Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN POLA ASUH, PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN PICKY EATER DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA

    No full text
    ABSTRAK FAJAR PUTRA NATANIEL LAPEDANDI. Hubungan Pola Asuh, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dan Picky Eater Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita 1-3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna (dibimbing oleh Aulia Rakhman, S.KM., M.Kes) Gizi kurang merupakan keadaan dimana anak mengalami kekurangan nutrisi dengan kondisi status gizi dibawah rata-rata. Status gizi anak dapat dipengaruhi oleh perilaku makan anak yang bergantung terhadap bentuk pola asuh keluarga terutama ibu. Picky eater merupakan salah satu bentuk dari perilaku anak dalam memilih makanan atau hanya suka pada jenis makanan tertentu. Pola asuh yang dimiliki seorang ibu, adalah bentuk tindakan atau perilaku yang dipengaruhi oleh adanya pengetahuan gizi ibu. Penelitian ini bertujuan hubungan pola asuh, pengetahuan ibu tentang gizi dan picky eater dengan kejadian gizi kurang pada balita 1-3 tahun di wilayah kerja puskesmas kawatuna. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh balita usia 1-3 tahun dengan jumlah 387 dan sampel sebanyak 197 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariate dengan menggunakan dengan uji chi square menunjukan adanya hubungan antara pola asuh (p=0,000), pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,000) dan picky eater (p=0,000) dengan kejadian gizi kurang. Adapun saran untuk masyarakat agar lebih memperhatikan perkembangan balita dengan memberikan pola asuh yang baik, mengetahui manfaat zat gizi untuk anak dan memperhatikan perilaku picky eater sehingga dapat memperbaiki status gizi anak. Kata Kunci : Balita, Gizi Kurang, Pengetahuan ibu tentang Gizi, Picky eater, Pola Asu

    EFEKTIFITAS BIOFILTER DENGAN PENAMBAHAN EM4 DALAM MENURUNKAN POLUTAN ORGANIK PADA AIR LIMBAH DOMESTIK

    No full text
    ABSTRAK NI MADE NELVIN AGRIANI. Efektivitas Biofilter Dengan Penambahan EM4 Dalam Menurunkan Polutan Organik Pada Air Limbah Domestik (di bawah bimbingan Pitriani) Peminatan Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Palu Mei 2023 Air limbah domestik adalah limbah yang dihasilkan dari sisa aktivitas masyarakat. Air limbah domestik menjadi polutan terbesar yang masuk ke perairan dan berkontribusi dalam meningkatkan pencemaran, hal ini dikarenakan 60 -80% dari air bersih yang digunakan akan dibuang ke lingkungan. Limbah domestik yang tidak diolah akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biofilter dengan penambahan EM4 10% dalam menurunkann BOD dan NH3 pada air limbah domestik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experiment, dengan pendekatan uji laboratorium. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dititik inlet dan oulet untuk mengukur parameter BOD dan NH3 sebelum dan sesudah pengolahan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara composite sampling by time. Berdasarkan hasil pemeriksaan uji laboratorium diketahui bahwa nilai rata-rata BOD pada titik inlet sebesar 23,56 mg/L dan rata-rata titik oulet sebesar 13,35 mg/L dengan presentase penurunan BOD sebesar 43,33%. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan uji laboratorium NH3 diketahui nilai rata-rata pada titik inlet sebesar 4,25 mg/L dan rata-rata titik oulet sebesar 2,22 mg/L dengan presentase penurunan NH3 sebesar 47,76% yang tergolong cukup efektif dan memenuhi standar baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016. Hasil pH selama pengoperasian berada dalam rentang 6,6 - 8,9 dan hasil pengukuran suhu dalam rentang 26-30˚C. Pengolahan biofilter dengan menggunakan media sarang tawon dengan penambahan mikroorganisme (EM4) 10% mampu menurunkan polutan organik pada air limbah domestik. Karena itu diharapkan masyarakat untuk melakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum air limbah dibuang ke badan air. Kata Kunci : Air Limbah Domestik, Biofilter, EM4, BOD, NH3

