4897 research outputs found
Sort by
Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022
Luh Vani Febianti1, Junjun Fitriani2, Miranti3, Muhamad Zainul Ramadhan4
1. Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2. Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3. Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4. Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Status gizi tidak normal dapat mempengaruhi siklus menstruasi seseorang, persen lemak didalam tubuh sangat penting karena berpengaruh terhadap pembentukan hormone esterogen, hormone ini akan berperan dalam mengatur siklus menstruasi. Status gizi seseorang akan berpengaruh pada stimulasi hipofisis anterior untuk mengekskresi FSH (Folicle Stimulating Hormone) dan LH (Leuteinizing Hormone). Kadar esterogen yang tinggi akan memberikan feedback negatif terhadap produksi GnRH (Gonadotropin Hormone) melalui sekresi protein inhibitor yang menyebabkan terjadinya hambatan pada proses kerja hipofisis anterior dalam memproduksi hormone FSH. Hal ini akan memicu terjadinya gangguan proliferasi folikel sehingga folikel tidak dapat terbentuk secara matang sehingga memperpanjang siklus menstruasi
Tujuan: Mengetahui Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional untuk menganalisis hubungan status gizi dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitan Tadulako Angkatan 2022. Teknik pengambilan sampel yaitu Total sampling. Sampel penelitian sebanyak 108 sampel dengan uji Chi-Square
Hasil: Hasil pada penelitian ini didapatkan p-value 0,005 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan siklus menstruasi.
Kesimpulan: Hasil status gizi paling banyak didapatkan mahasiswi dengan gizi baik, hasil siklus menstruasi paling banyak didapatkan mahasiswi dengan siklus menstruasi normal. Terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi.
Kata Kunci: Status Gizi; Siklus Menstruas
SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT BUDI AGUNG KOTA PALU
ABSTRAK
Gita. Sistem Pengelolaan Limbah Padat Medis pada Masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Budi Agung Kota Palu
(di bawah Bimbingan Pitriani)
Peminatan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Pengolahan limbah medis adalah mengubah karakteristik biologis dan/atau kimia limbah sehingga potensi bahayanya terhadap manusia berkurang atau tidak ada. World Health Organization (WHO) melaporkan limbah yang dihasilkan layanan kesehatan (rumah sakit) hampir 80% berupa limbah umum dan 20% berupa limbah bahan berbahaya. Limbah infeksius yang dihasilkan pada masa pandemi Covid-19 ini mengalami peningkatan tercatat bulan Maret 2020 di Indonesia, total limbah baik APD dan limbah medis yang diolah di insinerator berjumlah 4500kg. Dalam data Rumah Sakit Budi Agung hasil limbah padat medis yang terendah ada pada tahun 2019 dengan berat limbah medis 710 kg dan jumlah kemasan 32 dos, dan yang tertinggi dengan berat limbah medis 3.001 kg dan jumlah kemasan 100 karton/plastik. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 4 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengelolaan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan informan terkait pengelolaan limbah padat medis belum sepenuhnya sesuai karena masih ada yang kurang mengetahui pasti terkait pengelolaan limbah padat medis. Penggunaan APD yang bisa disesuaikan lagi untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Untuk pembersihan troli sebaiknya menggunakan cairan yang sesuai.
Kata Kunci : Pengelolaan Limbah Padat Medis, Covid-19
PERILAKU REMAJA PUTRI TERHADAP PERKAWINAN USIA DINI DI KECAMATAN BARAS KABUPATEN PASANGKAYU
ABSTRAK
SITI AISA M. Perilaku Remaja Putri Terhadap Perkawinan Usia Dini di Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu (di bawah bimbingan Arwan)
Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Mei 2023
Terdapat 60 remaja Kecamatan Baras melakukan perkawinan usia dini, tanpa mengetahui makna pernikahan dampak yang dapat timbul yaitu resiko kematian pada ibu saat persalinan karna kondisi organ reproduksi belum berkembang serta dapat juga menibulkan kematian pada bayi. Menurut BPS tahun 2021 Sulawesi Barat memiliki kasus pernikahan dini sebanyak 17.71%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku remaja putri tehadap perkawinan usia dini di Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah informan 11 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menujukan pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini masih kurang, demikian pula dengan sikap remaja memilih pernikahan dini atas keinginan diri sendiri karena sudah mengalami hamil diluar nikah serta dukung orang tua yang mempercayai pamali jika menolak lamaran laki-laki sehingga hal ini yang memperkuat keputusan remaja untuk menikah dini. Diharapkan bagi pemerintahan Kabupaten Pasangkayu, untuk lebih memperhatikan persoalan perkawinan usia dini dengan beberapa program yang diupayakan terkait meminimalisir kasus perkawinan usia dini dengan mengawal masyarakat untuk mengedukasi hal terebut.
