4897 research outputs found
Sort by
KADAR BETA KAROTEN, SERAT, VITAMIN C, FLAVONOID, FENOLIK, DAYA ANTIOKSIDAN DAN UJI DAYA TERIMA BROWNIES BERBASIS LABU SIAM (Sechium edule Sw.)
ABSTRAK
AINUN MUSTIKA PADJADJARAN. Kadar Beta Karoten, Serat, Vitamin C, Flavonoid, Fenolik, Daya Antioksidan dan Uji Daya Terima Brownies Berbasis Labu Siam (Sechium edule Sw.) (dibimbing oleh Bapak Prof. Dr Nurdin Rahman, M.Si, M.kes).
Labu siam mengandung berbagai zat gizi seperti karbohidrat sebesar 3,5-7,7%; protein sebesar 0,9- 1,1%; lemak sebesar 0,1- 0,3%; dan serat sebesar 0,4-1%. kekurangan sayur dan buah dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan kejadian penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker kolon, atherosklerosis, diabetes, dislipidemia, hipertensi dan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar beta karoten, serat, vitamin C, flavonoid, fenolik serta daya antioksidan dan menentukan daya terima Brownies berbasis labu siam (Sechium edule Sw.). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Analisis kadar Beta Karoten, serat, Vitamin C, dan Flavonoid menggunakan metode spektrofotometer Uv-Vis. Analisis Fenolik menggunakan metode Folin –Ciocalteu. Pada analisis Daya Antioksidan menggunakan metode DPPH. Pada Daya terima menggunakan uji Hedonik. Data hasil penelitian Beta Karoten, serat, Vitamin C, Flavonoid dan Fenolik yang didapatkan dianalisis laboratorium dan menentukan nilai rata-rata kadar. Daya antioksidan dalam sampel uji ditentukan oleh IC50, yang merupakan konsentrasi larutan sampel yang diperlukan untuk menghambat radikal bebas sebesar 50%. Hasil penenelitian menunjukkan formulasi terbaik yang terpilih yaitu F3 dengan konsentrasi 75% labu siam, 25 % tepung terigu dengan kadar beta karoten 0,0688 g/100g, kadar serat 19,962%, kadar vitamin C 0.0177g/100g, kadar flavonoid 0.3604 gQE/100g, kadar fenolik 0.2157g/100g, dan daya antioksidan dengan nilai yaitu 97.257 (IC50) (ppm) kategori (kuat). Hasil uji daya terima F3 merupakan formula terbaik dari segi warna, aroma dan rasa. Formula terbaik dari segi tekstur F2. Brownies berbasis Labu siam dapat direkomendasikan untuk pangan fungsional yang memiliki kandungan zat gizi.
Kata kunci : Beta Karoten, Brownies Labu Siam, Daya Antioksidan Flavonoid, Fenolik, Serat, Vitamin
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMAIPURA KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
PRATIWI. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kamaipura Kabupaten Sigi (di bawah bimbingan Nurhaya ).
Peminatan Biostatistik
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
2023
Data dinas kesehatan provinsi sulawesi tengah tahun 2021 stuning tertinggi berada di kabupaten sigi sebesar 40% urutan kedua yaitu Kabupaten Parigi 31,7 % dan urutan ketiga di tempati Kota Palu yakni 23,9 %. Data dinas kesehatan kabupaten sigi tahun 2021 menunjukan bahwa dari 13 Kecamatan di Kabupaten Sigi Kecamatan Tanambulava wilayah kerja puskesmas kamaipura merupakan kecamatan dengan prevalensi stunting paling tinggi sebesar 58,2% Stunting merupakan kondisi seorang anak yang lebih pendek dibanding anak tumbuh normal yang seumur. Hal ini merupakan salah satu bentuk gangguan pertumbuhan masa bayi dan anak. Juga merupakan pertanda telah terjadi gangguan kekurangan gizi kronik (waktu lama) yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas kamaipura kabupaten sigi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian case control. Jumlah sampel yang digunakan 134 orang dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara ASI Eksklusif (p=0,002), Waktu pemberian MP ASI (p=0,002), Riwayat penyakit infeksi (p=0,000), dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas kamaipura kabupaten sigi. Saran untuk pihak Puskesmas Kamaipura untuk memberikan edukasi kepada ibu tentang ASI, Pemberian MP-ASI, dan penyakit infeksi.
Kata Kunci : Stunting, Balita, MP-ASI, Penyakit Infeks
HUBUNGAN AKSES SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SYEKH AHMAD PUE LASADINDI TOAYA KECAMATAN SINDUE KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK
Wahyu Wijaya. Hubungan Akses Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Syekh Ahmad Pue Lasadindi Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala (di bawah Bimbingan Kiki Sanjaya).
