4897 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pelaksanaan Antenatal Care (Kuantitas dan Kualitas) Terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
PENGARUH PELAKSANAAN ANTENATAL CARE (KUANTITAS DAN KUALITAS) TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
Ketut Suarayasa*., Miranti**., I Putu Fery Immanuel White***., Yulistia Milanita****
*Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Stunting atau pendek adalah kondisi kegagalan pertumbuhan pada balita yang ditandai dengan angka tinggi badan per umur kurang dari -2SD (nilai Z-score). Kejadian stunting disebabkan kondisi kekurangan gizi kronis dalam rentang waktu yang lama dimulai sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kehidupan). Stunting menjadi perhatian internasional dan ditetapkan sebagai masalah kesehatan masyarakat utama. Hal ini antara lain dikarenakan stunting memiliki dampak terhadap kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, serta mempengaruhi fungsional individu termasuk rendahnya fungsi kognitif dan produktivitas di masa depannya.
Tujuan : Mengetahui pengaruh pelaksanaan antenatal care (kuantitas dan kualitas) terhadap kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik observasional dengan melakukan pendekatan retrospective dengan metode case control. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner oleh orangtua balita stunting dan tidak stunting. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 144 balita, dengan jumlah 72 balita stunting dan 72 balita tidak stunting.
Hasil : Penelitian yang dilakukan di dapatkan hasil bahwa tidak adanya pengaruh pelaksanaan antenatal care (kuantitas dan kualitas) terhadap kejadian stunting. Kuantitas antenatal care memberikan hasil (p= 0,386 dan OR=1.459) dan kualitas antenatal care memberikan hasil (p=0,386 dan OR=1.513).
Kesimpulan : Kuantitas dan kualitas antenatal care tidak memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
Kata Kunci : Stunting, antenatal care, kuantitas, kualita
Pembuatan Dokumen Rancangan Pelayanan Kesehatan Primer Ramah Tuna Rungu.
I Putu Nugraha Sautama*,Christin Rony Nayoan**,Miranti***,I Putu Fery Immanuel White****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**** Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Tunarungu adalah orang yang mengalami gangguan atau kelemahan dalam kemampuan mendengar setengah atau keseluruhan akibat tidak berfungsi alat pendengaran sehingga tidak bisa menggunakan alat pendengaran. Sehingga dibutuhkan dokumen rancangan pelayanan kesehatan primer yang ramah tuna rungu untuk membantu penyandang disabilitas tuna rungu untuk berobat. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Metode ini adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk atau karya tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Hasil dari penelitian ini berbentuk dokumen yang memperlihatkan gambaran seperti apa pelayanan kesehatan primer yang ramah akan tuna rungu mulai dari sumber daya manusia, aksesibilitas seperti running text, papan petunjuk, desain loket, dan sop yang mendukung pelayanan ramah tuna rungu Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan kepada para informan maka dapat dikatakan bahwa dokumen rancangan akses pelayanan kesehatan ramah tuna rungu yang dibuat oleh peneliti sudah layak untuk dijadikan sebagai referensi untuk pelayanan kesehatan yang ramah tuna rungu
Kata kunci : Tunarungu, Pelayanan kesehatan, aksesibilita
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA UMUR 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE PALU TIMUR
ABSTRAK
PEBRIYANA. Faktor Risiko Kejadian Diare pada Balita Umur 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Palu Timur (di bawah bimbingan Dilla Srikandi Syahadat)
Peminatan Epidemiologi
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Skripsi, Juni, 2023
Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mancair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai dengan muntah dan tinja berdarah. Berdasarkan laporan Puskesmas Talise terdapat jumlah kasus sebanyak 349 kasus Diare yang melakukan pemeriksaan pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian diare pada balita umur 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Talise Palu Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Case Control Study sebanyak 78 kasus dan 78 kontrol dari 349 populasi. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-square dengan nilai p =0,05%. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita umur 6-59 bulan berdasarkan analisis bivariat adalah pemberian ASI Eksklusif (OR = 15,950 ; 95% CI : 7,182-35,425), pemberian imunisasi (OR = 3,214 ; 95% CI : 1,666-6,201), perilaku buang sampah (OR = 3,167 ; 95% CI : 1,590-6,306) dan perilaku cuci tangan pakai sabun (OR = 9,745 ; 95% CI : 4,450-21,344). Disarankan bagi masyarakat yang memiliki balita untuk menjaga kebersihan diri, makanan, rumah dan lingkungan agar tidak terkena penyakit gangguan pencernaan seperti diare dan disarankan untuk memeriksakan kondisi fisik balita kepada petugas kesehatan.
