4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA PENYAKIT HIPERTENSI TENTANG HIPERTENSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, September 2024
Mifta Magfira S. Rakama
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA PENYAKIT HIPERTENSI
TENTANG HIPERTENSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT
ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS KAWATUNA
ABSTRAK
Latar belakang: Hipertensi merupakan proses degenerative sistem sirkulasi yang dimulai dengan atherosklerosis, yakni gangguan struktur anatomi pembuluh darah perifer yang berlanjut dengan kekakuan pembuluh darah/arteri. Kekakuan pembuluh darah disertai dengan penyempitan dan kemungkinan pembesaran Plaque yang menghambat gangguan peredaran darah perifer. Pada Lansia Hiperetensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang menimbulkan masalah kardiovaskuer serius lainnya. Pola hidup menjadi lebih praktis, termasuk juga dalam pelaksanaan diet yang tidak tepat disinilah yang dapat memicu berbagai macam penyakit terutama penyakit hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui adanya Hubungan pengetahuan Penderita Penyakit Hipertensi Tentang Hipertensi Dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Lansia di wilayah kerja Puskesmas kawatuana. Metode: yang digunakan Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Teknik pengambilan sampel yaitu secara purposive sampling. Jumlah sampel yang di ambil 40 dengan menggunakan rumus purposive sampling. Pengumpulan data ini menggunakan kusioner dengan analisa uji Chi-square menggunakan program SPSS. Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa sebagiam besar lansia yang berpengetahuan baik 28 (70%) dan sebagian kecil lansia berpengetahuan kurang 12 (30%) responden. Kesimpulan : dari peneliti ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan dan kepatuhan minum obat di Wilayah Kerja Puskesmas kawatuna dengan p –value sebesar 0.000.
Kata Kunci : Pengetahua, Kepatuhan minum obat lansi
PEMBUATAN DAN VALIDASI VIDEO PEMERIKSAAN FISIK KEPALA LEHER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM KETERAMPILAN KLINIK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
PEMBUATAN DAN VALIDASI VIDEO PEMERIKSAAN FISIK KEPALA LEHER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM KETERAMPILAN KLINIK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Rania Azzahra1, Christin Rony Nayoan2 , Vera Diana Towidjojo3 Nur Syamsi4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Keterampilan klinik merupakan sebuah sarana bagi mahasiswa kedokteran berlatih keterampilan medis yang dilakukan dalam suasana latihan di laboratorium. Salah satu keterampilan klinik yang perlu dipelajari mahasiswa pendidikan dokter adalah pemeriksaan fisik kepala leher. Penggunaan media pembelajaran dalam bentuk video sebagai media audio-visual memungkinkan mahasiswa mempelajari tahapan praktik secara berulang-ulang sehingga membantu dalam mempelajari dan memahami tiap langkah pemeriksaan fisik kepala leher tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Tujuan : Untuk mengetahui proses pembuatan dan validasi video pemeriksaan fisik kepala leher sebagai media pembelajaran dalam keterampilan klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Jenis data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan lembar validasi kepada para ahli yang terdiri dari ahli materi yaitu Dokter Spesialis THT-BKL, Dosen Clinical Skills Lab, Medical Education, dan ahli audiovisual. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi. Analisis data yang dilakukan dengan menghitung nilai validitas berdasarkan lembar validasi yang diisi oleh validator dengan persentase. Nilai Validitas diatas 70% dapat diterima dan menunjukkan validitas tinggi.
