Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS KAWATUNA KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK A. Muh. Yusril. Evaluasi Program Pencegahan Stunting Di Puskesmas Kawatuna Kota Palu. Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Januari 2023 Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. pada tahun 2021 Puskesmas Kawatuna mengalami peningkatan menjadi 48 kasus (60,05%), dan pada tahun 2022 sampai bulan ini Puskesmas Kawatuna mengalami peningkatan menjadi 53 kasus (67,25%). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi Program Pencegahan Stunting di Puskesmas Kawatuna Kota Palu dengan pendekatan sistem, yaitu input (SDM), proses (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan), output (kesesuaian dalam pelaksanaan program). Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional yang bersifat deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam (indepht interview) menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Hasil penelitian menunjukkan bahwa input, Di puskesmas kawatuna terdapat bidan, perawat dan tenaga gizi dalam tim percepatan penurunan Stunting namun tidak terdapat tenaga kesehatan lingkungan, proses Penanggung Jawab Program hanya melakukan edukasi konseling terhadap ibu Balita Stunting namun tidak melakukan pendampingan terhadap keluarga berisiko Stunting, output Pelaksanaan program Pemberdayaan Percepatan Penurunan Stunting di Puskesmas Kawatuna belum spesifik menangani stunting itu sendiri, masih melakukan penanganan gizi secara umum seperti edukasi konseling. Adapun saran penelitian ini yaitu mengevaluasi kembali terkait program pencegahan Stunting yang di jalankan oleh Puskesmas Kawatuna. Kata kunci: Evaluasi, Program Pencegahan, Stunting, Gizi, Pertumbuhan, Evaluasi Program, Pencegahan Stunting

    PERILAKU IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN TAIPA WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK AULIA MAGFIRA ULFA.A, Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Kelurahan Taipa Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kota Palu (di bawah bimbingan Arwan) Peminatan Promosi Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Prevalensi kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro pada tahun 2021 mencapai 2,35%. Sesuai standarisasi WHO bahwa stunting menjadi masalah kesehatan jika prevalensinya lebih dari 20%. Stuting merupakan gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan otak pada balita. Kejadian stunting dapat mempengaruhi kulitas sumber daya manusia sehingga memberikan dampak pada penurunan indeks pembangunan manusia (IPM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap, sarana prasarana kesehatan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Metode penelitan memggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan jumlah informan pada penelitian ini 13 Informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi perilaku ibu dan keluarga tentang pengetahuan mengenai stunting masih sangat kurang karena faktor informan mudah melupakan informasi yang telah diberikan hal tersebut membuat sikap ibu dan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita masih terlihat kurang baik dikarenakan menganggap sunting masih menjadi masalah yang sepele. Faktor pendukung yaitu Sarana prasarana dalam hal pemberian edukasi sudah terlaksana namun belum menggunakan media yang tepat sehingga para ibu tidak memiliki ketertarikan untuk memperhatikan informasi apa yang diberikan oleh petugas kesehatan. Faktor pendorong yaitu Dukungan keluarga masih tergolong kurang baik karena pengetahuannya masih kurang mengenai stunting sehingga tidak terdapat usaha yang dilakukan untuk membantu ibu balita dalam mencegah stunting. Variabel dukungan petugas kesehatan sudah cukup baik dimana telah melakukan pemberian motivasi, edukasi dan kunjungan rumah. Saran kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan inovasi dan kreasi dalam pemberian edukasi kepada keluarga untuk meningkatkan pengetahuan keluarga urgensi masalah stunting. Kata Kunci: Perilaku, Stunting, Pengetahuan, Tenaga Kesehata

    HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS GALANG KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    ABSTRAK SRI HANDAYANI. Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa Muda di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Galang, Kabupaten Tolitoli (di bawah bimbingan Marselina). Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Hipertensi adalah tekanan darah sistolik sama dengan atau diatas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik sama dengan atau diatas 90 mmHg. Prevalensi hipertensi usia ≥15 tahun di Kabupaten Tolitoli mengalami peningkatan secara terus menerus dari tahun 2017 hingga 2019, UPT Puskesmas galang adalah salah satu Puskesmas yang memiliki kasus hipertensi yang tinggi di Kabupaten Tolitoli yaitu sebanyak 2.450 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di wilayah kerja UPT Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.307 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 95 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara merokok (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,045) terhadap kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di wilayah kerja UPT Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli, dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi lemak (p=0,765), konsumsi natrium (p=0,246) terhadap kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di wilayah kerja UPT Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli. Disarankan sering melakukan aktivitas fisik secara teratur dan menghilangkan kebiasaan merokok serta mengatur pola makan sesuai dengan gizi seimbang. Kata Kunci: Hipertensi, Konsumsi Lemak, Konsumsi Natrium, Merokok, Aktivitas Fisi