Departemen Kesehatan Lingkungan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
World Health Organization (WHO) menunjukan prevalensi balita stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensinya 20% atau lebih. Faktor penyebab kejadian stunting terdiri dari banyak faktor yang saling berpengaruh satu sama lain dan penyebabnya di setiap daerah memiliki perbedaan salah satunya disebabkan faktor sanitasi dasar atau kesehatan lingkungan. Berdasarkan data Riskesdas Sulawesi Tengah pada tahun 2018, prevalensi status gizi balita stunting sebesar 13,8%. Prevalensi terbanyak berasal dari Kabupaten Donggala sebesar 23,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses sanitasi dasar dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Syekh Ahmad Pue Lasadindi Toaya. Jenis penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan proportional stratified sampling. Popluasi dalam penelitian ini sebanyak 432 balita yang mengalami stunting. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan ketersediaan air bersih (p=0,066), kepemilikan jamban (p=1,000), ketersediaan tempat sampah (p=0,722), dan SPAL (p=0,708) dengan kejadian stunting pada anak usia 0-24 bulan di UPTD Puskesmas Syekh Ahmad Pue Lasadindi Toaya. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk terus melakukan pemantauan tinggi badan anak secara rutin dan lebih lanjut serta memberikan penyuluhan mengenai pentingnya sanitasi bagi keluarga dalam pencegahan stunting
Kata Kunci: Stunting, Sanitasi, Balit
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI KECAMATAN PALU SELATAN
ABSTRAK
Dina Viska Soande. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Pasien Tuberkulosis di Kecamatan Palu Selatan (di bawah bimbingan Dilla Srikandi Syahadat)
Peminatan Epidemiologi
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Indonesia adalah salah satu Negara dengan beban TBC yang tinggi dan beban penyakit PTM yang tinggi seperti Diabetes Melitus, sehingga akan terkena dampak peningkatan kormobid Tuberkulosis-Diabetes Melitus. Kota Palu merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki kasus TBC tertinggi di Sulawesi Tengah yaitu sebanyak 535 kasus dan kasus Diabetes Melitus sebanyak 26.204 kasus. Sedangkan kejadian kasus TBC-DM di Kecamatan Palu Selatan dilaporkan berjumlah 22 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian TBC-DM di Kecamatan Palu Selatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control serta sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang berjumlah 90 responden dengan perbandingan 1:4. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usia (OR = 20.091) (p= 0,001) dan Riwayat Diabetes Melitus (OR = 5.200) (p=0,005) merupakan faktor risiko dari kejadian TBC-DM sedangkan Riwayat Merokok (OR =1.545) (p=0,608) merupakan faktor risiko tidak berhubungan secara statistik terhadap kejadian TBC-DM di Kecamatan Palu Selatan. Sedangkan Status Gizi (OR = 0.602) (p=0,493) merupakan faktor protektif tapi tidak berhubungan secara statistik terhadap kejadian TBC-DM. Disarankan upaya pencegahan untuk menekan kejadian TBC-DM yaitu melakukan skrining Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus dan skrining Diabetes Melitus pada pasien Tuberkulosis secara teratur, mempertahankan kualitas hidup yang baik pada pasien TBC-DM dan meningkatkan kesadaran mengenai perilaku merokok.
Kata Kunci : Tuberkulosis, Diabetes Melitus, Usia, Meroko
KADAR SERAT, VITAMIN C, DAYA ANTIOKSIDAN DAN DAYA TERIMA YOGHURT BERBASIS UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L.)
ABSTRAK
Aprodhita Sesilia Pangli. Kadar Serat, Vitamin C, Daya Antioksidan Dan Daya Terima Yoghurt Berbasis Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L.). (Dibimbing oleh : Prof. Dr. Nurdin Rahman)
Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan hasil tanaman yang telah dibudidayakan di Indonesia dan berdaya hasil cukup. Ubi jalar ungu mengandung antioksidan yang kuat untuk menetralisir radikal bebas penyebab penuaan dini dan pencetus aneka penyakit degeneratif seperti kanker dan jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar serat, vitamin C, daya antioksidan dan daya terima Yoghurt berbasis ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Uji kadar serat menggunakan metode gravimetri. Uji kadar vitamin C menggunakan metode spekrofotometri UV-Vis. Uji daya antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Uji daya terima menggunakan metode skala hedonik, yaitu sangat suka, suka, netral, tidak suka, sangat tidak suka. Uji analisis statistik kadar serat, vitamin C dan daya antioksidan menggunakan uji One Way Anova dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi P4 memiliki hasil yang paling baik dari formulasi lainnya. Formulasi P4 mengandung kadar serat, vitamin C, daya antioksidan masing-masing sebesar 3,602%, 6,964%, 86,418 ppm. Hasil uji daya terima yang disukai panelis adalah formulasi P0.