Kata Kunci : Diare, ASI Ekslusif, Imunisasi, Sampah, Cuci Tanga
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ANATOMI BERBASIS APLIKASI 3D TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ANATOMI BERBASIS APLIKASI 3D TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022
Fani Rahmadani*, Muh. Ardi Munir**, Sarifuddin**, Amirah Basry**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
** Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Anatomi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari mengenai struktur mahluk hidup. Proses pembelajaran anatomi di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dilaksanakan dalam kuliah pakar (lecture), praktikum anatomi, dan ujian. Seiring dengan berkembangnya teknologi seperti pada multimedia interaktif dan tablet, aplikasi atlas anatomi 3 dimensi (3D) diciptakan sebagai bahan pembelajaran baru untuk metode pembelajaran anatomi.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran anatomi berbasis 3D terhadap hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang menggunakan media pembelajaran konvensional dan kelompok eksperimen menggunakan aplikasi anatomi 3D. Data yang didapatkan kemudian dilakukan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-smirnov, kemudian diolah menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney.
Hasil: Kelompok eksperimen mengalami peningkatan dari nilai rata-rata pre-test ke post-test adalah 12.88 ke 31.62 dengan nilai P < 0.050. Kelompok kontrol mengalami peningkatan dari nilai rata-rata pre-test ke post-test adalah 10.25 ke 23.67 dengan nilai P < 0.050. Rata-rata perubahan nilai pre-test ke nilai post-test kelompok kontrol (Metode konvensional) dan kelompok eksperimen (Menggunakan aplikasi anatomi 3D) secara berurutan adalah 13.42 dan 18.74.
Kesimpulan: Rata-rata perubahan hasil belajar yang lebih tinggi menunjukkan penggunaan aplikasi anatomi 3D lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional dalam meningkatkan hasil belajar.
Kata kunci: Anatomi, hasil belajar, aplikasi anatomi 3
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG HYGIENE MENSTRUASI PADA FASE PRA BENCANA DI SMAN 5 PALU
ABSTRAK
FRISCHA FRACELIA SE’GA. Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Putri tentang Hygiene Menstruasi pada Fase Pra Bencana di SMAN 5 Palu (dibawah bimbingan Herman)
Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Hygiene menstruasi yang kurang baik pada remaja putri dapat menimbulkan masalah kesehatan reproduksi. Menurut WHO (2018), di antara sepuluh besar faktor risiko morbiditas/mortalitas pada masa remaja, kebersihan dan sanitasi individu atau pribadi menempati urutan ketiga, sedangkan kesehatan reproduksi menempati urutan kedelapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Putri tentang Hygiene Menstruasi pada Fase Pra Bencana di SMAN 5 Palu. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswi kelas X dan XI SMAN 5 Palu dengan sampel 178 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dengan sikap (p = 0,000) sehingga p < 0,05 maka artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap tentang hygiene menstruasi remaja putri pada fase pra bencana di SMAN 5 Palu. Disarankan pihak sekolah dapat memberikan layanan edukasi dan penyebaran informasi kepada siswi terkait hygiene menstruasi dan kesehatan reproduksi pada remaja putri, serta informasi terkait kebencanaan agar terbentuk perilaku kesiapsiagaan bagi siswi atau remaja putri.
