Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWAELI KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK LYLI INDIRAH. Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Tawaeli Kota Palu (di bawah bimbingan Muhammad Rizki Ashari) Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Progam Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tawaeli Kota Palu belum efisien karena mengalami penurunan kunjungan rawat jalan, yakni pada tahun 2019 jumlah kunjungan rawat jalan sebanyak 46.752 pasien, kemudian 2020 sebanyak 30.597 pasien dan tahun 2021 makin menurun sebanyak 16.690 pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tawaeli Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, besar sampel di hitung menggunakan rumus slovin dan dalam pengambilan sampel menggunakan Teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Total sampel penelitian ini sebanyak 99 responden. Analisis data yang diperoleh menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Pendidikan (p=0,021), ketersediaan tenaga kesehatan (p= 0,004), aksesbilitas (p=0,022), dan persepsi sakit (p=0,030) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan serta tidak ada hubungan pekerjaan (p=0,859) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Adapun saran dalam penelitian ini adalah Puskesmas hendaknya mempromosikan fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas serta program – program yang ada di Puskesmas agar masyarakat mengetahui dan mau memanfaatkan pelayanan kesehatan. Mendekati dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas sehingga menimbulkan saran positif masyarakat terhadap Puskesmas. Kata Kunci: Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan, Pasie

    EVALUASI KADAR ASAM FITAT, FLAVONOID DAN KALSIUM SERTA DAYA ANTIOKSIDAN PADA TEMPE KEDELAI (Glycine max L.) DAN SUSU KEDELAI (Glycine max L.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL ALTERNATIF

    No full text
    ABSTRAK JIHAN TRI FARADILLAH KHANSA. Evaluasi Kadar Asam Fitat, Flavonoid dan Kalsium serta Daya Antioksidan pada Tempe Kedelai (Glycine max L.) dan Susu Kedelai (Glycine max L.) sebagai Pangan Fungsional Alternatif (dibimbing oleh Ibu St. Ika Fitrasyah, S.Gz., M.Si). Kedelai sebagai sumber pangan fungsional mengandung komponen penting yang berguna untuk kesehatan, termasuk vitamin (vitamin A, E, K dan beberapa jenis vitamin B) dan mineral (K, Fe, Zn dan P). Kelemahan dari kacang-kacangan adalah tingginya kandungan senyawa non gizi yang sebagian besar didominasi oleh asam fitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam fitat, flavonoid dan kalsium serta daya antioksidan pada tempe kedelai (Glycine max L.) dan susu kedelai (Glycine max L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Analisis kadar asam fitat, kalsium dan daya antioksidan menggunakan metode spektrofotometer Uv-Vis. Analisis kadar flavonoid menggunakan metode kolorimeter. Uji statistik pada sampel tempe yang digunakan untuk analisis kadar kalsium dan flavonoid ialah uji One Way Anova, pada analisis asam fitat dan daya antioksidan ialah uji Kruskal Wallis. Uji statistik pada sampel susu ialah uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian yang diperoleh dari sampel tempe adalah terdapat perbedaan secara signifikan kadar flavonoid dan kalsium antar formula tempe kedelai (p 0,05) dengan kadar asam fitat terendah pada sampel T3 (0,0658 g/100 g) dan nilai IC50 paling rendah pada sampel T2 (91,4235 ppm) yang tergolong kedalam kategori aktivitas antioksidan kuat. Hasil penelitian yang diperoleh dari sampel susu adalah terdapat perbedaan secara signifikan kadar asam fitat, flavonoid dan antioksidan antar formula susu kedelai (p 0,05) dengan kadar kalsium tertinggi pada sampel SB (6,9495 mg/100 g). Sehingga untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan fortifikasi kalsium agar kadar kalsium dapat tercukupi. Kata kunci : Asam Fitat, Daya Antioksidan, Flavonoid, Kalsium, Pangan Fungsional, Susu Kedelai, Tempe Kedelai

    HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK DHIYA KESUMA WARDANI. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi (dibimbing oleh Aulia Rakhman, S.KM., M.Kes) Tingginya kasus stunting dikarenakan kekurangan asupan zat gizi makro yang merupakan salah satu faktor risiko secara langsung yang mempengaruhi status gizi anak balita. Zat gizi makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tubuh yang berfungsi sebagai penyedia energi. Jika pemberian asupan makanan tidak seimbang atau beragam akan menyebabkan gangguan pertumbuhan kepada anak sebagai indikasi dari terjadinya masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Biromaru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Jumlah populasi yaitu 163 dan sampel sebanyak 116 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner SQ-FFQ. Data dianalisis menggunakan uji statistik Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki status gizi normal sebanyak 58 orang (50%), status gizi pendek sebanyak 46 orang (39,7%), status gizi sangat pendek sebanyak 12 orang (10,3%) dan status gizi tinggi sebanyak 0 orang (0%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian stunting adalah asupan zat gizi karbohidrat (p = 0,000) dan asupan zat gizi lemak (p = 0,038). Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting adalah asupan zat gizi protein (p = 0,952). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara asupan zat gizi karbohidrat dan asupan zat gizi lemak dengan kejadian stunting. Tetapi tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi protein dengan kejadian stunting. Diharapkan orang tua terutama ibu balita untuk dapat menerapkan pola makan yang beraneka ragam sesuai dengan prinsip gizi seimbang untuk pemenuhan asupan zat gizi makro. Kata kunci : Asupan Karbohidrat, Asupan Lemak, Asupan Protein, Stuntin

    HUBUNGAN POLA MAKAN IBU, TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 6-12 BULAN DI PUSKESMAS KAWATUNA KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK ADELIA RAMADANI,2023. Hubungan Pola Makan Ibu, Tingkat Pengetahuan Ibu, dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-12 Bulan Puskesmas Kawatuna Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Pembimbing Nurdin Rahman. Bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif memiliki risiko kematian karena diare 3,94 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapat ASI Eksklusif. Pemberian ASI Eksklusif dapat menekan angka kematian hingga 13%. Berdasarkan data Kemenkes (2018), cakupan bayi yang diberi ASI eksklusif secara nasional sebesar 37,3%. Angka tersebut dibawah target yaitu 47% dari Rencana Strategi (Renstra) tahun 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan ibu, tingkat pengetahuan ibu, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan diwilayah kerja Puskesmas Kawatuna Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Sampel dalam peneliatian ini sejumlah 85 sampel dan menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan dukungan keluarga (0,979), ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan pola makan ibum (0,004), ada hubungan antara pemberian ASI esklusif dengan tingkat pengetahuan ibu (0,000). Pemberian ASI eksklusif sampai bayi umur 6 bulan sangat menguntungkan karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit penyebab kematian bayi. Selain menguntungkan bayi, pemberian ASI eksklusif juga menguntungkan ibu, yaitu mengurangi perdarahan pasca persalinan, mengurangi kehilangan darah pada saat haid. Kesimpulan dari hasil yang didapatkan ada 2 variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif yaitu pola makan ibu dan tingkat pengetahuan ibu. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pola Makan Ibu, Tingkat Pengetahuan Ibu, Dukungan Keluarga

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGGAI KABUPATEN BANGGAI LAUT

    No full text
    ABSTRAK MUSRAFAH. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Banggai Kabupaten Banggai Laut (di bawah bimbingan Herman Kurniawan). Departemen Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Stunting adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit 2 SD dibawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi internasional. Dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, prevalensi balita stunting di Kabupaten Banggai Laut pada tahun 2021 sebesar 26,1%. Prevalensi stunting Puskesmas Banggai sebesar 27%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Banggai kabupaten banggai laut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study Jumlah sampel yang digunakan 214 ibu balita dengan teknik Proportionate Stratified Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI Ekslusif (p=0,007), Riwayat penyakit infeksi (p=0,009), dan tidak ada hubungan pengetahuan gizi ibu (p=0,201) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Banggai Kabupaten Banggai Laut. Saran untuk pihak Puskesmas Banggai untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu menyusui tentang ASI Eksklusif, penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi. Kata kunci : Stunting, Asi Ekslusif, Penyakit Infeksi, Pengatahuan Ib

