4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN DERAJAT INSOMNIA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN DERAJAT INSOMNIA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Misera Alvanesa1, Junjun Fitriani 2, Christin Rony Nayoan3, Ryka Marina Walanda4
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Bagian IK THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran tingkat akhir sering kali memiliki kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk dapat menimbulkan masalah kesehatan yang dapat pengaruhi kualitas hidupnya.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan derajat insomnia pada mahasiswa kedokteran tingkat akhir.
Metode: Penelitian dilakukan dengan metode analitik observasional menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 71 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index Indonesian Version) sedangkan derajat insomnia dengan kuesioner KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta-Insomnia Rating Scale). Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis hubungan antara kualitas tidur dengan derajat insomnia dilakukan dengan uji Spearman rank.
Hasil: Didapatkan nilai signifikansi yaitu p-value = 0,000 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan (bermakna) antara kualitas tidur dengan derajat insomnia.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan derajat insomnia pada mahasiswa kedokteran tingkat akhir.
Kata Kunci: Mahasiswa kedokteran, mahasiswa tingkat akhir, kualitas tidur, derajat insomni
HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2023 UNIVERSITAS TADULAKO
HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2023 UNIVERSITAS TADULAKO
Zain Husni Mubarok*, Muh. Ardi Munir**, Amirah Basry**, Budi Dharmono Tulaka***
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kesehatan fisik, psikologis, kinerja akademik dan memengaruhi produktivitas. Terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi kualitas tidur, salah satu faktor yang dapat dimodifikasi adalah sleep hygiene, yaitu kebiasaan dan perilaku yang mendukung tidur yang sehat.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel diambil berdasarkan teknik total sampling dan dianalisis menggunakan Uji Spearman.
Hasil: Data dari 147 mahasiswa menunjukkan (88,4%) mahasiswa memiliki sleep hygiene baik, (10,9%) mahasiswa sleep hygiene sedang, dan (0,7%) mahasiswa sleep hygiene buruk. Kualitas tidur mahasiswa terbagi dalam baik dan buruk, dengan (36,7%) mahasiswa kualitas tidur baik dan (63,3%) mahasiswa kualitas tidur buruk. Uji Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur dengan nilai p = 0,007 (
HUBUNGAN ASUPAN MAKRONUTRIENT TERHADAP STATUS GIZI REMAJA DI SMA LABSCHOOL UNTAD PALU TAHUN 2024
HUBUNGAN ASUPAN MAKRONUTRIENT TERHADAP STATUS GIZI REMAJA DI SMA LABSCHOOL UNTAD PALU TAHUN 2024
Nur Afny Vebriyanti*,Imtihanah Amri**
*Mahasiswa Kedokteran ,Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako
*Departemen Anestesi,Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan : Status gizi remaja di Indonesia masih menghadapi berbagai masalah, seperti kekurangan gizi mikro, gizi kurang, dan gizi lebih. Berdasarkan data riskesdas tahun 2018 di Sulawesi Tengah terdapat 28,6% remaja usia 13-15 tahun dan 36,02% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek. Faktor-faktor seperti perubahan pola makan, urbanisasi, dan pergaulan bebas dapat berkontribusi pada ketidakseimbangan nutrisi dan status gizi remaja. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan mengenai gizi remaja (Hartini et al., 2022).
Tujuan : Mengetahui hubungan asupan makronutrient terhadap status gizi remaja di SMA Labschool Untad Palu.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 75 siswa usia 15-18 tahun di SMA Labschool Untad. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner Food Recall 3x24 jam, aplikasi Nutrisurvey, microtoise, dan timbangan berat badan. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil : Pada penelitian ini responden terdiri 75 orang dengan kriteria asupan karbohidrat kurang sebanyak 53 orang (70,7 %), asupan karbohidrat cukup sebanyak 10 orang (13,3%) dan asupan karbohidrat lebih sebanyak 10 orang (16%). Untuk kriteria asupan protein yaitu asupan protein kurang sebanyak 51 orang (68
%), asupan protein cukup sebanyak 11 orang (14,7 %) dan asupan protein lebih sebanyak 13 orang (17,3 %). Selain itu, untuk kriteria asupan lemak yaitu asupan lemak kurang sebanyak 33 orang (44 %), asupan lemak cukup sebanyak 16 orang (21,3 %) dan asupan lemak lebih sebanyak 26 orang (34,7%).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (P value =0,004 ) serta asupan lemak (P value=0,001 ) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein (P value=0,672) terhadap status gizi pada remaja di SMA Labschool Untad Palu.
Kata Kunci: Asupan Makronutrient, Status Gizi, Remaj
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI POLIKLINIK JIWA RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH
ABSTRAK
Gambaran Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Gangguan Jiwa Di Poliklinik Jiwa RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah
Elya Winarti (2024)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns.Sukrang S.Kep.,M.Kep
Gangguan jiwa merupakan sindrom atau pola perilaku yang secara klinis bermakna yang berhubungan dengan distress atau penderitaan dan menimbulkan kendala pada satu atau lebih fungsi kehidupan manusia.salah satu yang termasuk gangguan jiwa adalah skizofrenia skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu .termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di ruangan poli klinik jiwa RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Desain penelitian ini adalah deskriptif, dengan jumlah sampel 43 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan distribusi jenis kelamin laki-laki lebih banyak 23 responden atau 53,5% dari 19 responden perempuan 44,22% kepatuhan sedang 30 responden atau 69,8% dari kepatuhan tinggi 13 responden atau 30,2%. Kesimpulan penelitian ini tingkat kepatuhan pasien halusinasi didominasi oleh kategori kepatuhan sedang. Saran bagi rumah sakit karya ilmiah ini dapat dijadikan motivasi atau pendukung lebih baik lagi dalam mengevaluasi kepatuhan minum obat terhadap pasien gangguan jiwa di poliklinik jiwa RS Madani.
Kata kunci: Kepatuhan, Minum Obat, Pasien Gangguan Jiwa
GAMBARANIGAYA HIDUP PENDERITAIDIABETES MELLITUS DI UPTD PUSKESMAS KAWATUNA
PROGRAM STUDI D-IIII KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
KaryajTulisjIlmiah, Juli 2024
Ayumi Marlin Tarri
GAMBARAN GAYA HIDUP PENDERITA DIABETESjMELLITUS
DI UPT Di PUSKESMAS KAWATUNA
ABSTRAK
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia kronik pada diabetes dapat berdampak kerusakan .jangka .panjang, disfungsi beberapa .organ .tubuh pada mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah yang menyababkan komplikasi gangguan penglihatan, gagal ginjal, penyakit kardiovaskuler maupun neuropati. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran gaya hidup penderita diabetes mellitus berdasarkan pola makan, aktivitas fisik, stres dan merokok. Jenis penelitian .ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional untuk mengetahui gambaran gaya hidup penderita diabetes mellitus di UPTD Puskesmas Kawatuna. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 32 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan menggunkan program SPSS. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pola makan pada pasien diabates mellitus berada pada kategori kurang baik, sebagian besar aktivitas fisik pada pasien diabates mellitus berada pada kategori aktivitas fisik ringan, sebagian besar perilaku stress pada pasien diabates mellitus berada pada kategori stress ringan, sebagian besar perilaku merokok pada pasien diabates mellitus berada pada kategori tidak merokok.
Kata Kunci : Gaya Hidup, Pola Makan, Diabetes Melitu
Faktor Risiko Jarak Rumah Dengan Lokasi Fokus Keong Terhadap Kejadian Schistosomiasis Di Lembah Napu.
FAKTOR RISIKO JARAK RUMAH DENGAN LOKASI FOKUS KEONG TERHADAP KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS DI LEMBAH NAPU
Fikri Al Akbar Warsito Putra⁎, Vera Diana Towidjojo⁎⁎, Devi Oktaviani⁎⁎⁎, Nur Syamsi ⁎⁎⁎⁎
⁎Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
⁎⁎Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
⁎⁎⁎Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
⁎⁎⁎⁎Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Schistosomiasis merupakan suatu penyakit yang bersifat akut dan kronis yang diakibatkan oleh parasit darah (Trematoda) yang berasal dari genus Schistosoma. Schistosomiasis di Indonesia disebabkan oleh jenis cacing Schistosoma japonicum, yang memiliki hospes perantara yaitu keong Oncomelania hupensis lindoensis. Prevalensi penyakit ini terbatas hanya di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di dataran tinggi Napu. Keong Oncomelania hupensis lindoensis ditemukan di tempat yang disebut fokus (focus). Fokus adalah daerah yang lembab dan tidak kering yang berada di daerah endemis. Semakin dekat jarak suatu tempat tinggal khususnya yang tinggal di daerah endemis menyebabkan seseorang mudah terinfeksi,
Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko jarak rumah dengan lokasi fokus keong terhadap kejadian Schistosomiasis di Lembah Napu.
