4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERILAKU DAN SELF EFFICACY DENGAN VAKSINASI COVID-19 PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUNGKAJANG KOTA PALOPO
ABSTRAK
Siti Fadhilah Nurazizah A. Pampang. Hubungan Perilaku dan Self Efficacy Dengan Vaksinasi COVID-19 Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo.
(di bawah Bimbingan Muh. Jusman Rau)
Departemen Epidemiologi
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Masalah yang dihadapi di Indonesia sejak munculnya wacana vaksinasi yakni masih banyak orang yang menolak vaksinasi. Menurut data dunia vaksinasi melalui Program Pengawasan Perdagangan Vaksin COVID-19 dalam hal ini WTO-IMF, sekitar 11,5 miliar dosis akan diproduksi secara global pada akhir tahun 2021. Namun, hanya 61,6% orang di seluruh dunia yang menerima dosis minimum vaksin COVID-19. Berdasarkan data yang diperoleh, di Indonesia pada tahun 2021 menunjukkan capaian vaksinasi COVID-19 dimana pada dosis 1 mencapai 77,34%, dosis 2 mencapai 54,57%, dan dosis 3 mencapai 0,61%. Capaian vaksinasi dosis 1 pada Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 66,12% dan dosis 2 mencapai 38,83%. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palopo tahun 2021 dosis 1 mencapai 61,04%, dosis 2 mencapai 38,16% dan dosis 3 mencapai 0,8%. Pemahaman masyarakat yang kurang tentang vaksinasi COVID-19 diakibatkan rendahnya keyakinan diri (self-efficacy) sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku dan self efficacy dengan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan skala Guttman. Jumlah sampel sebanyak 139 responden. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p=0,026), sikap (p=0,019), tindakan (p=0,002), dan self efficacy (p=0,044) dengan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan memberikan informasi yang akurat mengenai manfaat dan pentingnya vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat.
Kata Kunci : Perilaku, Self Efficacy, Vaksinasi COVID-1
EFEK METFORMIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS MODEL OBESITAS
Efek Metformin Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Model Obesitas
Gusti Ngurah Andika Bhaskara Pinatih1, David Pakaya2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Obesitas adalah kondisi penyakit kronis akibat dari penumpukan lemak tubuh yang berlebih. Obesitas dapat menyebabkan peningkatan sitokin pro-inflamasi yang dapat menyebabkan hipertrofi glomerulus. Metformin merupakan terapi lini pertama diabetes. Pemberian metformin pada penderita obesitas dapat menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi dan mencegah terjadinya hipertrofi glomerulus.
Tujuan: Mengetahui efek metformin terhadap berat badan dan gambaran histopatologi ginjal pada tikus model obesitas.
Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only controlled group design dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan tikus putih galur Wistar jantan, berusia 10-12 minggu, berat badan (BB) 200-250 gram, berjumlah 15 ekor. Tikus dibagi dalam 3 kelompok perlakuan; K1: kontrol normal; K2: kontrol negatif (model obesitas); K3: model obesitas + terapi metformin 250 mg/kgBB. Tikus dimodifikasi menjadi model obesitas dengan pemberian high fat diet (HFD). Dilakukan pengukuran BB secara berkala. Gambaran histopatologi didapatkan dari pewarnaan Hematoksilin eosin (HE). Data yang diperoleh dari pengamatan preparat histopatologi ginjal tikus wistar dianalisis secara kualitatif dengan menilai tingkat kerusakan tubulus ginjal dan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Grapphad Prsima 8.0.0 menggunakan uji nonparametrik Kruskal-Walis.
Hasil: Terapi metformin menurunkan berat badan pada K3 mulai pada hari ke-42 (p=0,0049). Skor cedera tubulus ginjal lebih rendah dibandingkan K2, namun tidak berbeda secara statistik (p=0,9).
Kesimpulan: Metformin mampu menurunkan berat badan dan mencegah kerusakan tubulus ginjal pada tikus model obesitas.
Kata kunci: obesitas, histopatologi, ginjal, metformin
âHUBUNGAN STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN TINGKAT STRES TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAOLAN KABUPATEN TOLITOLIâ
ABSTRAK
MOHAMMAD FAUZY DERMAWAN. Hubungan Status Gizi, Aktivitas Fisik, dan Tingkat stres dengan kejadian Hipertensi di Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli ( di bimbing oleh Ummu Aiman, S.KM., M.Kes.)
