4897 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Infeksi Schistosomiasis Pada Anak di SDN Alitupu Lembah Napu Sulawesi Tengah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SCHISTOSOMIASIS PADA ANAK DI SDN ALITUPU LEMBAH NAPU SULAWESI TENGAH
Rizky Dhea Ananda Dj*, Nur Indang**, Ketut Suarayasa***, Vera Diana Towidjojo**
*Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Schistosomiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dari kelas trematoda genus Schistosoma. Di Indonesia schistosomiasis hanya ditemukan di Provinsi Sulawesi Tengah yang endemis di Kabupaten Poso dan Sigi, yaitu di Lembah Lindu, Danau Lindu dan Lembah Napu. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai schistosomiasis menyebabkan banyak masyarakat yang menganggap penyakit schistosomiasis tidak berbahaya sehingga dapat meningkatkan kejadian schistosomiasis. Tujuan: untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan kejadian infeki schistosomiasis pada anak di SDN Alitupu Lembah Napu Sulawesi Tengah. Metode: jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan csross-sectional. Jumlah populasi yaitu berjumlah 305 siswa di SDN Alitupu dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling didapatkan jumlah 87 sampel. Perolehan data berdasarkan kuisioner tentang pengetahuan Schistosomiasis serta hasil pemeriksaan fases dengan menggunakan mikroskop yang telah dilakukan di Laboratorium Schistosomiasis Napu untuk mengetahui adanya telur cacing Scistosoma Japonicum, kemudian di analisis menggunakan uji correlation Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan kuisioner dari 87 responden, terdapat 83 responden berpengetahuan baik dan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskop, dari 87 sampel, terdapat 1 sampel yang positif dengan ditemukan telur cacing Schistosoma japonicum yang menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian infeksi Schistosomiasis pada anak SDN Alitupu Lembah Napu Sulawesi Tengah dengan nilai p = 0,012 (
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2021.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kunjungan Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2023
Cindy Kavita Meldy*, Elli Yane Bangkele**, Miranti**, I Putu Ferry Immanuel White**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan layanan kesehatan yang penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu dan janin, serta mendeteksi dan mencegah komplikasi selama kehamilan. Keberhasilan ANC dapat dilihat dari cakupan kunjungan yang sesuai, keberhasilan ini dapat dipengaruhi beberapa faktor di antaranya pengetahuan dan sikap. Pengetahuan ibu hamil mengenai Antenatal Care berperan penting dalam membentuk sikap, sehingga ibu dapat mengambil tindakan yang tepat. Jika seorang ibu hamil memiliki pemahaman yang baik tentang ANC, kemungkinan ia akan melaksanakan kunjungan ANC sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan Pendekatan Cross- Sectional, melibatkan 61 sampel yang dipilih menggunakan metode Purposive Sampling lalu di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat yang berupa uji Chi-Square.
Hasil: : Berdasarkan hasil uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,007) dan sikap (p=0,000) dengan kunjungan Antenatal Care (ANC)
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sumbersari. Hasil ini menyoroti pentingnya pengetahuan dan sikap dalam melaksanakan kunjungan ANC di Puskesmas tersebut.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kunjungan Antenatal Car
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
Sitti Nurjannah*, Ketut Suarayasa**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada balita yang memiliki tinggi badan di bawah normal jika dibandingkan dengan usianya. Menurut Kementerian Kesehatan dikatakan stunting apabila balita memiliki nilai z-score kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari – 3SD (severely stunted). Prevalensi stunting di Sulawesi tengah berada di 10 besar data stunting tertinggi di Indonesia sebanyak 32,2 %.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 72 responden untuk kelompok kasus dan 72 responden untuk kelompok kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 144 sampel yang memiliki pola asuh baik sebanyak 124 responden (86,1%), dan pola asuh kurang baik sebanyak 20 responden (13,9%) (P value = 0,335, OR = 1,600). Dengan tipe pola asuh orang tua yang banyak digunakan adalah pola asuh demokratis yaitu sebanyak 126 responden (87,5%), dan pola asuh orang tua yang sedikit digunakan yaitu pola asuh otoriter sebanyak 2 responden (1,4%) (P value = 0,085, OR ¬= 1,183).
