Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGGANI KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK NUR IZMI SYAMSUDDIN. Implementasi Kebijakan Program Pengendalian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Singgani Kota Palu (di bawah bimbingan Muhammad Rizki Ashari) Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Juli 2023 Puskesmas Singgani merupakan salah satu Puskesmas yang terendah pelaksanaan kegiatan Program PTM. Capaian target program hipertensi pada tahun 2019-2022 di Puskesmas Singgani Kota Palu, capaian tertinggi berada pada tahun 2021 sebesar 1.692 dengan target 47,26% sedangkan target yang terealisasi sebesar 35%, dan yang terendah pada tahun 2019 sebesar 1.021 dengan target 46,5% dan 23% yang terealisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi kebijakan program pengendalian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Singgani Kota Palu. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview. Informan penelitian sebanyak 7 orang ditemukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi komunikasi dalam pelaksanaan program pengendalian hipertensi dari aspek konsistensi masih belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, dari segi sumber daya manusia belum mencukupi dan masih melakukan tugas ganda, dari segi sumber daya anggaran untuk pelaksanaan program PTM yang berasal dari dana BOK tetapi jumlahnya belum mencukupi, dari segi peralatan terutama bahan habis pakai yang digunakan dalam kegiatan, didistribusikan oleh Dinas Kesehatan misalnya strip pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol masih sangat terbatas jumlahnya. Namun dari segi insentif masih kurang, dari segi struktur birokrasi masih belum adanya SOP khusus hipertensi, pelaksanaan program yang dilakukan puskesmas singgani mengikuti SOP Posbindu PTM. Saran dari sumber daya peralatan agar Puskesmas mengusulkan ke Dinas Kesehatan agar menyediakan serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan program pengendalian hipertensi, dan untuk sumber daya manusia agar Puskesmas memberikan penambahan kader dalam pelaksanaan kegiatan Program PTM. Kata Kunci : Implementasi, Program, Hipertensi, Puskesma

    ANALISIS KANDUNGAN KALIUM, DAYA TERIMA, KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO DAN NUTRITION FACT BOLU KUKUS BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L) SEBAGAI MAKANAN FUNGSIONAL ALTERNATIF PENDERITA HIPERTENSI

    No full text
    ABSTRAK Sartika Purnama Sari. Analisis Kandungan Kalium, Daya Terima, Kandungan Zat Gizi Makro Dan Nutrition Fact Bolu Kukus Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L) Sebagai Makanan Fungsional Alternatif Penderita Hipertensi (dibimbing oleh Linda Ayu Rizka Putri,S.KM.,M.Sc.). Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang umum diderita masyarakat. Salah satu terapi non-farmakologi penyakit hipertensi yaitu dengan modifikasi pola asupan kalium dalam jumlah yang tinggi dapat melindungi individu dari hipertensi. kalium banyak terdapat pada buah-buahan salah satunya adalah buah pisang. Penelitian ini memanfaatkan tepung kulit pisang dan buah pisang kepok yang diolah menjadi bolu kukus sebagai salah satu makanan selingan penderita hipertensi.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kalium, daya terima, kandungan zat gizi makro, serat dan nutrition fact bolu kukus buah pisang kepok (Musa paradisiaca l). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eskperimental berbasis uji laboratorium. Analisis kandungan kalium dan daya terima dilakukan sebelum pengujian kandungan zat gizi makro, serat dan nutrition fact. Perbedaan daya terima dianalisis dengan dengan uji beda Kruskall Wallis. Hasil kandungan kalium tertinggi terdapat pada formulasi F0 dengan penambahan tepung kulit pisang kepok paling banyak (9,99 mg/100 g) tanpa penambahan puree pisang. Hasil uji daya terima pada parameter warna menunjukkan ada perbedaan daya terima antar formulasi dengan nilai (p = 0,013) dan F0 merupakan formula terbaik dari segi warna dan aroma. Sementara itu, kandungan gizi makro dan serat formula terbaik (F0) yaitu energi sebesar 260,1 kkal, karbohidrat 43,7 g, protein 9,4 g, lemak 5,3 g, serat 5,9 g dan kalium 9,9 g. Penentuan nutrition fact pada produk sesuai dengan ALG 2019 dengan jumlah sajian sebesar 50 g. Kata kunci : Pisang kepok, Kalium, Daya Terima, Zat Gizi Makro, Serat