    ANALISIS RISIKO PAPARAN NITROGEN DIOKSIDA TERHADAP JURU PARKIR DI KECAMATAN PALU BARAT KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK ANNISA NURRAMADHANI. Analisis Risiko Paparan Nitrogen Dioksida Terhadap Juru Parkir di Kecamatan Palu Barat Kota Palu (di bawah bimbingan Pitriani) Peminatan Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Nitrogen dioksida (NO2) merupakan salah satu zat polutan yang berasal dari emisi gas kendaraan bermotor dan apabila konsentrasinya melebih baku mutu maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada saluran pernapasan. Juru parkir menjadi salah satu populasi yang berisiko terpapar NO2. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis risiko paparan gas NO2 terhadap kesehatan juru parkir di Kecamatan Palu Barat Kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi penelitian berjumlah 186 orang dan 65 orang sampel yang diambil menggunakan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel penelitian untuk responden menggunakan Purposive Sampling sedangkan sampel lingkungan menggunakan Composite Sampling by time. Pengukuran konsentrasi NO2 menggunakan Bosean BH-90A (Single Gas Detector) sedangkan pengukuran kelembaban dan suhu menggunakan DT-3 Digital Thermo Hygrometer Outdoor. Pengukuran konsentrasi NO2 dilakukan pada 5 titik di tepi jalan Kecamatan Palu Barat saat pagi, siang dan sore hari. Titik 1 memiliki nilai rata-rata NO2 tertinggi yaitu 0,229 mg/m3 sedangkan yang terendah di titik 5 yaitu 0,207 mg/m3. Nilai rata-rata konsentrasi NO2 selama 14 hari pengukuran sebesar 216 µg/m3 (melebihi baku mutu 200 µg/m3) untuk pengukuran 1 jam. Terdapat 2 juru parkir yang memiliki nilai RQ≥1 yaitu sebesar 1,130 dan 1,029 sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik risiko paparan NO2 terhadap kesehatan 2 juru parkir tersebut tidak aman atau berisiko maka perlu dilakukan manajemen risiko melalui penentuan batas aman konsentrasi, waktu paparan, frekuensi paparan dan durasi paparan. Diharapkan Dinas Perhubungan Kota Palu dapat menambahkan atribut juru parkir berupa masker kain atau KN-95. Kata Kunci: ARKL, NO2, RQ, Paparan, Juru Parki

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 0-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK INGGRID ANANDA GRASELA. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Anak Usia 0-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi (di Bawah Bimbingan Dilla Srikandi Syahadat) Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Stunting dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan pada anak. WHO mengestimasikan prevelensi balita kerdil (stunting) di seluruh dunia sebesar 22% atau sebanyak 149,2 juta. Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang mengalami status stunting tertinggi di Indonesia. Berdasarkan survei status gizi Indonesia prevelensi stunting pada balita di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021 pada angka 29,7%. Kasus stunting tertinggi di Sulawesi Tengah berada di kabupaten Sigi dengan angka 40,7%, untuk setiap wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Sigi diperoleh data kasus stunting tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Biromaru dengan angka 20,9%. Populasi penelitian ini berjumlah 308 orang, dengan menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 174 responden. Jenis penelitian ini dengan metode kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Penarikan sampel menggunakan metode simpel random sampling. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi (ρ = 0,001; OR = 3.924; 95% CI = 1.754-8.776), pemberian ASI eksklusif (ρ = 0,000; OR = 4.582; 95% CI = 2.315-9.071), pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) (ρ = 0,003; OR = 3.495; 95% CI = 1.553-7.861), dan umur ibu saat hamil (ρ = 0,000; OR = 6.846; 95% CI = 3.436-13.637) terhadap hubungan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi. Diharapkan pihak Puskesmas dapat memberikan penyuluhan tentang stunting, gizi, ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, dan usia yang tepat bagi ibu hamil guna meningkatkan pengetahuan responden sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Biromaru, Kabupaten Sigi. Kata Kunci : Stunting, Pengetahuan, ASI Eksklusif, Umur Ib

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO STUNTING PADA BALITA DI DESA BALANE KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK SRI INANG SARI PETTALINTA. Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Stunting Pada Balita Di Desa Balane Kabupaten Sigi (di bawah bimbingan Rosmala Nur) Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Risiko stunting pada balita perlu mendapat perhatian lebih karena dapat mempengaruhi kualitas hidup anak, khususnya di masa depan. Balita yang mengalami stunting dapat menimbulkan dampak pada tingkat kecerdasan anak, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kemiskinan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi kasus balita stunting di Kabupaten Sigi pada tahun 2021-2022 mengalami penurunan sebesar 3,9%. Dari 40,7% pada tahun 2021 menurun menjadi 36,8% pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan risiko stunting pada balita di Desa Balane Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 117 balita, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara riwayat IMD (ρ=0,000), pemberian ASI Eksklusif (ρ=0,000), dan BBLR (ρ=0,000) terhadap risiko stunting pada balita di Desa Balane Kabupaten Sigi. Disarankan bagi ibu yang memiliki bayi sebaiknya melakukan IMD saat melahirkan, memberikan ASI Eksklusif dan memperhatikan gizi saat hamil agar tidak melahirkan bayi yang BBLR. Sehingga balita dapat terhindar dari risiko stunting. Kata Kunci: Stunting, IMD, ASI Eksklusif, BBL

    ANALISIS RISIKO PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI DI DESA SAPAN KUA-KUA KECAMATAN BUNTAOâ KABUPATEN TORAJA UTARA

