4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PEMAKAIAN KOSMETIK DAN JENIS KULIT TERHADAP DERAJAT AKNE VULGARIS PADA SISWA-SISWI DI SMAN MADANI KOTA PALU
HUBUNGAN PEMAKAIAN KOSMETIK DAN JENIS KULIT TERHADAP DERAJAT AKNE VULGARIS PADA SISWA-SISWI DI SMAN MADANI KOTA PALU
Nabilah Anbaryuni1, Junjun Fitriani2, Asrawati Sofyan3, Andi Nur Asrinawaty4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedoktean, Universitas Tadulako
3Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Akne vulgaris adalah penyaki kulit yang umum terjadi dan menyerang hampir 80- 100% populasi. Berdasarkan kelompok studi dermatologi kosmetik indonesia (KSDKI) kejadian akne vulgaris di Indonesia tercatat sebanyak 83-85% merupakan perempuan usia 14-17 tahun dan laki-laki usia 16-19 tahun.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemakaian kosmetik dan jenis kulit terhadap derajat akne vulgaris pada siswa-siswi SMAN Madani Kota Palu.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan secara cross sectional, teknik sampling yang digunakan non probability sampling dengan metode berjenis purposive sampling dan didapatkan sampel 177 responden. Uji hipotesis menggunakan Chi-square dan Spearman rho dengan SPSS 25.
Hasil: Berdasarkan analisis data dengan uji Chi-square pada jenis kulit dan derajat akne vulgaris diperoleh nilai p = 0,007, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Analisis data dengan uji Spearman rho pada pemakaian kosmetik dan derajat akne ditemukan nilai p = 0,046 dengan nilai rho = -0,150, artinya arah kekuatan hubungan kedua variabel berlawanan dan sangat lemah.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemakaian kosmetik dan jenis kulit terhadap derajat akne vulgaris pada siswa-siswi SMAN Madani Kota Palu.
Kata Kunci: Akne vulgaris, Jenis Kulit, Penggunaan Kosmetik, Sisw
UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH SEDIAAN SHEET MASK BIJI COKELAT Theobroma Cacao L TERHADAP KELEMBAPAN KULIT WAJAH CIVITAS UNIVERSITAS TADULAKO
UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH SEDIAAN SHEET MASK BIJI COKELAT Theobroma Cacao L TERHADAP KELEMBAPAN KULIT WAJAH CIVITAS UNIVERSITAS TADULAKO
Syaidah Tinahajar Supardi1, Asrawati Sofyan2, Nur Syamsi3, Junjun Fitriani4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kelembapan kulit wajah merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan dan penampilan kulit. Kulit yang kering dapat menyebabkan berbagai masalah seperti keriput, iritasi, dan tekstur kulit yang kasar yang seringkali diperburuk oleh paparan sinar ultraviolet (UV), polusi, dan faktor lingkungan lainnya. Salah satu solusi perawatan kulit yang dapat meningkatkan hidrasi kulit adalah penggunaan sheet mask berbahan dasar alami, seperti biji cokelat Theobroma Cacao L mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan asam lemak yang diketahui memiliki potensi untuk meningkatkan hidrasi dan melindungi kulit dari kerusakan oksidatif.
Tujuan: Mengetahui efektivitas masker wajah sediaan Sheet mask biji cokelat Theobroma Cacao L terhadap kelembapan kulit wajah.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental menggunakan rancangan pre-post test design. Sampel terdiri dari 33 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok yakni kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok uji. Pengukuran kelembapan kulit dilakukan menggunakan alat Skin analyzer. Analisis data yang digunakan adalah uji Friedman dan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan signifikan dalam kelembapan kulit antar kelompok.
Hasil: Analisis stastistik menggunakan uji Friedman pada kelompok uji menunjukkan nilai p sebesar 0,014 yang berarti nilai p < 0,05 dan hasil uji Wilcoxon pada minggu 0 ke minggu 2 menunjukkan nilai p sebesar 0,031 kemudian minggu 2 ke minggu 4 sebesar 0,022 dan pada minggu 0 ke minggu 4 sebesar 0,006. Hasil dari kedua uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kelembapan kulit antara waktu pengukuran (minggu 0, minggu 2, dan minggu 4).