    PERILAKU MEROKOK REMAJA DI SMA KARYA BHAKTI MAMBORO KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK Deiske Simbaju. Perilaku Merokok Remaja di SMA Karya Bhakti Mamboro Kota Palu (di bawah Bimbingan Sadli Syam) Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Merokok salah satu faktor risiko utama dari beberapa penyakit kronis yang dapat mengakibatkan kematian, merokok menjadi perbincangan nasional yang harus segera ditanggulangi karena menyangkut dengan berbagai aspek permasalahan dalam kehidupan yaitu aspek kesehatan, ekonomi, sosial dan politik. Jumlah perokok di dunia diperkirakan berkisar di angka 1,1 miliar, 80 % dari jumlah tersebut berasal dari negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut data Riskesdas (2018) perilaku merokok kelompok umur 15-19 perokok setiap hari mencapai 12,7% dan perokok kadang-kadang 6,9%. Data jumlah perokok di SMA Karya Bhakti Mamboro setiap tahunnya terus mengalami peningkatan hal itu didapatkan langsung melalui hasil observasi yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku merokok remaja di SMA Karya Bhakti Mamboro. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian sebanyak 10 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja kurang baik mengenai bahaya dan kandungan rokok serta dampak yang akan didapatkan. Sikap terhadap rokok remaja menerima ajakan dari teman tanpa ingin menghindari perilaku merokok tersebut. Sarana dan prasarana merokok dengan cara membeli ecer/per batang dengan menggunakan uang saku dan diberikan oleh teman. Teman sebaya memberikan nasehat kepada remaja yang merokok agar terhindar dari perilaku merokok akan tetapi teman menjadi pengaruh yang besar untuk perilaku merokok. Kata Kunci : Perilaku, Remaja, Merokok, Pengaruh Teman Sebaya

    Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022.

    No full text
    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022 Nanda Anisa M1, Fitriah Handayani2, Ria Sulistiana3, Rahma Badaruddin4, Jane Mariem Monepa5 1 5Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang :Tidur merupakan kebutuhan fisiologis manusia yang membantu proses pemulihan tubuh. Mahasiswa merupakan salah satu demografi dengan prevalensi gangguan tidur tinggi. Kualitas tidur buruk dapat mempengaruhi aktivitas, seperti kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Mereka berisiko mengalami gangguan tidur akibat tuntutan tugas yang tinggi, durasi panjang, intensitas studi yang tinggi, tugas klinis, pekerjaan menantang, dan pilihan gaya hidup. Kualitas tidur buruk dapat membuat kesehatan fisiologis dan psikologis menurun sehingga meningkatkan aktivitas simpatis dan peningkatan rata-rata tekanan darah dan heart rate selama 24 jam Tujuan :Untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022 Metode :Penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian analisis korelatif menggunakan pendekatan cross – sectional dengan pengambilan sampel secara total sampling dengan uji Somer’s d. Pengukuran kualitas tidur diukur dengan PSQI dan tekanan darah menggunakan tensimeter digital omron tipe HEM-7120 Hasil :Responden dengan kualitas tidur baik sebanyak 41 orang (31,1 %) dan kualitas tidur buruk 91 orang (68,9 %). Tekanan darah normal 82 orang (62,1 %), Prehipertensi 37 orang (28 %), Hipertensi tahap 1 sebanyak 12 orang (9,1 %) dan Hipertensi tahap 2 sebanyak 1 orang (0,8 %). Hasil uji statistic somers’d di dapatkan nilai p = 0,366 dimana nilai p > 0,05 Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022 Kata Kunci : Tidur, Kualitas Tidur, Tekanan Darah, Hipertensi, PSQ

    Korelasi Waktu Pemeriksaan CT-scan sejak Onset Klinis dengan Temuan Gambaran Infark pada Pasien Stroke Non Hemoragik di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022.

    No full text
    KORELASI WAKTU PEMERIKSAAN CT-SCAN SEJAK ONSET KLINIS DENGAN TEMUAN GAMBARAN INFARK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI UPT. RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2022 Gerterida Fiktori Maabuat,1 Ria Sulistiana,2 Fitriah Handayani,3 Yuli Fitriana,4 Imtihanah Amri,5 Junjun Fitriani6 1Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 5Departemen Anestesiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 6Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu gangguan fungsional otak yang menjadi penyebab kematian ketiga dan penyebab kecacatan pertama di dunia. Kejadian stroke non hemoragik mencapai 80% dari total kasus stroke. Penanganan untuk stroke non hemoragik dan stroke hemoragik memerlukan CT-scan sebagai gold standard untuk menegakkan diagnosis dikarenakan praktis, cepat, tersedia luas, dan biaya yang lebih terjangkau. Potensi CT-scan mendeteksi adanya temuan infark tergantung dari jumlah waktu yang telah berlalu sejak onset klinis stroke. Terdapat sekitar 20% pasien infark yang dapat dideteksi dengan CT-scan pada jam pertama pascaserangan. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi waktu pemeriksaan CT-scan sejak onset klinis dengan temuan gambaran infark pada pasien stroke non hemoragik di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan data rekam medis. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat 72 sampel yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data menggunakan uji spearman. Hasil: Terdapat 70 sampel positif infark dan 2 sampel negatif infark. Waktu CT-scan yang dilakukan pada fase akut (56,9%), temuan infark pada lobus parietal (63,9%), serta gejala klinis hemiparesis dan cephalgia (44,4%) ditemukan paling banyak pada penelitian ini. Hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,013 dan nilai koefisien korelasi ® sebesar 0,29. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi yang cukup antara waktu pemeriksaan CT-scan sejak onset klinis dengan temuan gambaran infark pada pasien stroke non hemoragik di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022. Kata Kunci: Stroke Non Hemoragik, Waktu, CT-scan, Onset, Infar

