4897 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID (TT) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NOSARARA
ABSTRAK
NADHIRAH AINUL YAQIN. Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Nosarara (di bawah bimbingan Sitti Radhiah).
Peminatan Biostatistik, KB, dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Kasus kejadian tetanus neonatorum terhitung sekitar 50% kematian di negara berkembang. Strategi yang dilakukan untuk menurunkan kasus tetanus neonatorum adalah memenuhi target cakupan imunisasi tetanus toksoid. Target imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yaitu 80%. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (2021) menunjukkan bahwa cakupan imunisasi TT pada ibu hamil mengalami penurunan dari tahun 2019. Pada tahun 2019 sebesar TT1 : 34,7%, TT2 : 36,9%, tahun 2020 sebesar TT1 : 22,7%, TT2 : 24,6%, dan tahun 2021 sebesar TT1 : 16,3%, TT2 : 15,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Nosarara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi berjumlah 468 ibu hamil dengan sampel sebanyak 215 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Analisis yang digunakan yaitu uji statistik chi-square (
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO, AKTIVITAS FISIK, DENGAN STATUS GIZI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 6 KOTA PALU
ABSTRAK
REYDITHA ANGGI AFRILIA, Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro, Aktivitas fisik, dengan Status Gizi Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Kota Palu (dibimbing oleh Nurulfuadi S,KM.,M.Si)
Di Indonesia permasalahan gizi yang sedang dihadapi adalah masalah gizi lebih dan juga gizi kurang. Konsumsi makanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan status gizi menjadi tidak baik karena kebutuhan energi seseorang ditentukan oleh efek makanan yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro, aktivitas fisik dengan status gizi siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kota Palu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 siswa. Pengukuran tingkat kecukupan zat gizi menggunakan kuesioner Recall 2 x 24 jam , pengukuran tingkat aktivitas fisik menggunakan kuesioner IPAQ. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan uji kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat kecukupan energi dengan status gizi, sebanyak 66,7% responden tergolong memiliki tingkat kecukupan lebih, salah satu pemicunya karena terlalu banyak mengonsumsi makanan sumber karbohidrat yang berlebih. Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan status gizi, sebanyak 48,3% responden yang tergolong memiliki tingkat kecukupan kurang dikarenakan rata-rata dari mereka kurang mengonsumsi makanan yang sumber protein, akibat kurangnya pengetahuan sumber protein yang beragam. Sebanyak 51,7% responden tergolong memiliki tingkat kecukupan karbohidrat yang kurang karena responden lebih suka mengonsumsi snack. Ada hubungan antara Aktivitas fisik dengan status gizi, responden banyak melakukan aktifitas fisik dikegiatan sekolah, salah satu faktor membentuk status gizi seseorang adalah dengan melakukan aktifitas fisik. Tidak ada hubungan tingkat kecukupan lemak dengan status gizi hal ini karena kurang konsumsi makanan sumber lemak hewani, adanya beberapa siswa yang tidak mengonsumsi daging dan telur. Diharapkan siswa yang bersekolah di SMA Negeri 6 Kota Palu dapat memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetap melakukan aktivitas fisik yang baik salah satunya dengan mengikuti kegiatan sekolah dan berolahraga, dan mengonsumsi makanan sumber zat gizi yang lebih beragam.
Kata kunci : Asupan Zat Gizi, Aktivitas fisik, Status giz
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DONGGALA
ABSTRAK
Intan. Hubungan Faktor Perilaku Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Donggala
(di bawah Bimbingan Dilla Srikandi Syahadat)
Peminatan Epidemiologi
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tingginya prevalensi kejadian stunting di Indonesia memerlukan upaya dalam menanggulangan dan mencegah stunting sejak dini. Puskesmas Donggala merupakan wilayah kerja daerah Kabupaten Donggala dengan masalah stunting sebesar 23,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu, pemberian ASI eksklusif, dan Pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada baduta di UPTD Puskesmas Donggala. Jenis penelitian ini dengan metode kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 2.568 orang, setelah menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 126 responden. Penarikan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dengan menggunakan kritera inklusi dan eksklusi. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu (p-value=0,000), pemberian ASI eksklusif (p-value=0,000) dan pemberian MP-ASI (p-value=0,000) dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Donggala. Diharapkan kepada ibu dari balita dapat meningkatkan pengetahuan mengenai gizi kemudian menerapkan pemberian ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI yang tepat serta tenaga kesehatan terus memberikan penyuluhan berupa edukasi untuk meningkatkan pengetahuan kepada ibu baduta sehingga dapat mengurangi resiko penyebab kejadian stunting.