Kesimpulan: hasil analisis stastistik masker wajah sediaan sheet mask biji cokelat Theobroma Cacao L menunjukka adanya perubahan yang signifikan atau terbukti efektif dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah.
Kata kunci: biji cokelat, kelembapan kulit, kulit kering, sheet mas
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP HISTOPATOLOGI HATI TIKUS TERINFEKSI Schistosoma japonicum
Uji Efektivitas Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) Terhadap Histopatologi Hati Tikus Terinfeksi Schistosoma japonicum
Duta Agrianto Mendila1, David Pakaya2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Infeksi S. japonicum menyebabkan kerusakan hati manusia akibat inflamasi kronis, dan memicu terbentuknya fibrosis hati. Biji jintan hitam merupakan anti-inflamasi yang mampu mengatasi infeksi S. japonicum dan kerusakan hati.
Tujuan: Mengetahui aktivitas dan efektivitas ekstrak biji jintan hitam terhadap gambaran histopatologi hati tikus terinfeksi S. japonicum.
Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only control group design dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 18 tikus galur Wistar jantan, berusia 8-12 minggu, berat badan (BB) 180-300 gram. Tikus dibagi dalam 6 kelompok perlakuan; K1: kontrol normal; K2: kontrol negatif (tikus model terinfeksi S. japonicum); K3: kontrol positif (tikus model + terapi praziquantel); K4: model terinfeksi S. japonicum + terapi ekstrak biji jintan hitam dosis tunggal 80 mg/KgBB; K5: tikus model + terapi ekstrak biji jintan hitam dosis tunggal 160 mg/KgBB; K6: tikus model + terapi ekstrak biji jintan hitam dosis tunggal 320 mg/KgBB. Hati dinekropsi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Evaluasi data secara kualitatif dengan menilai kerusakan histopatologi hati dan secara kuantitatif dengan menilai tingkat fibrosis hati, dianalisis dengan uji uji non-parametrik kruskal Wallis lalu uji lanjut Mann-Whitney.
Hasil: Terapi ekstrak biji jintan hitam pada tikus model terinfeksi S. japonicum menunjukkan tingkat kerusakan hati yang lebih sedikit dan perbedaan bermakna pada tingkat fibrosis hati (p
LITERATURE REVIEW PERUBAHAN HISTOPATOLOGI PADA HATI YANG TERINFEKSI Schistosoma japonicum
LITERATURE REVIEW PERUBAHAN HISTOPATOLOGI PADA HATI YANG TERINFEKSI Schistosoma japonicum
Nur Ilmi Ikhsani1, Nur Syamsi2, Devi Oktafiani3, Junjun Fitriani4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Schistosomiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit schistosoma dengan S. japonicum sebagai salah satu spesies utama yang menargetkan hati. Infeksi ini memicu respons imun inang terhadap telur S. japonicum yang menyebabkan pembentukan granuloma dan fibrosis yang secara bertahap mengganggu struktur dan fungsi hati. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan, pemahaman komprehensif mengenai histopatologi hati akibat infeksi S. japonicum masih dibutuhkan untuk memperdalam pengetahuan tentang mekanismenya.
Tujuan: Menganalisis dan merangkum perubahan histopatologi pada hati yang diakibatkan oleh infeksi S. japonicum.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah jurnal-jurnal yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2019-2024) melalui database PubMed dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi penelitian yang membahas perubahan histopatologi hati akibat infeksi S. japonicum, menggunakan metode True Experimental in vivo, dan tersedia dalam bentuk teks lengkap. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan naratif untuk mengidentifikasi perubahan histopatologi utama yang relevan.