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HALUSINASI DENGAN PEMBERIAN TERAPI MUSIK DANGDUT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH

    No full text
    Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi dengan Pemberian Terapi Musik Dangdut di Rumah Sakit Umum Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah FADLI (2023) Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Sukrang, S.kep, M.Kep. ABSTRAK Halusinasi adalah gangguan manik depresif dan delerium. Tanda dan gejala halusinasi terdiri atas gangguan kognitif, afektif, fisiologis, perilaku, maupun sosial. Musik dangdut merupakan jenis musik yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat di berbagai kelas sosial karena teks lagunya ringan dan mudah dinikmati. Tujuan studi adalah mendeskripsikan Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi dengan Pemberian Terapi Musik Dangdut di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Desain penelitian adalah studi kasus menggunakan dua subyek yang mengalami halusinasi dengan pendekatan Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi dengan Pemberian Terapi Musik Dangdut. Hasil studi kasus menunjukkan dapatkan di hari ke 3 pemberian terapi Musik dandut Tn. J hanya mendengar suara pada malam hari saja. Dan Tn. J sudah tidak bersikap mendengar suara dan pada hari ke empat pasien sudah tidak mendengar suara dan tidak bersikap mendengar suara. Kesimpulan studi kasus adalah terapi music dangdut dapat mengatasi halusinasi. Disarankan kepada profesi keperawatan untuk menerapkan dan selalu memberikan edukasi tentang terapi musik dangdut yang telah diajarkan peneliti, dan mengedukasi untuk selalu meminum obat di rumah

    HUBUNGAN STATUS GIZI, POLA KONSUMSI, DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI GIZI UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    ABSTRAK HILDA PAUNDANAN. Hubungan Status Gizi, Pola Konsumsi, dan Kualitas Tidur dengan Kadar Hemoglobin pada Mahasiswi Program Studi Gizi Universitas Tadulako (dibimbing oleh Nurulfuadi, S.KM., M.Si). Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32%, yang artinya 3-4 dari 10 remaja di Indonesia menderita anemia. Remaja putri yang memperoleh tablet tambah darah di kota Palu sebesar 20,9% termasuk kategori masih sangat rendah, sehingga resiko untuk menderita anemia lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi, pola konsumsi, dan kualitas tidur dengan kadar hemoglobin pada mahasiswi Program Studi Gizi Universitas Tadulako. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 309 orang, dengan sampel berjumlah 174 orang. Variabel dalam penelitian ini antara lain status gizi, pola konsumsi, kualitas tidur, dan kadar hemoglobin. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran tinggi dan berat badan, data pola konsumsi diperoleh dengan pengisian kuesioner Semi Quantitative-Food Frequency (SQ-FFQ), data kualitas tidur diperoleh dengan pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan alat digital Easy Touch GCHb. Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan status gizi (p=0,095) dan pola konsumsi (p=0,953) dengan kadar hemoglobin, sedangkan kualitas tidur memiliki hubungan dengan kadar hemoglobin (p=0,012). Kebanyakan responden memiliki status gizi yang normal dan juga sudah cukup mengonsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan zat gizinya termasuk zat gizi untuk membentuk hemoglobin dalam tubuh, namun sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk karena adanya gangguan tidur yang disebabkan padatnya aktivitas setiap hari serta kondisi lingkungan tempat tinggal yang ramai dan menimbulkan kebisingan. Diharapkan responden tetap menjaga status gizi yang baik, mengatur pola makan yang baik, menjaga kualitas tidur sehingga kadar hemoglobin tetap normal. Kata Kunci : Anemia, Kadar Hemoglobin, Kualitas Tidur, Pola Konsumsi, Status Giz

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