Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS LABUAN KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS LABUAN KABUPATEN DONGGALA Shelsei Angunia S.*, Elli Yane Bangkele**, Rahma***, Andi Nur Asrinawaty**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *** Departemen Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode kahidupan dimulai pada saat janin mulai terbentuk yaitu 270 hari (sembilan bulan) sampai dimana kehidupan pertama bayi lahir 730 hari (usia dua tahun). Fase 1000 hari pertama kehidupan mempengaruhi perkembangan pengetahuan, pertumbuhan dan fisik. Gangguan gizi atau malnutrisi pada fase 1000 HPK dapat menyebabkan berbagai pengaruh pada anak seperti bisa berdampak pada perkembangan otak yang dapat mempengaruhi kecerdasan anak, selain itu dari segi fisik nampak berperawakan lebih pendek dan pertumbuhannya terganggu dan dapat menyebabkan terjadinya stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang 1000 hari pertama kehidupan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Labuan Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain case control. Metode kuantitatif merupakan penelitian yang terencana, sistematis, dan struktur dengan jelas mulai dari awal sampai dengan pembuatan penelitian. Hasil: Hasil uji statistik Odds Ratio, pada kelompok kasus dan kelompok kontrol uji statistic Odds Ratio diperoleh OR=202 dengan Lower Limit (LL)= 051 dan Upper Limit (UL)= 809. Artinya, pengetahuan ibu tentang 1000 HPK dengan kategori kurang mempunyai kemungkinan lebih beresiko 2 kali lipat mengalami stunting dibandingkan dengan pengetahuan ibu tentang 1000 HPK dengan kategori baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang 1000 hari pertama kehidupan dengan kejadian stunting pada balita. Kata Kunci: 1000 Hari Pertama Kehidupan, stunting

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI Toxoplasma gondii PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI Toxoplasma gondii PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Ananta Fahyumi1, Nur syamsi2, Christin Rony Nayoan2, Vera Diana Towidjojo3 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Email : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Toxoplasma gondii merupakan etiologi penyakit Toksoplasmosis. Infeksi Toxoplasma gondii bersifat asimptomatik . Angka kejadian infeksi Toxoplasma gondii dapat terjadi pada semua jenis kelamin, namun dari beberapa penelitian didapatkan hasil bahwa kejadian ini lebih beresiko pada wanita. Mahasiswi Fakultas Kedokteran mempunyai peran yang besar dalam pemberian edukasi mengenai infeksi Toxoplasma gondii serta pencegahannya. Adanya materi pembelajaran yang telah didapatkan mahasiswa saat pembelajaran parasitologi juga dapat dijadikan acuan sebagai implementasi mahasiswa dalam hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan Toxoplasma gondii. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan infeksi Toxoplasma gondii pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode : Penelitian menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Jumlah sampel sebesar 174 orang, dengan kriteria inklusi yakni mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, bersedia menjadi reponden dan kriteria ekslusi pengisian kuisioner tidak selesai. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Data yang didapatkan, dianalisis menggunakan Spearman. Hasil : Hasil uji Spearman menunjukkan p-value 0,882 (p>0,05) dan correlation coefficient 0.011 yang menunjukkan korelasi sangat lemah. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan infeksi Toxoplasma gondii pada mahasiswi Fakultas kedokteran Universitas Tadulako memiliki hubungan yang lemah dan tidak signifikan. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Infeksi Toxoplasma gondii, Mahasiswi Fakultas Kedoktera

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU DALAM MEMBERIKAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU TAHUN 2024