Hasil: Infeksi S. japonicum menyebabkan berbagai perubahan histopatologi pada hati, seperti pembentukan granuloma periovular, fibrosis periportal, dan kerusakan struktur hepatik. Granuloma terbentuk sebagai respons imun terhadap antigen telur, sementara aktivasi Hepatic Stellate Cells (HSC) berperan dalam deposisi kolagen yang memicu perkembangan fibrosis kronis.
Kesimpulan: Infeksi S. japonicum menyebabkan perubahan histopatologi pada hati, seperti granuloma periovular, fibrosis periportal, dan inflamasi kronis. Mekanisme infeksi melibatkan migrasi telur cacing ke jaringan hati yang memicu respons imun inflamasi, pembentukan granuloma, dan deposisi kolagen yang berujung pada fibrosis hati.
Kata kunci: Schistosoma japonicum, histopotalogi hati, granuloma periovular, fibrosis, inflamasi kronis
PENGARUH EDUKASI TOKSOPLASMOSIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI Toxoplasma gondii PADA SISWI SMA NEGERI 1 PETASIA, KECAMATAN PETASIA KABUPATEN MOROWALI UTARA SULAWESI TENGAH
PENGARUH EDUKASI TOKSOPLASMOSIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI Toxoplasma gondii PADA SISWI SMA NEGERI 1 PETASIA, KECAMATAN PETASIA KABUPATEN MOROWALI UTARA SULAWESI TENGAH
Ananda Rinaldy Engka¹, Nur Indang², Devi Oktafiani3, Junjun Fitriani4
¹Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Tadulako
²Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
4Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Toxoplasma gondii salah satu infeksi yang tersebar di seluruh dunia. Pada seluruh dunia di berbagai Negara, telah ditunjukan bahwa sekitar lebih dari angka 60% yang telah terinfeksi Toxoplasma gondii dari beberapa populasi. Di Asia Tenggara memiliki angka kejadian penyakit ini berkisar angka 4-75%, misalnya pada Negara Laos dengan angka (6%), Malaysia dengan angka (7%), Thailand sekitar (11-15%), lalu pada Negara Vietnam (16%) dan Negara Indonesia dengan kisaran angka (17-20%). Indonesia memiliki seroprevalensi toxoplasmosis yang tergolong cukup tinggi dari beberapa Negara lain. Adapun data prevalensinya sekitar 2-51% dari penduduk yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain di Sulawesi Utara dengan kasus tertinggi yaitu 58%, kedua di Jawa Barat sebanyak 51%, ketiga di Kalimantan Selatan sebanyak 31%, dan keempat yaitu pada Sulawesi Tengah dengan angka 27%
Tujuan : mengetahui pengaruh edukasi toksoplasmosis terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan infeksi Toxoplasma gondii pada siswi SMA Negeri 1 Petasia, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah
Metode : Jenis penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Design, dengan metode One Group Pretest – Posttest yang merupakan suatu penelitian yang dilakukan dan dilaksanakan pada satu kelompok yang dipilih
Hasil : Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α=0,05 didapatkan nilai p=0,000, yang artinya ada Pengaruh Edukasi Toksoplasmosis Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan infeksi Toxoplasma gondii Pada Siswi SMA Negeri 1 Petasia, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi tengah.
Kesimpulan : ada Pengaruh Edukasi Toksoplasmosis Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan infeksi Toxoplasma gondii Pada Siswi SMA Negeri 1 Petasia, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi tengah.
Kata kunci : Toxoplasma gondii, edukasi, pengetahuan, perilak
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPANA TETE TAHUN 2023
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPANA TETE
TAHUN 2023
Nurul Faiqah*, Elli Yane Bangkele**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan : Stunting adalah kondisi kurangnya gizi bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama yang menyebabkan terhambatnya tumbuhan kembang dan perkembangan otak pada anak dan menyebabkan tinggi badan anak dibawah normal dibandingkan dengan anak seusianya karena mengalami kekurangan gizi yang menahun. Prevalensi stunting di Kabupaten Tojo Una-Una termasuk 3 besar data stunting tertinggi di Sulawesi Tengah sebanyak 17,2 %.
