4897 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan.
PENGARUH PEMBERIAN KURMA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN
Muh. Ridha Ahsan1, Sumarni2, Ryka Marina Walanda3, Moh. Zainul Ramadhan4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
4Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Kadar hemoglobin dapat ditingkatkan dengan konsumsi kurma yang kaya akan nutrisi, sehingga kurma dapat mencegah terjadinya anemia.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di daerah kerja Puskesmas Pantoloan.
Metode:Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan menggunakan desain pre-testpost-test pada satu kelompok.Analisis univariat dan bivariat diaplikasikan sebagai metode analisis.
Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebelum diberikan kurma, 18 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan memiliki kadar hemoglobin rata-rata sebesar 10.08 gr/dL, yang kemudian meningkat dengan kadar hemoglobin rata-rata 11,64 gr/dL setelah diberikan kurma. Peningkatan ini memberikan hasil signifikan dengan nilai p=0,000 (
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap tentang Stunting terhadap Perilaku Konsumsi Suplemen dan Makanan Begizi pada Ibu Hamil.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG STUNTING TERHADAP PERILAKU MENGKONSUMSI SUPLEMEN DAN MAKANAN BERGIZI PADA IBU HAMIL
Syaharani Kurniaputri1, I Putu Fery Immanuel White2, Elli Yane Bangkele3, Miranti4
1 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2 Departemen Obstetri & Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan : Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan hingga awal kehidupan anak. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2020, Kabupaten Sigi termasuk dalam prevalensi balita stunting tertinggi ke dua (19%). Stunting diyakini sebagai hasil dari kurangnya asupan gizi ibu selama masa kehamilan. Kurangnya asupan gizi ibu selama kehamilan tidak hanya berdampak dengan kejadian stunting tetapi juga mengakibatkan bayi lahir dengan BBLR, prematur, bahkan kematian ibu dan anak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap tentang stunting terhadap perilaku konsumsi suplemen dan makanan bergizi pada ibu hamil Metode: Penelitian ini menggunakan analisis observasional, dan desain penelitian cross-sectional, dengan sampel 182 ibu hamil.
Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh pengetahuan tentang stunting terhadap perilaku konsumsi suplemen dan makanan bergizi pada ibu hamil di Puskesmas Marawola p=0,015 (
Analisis Hubungan Faktor Pengelolaan Lahan, Pengembalaan Hewan Ternak, dan Tempat Tinggal Terhadap Kejadian Schistosomiasis Pasca Pandemi Covid-19 Di Desa Alitupu Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR PENGELOLAAN LAHAN, PENGEMBALAAN HEWAN TERNAK, DAN TEMPAT TINGGAL TERHADAP KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS PASCA PANDEMI COVID-19 DI DESA ALITUPU KECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH
Rae Thesalonika Kondo1, Vera Diana Towidjojo2, Devi Oktafiani3, Nur Syamsi4
1Mahasiswa Pendidikan Doker, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Schistosomiasis adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum yang dapat ditemukan di daerah endemis di Sulawesi Tengah yakni pada Dataran Tinggi Lindu, Napu, dan Bada. Infeksi Schistosomiasis dipengaruhi berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal antara lain faktor lingkungan yang meliputi kegiatan pengelolaan tanah, pengembalaan hewan ternak, dan tempat tinggal. Pandemi Covid-19 memiliki dampak pada mobilitas masyarakat dan interaksi masyarakat terhadap lingkungannya.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan faktor pengelolaan lahan, pengembalaan hewan ternak, dan tempat tinggal terhadap kejadian schistosomiasis pasca pandemi Covid-19 di Desa Alitupu Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain observasional analitik Cross sectional. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan instrumen berupa kuesioner. Sampel yang diteliti sebesar 125 responden.
Hasil: Hasil analisis menggunakan Uji Chi-square dan Odds Ratio didapatkan faktor kontak dengan tanah/air tercemar (p-value 0,015 dan OR 12,523) dan faktor pola kontak dengan tanah/air tercemar (p-value 0,001 dan OR 4,615) merupakan faktor risiko yang signifikan. Hasil analisis menggunakan uji Logistic regression didapatkan faktor risiko yang paling signifikan adalah faktor pola kontak dengan tanah/air tercemar dengan nilai p-value 0,024 dan nilai OR 2,966.
Kesimpulan: Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian Schistosomiasis pasca pandemi Covid-19 di Desa Alitupu adalah faktor kontak dengan tanah/air tercemar.
Kata Kunci: Schistosomiasis, faktor risiko, pengelolaan lahan, hewan ternak, areal fokus keong, pandemi Covid-1
Hubungan Citra Tubuh dan Pengetahuan Gizi Seimbang Terhadap Status Gizi Remaja Siswi di SMA Negeri 3 Palu Sulawesi Tengah.