Kesimpulan: Tidak terdapat Hubungan Jenis Pola Asuh dan Metode Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Pantoloan Kota Palu. (P value = 0,335, OR = 1,600) dan (P value = 0,085, OR ¬= 1,183).
Kata Kunci: Stunting, Pola Asuh Orang Tu
PERILAKU PEMASUNGAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMBASADA KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK
FITA ANGGRIANI Perilaku Pemasungan Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah KerjaPuskesmas Lembasada Kabupaten Donggala (Di bawah bimbingan Herman, S.KM., M.Med. Ed).
Peminatan Promosi Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Oktober, 2022
Pemasungan berarti tanpa penanganan semakin lama tidak ditangani, kerusakan otak makin parah. Pemasungan menyebabkan terbatasnya pemenuhan kebutuhan dasar hidup yang layak, termasuk kesehatan, pendidikan dan pekerjaan ODGJ yang dipasung. Data dari Puseksmas lembasada Pada tahun 2017 angka pemasungan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala sebanyak 4 orang, tahun 2018 sebanyak 12 orang dan 2019 sebanyak 11 orang yang tersebar di 4 wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pemasungan pada pasien Skizofrenia di wilayah Puskesmas Lembasada Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview. Informan penelitian sebanyak 9 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat pengetahuan informan terkait dengan pemasungan masih tergolong kurang. Sikap masyarakat cenderung mendukung adanya pemasungan dengan alasan keamanan. Ketersediaan fasilitas kesehatan belum berjalan secara optimal pada tingkat preventif, promotif, maupun kuratif. Keputusan keluarga melakukan pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa merupakan kegagalan dukungan keluarga dalam mendapat akses pelayanan kesehatan jiwa yang selayaknya bagi pasien.Saran kepada pihak puskesmas lembasada lebih mengedukasi keluarga orang dengan gangguan jiwa.
Kata kunci : Pemasungan, Puskesmas Lembasad
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS METODE IVA PADA WUS DI PUSKESMAS BIROBULI
ABSTRAK
MERSI LISA SANGGANNA Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Deteksi Dini Kanker Serviks Metode IVA Pada WUS di Puskesmas Birobuli (di bawah bimbingan Marselina S.KM., M.Kes)
Peminatan Epidemiologi
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Kanker serviks menempati urutan kedua sebagai penyakit kanker yang banyak terjadi pada kaum wanita di Indonesia. Pemeriksaan metode IVA dicanangkan pemerintah sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. Data Puskesmas Birobuli tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya 5,8% WUS yang melakukan pemeriksaan IVA, angka tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 50% penduduk sasaran dalam jangka waktu lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan deteksi dini kanker serviks metode IVA pada WUS di Puskesmas Birobuli. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 4.099 orang dengan sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunaka metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan uji statistik Chi Square. Minimnya informasi yang diterima WUS, kurangnya konstribusi anggota keluarga dalam memberikan dukungan informasi serta kurangnya peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi dan mengajak WUS melakukan deteksi dini menjadi penghambat WUS melakukan pemeriksaan IVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,004) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,003) berhubungan dengan keikutsertaan deteksi dini kanker serviks metode IVA. Disarankan kepada petugas kesehatan agar edukasi tidak hanya fokus kepada kaum ibu tetapi remaja dan kaum laki-laki juga perlu dikutsertakan agar semua masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kanker serviks dan upaya pencegahannya.
Kata kunci: Kanker Serviks, Pemeriksaan IVA
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU REMAJA TERHADAP PENCEGAHAN HIV/AIDS DI SMK NEGERI 7 KOTA PALU
ABSTRAK
TRI HARDIANTY NINGSIH. Faktor yang berhubungan dengan perilaku remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS di SMK Negeri 7 Kota Palu (dibawah bimbingan Nurhaya S. Patui).