Hasil : Video pemeriksaan fisik kepala leher yang dibuat sesuai literatur dan telah tervalidasi melalui hasil analisis uji dari tujuh validator memperoleh nilai validitas diatas 70% dapat diterima dan menunjukkan validitas tinggi.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa video pemeriksaan fisik kepala leher telah memenuhi kategori kelayakan sehingga valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran keterampilan klinik
Kata Kunci : Pemeriksaan kepala leher, keterampilan klinik, media belajar, vide
HUBUNGAN KEPUASAN BODY IMAGE DENGAN STATUS GIZI PADA SISWI SMA NEGERI 5 PALU
HUBUNGAN KEPUASAN BODY IMAGE DENGAN STATUS GIZI PADA SISWI SMA NEGERI 5 PALU
Lulu Natasya*, Ryka Marina Walanda**, Haerani Harun***, Mohammad Zainul Ramadhan****
*Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
****Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Pada fase remaja terjadi perkembangan dan pertumbuhan secara fisik, sosial dan psikologis. Perubahan tersebut akan memengaruhi cara pandang dan perilaku remaja terhadap tubuhnya yang dikenal sebagai body image. Penampilan penting bagi remaja putri sehingga sebagian besar remaja putri berusaha agar dapat memenuhi standar kecantikan masyarakat dengan melakukan puasa, diet, berolahraga, mengonsumsi obat pencahar dan pil diet. Adanya perilaku membatasi pola makan serta menjalani pola hidup yang tidak sehat dapat berefek pada gizi remaja seperti anemia, gizi kurang, dan obesitas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan body image dengan status gizi pada siswi SMA Negeri 5 Palu.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis observasioal dengan desain cross sectional Sampel pada penelitian ini berjumlah 92 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Uji analisis bivariat menggunakan uji spearman.
Hasil: Hasil uji spearman menunjukkan p-value = 0,097 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan kepuasan body image dengan status gizi pada siswi SMA Negeri 5 Palu.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan kepuasan body image dengan status gizi pada siswi SMA Negeri 5 Palu.
Kata Kunci : Body Image, Status Giz
Asuhan Keperawatan Keluarga yang mengalami nyeri Dismenore dengan pemberian terapi akupresure di kelurahan Duyu.
Asuhan Keperawatan Keluarga Yang Mengalami Nyeri Dismenore Dengan Pemberian Terapi Akupresure di Kelurahan Duyu Tahun 2023
Putri Rizky (2023)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns. Hj. Andi Saifah, M.Kep.Sp.Kep.Kom
Kata Kunci : Keluarga,Terapi Akupresure, Nyeri Akut, Dismenore.
ABSTRAK
Angka kejadian Dismenore di Indonesia terdiri dari 72,89% dismenore primer dan 21,11% dismenore sekunder dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesterone dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga yang mengalami dismenore dengan masalah keperawatan nyeri dismenore dengan pemberian terapi akupresure. Desain penelitian adalah studi kasus pada dua keluarga dengan remaja yang mengalami dismenore. Fokus Intervensi adalah melibatkan Ibu pasien dalam memberikan terapi akupresur kepada remaja Nn A dan Nn D. Hasil studi kasus yang menunjukan, terapi akupresure titik (LI 4, SP 6 dan SP 8 ) selama enam hari 2- 3 kali sehari, dapat mengatasi nyeri dari skala nyeri delapan menurun hingga nol, dapat mengurangi rasa nyeri, dan kecemasan pada hari ke enam setelah pemberian intervensi. Tingkat kemandirian keluarga sama-sama mengalami peningkatan dari KM II menjadi KM III. Kesimpulan penelitian adalah terapi akupresure dengan memberdayaan keluarga dapat mengatasi nyeri dismenore dan kecemasan, diharapkan keluarga dapat menlanjutkan terapi yang sudah diajarkan, dan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan melalui penelitian kuasi eksperimen
Intervensi Terapi Aktivitas Kelompok Bermain Ular Tangga pada Pasien Halusinasi Pendengaran di Ruangan Manggis RSUD Madani Palu.