HUBUNGAN CITRA TUBUH DAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG TERHADAP STATUS GIZI REMAJA SISWI DI SMA NEGERI 3 PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH
Tri Amelia Pratiwi*, Ria Sulistiana**, Sumarni***, Nur Asmar Salikunna****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departeman Gizi-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Di Indonesia banyak kasus masalah gizi, terutama dengan gizi kurang dan gizi lebih. Kebutuhan zat pada remaja laki-laki juga lebih banyak dibandingkan perempuan, sehingga apabila kecukupan zat gizi tidak terpenuhi maka akan mempengaruhi status gizi dan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Citra tubuh merupakan sikap yang terwujud sebagai penilaian terhadap diri sendiri dan dapat berupa positif maupun negatif. Remaja perempuan memiliki pandangan tubuh yang lebih negatif daripada remaja laki-laki dan kurang senang dengan tubuhnya. Penyajian badan yang terstandarisasi di media sangat penting. Ketidakpuasan citra tubuh tingkat tinggi dialami oleh remaja putri.
Tujuan : Untuk mengidentifikasi adanya hubungan citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang terhadap status gizi remaja putri di SMA Negeri 3 Palu Provinsi Sulawesi Tengah.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi di SMA Negeri 3 Palu Provinsi Sulawesi Tengah yang berjumlah 466 orang. Sampel pada penelitian ini adalah siswi kelas XI yang bersekolah di SMA Negeri 3 Palu berjumlah 80 orang dengan teknik samping menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, timbangan dan microtoise.
Hasil : Dari hasil uji bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi citra tubuh dengan status gizi dengan nilai p = 0,004 dengan nilai korelasi cukup r = 0,318 dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi dengan nilai p = 0,961.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara persepsi citra tubuh dengan status gizi. Namun, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi.
Kata Kunci : Remaja, citra tubuh, pengetahuan gizi, status gizi
PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA WANITA USIA SUBUR
PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA WANITA USIA SUBUR
Aziizah Putri Rusti*, Rosa Dwi Wahyuni**, Nur Syamsi***, Junjun Fitriani****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Salah satu pangan lokal yang populer di masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah adalah tanaman kelor (Moringa oleifera) yang memiliki kandungan gizi yang banyak seperti zat besi. Pemenuhan gizi seperti zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan darah pada sintesis hemoglobin, pola konsumsi dengan bioavailabilitas zat besi yang rendah dapat meningkatkan terjadinya anemia salah satunya anemia defisiensi besi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, proporsi anemia yang terjadi pada WUS (Wanita Usia Subur) teridentifikasi jumlahnya sebesar 18,4% dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 32%. Anemia terjadi ketika rendahnya jumlah kadar hemoglobin dalam sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Tingkat resiko tinggi sebab wanita usia subur mengalami menstruasi dan melakukan diet sehingga pemenuhan gizi berkurang.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kapsul ekstrak daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada wanita usia subur.
Metode: Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan yaitu metode Pre-experimental dengan menerapkan one pre test dan post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 18 orang wanita usia subur dari jumlah minimal sampel 16 orang .
Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat uji parametrik paired t-test kadar Hb sebelum dan setelah pemberian kapsul ekstrak daun kelor didapatkan nilai p-value 0,012 (P < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh konsumsi kapsul ekstrak daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada wanita usia subur.
Kata Kunci: Kapsul Ekstrak Daun Kelor, Moringa Oleifera, Hemoglobin, Anemia
ANALISIS AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Staphylococcus aureus
ANALISIS AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Staphylococcus aureus
Ananda Rifani Putri1, M. Sabir2, Andi Nur Asrinawaty2, Junjun Fitriani3
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
Email: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Staphylococcus aureus adalah bakteri patogen yang dapat menyebabkan infeksi kulit, saluran respirasi, kardiovaskular, dll. Hal ini menjadi masalah penting dikarenakan tingkat resistensi antibiotik yang tinggi, sehingga diperlukan pengobatan alternatif untuk mengatasi infeksi, salah satunya dengan bawang putih. Bawang putih (Allium sativum L.) digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional dan memiliki kandungan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Metode: Penelitian menggunakan uji true-eksperimental in vitro dengan post test control only design. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk. Konsentrasi ekstrak yang diuji yakni 25%, 50%, 75%, dan 100% dengan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Masing-masing kelompok perlakuan diulang sebanyak empat kali.
Hasil: Ekstrak bawang putih menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada setiap kelompok perlakuan dengan konsentrasi paling efektif yakni 100%. Uji statistik menggunakan uji alternatif Kruskal-Wallis didapatkan nilai signifikansi p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan ekstrak bawang putih dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Kesimpulan: Ekstrak bawang putih menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada setiap kelompok perlakuan dengan konsentrasi paling efektif yakni 100%.