Departemen Biostatistik, KB, dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Human immunodeficiency virus (HIV) terus menjadi masalah kesehatan utama bagi penduduk global, virus HIV menginfeksi manusia dengan berjalanya waktu menyebabkan Acquired immunedeficiency syndrome (AIDS) hingga meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada penderitanya. WHO melaporkan orang yang baru terinfeksi HIV pada tahun 2018 terdapat 1,7 juta jiwa. Indonesia merupakan salah satu Negara dengan penambahan kasus HIV/AIDS tercepat di Asia Tenggara, dengan estimasi peningkatan angka kejadian infeksi HIV lebih dari 36%. Di Kota Palu pada tahun 2020 terdapat 124 kasus HIV dan 7 kasus AIDS. Wilayah kerja puskesmas talise menjadi penyumbang terbesar kasus HIV di Kota Palu (20,96%). Berdasarkan data studi pendahuluan di wilayah kerja puskesmas talise pada tahun 2021 terdapat 48 kasus HIV/AIDS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS di SMK Negeri 7 Kota Palu. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 139 orang, Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0,000),sikap (p=0,000), keterpaparan informasi (p=0,000), dan dukungan teman sebaya (p=0,000), dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMK Negeri 7 Kota Palu. Diharapkan agar pihak sekolah dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat untuk memberikan konseling secara berkala kepada siswa mengenai kesehatan reproduksi terkait pencegahan penularan HIV/AIDS.
Kata Kunci: Pencegahan, Perilaku, HIV/AID
INTERVENSI MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMENUHI PERSONAL HYGIENE IBU DAN BAYI DI RUMAH SAKIT IBU ANAK TINATAPURA KOTA PALU
Intervensi Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Section Caesarea Terhadap Peningkatan Kemampuan Memenuhi Personal Hygiene Ibu Dan Bayi
Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Tinatapura
Kota Palu Sulawesi Tengah
Rezki Annisa (2023)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Hayati Palesa., SKM, MPH
Kata Kunci: Post Sectio Caesarea, Mobilisasi Dini, Masalah Mobilitas
ABSTRAK
Salah satu bentuk tindakan penatalaksanaan untuk menunjang tingkat kesembuhan pasien pasca seksio sesarea adalah dengan melakukan mobilisasi dini. Mobilisasi dini mempunyai tujuan meningkatkan kemampuan ibu memenuhi personal hygiene dan penyembuhan luka post seksio sesarea (SC). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan intervensi mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea terhadap peningkatan memenuhi personal hygiene ibu dan bayi. desain penelitian menggunakan desain studi kasus. peneliti mengambil dua pasien untuk dijadikan subyek studi kasus, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian berfokus pada pelaksanaan intervensi. Penerapan mobilisasi dini untuk meningkatakan kemampuan ibu yaitu dengan cara meminta pasien melakukan range of motion (ROM) pada ekstremitas atas dan bawah 6 – 10 jam setelah SC. Hasil penerapan mobilisasi dini yaitu adanya peningkatan kemampuan setelah dilakukan mobilisasi dini yang sebelumnya kedua pasien (keterrgantungan total) dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene mengalami peningkatan pada hari ke 3 menjadi (ketergantungan ringan) dengan nilai Ny. Y 15 dan Ny. E 18. Hal ini membuktikan bahwa dengan melakukan mobilisasi dini secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan ibu untuk memenuhi kebutuhannya secara mandiri
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE DI PONDOK PESANTREN PUTRI TAHFIDZUL QURâAN AL-ISTIQOMAH PALU
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Dismenore di Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Al-Istiqomah Palu
Rini Artika*, Sumarni**, Elli Yane Bangkele**, Rahma Badaruddin**
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kesehatan sangat bergantung pada keseimbangan gizi dalam tubuh. Status gizi yang dimiliki seseorang tidak akan lepas dari jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satu dampak dari gemuk adalah kejadian dismenore. Wanita dengan tubuh terlalu kurus ataupun terlalu gemuk sangat berpotensi mengalami dismenore, karena semakin rendah Indeks massa tubuh maka tingkat dismenore akan semakin berat dan semakin tinggi indeks masa tubuh maka tingkat dismenore semakin berat, karena saat wanita semakin gemuk, timbunan lemak memicu pembuatan hormon estrogen. Derajat nyeri dismenore pada setiap wanita tidak sama. Mengkonsumsi makanan yang berlemak juga dapat meningkatkan hormon prostaglandin yang dapat menyebabkan nyeri di bagian perut bawah atau dismenore
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua santriwati yang telah mengalami menstruasi di dalam Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Al-Istiqomah Palu.Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 72 responden yang merupakan santriwati di Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Al-Istiqomah Palu yang masuk kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji chi-square yang akan dianalisis menggunakan program komputer SPSS.
Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan hubungan secara statistik antara status gizi terhadap kejadian dismenore di Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Al-Istiqomah Palu dengan nilai ρ-value = 0,002 (α < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara status gizi terhadap kejadian dismenore di Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Al-Istiqomah Palu (ρ-value = 0,002).
Kata Kunci: Kejadian Dismenore, Status Giz
CAKUPAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO
ABSTRAK
Een Fiqah Inayah Anwar.Cakupan Asi Esklusif di Wilayah Kerja Puskesmas
Mamboro (dibawah bimbingan Muh Ryman Napirah)
Peminatan Administasi dan Kebijakan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako
Juli 2023
ASI eksklusif merupakan ASI yang diberikan kepada bayi selama 6 bulan pertama. Cakupan Asi eksklusif Menurut WHO sebesar 50%,, target cakupan diindonesia
80%, angka cakupan tersebut masih sangat rendah, pada tahun 2020 data profil kesehatan Sulawesi Tengah tahun 2019 cakupan pemberian ASI eksklusif tahun
2018-2019 mengalami penurunan dari 57,7% turun menjadi 54,7%., cakupan tersebut sudah mencapai target tahun 2019 yaitu 50%,.untuk cakupan Asi eksklusif di puskesmas mamboro terendah di urutan ke-3 sebesar 50% dikota palu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cakupan Asi Eksklusi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan informan sebanyak 6 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui triangulasi teknik yakni wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 informan biasa yang tidak mengetahui sama sekali mengenai asi esklusifnya dan 4 orang lainnya mengetahui bagaimana pemberian ASI esklusif pada bayi dan manfaatnya untuk bayi jika diberikan pada rentan usia 0-6 bulan. Dinyatakan bahwa pemberian ASI esklusif di puskesmas Mamboro sudah baik.
Kata Kunci: ASI Esklusif, Pengetahuan, AKB
Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Fear of Missing Out (FOMO) Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) SYNDROME PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022
Anaztasya Taris Putri Nada*, Nur Indang**, Muthia Aryuni***, Jane Mariem Monepa***
*Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
*** Dosen Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Fear of Missing Out (FoMO) merupakan gangguan kecemasan, dimana individu dapat merasakan kekhawatiran, cemas, hingga ketakutan jika tertinggal informasi yang beredar di media sosial. Terobsesi dengan kegiatan individu lain sehingga menyebabkan adanya keinginan yang tidak dapat dikontrol untuk tetap terus terhubung dengan aktivitas yang dilakukan individu lain di media sosial. Fear of Missing Out dapat berdampak buruk bagi individu jika tidak diikuti kontrol terhadap diri sendiri. Oleh karena itu perlu adanya kemampuan dalam mengatur perilaku norma dalam bermasyarakat dan aktivitas tersebut adalah kontrol diri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan fear of missing out syndrome pada Masiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022. Metode: Penelitian menggunakan metode observasional kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Universitas Tadulako. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling, yaitu purposive sampling. Hasil: Sebanyak 93 mahasiswa yang masuk dalam kriteria inklusi, mayoritas tingkat kontrol diri mahasiswa berkategorikan tinggi (69,9%). Sedangkan tingkat Fear of Missing Out didominasi dengan kategori rendah (80,8%). Uji korelasi spearman rho menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki korelasi dengan Sig. 2- tailed sebesar 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif antara kontrol diri dengan tingkat fear of missing out dan memiliki kolerasi kuat antara kontrol diri dengan tingkat fear of missing out.
Kata Kunci : Kontrol Diri, Fear of Missing Out, Gangguan Kecemasan