Hipertensi merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia karena tingginya tingkat prevalensi dan berhubungan dengan peningkatan resiko penyakit kardiovaskular. Hipertensi hampir mempengaruhi 26% dari populasi orang dewasa di seluruh dunia bahkan pada tahun 2025 di proyeksikan 29% dari populasi dunia (1,56 miliar orang dewasa) akan mengalami hipertensi. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2018 di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% mengidap penyakit hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Sebanyak kurang lebih 60% penderita hipertensi berada di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai faktor terkait dengan genetik dan pola hidup seperti aktivitas fisik yang kurang, asupan makanan asin dan kaya lemak serta kebiasaan merokok dan minum alkohol berperan dalam melonjaknya angka hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Gizi, Aktivitas Fisik, dan Tingkat stres dengan kejadian Hipertensi di Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli. jenis penelitian ini adalah non ekperimental di mana menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan rancangan seperti tes, angket, wawancara, atau bahkan observasi. Sampel penelitian ini di pilih dengan Teknik sampling purposive. Jumlah sampel yang di gunakan berjumlah 144 sampel. Data yang di peroleh di analisis menggunakan uji alternatif kruskal wallis. Hasil penelitian ini menunjukan Hasil analisis data status gizi pada responden yang mengidap hipertensi (p = 0,232), aktivitas fisik pada responden yang mengidap hipertensi (p = 0,845), dan faktor stress pada responden yang mengidap hipertensi (p = 0,017). Ini berarti tidak terdapat hubungan antara status gizi, dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi sedangan pada factor stress terdapat hubungan antara factor stress dengan keajadian hipertensi di Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli.saran perlunya melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin, Perlunya kedisiplinan dalam mengonsumsi obat dengan teratur sehingga dapat mengurangi resiko tekanan darah, serta perlunya di lakukan penyuluhan dari puskesmas sehingga masyarakat dapat menambah pengetahuan mengenai faktor faktor yang dapat meningkatkan hipertensi.
Kata kunci : Aktivitas Fisik, Faktor Stress, Hipertensi, Status gizi
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU, POLA ASUH DAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP STATUS GIZI BALITA USIA 12-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI
ABSTRAK
ZASKIA MARSANDA. Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Dan Penyakit Infeksi Terhadap Status Gizi Balita Usia 12 - 23 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili. (Dibimbing Oleh Ummu Aiman, S.KM., M.Kes)
Diketahui permasalahan status gizi balita di Kota Palu terus mengalami peningkatan dari tahun 2017 sebesar 2,52% menjadi 4,12% di tahun 2021. Dampak dari status gizi kurang dapat menyebabkan masalah pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal, berkurangnya kecerdasan dan juga dapat rentan terhadap penyakit degeneratif. Permasalahan gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh asupan energi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi. Hal ini diakibatkan karena tingkat pendidikan, pengetahuan, pola asuh orang tua yang kurang tepat dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pola asuh, pola asih, pola asah dan penyakit infeksi terhadap status gizi balita usia 12 - 23 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling dengan responden adalah ibu dari anak balita usia 12 - 23 bulan, sejumlah 120 responden. Analisisis data menggunakan uji chi-square dengan taraf signiikan p-value (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu (p = 0,000), pola asuh (p = 0,000) dan penyakit infeksi diare (p = 0,019) terhadap status gizi dan tidak ada hubungan antara pola asih (p = 0,202) pola asah (p = 1,000) dan penyakit infeksi ISPA (p=0,749) terhadap status gizi. Diharapkan ibu dapat mempertahankan status gizi balita dengan selau rutin membawa balita ke posyandu atau puskesmas agar status gizi balita dapat dipantau dengan baik
Kata Kunci : Pengetahuan, Pola Asuh, ISPA, Diare, Status Giz
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19 DI PUSKESMAS GALANG KABUPATEN TOLITOLI
ABSTRAK
Novita Sari. Strategi Promosi Kesehatan Program Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Galang, Kabupaten Tolitoli (di bawah bimbingan Arwan)
Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Vaksinasi bertujuan untuk mengurangi penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian untuk membentuk kekebalan tubuh, serta melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara seosial dan ekonomi. Puskesmas Galang menjadi puskesmas kedua terendah dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Tolitoli. Tahun 2022, vaksinasi di Puskesmas Galang untuk dosis 1 sebanyak (56.54%), dosis 2 sebanyak (41.48%) dan dosis 3 sebanyak (4.54%). Strategi promosi kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Galang didapatkan bahwa masih terdapat masalah dalam strategi promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi advokasi, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat dalam strategi promosi kesehatan program vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Galang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah informan berjumlah 9 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data dengan menggunakan teknik matriks. Hasil penelitian yaitu advokasi dilakukan dengan melibatkan para pemangku kebijakan yang ada di kecamatan dan desa. Bina suasana yaitu tokoh masyarakat dan satgas Covid yang ada di desa, di dapatkan hasil informan tambahan tidak mengetahui terkait adanya satgas Covid di desa. Pemberdayaan masyarakat didapatkan bahwa informan tambahan tidak menghadiri kegiatan yang dilakukan oleh puskesmas. Diharapkan pihak puskesmas melakukan evaluasi untuk meninjau aspek advokasi, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat sebagai masukan untuk meminimalisir masalah-masalah terkait vaksinasi agar dapat mencapai sasaran baik pada dosis 1,2 dan 3.
