Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    Efektivitas Rebusan Air Jahe Dan Sereh Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di RT.01 Kelurahan Kawatuna.

    No full text
    Efektivitas Rebusan Air Jahe Dan Sereh Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di RT.01 Kelurahaan Kawatuna Siti Sarah Putri Ayu, N21021009 Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Hasnidar,.S.Kep, M.Kep ABSTRACK Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang. Hipertensi sering disebut juga dengan the silent killer karena dapat menyebabkan kematian secara mendadak tanpa adanya keluhan sebelumnya. Tujuan: Untuk mengidentifikasi Efektivitas Rebusan Air Jahe Dan Sereh Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di RT.01 Keluarahan Kawatuna. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Design dengan bentuk one group pre test-post test design. Yakni adanya, sebelum (pre test) di berikan perlakuan dan sesudah (post test) di berikan perlakuan. menggunakan Teknik pengambilan sampel Teknik purposive sampling dengan rumus slovin 10% sebanyak 20 responden. Hasil: Sebelum diberikan rebusan air jahe dan sereh di RT.01 Kelurahan Kawatuna yakni, semua responden tekanan darahnya abnormal (lebih dari 110/80) dengan frekuensi 10 (100%) Dan sesudah diberikan rebusan air jahe dan sereh yakni, 2 responden tekanan darahnya dalam kategori cukup (20%) dan 4 responden yang tekanan darahnya baik (40%) Kesimpulan:Adanya pengaruh sebelum dan sesudah diberikan rebusan air jahe dan sereh dengan hasil yang didapatkan nilai P-Value sebesar 0,001 < 0,05, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima hyang diberikan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) diberikannya rebusan air jahe dan sereh. Kata Kunci : Hipertensi,Rebusan Air Jahe Dan Sere

    Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-Off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) dengan Konsentrasi 20% Terhadap Kelembapan Kulit Wajah.

    No full text
    Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-Off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) dengan Konsentrasi 20% Terhadap Kelembapan Kulit Wajah Hayatun Nufuzi1, Asrawati Sofyan2 1Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Indonesia memiliki iklim tropis yang menyebabkan penduduknya seringkali mengalami beragam masalah kulit, salah satunya adalah kulit kering. Banyaknya masalah kulit wajah menjadikan perawatan kulit wajah sangat penting. Salah satu bentuk perawatan wajah adalah penggunaan masker wajah. Bahan pembuatan masker dapat berasal dari bahan alam seperti daun kelor. Daun kelor memiliki antioksidan tinggi yang dapat melembapkan kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) dengan konsentrasi 20% terhadap kelembaban kulit wajah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental double blind dengan rancangan pre-post design. Sampel adalah warga Universitas Tadulako dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skin analyzer dan aplikasi analisis statistik yang menggunakan uji Friedman dan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan uji Friedman, hasil kelembapan kulit tidak signifikan terhadap pemakaian masker peel-off ekstrak daun kelor konsentrasi 20% pada kelompok kontrol positif, perlakuan, dan kontrol negatif dengan nilai p value secara berturut-turut yaitu (p= 0,484; p= 0,538; p=0,981). Berdasarkan uji Wilcoxon, hasil kelembapan kulit tidak signifikan terhadap pemakaian masker peel-off ekstrak daun kelor konsentrasi 20% pada kelompok kontrol positif, perlakuan, dan kontrol negatif minggu 0 ke minggu 2 dengan nilai p value secara berturut-turut yaitu (p= 0,301; p= 0,675; p=0,916), minggu 2 ke minggu 4 (p= 0,806; p= 0,53; p=0,441), dan minggu 0 ke minggu 4 (p= 0,889; p= 0,529; p=0,694). Kesimpulan: Tidak terdapat adanya pengaruh masker wajah peel-off ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 20% terhadap kelembapan kulit wajah. Kata Kunci: Daun Kelor, Masker Peel-Off, Kelembapan Kulit Waja