Kata kunci: Hygiene Menstruasi, Pengetahuan, Sikap, Pra Bencan
PERAMALAN KASUS COVID-19 DI KOTA PALU MENGGUNAKAN METODE FORECASTING MODEL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA)
ABSTRAK
PUTRI AMELISA. Peramalan Kasus Covid-19 Di Kota Palu Menggunakan Metode Forecasting Model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) (di bawah bimbingan Nurhaya S. Patui)
Peminatan Biostatistika, KB dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Unversitas Tadulako Palu
SARS-CoV-2 atau dikenal Covid-19 merupakan penyakit menular gangguan pernafasan akut penyebab adanya komplikasi seperti gagal pernafasan akut dan pneumonia yang dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Peramalan jumlah kasus covid agar pemerintah dapat merencanakan pencegahan untuk meminimalisir penularan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui model ARIMA terbaik yang dapat di gunakan untuk meramalkan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Palu. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitaif deskriptif dengan menggunakan Teknik peramalan time series menggunakan model ARIMA. Data yang digunakan adalah data sekunder jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Palu periode 2020-2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Palu pada bulan Oktober 2022 berjumlah 4.14, pada bulan November berjumlah 7.25, pada bulan Desember berjumlah 14.76, pada bulan Januari 2023 berjumlah 23.30, pada bulan Februari berjumlah 34.18, dan pada bulan Maret berjumlah 49.08. Dengan MAPE sebesar 0,39 dengan kesimpulan bahwa model sangat baik untuk digunakan dalam peramalan karena nilai MAPE < 10.
Kata Kunci: Covid-19, Deret Waktu, Peramalan, ARIM
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA HUNTARA PUTIH PETOBO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI KOTA PALU
ABSTRAK
TITIN DWI SYAFITRI. Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Huntara Putih Petobo di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu (di bawah bimbingan Vidyanto)
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Posyandu lansia merupakan suatu forum komunikasi, dan pelayanan kesehatan oleh masyarakat untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya para lanjut usia. Pemanfaatan Posyandu Lansia pada hampir seluruh wilayah di Indonesia masih menghadapi berbagai masalah. Dinas Kesehatan Kota Palu menyatakan cakupan kunjungan terendah lansia berada pada Puskesmas Bulili yaitu sebanyak 628 orang atau sebesar 41,6% dari sasaran sebanyak 1.509 orang yang tersebar di 6 Posyandu Lansia. Cakupan terendah berada pada Posyandu Lansia Huntara Putih Petobo sebanyak 10 orang (7,41%) dari jumlah sasaran 135 orang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia Huntara Putih Petobo di Wilayah kerja Puskesmas Bulili Kota Palu. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 135 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,003), dukungan keluarga (p=0,001), dan dukungan kader (p=0,033), dengan pemanfaatan Posyandu Lansia Huntara Putih Petobo di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu. Diharapkan Puskesmas dapat melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan program Posyandu Lansia seperti memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada semua kader Posyandu Lansia tentang pentingnya kegiatan Posyandu Lansia, memberikan penyuluhan dan edukasi kepada keluarga lansia tentang kegiatan Posyandu Lansia, dan dalam pelaksanaan Posyandu Lansia, dapat diadakan kegiatan olahraga atau senam bersama sehingga berdampak pada partisipasi lansia mengikuti Posyandu Lansia.
Kata Kunci: Posyandu Lansia, Pemanfaatan Posyandu Lansi
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH, ASUPAN ZAT GIZI MIKRO DAN DURASI TIDUR DENGAN KEJADIAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH ALKHAIRAAT PUSAT PALU
ABSTRAK
KURNIA RAHMA DEWI Hubungan Konsumsi Tablet Tambah Darah, Asupan Zat Gizi Mikro Dan Durasi Tidur Dengan Kejadian Anemia Gizi Besi Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu (di bimbing oleh Ummu Aiman, S.KM., M.Kes).
WHO menyebutkan secara global prevalensi anemia pada perempuan usia 15 tahun ke atas sebesar 28%. Asia Tenggara menjadi wilayah dengan prevalensi kejadian anemia tertinggi yaitu 42%. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 terjadi kenaikan kasus anemia remaja putri di tahun 2013 sekitar 37.1 % naik menjadi 48.9 % pada tahun 2018. Proporsi anemia ini terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun yaitu 32% dimana telah melebihi standar nasional kejadian anemia yaitu sebesar 20%. Resiko dari anemia gizi besi pada remaja yaitu penurunan imunitas, penurunan kosentrasi, penurunan kebugaran dan penurunan produktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi tablet tambah darah, asupan gizi mikro dan durasi tidur dengan dengan kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di Madrasah Aliyah Alkhaeraat Pusat Palu. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode korelasi dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 201 orang dan sampel 134 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar Hb, pengukuran asupan asupan gizi mikro menggunakan kuesioner dan durasi tidur. Berdasarkan uji chi-square, tidak terdapat hubungan konsumsi tablet tambah darah (p-value = 0,083), asupan seng (p-value =0,095), kalsium (p-value = 0,209) dan vitamin C (p-value = 0,798) dengan kejadian anemia gizi besi pada siswa remaja putri, sedangkan untuk Asupan konsumsi zat besi (p-value = 0,006) dan durasi tidur (p-value = 0,018) terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia gizi besi pada siswa remaja putri di Madrasah Aliyah Alkhaeraat pusat Palu. Diharapkan remaja untuk menggonsumsi tablet tambah darah yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan dan dapat mengonsumsi makanan yang cukup mengandung zat besi agar dapat membentuk hemoglobin dengan baik.