Kata Kunci : Stunting, Pengetahuan Gizi Ibu, ASI Eksklusif, MP-AS
FAKTOR â FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DONGGALA KECAMATAN BANAWA KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK
MOH. RIDHO PRATAMA GUCHI. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Donggala Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah (dibimbing oleh Prof. Dr. Nurdin, M.Si., M.Kes)
Stunting merupakan keadaan dimana kondisi anak terlihat pendek atau sangat pendek akibat kurangnya asupan nutrisi. Keadaan ini dapat disebabkan oleh pola asuh dari ibu yang kurang atau tidak memadai seperti contohnya tidak memberikan kolostrum saat bayi lahir dan tidak diberikannya ASI Eksklusif secara intensif selama 0-6 bulan. Selain itu pengetahuan ibu tentang gizi juga sangat berpengaruh pada status gizi anak karena jika ibu memiliki pengetahuan tentang gizi yang baik makan ibu akan mengetahui cara yang baik dalam merawat anak dan dapat menjaga status gizi anak dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas donggala kabupaten donggala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh balita usia 24-59 bulan dengan jumlah 430 dan sampel sebanyak 207 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariate dengan menggunakan dengan uji chi square menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,000), ASI Eksklusif (p=0,001) dan Kolostrum (p=0,000) dengan kejadian Stunting. Adapun saran kepada masyarakat yaitu lebih memperhatikan asupan anak saat baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya kejadian Stunting.
Kata Kunci : Asi Eksklusif, Kolostrum, Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Stuntin
GAYA HIDUP PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN PASANGKAYU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASANGKAYU 1
ABSTRAK
Gaya Hidup Pada Penderita Hipertensi Di Kelurahan Pasangkayu Wilayah Kerja
Puskesmas Pasangkayu 1 Tahun 2023.
Putri Intan Rusli. IR, N21020030
Program Studi D3 Keperawatan Universitas Tadulako
Kata Kunci : Hipertensi, Gaya Hidup
Latar belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Meningkatnya kejadian hipertensi pada seseorang dapat diakibatkan oleh gaya hidup mereka yang tidak sehat. Gaya hidup tersebut adalah aktifitas fisik yang kurang, makan makanan yang banyak mengandung garam, Stress dan merokok.Tujuan : Untuk mengetahui gaya hidup pada penderita hipertensi usia (15 – 59) tahun di wilayah kerja puskesmas pasangkayu 1 di kelurahan pasangkayu tahun 2023. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampel sebanyak 49 responden. Pada penelitian ini peneliti menggunakan koesioner yang akan dibagi pada pasien hipertensi di kelurahan pasangkayu wilayah kerja puskesmas pasangayu 1. Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh karakteristik pasien penderita hipertensi di kelurahan pasangkayu wilayah kerja puskesmas pasangkayu 1 tahun 2023 dengan usia 46 – 59 tahun 27 responden (55%), jenis kelamin perempuan 31 responden (63%), tidak memiliki kebiasaan berolahraga 41 responden (83%), kebiasaan konsumsi makanan kurang sehat 28 responden (57%), tidak memiliki kebiasaan konsumsi alcohol 35 responden (71%), tidak merokok 45 responden (91%), memiliki kebiasaan stress 32 responden (65%). Saran : Diharapkan kepada klien untuk mengubah gaya hidupnya kearah yang lebih sehat, terutama mengurangi atau bahkan lebih rutin melakukan aktivitas fisik/berolahraga di waktu luang, mengurangi frekuensi konsumsi makanan berlemak dan asin, mengurangi frekuensi konsumsi minuman beralkohol dan lebih mengontrol keadaan stressnya secara baik serta meningkatkan motivasi untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin dan rutin melakukan aktivitas fisik/olahraga sebagai penetralisir stress akibat pikiran berlebihan.
Daftar Pustaka (2016 – 2023
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERMENKES NOMOR 11 TAHUN 2019 TENTANG PENANGGULANGAN KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU
ABSTRAK
TRIFENI DAMAYANTI RURU Implementasi Kebijakan Permenkes Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu (di bawah bimbingan Muh Ryman Napirah).
