Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN SANITASI TERHADAP KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS DI DESA TAMADUE, KECAMATAN LORE TIMUR, KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH

    No full text
    HUBUNGAN SANITASI TERHADAP KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS DI DESA TAMADUE, KECAMATAN LORE TIMUR, KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH Istiqama1, David Pakaya2, Devi Oktafiani3, Vera Diana Towidjojo3 1Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Insidensi kasus schistosomiasis desa Tamadue menjadi yang tertinggi di tahun 2019, hal ini dapat dipengaruhi oleh factor sanitasi. Tujuan: Mengetahui hubungan sanitasi terhadap kejadian schistosomiasis di Desa Tamadue, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan instrumen rekam medik dan kuesioner untuk data sanitasi yang mencakup sumber air, kepemilikan dan penggunaan jamban serta saluran pembuangan air limbah (SPAL) pada kelompok kasus dan kontrol. Hasil: Total kasus schistosomiasis di Desa Tamadue tahun 2022 sebanyak 36 kasus. Sumber air bersih dominan berasal dari air sungai (77,8%), kepemilikan dan penggunaan jamban pribadi (95,8%) dengan jenis leher angsa (94,4%) dan cemplung (1,4%). Kepemilikan saluran pembuangan air limbah (91,7%) dengan jenis SPAL dominan ke selokan terbuka (59,8%). Kesimpulan: Sumber air bersih di Desa Tamadue tahun 2022 dominan menggunakan air sungai. Kepemilikan dan penggunaan jamban milik pribadi dengan jenis leher angsa, sarana pembuangan air limbah (SPAL) dominan langsung ke selokan terbuka. Terdapat hubungan saluran pembuangan air limbah (SPAL) terhadap kejadian schistosomiasis di Desa Tamadue tahun 2022. Kata Kunci: Schistosomiasis, sanitasi, air bersih, jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL)

    Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Dengan Pemberian Terapi Psikoreligius; Dzikir Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah.

    No full text
    ABSTRAK Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Dengan Pemberian Terapi Psikoreligius; Dzikir Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah MUHAMMAD ARFANDI (2024) Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Sukrang,M.Kep Kesehatan jiwa merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di Negara–Negara maju. Kesehatan jiwa individu bisa dilihat melalui beberapa hal, seperti individu berada dalam kondisi fisik, sosial dan mental yang terbebas dari gangguan (penyakit) sehingga memungkinkan individu untuk mampu melakukan hubungan sosisal yang memuaskan dan hidup sebagai manusia yang produktif. Tujuan pada penelitian ini melakukan Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Dengan Pemberian Terapi Psikoreligius: Dzikir Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian deskriptif menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek yang di gunakan dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan masalah Risiko Perilaku Kekerasan. Hasil studi kasus pada penelitian ini menunjukkan bahwa terapi Psikoreligius: Dzikir yang dilakukan selama 7 hari dengan 21 kali pertemuan pada kedua pasien untuk mencegah perilaku kekerasan yaitu dengan membaca bacaan Dzikir. Kedua pasien sangat memiliki motivasi yang tinggi untuk sembuh dan antusias dalam melakukan terapi Psikoreligius: Dzikir sehingga perilaku kekerasan yang dirasakan kedua pasien dapat membaik secara bertahap. Kesimpulan setelah dilakukan Asuhan keperawatan dengan pemberian terapi Psikoreligius: Dzikir ini dapat mecegah/mengontrol perilaku kekerasan pada pasien yang mengalami gangguan jiwa dengan masalah Risiko Perilaku Kekerasan. Dan dapat mengubah perilaku pasien dari perilaku maladaptif menjadi adaptif yaitu sudah tidak mengancam orang lain, mata tampak sudah tidak melotot/pandangan sudah tidak tajam, sudah tidak gelisah, suara sudah tidak keras, sudah tidak berbicara banyak dan sudah tidak mudah tersinggung. Terapi Psikoreligius: Dzikir ini memiliki 2 sasaran pasien tetapi dapat mempengaruhi pasien lain. Sehingga disarankan bagi RSUD Madani dapat memberikan fasilitas atau diberikan ruangan khusus untuk melakukan terapi, agar pasien yang melakukan terapi dapat fokus dan dapat melanjutkan terapi ini agar bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal. Kata kunci: Asuhan keperawatan, Terapi psikoreligius: dzikir, Risiko perilaku kekerasa

    Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Mahasiswa

    No full text
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA MAHASISWA Nabilah Akasse*, I Putu Fery Immanuel White**, Devi Oktafiani***, Junjun Fitriani**** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *** Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **** Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan masalah utama pada Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (KRRI). Dampak perilaku seks bebas remaja yang sering ditemukan antara lain perilaku seksual berisiko seperti, Penyakit Menular Seksual (PMS), Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Menurut WHO (2018), sekitar 21 juta remaja putri hamil setiap tahun di negara berkembang, di mana 49% dari kehamilan pranikah ini disebabkan perilaku seksual yang tidak normal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku seks bebas pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan uji chi-square Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 372 responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang rendah dengan jumlah 281 responden (75,5%) dengan sikap yang negatif dengan jumlah 291 responden (78,2%), dan perilaku yang didominasi dengan sangat berisiko dengan jumlah 177 responden (47,0%). Hasil uji bivariat didapatkan signifikansi pada hubungan pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada mahasiswa yaitu 0,628 (p value > 0,05) yang artinya kedua variabel tidak memiliki hubungan yang signifikansi dan didapatkan hasil signifikasi pada hubungan sikap dengan perilaku seks bebas pada mahasiswa yaitu 0,012 (p value < 0,05) yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang signifikansi. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada mahasiswa dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku seks bebas pada mahasiswa. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, perilaku seksual, seks bebas, mahasisw

    Hubungan Asupan Gizi Makro Dengan Kejadian Stunting Balita Usia 12-59 Bulan Di Puskesmas Birobuli Tahun 2023.

    No full text
    HUBUNGAN ASUPAN GIZI MAKRO DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS BIROBULI TAHUN 2023 Khaira Utia Alsa Hasan*, Miranti**, Ketut Suarayasa***,Sumarni***, Elli Yane Bangkele**** *Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan suatu gangguan pada tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh banyak faktor diantaranya kurangnya asupan gizi. Berdasarkan data dikumpulkan WHO, prevalensi stunting pada balita pada tahun 2020 sebanyak 22% atau sekitar 149,2 juta. Stunting disebabkan karena ketidakcukupan asupan zat gizi jangka panjang yang berpotensi pada kebutuhan gizi yang kurang mencukupi dari makanan. Asupan gizi yang adekuat sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh balita. Susunan gizi yang tepat akan memacu pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan makanan yang baik adalah makanan yang disesuaikan dengan tingkat usia dan jenis aktivitasnya. Tujuan : Mengetahui hubungan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) terhadap kejadian stunting di Puskesmas Birobuli Tahun 2023. Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode case control. Dengan total sampel 100 yang terdiri atas 50 balita stunting dan 50 balita tidak stunting. Hasil : Berdasarkan analisis data menggunakan Chi-Square diperoleh pada asupan karbohidrat nilai p = 0,00 (

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Hemlick Manuver dengan Metode Demonstrasi Terhadap Tingkat Penegtahuan Siswa SMK Negeri 3 Palu.

    No full text
    Abstrak PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN HEMLICK MANUEVER DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMK NEGERI 3 PALU PUSPITA SARI (2024) Program Studi DIII-Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Wirda, Hasnidar, Sukrang) Latar Belakang : Tersedak adalah suatu kondisi yang muncul ketika benda asing memasuki saluran pernapasan dan menghalangi aliran udara ke paru-paru. Pertolongan pertama yang harus dilakukan saat didapatkan seseorang yang tersedak terdapat beberapa cara contohnya seperti Hemlick Manuver. Hemlick Manuver adalah teknik memberikan daya tolak atau daya dorong perut.Tujuan:mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan Hemlick Manuever terhadap pengetahuan siswa.Metode:Penelitian ini digunakan Pre eksperimen design dengan menggunakan One Group Pretest-posttest pada 30 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik sampling dan alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon.Hasil:hasilnya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan nilai P Value, 0,000 (

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Penderita Hipertensi Dengan Kepatuhan Minum Obat Di Kecamatan Lamala Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