    TINGKAT DEPRESI KORBAN LIKUIFAKSI DI KELURAHAN PETOBO PALU SULAWESI TENGAH

    No full text
    TINGKAT DEPRESI KORBAN LIKUIFAKSI DI KELURAHAN PETOBO PALU SULAWESI TENGAH Nurul Hikmah *, Muhammad Ardi Munir ** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedeokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Anatomi, Fakultas Kedeokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Bencana alam yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 di Palu, Sigi, Donggala dan juga berdampak langsung pada warga di Kelurahan Petobo yang terkena likuifaksi menyebabkan ratusan ribu korban jiwa dan juga mengakibatkan terganggunya kesehatan mental mereka seperti depresi. Tujuan : Untuk mengetahui tingkat depresi korban likuifaksi di Kelurahan Petobo Palu Sulawesi Tengah. Metode : Jenis penelitian observasi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability (purposive sampling). Instrument penelitian menggunakan kuesioner ZSDS (Zung Self-Rating Depression Scale). Hasil : Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan penilaian tingkat depresi, menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini mengalami depresi ringan sebanyak 78 orang (80.9%) dan didominasi oleh responden perempuan sebanyak 51 orang (54.3%), usia 46 – 55 tahun sebanyak 25 orang (26.6%). Kesimpulan : Tingkat depresi korban likuifaksi di Kelurahan Petobo Palu Sulawesi Tengah berdasarkan karakteristik jenis kelamin berada pada mayoritas jenis kelamin perempuan dengan depresi ringan sebanyak 42 orang responden dan berdasarkan karakteristik usia berada pada mayoritas usia 17-25 tahun dengan depresi ringan sebanyak 22 orang responden. Kata Kunci : Depresi, Likuifaks

    NILAI ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, DAYA TERIMA, DAN SERVING SIZE FORMULASI CRACKERS BERBASIS BIJI RAMBUTAN SEBAGAI PANGAN SELINGAN ALTERNATIF PADAT ENERGI DI MASA TANGGAP DARURAT BENCANA

    No full text
    ABSTRAK Gloria Stefani Sampe. Nilai Energi, Zat Gizi Makro, Daya Terima, dan Serving Size Formulasi Crackers Berbasis Biji Rambutan Sebagai Pangan Selingan Alternatif Padat Energi di Masa Tanggap Darurat Bencana (dibimbing oleh St. Ika Fitrasyah, S.Gz., M. Si) Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam. Pangan padat energi adalah pangan yang banyak memberikan energi yang berasal dari gula atau lemak. Crackers berbahan dasar biji rambutan dapat menjadi salah satu pangan selingan alternatif padat energi di masa tanggap darurat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk membuat inovasi crackers berbasis biji rambutan sebagai pangan selingan alternatif padat energi di masa tanggap darurat bencana. Produk dibagi menjadi empat macam formula (0% tepung biji rambutan (F0), 25% biji rambutan (F1), 50% biji rambutan (F2), 75% biji rambutan (F3)) yang diuji menggunakan metode eksperimental dimana setiap sampel diukur sebanyak dua kali. Nilai energi diukur menggunakan metode Atwater, karbohidrat menggunakan metode Anthrone, kadar lemak menggunakan metode soxhlet, dan kadar protein menggunakan metode biuret. Untuk uji daya terima menggunakan 25 panelis dimana setiap sampel diukur dengan skala 1-5. Selanjutnya dilakukan penentuan serving size berdasarkan aturan BPOM tentang informasi nilai Gizi. Nilai energi dari tiap formulasi crackers berbasis biji rambutan adalah F0 = 447,1 kkal; F1 = 524,8 kkal; F2 = 570,1 kkal; dan F3 = 627,3 kkal. Kadar karbohidrat dari tiap formulasi produk crackers berbasis biji rambutan adalah F0 = 75,3g; F1 = 80,9g; F2 = 82,5g; F3 = 84,4g. Kadar lemak dari tiap formulasi produk crackers berbasis biji rambutan adalah F0 = 11,0g; F1 = 16,7g; F2 = 20,8g; F3 = 26,0g. Kadar protein dari tiap formulasi produk crackers berbasis biji rambutan adalah F0 = 11,8g; F1 = 12,7g; F2 = 13,3g; F3 = 13,9g. Formulasi yang paling diterima oleh panelis adalah F1 dan serving sizenya adalah 40g. Nilai energi dan kadar zat gizi makro tertinggi terdapat pada F3 dengan 75% tepung biji rambutan dan terendah terdapat pada F0 dengan 0% tepung biji rambutan. Formulasi terbaik dari keseluruhan aspek baik gizi maupun daya terima adalah F1. Kata kunci: Bencana, biji rambutan, daya terima, energi, selingan, serving size, zat gizi makr