    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN BLOK 7 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK 7 MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN BLOK 7 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK 7 MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2022 Rezky Wahyuni*., Ryka Marina Walanda**., Christin Rony Nayoan***., Jane Mariem Monepa**** / *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Dosen Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Kecemasan merupakan salah satu bentuk kecenderungan individu yang berhubungan dengan perasaan takut disertai perasaan yang tidak di inginkan. Hal ini sering terjadi pada mahasiswa tahun pertama karena masih berada dalam masa penyesuaian. Khususnya pada mahasiswa kedokteran yang setiap semesternya menghadapi Ujian Blok. Materi dan sumber yang padat untuk ujian Blok inilah terkadang menimbulkan tekanan terhadap mahasiswa untuk mencapai ataupun stressor terjadinya kecemasan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan menghadapi ujian blok 7 terhadap nilai ujian blok 7 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022. Metode: Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian analisis obeservasional dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional. Berdasarkaan rumus slovin minimal sampel yang digunakan 64 orang. Mengambil data dengan menggunkan kuesioner. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan frekuensi kecemasan terbanyak pada kategori Normal sejumlah 16 orang (25%). Dan sedangkan Sedang sejumlah 16 orang (25%), sedangkan frekuensi nilai ujian blok kategori Sangat Berat sejumlah 7 orang (10,9). Pada frekuensi nilai ujian blok terbanyak pada kategori E sejumlah 46 orang (71,9) dan terendah kategori C sejumlah 18 orang (28,1%). Hasil uji kolerasi spearman diperoleh nilai p-value 0,067 dengan arah kolerasi negatif dan kekuatan kolerasi (r) adalah 0,231. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi ujian blok 7 terhadap nilai ujian blok 7 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2022. Kata Kunci : Tingkat kecemasan, Ujian Blok, Nilai Ujian Blo

    HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN FUNGSI PARU PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALUN

    No full text
    HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN FUNGSI PARU PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU Adiana Mutiara Syafitri1, Rahma Badaruddin2, Asrawati Sofyan3 Mohammad Zainul Ramadhan4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu 2Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu 3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu 4Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit The Silent Killer dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun di Indonesia. dengan prevalensi yang terus meningkat di negara maju dan berkembang. Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko utama dalam penyakit kardiovaskular dan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem organ, salah satunya adalah paru-paru. Hipertensi menyebabkan pembuluh darah kecil paru mengalami kerusakan yang yang berpengaruh terhadap fungsi paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah dengan fungsi paru melalui parameter FEV1, FVC, dan rasio FEV1/FVC pada penderita hipertensi di Puskesmas Kamonji Metode: Penelitian ini menggunakan design penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan studi potong lintang (cross-sectional) dengan sampel penelitian sebanyak 60 orang. Sampel diberikan informed consent terlebih dahulu sebelum dilakukan penelitian. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah dan fungsi paru untuk mendapatkan nilai FEV1, FVC, FEV1/FVC menggunakan spirometri contec SP70B. Hasil penelitian kemudian diolah dan diuji statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara tekanan darah tinggi dan fungsi paru dengan p valu

    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 6-23 BULAN DI PUSKESMAS SANGURARA TAHUN 2024

    No full text
    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 6-23 BULAN DI PUSKESMAS SANGURARA TAHUN 2024 Sisca Oktaviani*, M. Sabir**, Rahma***, I Kadek Rupawan**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik kasar bayi adalah pemberian ASI Eksklusif. Bayi yang mendapat ASI secara Eksklusif dapat mendukung pertumbuhan, meningkatkan perkembangan sel otak, perkembangan bahasa, dan perkembangan motorik bayi karena ASI mengandung berbagai nutrisi diantaranya taurin, laktosa dan asam lemak ikatan panjang seperti DHA, AA, omega 3 dan omega 6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “hubungan pemberian ASI Eksklusif terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-23 bulan di Puskesmas Sangurara tahun 2024”. Metode: Metode penelitian menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan adalah 97 bayi usia 6-23 bulan, dengan teknik pusposive sampling. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan uji chi square pada derajat kemaknaan α = 0,05 menggunakan aplikasi spss. Hasil: Pada penelitian ini di peroleh bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar sesuai sebanyak 47 anak (94%), bayi yang ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar meragukan sebanyak 1 bayi (2%), serta bayi yang ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar menyimpang sebanyak 2 bayi (4%). Hal ini didukung dengan hasil uji Chi-Square dimana nilai p < nilai α yaitu p = 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status pemberian ASI Eksklusif terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-23 bulan di Puskesmas Sangurara tahun 2024. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Perkembangan Motorik Kasa