Kata Kunci: Promosi Kesehatan, vaksinasi Covid-19, Puskesma
ANALISIS KANDUNGAN ZAT GIZI MINUMAN ISOTONIK ALAMI BERENERGI TINGGI (ISOPOWER)
ABSTRAK
Dinda Widi Wisudarsari. Analisis kandungan zat gizi minuman isotonik alami berenergi tinggi (ISOPOWER) (dibimbing oleh Nurulfuadi, S.KM., M.Si).
Minuman isotonik merupakan produk minuman ringan karbonasi atau nonkarbonasi untuk mengatasi kehilangan cairan tubuh. kekurangan cairan dalam tubuh dapat menimbulkan kelelahan otot yang menyebabkan penurunan performa pada atlet. Minuman isotonik dapat mempercepat kembalinya cairan tubuh dibandingkan dengan air putih. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kandungan energi, karbohidrat, protein, lemak, natrium, kalium dan vitamin C serta serving size minuman isotonik berbahan dasar air kelapa, virgin coconut oil, bee bread, cuka aren dan madu sebagai minuman isotonik alami yang berenergi tinggi. Desain penelitian ini yaitu eksperimental berbasis uji laboratorium. Pengolaan data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kandungan energi sebesar 247,491 kkal, karbohidrat 10,919%, protein 4,218 gram, lemak 13,282 gram, vitamin C 2,112 mg, natrium 77,085 mg/Kg, kalium 1000,785 mg/Kg. Hasil analisis serving size dengan takaran saji 100 ml memiliki kandungan gizi yaitu energi 247 kkal, karbohidrat total 11 gr, lemak total 20 gr, protein 12 gr, natrium 77 gr, kalium 1019 gr dan vitamin C 2 gr. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kandungan energi dan karbohidrat telah memenuhi spesifikasi syarat mutu minuman isotonik sedangkan natrium dan kalium belum memenuhi. Begitupun dengan kandungan protein, lemak dan vitamin C belum memenuhi 10% Acuan Label Gizi Pangan Olahan. Saran dari penelitian ini agar memodifikasi formula pada bahan pangan yang bertujuan untuk mengurangi kadar kalium dan meningkatkan kadar natrium.
Kata Kunci: Minuman Isotonik, Energi, Lemak, Karbohidrat, Protein, Natrium, Kalium, Serving Size
SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH NON MEDIS DI RUMAH SAKIT BUDI AGUNG KOTA PALU
ABSTRAK
Gracela Claudia Kotika, Sistem Pengelolaan Limbah Non Medis di Rumah Sakit Budi Agung Kota Palu
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang berbentuk padat, cair dan gas yang berasal dari kegiatan medis maupun non medis. Limbah rumah sakit terdiri dari limbah umum dan limbah berbahaya. Idealnya pengelolaan sampah non medis menetapkan konsep 4R, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang) dan replace (mengganti). Di Rumah Sakit Budi Agung tidak memiliki data tentang pengangkutan sampah non medis, pengangkutan dilakukan setiap pagi hari diangkut dari timbulan sampah non medis untuk dibawa ke tempat sementara yang berada di Rumah Sakit Budi Agung dan setelah itu pengangkutan dilanjutkan oleh truk pengangkut sampah yang disediakan dengan jumlah timpulan sampah diperkirakan 20 kantong plastik setiap harinya. Pada sore hari, cleaning service mengangkut kembali dan membawa ke tempat sementara untuk di angkut kembali pada ke esokan hari. Limbah organik dan non organik belum melakukan pewadahan secara terpisah masih disatukan dalam 1 kantongan plastik, tetapi untuk saat ini limbah organik telah dilakukan uji coba pengomposan dan sudah berjalan hampir 3 bulan. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 4 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan informan terkait pengelolaan limbah padat medis belum sepenuhnya sesuai karena masih ada yang kurang mengetahui pasti.
Kata Kunci : Pengelolaan Limbah Non Medis, Limbah Rumah Saki
PERILAKU PENANGGULANGAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU TAHUN 2023
ABSTRAK
MA’ARIF Perilaku penanggulangan penyakit demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas kamonji kota palu (Di bawah bimbingan Herman).