    EVALUASI PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS (TB) PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK DWI AYU LESTARI. Evaluasi Penemuan Kasus Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi (di bawah bimbingan Vidyanto) Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Keberhasilan penemuan kasus dalam program penanggulangan Tuberkulosis (TB) dapat dilihat dari capaian indikator Case Detection Rate (CDR). Kabupaten Sigi pada tahun 2022 termasuk kabupaten dengan capaian CDR rendah yaitu 32% dari target nasional 85%. Puskesmas Biromaru merupakan puskesmas dengan capaian CDR terendah dari seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Sigi pada tahun 2022 yaitu 22% dari target keberhasilan 85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penemuan pasien TB di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi tahun 2022. Metode dan desain penelitian ini bersifat kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Dipilih sebanyak delapan informan berdasarkan purposive sampling. Data diolah melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk uji keabsahan data dilakukan triangulasi sumber dan metode. Hasil pelaksanaan penemuan pasien TB di Puskesmas Biromaru secara kuantitas SDM sudah mencukupi namun masih ada tugas rangkap yang diterima koordinator TB sehingga penemuan pasien secara aktif dan penyuluhan belum rutin dilakukan. Sumber dana khusunya dalam pelaksanaan penemuan pasien berasal dari BOK. Sarana prasarana sudah memenuhi standar sebagai puskesmas satelit namun alat Tes Cepat Molekuler (TCM) belum tersedia di puskesmas. Penemuan pasien secara aktif belum memiliki jadwal rutin sehingga lebih banyak dilakukan secara pasif dengan menunggu pasien di puskesmas. Edukasi kesehatan belum melibatkan petugas promosi kesehatan sehingga informasi yang tersampaikan hanya bersifat individual dan terbatas. Kesimpulan pelaksanaan penemuan pasien TBC di Puskesmas Biromaru sudah terlaksana namun belum optimal. Diharapkan Puskesmas dapat menambah kuantitas kader TB puskesmas untuk dapat membatu petugas dalam memaksimalkan penemuan pasien secara aktif dan membantu melakukan penyuluhan TB secara rutin. Kata Kunci : Evaluasi, Penemuan Kasus, TB Par

    HUBUNGAN PENGGUNAAN APD DAN PENGAWASAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PORTER MASKAPAI DI BANDAR UDARA SIS AL-JUFRI KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK Megawati. Hubungan Penggunaan APD dan Pengawasan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Porter Maskapai Di Bandar Udara Sis Al-Jufri Kota Palu (dibawah bimbingan Dr. Lusia Salmawati., S.KM., M.Sc). Peminatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Menurut ILO (Internasioanal Labour Organiztion) setiap 15 detik, 160 perkerja mengalami kecelakaan akibat kerja. Di Indonesia, jumlah kasus kecelakaan kerja mengalami penaikan dan penurunan yang tidak siginifikan selama lima tahun terakhir, hingga tahun 2020, terjadi peningkatan angka kecelakaan kerja. Data angka kecelakaan kerja dalam kurung waktu 1 bulan november di Bandar Udara Sis Al-Jufri Kota Palu, kejadian kasus terbanyak terdapat pada terjepit di kompertemen bagasi, saat mengatur bagasi di bagian porter Bandar Udara Sis- Aljufri Kota Palu dengan jumlah 19 kasus dalam 5 jenis kejadian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan APD dan pengawasan K3 dengan kejadian kecelakaan kerja porter maskapai di Bandar Udara Sis Al-jufri Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini merupakan total keseluruhan dari populasi yaitu sebanyak 46 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan yaitu chi-square dengan melihat nilai dari p-value. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan APD (p-value=0,013) dan pengawasan K3 (p-value=0,031) berhubungan secara signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja porter di Bandar Udara Sis Al-Jufri Kota Palu. Diharapkan para porter untuk selalu menggunakan APD saat bekerja sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja. Kata kunci: Kecelakaan Kerja, APD, Pengawasan K3, Bandar Udara Sis Al- Jufri

