Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    Hubungan Literasi Kesehatan Mental Terhadap Status Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.

    No full text
    HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP STATUS KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Muhammad Amirulhaq*, Elli Yane Bangkele**, Tri Setyawati**, Jane Mariem Monepa** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Dosen Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Kesehatan mental masih menjadi salah satu permasalahan yang signifikan di dunia, baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Kesehatan mental telah mendapat perhatian lebih dalam pembangunan kesehatan global, mengingat dampak serius yang diakibatkan oleh lemahnya kondisi kesehatan mental. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental terhadap status kesehatan mental pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas tadulako. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pada penelitian cross sectional, variabel independen (faktor risiko) dan variabel dependen (akibat atau efek) diobservasi pada waktu yang sama. Pengambilan sampel dilakukan secara proportionate stratified random sampling dengan metode spearman. Hasil : hasil analisis bivariat menggunakan uji spearman rho, didapatkan p = 0.255 atau p = >0.05 maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan atau korelasi antara variabel literasi kesehatan mental terhadap status kesehatan mental. Kesimpulan : Tidak didapatkan korelasi antara Literasi Kesehatan Mental dengan Status Kesehatan Mental mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Didapatkan p value = 0.255 yang berarti nilai signifikansi p > 0.05. Kata Kunci : Literasi kesehatan mental, status kesehatan mental, fakultas kedoktera

    HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN KALSIUM DAN ZINK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024

    No full text
    HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN KALSIUM DAN ZINK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024 Muhammad Amar Alfath1, Sumarni2,3, Elli Yane Bangkele3, Rahma4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas tadulako 3Departemen IKM-KK, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Stunting merupakan keadaan dimana bayi (0-11 bulan) dan balita (12-59 bulan) mengalami gagal tumbuh kembang yang diakibatkan oleh kurangnya gizi terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Palu, beberapa wilayah kerja puskesmas di Kota Palu masih memiliki angka kejadian stunting (balita pendek/TB/U) yang lebih tinggi dari 20%, yang merupakan kriteria standar dari WHO, salah satunya di Puskesmas Sangurara sebanyak 373 anak balita (35,26%). Faktor yang berperan penting terhadap terjadinya stunting yaitu kebutuhan energi, makronutrien, dan mikronutrien. Kalsium dan zink merupakan contoh dari mikronutrien yang harus terpenuhi untuk mencegah kejadian stunting. Tujuan: Mengetahui hubungan kecukupan asupan kalsium dan zink dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis observasional dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner food recall 3×24 jam. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pada uji Chi-Square didapatkan

    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) KONSENTRASI 2,5% TERHADAP KELEMBAPAN KULIT WAJAH

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) KONSENTRASI 2,5% TERHADAP KELEMBAPAN KULIT WAJAH Tiara Radyanita*, Asrawati Sofyan**, Nur Syamsi**, Junjun Fitriani** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako E-mail : [email protected] ABSTRAK Later Belakang : Kulit kering merupakan permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat. Dalam menghadapi masalah tersebut diperlukan perawatan kulit wajah. Salah satu bentuk perawatan kulit wajah yaitu penggunaan masker wajah dalam sediaan peel-off. Masker wajah dapat diformulasikan dari bahan organik seperti biji kopi robusta. Biji kopi robusta (Coffea Canephora) mengandung senyawa aktif asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melembapkan kulit wajah. Tujuan : Mengetahui bagaimana efektivitas masker wajah peel-off ekstrak kopi robusta (Coffea Canephora) konsentrasi 2,5% terhadap kelembapan kulit wajah Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Eksperimental dengan rancangan pre-post design. Sampel adalah warga Universitas Tadulako. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skin analyzer dan uji analisis bivariat menggunakan uji Friedman dan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil dari uji friedman menunjukkan p value sebesar 0,211 (p>0,05) dan hasil p value uji Wilcoxon pada minggu 0 ke 2 senilai 0,074, minggu 2 ke 4 senilai 0,210 dan minggu 0 ke 4 senilai 0,844. Dari kedua uji statistk menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan terhadap pemakaian masker wajah peel-off ekstrak kopi robusta konsentrasi 2,5%. Kesimpulan : Masker wajah peel-off ekstrak kopi robusta (Coffea Canephora) konsentrasi 2,5% tidak memiliki pengaruh terhadap kelembapan kulit wajah Kata Kunci : Biji Kopi Robusta, Kelembapan Kulit, Masker Wajah Peel-Off, Skin Analyze

    HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH

    No full text
    HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH *Sitti Rahma**Vera Diana Towidjojo***Ketut Suarayasa****Junjun Fitriani *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Dosen Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Dosen Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako Email : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Filariasis adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh cacing filaria yang hidup di kelenjar limfe dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Kejadian filariasis berhubungan erat dengan beberapa faktor risiko salah satunya adalah faktor perilaku masyarakat seperti, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, tidak menggunakan kelambu atau obat anti nyamuk saat tidur dan kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah. Tujuan : Mengetahui perilaku masyarakat yang berhubungan dengan kejadian filariasis di wilayah kerja Puskesmas Kaleke Metode : Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian Case Control. Sampel penelitian menggunakan perbandingan 1 : 3, kelompok kasus 8 orang dan kontrol 24 orang yang dipilih berdasarkan umur, jenis kelamin, dan alamat sebagai matching. Pengambilan sampel dalam penelitian ini, pada kelompok kasus dilakukan dengan metode total sampling dan kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Hasil : Hasil analisis bivariat menggunakan fisher’s exact test dan Odds Ratio (OR) diperoleh, variabel kebiasaan menggunakan kelambu saat tidur (p-value 0,691 dan OR 1,667), variabel kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah (p-value 0,691 dan OR 1,667), variabel kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p-value 0,003 dan OR 21,000), dan variabel kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p-value 1,000 dan OR 0,833). Kesimpulan : Faktor risiko yang memiliki pengaruh terhadap kejadian filariasis di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yaitu kebiasaan menggunakan kelambu saat tidur, kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah, dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari Kata Kunci : Filariasis, faktor risiko, perilak

    HUBUNGAN BBLR DENGAN ANEMIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD TORA BELO PERIODE JANUARI 2021 â DESEMBER 2022

    No full text
    HUBUNGAN BBLR DENGAN ANEMIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD TORA BELO PERIODE JANUARI 2021 – DESEMBER 2022 Herry Sarambu⁎, I Putu Fery Immanuel White⁎⁎, David Pakaya⁎⁎⁎, I Kadek Rupawan⁎⁎⁎⁎ ⁎Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ⁎⁎Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ⁎⁎⁎Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ⁎⁎⁎⁎Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Bayi berat lahir rendah terjadi karena berbagai faktor penyebab antara lain karena ibu selama hamil mengalami anemia, kurangnya suplai nutrisi ke janin selama kehamilan, adanya penyakit kronik pada ibu selama kehamilan dan kelahiran bayi prematur. Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi pada ibu yang ditandai dengan kadar hemoglobin dalam darah di bawah batas normal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan BBLR dengan anemia pada ibu bersalin di RSUD Tora Belo Metode: Jenis penelitian studi analitik observasional dengan design case control dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kontrol berdasarkan diagnosis BBLR pada subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Tora Belo. Subjek penelitian didapatkan menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh subjek secara keseluruhan adalah 523 subjek. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 261 ibu dari subjek penelitian mengalami anemia dan 271 tanpa anemia. Subjek penelitian pada tahun 2021 sebanyak 236 dan pada tahun 2022 sebanyak 296. Frekuensi anemia pada tahun 2021 adalah 122 (49,7%) dan pada tahun 2022 sebanyak 139 (47%). Hasil uji bivariat hubungan BBLR dengan anemia didapatkan p-value sebesar 0,002