    No full text
    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU DALAM MEMBERIKAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU TAHUN 2024 Achmad Sierad*, Miranti** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ikatan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan : World health organization (WHO) menyatakan bahwa di dunia hanya sebesar 44% bayi yang mendapatkan ASI ekslusif. ASI ekslusif ini seharusnya diberikan oleh sang ibu dari bayi baru lahir hingga mencapai 6 bulan.Berdasarkan data profil kesehatan Kota Palu 2021, cakupan pemberian ASI esklusif di kota palu mengalami penurunan yang sangat drastis, jika dilihat dari data tahun 2018 (59,91%) cakupan pemberian ASI dikota palu telah mengalami penurunan sebesar 12,7%, yang dimana cakupan pemberian ASI di kota palu pada tahun 2021 hanya sebesar 47,21%. Masih rendahnya cakupan penggunaan ASI ekslusif antara lain disebabkan pengetahuan ibu yang masih kurang terhadap pengenalan ASI ekslusif (Hidayatullah et al., 2021). Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI di puskesmas birobuli. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan besar sampel sebanyak 57 ibu dari total populasi 136 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis statistik menggunakan uji statistic chi square. Hasil :Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur (r=0,605, p=0,000), tingkat pendidikan (r=0,538, p=0,000), sosial ekonomi (r=0,577, p=0,000), dan sumber informasi (r=0,575, p=0,000) dengan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI di Puskesmas Birobuli Kota Palu. Ibu dengan pendidikan lebih tinggi, pendapatan lebih besar, dan akses informasi yang lebih baik cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik. Sebaliknya, jenis pekerjaan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan ibu (r=-0,417, p=0,005). Kesimpulan :Terdapat hubungan signifikan antara umur, tingkat pendidikan, sosial ekonomi, dan sumber informasi dengan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI. Tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis pekerjaan dan pengetahuan ibu. Kata Kunci: Pengetahuan ibu, Makanan Pendamping Air Susu Ib

    Pengembangan Model Manekin Segmen Hepar Berbahan Dasar Sederhana Untuk Pembelajaran Praktikum Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

    No full text
    Pengembangan Model Manekin Segmen Hepar Berbahan Dasar Sederhana Untuk Pembelajaran Praktikum Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Resti Nursalsabila*, Muh Ardi Munir**, Christin Rony Nayoan***, Imtihanah Amri**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Clinical Skills Lab, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako E-mail : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Anatomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur serta fungsi dari tubuh. Metode utama pembelajaran anatomi adalah menggunakan diseksi cadaver, namun dikarenakan biaya yang mahal dan ketersediaannya terbatas maka pembelajaran anatomi mengalami peralihan dengan penggunaan model manekin. Penggunaan model manekin terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan, dan efisien terhadap waktu, tempat dan biaya. Tujuan: Untuk mengembangkan model manekin segmen hepar berbahan dasar sederhana sebagai media pembelajaran pada praktikum anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, dengan pengumpulan data melalui lembar uji validitas yang diberikan kepada Ahli Bidang Anatomi, Ahli Bidang Bedah Digestif, dan Ahli Bidang Medical Education. Jenis data kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa lembar validasi. Analisis data dilakukan dengan perhitungan nilai validitas yang telah diisi oleh validator di lembar validasi. Hasil: Model manekin segmen hepar berbahan dasar sederhana yang telah melalui tahap evaluasi dan validasi memiliki nilai validitas diatas 70% menunjukan nilai validitas tinggi. Kesimpulan: Model manekin yang telah dikembangkan memiliki nilai validitas tinggi yang telah tervalidasi oleh ahli dibidangnya sehingga dikatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Kata Kunci: Media Pembelajaran, Model Manekin, Segmen Hepar, Bahan Dasar Sederhan

    PEMBUATAN DAN VALIDASI VIDEO PEMBELAJARAN METODE BEDSIDE TEACHING DENGAN PENDEKATAN MODEL SNAPPS

    No full text
    PEMBUATAN DAN VALIDASI VIDEO PEMBELAJARAN METODE BEDSIDE TEACHING DENGAN PENDEKATAN MODEL SNAPPS Muhammad Afif Sholeh Lappi1, Christin Rony Nayoan2, Vera Diana Towidjojo3, Nur Syamsi4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Media pembelajaran mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap proses pembelajaran. Diantara berbagai media pembelajaran, video pembelajaran dinilai paling efektif dan dinamis, terutama untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa kedokteran. Dalam pendidikan kedokteran, berbagai metode pembelajaran digunakan untuk membantu mahasiswa memperoleh keterampilan klinis diantaranya yaitu Metode bedside teaching dan model SNAPPS dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan klinis. Tujuan: Untuk menghasilkan dan memvalidasi video pembelajaran metode bedside teaching dengan pendekatan Model SNAPPS Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Dalam penelitian ini peneliti mengembangkan video pembelajaran metode bedside teaching dengan pendekatan model SNAPPS. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan lembar validasi kepada subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai validitas dan mencocokkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil: Pembuatan video pembelajaran melalui 3 tahapan mulai dari tahap pra produksi, tahap produksi, serta tahap pasca produksi yang kemudian telah divalidasi dan mendapatkan nilai >70 % dengan interpretasi validitas tinggi. Kesimpulan: Pembuatan video pembelajaran metode bedside teaching dengan pendekatan model SNAPPS menghasilkan video pembelajaran yang berdurasi 13 menit 2 detik dan telah dinyatakan layak digunakan Kata Kunci: Video pembelajaran, Metode Bedside Teaching, Model SNAPP

