4897 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Tingkat Kecemasan dengan Hasil Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Mahasiswa Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN HASIL OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) PADA MAHASISWA ANGKATAN 2022 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Andi Nurhidayah*., Imtihanah Amri**., Fitriah Handayani***., Jane Mariem Monepa****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Anestesiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Dosen Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Objective Structured Clinical Examination (OSCE) adalah metode yang mengukur kemampuan mahasiswa kedokteran dengan mengkolaborasikan antara skill dengan daya ingat yang kuat sehingga dapat menimbulkan tekanan. Kecemasan yang timbul saat menghadapi ujian akan berpengaruh pada performa mahasiswa saat ujian sehingga mempengaruhi hasil ujian.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan hasil Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain analisis observasional dengan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) cross-sectional. Sampel berjumlah 98 mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner Test Anxiety Inventory (TAI) dan wawancara. Data sekunder berupa hasil OSCE yang diambil langsung dari Departemen Clinical Skills Lab.
Hasil : Hasil analisis univariat distribusi tingkat kecemasan sebagian besar sedang sebanyak 38 orang (38,8%) dan distribusi hasil OSCE sebagian besar sedang sebanyak 70 orang (71,4%). Hasil uji korelasi spearman diperoleh nilai p-value 0.695 dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi (r) adalah 0.040.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan hasil Objective Structured Clinical Examination (OSCE) mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Kata Kunci : Objective Structured Clinical Examination (OSCE), Kecemasan, Test Anxiety Inventory (TAI).
Efektivitas Kandungan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kadar HDL Tikus Wistar Model Diabetes Melitus Tipe 2 yang Diinduksi Streptozotocin dan Diet Tinggi Lemak
EFEKTIVITAS KANDUNGAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KADAR HDL PADA TIKUS WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DIINDUKSI DENGAN STREPTOZOTOCIN DAN DIET TINGGI LEMAK
Cici Lindiya Safari1, Tri Setyawati2, Rabiatul Adawiyah3, Ryka Marina Walanda4
1Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Dapartemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes melitus memilki dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Resistensi insulin pada DM Tipe 2 dapat disertai adanya penurunan reaksi sel dan menyebabkan terjadinya penurunan kadar HDL. Pengobatan alternatif yang dapat digunakan sebagai antidiabetik dan meningkatkan kadar HDL adalah Daun Kelor (M.oleifera) karena memiliki kandungan seperti Flavonoid dan Vitamin C.
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas kandungan ekstrak daun kelor terhadap kadar HDL pada tikus wistar model diabetes melitus tipe 2 yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak.
Metode: Digunakan desain penelitian True experimental Pretest-Posttest Group Control. Sampel penelitian adalah tikus wistar berjumlah 10 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kelompok normal, kelompok II sebagai kontrol negatif, kelompok III sebagai kontrol positif, kelompok IV dan V sebagai kelompok perlakuan dengan dosis 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB. Analisis data menggunakan Graphd Prism dengan uji parametrik Two Way ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hock Bonferroni
Hasil: Hasil uji Two Way ANOVA diperoleh P-value 0,0062 yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar HDL sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor. Selanjutnya hasil uji Post Hoc Benferroni diperoleh P-value 0,0064 yang menununjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada kelompok perlakuan dosis 800mg/kgBB dengan kontrol positif yang diberikan metformin
Kesimpulan: Ekstrak daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar glukosa darah dengan dosis optimal 800 mg/kgBB dan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara ekstrak daun kelor dosis 800mg/kgBB dengan metformin dalam meningkatkan kadar HDL.