    No full text
    Hubungan Tingkat Pengetahuan Penderita Hipertensi Dengan Kepatuhan Minum Obat Di Kecamatan Lamala Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Ghina Raudathul Jannah Saadjad_N21021007 Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Windu Unggun Cahya Jalu Putra. M.Kep ABSTRAK Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan pasien mengenai hipetensi mempengaruhi suatu perilaku yang timbul pada penderita dalam melaksanakan pengobatan. Tingkat pegetahuan dan pemahaman yang kurang mengenai penyakit dan pentingnya kesehatan dalam mengontrol tekanan darah diduga menjadi hambatan dalam kesadaran pentingnya mengkonsumsi obat secara rutin. Tujuan: diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan penderita hipertensi dengan kepatuhan minum obat di Kecamatan Lamala Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kemudian di uji Chi-square. Hasil: Dari penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan responden yaitu kategori kurang (28,8%), cukup (55,8%), baik (15,4%). Kepatuhan minum obat hipertensi yaitu kategori kurang (28,8%), cukup (55,8%), baik (15,4%). Dari hasil uji chi-square didapatkan nilai p value -0,006 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0,05. Kesimpulan : Dari hasil yang didapatkan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu Tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat dengan arah kolerasi yang berlawanan arah. Kata kunci: Hipertensi, tingkat pengetahuan, kepetuha

    Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Konsentrasi 20% Terhadap Kerutan Kulit Wajah.

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KONSENTRASI 20% TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH Andi Muhammad Tsaqief*, Asrawati Sofyan** *Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan paparan sinar ultraviolet (UV) sepanjang tahun terkhusus wilayah Sulawesi tengah yang dilalui garis khatulistiwa sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti penuaan kulit. Penuaan kulit yang ditandai dengan timbulnya kerutan pada kulit wajah merupakan proses fisiologis kulit yang terjadi akibat beraktivitas dibawah sinar matahari. Pemakaian masker wajah yang teratur merupakan solusi untuk mencegah terjadinya penuaan kulit dan mengurangi timbulnya kerutan serta garis-garis halus pada wajah. Daun kelor sering digunakan pada sediaan farmasi untuk merawat kesehatan kulit karena mengandung senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai proteksi terhadap enzim yang dapat merusak kolagen sehingga dapat mencegah penuaan kulit. Tujuan : Mengetahui efektivitas masker wajah Peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% terhadap kerutan kulit wajah Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental rancangan pre-post test design dengan metode double blind. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 42 Mahasiswa/I Universitas Tadulako. Instrumen yang digunakan adalah Skin Analyzer dan aplikasi statistik. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Repeated Measures ANOVA Hasil : Hasil analisis statistik pada uji Repeated Measures ANOVA berdasarkan kelompok masker wajah pada kelompok perlakuan menunjukkan nilai p sebesar 0,479 yang berarti nilai p > 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan masker ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% terhadap kerutan kulit wajah Kesimpulan : Tidak terdapat adanya efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor konsentrasi 20% terhadap kerutan kulit wajah pada minggu 0 ke minggu 2 hingga minggu 4 Kata Kunci : Daun kelor, Kerutan Kulit Wajah, Masker Peel-off, Skin Analyzer, U

    Hubungan antara Tingkat Stres dengan Tekanan Darah pada Ibu Hamil Trimester II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan Tahun 2023.

    No full text
    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN TAHUN 2023 Anacikita Mentari Kinanti Mang*., Sumarni **., Tri Setyawati***., Rahma Badaruddin **** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Gizi-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi dalam kehamilan merupakah salah satu penyebab utama terbesar kematian ibu di Indonesia, komplikasi ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kematian ibu dan bayi. Kenaikan tekanan darah yang terjadi terus menerus serta berlangsung lama dapat menyebabakan hipertensi pada seseorang. Salah satu faktor dari kenaikkan tekanan darah yaitu stres psikologi. Stres psikologi sering terjadi pada ibu hamil berupa rasa cemas dan kekhawatiran menjelang kelahiran bayi. Maka sangat dibutuhkan pemeriksaan dini tekanan darah sebelum dan selama kehamilan untuk mengurangi komplikasi hipertensi dalam kehamilan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres terhadap tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif cross sectional. Penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi dari peneliti, kemudian menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang diperoleh yaitu 76 ibu hamil. Data yang diperoleh berdasarkan hasil penyebaran kuesioner dan pengukuran tekanan darah. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebanyak 55 ibu hamil (72,4%) memiliki tingkat stres kategori normal, 6 ibu hamil (7,9%) memiliki tingkat stres kategori ringan, 11 ibu hamil (14,5%) memiliki tingkat stres kategori sedang, dan 4 ibu hamil (5,3%) memiliki tingkat stres kategori berat. Sedangkan hanya terdapat 2 ibu hamil (2,6%) yang memiliki tekanan darah kategori hipertensi. Hasil uji statistik didapatkan bahwa tidak adaya hubungan antara tingkat stres dan tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan tahun 2023 (p = 0,853) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan tahun 2023. Kata Kunci: Stres, Tekanan Darah, Ibu Hami

