Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN GOLONGAN DARAH DENGAN HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS

    No full text
    HUBUNGAN GOLONGAN DARAH DENGAN HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELITUS Nadya Anggraini1, Haerani Harun2, Christin Rony Nayoan3, Budi Dharmono Tulaka24 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Bagian Penyakit Dalam RSUD Undata Palu Email : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) penyebab kematian ke-4 di dunia. Prevalensi DM diperkirakan akan meningkat secara kontinu, karena penyebabnya yang multifaktor dan utamanya dipengaruhi gaya hidup. Pengelolaan DM diperlukan untuk mencegah komplikasi jangka panjang melalui kontrol glikemik. Gold standard untuk kontrol glikemik adalah HbA1c. Dalam beberapa tahun terakhir, studi asosiasi genom menemukan bahwa gen ABO golongan darah pada kromosom 9q34 yang mengkode glikosiltransferase juga menginduksi produksi mediator inflamasi seperti IL-6 dan TNF yang dapat menimbulkan resistensi insulin. Metode : Data Golongan Darah ABO dan HbA1c diambil dari rekam medis medical check up RSUD Anutapura Palu pada rentang 2023-2024. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling sehingga didapatkan 90 sampel yang memenuhi kriteria. Analisis statistik observasional analitik menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi dengan p0,05). Tidak terdapat hubungan antara golongan darah dengan HbA1c pada pasien diabetes melitus. Kesimpulan : Tidak ditemukan hubungan signifikan antara golongan darah dengan tingkat HbA1c pada pasien DM. Namun, individu dengan golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi mengalami DM, dan individu dengan golongan darah O cenderung memiliki nilai HbA1c yang memerlukan terapi. Kata Kunci : Golongan Darah; HbA1c; Diabetes Melitu

    HUBUNGAN KADAR KREATININ UREUM DENGAN NLR DAN MLR PADA PASIEN DM TIPE 2 DENGAN CKD DI RSUD UNDATA

    No full text
    HUBUNGAN KADAR KREATININ UREUM DENGAN NLR DAN MLR PADA PASIEN DM TIPE 2 DENGAN CKD DI RSUD UNDATA I Ketut Septian Kristanto1, Tri Setyawati2, Haerani Harun3, Ryka Marina Walanda4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik dengan hiperglikemia akibat defek kerja dan sekresi insulin. Komplikasi mikrovaskular seperti CKD sering terjadi, ditandai dengan peningkatan kreatinin ureum akibat kerusakan ginjal yang melibatkan proses inflamasi. Inflamasi dapat dinilai dengan pengukuran NLR dan MLR. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar Kreatinin Ureum dengan NLR dan MLR pada pasien DM tipe 2 di RSUD Undata. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder atau rekam medis. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability total sampling. Jumlah pasien DM tipe 2 dengan CKD yang dirawat inap di RSUD Undata pada tahun 2020 sampai 2023 adalah 28 pasien. Hasil: Hasil analisis uji spearman diperoleh hubungan antara kreatinin dengan NLR (p-value 0,426 dan r 0,157) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan korelasi positif yang sangat lemah. Hubungan antara kreatinin dengan MLR (p-value 0,779 dan r 0,056) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan korelasi positif yang sangat lemah hubungan antara ureum dengan NLR (p-value 0,698 dan r -0,077) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan korelasi negatif yang sangat lemah. Hubungan antara ureum dengan MLR (p-value 0,940 dan r -0,015) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan korelasi negatif yang sangat lemah. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kreatinin ureum dengan NLR dan MLR pada pasien DM Tipe 2 di RSUD Undata Kata Kunci: Kreatinin, Ureum, NLR, MLR, Diabetes Melitus Tipe