Kata Kunci: Moringa oleifera, dislipidemia, HDL, dan diabetes melitu
Pengaruh Latihan Fisik dengan Metode Uphill Running Selama 8 Minggu Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
PENGARUH LATIHAN FISIK DENGAN METODE UPHILL RUNNING SELAMA 8 MINGGU TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Wayan Nugraha Ardi Ardana1, Rahma Baduruddin2, Nur Asmar Salikunna3, Muhammad Zainul Ramadhan4
1Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh manusia dalam kegiatan sehari-hari tanpa merasakan lelah yang berarti dan dapat menyelesaikan keseluruhan tugas dengan baik. Latihan adalah suatu proses aktivitas tubuh yang dilakukan secara sistematis, bertahap, dan beban latihannya meningkat secara terus-menerus berdasarkan pada prinsip dan norma latihan. Bentuk latihan Uphill (lari menanjak) yaitu suatu sistem/bentuk latihan lari yang dilaksanakan di tempat/lintasan berupa tanah yang berbukit sehingga membentuk tanjakan-tanjakan yang bertujuan untuk menguasai keterampilan berlari, melatih kecepatan reaksi, menambah daya tahan otot. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan fisik dengan metode uphilll running selama 8 minggu terhadap tingkat kebugaran jasmani mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan one group pretes-posttest. Sampel penelitian dipilih dengan teknik total sampling. Sampel penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri dan laki-laki dan perempuan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kebugaran jasmani setelah latihan fisik sebesar 1,8781 dibandingkan dengan rata-rata skor kebugaran jasmani sebelum latihan fisik sebesar 1,3388. Nilai ini mengalami peningkatan dengan nilai signifikasi p value sebesar 0,001.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan fisik dengan metode uphill running selama 8 minggu terhadap tingkat kebugaran jasmani mahassiwa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Kata Kunci: Kebugaran jasmani, Latihan fisik, Uphill running, Cooper tes
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Program Studi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022 Terhadap Penggunaan Tabir Surya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022 TERHADAP PENGGUNAAN TABIR SURYA
Agung Purnama Abd. Latif⁎, Muhammad Ardi Munir⁎⁎, Asrawati Sofyan⁎⁎⁎, Amirah Basry⁎⁎
⁎Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
⁎⁎Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Indonesia merupakan negara beriklim tropis, yang memperoleh sinar matahari yang melimpah di sepanjang tahunnya. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menimbulkan efek merugikan bagi kulit, yaitu dari radiasi sinar ultraviolet, seperti eritema, sunburn, tanning sampai kanker kulit. Efek merugikan tersebut dapat dicegah dari dini dengan melindungi kulit dengan cara melindungi kulit dari sinar ultraviolet adalah dengan menggunakan tabir surya.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2022 terhadap penggunaan tabir surya.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan tabir surya pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2022 data penelitian ini diperoleh dan dikumpulkan dari kuisioner dalam bentuk googleform yang dibagikan. Sampel penelitian ini adalah Mahasiwa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2022 yang berjumlah 159 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara total sampling disertai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap sampel pada penelitian ini menggunakan uji Spearman.
Hasil: Hasil analisis bivariat hubungan tingkat pengetahuan dengan penggunaan tabir surya menggunakan uji Spearman diperoleh p=0,069 dan hubungan sikap dengan penggunaan tabir surya menggunakan uji Spearman diperoleh p=0,000.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan tabir surya dan terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan tabir surya
Kata Kunci: Tingkat pengetahuan; Sikap; Tabir Sury
Efektivitas Ekstrak Daun Kelor Terhadap Konsentrasi Glukosa Transporter 4 (GLUT 4) Tikus Wistar Model Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Diinduksi Streptozotocin Dan Diet Tinggi Lemak.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KONSENTRASI GLUKOSA TRANSPORTER 4 (GLUT 4) TIKUS WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN DIET TINGGI LEMAK
Wafiq Nurfadilah*, Tri Setyawati*, Rabiatul Adawiyah**, Ryka Marina Walanda**
* Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
** Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Secara fisiologis, terjadi mekanisme regulasi maupun interaksi dinamis antara sensitivitas jaringan terhadap insulin dan sekresi insulin oleh sel beta pankreas untuk menjaga homeostasis glukosa darah. Hormon insulin mengaktivasi regulasi glukosa di jaringan otot dan jaringan adiposa melalui protein transmembrane yang sensitif insulin yakni Glukosa Transporter 4 (GLUT 4). Reseptor yang resisten terhadap insulin mengakibatkan GLUT 4 tidak mengalami translokasi sehingga meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Resistensi insulin merupakan kondisi patologi pada diabetes melitus Tipe 2. Salah satu senyawa yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah quersetin pada daun kelor.
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak daun kelor terhadap konsentrasi glukosa transporter 4 (GLUT 4) pada tikus wistar model diabetes melitus tipe 2 yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak.
Metode: Desain penelitian ini True Eksperimental dengan rancangan yakni Postest Only Control Design Group. Tikus sebanyak 10 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok I sebagai kontrol normal tidak diberikan perlakuan, kelompok II sebagai kontrol negatif, kelompok III kontrol positif dengan pemberian metformin, kelompok IV dan V sebagai kelompok yang diberikan ekstrak daun kelor dengan dosis 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB. Analisis data dilakukan uji nonparametrik Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Dunn’s.
Hasil: Ekstrak daun kelor dosis 800 mg/kgBB efektif meningkatkan konsentrasi GLUT 4 sebesar 22,2825 ng/ml mendekati kelompok normal. Hasil uji Kruskal Wallis diperoleh p-value sebesar 0,0022 yang menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi GLUT 4 tikus pada berbagai kelompok perlakuan berbeda signifikan. Data selanjutnya dianalisis dengan uji Dunn’s yang menunjukkan konsentrasi GLUT 4 berbeda signifikan pada kelompok normal dengan kelompok kontrol negatif serta pada kelompok negatif dengan kelompok perlakuan 2 (ekstrak kelor dosis 800 mg/kgBB).