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI ANGKATAN 2022 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    ABSTRAK Gustina, Faktor Yang Berhubungan Dengan Dismenorea Primer Pada Mahasiswi Angkatan 2022 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (dibawah bimbingan Ibu Sitti Radhiah, S.KM.,M.Kes) Peminatan Biostatistik/KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyatakan 90% wanita pernah mengalami dismenorea dari 1.769.425 jiwa. Data Riskesdas pada tahun 2018, prevalensi kejadian nyeri haid sebanyak 64,25% dan diperkirakan wanita sebanyak 90% pernah mengalami nyeri haid. Dampak dismenorea jika tidak ditangani, akan mengakibatkan tidak dapat berkonsentrasi dalam aktivitas sehari-hari dan sulit untuk bergerak, konflik emosional, perasaan gelisah dan dapat menyebabkan mual dan muntah, sakit kepala, pusing, lelah, diare, emosi tidak stabil saat haid, bahkan pingsan. Menurut Data Dinas Kesehatan Kota Palu ditemukan prevalensi dismenorea sebesar 67,83%. Berdasarkan penelitian terdahulu, masalah yang terdapat di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako yaitu, banyaknya mahasiswi yang mengalami nyeri haid pada setiap menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan dismenorea primer pada mahasiswi angkatan 2022 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 376 mahasiswi angkatan 2022 yang dipilih dengan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh sebanyak 194 responden. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian yaitu, ada hubungan antara usia menarche (p 0,076) dengan dismenorea primer pada Mahasiswi Angkatan 2022 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Disarankan kepada mahasiswi yang mengalami dismenorea primer agar mencukupi asupan gizi, mampu mengontrol stres, dan biasakan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Kata Kunci : Dismenorea Primer, Usia Menarche, Stres, Aktivitas Fisi

    PERSEPSI SUAMI DALAM KEIKUTSERTAAN METODE OPERASI PRIA (MOP) DI WILAYAH KERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA (PLKB) KECAMATAN PALU SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Eka Ramadhani. Persepsi Suami dalam Keikutsertaan Metode Operasi Pria di Wilayah Kerja Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Palu Selatan. (di bawah Bimbingan Herman) Peminatan Promosi Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Salah satu kontrasepsi yang masih jarang digunakan oleh pria yaitu Metode Operasi Pria (MOP). Provinsi Sulaewsi Tengah tingkat penggunaan KB aktif MOP sebesar 700 orang atau 0,24%. Dimana persentase paling tinggi untuk penggunaan Metode Operasi Pria (MOP) berada di Kecamatan Palu selatan, yaitu sebanyak 9 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui Persepsi Suami dalam Keikutsertaan Metode Operasi Pria di Wilayah Kerja Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 13 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap suami yang menjadi akseptor Metode Operasi Pria (MOP) memiliki Persepsi positif, mengetahui apa itu program Metode Operasi Pria, merasakan manfaat dan minim efek samping. Minat para suami dalam menjadi akseptor MOP adalah faktor umur yang tidak ingin menambah jumlah keturunan, serta dorongan para istri yang tidak memiliki kecocokan dalam ber-KB. Keadaan sosial informan memiliki lingkungan sosial budaya yang mendukung partisipasi dalam melakukan Metode Operasi Pria (MOP), baik dari segi pandangan agama, kehidupan seksual, serta faktor ekonomi. Kata Kunci : Persepsi, Suami, Metode Operasi Pria

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS (Studi Pada Keluarga Pasien TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu)

    No full text
    ABSTRAK MUNIFA T. NONDO. Faktor Yang Berhubungan dengan Tindakan Pencegahan Penularan Tuberkulosis (Studi Pada Keluarga Pasien TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. (dibawah bimbingan Ibu Dilla Srikandi Syahadat) Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Secara global, Asia Tenggara merupakan kawasan WHO yang memiliki jumlah kasus TBC terbesar pada tahun 2021 yaitu 43%. Pada tahun 2022 Indonesia menduduki posisi ke 2 dengan kasus TBC terbanyak yaitu 694.808 kasus. Prevalensi penyakit tuberkulosis di Indonesia dari tahun 2020 sampai tahun 2022 sebanyak 0,5%. Untuk mencegah penularan TBC, keluarga perlu memiliki tindakan pencegahan yang baik sehingga tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan persepsi keluarga sangat berpengaruh pada tindakan keluarga itu sendiri. Berdasarkarkan data Puskesmas Sangurara kasus penyakit TBC meningkat pada tahun 2022 yaitu sebanyak 51 kasus positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga pasien TBC di Wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross- sectional, total sampel sebanyak 85 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling, analisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan (p=0,361) tidak berhubungan dengan tindakan pencegahan sedangkan pengetahuan (p=0,004), persepsi (p=0,003), sikap (p=0,001) berhubungan dengan tindakan pencegahan penularan tuberkulosis. Disarankan kepada petugas kesehatan perlu melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat berupa edukasi terkait penyakit TBC dan pencegahannya agar keluarga dan pasien TBC memiliki pengetahuan yang baik karena pengetahuan mempengaruhi sikap dan persepsi keluarga baik akan pencegahan penularan penyakit TBC. Kata Kunci : Tuberkulosis, Pengetahuan, Persepsi, Sika