Tujuan : Mengetahui Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampana Tete Tahun 2023.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 42 responden untuk kelompok kasus dan 42 responden untuk kelompok kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 84 sampel yang memiliki BBLR beresiko sebanyak 15 orang (17,9 %), dan yang memiliki BBLR tidak beresiko sebanyak 69 orang ( 82, 1 %).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara BBLR dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampana Tete Tahun 2023 (P Value = 0,000, OR = 2,556).
Kata Kunci : Stunting, Berat Badan Lahir Renda
GAMBARAN HASIL CT-SCAN (COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN) KEPALA PADA PASIEN STROK DENGAN HIPERTENSI DI UPT RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022
GAMBARAN HASIL CT-SCAN (COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN) KEPALA PADA PASIEN STROK DENGAM HIPERTENSI DI UPT RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2022
Putri Salsabilla Abbas1, Ria Sulistiana2, Imtihana Amri3, Budi Dharmono Tulaka4
1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Departemen Ilmu Anestesiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Hipertensi menyebabkan peningkatan tekanan darah perifer menyebabkan sistem hemodinamik yang buruk dengan faktor resiko strok gangguan fungsional otak secara mendadak akibat gangguan aliran darah pada bagian otak dengan tanda klinis fokal atau lokal dapat berlangsung >24 jam dan tanpa tanda-tanda penyebab non vaskuler, termasuk didalamnya yaitu pendarahan subarakhnoid, pendarahan intraserebral, atau iskemik. CT-scan merupakan gold standart dalam pemeriksaan kepala pada kasus strok untuk membedakan penyebab oleh suatu infark ataupun pendarahan.
Tujuan : Mengetahui gambaran hasil pemeriksaan CT-scan kepala pada pasien strok dengan hipertensi Di UPT RSUD Undata Sulawesi Tengah Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini pasien strok dengan hipertensi yang telah tercatat di rekam medik dan melakukan CT-scan kepala di UPT RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022 sebanyak 77 pasien. Metode pengambilan sampel mengguakan teknik purposive sampling.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian berdasarkan usia yaitu lanjut usia (≥ 60 Tahun) 36 pasien (46.8%), berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki 45 (58,4%), gambaran hasil CT-scan kepala pasien strok dengan hipertensi pada strok hemoragik intraserebral 53 (68,8%) dan pada strok non hemoragik 15 (19,5%), lokasi lesi berdasarkan hasil CT-scan kepala pasien strok hemoragik dengan hipertensi 49 (79,0%) pada 1 lokasi temuan yaitu ganglia basalis dan strok non hemoragik dengan hipertensi 9 (60,0%) pada 1 lokasi temuan yaitu lobus parietal.
Kesimpulan: Pada penelitian didapatkan gambaran hasil CT-scan pasien strok dengan hipertensi di UPT RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022 yaitu strok hemoragik intraserebral dengan temuan 1 lokasi dan strok non hemoragik dengan temuan 1 lokasi .
Kata Kunci: Strok, CT-Scan, Hipertensi
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Kelas XII TKR (Teknik Kendaraan Ringan) Tentang HIV/AIDS Di SMK Negeri 3 Kota Palu
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Kelas XII TKR Tentang HIV/AIDS Di SMK Negeri 3 Kota Palu
Fikri Handayani (2024)
Program Studi DIII-Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
(Windu Unggun CJP, Asmiwarti Abdulah, Raden Bagus Edy Santoso)
Latar Belakang Sekelompok retrovirus menyerang fungsi kekebalan tubuh manusia disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus), dan sekelompok penyakit klinis tertentu akibat infeksi HIV disebut sebagai AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan pada remaja mengenai HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Kota Palu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang terdiri dari remaja kelas XII TKR SMK Negeri 3 Kota Palu. Untuk menentukan besar sampel dalam penelitian ini digunakan teknik total sampling yaitu pengambilan sampel dari seluruh jumpal populasi yang ada dan alat ukur penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data hasil penelitian dengan menggunakan teknik deskriptif dengan presentase. Hasil Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang HIV/AIDS sebanyak 32 orang (53,3%), responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 23 orang (38,3%) dan minoritas kurang baik sebanyak 5 orang (8,3%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Kota Palu secara umum adalah cukup sebanyak 32 orang (53,3%). Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya di kalangan remaja tentang penyakit HIV/AIDS. Sehingga masyarakat dapat memahami bahayanya serta dapat menghindari faktor penyebab penyakit HIV/AIDS.