Kesimpulan: Ekstrak daun kelor menunjukkan efektivitas sebagai antioksidan yang memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi GLUT 4 pada diabetes melitus tipe 2.
Kata Kunci: GLUT 4, Moringa oleifera, Diabetes Melitus, Resistensi Insulin, Streptozotoci
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TINGGEDE
ABSTRAK
I Putu Wahyu Parandita. Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede (di bawah bimbingan Prof. Dr. Rosmala Nur, S.KM., M.Si)
Peminatan Biostatistik Kb dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyaraka
Universitas Tadulako Palu
Penggunaan alat kontrasepsi dalam program KB merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Puskesmas Tinggede merupakan Puskesmas yang masih rendah penggunaan alat kontrasepsinya, Berdasarkan laporan puskesmas bahwa jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Tinggede sebanyak 1944 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Tinggede. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 responden yang diambil melalui perhitungan Slovin dengan teknik pengambilan sample berupa Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,015), dukungan suami (p=0,020) dan peran PLKB (p=0,030). Disarankan kepada pasangan usia subur untuk menggunakan alat kontrasepsi sehingga dapat mengurangi angka kelahiran dan menjarangkan kelahiran/kehamilan. Kepada seluruh tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan kinerja, kerjasama dengan tokoh masyarakat serta aktif memberikan pelayanan KB, sehingga tercapai target cakupan akseptor KB.
Kata Kunci : Penggunaan Kontrasepsi, Pasangan Usia Subur, Pengetahuan, Dukungan Suami, Peran PLKB
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN AKIBAT PAPARAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) PADA PEDANGANG KAKI LIMA DI PALU PLAZA
ABSTRAK
MOH. RIZKI FAUZAN ISHAK, Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Akibat Paparan Nitrogen Dioskida (NO2) Pada Pedagang Kaki Lima Di Palu Plaza (di bawah bimbingan Pitriani).
Peminatan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Desember 2022
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) merupakan proses untuk menghitung atau memprediksi risiko kesehatan akibat papran Nitrogen Dioksida (NO2). Palu Plaza merupakan pusat perbelanjaan di kota palu, disini banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya pada sore dan malam hari, hal ini yang membuat para pedagang kaki lima berisiko terpapar emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaf, menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Hasil penelitian pengukuran konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO2). Pengambilan sampel mengacu pada SNI 19-7119.9-2005 sebanyak 2 kali pengukuran. Pengukuran konsentrasi udara dilakukan yaitu hari jumat dan sabtu sebanyak 4 titik yaitu pada saat terjadinya aktivitas jual beli yang ramai pada sore hari dan malam hari yaitu pukul 17.00 – 22.00 WITA. Hasil pengukuran yang didapatkan secara keseluruhan sebesar 0.04 mg/m3 atau 43.75 µg/m3 dengan pengukuran waktu 1 jam dan besaran risiko NO2 pada pedagang kaki lima yaitu RQ < 1 sehingga dikatakan belum berisiko gangguan kesehatan akibat paparan NO2. Meskipun nilai risiko saat ini masih belum dinyatakan berbahaya, namun peningkatan jumlah kendaraan bermotor berpotensi meningkatkan kada NO2 pada masa yang akan datang, dan untuk itu DLH Kota Palu perlu melakukan Monitoring berkala dan pemasangan alat montir IKU otomatis, sehingga dapat memperoleh informasi terkini kualitas udara.
Kata Kunci : ARKL, NO2, Besaran Risik
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU
ABSTRAK
INDAH ZASKIA ALIMUDDIN. Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Sangurara Kota Palu (di bawah bimbingan Bertin Ayu Wandira).