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Juni 2023
Penyakit Menular adalah penyakit yang dapat menular ke manusia yang disebabkan oleh agen biologi, antara lain virus, bakteri, jamur, dan parasite. Kusta merupakan penyakit yang termasuk dalam golongan penyakit tular langsung. Kusta masih menjadi masalah kesehatan di indonesia karena menimbulkan masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari segi medis tetapi meluas hingga masalah sosial, ekonomi, dan budaya karena masih terdapat stigma di masyarakat terhadap kusta dan disabilitas yang ditimbulkannya. Puskesmas Sangurara adalah puskesmas yang memiliki jumlah kasus kusta tertinggi dilihat dari jumlah kasus pada 13 Puskesmas di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi dalam implementasi kebijakan permenkes nomor 11 tahun 2019 tentang penanggulangan kusta di wilayah kerja puskesmas sangurara kota palu. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dan in depth interview. Informan penelitian sebanyak 5 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukan bahwa, komunikasi lintas sektor belum maksimal karena sumber daya manusia masih kurang serta tidak ada pelatihan khusus untuk penanggulangan Kusta. Terbatasnya anggaran sehingga pelaksanaannya kurang optimal. Struktur birokrasi telah diatur dalam kebijakan yang ada dan SOP. Sebaiknya Puskesmas Sangurara untuk lebih memperhatikan kembali pelaksanaan penanggulangan kusta sesuai panduan Permenkes dan berperan aktif dalam pelaksanaan Penanggulangan Kusta untuk menurunkan angka kesakitan dan memutus mata rantai penularan Kusta.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Penanggulangan Kust
IMPLENTASI KEBIJAKAN PERMENKES NOMOR 89 TAHUN 2015 TENTANG UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT: UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF PROGRAM USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH(UKGS)DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GALANG KABUPATEN TOLITOLI
ABSTRAK
FITRIANI. Implementasi Kebijakan Permenkes Nomor 89 Tahun 2015 Tentang Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut: Upaya Promotif Dan Preventif Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Galang Kabupaten Tolitoli (di bawah bimbingan Bertin Ayu Wandira, S.KM., M.Kes)
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli Tahun 2019 wilayah yang memiliki angka tertinggi kasus karies pada anak yaitu Puskesmas Galang sebanyak 431 kasus, Puskesmas Lampasio 168 kasus, Puskesmas Dugingis 159 kasus dan Puskesmas Basidondo 77 kasus. Masalah dalam penelitian faktor yang menyebabkan tingginya kasus karies gigi terutama pada anak-anak. Menteri Kesehatan mengeluarkan kebijakan Permenkes Nomor 89 Tahun 2015 Tentang Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut: program usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS). Sehingga hal tersebut diharapkan dapat mencapai tujuan Indonesia bebas karies tahun 2030. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dimensi komunikasi, sumber daya dan disposisi Penerapan Permenkes Nomor 89 Tahun 2015 Tentang Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut: upaya promotif dan preventif program usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS). Jenis penelitian adalah kualitiatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Informan penelitian sebanyak 5 orang. Pengumpulan data melalui triangulasi teknik yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi terkendala terhadap kurangnya sosialisasi dan advokasi yang dilakukan, serta sasaran penyampaian informasi yang belum merata. Sumber daya dari kuantitas maupun kualitas sudah memenuhi. Sementara dari pelatihan dan informasi yang didapatkan belum maksimal. Disposisi sudah baik. Namun dari segi anggaran hanya bersifat operasional. Struktur Birokrasi sudah cukup baik, namun peran dari lintas sektor terkait perlu di tingkatkan. Saran kepada pihak puskesmas agar memperbaiki manajemen dan standar yang sesuai dengan Permenkes Nomor 89 Tahun 2015 Tentang Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut.