    Karakteristik Hepatitis B Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Kota Palu Tahun 2020-2022.

    No full text
    KARAKTERISTIK HEPATITIS B PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA PALU TAHUN 2020-2022 Sari Ariska Renyldha1., Sumarni2., Ketut Suarayasa3., Budi Dharmono Tulaka4., Muh Nur Ikhsan Liwang5 1Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Depertement Ilmu Kesehatan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Ilmu Penyakit Dalam dan Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 5Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B akut jika perjalanan penyakit kurang dari 6 bulan, sedangkan Hepatitis B kronis bila penyakit menetap, tidak menyembuh atau membaik secara klinis, laboratorium ataupun melalui gambaran patologi anatomi selama 6 bulan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Hepatitis B pada ibu hamil di Wilayah Puskesmas Kota Palu pada tahun 2020-2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah desktiptif observasional dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan Hepatitis B yang reaktif sebanyak 293 orang. Penelitian ini dilakukan di bulan Juli hingga September 2023 di wilayah puskesmas Kota Palu. Hasil: Ibu hamil dengan Hepatitis B reaktif ditemukan terbanyak pada kelompok usia 20-29 tahun berjumlah 138 orang (47,1%). Tingkat pendidikan yang paling banyak adalah pendidikan menengah atas yaitu 184 orang (62.8%), dan ibu hamil yang menderita Hepatitis B reaktif berdasarkan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga atau tidak bekerja yaitu sebanyak 236 orang (80.5%) Kesimpulan: Ibu hamil dengan Hepatitis B reaktif terbanyak pada kelompok usia 20-29 tahun. Tingkat pendidikan yang paling banyak yaitu tingkat pendidikan menengah atas. Ibu hamil Hepatitis B reaktif berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga atau tidak bekerja. Kata Kunci : Ibu hamil, Hepatitis B, Puskesma

    Gambaran Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah.

    No full text
    PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, Mei 2024 Alya Humairah Utiarahman “GAMBARAN KEMAMPUAN PASIEN DALAM MENGONTROL HALUSINASI DI RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH” ABSTRAK Gangguan jiwa merupakan keadaan dimana klien merasa dirinya tidak diterima atau gagal dalam suatu lingkungan, tidak mampu mengontrol emosinya sehingga membuat klien merasa terganggu dan merubah perilaku dengan ditandai adanya kemunculan gangguan proses fikir dan halusinasi, oleh karena itu perawat harus dapat mengajarkan pasien cara melakukan SP 1 dan SP 2 agar halusinasi pasien dapat lebih mudah terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel 45 ditiga ruangan (Ruang Manggis, Ruang Salak, Ruang Srikaya) menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden yang mengalami gangguan halusinasi berumur 26-35 tahun sebanyak 14 responden (31,1%) dan sebagian besar responden memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 34 responden (75,6%). Sebagian besar responden memiliki kemampuan mengontrol halusinasi dengan kategori mampu sebanyak 32 responden (71,1%) dan kemampuan mengontrol halusinasi dengan kategori tidak mampu sebanyak 13 responden (28,95). Kesimpulan dari penelitian ini mengenai kemampuan responden dalam mengontrol halusinasi didapat bahwa tingkat kemampuan responden mengontrol halusinasi setelah dilakukan SP 1 dan SP 2 di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah sebagian besar mampu. Saran bagi peneliti selanjutnya ,sebaiknya penelitian ini dilanjutkan dengan variable yang berbeda seperti peran keluarga dan peran perawat terhadap pasien halusinasi serta menggunakan analisis yang berbeda seperti faktor-faktor yang mempengaruhi klien dalam mengontrol halusinasi. Kata Kunci : Kemampuan Pasien, Mengontrol, Halusinas

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