    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH SEDIAAN SHEETMASK BIJI COKELAT Theobroma Cacao L TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH CIVITAS UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH SEDIAAN SHEET-MASK BIJI COKELAT Theobroma cacao L TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH CIVITAS UNIVERSITAS TADULAKO Resitasari Pratiwi1, Asrawati Sofyan2, Nur Syamsi3, Junjun Fitriani4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Kulit wajah adalah bagian tubuh yang sering terpapar langsung oleh berbagai faktor eksternal, seperti polusi, sinar matahari, dan radikal bebas, yang dapat mempercepat penuaan dan munculnya kerutan. Penuaan kulit dapat dikurangi dengan perawatan yang dapat meningkatkan elastisitas kulit seperti penggunaan masker wajah, yang dapat memberikan efek hidrasi dan mengandung bahan aktif yang berpotensi memperbaiki kondisi kulit. Biji cokelat telah dikenal karena kandungan senyawa aktifnya, seperti flavonoid, antioksidan, dan asam lemak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan produk berbasis biji cokelat dapat membantu meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan, termasuk kerutan. Tujuan: Mengetahui efektivitas masker wajah sediaan Sheet-mask biji cokelat (Theobroma cacao L) terhadap kerutan kulit wajah. Metode: Metode quasi-eksperimental (pre-post test design). Sampel terdiri dari 33 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok yakni kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok uji. Pengukuran kerutan kulit menggunakan alat Skin analyzer. Analisis data yang digunakan adalah uji Friedman dan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan signifikan dalam kerutan kulit antar kelompok. Hasil: Analisis stastistik menggunakan uji Friedman pada kelompok uji menunjukkan nilai p 0,006 yang berarti nilai p < 0,05 dan hasil uji Wilcoxon pada minggu 0 ke minggu 2 menunjukkan nilai p 0,061. Kemudian minggu 2 ke minggu 4 sebesar 0,041 dan pada minggu 0 ke minggu 4 sebesar 0,023. Hasil dari kedua uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kerutan kulit antara waktu pengukuran. Kesimpulan: Hasil analisis stastistik masker wajah sediaan sheet-mask biji cokelat (Theobroma cacao L.) menunjukkan adanya perubahan yang signifikan efektif dalam meningkatkan kerutan kulit wajah. Kata kunci: biji cokelat, kerutan kulit wajah, sheet-mas

    HUBUNGAN SKOR ALVARADO TINGGI TERHADAP KOMPLIKASI APENDISITIS AKUT DI RSUD UNDATA PALU SULAWESI TENGAH PERIODE JANUARI-DESEMBER TAHUN 2022-2023

    No full text
    HUBUNGAN SKOR ALVARADO TINGGI TERHADAP KOMPLIKASI APENDISITIS AKUT DI RSUD UNDATA PALU SULAWESI TENGAH PERIODE JANUARI-DESEMBER TAHUN 2022-2023 Elvy Merlinda1, Ryka Marina Walanda2, Muh. Ardi Munir3, Imtihanah Amri4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Clinical Skills Lab, Fakultas kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Pendahuluan: Apendisitis merupakan kasus paling sering pada bidang bedah abdomen yang dapat menyebabkan nyeri abdomen akut sehingga diperlukan tindakan bedah yang segera untuk mencegah terjadinya komplikasi yang pada umumnya dapat membahayakan pasien seperti gangrenosa, perforasi dan bahkan peritonitis generalisata. Ultrasonography merupakan pilihan lini pertama yang disarankan pada pasien dalam diagnosis apendisitis akut, namun perlu dipertimbangkan pula mengenai terbatasnya ketersediaan ahli radiologi, dokter, atau sonografer yang berpengalaman dapat menjadi kendala dalam proses diagnosis pasien. Selain itu, pertimbangan ekonomi dan beban radiasi juga perlu diterapkan pada sistem layanan kesehatan. Oleh karena itu, diagnosis apendisitis akut dengan skoring alvarado dapat menjadi solusi yang dapat digunakan mengingat adanya beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Skor Alvarado tinggi terhadap komplikasi apendisitis akut di RSUD Undata Kota Palu Sulawesi Tengah Periode Januari-Desember tahun 2022-2023 Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik pendekatan cross sectional yang menghubungkan skor alvarado tinggi dengan komplikasi apendisitis akut. Jumlah sampel yaitu 105 sampel dengan menggunakan teknik total sampling dan diuji secara statistik dengan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis chi-square terdapat 42 pasien (71,2%) memilki skor alvrado tinggi terkena komplikasi apendisitis akut, sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan antara skor alvarado tinggi terhadap komplikasi apendisitis akut dengan p-value 0,021 Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara skor alvarado tinggi terhadap komplikasi apendisitis akut di RSUD Undata Kota Palu Sulawesi tengah Periode Januari-Desember tahun 2022-2023 Kata Kunci: Skor Alvarado, Apendisitis Aku