    INTERVENSI TERAPI MUSIK TERHADAP KEMAMPUAN PASIEN DALAM MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANGAN MANGGIS RSUD MADANI PALU

    No full text
    ABSTRAK Intervensi Terapi Musik Terhadap Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Pendengaran Di Ruangan Manggis Rsud Madani Palu Kade Ayu Budi Astiti (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns.Dina Palayukan Singkali,M.Kep Latar Belakkang : Halusinasi pendengaran adalah kondisi dimana pasien mendengar suara palsu yang mengajaknya berbicara atau melakukan sesuatu yang memberikan dampak buruk pada dirinya sendiri bahkan orang lain, sehingga perlu dilatih untuk mengontrol halusinasinya. Selain strategi pelaksanaan terdapat berbagai cara untuk membantu pasien mengontrol halusinasinya salah satunya yaitu terapi musik. Tujuan: Penulisan laporan karya tulis ilmiah ini untuk mengidentifikasi kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran sebelum dan setelah dilakukan intervensi terapi musik pada pasien halusinasi pendengaran di Ruangan Manggis RSUD Madani Palu. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek studi kasus diambil dua responden sesuai kriteria inklusi, instrumen yang digunakan adalah SOP terapi musik, dan lembar observasi kemampuan pasien mengontrol halusinasi. Hasil: Setelah dilakukan intervensi strategi pe1aksanaan halusinasi pendengaran dan terapi musik kedua pasien mampu mengontrol halusinasinya disertai penurunan frekuensi, tanda dan gejala halusinasi. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi strategi pelaksanaan halusinasi pendengaran dan terapi musik dapat membantu kedua pasien dalam mengontrol halusinasinya selain itu dapat menurunkan frekuensi, tanda dan gejala halusinasi. Saran: Disarankan kepada peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengeksplorasi terapi non-farmakologis khusus terapi musik untuk mengatasi masalah kesehatan mental lainnya seperti gangguan persepsi sensorik: halusinasi, isolasi sosial dan harga diri rendah. Kata Kunci: Gangguan Persepsi Sensori, Halusinai Pendengaran, Terapi Musi

    TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG GIZI SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PANCA MAKMUR KABUPATEN MOROWALI UTARA

    No full text
    ABSTRAK Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Selama Kehamilan Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Panca Makmur Kabupaten Morowali Utara Nurul Azzahra (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Dr. Fauzan., SKM., M. Kes Latar Belakang:Pengetahuan ibu yang baik tentang gizi selama periode hamil diharapkan ibu dapat merencanakan kehamilan yang sehat, dan dapat melahirkan bayi dengan berat badan normal (≥2500 gram), sedangkan peningkatan berat badan berlebih menyebapkan berat lahir yang tinggi

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Siswi Kelas VII-IX Yang Sudah Mengalami Menstruasi Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) Di SMPN 1 Petasia Timur.

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWI KELAS VII-IX YANG SUDAH MENGALAMI MENSTRUASI DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (FE) DI SMPN 1 PETASIA TIMUR Junjun Fitriani1, Ketut Suarayasa2, Rahma Badaruddin3, Wanda Gabriela Gero4 1Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Anemia dapat didefinisikan sebagai kadar hemoglobin yang rendah di dalam darah. Keterlambatan pertumbuhan fisik yang dialami oleh para remaja, bahkan gangguan emosional dan perilaku yang dirasakan disebabkan oleh anemia. Pada remaja, penyerapan zat besi tidak hanya menunjang pertumbuhan, namun pada wanita juga membantu menggantikan zat besi yang hilang melalui darah setelah menstruasi. Untuk itu diperlukan kesadaran untuk lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi, dan berupaya agar zat besi yang kurang dapat terpenuhi setiap harinya. Selain dari makanan atau minuman, konsumsi tablet tambah darah (Fe) juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan zat besi, namun masih banyak remaja putri yang tidak mengkonsumsi tablet Fe dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi tablet Fe Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswi kelas VII-IX yang sudah mengalami menstruasi dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe) di SMPN 1 Petasia Timur. Metode : Jenis penelitian observasional menggunakan desain cross-sectional. Banyak sampel pada penelitian ini adalah 164 responden berasal dari siswi SMPN 1 Petasia Timur. Analisis data yang digunakan uji spearman. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 81,1 %, cukup sebanyak 15,9%, dan yang kurang sebanyak 3,0%. Responden yang masuk dalam kategori patuh sebanyak 75,6%, dan yang tidak patuh sebanyak 24,4%. Hasil uji statistik diperoleh p-value yaitu 0.000 (p value < 0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan siswi kelas VII-IX yang sudah mengalami menstruasi dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe) di SMPN 1 Petasia Timur. Kata Kunci : Tablet Tambah Darah, Kepatuhan, Pengetahuan, Anemi