    ANALISIS PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN ANTARA PUSKESMAS TERAKREDITASI MADYA DENGAN PUSKESMAS TERAKREDITASI DASAR DI KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK YESTRI NIVEN DELNAIGH DELIM, Analisis Perbedaan Kepuasan Pasien antara Puskesmas Terakreditasi Madya dengan Puskesmas Terakreditasi Dasar di Kota Palu (di bawah bimbingan Vidyanto) Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Mutu dari pelayanan di Puskesmas dapat diukur melalui 5 dimensi mutu pelayanan kesehatan, yaitu dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Diketahui pada puskesmas terakreditasi madya pasien merasa kurang puas pada indikator bukti fisik dan ketanggapan petugas sedangkan pada Puskesmas terakreditasi dasar, pasien kurang puas pada indikator bukti fisik, empati, ketanggapan dan keandalan petugas sehingga ditemukan perbedaan penilaian kepuasan pasien dimana bergantung pada pelayanan yang diberikan pada masing-masing puskesmas dengan status akreditasi berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kepuasan pasien antara Puskesmas terakreditasi madya dengan Puskesmas terakreditasi dasar di Kota Palu. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, besar sampel menggunakan rumus Slovin dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Total sampel sebanyak 200 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kepuasan pasien antara puskesmas terakreditasi madya dengan dasar di Kota Palu dari dimensi bukti langsung (p=0,000), empati (p=0,000), keandalan (p=0,002), daya tanggap (p=0,002) dan kepastian (p=0,005). Kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara Puskesmas terakreditasi madya dan Puskesmas terakreditasi dasar dengan kepuasan pasien di Kota Palu, sehingga disarankan agar puskesmas terakreditasi dasar dan madya di Kota Palu memperhatikan, memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Puskesmas Terakreditasi Madya, Puskesmas Terakreditasi Mady

    EFEKTIVITAS BIOFILTER DENGAN PENAMBAHAN EM4 DALAM MENURUNKAN COD DAN TSS PADA AIR LIMBAH DOMESTIK

    No full text
    ABSTRAK JEIN DWI PUSPITA PANGLI. Efektivitas Biofilter Dengan Penambahan EM4 Dalam Menurunkan COD Dan TSS Pada Air Limbah Domestik (di bawah bimbingan Pitriani) Peminatan Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Air limbah domestik berkontribusi besar dalam meningkatkan pencemaran yang mengandung lebih dari 90% cairan. Salah satu parameter baku mutu air limbah yaitu nilai Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Padatan Tersuspensi (TSS). Jika keseluruhan parameter dibuang langsung ke badan air tanpa dilakukan pengolahan maka akan mempengaruhi kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Biofilter Dengan Penambahan EM4 Dalam Menurunkan COD dan TSS Pada Air Limbah Domestik. Penelitian ini bersifat Quasi Experiment dengan pendekatan uji laboratorium. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 kali di titik inlet dan outlet biofilter untuk mengukur parameter COD dan TSS sebelum dan sesudah pengolahan.Teknik pengambilan sampel secara composite sampling by time. Hasil pengamatan dalam 54 hari menunjukkan bahwa setelah pengolahan air limbah berwarna jernih dan tidak berbau. Sedangkan nilai pH dan suhu berada dalam rentang baku mutu yaitu 6,6-8,9 dan 26-39˚C selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pada titik inlet parameter COD sebesar 65 mg/L dan pada titik outlet sebesar 44,7 mg/L, sedangkan hasil rata-rata pada titik inlet paremeter TSS sebesar 0,684 mg/L dan pada titik outlet sebesar 0,365 mg/L. Untuk efesiensi COD sebesar 31,2% yang tergolong kurang efektif dan efesiensi TSS sebesar 46,63% yang tergolong cukup efektif, meskipun COD kurang efektif, namun memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa biofilter dengan penambahan EM4 10% cukup efektif dalam menurunkan parameter COD dan TSS. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penambahan bak pengendap untuk meningkatkan kinerja biofilter. Kata Kunci : Air Limbah Domestik, Biofilter, EM4, COD, TSS

    PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGGANI KECAMATAN PALU TIMUR KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK Mery Meilani Kakunsi, Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Pada Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Singgani Kecamatan Palu Timur Kota Palu (di bawah bimbingan Sadli Syam) Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus pemerintah Indonesia adalah stunting. Masalah stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan, kematian dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku ibu dalam pemberian ASI ekslusif pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Singgani Kecamatan Palu Timur Kota Palu. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 10 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan stunting tergolong sangat terbatas atau rendah, dikarenakan informan tidak mengetahui secara tepat pengertian ASI eksklusif, manfaat dan batasan pemberiannya. Hal tersebut menyebabkan sikap ibu terhadap ASI eksklusif menjadi kurang baik, informan menganggap susu formula serta makanan lainnya menjadi solusi utama pengganti ASI. Faktor Pendukung perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada Puskesmas Singgani sudah menyediakan ruang laktasi dan prasarana pendukung ASI eksklusif, namun dalam promosi mengenai fasilitas ini belum maksimal sehingga ibu tidak memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik. Faktor Pendorong variabel dukungan keluarga dapat dikatakan sangat kurang, hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan keluarga mengenai manfaat dan pentingnya motivasi kepada ibu yang sedang memberikan ASI eksklusif agar dapat memproduksi ASI berkualitas. Saran dalam penelitian ini yaitu Pihak Puskesmas hendak meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan dalam hal promosi ASI eksklusif serta informasi stunting untuk menunjang keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam pencegahan stunting. Kata Kunci : Perilaku, ASI Ekslusif, dan Stunting

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DENGAN TINDAKAN DALAM MENCEGAH PENULARAN HIV/AIDS DI SMA NEGERI 5 PALU

    No full text
    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DENGAN TINDAKAN DALAM MENCEGAH PENULARAN HIV/AIDS DI SMA NEGERI 5 PALU *Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako* Tri Bagas Bimantara., Ketut Surayasa ABSTRAK Latar Belakang : Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit menular yang disebabkan karena infeksi dengan virus yang disebut HIV. Penularan HIV/AIDS terjadi karena kurangnya pengetahuan di kalangan remaja. Data menunjukan kasus tren HIV positif dan AIDS di provinsi Sulawesi Tengah kian meningkat dari tahun ketahun. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap siswa dengan tindakan dalam mencegah penularan HIV/AIDS. Metode : Jenis penelitian deskriktif analitik menggunakan desain cross sectional. Pada penelitian ini terdapat 90 responden berasal dari siswa-siswi di SMAN 5 Palu. menggunakan alat ukur kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS. Hasil : penelitian pada siswa-siswi SMAN 5 Palu mengenai tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS, untuk siswa yang berpengetahuan kurang 36,67%, dan yang cukup 56.67%, dan yang kurang 6,66%, sedangkan siswa sikap negatif 2,2%, dan positif 97,8%, kemudian tindakan pencegahan siswa yang kurang 14,4% dan yang baik 85,6% Kesimpulan : siswa-siswi SMAN 5 Palu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sedangkan sikap yang di dapat positif, dan Tindakan pencegahan di dapatkan hasil baik melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS. Kata Kunci : HIV, AIDS, Pengetahuan, Sikap, Tindakan

    KARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI KASUS TERKONFIRMASI COVID-19 DI KOTA PALOPO TAHUN 2020-2022

    No full text
    ABSTRAK CRISANTI CAROLINE. Karakterisktik Epidemiologi Kasus Terkonfirmasi COVID-19 di Kota Palopo Tahun 2020-2022 (Di bawah bimbingan Dilla Srikandi Syahadat) Peminatan Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako WHO melaporkan lebih dari 59.931.906, Indonesia melaporkan jumlah kasus COVID-19 telah mencapai 6.460.000 juta jiwa yang terkonfirmasi positif, jumlah masalah terkonfirmasi COVID-19 di Sulawesi Selatan kasus positif, 108.403, Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palopo per tanggal 31 Desember 2022, jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 3.169. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik epidemiologi kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kota Palopo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, populasi dalam penelitian ini sebanyak 3.169 dan sampel sebanyak 355 dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Hasil penelitian berdasarkan Karakterisktik orang menunjukkan sebagian besar kasus terkonfirmasi COVID-19 berusia 26->65 tahun (79,4%), berjenis kelamin perempuan (52,7%), bersekolah/lulus sekolah (95,8%), telah bekerja (63,7%), tidak memiliki komorbid (71,8%), memiliki komorbid hipertensi (23,1%), memiliki riwayat kontak (57,5%), telah melakukan vaksinasi (62,0%). Berdasarkan karakteristik berdasarkan tempat, banyak terjadi di kecamatan Wara (23,1%), dan melakukan isolasi mandiri di rumah (60,6%). Karakteristik berdasarkan waktu, sebagian besar kasus memiliki nilai median onset-terkonfirmasi 6 (1-7) hari, dan nilai median terkonfirmasi-sembuh 12 (8-14) hari. Diharapkan bagi yang telah sembuh harus tetap selalu memantau dan menjaga kesehatannya, dan masyarakat diharapkan tetap waspada, selalu meningkatkan imun, dan mematuhi protokol kesehatan dikarenakan adanya varian baru dari COVID-19. Kata Kunci : COVID-19, SARS-CoV-2, Vaksinas

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