4897 research outputs found
Sort by
SKRINING, KADAR FITOKIMIA DAN DAYA ANTIOKSIDAN BERBAGAI JENIS TAPE
ABSTRAK
ANAPRILITA PUTRI AKBAR, Skrining, Kadar Fitokimia dan Daya Antioksidan Berbagai Jenis Tape (dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Nurdin Rahman M.Si., M.Kes)
Tape ialah hidangan khas Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi bahan pangan karbohidrat. Kandungan fitokimia yang berbeda pada bahan pangan tentunya menjadi tolak ukur dalam pemilihan jenis pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Kandungan fitokimia dan daya antioksidan dengan berbagai manfaatnya bagi tubuh menjadi salah satu indikator dalam pemilihan jenis makanan. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui kandungan fitokimia serta daya antioksidan berbagai jenis tape. Metode yang dipakai pada riset ini ialah deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Uji identifikasi fitokimia memakai pereaksi tertentu. Uji kadar fitokimia menggunakan One Way Anova. Uji penentuan kadar fitokimia menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum serta penentuan daya antioksidan menggunakan metode DPPH (2-2-Dhypenil-1-Picrylhydrayl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel jenis tape positif memiliki kandungan senyawa flavonoid, fenol dan tanin serta tak punya kandungan alkaloid. Dan tape singkong mengandung senyawa saponin dan steroid. Tape ketan hitam mengandung kadar flavonoid, fenol,tanin dan daya antioksidan tertinggi masing-masing sebesar 739,12 mg/100g, 608,32 mg/100g, 316,65 mg/100g dan 131,435 ppm. Tape ketan putih mengandung kadar flavonoid, fenol, tanin dan daya antioksidan masing-masing sebesar 478,27 mg/100g, 430,55 mg/100g, 236,1 mg/100g dan 150,613 ppm. Tape singkong mengandung kadar flavonoid, fenol, tanin dan daya antioksidan masing-masing sebesar 363,05 mg/100g, 361,1 mg/100g, 58,32 mg/100g dan 131,435 ppm.
Kata kunci : Skrining Fitokimia, Flavonoid, Fenol, Tanin, Daya Antioksidan, Tap
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALINGGI, KECAMATAN BALINGGI, KABUPATEN PARIGI MOUTONG
ABSTRAK
SUTRININGSIH. Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong (dibawah bimbingan Sitti Radhiah)
Peminatan Biostatistik, KB, Dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Tingkat kecemasan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil maupun janin yang ada di dalam kandungan. Angka kecemasan pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh terdapat 373 juta orang ibu hami, yang mengalami kecemasan sebanyak 107 juta (28,7%). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 ibu hamil yang diambil melalui teknik Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Pengumpulan data mengunakan kuisioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara usia ibu hamil (p=0,004), pengetahuan (p=0,004), pendapatan (p=0,003), riwayat komplikasi kehamilan (p=0,004) dan dukungan keluarga (p=0,003) dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Saran yaitu tenaga kesehatan sebaiknya memberikan pemahaman kepada keluarga ibu hamil untuk melakukan posyandu dan pemeriksaan kehamilan secara teratur disamping itu juga diharapkan partisipasi dari keluarga memberikan motivasi dan dukungan sehingga ibu hamil siap menjalani proses kehamilannya hingga pasca melahirkan.
Kata Kunci : Ibu Hamil, Tingkat Kecemasan, Pengetahuan, Komplikasi Kehamilan, Dukungan Keluarga
ANALISIS RISIKO PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI DI DESA MASARI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
ABSTRAK
KIKI RISKY AMELIA. Analisis Risiko Paparan Pestisida pada Petani di Desa Masari Kabupaten Parigi Moutong (di bawah bimbingan Pitriani, S.KM., M.Kes.)