    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2021 UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2021 UNIVERSITAS TADULAKO Devie1, Ryka Marina Walanda2, Christin Rony Nayoan3, Muthia Aryuni4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Kecemasan merupakan keadaan emosional seseorang mengalami stress yang dapat menimbulkan reaksi fisiologis tubuh. Kecemasan yang tinggi akan mendorong seseorang untuk melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda-nunda pengerjaan, tugas pada lingkungan akademik yang akan memberikan banyak dampak negatif bagi mahasiswa yang sering melakukannya. Salah satu dampaknya ialah penurunan prestasi akademik yang akan didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan prokrastinasi terhadap hasil prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako pada angkatan 2021. Metode: Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian analitik observasional yang menggunakan desain penelitian cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 68 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner ZSAS (Zung Self-Rating Anxiety Scale) untuk menilai tingkat kecemasan dan kuisioner Prokrastinasi Akademik untuk menilai tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil: Hasil analisis multivariat menggunakan analisis regresi berganda pada uji t, variabel tingkat kecemasan didapatkan nilai Sig. 0.000 < 0.05 menunjukkan hubungan positif antar variabel dan variabel prokrastinasi akademik diperoleh nilai Sig 0.007 < 0.05 menunjukkan hubungan negatif antar variabel, dan pada uji F diperoleh nilai Sig. 0.000 < 0.05 menunjukkan hubungan yang simultan antara variabel independen dan variabel dependen Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dan prokrastinasi akademik terhadap prestasi akademik pada mahasiswa. Kata Kunci: tingkat kecemasan, tingkat prokrastinasi akademik, prestasi akademik, ZSAS

    HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024

    No full text
    HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU TAHUN 2024 Frily Pebrilla Safri¹, Sumarni2,3, Ketut Suarayasa³, Rahma4 1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Bagian IKM-KK Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan : Status gizi memiliki peran penting dalam tumbuh dan kembang seorang balita. Asupan zat gizi makro merupakan faktor yang memiliki hubungan erat dengan kejadian stunting pada balita. Zat gizi makro khusunya protein memberikan efek terhadap level plasma insulin growth factor (IGF-1) yang memiliki peran penting dalam formasi tulang. Tujuan : Mengetahui hubungan kecukupan asupan protein terhadap kejadian stunting pada balitaa usia 6-59 bulan di Puskesmas Sangurara Kota Palu Tahun 2024. Metode : observasional analitik dengan desain case control. Metode pengambilan sampel menggunakan 2 tahap, yakni menggunakan nonprobability sampling teknik purposive sampling dengan total 90 balita dan tahap kedua probability sampling dengan teknik stratified random sampling. Uji statistik menggunakan chi-square. Pengumpulan data menggunakan food recall 3x24 jam. Hasil : Balita yang memiliki asupan protein tidak cukup pada kelompok stunting sebanyak 33 balita (73,3 %) dan tidak stunting sebanyak 5 balita (11,1%). Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan bermakna antara kecukupan asupan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan (P-value 0,000 ). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kecukupan asupan protein dengan pada kejadian stunting balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu Kata Kunci: Asupan protein, Stunting, Balit

    PENGARUH PENYULUHAN TENTANG FILARIASIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN PENYAKIT FILARIASIS PADA SISWA SMP NEGERI 2 SIGI, KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH

    No full text
    PENGARUH PENYULUHAN TENTANG FILARIASIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN PENYAKIT FILARIASIS PADA SISWA SMP NEGERI 2 SIGI, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH Ferrel Alexander1, Vera Diana Towidjojo2, Ketut Suarayasa3, Nur Syamsi4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit filariasis masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang menyebar di wilayah Indonesia. Indonesia merupakan negara yang endemis filariasis dari 53 negara yang berada di dunia. Menurut Dinas Kesehatan Sigi, Kecamatan Dolo Barat merupakan kecamatan dengan kasus filariasis tertinggi dibanding kecamatan lainnya yang terdapat di Kabupaten Sigi, data paling banyak yang tercatat di Puskesmas Kaleke yaitu terdapat 11 kasus. Penting untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang filariasis untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang dapat mendukung terjadi penularan filariasis. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang filariasis terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit filariasis pada siswa SMP Negeri 2 Sigi, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi – eksperimental dengan desain Pretest – Posttest Control dengan total sampel 160 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon pada aplikasi SPSS. Hasil: Uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan diperoleh nilai p = 0,000 pada indikator pengetahuan dan sikap yang menandakan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,257 pada indikator pengetahuan dan nilai p = 0,156 pada indikator sikap yang menandakan tidak ada pengaruh pada kelompok kontrol karena tidak diberikan penyuluhan. Kesimpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan tentang filariasis terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan filariasis pada siswa SMP Negeri 2 Sigi, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kata Kunci : Filariasis, Penyuluhan, Pengetahuan, Sika

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