4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2021-2022
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2021-2022
Andi Nurul Andini1, Rosa Dwi Wahyuni2, Ryka Marina Walanda3, Devi Oktafiani4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3,4Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh vektor nyamuk dari spesies Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Demam berdarah dengue (DBD) telah menjadi masalah global, khususnya di Asia, karena menjadi penyebab utama kematian yang cukup besar. Demam berdarah dengue terbagi menjadi 4 derajat, yaitu derajat I, II, III, dan IV. Nilai rasio neutrofil dan limfosit (RNL) sebagai prediktor atau marker inflamasi. Didapatkan hitung neutrofil meningkat dan hitung limfosit menurun pada inflamasi kronik.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasio neutrofil limfosit (RNL) pada pasien demam berdarah dengue di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021-2022.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis secara klinis menderita demam berdarah dengue tahun 2021- 2022 dan tercatat di bagian rekam medis sebanyak 269 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian dengan menggunakan total sampling.
Hasil : Dari hasil uji korelasi Spearman didapatkan adanya hubungan antara RNL dan derajat demam berdarah dengue dengan nilai p=0,004 dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,159.
Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara RNL dan derajat demam berdarah dengue di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021-2022.
Kata Kunci : DBD, Derajat DBD, Neutrofil, Limfosit, RN
FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE
ABSTRAK
EVAHARSITA NEKE. Faktor Risiko Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. (Di bawah bimbingan Muhammad Jusman Rau, S.KM., M.kes).
Peminatan Epidemiologi
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Skripsi, Palu 2023
Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Palu pada tahun 2022 mengalami peningkatan/penambahan kasus sebesar 640 kasus. Puskesmas Talise merupakan salah satu puskesmas dari tiga belas puskesmmas yang ada di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas Talise. Jenis penelitian ini adalah “analitik observasional”. Rancangan penelitian ini adalah kasus control . Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita DBD yaitu berjumlah 95 orang dan yang bukan penderita DBD ,dengan menggunakan rumus slovin di dapatkan sampel sebayak 77orang. Dimana jumlah kasus dan kontrol 1:1 yang artinya sampel kasus sebanyak 77 sampel dan sampel kontrol sebanyak 77 sampel. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara Random Sampling dan sampel yang diperoleh disebut sampel random. Analisis yang di gunakan yaitu uji Chi-square dengan rumus Odd Ratio dengan nilai Confidence interval (CI) = 95%. Hasil penelitian ini menunjukan Lingkungan Fisik yang kurang baik berisiko 2,462 kali lebih tinggi, pengetahuan yang kurang beresiko 2,272 kali lebih tinggi, sikap yang kurang baik berisiko 2,541 kali lebih tinggi, dan tindakan yang kurang baik 2,306 kali lebih tinggi terjadi untuk kasus demam berdarah dengue.
Kata Kunci : DBD, Lingkungan Fisik, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
ANALISIS RISIKO PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI DI DESA KOLONO KECAMATAN BUNGKU TIMUR KABUPATEN MOROWALI
ABSTRAK
FADILLAH. Analisis Risiko Paparan Pestisida pada Petani di Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali (di bawah bimbingan Pitriani, S.KM., M.Kes.)
Peminatan Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu
Pemakaian pestisida yang tidak tepat dapat membahayakan kesehatan petani dan konsumen, mikroorganisme non target serta berdampak pada pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memberikan gambaran terkait risiko paparan pestisida di Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi pada penelitian ini adalah semua petani yaitu 103 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 82 orang petani. Pengelolaan data menggunakan analisis univariat dan analisis risiko dengan mengacu pada matriks analisis risiko kualitatif (level risiko) AS/NZS 4360:2004. Berdasarkan hasil penelitian diketahui proses penggunaan pestisida ditemukan 6 (enam) risiko dalam kategori H (High), antara lain pada peralatan yang kurang bersih, saat mengaduk serta mencampur pestisida, saat menyemprot melawan arah angin, tidak menggunakan kacamata dan masker, risiko akibat tumpahan pestisda, dan saat petani mencuci peralatan penyemprotan bekas pestisida, serta 1 (satu) risiko dalam kategori M (Medium) yaitu pada proses penyimpanan peralatan baik didalam maupun diluar rumah. Terdapat 5 (lima) gangguan kesehatan serta gejala keracunan yang telah dirasakan petani dalam proses penggunaan pestisida tersebut yaitu sakit kepala 63.4%; pusing 61.0%, rasa terbakar 59.8%, bercak merah/putih dikulit 54.9%; serta mual 51.2%. Adapun bahaya yang masuk dalam kategori tinggi harus lebih diperhatikan seperti pada saat melakukan penyemprotan untuk lebih mengurangi lamanya waktu penyemprotan, tidak menyemprot melawan arah angin dan diharapkan selalu menggunakan alat pelindung diri yang lengkap terutama sarung tangan dan masker untuk terhidar dari kontak langsung dengan pestisida.