Kata kunci: Allium sativum L., Staphylococcus aureus, ekstrak, aktivitas antibakteri
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP TINGKAT STRES PADA MAHASISWA OBESITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP TINGKAT STRES PADA MAHASISWA OBESITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Shyella J. Violen1, Rahma Badaruddin2, Jane Mariem Monepa3, Sumarni4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO), tingkat kejadian stres masih sangat tinggi dan termasuk penyakit terbanyak ke-4 di seluruh dunia. Stres merupakan keadaan ketika individu tidak mampu melakukan adaptasi terhadap perubahan yang dialami. Apabila stres berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, maka salah satu efek sampingnya ada dapat menyebabkan obesitas pada seseorang. Kejadian obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah aktivitas fisik yang kurang.
Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap tingkat stres pada mahasiswa obesitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain one group pre test-post test design dengan total sampel sebanyak 19 orang. Sampel akan mengisi lembar informed consent, lembar observasi, pengukuran IMT, mengisi kuisioner Perceived Stress Scale (PSS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi yang dilakukan berupa tes Cooper 2,4 km dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil penelitian diuji dengan uji Wilcoxon Hasil: Hasil uji bivariat pretest dan posttest intervensi didapatkan nilai p < 0.20 dimana terdapat pengaruh bermakna dari latihan fisik terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa obesitas
Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan fisik dalam menurunkan tingkat stres mahasiswa obesitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Kata Kunci: Perceived Stress Scale, Stres, Obesitas, Cooper Test 2,4k
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN END STAGE RENAL DISEASE (ESRD) DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ANUTAPURA TAHUN 2020â2023
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN END STAGE RENAL DISEASE (ESRD) DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ANUTAPURA TAHUN 2020–2023
Hashina Rizky Azaria*, Tri Setyawati**, Haerani Harun***, Rosa Dwi Wahyuni****
*Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
****Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : End stage renal disease (ESRD) adalah penyakit ginjal kronik tahap akhir yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) 0.05 (p-value = 0.304).
Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar hemoglobin pada pasien ESRD dengan dan tanpa diabetes melitus tipe 2.
Kata Kunci : Hemoglobin, Anemia, End Stage Renal Disease (ESRD), Diabetes Melitus Tipe 2
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MADU DENGAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DIBANDING SEDIAAN TUNGGALNYA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli\
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MADU DENGAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DIBANDING
SEDIAAN TUNGGALNYA TERHADAP PERTUMBUHAN
BAKTERI Escherichia coli
Andi Asiyah Putri Humairah1, M. Sabir2, Andi Nur Asrinawaty2, Junjun Fitriani3
1 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2 Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3 Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Escherichia coli (E. coli) merupakan salah satu mikroba patogen dengan ratusan strain yang teridentifikasi dan menjadi penyebab berbagai penyakit. Salah satu bahan herbal yang sering digunakan sebagai agen antibakteri adalah jeruk nipis atau Citrus aurantifolia (C. aurantifolia) dan madu. Untuk mengetahui efektivitas antibakteri kombinasi air perasan jeruk nipis dibandingkan sediaan tunggalnya, dilakukan penelitian menggunakan metode cakram difusi atau Kirby-bauer dengan Nutrient agar sebagai medium pertumbuhan. Jenis penelitian ini adalah true experimental in vitro dengan desain penelitian post-test only control group. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan rata-rata zona inhibisi sediaan kombinasi sebesar 17,2 mm, sediaan madu sebesar 15,6 mm, dan sediaan jeruk nipis sebesar 28,6 mm. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa sediaan kombinasi lebih efektif daripada sediaan madu, sedangkan sediaan kombinasi tidak lebih efektif daripada air perasan jeruk nipis. Akan tetapi, berdasarkan uji analisis Dunn test setelah uji non-parametrik Kruskal-Wallis, tidak didapatkan perbedaan yang nyata di antara ketiga kelompok uji.
Kata Kunci: Citrus aurantifolia, madu, antibakteri, Escherichia col
HUBUNGAN HbA1c DENGAN JUMLAH PLATELET DAN MPV PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 DI RSUD UNDATA PALU PERIODE TAHUN 2023
HUBUNGAN HbA1c DENGAN JUMLAH PLATELET DAN MPV PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 DI RSUD UNDATA PALU PERIODE TAHUN 2023
Isramita Cahyani Putri1, Tri Setyawati2, Haerani Harun3, Ryka Marina Walanda4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang:
Kadar HbA1c tinggi menunjukkan semakin banyak hemoglobin yang terikat dengan glukosa yang artinya kadar gula tinggi dalam darah. Keadaan ini menggambarkan hiperglikemia yang terjadi pada pasien diabetes melitus tipe-2. Kondisi hiperglikemia dapat menyebabkan disfungsi endotel yang meningkatkan aktivitas platelet sehingga lebih mudah untuk beragregasi. Peningkatan aktvitas platelet akan merangsang proliferasi progenitor megakariosit dan meningkatkan jumlah platelet. Selain itu, terjadi peningkatan nilai MPV yang menunjukkan lebih banyak jumlah platelet baru yang diproduksi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan HbA1c terhadap jumlah platelet dan MPV pada pasien diabetes tipe-2.
Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability purposive sampling. Analisis korelasi bivariat dilakukan dengan menggunakan SPSS.
Hasil: Analisis data didapatkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai