid di Rumah Sakit Undata.
Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Demam Tifoid
Di Rumah Sakit Undata
Gelsyoni Mantino1, M. Sabir2, Sarifuddin3, Andi Nur Asrinawaty3
1 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang bersifat akut yang disebabkan oleh S. typhi yang menginfeksi usus halus (Peyer’s patch), gangguan percernaan dan penurunan kesadaran. World Health Organization (WHO) 2019 memperkirakan kejadian demam tifoid adalah antara 11-20 juta/ tahun diseluruh dunia dengan sekitar 128- 161 kematian/tahun.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui frekuensi penggunaan antibiotik dan antibiotik terbanyak yang digunakan pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit Undata.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskripsi observasional, pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 124 pasien. Intstrumen penelitian menggunakan data sekunder rekam medik, disajikan dalam analisis frekunesi deskriptif.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit Undata tahun 2019-2023, karakteristik pasien berdasarkan usia yang tertinggi yaitu dewasa (70.2%) dan terendah remaja (1.6%). Karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki (34.7%), perempuan (65.3%). Karakteristik pasien berdasarkan penggunaan antibiotik yaitu Cefixime (46.8%), ceftriaxone (33.9%), ciprofloxacin (6.5%), cefadroxil (4.0%), levofloxacin (5.6%), Anbacim (8%) dan kloramfenikol (2.4%)
Kesimpulan : Berdasarkan data yang telah didapatkan pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit Undata tahun 2019-2023, kebanyakan penggunaan antibiotik diresepkan pada antibiotik cefixime golongan sefalosporin generasi ketiga.
Kata kunci : Demam tifoid, Antibiotik, Usia, Jenis kelami
Analisis Tingkat Kepatuhan Ibu ke Posyandu dan Kelengkapan Status Imunisasi Dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN IBU KE POSYANDU DAN KELENGKAPAN STATUS IMUNISASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
Ketut Suarayasa*., Elly Yane Bangkele**.,I Kadek Rupawan***., Bertha Anastacia Tobanta****
*Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Anak dengan stunting memiliki risiko perkembangan kognitif, motorik, dan verbal yang kurang optimal. Perkembangan yang kurang optimal tersebut berdampak pada kapasitas belajar dan prestasi belajar di sekolah pun menjadi kurang optimal. Puskesmas Pantoloan merupakan salah satu puskesmas dengan prevalensi kejadian stunting tertinggi di Kota Palu.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan ibu ke posyandu dan kelengkapan status imunisasi dengan kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik observasional dengan melakukan pendekatan retrospective dengan metode case control. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner oleh orangtua balita stunting dan tidak stunting. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian adalah 132 balita, dengan jumlah 66 balita stunting dan 66 balita tidak stunting.
Hasil : Penelitian yang dilakukan menunjukan hasil tidak terdapat pengaruh antara tingkat kepatuhan ibu ke posyandu dengan kejadian stunting P value= 0,075, OR = 1,1. Kelengkapan status imunisasi memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting P value = 0,018, OR = 2,5.
Kesimpulan : Tingkat kepatuhan ibu ke posyandu tidak memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting dan kelengkapan status imunisasi memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
Kata Kunci : Stunting, posyandu, imunisas
HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK DAN STATUS GIZI DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TADULAKO
ABSTRAK
PRISKILA EKAPUTRI SITAYAN. Hubungan tingkat stres akademik dan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (dibawah bimbingan Nurhaya S. Patui)
Departemen Biostatistik, KB dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Siklus menstruasi mempengaruhi serangkaian perubahan sistem reproduksi wanita, namun banyak wanita yang mengalami gangguan siklus menstruasi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, kasus menstruasi tidak teratur pada provinsi Sulawesi Tengah yaitu sebesar 15,1%. Menurut laporan PKPR Dinas Kesehatan Kota Palu, kasus gangguan menstruasi sebanyak 107 kasus, yakni 51 orang mengalami dismenore, 27 orang mengalami menoragia, 22 orang mengalami oligemenorea, dan 7 orang mengalami amenorea. Tujuan penelitin adalah untuk menganalisis hubungan tingkat stres akademik dan status gizi dengan siklus gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 262 mahasiswi diambil menggunakan rumus Slovin dengan teknik pengambilan sampel Propotionate Stratified Random Sampling dan menggunakan analisis uji chi-square dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres akademik (p=0,027) dan status gizi (p=0,034) dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Disarankan kepada mahasiswi agar bisa lebih mengontrol emosi dan lebih tenang sehingga terhindar dari stres akademik serta menjaga status gizi dengan mengatur pola makan dan kebiasaan makan serta menghindari jajanan yang tidak sehat.
Kata Kunci : Ganggung siklus Menstruasi, Stres Akademik, Status Giz
PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI USIA 0-5 BULAN DI DESA POTOYA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
MILA KARMILA, Perilaku Pemberian MP-ASI Pada Bayi Usia 0-5 Bulan Di Desa Potoya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi (di bawah bimbingan Arwan)
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Dua pertiga kematian anak dikaitkan dengan pemberian makan yang tidak tepat. Berdasarakan data Desa Potoya dari 97 balita sebanyak 68% tidak mendapatkan ASI eksklusif. Dari pengamatan langsung dan wawancara pada beberapa ibu di Desa Potoya didapatkan ada beberapa ibu yang memberikan MP-ASI pada bayi usia 0-5 bulan dengan alasan agar bayi tidak merasa lapar dan menangis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-5 bulan di Desa Potoya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan sebanyak 11 orang dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan faktor kecenderungan pengetahuan terkait pengertian, jenis, usia dan dampak MP-ASI dijelaskan dengan cukup baik oleh informan, untuk sikap masih ditemukan informan yang memberikan MP-ASI pada bayi usia 0-5 bulan serta ditemukan bahwa pekerjaan ibu dan sosial budaya menjadi alasan dalam pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-5 bulan. Pada faktor pendukung, MP-ASI instan yang banyak diperjual belikan menyebabkan ibu memberikan MP-ASI pada bayi usia 0-5 bulan. Pada faktor pendorong, anggota keluarga tidak melarang bahkan membantu ibu memberikan MP-ASI pada bayi usia 0-5 bulan. Disarankan agar bidan meningkatkan kerjasama dengan kader Posyandu untuk melakukan pendampingan kepada ibu selama proses kehamilan hingga menyusui agar para ibu tidak mudah terpengaruh oleh budaya atau kepercayaan yang ada di masyarakat.
Kata Kunci: Perilaku, MP-ASI, Sika
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA LAPAS KELAS IIA PALOPO
ABSTRAK
Nurul Ainun Fauzia. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Lapas Kelas IIA Palopo (di bawah bimbingan Lusia Salmawati).
Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Stres kerja merupakan ketidaknyamanan seseorang terhadap lingkungan tempat kerjanya yang dapat menjadi faktor pemicu terjadinya stres. Seperti stres pada karyawan, apabila memiliki beban kerja yang cukip tinggi, istirahat yang tidak cukup, shift kerja yang lama, job description yang tidak sesuai seperti penugasan yang berlebihan atau tidak sesuai akan menjadi masalah dalam bekerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja terdiri dari faktor pekerjaan, beban kerja, shift kerja, masa kerja, faktor individu terdiri dari usia dan jenis kelamin, faktor lingkungan terdiri dari kebisingan dan pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja lapas kelas IIA Palopo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crroos sectional. Populasinya adalah seluruh pekerja yang bekerja di lapas berjumlah 87 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan signifikan antara stres kerja dengan hubungan beban kerja, (p = 0,000), ada hubungan masa kerja (p = 0,005), ada hubungan antara shift kerja (p = 0.006), Sedangkan untuk intensitas pencahayaan tidak ada hubungan dengan stres kerja (p = 0,009). Saran dalam upaya meningkatkan kuantitas pegawai diharapkan kepala lapas kelas IIA Palopo memberi perhatian pada beban kerja yang akan diberikan kepada para pegawai dengan menyesuaikan pada target penggunaan waktu dalam proses penyelesaian tugas dan pekerjaannya
Kata kunci: Beban Kerja, Masa Kerja, Shift Kerja, Intensitas Pencahayaan, Stres Kerj
PERENCANAAN PENYIAGAAN TERKAIT ORGANISASI DALAM MENGHADAPI BENCANA DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
ABSTRAK
Kesya Limayas. Perencanaan Penyiagaan Terkait Organisasi dalam Menghadapi Bencana di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah (di bawah bimbingan Muhammad Ryman Napirah).
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Bencana merupakan peristiwa atau kejadian yang mengancam juga mengganggu kehidupan masyarakat. Berdasarkan data bencana di BPBD kota Palu, jumlah korban meninggal dan tidak ditemukan akibat gempa dan tsunami Sulawesi Tengah dan sekitarnya tercatat sebanyak 4.845 orang, jumlah masyarakat yang mengungsi di 400 titik sebanyak 53.17 2 KK dengan jumlah 172.999 orang. Tim penyusun pedoman penanganan bencana rumah sakit dan dukungan manajerial di RSUD Undata Palu telah tersedia namun belum optimal, struktur organisasi yang tidak diperbarui, pelatihan tim penanggulangan bencana yang belum dapat dilaksanakan tiap tahun, titik kumpul yang dijadikan lahan parkir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perencanaan Penyiagaan Terkait Organisasi Dalam Menghadapi Bencana di RSUD Undata Palu. Informan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tim penyusun pedoman penanganan bencana rumah sakit dan dukungan manajerial di RSUD Undata Palu telah ada tim penyusun pedoman penanganan bencana rumah sakit sesuai dengan pedomanan penanganan bencana bagi rumah sakit berdasarkan Depkes RI. Tim penyusun pedoman penanganan bencana rumah sakit telah membuat struktur organisasi tim penanggulangan bencana, ada Tim Reaksi Cepat (TRC), Tim Rapid Health Assessment (RHA), dan Tim Bantuan Kesehatan, telah dilakukan pelatihan terhadap tim penanggulangan bencana. Disarankan untuk RSUD Undata Palu dapat mengoptimalkan struktur organisasi, serta pelatihan tim penanggulangan bencana.
Kata Kunci: Perencanaan Penyiagaan, Organisasi, Bencan
GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT. SSC WORKS PALU
ABSTRAK
IRENE ENJELINA. Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Bagian Produksi Di
PT. SSC WORKS Palu
(di bawah Bimbingan Lusia Salmawati)
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
Gangguan pendengaran adalah suatu penyakit berkurang atau hilangnya fungsi pendengaran disalah satu atau kedua telinga. Di Indonesia gangguan pendengaran menduduki peringkat keempat di Asia Tenggara setelah Sri Langka, Myanmar dan India, yaitu sekitar 4,6% penduduk atau 12 juta jiwa dengan prevalensi ketulian
2,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran
keluhan subjektif gangguan pendengaran pada pekerja bagian produksi di PT. SSC WORKS Palu. Jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang terdiri dari 5 orang informan utama pekerja, 1 orang informan kunci yaitu HSE, dan 1 orang informan tambahan security. Hasil menunjukkan bahwa pada variabel penyebab ditemukan bahwa informan menggunakan Alat Pelindung Telinga (APT) berupa ear plug dengan baik dan benar. Selain itu, tidak terdapat riwayat penyakit gangguan pendengaran serta konsumsi obat ototoksik karena tidak ada laporan kasus. Variabel dampak ditemukan bahwa informan merasakan dampak penurunan gangguan pendengaran dimana ini juga disesusaikan dengan intensitas pekerjaan yang memiliki perbedaan kebisingan. Variabel upaya pencegahan ditemukan bahwa informan melakukan upaya tindakan pencegahan gangguan pendengaran dengan menggunakan APT (ear plug) dengan baik dan benar, dengan menggunakan ear plug informan berpendapat dapat meminimalisir kebisingan yang berada di lokasi kerja serta risiko terjadinya gangguan pendengaran dalam jangka panjang. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan pada pekerja agar menggunakan APT sesuai prosedur sehingga mereka dapat terlindungi dari penyakit akibat kerja serta merasa aman setiap kali bekerja.
Kata Kunci: Gangguan Pendengaran, Kebisingan, dan Ear Plu
Hubungan Status Gizi Terhadap Infeksi Schistosomiasis Pada Anak di SDN Alitupu Lembah Napu Sulawesi Tengah.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP INFEKSI SCHISTOSOMIASIS PADA ANAK DI SDN ALITUPU LEMBAH NAPU
SULAWESI TENGAH
Siska Kartika Putri S. Kuyo*, Nur Indang**, Sumarni***, Vera Diana Towidjojo**
*Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Status gizi adalah kondisi kesehatan seseorang yang berkaitan dengan keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk metabolisme. Status gizi digunakan sebagai parameter dalam mempertahankan sistem imunitas tubuh anak terhadap agen infeksi terutama infeksi oleh trematoda darah yang endemik pada daerah lembah Napu yaitu Schistosoma Japonicum. Tujuan: untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap infeksi schistosomiasis pada anak di SDN Alitupu Lembah Napu Sulawesi Tengah. Metode: penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Jumlah populasi yaitu sejumlah 305 siswa di SDN Alitupu dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling diperoleh jumlah 87 sampel. Data diperoleh melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui IMT sebagai penilaian dari status gizi dan data hasil pemeriksaan feses di laboratorium schistosomiasis yang akan dianalisis menggunakan uji correlation Spearman rank. Hasil: analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi terhadap kejadian infeksi schistosomiasis pada anak di SDN Alitupu Lembah Napu Sulawesi Tengah dengan nilai p = 0,639 (>0,05).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi terhadap kejadian infeksi schistosomiasis pada anak di SDN Alitupu Lembah Napu Sulawesi Tengah dikarenakan telah diberikannya pengobatan massal praziquantel sebagai upaya pencegahan yang efektif untuk mencegah terjadinya infeksi schistosomiasis.
Kata kunci: Status Gizi, Schistosomiasis, Indeks Massa Tubuh (IMT