4897 research outputs found
Sort by
KADAR SERAT, FLAVONOID DAN DAYA ANTIOKSIDAN DODOL KULIT PISANG KEPOK SECARA IN VITRO
ABSTRAK
FISKHA QUAFIFA. Kadar Serat, Flavonoid, dan Daya Antioksidan Dodol Kulit Pisang Kepok Secara In Vitro (dibimbing oleh Dr. Drs. I Made Tangkas., S.KM., M.Kes).
Prevelensi obesitas di Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2007 hingga saat ini, obesitas dapat terjadi karena asupan energi yang masuk lebih banyak daripada energi yang dikeluarkan, pemicu lainnya yaitu kecenderungan mengkonsumsi makanan tinggi kalori namun rendah serat, oleh sebab itu dibutuhkan selingan alternatif sebagai pencengahan terhadap obesitas maupun penyakit degeneratif penyertanya dengan kandungan serat dan sumber antioksidan berupa senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar serat, flavonoid dan daya antioksidan serta uji daya terima dan penetuan serving size dodol kulit pisang kepok berdasarkan formula yang telah ditentukan. Jenis penelitian ini adalah dekskriptif observatif berbasis uji laboratorium dan rancangan acak lengkap untuk daya terima. Faktor yang menjadi uji coba adalah banyaknya kulit pisang kepok yang ditambahkan dalam formula dodol. Uji statistik yang digunakan untuk analisis kadar serat, flavonoid adalah uji One Way Anova dengan signifikasi 0,05. Sedangkan pada analisis daya antioksidan digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar serat kasar, flavonoid dan daya antioksidan tertinggi terdapat pada F4 secara berturut-turut yaitu sebesar 6,660%, 69,508 mg/100g dan 70,035 ppm. Hasil analisis statistik pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan secara signifikansi pada kadar serat kasar dan flavonoid dari berbagai jenis formula dodol kulit pisang kepok p 0,05. Adapun hasil uji daya terima antara semua formula dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa yaitu didapatkan hasil formula terbaik pada F1 dengan nilai p > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan daya terima dari segi warna, aroma, rasa, sedangkan pada tekstur terdapat perbedaan dengan nilai p < 0,05. Penentuan serving size dilakukan berdasarkan takaran saji dodol ketan dan formula yang terpilih yaitu F4. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan dan bisa diperkenalkan kepada masyarakat sebagai produk makanan yang baik untuk kesehatan dan memanfaatkan limbah kulit pisang.
Kata kunci : Daya Antioksidan, Daya Terima, Dodol Kulit Pisang, Flavonoid, Kadar Serat, Kulit pisang, Pisang Kepok
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA
ABSTRAK
Muhammad Djulcharnaen Tahir, 2022. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Tinggi Badan Orang Tua Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara (Pembimbing Nurulfuadi, S.KM., M.Si).
Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Adapun prevalensi Stunting di Sulawesi Tengah berada di 10 besar data stunting tertinggi di Indonesia yaitu 31,3%. Berdasarkan data survey status gizi balita Indonesia pada tahun 2021, prevalensi stunting Sulawesi Tengah berada diatas angka rata-rata normal yaitu 31,26%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dari penelitian ini yaitu balita usia 12-59 bulan yang berada di wilayah kerja puskesmas sangurara yang berjumlah sebanyak 195 balita. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p=0,009), sedangkan tinggi badan ayah (p=0,480) dan tinggi badan ibu (p=0,426) tidak berhubungan dengan kejadian stunting.