Kata Kunci : Perilaku, Perkawinan Usia Dini, Remaja Putri
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN SMARTPHONE, AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SMA NEGERI 1 PALU
ABSTRAK
NURUL KHATIMAH, Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone, Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Status Gizi pada Siswa Di SMA Negeri 1 Palu
(Dibimbing oleh Nurulfuadi, S.KM., M.Si)
Data Riskesdas pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi rendah dan sangat rendah. Selain itu terdapat 8,7% remaja usia 13-15 tahun dan 8,1% remaja usia 16-18 tahun denga n kondisi kurus dan sangat kurus. Sedangkan prevalensi kegemukan dan obesitas sebesar 16,0% pada remaja usia 13-15 tahun dan 13,5% pada remaja usia 16-18 tahun. Dengan adanya kemudahan teknologi yang diberikan oleh smartphone disisi lain justru menyebabkan intensitas penggunaan smartphone yang berlebihan, tingkat aktivitas fisik rendah, membuat pola makan menjadi kurang sesuai sehingga dalam jangka panjang dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan durasi penggunaan smartphone, aktivitas fisik dan pola makan dengan status gizi pada siswa di SMA Negeri 1 Palu. Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 217 orang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu yang berusia 15-17 tahun. Data diuji dengan metode Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan durasi penggunaan smartphone (p = 0,006) dan aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,001) sedangkan pola makan menunjukan tidak ada hubungan (p = 0,376) dengan status gizi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya hubungan durasi penggunaan smartphone, aktivitas fisik dengan status gizi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu dan tidak terdapat hubungan pola dengan status gizi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu
Kata Kunci : Penggunaan Smartphone,Aktivitas Fisik, Pola Makan, Status Giz
KADAR FITOKIMIA, β-KAROTEN, DAYA ANTIOKSIDAN DAN NUTRITION FACT COOKIES KOMBINASI TEPUNG UBI JALAR UNGU DAN PUREE PISANG AMBON SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ALTERNATIF
ABSTRAK
RISKI FARADILLAH SARI. Kadar Fitokimia, β-karoten, Daya Antioksidan dan Nutrition Fact Cookies Kombinasi Tepung Ubi Jalar Ungu dan Puree Pisang Ambon Sebagai Makanan Selingan Alternatif (Dibimbing Prof. Dr. Nurdin, M.Si., M.Kes.).
Diabetes dapat terjadi karena adanya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh dikarenakan tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, pemicu lainnya yaitu kecenderungan mengonsumsi makanan tinggi gula namun kurang asupan serat, oleh sebab itu dibutuhkan selingan alternatif sebagai pencegahan terhadap diabetes maupun penyakit degeneratif penyertanya dengan kandungan indeks glikemik rendah dan sumber antioksidan berupa senyawa antosianin, tanin dan fenolat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fitokimia, β-karoten dan daya antioksidan serta penentuan nutrition fact cookies ubi jalar ungu dan puree pisang ambon berdasarkan formula yang telah ditentukan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Faktor yang menjadi uji coba adalah banyaknya tepung ubi jalar ungu dan puree pisang ambon yang ditambahkan dalam formula cookies. Metode penentuan kadar fitokimia, dan β-karoten menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Sedangkan analisis daya antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH (2,2–Diphenyl-1-Pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan kadar antosianin, tanin, fenolat, β-karoten dan IC50 tertinggi terdapat pada F1 secara berturut-turut yaitu sebesar 1,932 mg/100g,1,526 g/100g ekstrak,1,297 gGAE/100, 0,0419 g/100g dan 94,094 ppm. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan secara signifikan pada kadar fitokimia, β-karoten dan daya antioksidan dari berbagai jenis formulasi cookies tepung ubi jalar ungu dan puree pisang ambon p < 0,05. Penentuan nutrition fact dilakukan berdasarkan acuan label gizi cookies tepung ubi jalar ungu dan puree pisang ambon dan formula yang terpilih yaitu F1. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan dan bisa diperkenalkan kepada masyarakat sebagai produk makanan yang baik untuk kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi.