Kata Kunci : Implementasi, UKGS, Karies Gig
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2021.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kunjungan Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2023
Cindy Kavita Meldy*, Elli Yane Bangkele**, Miranti**, I Putu Ferry Immanuel White**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan layanan kesehatan yang penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu dan janin, serta mendeteksi dan mencegah komplikasi selama kehamilan. Keberhasilan ANC dapat dilihat dari cakupan kunjungan yang sesuai, keberhasilan ini dapat dipengaruhi beberapa faktor di antaranya pengetahuan dan sikap. Pengetahuan ibu hamil mengenai Antenatal Care berperan penting dalam membentuk sikap, sehingga ibu dapat mengambil tindakan yang tepat. Jika seorang ibu hamil memiliki pemahaman yang baik tentang ANC, kemungkinan ia akan melaksanakan kunjungan ANC sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan Pendekatan Cross- Sectional, melibatkan 61 sampel yang dipilih menggunakan metode Purposive Sampling lalu di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat yang berupa uji Chi-Square.
Hasil: : Berdasarkan hasil uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,007) dan sikap (p=0,000) dengan kunjungan Antenatal Care (ANC)
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sumbersari. Hasil ini menyoroti pentingnya pengetahuan dan sikap dalam melaksanakan kunjungan ANC di Puskesmas tersebut.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kunjungan Antenatal Car
Korelasi Kualitas Tidur Dengan Kejadian Anemia Pada Siswa Siswi Di SMA Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu.
KORELASI KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWA SISWI DI SMA NEGERI MODEL TERPADU MADANI KOTA PALU
Lily Sundari*, Rosa Dwi Wahyuni**, Fitriah Handayani***, Nur Syamsi****
*Mahasiswi Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Anemia merupakan kondisi klinis dengan ciri menurunnya kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit. Prevalensi anemia secara khusus hampir tiga kali lipat terjadi pada remaja dan usia sekolah. Kualitas tidur yang buruk menjadi salah satu faktor penyebab anemia karena dapat mempengaruhi berbagai proses tubuh termasuk pergantian sel dan pembentukan hemoglobin. Kualitas tidur yang buruk sering terjadi pada kelompok pelajar karena kesibukan atau faktor lain seperti kecanduan game, sosial media, ataupun faktor lainnya yang beresiko mengalami anemia.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi kualitas tidur dengan kejadian anemia pada siswa siswi di SMA Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat analitik kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa siswi kelas X, XI, dan XII di SMA Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data diawali dengan uji normalitas. Jika data terdistribusi normal maka akan dilakukan uji korelasi Spearman. Namun, jika data tidak terdistribusi normal maka uji analisis data yang dilakukan adalah uji Somers’d.
Hasil : Hasil uji korelasi Spearman’s rho diperoleh p-value sebesar 0,017 yang menunjukkan terdapat korelasi antara kualitas tidur dengan anemia pada siswa siswi di SMA Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu. Angka koefisien korelasi sebesar 0,246 yang berarti tingkat kekuatan hubungan antar variabel sangat lemah.
Kesimpulan : Terdapat korelasi antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada siswa siswi di SMA Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu.
Kata Kunci : Kualitas tidur, Anemia, Kadar hemoglobin, Remaj
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI SMA LAB SCHOOL UNTAD PALU
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI SMA LAB SCHOOL UNTAD PALU
A.Nadya Febryanti Natsir1, Ryka Marina Walanda2, Sumarni3, Rabiatul Adawiyah4
1Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Bagian Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
4Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
** Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Dismenore atau nyeri haid adalah keluhan yang mungkin diperoleh wanita selama masa menstruasi. Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi yang sering bersamaan dengan gejala seperti berkeringat, sakit kepala, diare dan muntah. Dismenore dibagi menjadi dua yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer adalah nyeri menstruasi tanpa kelainan pada organ genitalia dan hampir selalu muncul lebih sering pada wanita berusia 20 atau lebih muda setelah siklus ovulasi mereka tetap. Di Indonesia angka kejadian dismenore adalah 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Angka kejadian dismenore terjadi sekitar 45-95% wanita usia produktif 54,89% diantaranya adalah dismenore primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap kejadian dismenore pada siswi SMA Lab School Untad Palu.
Metode: Penelitian ini dilakukan studi analitik observasional menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel diambil berdasarkan teknik purposive sampling dengan total sampel sebanyak 58 siswi kelas XI dan XII di SMA Lab School Untad Palu.
Hasil penelitian: Berdasarkan analisis data uji mann-whitney menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara status gizi terhadap kejadian dismenore didapatkan nilai P value: 0,000
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan kejadian dismenore.
Kata Kunci: Status Gizi, Remaja, Menstruasi, Dismenor