ABSTRAK
Intervensi Terapi Aktivitas Kelompok Bermain Ular Tangga Pada Pasien Dengan Halusinasi Pendengaran Di Ruangan Manggis RSUD Prov. Sulawesi Tengah
Lisda Yanti (2024)
Program Studi D- III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dr. Ns. Andi Saifah, M. Kep., Sp. Kep. Kom
Kata Kunci : Halusinasi Pendengaran, Terapi Aktivitas Kelompok, Ular Tangga, Keperawatan
Latar belakang : Halusinasi Pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia. Terapi Aktivitas Kelompok Bermain Ular Tangga dianggap sebagai salah satu metode yang potensial dalam membantu pasien mengalihkan perhatian dari halusinasi yang dialami.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok Bermain Ular Tangga dalam mengurangi frekuensi dan intensitas halusinasi pendengaran pada pasien di Ruangan Manggis RSUD Madani Provinsi Sulewesi Tengah.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan Intervensi Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Bermain Ular Tangga Pada Pasien Dengan Halusinasi Di Ruangan Manggis RSUD Madani Prov. Sulawesi Tengah.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) bermain ular tangga terjadi penurunan frekuensi,tanda gejala dan hilanganya halusinasi pada pasien
Kesimpulan : Pemberian Intervensi Asuhan Keperawatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Bermain Ular Tangga dapat mengurangi frekuensi dan tanda gejala pada pasien halusinas
Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Konsentrasi 15% Terhadap Kerutan Kulit Wajah.
Tabel 1. Keaslian Penelitian 6
Tabel 2. Definisi Operasional 32
Tabel 3. Formulasi Sediaan Masker Peel-Off 35
Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, dan Jenis Kulit 41
Tabel 5. Hasil Uji Organoleptis Sediaan Masker Peel-Off 43
Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Sediaan Masker Peel-Off 44
Tabel 7. Hasil Uji pH Sediaan Masker Peel-Off 45
Tabel 8. Hasil Uji Daya Sebar Sediaan Masker Peel-Off 46
Tabel 9. Hasil Uji Waktu Kecepatan Mengering Sediaan Masker Peel-Off 47
Tabel 10. Hasil Uji Repeated Measures ANOVA Berdasarkan Kelompok Masker Wajah 50
Tabel 11. Hasil Uji Repeated Measures ANOVA Berdasarkan Perbandingan Tiap Minggu dari Setiap Kelompok Masker Wajah 51
DAFTAR SINGKATAN
AP-1 : Activator protein-1
DNA : Deoxyribonucleic Acid
ECM : Extracellular Matrix
MMP : Matriks Metalloproteinase
PVA : Polivinil Alkohol
PVAc : Polivinil Asetat
ROS : Radical Oxygen Species
TGF- β : Transforming Growth Factor-β
UV : Ultraviolet
EEDK : Ekstrak Etanol Daun Kelor
UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KONSENTRASI 15% TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH
St. Fatimah Halim *,
Asrawati Sofyan **
* Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
** Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis sehingga paparan sinar matahari di Indonesia yang berintensitas tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada kulit oleh karena radiasi sinar ultraviolet (UV). Penuaan dini yang ditandai dengan timbulnya kerutan pada kulit wajah terjadi akibat seringnya beraktivitas dibawah sinar matahari. Penggunaan masker wajah yang teratur dapat mencegah terjadinya penuaan dini dan mengurangi munculnya keriput serta garis-garis halus pada wajah. Daun kelor merupakan bagian dari tumbuhan kelor yang sering digunakan untuk merawat kesehatan kulit wajah karena mengandung senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai proteksi terhadap enzim yang merusak kolagen serta mempertahankan kelembapan kulit sehingga dapat mencegah penuaan dini.
Tujuan : Mengetahui efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 15% terhadap kerutan kulit wajah
Metode : Desain Penelitian yang digunakan adalah adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian pre-post test design metode double blind. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 42 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah Skin Analyzer dan aplikasi statistik. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Repeated Measures ANOVA
Hasil : Hasil analisis statistik uji Repeated Measures ANOVA berdasarkan kelompok masker wajah pada kelompok perlakuan menunjukkan nilai p sebesar 0,725 yang berarti nilai p>0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan masker ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 15% terhadap kerutan kulit wajah
Kesimpulan : Masker peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 15% tidak memiliki efektivitas terhadap kerutan kulit wajah pada minggu 0 ke minggu 2 hingga minggu 4
Kata Kunci : Daun Kelor, Kerutan Kulit Wajah, Masker Peel-Off, Skin Analyze
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Prodi S1-Kedokteran Angkatan 2023.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO PRODI
S1-PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2023
Anisya Virginita*, Vera Diana Towidjojo**, Sumarni***, Nur Syamsi****
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Status gizi adalah keadaan yang ditentukan oleh jumlah energi dan zat gizi yang diperoleh dari makanan dengan efek fisik yang diukur. Status gizi remaja harus mendapat perhatian khusus karena memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh pada masa dewasa.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dan pola makan dengan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Prodi S1-Kedokteran angkatan 2023.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional/survey, bersifat analitik. Dengan pendekatan cross sectional.