Kata Kunci : HIV/AIDS, Gambaran, Pengetahua
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL USIA REMAJA TENTANG ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KUNJUNGAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASIMBAR
ABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL USIA REMAJA TENTANG ATENATAL CARE (ANC) DENGAN KUNJUNGAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASIMBAR
MUFIDA (2024)
Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran
Universitas Tadulako
Dr. Ratna Devi, SKM., M.Kes
Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) adalah sebuah program untuk memberikan informasi tentang hal-hal yang harus dilakukan seorang ibu agar ibu dan bayi sehat selama kehamilan. Salah satu faktor penyebab ibu tidak teratur dalam ANC adalah umur. Di Wilayah Kerja Puskesmas kasimbar tahun 2024 terdapat 33 orang ibu hamil usia remaja. Tujuan: penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Usia Remaja Tentang Antenatal Care (ANC) Dengan Kunjungan ANC Di Wilayah Kerja Puskesmas Kasimbar tahun 2024. Metode: Penelitian analitik korelasi dengan desain pendekatan cross sectional. Melibatkan 33 ibu hamil usia remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Kasimbar. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, melihat di buku KIA ibu hamil, catatan bidan dan kader posyandu. Menggunakan Analisis data univariat dan bivariat. Hasil: tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil usia remaja tentang ANC dengan kunjungan ANC dengan hasil uji chi-square test didapatkan p-value = 0,421 > 0,05, dan tidak terdapat hubungan antara sikap ibu hamil usia remaja tentang ANC dengan kunjungan ANC dengan hasil uji chi-square test didapatkan p-value = 0,187 > 0,05. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil usia remaja tentang ANC dengan kunjungan ANC di Wilayah Kerja puskesmas kasimbar tahun 2024.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Ibu Hamil Usia Remaja, Antenatal Car
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN BLOK 7 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK 7 MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN BLOK 7 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK 7 MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022
Rezky Wahyuni*., Ryka Marina Walanda**., Christin Rony Nayoan***., Jane Mariem Monepa****
/
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Dosen Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Kecemasan merupakan salah satu bentuk kecenderungan individu yang berhubungan dengan perasaan takut disertai perasaan yang tidak di inginkan. Hal ini sering terjadi pada mahasiswa tahun pertama karena masih berada dalam masa penyesuaian. Khususnya pada mahasiswa kedokteran yang setiap semesternya menghadapi Ujian Blok. Materi dan sumber yang padat untuk ujian Blok inilah terkadang menimbulkan tekanan terhadap mahasiswa untuk mencapai ataupun stressor terjadinya kecemasan.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan menghadapi ujian blok 7 terhadap nilai ujian blok 7 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022.
Metode: Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian analisis obeservasional dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional. Berdasarkaan rumus slovin minimal sampel yang digunakan 64 orang. Mengambil data dengan menggunkan kuesioner.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan frekuensi kecemasan terbanyak pada kategori Normal sejumlah 16 orang (25%). Dan sedangkan Sedang sejumlah 16 orang (25%), sedangkan frekuensi nilai ujian blok kategori Sangat Berat sejumlah 7 orang (10,9). Pada frekuensi nilai ujian blok terbanyak pada kategori E sejumlah 46 orang (71,9) dan terendah kategori C sejumlah 18 orang (28,1%). Hasil uji kolerasi spearman diperoleh nilai p-value 0,067 dengan arah kolerasi negatif dan kekuatan kolerasi (r) adalah 0,231.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi ujian blok 7 terhadap nilai ujian blok 7 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022.
Kata Kunci : Tingkat kecemasan, Ujian Blok, Nilai Ujian Blo