Peminatan Promosi Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Juni, 2023
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia terutama di wilayah tropis dan sub tropis. Jumlah kasus DBD tertinggi pada tahun 2018 dan 2019 berada di Kota Palu. Pada tahun 2018 jumlah 398 kasus dan 2 meninggal Dan pada tahun 2019 kasus DBD mengalami peningkatan derastis sebanyak 439 kasus. Pada tahun 2019 penyakit DBD diwilayah kerja puskesmas kamonji menjadi yang tertinggi yaitu sebanyak 80 kasus. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi mengenai perilaku penanggulangan penyakit demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas kamonji. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview. Informan penelitian sebanyak 8 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Tingkat pengetahuan informan terkain pencegana serta penanganan yang tepat untuk melakukan pengobatan masi kurang dimana tidak adanya perhatian khusus untuk memberantas sarang nyamuk ataupun menghindar dari gigitan nyamuk, lingkungan fisik juga menjadi faktor paling berpengaruh terhadap perkembangbiakan dari jentik-jentik nyamuk yang dimana akibat cura hujan yang tinggi menyababkan banyak genangan air. Keluarga sangat berperan penting terhapat pasca proseh pengobatan. Ketersediaannya fasilitas kesehatan juga belum berjalan secara optimal pada tingkat preventif, promotif maupun kuratif dimana belum meratanya sosialisasi kepada masyarakat yang berada diwilayah kerja puskesmas kamonji.
Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Puskesmas Kamonj
ANALISIS KADAR KARBOHIDRAT, β-KAROTEN, VITAMIN C DAN pH SERTA DAYA ANTIOKSIDAN PADA MINUMAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN PENAMBAHAN MADU SEBAGAI MINUMAN ISOTONIK
ABSTRAK
KHALISHAH RAHMAH DINITYA. Analisis Kadar Karbohidrat, β-Karoten, Vitamin C, dan pH serta Daya Antioksidan Pada Minuman Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Dengan Penambahan Madu Sebagai Minuman Isotonik (dibimbing oleh St. Ika Fitrasyah S.Gz., M.Si).
Minuman isotonik berpeluang besar untuk semakin banyak dikonsumsi agar mencegah dehidrasi serta untuk memberikan energi yang dapat digunakan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar karbohidrat, β-Karoten, vitamin C, pH, serta daya antioksidan dan serving size minuman isotonik berbasis daun salam dengan penambahan madu. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif observatif berbasis uji laboratorium dengan jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan tiga formula (F1-F3). Analisis kadar karbohidrat, β-Karoten menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis; daya antioksidan menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis metode DPPH; vitamin C menggunakan metode titrasi Iodometri; dan pH menggunakan ph meter serta analisis deskriptif. Analisis statistik dengan metode One Way Anova apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji Post Hoc yaitu uji LSD (Least Significance Different) dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula tidak memenuhi ±10% untuk kontribusi cemilan berdasarkan rujukan Acuan Label Gizi (ALG) untuk karbohidrat, β-Karoten dan Vitamin C; ketiga formula memenuhi SNI minuman isotonik; dan semua formula memiliki daya antioksidan yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar formula terhadap kadar karbohidrat, β-Karoten, vitamin C dan daya antioksidan dengan nilai p < 0,05 serta F3 dengan konsentrasi 20 g daun salam dan madu 10 g di dalam 200 ml air merupakan formula terpilih dengan karbohidrat sebesar 75 g; β-Karoten 0,019 mg; vitamin C 8,855 mg; pH 3,50; dan daya antioksidan 81,35 ppm yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kemasan produk yang dirancang sesuai syarat dan ketentuan dari BPOM 2020. Dari hasil penelitian, disarankan ketika mengonsumsi produk Isobay Honey ini sebaiknya dibarengi dengan cemilan lain agar memenuhi ±10% kebutuhan zat gizi untuk selingan.
Kata Kunci : daun salam, minuman isotonik, karbohidrat, β-Karoten, vitamin C, antioksidan, p
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
ABSTRAK
Maulyda Aura Laylan Nadhira. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
(di bawah Bimbingan Nurhaya S. Patui)
Departemen Biostatistik, KB dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Stunting adalah anak balita dengan nilai z-score nya kurang dari -3 SD sampai dengan ˂-2 SD. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Di Kota Palu pada tahun 2021 prevalensi stunting sebesar 23,9% dengan kasus stunting tertinggi di Puskesmas Pantoloan Kota Palu pada tahun 2021 sebesar 20,92%. Pemerintah telah menargetkan angka prevalensi stunting yang harus dicapai sebesar 14% pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan Boya Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 404 dengan jumlah sampel yang digunakan 200 orang dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji chi square dengan nilai