Kata kunci : Antioksidan, Daya Terima, Serat, Ubi Jalar Ungu, Vitamin C, Yoghurt
SKRINING FITOKIMIA, KADAR ZAT GIZI, DAYA ANTIOKSIDAN DAN UJI DAYA TERIMA SEDUHAN GULA SEMUT JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) MOLOMAMUA DAN JAHE PUTIH (Zingiber officinale var amarum)
ABSTRAK
JEIN TIARA STEVANI. Skrining Fitokimia, Kadar Zat Gizi, Daya Antioksidan Dan Uji Daya Terima Seduhan Gula Semut Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Molomamua Dan Jahe Putih (Zingiber officinale var amarum) (dibimbing oleh Prof. Dr. Nurdin, M.Si., M.Kes).
Jahe merah, jahe putih dan gula aren merupakan sumber daya alam yang melimpah di Sulawesi Tengah dengan harga yang murah dan memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan salah satunya antioksidan sehingga sangat bermanfaat untuk menjaga sistem imun tubuh kita dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zat fitokimia, kadar zat gizi, daya antioksidan dan uji daya terima yang terdapat pada seduhan gula semut jahe merah dan gula semut jahe putih. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Uji analisis statistik penelitian ini adalah One Way Anova dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukan seduhan gula semut jahe merah molomamua dan seduhan gula semut jahe putih positif mengandung zat fitokimia yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol dan tanin. Kadar betakaroten tertinggi ada pada seduhan gula semut jahe merah molomamua yaitu 34,859 mg/100g, sedangkan pada seduhan gula semut jahe putih sebanyak 31,460 mg/100g. Kadar vitamin C tertinggi ada pada seduhan gula semut jahe merah molomamua yaitu 4,737 mg/100g, sedangkan pada seduhan gula semut jahe putih sebanyak 3,773 mg/100g. Daya antioksidan pada seduhan gula semut jahe merah molomamua lebih kuat dengan nilai IC50 87,754 ppm. Hasil uji daya terima yang paling disukai panelis yaitu gula semut jahe putih.
Kata Kunci : Daya Antioksidan, Daya Terima, Fitokimia, Gula Aren, Gula Semut, Jahe Merah, Jahe Putih, Zat Gizi
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT GIZI MIKRO DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ONGKA KABUPATEN PARIGI MOUTONG
ABSTRAK
FANNY SAVITRI. Hubungan Asupan Protein dan Zat Gizi Mikro dengan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ongka Kabupaten Parigi Moutong (dibimbing oleh Ibu Nurulfuadi).
Selama masa kehamilan, terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin menuju masa kelahiran. Salah satu masalah gizi yang sering terjadi selama kehamilan adalah anemia. Menurut data riskesdas tahun 2013 prevalensi anemia sebesar 37,1% dan mengalami peningkatan pada 2018 menjadi 48,9%. Berdasarkan data dari Puskemas Ongka Kabupaten Parigi Moutong diketahui prevalensi ibu hamil yang anemia 17%. Anemia pada kehamilan ditentukan apabila kadar hemoglobin (Hb
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RUJUKAN PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU
ABSTRAK
Andi Bonga, Implementasi Kebijakan Rujukan Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Puskesmas Kamonji Kota Palu (dibawah bimbingan bapak Muh. Ryman Napirah)
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Prodi Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Sistem rujukan diselenggarakan dengan tujuan memberikan pelayanan kesehatan secara bermutu sehingga tujuan pelayanan di era JKN dapat tercapai. Namun, jika sistem rujukan tidak berjalan sesuai dengan peraturan yang ada maka akan memberikan dampak negatif kepada Puskesmas. Puskesmas kamonji memiliki rata-rata rasio rujukan perbulan terbanyak dari 13 Puskesmas di Kota Palu dengan persentase 22,57% sementara rasio ini tidak sesuai dengan rasio yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan bahwa rasio rujukan dari FKTP ke FKTL tidak lebih dari 15%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Rujukan Pasien Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial di Puskesmas Kamonji Kota Palu dengan menggunakan teori Edward III. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan Teknik pengumpulan data Indepth Interview. Informan penelitian sebanyak 8 orang yang ditentukan dengan Teknik Purposive Sampling. Hasil menunjukan bahwa variabel komunikasi meliputi transmisi, konsistensi dan kejelasan sudah baik. Variabel sumber daya manusia yaitu dokter sudah memadai, sarana prasarana masih kurang untuk menunjang pelayanan kesehatan serta kewenangan dalam pemberian rujukan sudah sesuai. Variabel disposisi dimana dokter dalam melaksanakan rujukan sudah sesuai dengan kebijakan yang ada. Variabel struktur birokrasi Puskesmas Kamonji sudah memiliki dokumen tertulis terkait SOP rujukan. Berdasarkan hasil diatas, peneliti menyarankan kepada Puskesmas agar dapat melengkapi sarana prasarana kesehatan dan dapat mempertahankan atau lebih meningkatkan sosialisasi kepada peserta dan staf Puskesmas terkait rujukan sesuai dengan ketentuan yang ada dan bagi pelaksana rujukan yaitu dokter agar dapat melakukan rujukan sesuai dengan SOP rujukan yang ada.
Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Rujukan, Pasien BPJS Kesehata
IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT DAN UJI KUALITAS ECOENZYME
ABSTRAK
TRIANA MARSIA SULHIJRIANI, Identifikasi Jenis Bakteri Asam Laktat Dan Uji Kualitas Ecoezyme (di bawah bimbingan Pitriani).
Peminatan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Februari, 2023
Pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Indonesia sehingga diperlukan adanya pengelolaan sampah yang memanfaatkan sampah itu sendiri. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat (Undang-Undang No 18 Tahun 2018). Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2022 memunjukkan bahwa timbunan sampah secara nasional mencapai 3,912,598.50 ton/tahun. Berdasarkan jenis komposis sampah, sebanyak 45% timbunana tersebut merupakan sampah organik berupa sisa makanan.Salah satu metode pemanfaatan sampah organic yaitu mengelolahnya menjadi ecoenzyme. Ecoenzyme merupakan produk berupa cairan yang mengandung hasil fermentasi bakteri pada limbah kulit buah dan sayur. Kegunaan ecoenzyme dalam kebersihan diantaranya dapat digunakan sebagai cairan pembersih seperti untuk cuci piring, lantai, pakaian sebagai pengganti detergen, sabun mandi, sampo dan dicampurkan ke bak air mandi sebagai desinfektan. Ecoenzyme yang terbuat dari bahan organik memiliki jenis mikroba yang berbeda, mikroba tesebut umumnya berupa bakteri dan cendawan. Bakteri yang ada dalam ecoenzyme adalah Bakteri Asam Laktat (BAL). Tujuan penelitian mengidentifikasi komposisi sampah dapur yang digunakan dalam pembuatan ecoenzyme, mengidentifikasi jenis genus bakteri asam laktat pada ecoenzyme, mengetahui kualitas ecoenzyme (nilai pH, aroma dan warna). Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan uji organoleptic, uji insitu dan uji laboratorium untuk dapat mengindentifikasi keberadaan mikroorganisme pada ecoenzyme sampah dapur. Hasil uji pada penelitian di dapatkan bahwa sampel ecoenzyme memiliki pH 1,64 (< 4), warna coklat segar, dan aroma asam khas fermentasi. Sedangkan dari hasil isolasi Bakteri Asam Laktat dengan Jenis Lactobacillus. Dapat disimpulkan ecoenzyme yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan dapat digunakan sebagai disinfektan.
Kata Kunci : Ecoenzyme, BAL
DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 KOTA PALU
ABSTRAK
HAIRUNNISA AHMAD Determinan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Palu (dibimbing oleh Hijra, S.KM., M.Gizi).
Remaja putri yang mengalami anemia beresiko melahirkan bayi BBLR, bayi prematur, infeksi neonatus, serta kematian pada ibu dan bayi saat proses persalinan. Tahun 2020 prevalensi kejadian Anemia remaja terbanyak di Kota Palu di wilayah kerja Puskesmas Sangurara yakni 6,41% dari jumlah yang dilakukan pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia, status gizi, pola menstruasi, asupan zat besi dan tingkat pendapatan orang tua dengan kejadian anemia pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Palu. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi sebanyak 319 orang dan sampel sebanyak 177 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar Hb, pengukuran antropometri serta menggunakan kuesioner pola menstruasi, tingkat pengetahuan tentang anemia, dan SQ-FFQ. Berdasarkan uji chi-square, didapatkan hasil terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja di MAN 1 Kota Palu p value = 0,022