Peminatan Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Kualitas Pelayanan Kesehatan merupakan suatu bentuk penilaian pasien terhadap tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat pelayanan yang diharapkan. Pelayanan yang baik kepada pasien merupakan salah satu bentuk faktor untuk meningkatkan kepuasan serta kesetiaan pasien. Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan yang diperolehnya setelah membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu dari 13 Puskesmas yang mengalami penurunan kunjungan pasien yakni Puskesmas Sangurara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Tangible, Reliability, Assurance, Responsiveness, dan Empathy dengan kepuasan pasien di Puskesmas Sangurara Kota Palu. Metode penelitiannya adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Teknik sampling yang digunakan yaitu Non Probability Sampling dengan jenis Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan nilai p ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kualitas pelayanan Tangible (p=0.003), Reliability (p=0.009), Assurance (p=0.017), Responsiveness (p=0.000), Empathy (p=0.023) dengan kepuasan pasien di Puskesmas Sangurara Kota Palu. Saran untuk Puskesmas Sangurara, lebih memperhatikan ketersediaan fasilitas prasarana seperti kursi tunggu di ruang tunggu, kebersihan lingkungan puskesmas, dan kenyamanan area parkir yang harus dilengkapi alat pelindung (kanopi). kejelasan alur pelayanan, waktu pengobatan yang efisien, keramahan dalam memberikan pelayanan dan selalu tersenyum pada pasien, melakukan pelayanan lebih cepat dan tanggap, serta tidak membeda-bedakan pasien.
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasie
HUBUNGAN PROFIL LIPID PADA LAMA RAWATAN PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD UNDATA KOTA PALU
HUBUNGAN PROFIL LIPID PADA LAMA RAWATAN PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD UNDATA KOTA PALU
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako*
Philip Yoram Rapar., Fitriah Handayani
ABSTRAK
Latar Belakang : Salah satu penyebab stroke iskemik disebabkan karena adanya kelainan profil lipid darah yang utama antara lain kenaikan kadar kolesterol total, trigliserida, Low Density Lipoprotein (LDL) serta penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Karena peningkatan trigliserida berakibat buruk pada pembuluh darah, peningkatan kolesterol berakibat penyumbatan pada pembuluh darah, peningkatan LDL berakibat pada penyempitan pembuluh darah serta penurunan HDL menyebabkan HDL tidak dapat membersihkan pembuluh darah dari berbagai endapan yang disebabkan oleh ketiga profil lipid lainnya.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan profil lipid pada lama rawatan pasien stroke iskemik di RSUD Undata Kota Palu.
Metode : Penelitian ini adalah Observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling. Dengan jumlah sampel 36 rekam medik yang berasal dari RSUD Undata Palu. Data yang didapatkan kemudian dilakukan uji normalitas menggunakan uji Kolmogrov-smirnov dan diolah menggunakan uji Korelasi Pearson.
Hasil : Pada hasil penelitian ini jumlah sampel yang didapatkan dari 36 pasien, rata-rata usia terserang stroke adalah 59,36 tahun dengan insiden stroke iskemik terjadi pada usia 24-81 tahun. HDL sebesar 47,83 mg/dL, LDL 117,72 mg/dL, Kolestrol Total 188,92 mg/dL, Trigliserida 141,00 mg/dL. rentang lama rawat pasien stroke iskemik di penelitian ini adalah 2-19 hari. Hasil uji statistik hubungan profil lipid didapatkan bahwa Trigliserida (p value) < 0,05 (0,007).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara Trigliserida dengan lama rawatan pasien stroke iskemik di RSUD Undata Kota Palu.
Kata Kunci : Stroke iskemik, HDL, LDL, Profil lipid, Trigliserida
DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI POLIKLINIK RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK
NUR IRSAN. Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan di Poliklinik Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kabupaten Donggala (di bawah bimbingan Vidyanto)
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Mutu pelayanan kesehatan adalah alat ukur untuk memberikan penilaian dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan merupakan satu unsur upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan tahanan atau narapidana. Pelayanan kesehatan pada Poliklinik Rumah Tahanan Kelas IIB Donggala belum memiliki izin praktek serta baru memiliki 1 tenaga perawat dan 1 tenaga dokter. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengetahui mutu pelayanan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, besar sampel menggunakan rumus Slovin dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Total sampel sebanyak 77 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian dari dimensi keandalan analisis hasil jawaban responden nilai rata-rata semua indikator adalah 3,96 termasuk dalam kategori baik, dari dimensi ketanggapan analisis hasil jawaban responden nilai rata-rata semua indikator adalah 4,01 termasuk dalam kategori baik, dari dimensi jaminan analisis hasil jawaban responden nilai rata-rata semua indikator adalah 3,94 termasuk dalam kategori baik, dari dimensi empati analisis hasil jawaban responden nilai rata-rata semua indikator adalah 3,96 termasuk dalam kategori baik, dan dari dimensi bukti fisik analisis hasil jawaban responden nilai rata-rata semua indikator adalah 3,98 termasuk dalam kategori baik. Kesimpulan penelitian, dari mutu pelayanan pada Poliklinik Rutan Kelas IIB Kabupaten Donggala berdasarkan model SERVQUAL dapat dikatakan baik. Saran yaitu tetap meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi.
Kata Kunci: Dimensi Mutu, Pelayanan Kesehatan, Kualitas Pelayana