    GAMBARAN KESEHATAN MENTAL REMAJA SMPN KHEMON JAYA KABUPATEN WAROPEN PAPUA

    No full text
    GAMBARAN KESEHATAN MENTAL REMAJA SMPN KHEMON JAYA KABUPATEN WAROPEN PAPUA Erensina Itjen Imbiri Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns.Sukrang,S.Kep.,M.Kep ABSTRAK Masa remaja adalah masa perubahan perkembangan dari remaja menuju dewasa mulai dari fisik maupun psikis. Menurut Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2022 menunjukan sebanyak 15,5 juta atau satu dari tiga remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Salah satu tugas remaja ialah memenuhi perkembangannya hingga menjadi individu dewasa ideal dengan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara tepat dan baik. Jika masalah tidak diselesaikan secara tepat dan baik maka akan mengganggu proses perkembangan remaja menuju dewasa, hal ini yang dinamakan gangguan kesehatan mental. Ditemukan fakta bahwa terdapat remaja di SMPN Khemon Jaya yang memiliki masalah perilaku bolos sekolah, menentang guru, merokok dan minum alkohol, melakukan perilaku kekerasan, bahkan sampai kabur dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kesehatan mental remaja SMPN Khemon Jaya Kabupaten Waropen Papua. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif. Pengumpulan data menggunakan Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menggambarkan sebanyak 89 remaja (63,5%) memiliki kesehatan mental normal, 21 remaja (15,0%) yang memiliki kesehatan mental borderline dan 30 remaja (21,5%) yang memiliki kesehatan mental abnormal. Kesimpulan penelitian ini lebih dari sebagian remaja memiliki kesehatan mental kategori normal, namun masih ada lebih dari sepertiga remaja memiliki kesehatan mental kategori borderline dan abnormal. Kepada pelayanan kesehatan mental dapat rutin melakukan skrining pada para remaja, pihak sekolah dapat meningkatkan layanan konseling pada remaja yang memiliki gangguan kesehatan mental, serta peneliti selanjutnya dapat lebih menggali faktor-faktor penyebab gangguan kesehatan mental pada remaja dan dapat dikembangkan. Kata kunci : Kesehatan, Mental, Remaj

    INTERVENSI TERAPI SENAM YOGA UNTUK MENGATASI NYERI PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH

    No full text
    Intervensi terapi senam yoga untuk mengatasi nyeri pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas tinggede kecamatan marawola kabupaten sigi Sulawesi Tengah Dela Anastasya (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakuktas Kedokteran Universitas Tadulako Ns, Windu Unggun CJP,S.Kep.M.Kep Kata Kunci: Terapi Senam Yoga, Nyeri Akut Hipertensi ABSTRAK Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan tekanan Darah di dalam arteri. Di Indonesia, prevelensi hipertensi meningkat menjadi 34,1% pada tahun 2018, kematian akibat hipertensi tidak baik di Dunia maupun di Indonesia, dan mengalami peningkatan dari tahun ke-tahun sehingga hipertensi dijuluki sebagai Sillent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Masalah keperawatan, yaitu nyeri yang dirasakan pada penderita hipertensi adalah nyeri pada bagian kepala dan nyeri pada bagian tengkuk. Tujuan penelitian mengetahui intervensi terapi senam yoga untuk mengatasi nyeri pada pasien hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Desain penelitian deskriptif sederhana untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan dalam memberikan Intervensi senam yoga untuk mengurangi nyeri pada penderita hipertensi serta membandingkan pre dan post setelah dilakukan intervensi, di Kelurahan Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Fokus intervensi pemberian terapi senam yoga untuk mengurangi nyeri pada penderita hipertensi selama 2 kali sehari dalam 3 hari dengan waktu 15 menit. Hasil penelitian memberikan terapi Senam Yoga untuk mengurangi nyeri kepala pada klien hipertensi memberikan hasil yang baik yaitu dapat mengatasi nyeri akut yang dirasakan oleh 2 orang klien yang sakit. Pemeriksaan awal yang dilakukan pada pasien 1 Ny. K hasil pemeriksaan awal tekanan darah 150/100 mmHg dan skala nyeri 6 mengalami perubahan yaitu tekanan darah 120/80 mmHg dan skala nyeri 2, pasien 2 Ny. M hasil pemeriksaan awal tekanan darah 160/100 mmHg dengan skala nyeri 5, mengalami perubahan yaitu tekanan darah 120/90 mmHg dan skala nyeri 1. Kesimpulan penelitian adalah memberikan terapi Senam Yoga dapat menurunkan skala nyeri, diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang intervensi terapi Senam dalam mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertens

    PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Geovani Ginting*, Rahma Badaruddin**, Sumarni**, Mohammad Zainul Ramadhan** * Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Kurangnya aktivitas fisik menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2022 menyumbang 830.000 kematian tiap tahun. Mahasiswa merupakan salah satu populasi yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Kapasitas vital paru merupakan jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru yang dipengaruhi banyak faktor yaitu usia, jenis kelamin, kebiasan olaharaga, aktivitas merokok, status gizi dan riwayat penyakit. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan fisik dengan metode harvard step test terhadap kapasitas vital paru pada mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain One Group Pre-Test Post-Test dengan jumlah sampel 23 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability dengan teknik purposive sampling. Intervensi latihan fisik yang diberikan berupa harvard step test selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu dengan durasi ± 5 menit. Hasil dari penelitian ini selanjutnya di uji menggunakan Paired Simpe T test pada aplikasi SPSS. Hasil: Nilai rata-rata pretest kapasitas vital paru ialah 2,64 liter dan nilai rata-rata posttest kapasitas vital paru ialah 3,24 liter. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan kapasitas vital paru setelah intervensi. Uji komparatif Paired Simple T test diperoleh nilai p=0,000 (

    ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY TERHADAP IURAN BPJS KESEHATAN MANDIRI DI KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK Irawati Lavenia Mohama. Ablity To Pay dan Willingness To Pay Iuran BPJS Kesehatan Mandiri di Kecamatan Marawola Kabupten Sigi (dibawah bimbingan Novi Inriyanny Suwendro). Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) wajib bagi seluruh warga negara Indonesia, BPJS terus mengalami defisit akibat tunggakan pembayaran oleh peserta JKN.Peserta program BPJS Kesehatan Kabupaten Sigi hingga Maret 2023 berjumlah 253.413 jiwa (97%).Kecamatan Marawola merupakan Puskesmas dengan peserta BPJS kesehatan paling banyak menunggak pembayaran iuran BPJS sebanyak 2.832 peserta dengan jumlah tunggakan sebanyak Rp.2.670.766.377.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan dan kemauan membayar iuranpeserta PBPU di wilayah Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatifpendekatan analisis deskriptif, pengambilan sampel menggunakan jenis propotional stratified random samplingdengan teknik pengambilan sampel Probability Sampling.Jumlah sampel sebanyak 94 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian ini adalah responden ATP 1 kategori mampu sebanyak 77% dan tidak mampu sebanyak 22%, ATP 2 non makanan kategori tidak mampu sebanyak 61% dan non essensial kategori tidak mampu sebanyak 72%. Nilai WTP normatif terbanyak pada kategori kelas 3 yaitu 87%, WTP aktual terbanyak juga pada kategori kelas 3 yaitu 66%. Pengetahuan mengenai JKN kategori kurang baik sebanyak 63%. Diharapkan pihak puskesmas di Kecamatan Marawola bekerjasama dengan BPJS untuk meningkatkan promosi kesehatanterkait pentingnya layanan kesehatan tanpa resiko kesulitan keuangan dan masyarakat memiliki pengetahuan yang baik mengenai JKN. Kata Kunci : JKN, kemampuan membayar (ATP), kemauan membayar (WTP), PBP

    KORELASI GAMBARAN FOTO TORAKS DENGAN NILAI RASIO MONOSIT LIMFOSIT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD TORABELO KABUPATEN SIGI TAHUN 2023

    No full text
    KORELASI GAMBARAN FOTO TORAKS DENGAN NILAI RASIO MONOSIT LIMFOSIT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD TORABELO KABUPATEN SIGI TAHUN 2023 Alfitrah Surya Wijaya*, Ria Sulistiana**, Rosa Dwi Wahyuni***, Asrawati Sofyan**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang menghancurkan parenkim paru. Selain memperhatikan tanda dan gejala kita dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk membantu penegakan diagnosis TB, salah satu tes penting untuk mengonfirmasi diagnosis tuberkulosis paru- paru adalah x-ray dada. Rasio monosit terhadap limfosit dalam darah perifer telah dikaitkan dengan hasil berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis kanker, penyakit jantung koroner, hepatitis B, HIV, dan salah satunya tuberkulosis (TB). Tujuan: Mengetahui korelasi gambaran foto toraks dengan nilai rasio monosit limfosit pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Torabelo Kabupaten Sigi tahun 2023. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan uji rank spearman. Sampel pada penelitian ini yaitu pasien tuberkulosis paru yang telah tercatat di rekam medik RSUD Torabelo Kabupaten Sigi tahun 2023 sebanyak 40 pasien. Hasil: Kategori luas lesi terbanyak didapatkan pada lesi luas (60 %), lesi sedang (12,5 %) dan lesi minimal (27,5 %). Nilai koefisien korelasi antara kedua variabel sebesar 0,81 yang berarti terdapat korelasi yang sangat kuat diantara kedua variabel. Sedangkan arah koefisien korekasi bernilai positif, yaitu 0.81. Kesimpulan: Berdasakan hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan antara Rasio Monosit Limfosit (RML) dengan luas lesi pada hasil foto toraks di RSUD Torabelo Kabupaten Sigi Tahun 2023. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru,Foto Toraks, Monosit Limfosit, RM

    Intervensi rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia yang menderita hipertensi.