Kata kunci: ASI ekskulif, tinggi badan ayah, tinggi badan ib
PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU DESA MPANAU KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
Ayu Rahmayana, Perilaku Ibu Dalam Pemberian MP-ASI Pada Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Desa Mpanau Kabupaten Sigi (di bawah bimbingan Sadli Syam)
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada fisik yang merupakan akibat dari ketidakseimbangan gizi. Berdasarkan observasi di wilayah penelitian bahwa telah terjadi kasus stunting yang cukup tinggi di wilayah kerja Puskesmas Biromaru dengan prevalensi sekitar 23,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Biromaru Desa Mpanau Kabupaten Sigi. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 9 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan informan mengenai MP-ASI tergolong sangat terbatas atau rendah, dimana informan tidak mengetahui secara spesifik mengenai MP-ASI beserta stunting. Kondisi ekonomi pada aspek pendapatan informan belum sanggup dalam mencukupi kebutuhan gizi berdasarkan pendapatan keluarga yang tidak menentu menjadi masalah dalam pemenuhan gizi balita, sehingga informan berpendapat MP-ASI tidak perlu bahan yang mahal tetapi memiliki gizi yang cukup. Pada sarana dan prasarana yang dimiliki Puskesmas Biromaru seluruh informan mengatakan belum merasakan adanya fasilitas yang digunakan dalam mendukung pemberian MP-ASI. Dukungan keluarga cukup baik dalam memberikan dukungan atau apresiasi pada pemberian MP-ASI dan tindakan pencegahan stunting.. Saran dalam penelitian ini agar kiranya dalam pemberian edukasi atau penyuluhan diharapkan dapat menggunkan media yang kreatif dan menarik.
Kata Kunci : Perilaku, MP-ASI dan Stunting
âHubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Swamedikasi Obat Batuk Pada Masyarakat di Hunian Tetap Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT BATUK PADA MASYARAKAT DI HUNIAN TETAP TONDO, KEC. MANTIKULORE, KOTA PALU
Anasthasya Angela Pabibak1, Nur Syamsi2, Christin Rony Nayoan2, Junjun Fitriani2
1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Persentase tindakan swamedikasi masyarakat di Indonesia cukup tinggi. Biasanya swamedikasi dilakukan pada penyakit ringat seperti batuk, flu dan demam, sakit kepala, radang tenggorokan, dismenore, dan lain sebagainya. Akan tetapi dampak dari pengobatan sendiri cenderung tidak baik karena sangat rentan terhadap penggunaan obat yang tidak tepat. Dosis yang salah, durasi penggunaan yang lama, risiko ketergantungan, penyalahgunaan obat, dan toksisitas obat merupakan beberapa dampak dari pengobatan sendiri tanpa adanya pengetahuan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat batuk pada masyarakat di Hunian Tetap Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan total 114 sampel dari bulan Juni-Juli 2023.
Hasil penelitian: Berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan anatara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat batuk cukup dengan nilai (p = 0,047) dan hasil uji hipotesis kekuatan korelasi yaitu positif dengan nilai (r = 0,187).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat batuk pada masyarakat di Hunian Tetap Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Kata kunci: Swamedikasi, Tingkat Pengetahuan, Perilaku, Batu
Hubungan Rasio Trombosit Limfosit (RTL) terhadap Grading Kanker Payudara di RSUD Undata Palu Tahun 2019- 2022.
HUBUNGAN RASIO TROMBOSIT LIMFOSIT (RTL) TERHADAP GRADING KANKER PAYUDARA DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2019– 2022
Vanessa Aurelyn Margareth Kayupa1, Puspita Sari2, Rosa Dwi Wahyuni3, Nur Syamsi4, Arlin Rinni Tutu5, Alfreth Langitan6
1. Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2. Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universiitas Tadulako
3. Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4. Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
5. Departemen Patologi Anatomi, RSUD Undata Palu
6. Departemen Bedah Umum, RSUD Undata Palu
ABSTRAK
Latar Belakang : Kanker atau carcinoma adalah kondisi di mana suatu sel akan berkembang secara tidak normal atau tidak dapat terkendali. Kanker pada payudara merupakan suatu keganasan yang bermula di jaringan payudara. Rasio Trombosit Limfosit (RTL) adalah jumlah trombosit absolut dibagi jumlah limfosit absolut. Nilai Rasio Trombosit Limfosit (RTL) dapat menunjukan progresivitas penyakit sehingga berhubungan dengan derajat diferensiasi sel. RTL akan meningkat pada keganasan yang agresif sehingga semakin tinggi nilai RTL maka derajat diferensiasi sel akan semakin memburuk, derajat diferensiasi sel dapat dilihat melalui grade histopatologi suatu kanker.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan Rasio Trombosit Limfosit (RTL) terhadap grading kanker payudara di RSUD Undata Palu Tahun 2019 – 2022.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional untuk menganalisis hubungan rasio trombosit limfosit (RTL) terhadap grading kanker payudara di RSUD Undata Palu 2019 – 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu total sampling. Untuk melihat hubungan yang signifikan pada kedua variabel digunakan uji spearman’s.corelation.