Hasil: Tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang mahasiswa, kebanyakan baik yaitu 125 orang (77,6 %), 32 orang cukup (32%), dan 4 orang pengetahuan kurang (2,5%). Untuk pola makan, kebanyakan baik, 89 orang (55,3%), 72 orang dengan pola makan tidak baik (44,7%). Status gizi responden kebanyakan normal yaitu, 105 orang (65,2%), obesitas 25 orang (15,5%), kurus 16 orang (9,9%), gemuk 11 (6,8%), dan status gizi sangat kurang 4 orang (2,5%). Hubungan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan pola makan, didapatkan p=0,513, tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Serta nilai korelasi -0,113. Hubungan antara pola makan dengan status gizi p=0,036, terdapat hubungan antara kedua variabel. Serta didapatkan korelasi (r)=-0,283, terdapat hubungan yang lemah, arah korelasi berlawanan.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Prodi S1-Kedokteran angkatan 2023, namun didapatkan hubungan yang antara pola makan dengan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Prodi S1-Kedokteran angkatan 2023.
Kata Kunci: Pengetahuan, Pola Makan, Status Gizi
Gambaran Status Gizi, Karakteristik Kelengkapan Data, Terapi Antibiotik Demam Tifoid Di RSUD UNDATA Palu 2019-2022.
Gambaran Status Gizi, Karakteristik Kelengkapan Data, Terapi Antibiotik Demam Tifoid Di RSUD UNDATA Palu 2019-2022
Mira Surya Prastika Akhmad1, M. Sabir2, David Pakaya3, Andi Nur Asrinawaty4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4 Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Berbagai kondisi klinis dapat terjadi pada demam tifoid karena infeksi sangat dipengaruhi oleh status imun dan jumlah bakteri seseorang.
Tujuan: Mengetahui gambaran status gizi, kelengkapan data, dan terapi antibiotic pasien demam tifoid di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019-2022.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan yaitu rekam medis pasien demam tifoid di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019-2022 dengan jumlah sampel 52 orang. Data disajikan dalam bentuk persentase tabel frekuensi.
Hasil: Hasil data menunjukkan status gizi pasien demam tifoid berdasar jenis kelamin adalah perempuan dengan persentase 51,9%, berdasarkan kelompok usia adalah remaja akhir (17-25 tahun) dengan persentase 38,5%, gambaran status gizi pasien demam tifoid berdasar IMT/U anak usia 0-5 tahun gizi baik 7,7%, IMT/U anak usia 5-18 tahun dengan gizi baik persentase 21,2%, IMT dewasa dengan berat badan kurang persentase 32,7%, pemberian terapi antibiotik terbanyak yaitu kloramfenikol 30,8%, kelengkapan data rekam medis dengan subjek jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan dan status gizi memiliki data lengkap masing-masing persentase 100%, kelengkapan data rekam medis terapi antibiotik persentase 73,1% lengkap dan 26,9% tidak lengkap.
Kesimpulan: Pasien yang menderita demam tifoid terbanyak memiliki IMT berat badan kurang, pemberian antibiotik terbanyak adalah kloramfenikol, dan data rekam medis pasien demam tifoid lengkap.
Kata Kunci: status gizi, demam tifoid, salmonella typhi, antropometri, terapi antibiotik, kloramfenikol, kelengkapan data, rekam medis
Kata Kunci: status gizi, demam tifoid, salmonella typhi, antropometri, terapi antibiotik, kloramfenikol, kelengkapan data, rekam medi
Perbedaan Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Penanganan Dismenorea Primer Pada Remaja Putri Antara Siswi SMA Labschool Untad Palu dan SMA Negeri 1 Sindue.
PERBEDAAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENANGANAN DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI ANTARA SISWI SMA LABSCHOOL UNTAD PALU DAN SMA NEGERI 1 SINDUE
Margaretha Fitri Christine Simangunsong1, Nur Syamsi2, Christin Rony Nayoan2, Vera Diana Towidjojo 3
1Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Remaja putri di Indonesia sekitar 43%-93% mengalami dismenorea, namun masih banyak remaja putri menganggap dismenorea adalah hal yang biasa terjadi dan tidak memerlukan bantuan tenaga kesehatan. Tingkat pengetahuan sangat berpengaruh terhadap perilaku, oleh karena itu diperlukan pengetahuan yang baik untuk membentuk perilaku yang baik pula pada remaja putri dalam menangani dismenorea.
Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku penanganan dismenorea primer antara siswi SMA daerah perkotaan dan pedesaan.
Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan total 186 sampel dan dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023 di SMA Labschool Untad Palu dan SMA Negeri 1 Sindue. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan instrumen berupa kuesioner.
Hasil Penelitian : Hasil analisis menunjukkan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku penanganan dismenorea primer yang signifikan pada siswi SMA Labschool Untad Palu (p=0,010) dan pada SMA Negeri 1 Sindue (p=0,037).
Kesimpulan : Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku penanganan dismenorea primer pada remaja putri antara siswi SMA daerah perkotaan dan pedesaan memiliki hasil yang sama.
Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, Perilaku penanganan, Dismenorea, Remaja putr
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KADAR METHEMOGLOBIN TIKUS WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN DIET TINGGI LEMAK
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KADAR METHEMOGLOBIN TIKUS WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN DAN DIET TINGGI LEMAK
Kevin Pratama1, Tri Setyawati2, Rabiatul Adawiyah2, Ryka Marina Walanda2
1 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2 Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan kelompok gangguan metabolisme yang ditandai oleh hiperglikemia kronik akibat gangguan fungsi insulin. Komplikasi yang dapat terjadi akibat DMT2 adalah peningkatan stres oksidatif yang dapat mengakibatkan peningkatan kadar methemoglobin dalam darah. Daun kelor (MO) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga berpontensi untuk menurunkan kadar methemoglobin dan glukosa darah pada kondisi DMT2.
Tujuan: Untuk mengetahui efek ekstrak daun kelor terhadap kadar methemoglobin pada tikus putih jantan (Rattus norvergicus) dengan model diabetes melitus tipe 2 yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak.
Metode: Penelitian menggunakan desain True Eksperimental dan rancangan Post test-Only Control Group Design. Sampel penelitian adalah 10 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi kedalam 5 kelompok. Kelompok normal (KN), kelompok kontrol negatif (K-), kelompok kontrol positif (K+), kelompok pemberian ekstrak kelor 400 mg/KgBB (D400) dan 800 mg/KgBB (D800) . Analisis data menggunakan software SPSS diawali dengan uji normalitas (Saphiro-wilk) dan uji homogenitas (Levene’s Test). Apabila data terdistribusi normal dan data homogen akan dilanjutkan dengan uji parametrik One-Way ANOVA, Namun apabila data tidak berdistribusi normal atau tidak homogen maka dilakukan uji non parametrik Kruskall Wallis.
Hasil: Hasil uji non parametrik menggunakan Kruskal Wallis didapatkan p-value sebesar 0,321 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efek yang tidak signifikan antara ekstrak daun kelor dosis 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB dibandingkan kelompok kontrol negatif terhadap kadar methemoglobin tikus wistar model DMT2 yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak.
Kesimpulan: Secara klinis, data yang diperoleh menujukkan efek positif ekstrak daun kelor dalam menekan peningkatan kadar methemoglobin pada tikus wistar model DMT2. Namun, secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan terkait efek ekstrak daun kelor dibandingkan kelompok kontrol negatif terhadap kadar methemoglobin.
Kata Kunci: Methemoglobin, Moringa oleifera, Diabetes melitus, Stres oksidati