    MANAJEMEN PERENCANAAN PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TENTENA KABUPATEN POSO

    No full text
    ABSTRAK RIZKA ANASTASIA GUNAWAN Manajemen Perencanaan ProgramPengendalian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tentena Kabupaten Poso (di bawah bimbingan Muh Rizki Ashari). Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernafasan atas atau bawah, biasanya menular dan dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Sulawesi tangah termasuk provinsi dengan insiden dan prevalensi ISPA tertinggi untuk semua umur. Program kesehatan Puskesmas membutuhkan kerjasama dari tenaga kesehatan terkhusus pada program perencanaan P2 ISPA untuk mengelola pelayanan kesehatan dalam fungsi manajemen dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perencanaan program pengendalian penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (P2 ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Tentena Kabupaten Poso. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui Teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan Teknik purposive sampling, informan berjumlah 4 orang. Pengumpulan data melalui triangulasi Teknik yakni wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam planning tidak ada rincian RAK maupun RPK, serta anggaran yang tidak mencukupi. Kurangnya komunikasi antar petugas, dan minimnya kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya pencegahan penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Tentena. Saran perlu adanya perencanaan yang lebih spesifik pada program ISPA, penambahan jumlah SDM dan penambahan anggaran. Kata Kunci : Planning, Manajemen, ISP

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN GASTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK NURUL FUADI. Faktor Risiko Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kota Palu. (Dibawah Bimbingan Ibu Mars3lina) Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Gastritis menjadi salah satu penyakit yang sering diremehkan masyarakat, karena gejala awalnya yang ringan, jika dibiarkan terus-menerus dapat mengakibatkan kematian. Gastritis menjadi penyebab utama yang mendasari terjadinya kanker lambung nonkardia yang menyumbang 90% kasus kanker di seluruh dunia, membuat mortalitas akibat gastritis mencapai angka 65%, namun tergantung pada etiologi yang mendasarinya. Seseorang yang menderita penyakit gastritis akut tidak segera diobati secara tepat, maka dapat mengakibatkan tukak lambung dan pendarahan pada lambung, yang menyebabkan kejadian tersebut terus berulang hingga mengakibatkan terjadinya gastritis kronik. Tujuannya untuk menentukan berapa besarnya peranan atau hubungan faktor risiko dalam kejadian suatu penyakit. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Mamboro Kota Palu pada bulan februari 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif studi epidemiologi analitik observasional dengan jenis studi case control. Jumlah sampel kasus sebanyak 90 responden dan kontrol sebanyak 90 responden, teknik sampling menggunakan simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Oods Ratio. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa faktor risiko gastritis berdasarkan variabel frekuensi makan (OR=5,947), jenis makanan (OR=4,182),Merokok (OR=2.942) merupakan faktor risiko kejadian gastritis dan bermakna secara signifikan. Variebel stres (OR=0,737) bukan merupakan faktor risiko gastritis dan tidak bermakna secara signifikan. Saran yang dapat diberikan khususnya bagi masyarakat yang menderita gastritis, untuk memperbaiki pola hidupnya, dan menerapkan pola hidup sehat dengan makan secara teratur, mengurangi makan makanan pedis, asam, bergas secara berlebihan serta merokok. Kata Kunci :Gastritis, Pola Makan, Merokok, Stre

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI

    No full text
    ABSTRAK JEFYN SELVIANA. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili (dibawah bimbingan Muh. Rizki Ashari). Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Kunjungan antenatal care merupakan bentuk perilaku dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk memantau kehamilan dengan tujuan meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Puskesmas Bulili merupakan salah satu puskesmas dengan cakupan kunjungan ibu hamil yang rendah di Kota Palu. Berdasarkan laporan cakupan kunjungan ibu hamil (2020), cakupan K1 sebesar 96,3% dan cakupan K4 sebesar 95,1% yang belum memenuhi angka yang di targetkan oleh Dinas Kesehatan Kota Palu yaitu sebesar 100%. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 83 ibu hamil yang telah melakukan kunjungan ANC selama periode 02-20 Agustus 2022 diambil dengan teknik pengambilan sampel propotionate stratified random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α =0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value =0,028), fasilitas kesehatan (p-value =0,042) dan tidak ada hubungan antara pendidikan (p-value =0,596), dukungan suami (p-value =0,841) dan peran petugas kesehatan (p-value =0,720) di wilayah kerja Puskesmas Bulili. Disarankan kepada anggota keluarga khususnya pada suami agar memberikan motivasi dan mendukung ibu dalam melakukan kunjungan ANC dan kepada peran petugas kesehatan untuk lebih aktif memotivasi ibu hamil diwilayah kerjanya tentang pentingnya melakukan kunjungan ANC secara lengkap. Kata Kunci: Antenatal Care, Kepatuhan, Ibu Hamil, Puskesma

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