Kata Kunci: ARKL, Matriks Risiko, Pestisida, Petani, Risik
STRATEGI P4GN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI SULAWESI TENGAH DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DIKALANGAN PELAJAR DI KOTA PALU
ABSTRAK
NI PUTU CRISDIANA WATI. Strategi P4GN Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Pelajar di Kota Palu ( di bawah bimbingan bapak Herman, S.KM., M.Med.Ed)
Peminatan Promosi Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarkat
Universitas Tadulako
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi promotif, preventif dan rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Pelajar Melalui P4GN. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian di Kantor BNN Provinsi Sulawesi Tengah yang bertempat di Kota Palu Jalan Dewi Sartika No 49 Palu. Responden dalam penelitian ini merupakan orang yang langsung menangani program P4GN. Pengolahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan analisa yang akan dideskripsikan kedalam sebuah kata-kata. Adapun hasil penelitian ini adalah pertama, strategi Promotif dengan melakukan kegiatan berupa penyebaran informasi, edukasi dan kampanye pagelaran seni, strategi soft power approach, kerjasama dengan pihak terkait dan terakhir menyediakan fasilitas tranfortasi serta program promotif dijalankan dengan hasil yang sangat Efektif. Kedua, strategi preventif melakukan kegiatan talkshow, penyuluhan dan kampanye-kampanye serta program preventif yang telah dilaksanakan oleh BNN sangat efektif. Ketiga, strategi Rehabilitatif yang dilaksanakan oleh BNN provinsi Sulawesi Tengah yaitu Psikotes, Konseling dengan waktu 8 kali pertemuan setiap orang yang dinyatakan positif Narkotika yang dilakukan oleh Konselor. Akan tetapi program yang dijalankan kurang efektif.
Kata Kunci : Promotif, Preventif, Rehabilitasi,Narkotik
PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SMP NEGERI 9 PALU
ABSTRAK
Putri Maharani Sukirman, Perilaku Merokok Pada Remaja di SMP Negeri 9 Palu (di bawah Bimbingan Sadli Syam)
Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Merokok sangat memberikan efek negatif bagi anak di bawah umur baik dari aspek fisiologis maupun aspek psikologis. Merokok juga dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan seorang anak. Berdasarkan data UNICEF pada tahun 2021 dari 270 juta jiwa penduduk Indonesia terdapat 46 juta jiwa penduduk usia remaja usia 10-19 tahun. Usia 10-14 sebanyak 23,5 juta jiwa dan usia 15-19 tahun sebanyak 22,5 juta jiwa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan data dari guru BK tercatat dari bulan januari sampai bulan maret 2022 terdapat 30 orang yang kedapatan merokok di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku merokok pada remaja di SMP Negeri 9 Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dalam perilaku merokok cukup baik mengenai apa bahaya merokok. Sikap sebagian besar informan terhadap perilaku merokok kurang baik karena masih menerima ajakan teman sebaya untuk merokok. Akses untuk mendapatkan rokok cukup mudah dengan membeli rokok eceran di kios dekat sekolah. Teman sebaya memberikan pengaruh besar pada perilaku merokok di sekolah.
Kata kunci : Perilaku Merokok, Remaja
PERILAKU REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DI KOTA PALU
ABSTRAK
Chesyani Shinta Megawati Tulak, Perilaku Remaja Pengguna Narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kota Palu (dibawah bimbingan Sadli Syam)
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Permasalahan narkoba di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat darurat dan kompleks khususnya pada remaja. Berdasarkan data yang ditemukan peneliti bahwa BNN Kota Palu merehabilitasi sejumlah 60 orang penyalahguna narkoba di Kota Palu, BNN mencatat data tersebut, dari jumlah 60 orang tertinggi pada umur 18 - 25 tahun sebanyak 20 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku remaja pengguna narkoba di Badan Narkotika Nasional di Kota Palu. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 11 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan informan sudah cukup baik mengenai apa bahaya dan dampak menggunakan narkoba namun pengetahuan informan kurang baik pada jenis - jenis narkoba serta kurang mengetahui dampak dan bahaya menggunakan narkoba dalam jangka panjang. Adapun sikap semua informan terhadap perilaku pengunaan narkoba berada pada tahap menerima dan memperhatikan ajakan teman sebaya mereka untuk menggunakan narkoba. Pada kemudahan akses mendapatkan narkoba, informan mendapatkan narkoba dengan cara membeli melalui media sosial, melakukan transaksi melalui teman dan dibeli dengan ukuran dan berat tertentu. Sedangkan pada teman sebaya informan, mereka hanya menjadi pengamat para pengguna narkoba dan malas untuk menegur dan menasehati. Sehingga, teman sebaya menjadi faktor terbesar yang paling berpengaruh dalam perilaku pengguna narkoba informan itu sendiri. Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan pihak BNN provinsi maupun kota lebih meningkatkan serta memperluas target sasaran sosialisasi yang sasarannya bukan hanya sebatas instansi sekolah melainkan seluruh sasaran publik .