Kata kunci :Antosianin, β-karoten, Daya Antioksidan, Fenolat, Fitokimia, Nutrition Fact, Pisang Ambon, Tanin, Ubi Jalar Ung
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN TERAPI AKUPRESUR UNTUK MENGATASI KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pemberian Terapi Akupresur Untuk Mengatasi Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus
Deo Pratama (2023)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns. Andi Saifah, M.Kep.Sp.Kep.Kom
ABSTRAK
Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahwa penderita diabetes melitus di Indonesia mengalami peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5% pada tahun 2018. Masalah keperawatan yang paling sering terjadi adalah ketidakstabilan glukosa darah. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian terapi akupresur dalam mengatasi ketidakstabilan glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Desain penelitian adalah studi kasus pada dua keluarga yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dan diabetes melitus. Fokus intervensi adalah pemberian terapi akupresur dengan memberdayakan anggota keluarga (care giver). Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terapi akupresur ST 36 dan SP 6 dapat mengatasi ketidakstabilan glukosa darah pada pasien I Ny.I sebelum intervensi kada glukosa darah sewaktu 282 mg/dl dan setelah diintervensi menjadi 179 mg/dl, sedangkan pasien II Ny.H sebelum intervensi kadar glukosa darah dari 331 mg/dl setelah intervensi menjadi 180 mg/dl. Tingkat kemandirian kedua keluarga sama-sama mengalami peningkatan dari KM II menjadi KM III. Kesimpulan penelitian adalah terapi akupresur dengan pemberdayaan keluarga dapat mengatasi ketidakstabilan glukosa darah dan menurunkan kadar glukosa darah pada kedua keluarga, diharapkan keluarga melanjutkan terapi yang sudah diajarkan, dan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan melalui penelitian kuasi eksperimen.
Kata kunci : Keluarga, Terapi Akupresur, Ketidakstabilan Glukosa Darah, Diabetes Melitu
PENGETAHUAN KELUARGA DALAM MENGENAL PENYAKIT HIPERTENSI DIKELURAHAN BIROBULI UTARA RT 4
ABSTRAK
Pengetahuan Keluarga Dalam Mengenal Penyakit Hipertensi Diwilaya Birobuli Utara RT 4
Enjelina Tangka’a (2023)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dr. Ni Wayan Sridani, S.ST., M.Kes
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia, Hipertensi juga termasuk dalam salah satu penyakit degeneratif yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan menjadi penyebab kematian kedua setelah stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan keluarga dalam mengenal penyakit hipertensi dikelurahan birobuli utara RT 4. Metode penelitian inikuantitaif deskritif dengan desain survei. Sampel dalam penelitia ini yaitu keluarga yang menderita hipertensi sebanyak 40 responden. instrumen yang digunakan yaitu lembar konsioner, tensi menter, stetoskop. Hasil dari penelitian ini pengetahuan keluarga dalam mengenal penyakit hipertensi kurang sebanyak 35 responden dengan jumlah (87%), dan cukup 5 responden dengan jumlah (12,5%). Sedangkan pengetahuan keluarga dalam tekanan darah responden yaitu kurang 26 responen dengan jumlah (65%) yang hipertensi tingkat 1 (sedang). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa pengetahuan keluarga dalam mengenal penyakit hipertensi dikelurahan birobuli RT 4 memiliki pengetahuan kurang berjumlah (87%) dengan tekanan darah hipertensi tingkat 1 (sedang). Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan penelitian ini pada analisayang lebih tinggi dan menguji kembali hasil dari penelitian ini.
Kata Kunci : Hipertensi,Pengetahuan Mengenal, Tekanan Darah
Efektivitas Ekstrak Daun Kelor Terhadap Kadar Alanin Aminotransferase (ALT) Model Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Diinduksi Streptozotocin dan Diet Tinggi Lemak.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KADAR Alanin Aminotransferase (ALT) MODEL TIKUS DIABETES MELITUS TIPE 2
YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN DIET TINGGI LEMAK
Nurul Hajra Widyanatari*, Tri Setyawati**, Rabiatul Adawiyah**, Ryka Marina Walanda**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis. Diabetes melitus membawa banyak komplikasi pada jaringan perifer salah satunya pada organ hati yang dapat ditandai dengan peningkatan kadar ALT. Penyakit ini perlu diterapi untuk mencegah komplikasi, salah satu obat alternatif yaitu daun kelor (Moringa oleifera).
Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar ALT pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak.
Metode : Desain Penelitian adalah true experimental post test only dengan group control design. Dalam penelitian ini sampel di kelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol normal, kelompok II sebagai kontrol negatif tidak diberi perlakuan, kelompok III sebagai kontrol positif diberikan perlakuan metformin, kelompok IV dan V sebagai kelompok dengan perlakuan ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 400mg/kgBB, 800mg/kgBB. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non parametrik yaitu uji Kruskal-Wallis.
Hasil : Penelitian ini mendapatkan hasil uji Kruskal-Wallis P value sebesar 0,506 (p>0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang tidak signifikan kadar ALT serum diantara kelima kelompok.