Hasil : Hasil pada penelitian didapatkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,042. Tingkat kepercayaan (correlation coefficient) sebesar 0,458.
Kesimpulan : Terdapat Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Terhadap Grading Kanker Payudara di RSUD Undata Palu Tahun 2019 – 2022.
Kata Kunci : Grading; Kanker payudara; Rasio trombosit limfosit (RTL
Pengaruh Ekstrak Daun Kelor Pada Model Tikus Wistar DiabetesMelitus Tipe 2 Yang Diinduksi Streptozotocin Dan Diet Tinggi Lemak Dalam Mencegah Peningkatan Aspartate Aminotransferase (AST).
PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR PADA MODEL TIKUS WISTAR DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN DIET TINGGI LEMAK DALAM MENCEGAH PENINGKATAN Aspartate
Aminotransferase (AST)
Ariyati Nindya Putri Armainsyah1, Tri Setyawati2, Rosa Dwi Wahyuni3,Ryka Marina Walanda2
1Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Dapartemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3 Dapartemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kerusakan hepar yang diakibatkan oleh diabetes melitus adalah reversibel. Salah satu penanda adanya kerusakan sel hepar adalah meningkatnya kadar AST. Jenis terapi herbal yang digunakan dalam pengobatan alternatif yaitu, daun kelor (Moringa oleifera) yang memiliki kandungan flavanoid yang berperan sebagai antioksidan. Selain itu, daun kelor (Moringa oleifera) juga memiliki aktivitas hepatoprotektif.
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar AST tikus wistar model diabetes melitus yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah True Experimental Post Test Only dengan group control design. Dalam penelitian ini menggunakan hewan coba tikus 10 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok 1 sebagi kelompok normal, kelompok 2 sebagai kontrol negatif, kelompok 3 sebagai kontrol positif, kelompok 4 sebagai perlakuan dosis 400 mg/kgBB dan kelompok 5 perlakuan dosis 800 mg/kgBB. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS dan menggunakan uji statistik non parametrik yaitu Kruskal Wallis.
Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian dengan uji Kruskal Wallis adalah P-value sebesar 0,274 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan terhadap kadar AST serum dari kelima kelompok.
Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) tidak memberikan efek yang signifikan terhadap kadar AST tikus model DM Tipe 2 yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak.
Kata Kunci: Moringa oleifera, Aspartate Aminotransferase (AST), Diabetes Melitu
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN IVA UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WPUS DI KELURAHAN LAYANA
ABSTRAK
MIPTAHUL JANNAH. Faktor yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan IVA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks pada WPUS di Kelurahan Layana (di bawah bimbingan Sitti Radhiah)
Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah kanker payudara pada perempuan di Indonesia. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di Kota Palu, Puskesmas yang memiliki cakupan pemeriksaan IVA yang terendah yaitu Puskesmas Talise sebesar 6,75%, dimana indikator capaian dari pemeriksaan IVA yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia yaitu pada sekurang-kurangnya 80% penduduk sasaran. Pada tahun 2021-2022 jumlah WPUS yang melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Talise yang terendah berada di Kelurahan Layana yaitu sebanyak 19 WPUS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks pada WPUS di Kelurahan Layana. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu WPUS berjumlah 763 orang dengan sampel sebanyak 89 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis yang digunakan yaitu uji statistik chi-square (
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA REMAJA DI KOTA PALU
ABSTRAK
ALIFIA NUR PUTRI. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan di Masa Pandemi Covid-19 pada Remaja di Kota Palu (di bawah bimbingan Herman)
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Februari 2023
Pandemi Covid-19 menjadi peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat bukan hanya kesehatan fisik, akan tetapi mengancam kondisi psikologis yang dapat memicu kecemasan berlebih pada semua masyarakat. Prevalensi kejadian tertinggi gangguan kecemasan dan depresi di indonesia yaitu berada di Sulawesi Tengah sebanyak 19,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan di masa pandemi Covid-19 pada remaja di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 71.552 orang, dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis accidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu chi-square dengan nilai α=5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value=0,002) usia (p-value=0,003) dan pengetahuan (p-value=0,025) dengan tingkat kecemasan di masa pandemi Covid-19 pada remaja di Kota Palu. Saran yang dapat diberikan kepada remaja di Kota Palu agar dapat mengontrol kecemasan mereka dengan mengenali pemicu kecemasan dan rasa takut mereka dengan manajemen kecemasan seperti menenangkan diri secara fisik dan mental serta berfikir positif sebagai upaya mengurangi kondisi kecemasan di masa pandemi Covid-19.