    Kontaminasi Bakteri Patogen Salmonella Typhi Dan Escherichia Coli Pada Air Minum Isi Ulang (Amiu) Di Kelurahan Lasoani Kota Palu Sulawesi Tengah.

    No full text
    KONTAMINASI BAKTERI PATOGEN SALMONELLA TYPHI DAN ESCHERICHIA COLI PADA AIR MINUM ISI ULANG (AMIU) DI KELURAHAN LASOANI KOTA PALU SULAWESI TENGAH Jeanne Angeline Putri Kaiya1, M Sabir2, Ria Sulistiana3, Junjun Fitriani4 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako e-mail:[email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Penggunaan air minum dalam kemasan adalah cara lain untuk mendapatkan air minum, namun, air minum dalam kemasan terutama digunakan oleh orang-orang dengan pendapatan kelas menengah karena biayanya yang tinggi. Masyarakat dengan pendapatan rendah memilih untuk membeli air minum dari depot air minum isi ulang. Kehadiran bakteri berbahaya seperti Salmonella typhi (S. typhi) dan Escherichia coli (E. coli) dalam air minum Lasoani yang kurang baik dalam diolah dapat menyebabkan demam tifus, yang mengancam kesehatan masyarakat. Tujuan : untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli pada air minum isi ulang di depot air minum isi ulang di Kelurahan Lasoani. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif Laboratorium dengan pendekatan observasional. Meliputi pengambilan secara Total sampling sehingga didapatkan 9 sampel. dilakukan uji laboratorium yang mencakup penanaman pada media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan Eosin Methylene Blue Agar, pewarnaan gram dan uji Biokimia untuk mengetahui keberadaan patogen Salmonella typhi dan Escherichia coli. Hasil : dari 9 sampel yang diidentifikasi tidak ditemukan adanya sampel yang terkontaminasi Salmonella typhi dan Escherichia coli. Kesimpulan : Tidak ada Kontaminasi Salmonella typhi dan Escherichia coli pada ke-9 Sampel depot air minum yang ada di Lasoani. Kata-kata kunci: Salmonella typhi, Escherichia coli, air minum isi ulang

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI MOW PADA PASANGAN USIA SUBUR DIKELURAHAN MAMBORO

    No full text
    ABSTRAK NUR RAMADHANA. Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi MOW Pada Pasangan Usia Subur di Kelurahan Mamboro (di bawah bimbingan Prof. Dr. Rosmala Nur, S.KM., M.Si) Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Kontrasepsi MOW merupakan salah satu metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, namun peminat kontrasepsi MOW masih rendah dibandingkan kontrasepsi jangka panjang lainnya. Di Indonesia pada tahun 2021 prevalensi KB MOW sebanyak 4,2%. Pada tahun 2021 jumlah WPUS yang menggunakan alat kontrasepsi MOW di wilayah kerja Puskesmas Mamboro yang tertinggi ketiga di Kelurahan Mamboro yaitu sebanyak 0,88% orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi MOW pada wanita pasangan usia subur di Kelurahan Mamboro. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu akseptor KB aktif yang berjumlah 862 orang dengan sampel sebanyak 90 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-square (

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