    No full text
    ABSTRAK Intervensi Rendam Kaki Dengan Air Hangat Terhadap Kualitas Tidur Lansia Yang Menderita Hipertensi Reni Trida Yanti (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Dr. Ni Wayan Sridani, S.ST., M.Kes Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri yang pada sistoliknya sekitar 140 mmHg atau lebih dan diastoliknya 90 mmHg atau lebih. faktor pencetus terjadinya hipertensi adalah stress, kegemukan, merokok, asupan garam yang tinggi, sensitifitas terhadap angiotensin, hiperkolesteroemia, kurang olah raga, genetik, obesitas, ateroskllerosis, kelainan ginjal, gaya hidup dan kualitas tidur yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh intervensi rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia yang menderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain studi kasus. Sampel dalam penelitian ini yaitu klien yang menderita hipertensi dan mengalami gangguan pola tidur sebanyak 2 klien. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi,lembar SOP, lembar pengkajian, tensi menter, stetoskop, termometer air. Hasil dari penelitian ini setelah dilakukan intervensi rendam kaki dengan air hangat pada hari pertama terjadi penurunan tekanan darah, pada hari kedua dan ketiga terjadi perubahan tekanan darah dan kualitas tidur lansia meningkat. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan penelitian ini pada analisa yang lebih tinggi dan menguji kembali hasil dari penelitian ini. Kesimpulan : Intervensi rendam kaki dengan air hangat dapat meningkatkan kualitas tidur lansia pada hari ketiga. Kata Kunci : Hipertensi,rendam kaki air hangat,kualitas tidur

    Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna.

    No full text
    PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, Mei 2024 Rizki Zalsabila HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KAWATUNA ABSTRAK Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pokok untuk bayi dengan kualitas yang baik mengandung banyak energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan pertama kehidupannya. Saat ini banyak ibu yang memberikan makanan/minuman pengganti ASI sebelum bayi berusia 6 bulan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuna. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI. Jumlah sampel 47 menggunakan rumus slovin dan ditambah 10% untuk mengantisipasi kesalahan (buffer), jadi jumlah sampel yang diambil adalah 52 sampel. Pengumpulan data menggunakan kusioner dengan analisa uji chi - square menggunakan program SPSS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 40 responden (76,9 %), dan sebagian responden memberikan ASI Eksklusif sebanyak 12 responden (23,1%). Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan dan sikap ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuan dengan nilai p - value sebesar 0,000. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pemberian ASI Eksklusi

    Perbandingan Leukosit Dan Rasio Netrofil Limfosit Dengan Pada Kejadian Apendisitis Komplikata Dan Non-komplikata Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah

    No full text
    PERBANDINGAN LEUKOSIT DAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT PADA KEJADIAN APENDISITIS KOMPLIKATA DAN NON-KOMPLIKATA DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Imtihanah Amri⁎, Haerani Harun⁎⁎, Budi Dharmono Tulaka Muhammad⁎⁎⁎, Husein Tepu ⁎⁎⁎⁎ ⁎ Departemen Ilmu Anestesiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ⁎⁎ Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ⁎⁎⁎ Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ⁎⁎⁎⁎ Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako e-mail : [email protected] ABSTRAK Latar belakang: Apendisitis merupakan salah satu kasus tersering dalam bidang bedah abdomen yang menyebabkan nyeri abdomen akut dan memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi yang umumnya berbahaya. Apendiks dapat menimbulkan masalah kesehatan jika mengalami peradangan (apendisitis) yang jika tidak ditangani segera akan menimbulkan berbagai komplikasi. Jika penegakkan diagnosis tidak dilakukan dengan segera, maka dapat menimbulkan komplikasi seperti perforasi pada apendiks yang dapat membentuk massa atau abses sehingga penanganan dan durasi tindakan operasi akan lebih sulit dan lama. Tujuan: Untuk Mengetahui perbandingan leukosit dan rasio neutrofil limfosit dengan kejadian apendisitis komplikata dan non-komplikata di RSUD Undata Provisi Sulawesi Tengah. Metode: . Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional yaitu penelitian yang pengukurannya di lakukan hanya sekali. Dalam hal ini peneliti mencari hubungan anatara variable bebas (faktor resiko) dengan variable terikat (efek). Pada penelitian variabel terikat adalah kejadian komplikata dan non-komplikata apendisitis dan variabel bebas Leukosit dan Rasio Neutrofil Limfosit,yang pengukurannya di lakukan dengan bersamaan pada saat penelitian berlangsung. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbandingan leukosit dan RNL pada pasien apendisitis pada penelitian ini menggunakan uji Mann-whitney. Hasil: Berdasarkan uji analisis yang telah dilakukan, uji analisis menggunakan uji Mann-whitney diperoleh nilai leukosit p=0,006 dan nilai RNL p=0,000 dengan nilai masing-masing (

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