    No full text
    ABSTRAK PASANA TANDI KUPANG. Analisis Risiko Paparan Pestisida pada Petani di Desa Sapan Kua-kua Kecamatan Buntao’ Kabupaten Toraja Utara (di bawah bimbingan Pitriani, S.KM., M.Kes.) Peminatan Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Pestisida digunakan karena memiliki beragam manfaat dalam meningkatkan produktifitas pertanian, namun jika digunakan dengan prosedur yang salah pestisida dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memberikan gambaran terkait risiko paparan pestisida pada petani di Desa Sapan Kua-kua, Kecamatan Buntao’, Kabupaten Toraja Utara. Jenis penelitian ini termasuk dalam desain penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis risiko kualitaif menggunakan matriks risiko dengan jumlah responden sebanyak 80 orang petani. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 7 bahaya yang timbul pada saat proses penggunaan pestisida. 3 bahaya masuk dalam kategori risiko tinggi, 2 bahaya masuk dalam kategori risiko sedang dan 2 bahaya masuk dalam kategori risiko rendah. Responden yang tidak mengalami gejala keracunan dan keluhan kesehatan sebanyak 33 orang (41,3%) dan yang mengalami gejala keracunan dan gangguan kesehatan sebanyak 47 orang (58,7%) dengan gejala keracunan dan gangguan kesehatan yang dirasakan yaitu mual, pusing, sakit kepala, sulit bernapas, dada sesak, rasa terbakar, produksi air ludah berlebihan, dan nafsu makan berkurang. Adapun bahaya yang masuk dalam kategori tinggi harus lebih diperhatikan seperti pada saat melakukan penyemprotan diharapkan petani lebih memperhatikan arah angin dan tidak melakukan penyemprotan dengan cara melawan arah angin dikarenakan kebiasaan ini dapat menyebabkan risiko terpapar pestisida yang lebih besar, selanjutnya pada saat pengaplikasian pestisida diharapkan petani menggunakan masker untuk menghindari atau meminimalisir pestisida terhirup dan masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Selain itu, pada saat melakukan pencucian peralatan petani diharapkan tetap menggunakan APD yang memadai terutama sarung tangan untuk meminimalisir kontak langsung dengan pestisida. Kata Kunci: ARKL, Matriks Risiko, Petani, Pestisida, Risik

    HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN BONEOGE KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    ABSTRAK NADILA. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Boneoge Kabupaten Donggala (di bawah bimbingan Nurhaya S. Patui) Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Prevalensi stunting di seluruh dunia pada tahun 2020 sebesar 22%. Di Indonesia pada tahun 2020 prevalensi balita stunting sebesar 26,92% dan pada tahun 2021 sebesar 24,4%. Berdasarkan data stunting tahun 2021, prevalensi stunting untuk setiap wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Donggala diperoleh data kasus stunting tertinggi terdapat di Puskesmas Donggala sebanyak (28,%). Prevalensi stunting Di Kelurahan Boneoge pada tahun 2021 sebesar 20%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kelurahan Boneoge. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif tipe survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 65 responden. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan Ibu (p = 0,000), pengetahuan gizi ibu (p = 0,000), pendapatan keluarga (p = 0,000), dan ketersediaan pangan (p = 0,000) terhadap kejadian stunting di Kelurahan Boneoge. Diharapkan agar pemerintah dapat berperan aktif khususnya bagi petugas kesehatan untuk menanggulangi kejadian stunting pada balita., dan diharapkan ibu dari balita menerapkan pola makan gizi seimbang sehingga angka kejadian stunting dapat berkurang. Kata Kunci : Faktor Sosial Ekonomi, Balita dan Stuntin

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN KABUPATEN SIGI DENGAN KEPATUHAN PENGISIAN LEMBAR GRAVIDOGRAM PADA BUKU KIA TAHUN 2020

    No full text
    Hubungan Tingkat Pengetahuan Petugas Kesehatan Kabupaten Sigi Dengan Kepatuhan Pengisian Lembar Gravidogram Pada Buku KIA Tahun 2020 Josua Wija Kumila* , I Putu Fery Immanuel White** , Ketut Suarayasa** , Miranti** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat-Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang: Buku KIA merupakan sarana awal yang dimanfaatkan untuk mengetahui adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, sebagai media komunikasi dan edukasi yang memberikan informasi yang penting bagi ibu dan keluarga dan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk berkaitan dengan rujukannya. Tujuan penggunaan buku ini adalah meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak. Pemerintah berharap dengan penggunaan buku KIA secara efektif dapat menekan angka kematian ibu dan anak. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional. Desain pada penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan Teknik cluster sampling. Jumlah sampel 110 orang. Hasil pengukuran diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Pada studi ini diperoleh perbedaan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan petugas Kesehatan Kabupaten Sigi dengan kepatuhan pengisian lembar gravidogram pada buku KIA tahun 2020. Hal ini didasari pada nilai p > 0,05, yaitu p = 0,641 Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan petugas Kesehatan Kabupaten Sigi dengan kepatuhan pengisian lembar gravidogram pada buku KIA tahun 2020 Kata Kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Tenaga Kesehatan, Gravidogram, Buku KI