    INTERVENSI BACK MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I DI PUSKESMAS BULILI KOTA PALU SULAWESI TENGAH

    No full text
    Dr. Ni Wayan Sridani S. ST, M. Kes Nip. 19760501 200801 20023 ABSTRAK Intervensi Back Massage Effleurage Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Di Puskesmas Bulili Kota Palu Sulawesi Tengah Ni Kadek Yuni Anggrischa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Badariati, S.ST., M. Kes Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas intervensi Back Massage Effleurage dalam mengurangi nyeri persalinan kala I di Puskesmas Bulili, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi penerapan asuhan keperawatan nyeri dengan teknik back massage effleurage. Pendekatan yang dilakukan mencakup pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Studi dokumentasi digunakan sebagai data sekunder. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami nyeri persalinan dengan skala 7 dan 8, dengan keluhan nyeri di bagian perut yang tembus ke belakang. Setelah diberikan intervensi back massage effleurage, terjadi penurunan skala nyeri pada pasien 1 dari 7 menjadi 5, dan pada pasien 2 dari 8 menjadi 6. Evaluasi menunjukkan bahwa intervensi ini efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan kenyamanan, dan membantu pasien beradaptasi dengan nyeri persalinan. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan back massage effleurage sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam manajemen nyeri persalinan kala I. Kata Kunci : Studi Kasus, Persalinan kala I, Manajemen Nyeri, Back Massage Eflleurag

    PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TENTANG PEROKOK PASIF DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI KOTA PALU SULAWESI TENGAH

    No full text
    Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Tentang Perokok Pasif Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu Sulawesi Tengah Fitri (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Parmin, M.Kep ABSTRAK Latar Belakang : Seorang dikatakan sebagai perokok pasif ialah orang yang tidak merokok, tetapi ia menghirup asap dari seorang perokok di lingkungan sekitarnya. Asap rokok mengandung sekitar 4.000 jenis bahan kimia yang terdiri dari partikel dan gas. Lebih dari 50 zat terkandung di dalamnya dapat menyebabkan penyakit asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kanker atau penyakit berbahaya lainnya. Melihat beberapa dampak bahaya perokok pasif tersebut, maka seharusnya perokok pasif seperti keluarga lebih meningkatkan pengetahuan tentang bahaya rokok.Menghentikan merokok dalam lingkungan rumah dan keluarga termasuk dalam pelaksaaan praktek asuhan kesehatan yaitu mencegah terjadi gangguan kesehatan dengan PHBS yang meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar hidup bersih. Tujuan : Mengukur pengetahuan dan sikap keluarga tentang perokok pasif di wilayah kerja puskesmas bulili. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, menggunakan metode cluster random sampling dengan sampel yang diambil sebanyak 30, serta analisis data menggunakan distribusi frekuensi dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil : Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dari 30 responden, terdapat 23 responden (76,7%) yang memiliki pengetahuan baik tentang perokok pasif.Kemudian yang memiliki sikap yang kurang tentang perokok pasif yaitu 7 responden (23,3%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dari 30 responden disimpulkan bahwa hasil penelitian pengetahuan dan sikap keluarga tentang perokok pasif di wilayah kerja Puskesmas Bulili, menunjukkan bahwa dari 30 responden 23 (76,7%) responden yang berpengetahuan baik ,sedangkan responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 7 (23,3%), responden yang memiliki sikap baik sebanyak 22 (73,3%) dan sebagian responden memiliki yang memiliki sikap yang kurang sebanyak 8 (26,7%). Kata Kunci : Pengetahuan,Sikap,Perokok Pasi

    HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINGGEDE

    No full text
    Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kestabilan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede Yandri Mursalim (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Abstrak Latar Belakang : Hipertensi merupakan tekanan darah persisten dengan tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Hipertensi merupakan penyebab utama gagal jantung, gagal ginjal. Disebut sebagai pembunuh diam-diam karena orang dengan hipertensi sering tidak menampakkan gejala. Hipertensi dapat di minimalisir dengan beberapa cara diantaranya, mengatur pola makan, berolahraga, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mengkonsumsi obat secara teratur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat terhadap kestabilan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tinggede. Metode Penelitian: Menggunakan jenis penelitan observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional yaitu suatu penelitian yang variabel independen dan variabel dependennya diukur dalam satu waktu yang sama. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang dengan kriterian inklusi dan eksklusi. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode cluster random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk menentukan objek yang akan diteliti sangat luas. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini di dapatkan Nilai P-value sebesar 0,037, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan kepatuhan minum obat terhadap kestabilan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran: Di harapkan kepada pasien hipertensi, lebih meningkatkan untuk patuh minum obat agar tekanan darah bisa terkontrol dan tidak membahayakan diri kita sendiri. Kata Kunci: Tingkat Kepatuhan, Tekanan Darah, Hipertens

    PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI HUNTAP 1 TONDO KOTA PALU

    No full text
    PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI HUNTAP 1 TONDO KOTA PALU Putri Suci Maharani,N21021049 Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang : Menurut data Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, jumlah penderita hipertensi di provinsi Sulawesi Tengah adalah 384.072 (2,33%). Presentase capaian hipertensi estimasi tertinggi yaitu pada tahun 2021 berada pada Kota Palu dengan capaian 7,11%, berdasarkan data penderita hipertensi sebanyak 65.398 jiwa.. Tujuan : Untuk mengidentifikasi Apakah ada Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Huntap 1 Tondo Kota Palu. Metode: Rancangan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif quasi-experimental dengan menggunakan desain pretest-posttest yang kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dengan menggunakan teknik proposive sampling dalam pengambilan sampel yaitu 17 sampel, Hasil : Rata-rata tekanan darah kelompok kontrol yang tidak melakukan senam hipertensi (pretest) adalah 152,7/94,7 mmHg dan (posttest) adalah 151,3/95,7 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah kelompok perlakuan yang melakukan senam hipertensi (pretest) adalah 150,3/94,9 mmHg dan (posttest) 126,3/82,9 mmHg. Terdapat pengaruh yang signifikan dari senam hipertensi terhadap kelompok perlakuan pada usia pertengahan di Huntap 1 Tondo Kota Palu. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dari jumlah 17 responden disimpulkan bahwa hasil penelitian pengaruh senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Huntap 1 Tondo Kota Palu, menunjukkan bahwa dari 7 responden kelompok pengaruh pretest dan posttest Paired T-test systole nilai P-Value .001 dan diastole nilai P-Value .001 terdapat pengaruh. Kata Kunci : Senam Hipertensi, Tekanan Darah, Lansi

    Perbandingan Lama Rawat Inap antara Pasien Obesitas dengan Non-Obesitas Menggunakan Metode Persalinan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) di RSU Samaritan Palu.

    No full text
    PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PASIEN OBESITAS DAN NON-OBESITAS MENGGUNAKAN METODE PERSALINAN ENHANCED RECOVERY AFTER CAESAREAN SURGERY (ERACS) DI RSU SAMARITAN PALU Ferina Aprilianty*, Imtihanah Amri**, I Putu Fery Immanuel White***, David Pakaya**** *Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Anestesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang:.Meningkatnya minat masyarakat terhadap persalinan caesar maka dikembangkan pemulihan cepat pasca operasi caesar atau Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS). Metode ERACS berkaitan dengan pemilihan jenis anestesi dengan dosis rendah untuk mengurangi efek samping pasca operasi. Pada penelitian terdahulu didapatkan waktu pemulihan pasien obesitas lebih lama dikarenakan dosis anestesi yang diberikan disesuaikan dengan berat badan pasien sehingga efek anestesi akan lebih lama. Hal ini dapat memperpanjang durasi terapi jika tidak ditangani dengan baik. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan lama rawat inap antara pasien obesitas dan non-obesitas menggunakan metode persalinan ERACS di RSU Samaritan Palu. Metode: Penelitian bersifat analitik menggunakan desain penelitian retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 orang. Analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan lama rawat inap antara pasien obesitas dengan non-obesitas menggunakan metode persalinan ERACS. Hasil analisis uji statistik Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,254. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap lama rawat inap antara pasien obesitas dengan non-obesitas menggunakan metode persalinan ERACS di RSU Samaritan Palu. Kata Kunci: ERACS, Obesitas, Lama Rawat Inap, Sectio Caesare

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