Metode: Jenis penelitian studi case control dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kontrol berdasarkan status paparannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga di Desa Alitupu, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sampel didapatkan menggunakan teknik random sampling yang diambil secara acak dari total populasi. Berdasarkan rumus penentuan besar sampel, maka besar sampel secara keseluruhan adalah 50 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square.
Hasil: Hubungan jarak rumah dengan kejadian Schistosomiasis memiliki nilai p sebesar 0,024 dan odd ratio sebesar 0,2, hubungan pekerjaan dengan kejadian Schistosomiasis memiliki nilai p sebesar 0,01 dan odd ratio sebesar 2,7, serta hubungan jenis kelamin dengan kejadian Schistosomiasis memiliki nilai p sebesar 0,25 dan odd ratio sebesar 1,9.
Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Schistosomiasis yaitu jarak rumah dan pekerjaan sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan kejadian Schistosomiasis.
Kata Kunci: jarak rumah, fokus keong, Schistosomiasis, Lembah Nap
Pengaruh Indeks Massa Tubuh Ibu Hamil Trimester III Terhadap Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Bayi di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi.
PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH IBU (IMT) IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN LAHIR BAYI DI RSUD TORA BELO KABUPATEN SIGI
Aulia Nurul Haqi Karim1, Miranti2, I Putu Fery3, Amirah Basri4
1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
4Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan cara pengukuran berat badan yang disesuaikan dengan tinggi badan, dihitung menggunakan cara berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Status gizi Ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan yang normal Jika status gizi ibu buruk, baik sebelum hamil dan selama kehamilan atau yang dikatakan Body Mass Index (BMI) rendah, memiliki efek negatif pada kehamilan, biasanya berat badan dan Panjang badan lahir bayi rendah atau kelahiran preterm, sedangkan wanita dengan status gizi berlebihan atau IMT obesitas dikatakan memiliki risiko tinggi terhadap kehamilan seperti keguguran, persalinan operatif, preeklamsia, thrombo emboli, kematian perinatal dan makrosomi.
Metode: Penelitian ini merupakan Observasional bersifat analitik dengan rancangan penelitian yang Cross Sectional. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 83 Ibu Hamil Trimester III bulan juni – Agustus tahun 2023 yang telah memenuhi Kriteria dan yang akan bersalin dan terdata di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi
Hasil Penelitian: Hasil uji bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh ibu hamil trimester III dengan berat badan lahir bayi dengan nilai p = 0,001 dan terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh ibu hamil trimester III dengan Panjang badan lahir bayi dengan nilai p = 0,001
Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara IMT ibu hamil trimester III dengan berat badan lahir bayi dan juga terdapat pengaruh antara IMT ibu hamil trimester III dengan Panjang badan lahir bayi
Kata Kunci: IMT, Ibu Hamil Trimester III, Berat badan Lahir Bayi, Panjang Badan Lahir Bay
Perbandingan Kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) antara Pasien Obesitas dan Non-obesitas yang Menjalani operasi Elektif dengan Anestesi Umum di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
PERBANDINGAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) ANTARA PASIEN OBESITAS DAN NON-OBESITAS YANG MENJALANI OPERASI ELEKTIF DENGAN ANESTESI UMUM DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
Nurhafiza1, Imtihanah Amri2, Rahma Badaruddin3, I Kadek Rupawan4
1 Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen Anestesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4 Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan mual dan muntah yang dialami pasien dalam 24 jam pasca operasi dan menjadi keluhan kedua setelah nyeri yang paling umum. Hal ini sangat berbahaya karena dapat berakibat fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian. Penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan peningkatan kejadian PONV salah satunya karena obesitas.
Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan kejadian post operative nausea and vomiting (PONV) antara pasien obesitas dan non-obesitas yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum.
Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain prospektif cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebesar 54, dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kejadian post operative nausea and vomiting (PONV) pada kelompok obesitas sebesar (13%) dan pasien non-obesitas sebesar (31,4%), dengan analisis uji chi-Square menunjukkan perbedaan bermakna yaitu
Kejadian Prediabetes pada Obesitas di Universitas Tadulako tahun 2023.