Kesimpulan : Pemberian Ekstrak daun kelor memiliki efek yang tidak bermakna terhadap kadar ALT serum model tikus diabetes melitus tipe 2.
Kata Kunci : Moringa oleifera, Alanin Aminotransferase (ALT), Diabetes melitu
Perbandingan Tingkat Prokrastinasi Akademik Terhadap Status Tempat Tinggal Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
PERBANDINGAN TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK TERHADAP STATUS TEMPAT TINGGAL MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Sylvia Tamara Siburian*, Muhammad Ardi Munir**, Christin Rony Nayoan***, Ryka Marina Walanda****
*Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**** Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Prokrastinasi akademik adalah perilaku menunda-nunda pengerjaan tugas pada lingkungan akademik yang memberikan banyak dampak negatif bagi mahasiswa yang sering melakukannya. Tinggi rendahnya prokrastinasi akademik dapat terjadi karena faktor lingkungan yaitu status tempat tinggal dan pengawasan dari orangtua. Prokrastinasi akademik turut dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako yang tinggal di kos/ kontrakan dan mahasiswa yang tinggal bersama orangtua/ wali.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat prokrastinasi akademik terhadap status tempat tinggal di kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode :Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik komparatif dengan kategorik tidak berpasangan. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan alat ukur berupa kuesioner.
Hasil : Hasil uji bivariat menggunakan uji Independent T-Test didapatkan nilai rata-rata (mean rank) pada kelompok mahasiswa yang tinggal bersama orangtua/wali adalah 68,71 dan kelompok mahasiswa yang tinggal di kos/kontrakan adalah 82,59. Pada uji didapatkan nilai p= 0,000.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat prokrastinasi akademik terhadap status tempat tinggal mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako tahun angkatan 2022. Nilai rata-rata tingkat prokrastinasi akademik tertinggi diperoleh oleh kelompok mahasiswa yang tinggal di kos/kontrakan
Kata Kunci : Kos, Mahasiswa, Prokrastinasi Akademik, Status Tempat Tingga
Hubungan Sikap Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan THT Berdasarkan Pendekatan Health Belief Model (HBM).
HUBUNGAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN THT BERDASARKAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM)
Elcha Christy Natalia1,Christin Rony Nayoan2
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen IK. THT-KL,Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan : Kesehatan merupakan faktor yang sangat vital dalam menentukan produktivitas individu. Bagian tubuh yang perlu dijaga kesehatannya adalah organ telinga, hidung, dan tenggorokan karena organ-organ ini memegang peranan penting dalam kemampuan penciuman, pendengaran, serta fungsi menelan makanan. Sikap merupakan respons individu terhadap suatu objek sebelum melakukan tindakan tertentu. Health Belief Model (HBM) adalah sebuah kerangka konseptual yang digunakan untuk mengevaluasi perilaku kesehatan individu.
Tujuan : Untuk mengetahui aspek yang berhubungan dengan sikap masyarakat terhadap pelayanan Kesehatan THT berdasarkan pendekatan Health Belief Model (HBM).
Metode : Penelitian ini menerapkan model desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari pasien baru yang berkunjung ke Klinik THT RSUD Madani di Kota Palu. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling, di mana sejumlah 41 responden dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui penggunaan lembar kuesioner yang mencakup pertanyaan terkait data demografis, sikap terhadap layanan kesehatan, dan Health Belief Model (HBM). Hubungan antara sikap dan HBM dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil : Berdasarkan hasil analisis, terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa aspek dari Health Belief Model (HBM) dengan sikap masyarakat terhadap pelayanan Kesehatan THT. Aspek-aspek yang menunjukkan hubungan yang signifikan adalah:
1. Perceived Susceptibility (Persepsi tentang Kerentanan) dengan nilai p = 0,29
2. Perceived Severity (Persepsi tentang Keparahan) dengan nilai p = 0,29
3. Perceived Benefits (Persepsi tentang Manfaat) dengan nilai p = 0,26
4. Self-efficacy (Efikasi Diri) dengan nilai p = 0,32
5. Cues to Action (Isyarat untuk Bertindak) dengan nilai p = 0,26
Semua nilai p di atas adalah 0,05). Ini menunjukkan bahwa persepsi tentang hambatan tidak secara signifikan terkait dengan sikap masyarakat terhadap pelayanan Kesehatan THT berdasarkan HBM dalam penelitian ini.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lima dari enam aspek HBM sangatlah berikatan dan saling mempengaruhi sikap dalam mengambil tindakan perilaku kesehatan, namun pada tidak di dapatkan hubungan yang sinifikan antara persepsi hambatan dan sikap untuk datang ke palayanan Kesehatan.
Kata Kunci : Sikap,HBM,Kesehatan THT