Kata Kunci : Perilaku, Remaja, Narkoba dan Covid-1
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU WPUS DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS METODE IVA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI
ABSTRAK
KEZIA RHEMA TA’DUNG LEBANG. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku WPUS dalam Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Metode IVA di wilayah Puskesmas Birobuli (di bawah bimbingan Sitti Radhiah)
Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Kanker serviks adalah kanker paling umum kedua dan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita yang sebagian besar ditemukan di negara berkembang. Salah satu negara berkembang yang terletak di Asia Tenggara ialah Indonesia yang memiliki jumlah insidensi penyakit kanker serviks cukup tinggi. Pemeriksaan visual kanker serviks menggunakan asam asetat (IVA) dapat dipertimbangkan sebagai alternatif penapisan sitologis. Berdasarkan data Profil Puskesmas Birobuli pada tahun 2022 terhitung dari bulan Januari-Juli sebesar 87 wanita pasangan usia subur (WPUS) yang melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di wilayah kerja Puskesmas Birobuli. Angka tersebut masih belum memenuhi target cakupan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar 30%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku wanita pasangan usia subur (WPUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks metode IVA di wilayah Puskesmas Birobuli. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 3.841 dengan sampel berjumlah 100 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pengetahuan (p= 0,002) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,005), serta tidak ada pengaruh antara sikap (p=0,762) dan dukungan suami (p=0,752) dengan perilaku WPUS dalam melakukan deteksi dini kanker serviks metode IVA di wilayah Puskesmas Birobuli. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan pada wanita pasangan usia subur mengenai pentingnya pencegahan kanker serviks dengan mengajak untuk memeriksa secara dini kanker serviks dengan Metode IVA.
Kata Kunci: Kanker Serviks, Metode IVA, Pengetahua
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA SMA NEGERI 1 PARIGI TENGAH
ABSTRAK
Adhitia Nurul Aulia. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Makan Pada Remaja SMA Negeri 1 Parigi Tengah. (Dibimbing Oleh Devi Nadila, S.KM., M.Kes).
Perilaku makan merupakan suatu kondisi yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap tata krama makan, frekuensi makan, pola makan, kesukaan makan dan pemilihan makanan. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat remaja usia 13-15 tahun dengan kondisi kurus (8,7%) dan terdapat remaja usia 16-18 tahun dengan kondisi sangat kurus yaitu (8,1%). Prevalensi berat badan lebih pada remaja usia 13-15 tahun sebesar (16,0%) dan pada remaja usia 16-18 tahun (13,5%). Data Sulawesi Tengah, prevalensi status gizi yaitu remaja kurus (7,5%), overweight (8,1), dan obesitas (3,1%). Data tersebut merepresentasikan kondisi gizi pada remaja di Indonesia yang harus diperbaiki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Makan Remaja SMA Negeri 1 Parigi Tengah. Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan responden adalah remaja berusia 15-17 tahun sejumlah 102 responden. Analisis data menggunkan uji chi-square dengan taraf signifikan p-value (0,05). Hasil penelitian menjelaskan tidak terdapat hubungan pengetahuan gizi (p = 0,624), teman sebaya (p = 0,267), aktivitas fisik (p = 0,233) dengan perilaku makan siswa kelas X SMA Negeri 1 Parigi Tengan dan terdapat hubungan sikap dengan perilaku makan siswa kelas X SMA Negeri 1 Parigi Tengah. Perilaku makan dipengaruhi oleh multi faktor yang saling berkaitan seperti pola makan keluarga, keadaan ekonomi, ketersediaan dan akses pangan, serta lingkungan sosial.
Kata Kunci : Pengetahuan gizi, sikap, teman sebaya dan aktivitas fisi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI
ABSTRAK
FADHILAH MAGFIRA SUPIT. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil diwilayah Kerja Puskesmas Birobuli (di bawah bimbingan Rosmala Nur).
Peminatan Biostatitik, KB, dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Juni 2023
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa salah satu penyebab kematian ibu di negara berkembang adalah anemia dalam kehamilan. Faktor yang meningkatkan terjadinya anemia diantaranya adalah faktor yang berkaitan dengan Kunjungan ANC, paritas, kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2021 cakupan Anemia yang masih relative tinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Birobuli yaitu sebesar 29,2%, dengan ambang batas masalah anemia sebagai masalah kesehatan masyarakat >20%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Hubungan Kunjungan ANC, Paritas dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Birobuli. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 808 orang. Sampel berjumlah 85 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ONGKA KABUPATEN PARIGI MOUTONG
ABSTRAK
SELLA SEPTIANI. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ongka Kabupaten Parigi Moutong (dibimbing oleh Ibu Nurulfuadi).
Prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia tahun 2019 sebesar 48,9% dan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2018 menunjukkan proporsi anemia pada ibu hamil sebesar 38,7%. Berdasarkan data dari Puskemas Ongka Kabupaten Parigi Moutong diketahui prevalensi ibu hamil yang anemia sebesar 17%. Anemia pada kehamilan ditentukan apabila kadar hemoglobin (Hb