KEJADIAN PREDIABETES PADA OBESITAS DI UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2023
Annisa Triutari Zahrani1, Junjun Fitriani2, Sumarni3, Nur Syamsi2
1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Obesitas menurut WHO merupakan suatu kondisi dimana jaringan lemak tubuh menumpuk secara berlebihan. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan metode langsung untuk menghitung status gizi seseorang dalam kaitannya dengan kelebihan dan kekurangan berat badan. Menurut WHO, ada empat kategori IMT: berat badan kurang, berat badan normal, kelebihan berat badan, obesitas, dan obesitas II. Obesitas yang merupakan faktor risiko utama prediabetes, prevalensinya terus mengalami peningkatan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pradiabetes adalah jenis kelainan metabolisme yang meliputi gangguan toleransi glukosa dan Gangguan Glukosa Darah Puasa (GDPT) dan disebabkan oleh perubahan sekresi, kerja insulin, atau keduanya. Diagnosis prediabetes adalah jika dilakukan pemeriksaan glukosa plasma puasa dan didapatkan hasil antara 100-125 mg/dl.
Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana kejadian prediabetes pada obesitas di Universitas Tadulako tahun 2023
Metode: Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan metode penelitian analisis kuantitatif. Responden pada penelitian ini adalah staff atau dosen yang berada di lingkungan Universitas Tadulako dengan total sampel pada penelitian ini sebanyak 45 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive sampling yang mencakup orang-orang yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi.
Hasil Penelitian: Usia terbanyak pada responden penelitian ini 30-40 tahun yaitu sebanyak 31 (68,9%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 25 (55,6%), IMT terbanyak didapatkan pada golongan obesitas II sebanyak 24 (53,3%), dan GDP didapatkan hasil terbanyak yaitu menderita prediabetes sebanyak 28 (62,2%)
Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan responden terbanyak pada obesitas I dengan hasil GDP normal dan yang menderita obesitas II didapatkan hasil terbanyak pada GDP dengan hasil prediabetes
Kata Kunci: Obesitas, IMT, Prediabetes, GDP, Diabetes Melitu
UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH BIJI COKELAT (THEOBROMA CACAO L.) SEDIAAN SHEET MASK TERHADAP PIGMENTASI KULIT WAJAH CIVITAS UNIVERSITAS TADULAKO
UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH BIJI COKELAT (THEOBROMA CACAO L) SEDIAAN SHEET-MASK TERHADAP PIGMENTASI KULIT WAJAH CIVITAS UNIVERSITAS TADULAKO
Mohammad Fauzan Paudi1, Asrawati Sofyan2, Vera Diana Towidjojo3, Nur Syamsi4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang:. Kandungan sinar ultraviolet (UV) dalam sinar matahari dapat menyebabkan kulit menjadi lebih gelap. Ini terjadi karena sinar UV merangsang produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit, untuk melindungi lapisan-lapisan kulit yang lebih dalam. Biji kakao (Theobroma Cacao Linn) kaya akan flavonoid. Senyawa ini menghambat aktivitas enzim tirosinase dengan cara berikatan langsung dengan enzim tersebut dan mengurangi kemampuannya dalam proses melanogenesis.
Tujuan: Mengetahui efektivitas masker wajah sediaan Sheet-mask biji cokelat (Theobroma cacao L) terhadap pigmentasi kulit wajah.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental menggunakan rancangan pre-post test design. Sampel terdiri dari 33 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok yakni kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok uji. Analisis data yang digunakan adalah uji Friedman dan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan signifikan dalam pigmentasi kulit antar kelompok.
Hasil: Analisis stastistik menggunakan uji Friedman pada kelompok uji menunjukkan nilai p sebesar 0,006 yang berarti nilai p < 0,05 dan hasil uji Wilcoxon pada minggu 0 ke minggu 2 menunjukkan nilai p sebesar 0,106 kemudian minggu 2 ke minggu 4 sebesar 0,068 dan pada minggu 0 ke minggu 4 sebesar 0,007. Hasil dari kedua uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam pigmentasi kulit antara waktu pengukuran pada minggu ke 2 ke minggu 4.
Kesimpulan: Hasil analisis stastistik dan klinis masker wajah sediaan sheet-mask biji cokelat (Theobroma cacao L) menunjukkan adanya perubahan yang signifikan atau terbukti efektif dalam mengatasi pigmentasi kulit wajah
Kata kunci: Biji cokelat (Theobroma Cacao L), Pigmentasi Kulit, sheet-mas