Peminatan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Penggunaan pestisida secara berlebihan dapat berdampak negatif baik untuk manusia (petani dan konsumen) serta lingkungan. Mayoritas masyarakat di Desa Masari Kabupaten Parigi Moutong berprofesi sebagai petani dan guna meningkatkan hasil pertanian (padi), petani melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan memberikan gambaran terkait risiko paparan pestisida di Desa Masari Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian termasuk dalam desain penelitian deskriptif dengan pendekatan Analisis Risiko Kualitatif yang di lakukan pada petani di Desa Masari Kabupaten Parigi Moutong bulan November 2021. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 68 orang petani. Pengelolaan data menggunakan analisis univariat dan analisis risiko dengan mengacu pada matriks analisis risiko kualitatif (level risiko). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan matriks analisis risiko kualitatif terkait paparan pestisida pada proses penggunaan pestisida ditemukan 6 (enam) risiko dalam kategori High dan 1 (satu) risiko dalam kategori Medium. Terdapat 5 (lima) gangguan kesehatan serta gejala keracunan yang dirasakan telah dirasakan petani dalam proses penggunaan pestisida yaitu sakit kepala 61.5%; bercak merah/putih dikulit 60%; mual 55.4%; rasa terbakar 50%; serta pusing 48.5%. Petani disarankan agar lebih memperhatikan risiko yang dapat muncul dalam proses penggunaan pestisida serta gejala dan keluhan kesehatan yang dirasakan dengan tujuan dapat meminimalisir kejadian berisiko yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan.
Kata Kunci : Pestisida, Petani, Keluhan Kesehatan, Analisis Risiko Kualitati
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DI PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
BRIGITA NATASYA BERTUS, Analisis Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi (di bawah bimbingan Vidyanto)
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Penilaian pasien terhadap Puskesmas tergantung dari apa yang diberikan puskesmas sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu puskesmas di Kabupaten Sigi yang jumlah kunjungan pasiennya mengalami penurunan dari tahun 2019 sampai 2021 adalah Puskesmas Biromaru. Pada tahun 2019 sebanyak 15.002 kunjungan (31,4%), tahun 2020 sebanyak 12.286 kunjungan (25,8%), dan tahun 2021 sebanyak 9.160 kunjungan (19,2%). Metode Importance Performance Analysis (IPA) merupakan salah satu metode survei yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja kepuasan yang dianggap penting oleh pelanggan (harapan) dan kinerja kepuasan yang diterima oleh pelanggan (kenyataan). Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara kinerja dan harapan dari pasien terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi. Jenis penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Besar sampel menggunakan rumus Slovin dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Total sampel sebanyak 99 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 atribut di dalam kuadran I yang menjadi prioritas utama dalam perbaikan kualitas pelayanan di Puskesmas. Adapun saran dalam penelitian ini adalah diharapkan pihak puskesmas dapat memprioritaskan dan segera memberikan solusi terhadap atribut yang masih menjadi masalah di Puskesmas Biromaru yaitu menjaga dan merawat gedung puskesmas agar tetap bersih, menyediakan ruang tunggu yang nyaman dan luas, mengefisiensikan waktu pemeriksaan agar pasien tidak terlalu lama menunggu, melengkapi dan meningkatkan fasilitas-fasilitas kesehatan dan memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan informasi yang relevan dan jelas kepada pasien.
Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, Metode IP
KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABELOTA DONGGALA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI
ABSTRAK
AHMAD FAUZI W. Kesiapsiagaan RSUD Kabelota Donggala Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi (di bawah bimbingan Lusia Salmawati).
Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter melanda Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, Indonesia pada 28 September 2018. Pusat gempa berada di 8 km barat laut Donggala dengan kedalaman 10 Km. Terdapat total 1.407 orang meninggal dunia, 7.113 orang luka-luka, 113 orang hilang, dan puluhan rumah rusak di 934 desa terdampak. Diperkirakan populasi terpapar lebih dari 310.000 di Kabupaten Donggala. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Kesiapsiagaan RSUD Kabelota Donggala dalam menghadapi bencana Gempa Bumi di Kabupaten Donggala. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu kepala teknisi, informan biasa yaitu Kasubag, serta informan tambahan adalah Kasi Kesling/anggota tim. Pengumpulan data melalui triangulasi teknik yakni wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Kabelota sudah memiliki struktur organisasi tim penanggulangan bencana, tetapi perlu adanya sosialisasi secara berkala untuk mengetahui tugas dan fungsi anggota tim, kesiapan SDM RSUD Kabelota sudah memiliki Tim Reaksi Cepat namun belum memiliki Tim Penilaian Cepat Kesehatan dan tim Bantuan Kesehatan, serta sarana dan prasarana rumah sakit belum mencukupi untuk penanganan korban massal. Sistem komunikasi rumah sakit sudah memiliki alat komunikasi untuk penyampaian informasi. Disarankan segera melakukan perbaharuan terhadap stuktur tim penanggulangan bencana dan disosialisasikan ke semua anggota Tim termasuk seluruh pegawai RSUD Kabelota Donggala.
Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Bencana Gempa Bumi, Struktur Organisasi, SDM, Sarana Prasarana, Sistem Komunikas
HUBUNGAN PENGETAHUAN, PENERIMAAN INFORMASI KB DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TERJADINYA UNMET NEED KB PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGIMANA KABUPATEN BANGGAI
ABSTRAK
GABRELLA VALENSIA. Hubungan Pengetahuan, Penerimaan Informasi KB dan Dukungan Suami dengan Terjadinya Unmet Need KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) diwilayah Kerja Puskesmas Pagimana Kabupaten Banggai (di bawah bimbingan Nurhaya S. Patui)
Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako Palu
Unmet Need KB adalah pasangan usia subur yang ingin menunda anak atau tidak ingin anak lagi tetapi tidak menggunakan alat atau metode kontrasepsi apapun. Kabupaten Banggai merupakan kabupaten dengan status unmet need KB yang masih tinggi di Provinsi Sulawesi Tengah. Kecamatan yang berada di Kabupaten Banggai dengan unmet need KB tertinggi adalah Kecamatan Pagimana yaitu 22% dengan jumlah pasangan usia subur yaitu sebanyak 5.105 pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, penerimaan informasi KB dan dukungan suami dengan terjadinya unmet need KB pada pasangan usia subur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 171 PUS dengan pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-Square dengan nilai α =5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara penerimaan informasi KB dengan dengan terjadinya unmet need KB (p=0,013) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,491), dukungan suami (p=0,822) dengan terjadinya unmet need KB. Diharapkan peran petugas kesehatan dan pemerintah dalam meningkatkan sosialisasi tentang penggunaan alat/cara kontrasepsi agar dapat menurunkan angka kejadian unmet need KB.
Kata Kunci: Unmet Need KB, Pengetahuan, Penerimaan Informasi KB, Dukungan Suam
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWAELI KOTA PALU
ABSTRAK
Fadillah. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kota Palu
(di bawah Bimbingan Prof. Dr. Rosmala Nur., S.KM., M.Si)
Departemen Biostatistik, KB, dan Kependudukan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Berdasarkan data WHO kejadian anemia pada wanita secara keseluruhan adalah 35%, sedangkan anemia pada ibu hamil secara global adalah 51%. Di Kota Palu, prevalensi Anemia pada tahun 2020 sebesar 16,66% ibu hamil yang menderita anemia dan sebesar 16,74% pada tahun 2021. Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dapat dilakukan dengan memberikan asupan zat besi yang cukup ke dalam tubuh untuk meningkatkan pembentukan hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk menganalisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, Populasi dalam penelitian ini berjumlah 327 ibu hamil dengan jumlah sampel sebanyak 179 ibu hamil dengan menggunakan rumus Slovin. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan (p=0,000), kunjungan ANC (p=0,000), dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,000) di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kota Palu. Diharapkan pihak puskesmas dan pemerintah bekerja sama agar dapat melakukan evaluasi dan menganalisis kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, sehingga seorang pemimpin mampu melakukan evaluasi dan menganalisis kebijakan program yang berkaitan dengan penurunan kejadian anemia pada ibu hamil.
Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan, ANC, Tablet Fe
EVALUASI PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KAWATUNA KOTA PALU
ABSTRAK
ANJELA NOVITA KALI : Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Diare Pada Balita di Puskesmas Kawatuna Kota Palu (di bawah bimbingan Muh. Ryman Napirah).
Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu
Tahun 2018 penyakit diare di Sulawesi Tengah menempati peringkat ke-6 dengan jumlah pasien akut lebih banyak dari pada pasien diare kronis yang berjumlah 70- 80%. Diare balita di Puskesmas Kawatuna meningkat secara signifikan tahun 2017 presentase kasus diare 25,33%, tahun 2018 meningkat menjadi 36,17%, pada tahun 2019 meningkat menjadi 63,58%. Hal ini menunjukan masih rendahnya capaian program pengendalian penyakit diare di Puskesmas Kawatuna. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi input, process, output pada program Pengendalian Penyakit Diare Balita di Puskesmas Kawatuna Kota Palu. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari informan kunci yaitu kepala puskesmas kawatuna, informan biasa yaitu pemegang program diare, petugas kesehatan lingkungan, petugas surveilans epidemiologi, petugas promosi kesehatan, dan informan tambahan yaitu ibu yang anaknya menderita diare di Puskesmas Kawatuna Kota Palu. Pengumpulan data melalui triangulasi teknik yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian input yaitu SDM telah sesuai standar namun petugas masih merasakan kekurangan tenaga kesehatan, dana bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan untuk kegiatan luar lapangan, sarana dan prasarana obat-obatan cukup dan lengkap namun penyuluhan tidak berjalan maksimal karena ruang konseling dan klinik sanitasi tidak operasional, metode pelaksanaan telah sesuai dengan pedoman yang ada. Pada process menunjukan alur tatalaksana telah sesuai dengan pedoman yang ada. Pada Output pelayanan balita diare yang belum mencapai target. Disarankan sebaiknya puskesmas melakukan analisis jabatan untuk melihat beban kerja petugas dan menambah SDM yang sesuai agar dapat memaksimalkan pelaksanaan program sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan
Kata Kunci: Evaluasi, Program Pengendalian Penyakit Diare, Balita
GAMBARAN PERILAKU IBU TENTANG KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIENJO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
ABSTRAK
Bayu Fitramadhan. Gambaran Perilaku Ibu tentang Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sienjo Kabupaten Parigi Moutong (di bawah bimbingan Rasyika Nurul Fadjriah)
Departemen Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Dampak yang ditimbulkan stunting menetap sepanjang hidup anak hingga ia dewasa. Anak-anak stunting memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan anak yang bertumbuh normal, pertumbuhan fisik dan mental terganggu, kemampuan kognitif maupun psikososialnya tidak optimal. Prevalensi stunting di Sulawesi Tengah pada tahun 2021 mencapai 29,7% dan di Parigi Moutong 31,7% dengan standarisasi menurut WHO bahwa stunting menjadi masalah kesehatan apabila prevalensinya lebih dari 20%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku ibu tentang kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sienjo Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 10 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi gambaran perilaku ibu tentang pengetahuan stunting belum baik, karena informan hanya menjawab bahwa stunting itu pendek, tidak mengetahui dampak dan juga cara pencegahan stunting. Hal tersebut yang membuat sikap ibu tidak sepenuhnya melakukan pencegahan stunting. Faktor pendukung gambaran perilaku ibu tentang kejadian stunting sudah baik dilihat dari sarana dan prasarana di Puskesmas Sienjo terkait penanganan stunting lengkap dan juga adanya dukungan pihak puskesmas dalam pencegahan stunting. Faktor pendorong variabel dukungan keluarga belum baik hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan keluarga tentang stunting, sedangkan variabel petugas kesehatan sudah baik karena petugas kesehatan selalu memberikan penyuluhan dan juga makanan tambahan pada anak. Saran dalam penelitian ini yakni keluarga dapat meningkatkan pemahaman tentang stunting baik dari segi pengertian, dampak dan juga cara pencegahan stunting.
Kata Kunci: Perilaku, Stunting, Ib
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MELAKUKAN KONTROL GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS BIROBULI KELURAHAN BIROBULI UTARA KOTA PALU SULAWESI TENGAH
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus
Nia Sulistari Palugu (2023)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Dr. Ratna Devi, SKM.,M.Kes
ABSTRAK
Pendahuluan : Diabetes Mellitus disebut sebagai Mother of Disease dikarenakan Diabetes mellitus adalah induk dari berbagai penyakit. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan kontrol rutin adalah dengan adanya dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol gula darah pada penderita Diabetes mellitus. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden 84 orang yang didapatkan dari Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variabel independen dukungan keluarga dan variabel dependen kepatuhan kontrol gula darah. Data diambil melalui penyebaran instrument berupa kuesioner dukungan keluarga dan data sekunder dari puskesmas berupa frekuensi kunjungan ke puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikasi α < 0,05. Hasil : Hasil uji chi square sebagian besar keluarga memberikan dukungan yang baik kepada pasien Diabetes mellitus yaitu sebanyak
64 Responden (76,2%). menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki korelasi dengan kepatuhan pasien Diabetes mellitus melakukan kontrol gula darah ke puskesmas (P=0,000). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan kontrol gula darah. Hasil penelitian ini juga terdapat beberapa responden yang kurang patuh. Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terkait faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan k ontrol gula darah penderita Diabetes mellitus.
Kata kunci : Dukungan keluarga, kepatuhan kontrol gula darah, diabetes mellitus