    PENGARUHPENYULUHANPENGETAHUANTENTANG SCHISTOSOMA JAPONICUM TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI SCHISTOSOMIASIS SISWA SDN WUASA KECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH

    No full text
    PENGARUH PENYULUHAN PENGETAHUAN TENTANG SCHISTOSOMA JAPONICUM TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI SCHISTOSOMIASIS SISWA SDN WUASA KECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH Annisa Aulia Nur’afni*, Vera Diana Towidjojo** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Dosen Bagian Parasitolgi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Schistosomiasis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan karena adanya infeksi cacing trematoda genus Schistosoma. Cacing ini ditularkan melalui keong Oncomelania Hupensis Lindoensis. Perlu dilakukan Sosialisasi tentang pentingnya memahami faktor-faktor penyebaran penyakit infeksi Schistosomiasis. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan pengetahuan tentang Schistosoma Japonicum terhadap perilaku pencegahan infeksi Schistosomiasis siswa SDN Wuasa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental Design, dengan metode One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 53 siswa dari kelas IV, kelas V, dan kelas VI SDN Wuasa. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sebelum penyuluhan didapatkan 40 sampel (75,5%) dalam kategori baik dan 13 sampel (24,5%) dalam kategori kurang baik sedangkan setelah diberikan penyuluhan didapatkan 53 sampel (100%) dalam kategori baik. Hasil uji Wilcoxon didapakan signifikasi 0,000 (

    NILAI ENERGI, GIZI MAKRO, DAYA ANTIOKSIDAN, DAYA TERIMA DAN SERVING SIZE PUDING KOMBINASI DAUN BIDARA DAN DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ALTERNATIF

    No full text
    ABSTRAK Risnawati. Nilai Energi, Gizi Makro, Daya Antioksidan, Daya Terima, dan Serving Size Puding Kombinasi Daun Bidara dan Daun Kelor Sebagai Makanan Selingan Alternatif (dibimbing oleh St. Ika Fitrasyah, S.Gz., M.Si.). Masalah kesehatan yang dihadapi Indonesia saat ini dipengaruhi oleh pola hidup, pola makan, faktor lingkungan kerja, olahraga, dan faktor stres. Salah satunya stroke dan hipertensi. Faktor risiko utama penyebab penyakit degeneratif adalah pola makan yang tidak sehat, sehingga diperlukan suatu produk makanan selingan yang berpotensi untuk dikembangkan dengan cara memfortifikasi dan tidak hanya enak namun juga sehat dan bergizi. Puding kombinasi daun bidara dan daun kelor diharapkan dapat menambah nilai gizi, juga sebagai makanan selingan alternatif yang baik dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan nilai energi, gizi makro, daya antioksidan, dan daya terima, serta menentukan serving size puding kombinasi daun bidara dan daun kelor sebagai makanan selingan alternatif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Rancangan Acak Lengkap berfaktor tunggal. Konsentrasi perbandingan F0 tanpa penambahan tepung daun bidara dan daun kelor; F1 penambahan tepung daun bidara 7 gr dan tepung daun kelor 3 g; F2 penambahan tepung daun bidara 5 gr dan tepung daun kelor 5 g; dan F3 penambahan tepung daun bidara 3 gr dan tepung daun kelor 7 g. Uji statistik yang digunakan untuk analisis nilai energi dan daya terima adalah uji Kruskal Wallis, sedangkan pada analisis gizi makro dan daya antioksidan digunakan uji One Way Anova. Hasil yang diperoleh tidak terdapat perbedaan nilai energi antarformula puding kombinasi daun bidara dan daun kelor p > 0,05. Sedangkan terdapat perbedaan kadar karbohidrat, protein, lemak, serat, dan daya antioksidan serta daya terima antarformula puding kombinasi daun bidara dan daun kelor p < 0,05. Penentuan serving size puding kombinasi daun bidara dan daun kelor per sajian yaitu sebesar 100 g dan formula yang terpilih yaitu F2. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar dalam pengolahan puding kombinasi daun bidara dan daun kelor harus ditambahkan beberapa tambahan bahan makanan seperti umbi-umbian, biji-bijian, kacang-kacangan dan telur agar dapat mencukupi nilai energi dan zat gizi yang masih kurang dari nilai rujukan 10% ALG. Kata kunci : Daun Bidara, Daun Kelor, Daya Antioksidan, Daya Terima, Karbohidrat, Lemak, Nilai Energi, Protein, Puding, Serat, Serving Size

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