Kata Kunci : Covid-19, Kecemasan, Remaj
Gambaran perilaku pasien kasus baru schistosomiasis di Puskesmas Wuasa Tahun 2022.
GAMBARAN PERILAKU PASIEN KASUS BARU SCHISTOSOMIASIS DI PUSKESMAS WUASA TAHUN 2022
Fatimah Azzahra Ramdhani*, David Pakaya**, Devi Oktafiani***, Vera Diana Towidjojo***
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Terjadi peningkatan kasus schistosomiasis dari sebelumnya 45 kasus di tahun 2019 menjadi 245 kasus pada tahun 2022, perilaku masyarakat tentunya berpengaruh dalam peningkatan kasus tersebut.
Tujuan: Mengetahui insidensi dan gambaran perilaku pasien schistosomiasis kasus baru di Puskesmas Wuasa tahun 2022.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu sebanyak 58 orang. Instrumen yang digunakan adalah rekam medik untuk data insidensi dan kuesioner untuk data perilaku berupa pekerjaan petani, perilaku buang air besar (BAB) di sungai, mandi atau mencuci di sungai, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan konsumsi obat profilaksis.
Hasil: Total kasus schistosomiasis di Puskesmas Wuasa tahun 2022 sebanyak 103 pasien dengan 58 kasus baru. Sebanyak 31 orang (53,4%) bekerja sebagai petani, 56 orang (96,6%) tidak BAB di sungai, 56 orang (96,9%) tidak mandi atau mencuci di sungai, 44 orang (75,9%) tidak menggunakan APD pada saat berada di daerah fokus keong, dan 58 orang (100%) tidak aktif konsumsi obat profilaksis.
Kesimpulan: Insidensi schistosomiasis di Puskesmas Wuasa tahun 2022 adalah 56,3%. Gambaran perilaku pasien kasus baru schistosomiasis dominan bekerja sebagai petani, tidak menggunakan APD saat berada di daerah fokus keong, BAB di jamban keluarga, tidak mandi atau mencuci di sungai, dan secara kesuluruhan tidak mengkonsumsi obat profilaksis.
Kata kunci: schistosomiasis, perilaku, insidensi
Analisis Determinan Sosial Terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
ANALISIS DETERMINAN SOSIAL TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS PANTOLOAN KOTA PALU
Ketut Suarayasa*., Sumarni**.,Zainul Ramadhan***., Rifky Mulya Ismawan****
*Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan anak, dimana dalam hal ini mengacu terhadap pertumbuhan linear dan juga kekurangan gizi anak. Dampak dari stunting dapat menyebabkan peningkatan risiko morbiditas dan mobilitas serta mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan mental anak. Puskesmas Pantoloan merupakan salah satu puskesmas dengan prevalensi kejadian stunting tertinggi di Kota Palu.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara determinan sosial terhadap kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik observasional dengan melakukan pendekatan retrospective dengan metode case control. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner oleh orangtua balita stunting dan tidak stunting. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian adalah 144 balita, dengan jumlah 72 balita stunting dan 72 balita tidak stunting.
Hasil : Penelitian yang dilakukan didapatkan hasil tidak adanya hubungan antara determinan sosial dengan kejadian stunting. Pendidikan kepala keluarga memberikan hasil (p=0.172) dan pendidikan ibu (p=0.696), pekerjaan kepala keluarga memberikan hasil (p=0.222) dan pekerjaan ibu memberikan hasil (p=0.731), dan pendapatan kepala keluarga memberikan hasil (p=0.111) dan pendapatan ibu memberikan hasil (p=1.000).
Kesimpulan : Pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua, dan pendapatan orangtua tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Pantoloan Kota Palu.
Kata Kunci : Stunting, pendidikan, pekerjaan, pendapata