Kata Kunci : Anemia, Durasi Tidur, Kalsium, Seng, Tablet Tambah Darah, Vitamin C, Zat Bes
IMPLEMENTASI PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DONDO KABUPATEN TOLI-TOLI
ABSTRAK
Filkisti. Implementasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dalam Pencegahan Penyakit Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Dondo Kabupaten Toli-Toli (dibawah bimbingan Bapak Arwan)
Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Diare merupakan penyakit endemis dan penyakit potesial KLB yang disertai dengan kematian. Penyakit diare menjadi permasalahan utama dinegara-negara berkembang termasuk di Indonesia, dalam masyarakat Indonesia penyakit ini sering terjadi karena pola hidup yang kurang bersih dan sehat. Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui program Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini telah dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan sejak tahun 1996. PHBS merupakan perilaku yang dipraktekkan oleh setiap individu dengan kesadaran sendiri untuk meningkatkan kesehatannya dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat melalui germas. Germas adalah gerakan yang bertujuan untuk mempromosikan budaya gaya hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak sehat. Dalam teori implementasi Edward III, pelaksanaan suatu implementasi dapat diartikan sebagai bagian dari tahapan proses kebijaksanaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Program PHBS dalam Pencegahan Penyakit Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Dondo Kabupaten Toli-Toli. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Informan penelitian sebanyak 7 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dalam komunikasi untuk bentuk penyampaian informasinya melalui penyuluhan, poster/leaflet dan media sosial (FB), untuk sumber daya yang bertugas dalam melakukan program PHBS promosi kesehatan bekerja sama dengan KIA, kesehatan lingkungan dan gizi. Disposisi terkait hambatan ada pada kurangnya tenaga, untuk struktur birokrasi adanya evaluasi yang dilakukan ditingkat kabupaten puskesmas dan adanya jadwal untuk turun bersama.
Kata Kunci : Diare, PHBS, Implementas
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) / ACQUIRED IMMUNODEFICIENCY SYNDROM (AIDS) DI SMA NEGERI 3 PALU
ABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) / ACQUIRED IMMUNODEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI SMA NEGERI 3 PALU
SURIYANDI
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran
Universitas Tadulako
Badariati, S.ST,.M.Kes
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Remaja, HIV/AIDS
Kasus HIV/AIDS yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022 tercatat sebanyak 631 dan yang mendapat pengobatan ARV sebanyak 528 orang. Kota Palu setiap tahunnya menempati kasus tertinggi HIV/AIDS mencapai 311 kasus, dan yang mendapat pengobatan ARV 270 orang, Sedangkan salah satu Puskesmas terdekat dari lokasi penelitian yaitu Puskesmas Bulili di dapatkan kasus HIV/AIDS sebanyak 10 orang. Hal ini berarti diperlukan upaya dalam pencegahan sedini mungkin. Upaya pencegahan ditujukan pada kelompok kelompok yang rentan terinfeksi HIV/AIDS seperti remaja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 3 Palu tentang penyakit HIV/AIDS. Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat deskriptif untuk mendapatkan informasi tentang pencegahan penyakit HIV/AIDS dan sikap pencegahan penyakit HIV/AIDS. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Palu dengan jumlah sampel adalah 82 responden dengan hasil, dari 82 responden mempunyai pengetahuan yang baik sebanyak 78 responden atau 95,12% sedangkan pengetahuan yang kurang sebanyak 4 responden atau 4,88%. Peneliti berharap kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan sosialisasinya tentang penyakit HIV/AIDS yang rentan terinfeksi pada kalangan remaja